• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS COMPACT DISC UNTUK MENAMPILKAN SIMULASI DAN VIRTUAL LABS BESARAN-BESARAN FISIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS COMPACT DISC UNTUK MENAMPILKAN SIMULASI DAN VIRTUAL LABS BESARAN-BESARAN FISIKA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN 1907-1744

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS COMPACT DISC UNTUK

MENAMPILKAN SIMULASI DAN VIRTUAL LABS BESARAN-BESARAN FISIKA

Muhammad Taufik

Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan PMIPA FKIP Universitas Mataram Jl. Majapahit 62 Mataram, 83125

Email: [email protected]

Abstrak. Telah dilakukan penelitian Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Compact Disc Untuk Menampilkan Simulasi dan Virtual Labs Besaran-Besaran Fisika di Program Studi Pendidikan Fisika PMIPA FKIP UNRAM. Hasil penelitian ini berupa CD pembelajaran yang isinya berupa simulasi beberapa fenomena fisika yang terangkum dalam 3 menu utama, yaitu PHET, Osiloskop dan Kalkulator. Menu-menu ini dijalankan menggunakan

Hyperlink Microsoft Powerpoint 2007. Program PHET (Physics Education Technology), berisikan

simulasi-simulasi fisika, antara lain: Circuit Construction Kit, Masses and Spring, Radio Waves and Electromagnetic

fields, Wave on String, Balloons and Static Electricity, Gas Properties, Balloons and Buoyancy, The Moving Man, Sound dan Projectile motion. Program Osiloskop berisikan osiloskop dengan dual trace yang dapat

menampilkan sinyal yang masuk melalui jalur microphone atau line audio serta memberikan analisis frekuensi sinyal. Program Kalkulator menampilkan menu kalkulator yang lengkap, dimulai dari tools untuk calculator,

astronomy, geometry , analyze dan games.

Kata Kunci: Simulasi, virtual labs, physics education technology, osiloskop kalkulator

PREPERATION INSTRUCTIONAL MEDIA TO SIMULATE PHYSICS QUANTITIES AND

VIRTUAL LABS BASED COMPACT DISC

Abstract. This research has been conducted in the department of Physic of Education, PMIPA, FKIP, Mataram University in 2007 which is supported by SPP/DPP grant. The programs, namely, PHET, Oscilloscope and Calculator which are stored in compact disc, are activated by clicking the menus that are connected to the hyperlink of Microsoft Powerpoint 2007. Program of PHET (Physics Education Technology), simulates many physics phenomena, such as: Circuit Construction Kit, Masses and Spring, Radio Waves and Electromagnetic

fields, Wave on String, Balloons and Static Electricity, Gas Properties, Balloons and Buoyancy, The Moving Man, Sound dan Projectile motion. While oscilloscope’s program visualize signal in dual trace through

microphone or line audio and gives analyzation of signal frequencies. Menu in Calculator gives complete tools for calculation, astronomy, geometry , graph analyzing and games as well.

Keywords: Simulation, Virtual Labs, Physics Education Technology, OscilloscopeCalculator

I. PENDAHULUAN

Pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di tingkat SMU maupun perguruan tinggi, guru atau dosen lebih banyak mendominasi proses belajar mengajar. Keterlibatan peserta didik rendah dan komunikasi lebih banyak satu arah, yaitu dari pengajar kepada peserta didik. Cara pembelajaran seperti ini tentu sangat membosankan dan mengurangi minat dan motivasi belajar. Pembelajaran yang memberikan kesempatan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan antara sesama siswa / mahasiswa dalam suasana menyenangkan diharapkan akan meningkatkan minat dan motivasi belajar [1].

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Ahli fisika terkemuka dunia, Albert Eistein sebagai berikut:

“In the matter of physics, the first lessons should contain nothing but what is experimental and interesting to see. A pretty experiment is in itself often more valuable than twenty formulae extracted from our minds [2].

Maksud dari kutipan di atas adalah; bahwa dalam pembelajaran fisika harus berdasarkan pengalaman langsung atau sesuatu yang menarik perhatian. Percobaan yang dilakukan dengan baik lebih berharga dari pada menghapal di luar kepala 20 rumus-rumus fisika.

Untuk itu, kualitas pembelajaran harus diperbaiki secara menyeluruh baik dari segi metode, model, strategi , pendekatan, perangkat, maupun cara evaluasinya. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan inovasi-inovasi pembelajaran [3]. Salah satu inovasi pembelajaran yang saat ini sedang

(2)

berkembang pesat adalah pembelajaran menggunakan komputer multimedia.

Penelitian ini berkonsentrasi pada pembuatan CD pembelajaran yang dapat menampilkan simulasi fisika bahkan virtual labs. Satu paket CD siap pakai memuat berbagai bidang kajian fisika antara lain: mekanika, listrik dan magnet, getaran dan gelombang, radiasi, gas dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membantu para mahasiswa mamahami berbagai mata kuliah fisika secara lebih nyata. Paket CD ini juga dapat digunakan pada siswa SMA dan SMP.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan [4]. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.

Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar. Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media. Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilainya [5]. Kriteria pertamanya adalah biaya. Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. Kriteria lainnya adalah ketersediaan fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk diubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terakhir adalah kegunaan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah media semakin baik media itu.

Kriteria di atas lebih diperuntukkan bagi media konvensional. Thorn mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif [6]. Kriteria penilaian yang pertama

penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan. Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh pembelajar, sehingga pada waktu seorang selesai menjalankan sebuah program dia akan merasa telah belajar sesuatu.

Dengan Kemajuan teknologi, khususnya di bidang komputer, telah banyak dimunculkan alat-alat media pembelajaran khususnya fisika seperti yang dihadirkan oleh Pustekkom dan Leybold yang dikenal dengan program multimedia.

Program multimedia adalah media pembelajaran yang berbasis komputer. Media ini menggabungkan dan mensinergikan semua media yang terdiri dari teks, grafis, foto, video, animasi, musik, narasi, dan interaktivitas yang diprogram berdasarkan teori pembelajaran. Program ini sering juga disebut sebagai CAI (Computer-Assisted

Instruction), CAL (Computer-Assisted Learning), dan

sejumlah sebutan lainnya. Pustekkom telah mengembangkan dan memproduksi program multimedia sejak tahun 1995. Program tersebut antara lain ditujukan untuk siswa SMU, SMK, dan Pendidikan Prasekolah. 2.2. Simulasi dan Virtual Labs

Lab virtual atau sering disebut Simulasi komputer untuk menyajikan fenomena alam memegang peranan penting di dalam proses pembelajaran sains. Apalagi jika dalam proses pembelajaran menggunakan media komputer untuk membantu mencapai suatu pemahaman lebih dalam pada pokok bahasan yang sedang disajikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa simulasi komputer belum banyak digunakan oleh kebanyakan dari para dosen dan instruktur di Indonesia. Hal ini terkait dengan fakta bahwa para dosen masih enggan untuk menggunakan suatu teknologi yang mereka tidak secara penuh memahaminya.

(3)

baru menyangkut peristiwa alam yang mereka berusaha untuk menjelaskan/memahaminya.

2.3. Hyperlink dengan Microsoft Powerpoint 2007 Microsoft Powerpoint 2007 adalah program aplikasi presentasi yang merupakan salah satu program aplikasi di bawah Microsoft Office. Keuntungan terbesar dari program ini adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah berada di dalam Microsoft Office. Jadi pada waktu penginstalan program Microsoft Office dengan sendirinya program ini akan terinstal.

Meskipun program aplikasi ini sebenarnya merupakan program untuk membuat presentasi namun fasilitas yang ada dapat dipergunakan untuk membuat program pembelajaran sains. Program yang dihasilkanpun akan cukup menarik. Keuntungan lainnya adalah bahwa program

ini bisa disambungkan ke program lain bahkan internet. Untuk itu perlu dibuat Hyperlink dari powerpoint ke program

lain, misalnya PHET, osiloskop dan kalkulator. Langkah pembuatan hyuperlink adalah dengan memilih objek yang akan di link ke program lain atau internet. Sesudah memilih objek lalu mengklik menu insert dan kemudian mengklik menu hyperlink maka akan muncul dialog box dan kemudian ditulis alamat yang dituju misalnya sebuah file atau sebuah situs web dan kemudian mengklik OK maka objek itu akan tersambung ke alamat yang ditulis. Cara yang kedua adalah melalui menu slide show dan kemudian menekan action settings, sesudah itu akan muncul dialog box. Dengan mengisikan alamat dan mengklik OK maka objek akan tersambung ke alamat yang diinginkan.

(4)

III . TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Tujuan Penelitian adalah merancang dan menciptakan CD pembelajaran berupa simulasi fisika dan Virtual Labs. Manfaat Penelitian adalah tersedianya media pembelajaran fisika berupa simulasi fenomena-fenomena fisika dan laboratorium maya (virtual) yang dapat digunakan di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi.

IV. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Fisika PMIPA FKIP Universitas Mataram. Penelitian akan merancang dan membuat CD pembelajaran yang berisikan simulasi fisika dan virtual labs meliputi materi mekanika, listrik magnet dan getaran dan gelombang, optik, thermodinamika, dan radioaktivitas.

Pembuatan media pembelajaran dilaksanakan beberapa tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan, tahap kedua adalah tahap studi pustaka meliputi kajian teoritis dan temuan-temuan yang sudah dilakukan oleh pihak lain. Tahap ketiga adalah identifikasi materi, dan merancang tampilan utama simulasi. Tahap keempat adalah pembuatan materi-materi simulasi dan virtual labs. Tahap kelima adalah pembuatan program link untuk menyatukan seluruh program simulasi yang telah dibuat, Tahap keenam adalah produksi simulasi dalam bentuk CD, tahap ketujuh adalah mensosialisasikan hasil penelitian melalui kegiatan seminar, dan terakhir / tahap kedelapan adalah penulisan laporan penelitian dan publikasi ke jurnal.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini berupa CD media pembelajaran fisika yang dijalankan menggunakan hyperlink Microsoft Powerpoint 2007 dengan program PHET, Osiloskop dan Kalkulator.Tampilan menu program seperti pada Gambar 1. Jika menu program PHET dipilih, maka Microsoft Powerpoint 2007 akan memanggil program PHET dan beberapa tampilannya adalah seperti pada Gambar 2 sampai Gambar 11. Program ini menampilkan Simulasi dan virtual laboratory secara interaktif terhadap pembaca.

Jika menu program osiloskop diaktifkan, maka Microsoft Powerpoint melakukan hyperlink terhadap file eksekusi dari

program osiloskop dan hasilnya seperti pada Gambar 12 dan 13.

Jika menu program Kalkulator diaktifkan, maka Microsoft Powerpoint melakukan hyperlink terhadap file eksekusi dari program kalkulator dan hasilnya seperti pada gambar 14. 5.2. Pembahasan

Program-program pada menu utama dapat berjalan dengan baik pada komputer-komputer dengan basis operasi Grafis seperti Windows XP. Untuk memahami secara lebih mendalam, para siswa dan mahasiswa diharapkan sudah mempelajari menu-menu program yang ditulis dalam bahasa Inggris. Uji coba Program PHET pada beberapa sampel siswa dan mahasiswa, memberikan kesan yang positif, menarik dan menghibur (fun) dan membantu penjelasan secara mendalam tentang suatu fenomena alam.

Program Osiloskop menampilkan 2 jenis sinyal dalam 2 channel yang dapat dijalankan secara bersamaan. Program ini juga dilengkapi dengan kemampuannya untuk menganalisis frekuensi audio.

(5)

VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan

Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Compact Disc Untuk Menampilkan Simulasi Dan Virtual Labs Besaran-Besaran Fisika telah berhasil dilakukan. Program pengendalinya adalah Microsoft Powerpoint 2007 yang dihubungkan (hyperlink) dengan program PHET (Physics

Education Technology), Oscilloscope dan Kalkulator Khi3.

Program link berjalan sukses dengan kualitas yang sangat baik.

6.2 Saran

Penelitian ini dapat dikembangkan lagi, khususnya pada program pengendali dan program link yang lain. Bagi yang senang dan memahami bahasa programming, Microsoft Powerpoint 2007 dapat diganti dengan bahasa pemrograman seperti Delphi atau Java, sedangkan program-program link dapat dibuat sendiri sesuai kebutuhan menggunakan Delphi atau EJS (Easy Java Simulation).

DAFTAR PUSTAKA

[1].Harjono, Ahmad., 2006, Kajian teoritis integrasi strategi Advance organizer dengan model pembelajaran kooperatif struktur think-pair-share, Jurnal Ilmu Pendidikan, Mataram.

[2].Richert,G. 2007. Physics Simulation and Virtual Labs http://www.hazelwood.k12.mo.us/~grichert/sciweb/ applets.html diakses 12 Juni 2007

[3].Jamaluddin, 2006, Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik Dengan Strategi Pengajaran Model CLIS Di Program Studi S-1 Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Mataram, Jurnal Ilmu Pendidikan, Mataram.

[4]. Bovee, 1997, Media Pembelajaran, www.ialf.edu/kipbipa/ papers/OudaTedaEna.doc diakses 12 Juni 2007. [5]. Hubbard, 1983, Media Pembelajaran,

www.apfi-pppsi.com/candence22/cadence22-8.html diakses 12 Juni 2007.

[6]. Thorn, 1995, Multimedia interaktif, www.ialf.edu/kipbipa/ papers/OudaTedaEna.doc diakses 12 Juni 2007. [7].Taufik, Muhammad, 2006, Pembuatan Media

Pembelajaran Osiloskop Pada komputer Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi , Jurnal Ilmu Pendidikan, Mataram.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pada penggunaan koagulan biji kelor dan aluminium sulfat pada pH 4 dapat dilihat bahwa memang semakin besar konsentrasi koagulan yang ditambahkan pada

Kemudian pada saat kursus calon pengantin, mereka diberi penyuluhan oleh petugas gizi dan bidan puskesmas, Kelas wanita prakonsepsi, Calon ibu hamil bertemu sebulan sekali, lalu di

Hipotesis konvergensi ini sampai saat ini masih menjadi topik perdebatan yang menarik, oleh karena itu penelitian ini akan membuktikan apakah terjadi tendensi

Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Risiko Usaha

Bila tekanan darah penderita hipertensi berbeda dengan klasifikasi sebagai contoh TDS 170 mmHg sedangkan TDD 90 mmHg maka derajat hipertensi ditentukan dari tekanan sistolik

Penggunaan steroid memper#ambat penyembuhan dengan menghambat "o#ogen sintesis. Pasien yang minum steroid menga#ami penurunan strenght #u"a, menghambat "ontra"si

Konsep museum dengan menghadirkan objek- objek visual interaktif beserta penanda visual dalam ruang museum tiga dimensi mengarahkan tindakan pengunjung sesuai jenis, posisi

Dengan demikian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dari hasil observasi dan wawancara tentang peran pondok pesantren Bumi Karomah Al-Qodariyyah Kecamatan Way