Manajemen Investasi
(Pertemuan Kedua)
“Teori Portofolio I”
Cakupan Materi
Risiko dan
Risk Aversion
• Spekulasi
– Mempertimbangkan risiko dari suatu asset (considerable risk) • Dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan
investasi.
– Return yang cukup
• Dengan tingkat risiko tertentu, investor akan
mensyaratkan tingkat return tertentu yang sesuai dengan profil risiko asset.
• Judi (gamble)
– Tidak memperhatikan risiko dan return, mengalokasikan dana
Risk Averse
dan Nilai Utilitas
• Investor jenis risk averse akan menolak untuk
berinvestasi pada asset yang “netral” atau memberikan payoff lebih buruk.
• Investor jenis risk averse hanya akan
mempertimbangkan investasi pada asset bebas risiko (risk free asset) atau investasi pada asset berisiko yang memiliki risk premium positif.
• Dengan demikian, investor jenis risk averse akan
memilih portofolio yang menawarkan tingkat
Fungsi Utilitas
Dimana
U = utilitas
E ( r ) = expected return asset atau portofolio
A = koefisien risk aversion
= variance dari return asset atau portofolio
2
1
( )
2
Ilustrasi
Ilustrasi (lanjutan)
Mengestimasi Tingkat
Risk Aversion
• Melakukan observasi terhadap sikap atau keputusan
investor ketika berhadapan dengan berbagai macam tingkat risiko.
• Melakukan observasi untuk mengetahui seberapa
besar keinginan investor untuk membayar agar terhindar dari risiko.
• Perusahaan-perusahaan sekuritas (misal: Danareksa)
Alokasi modal Pada Berbagai Portofolio
Asset Berisiko dan Asset Bebas Risiko
• Kontrol terhadap risiko.
– Pilihan Alokasi Asset
• Membagi alokasi modal ke dalam beberapa jenis
Contoh
Total nilai portofolio = $300,000 Alokasi untuk risk free asset = 90,000
Alokasi untuk asset berisiko (saham A dan B) = 10,000
Risk Free Asset
• Hanya pemerintah yang bisa menerbitkan surat
hutang bebas risiko.
• T-Bills merupakan salah satu contoh risk free asset.
• Di Indonesia, SBI merupakan salah satu contoh risk
Portofolio Dari Asset Berisiko dan
Risk Free
Asset
• Investor dapat membagi investasinya antara asset
berisiko dan asset yang tidak berisiko.
Contoh
r
f= 7%
rf= 0%
E(r
p)
= 15%
p= 22%
Contoh (lanjutan)
• Expected return portofolio dari kombinasi dua asset
( )
c( ) (1
p)
fE r
yE r
y r
r
c= komplit atau kombinasi portfolio
Sebagai contoh,
y
= .75
Kombinasi Tanpa Leverage
c
= .75(.22) = .165 atau 16.5%
Jika
y
= .75, maka
c
= 1(.22) = .22 atau 22%
Jika
y
= 1
c
= (.22) = .00 atau 0%
Capital Allocation Line
dengan Leverage
Pinjam dengan biaya sebesar risk free rate dan investasikan dananya di saham.
Dengan 50% Leverage,
rc = (-.5) (.07) + (1.5) (.15) = .19
Ilustrasi Grafik
Ilustrasi (Grafik)
• Opportunity Sets dengan tingkat borrowing dan lending yang
Toleransi Risiko dan Alokasi Asset
• Investor harus memilih satu portofolio optimal, C, dari
berbagai kemungkinan yang ada.
– Trade off antara risk dan return.
– Expected return dari portofolio adalah sebagai berikut:
– Dengan variance:
( )
c f( )
P fE r
r
y E r
�
�
r
�
�
2 2 2
C
y
PKurva Indiferen
• Kurva indiferen U = 0.5, U= 0.9 dengan A=, dan
Strategi Pasif:
Capital Market Line
• Strategi pasif melibatkan keputusan investasi yang
menghindari penggunaan analisis terhadap sekuritas langsung maupun tidak langsung.
• Permintaan dan penawaran di pasar membuat
strategi pasif merupakan pilihan yang rasional bagi investor.
• Kandidat portofolio yang akan dipilih oleh investor
seharusnya merupakan kombinasi dari sebagian besar asset berisiko yang terdiversifikasi dengan baik.
• Karena strategi pasif tidak membutuhkan informasi
Diversifikasi dan Risiko Portofolio
• Risiko Pasar.
– Sistematik dan non diversifikasi.
• Risiko spesifik.
Covariance
dan
Correlation
• Risiko portofolio tergantung dari korelasi antara
return saham dalam portofolio tersebut.
• Koefisien kovarian dan korelasi menyediakan ukuran
Covariance
D,E= Koefisien korelasi antara Obligasi
dan punya
Cov(r
D,r
E) =
DE
D
ENilai Koefisien Korelasi
Nilai koefisien korelas
1,2+ 1.0 >
> -1.0
Jika
= 1.0, suatu sekuritas memiliki
korelasi sempurna positif
If
= - 1.0, suatu sekuritas memiliki
Matriks
variance covariance
Minimum Variance Portoflio
• Standar deviasi portofolio pada slide sebelumnya
lebih kecil dari standar deviasi asset individu.
• Gambar sebelumnya menunjukkan hubungan risiko
Efek Korelasi
• Efek korelasi tergantung dari koefisien korelasi • -1.0 < < +1.0
• Semakin kecil nilai koefisien korelasi, semakin besar
potensi pengurangan risiko.
• Jika = +1.0, tidak akan terjadi pengurangan risiko
Rasio Sharpe
• Memaksimumkan slope dari CAL untuk setiap
portofolio, p, yang mungkin.
• Tujuannya adalah memaksimumkan slope:
Teori Pemilihan Portofolio Markowitz
• Pemilihan Sekuritas.
– Langkah pertama adalah menentukan berbagai kemungkinan
risiko dan return yang ada.
– Semua portofolio yang terletak pada efficient frontier (titik
global minimum variance portfolio hingga setiap titik pada saat slope garis positif) akan memberikan kombinasi risk return yang terbaik.
– Cari dan estimasi CAL yang memiliki rasio reward to
variability terbaik.
– Pilih kombinasi terbaik antara portofolio asset berisiko
optimal P dengan risk free asset.
Alokasi Modal dan
Separation Property
• Separation property menyimpulkan bahwa
permasalahan pemilihan portofolio dapat dipisahkan menjadi bagian yang saling independen:
– Penentuan portofolio asset berisiko yang optimal merupakan
sesuatu yang murni teknikal.
– Alokasi antara T-Bill (risk free asset) dan portofolio asset
“Kekuatan” Diversifikasi
• Ingat:
• Jika rata-rata variance dan covariance dari sekuritas
adalah:
• Maka variance portofolio dapat ditulis menjadi: