• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Investasi 02

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Investasi 02"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Investasi

(Pertemuan Kedua)

“Teori Portofolio I”

(2)

Cakupan Materi

(3)
(4)

Risiko dan

Risk Aversion

Spekulasi

Mempertimbangkan risiko dari suatu asset (considerable risk)Dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan

investasi.

Return yang cukup

Dengan tingkat risiko tertentu, investor akan

mensyaratkan tingkat return tertentu yang sesuai dengan profil risiko asset.

Judi (gamble)

Tidak memperhatikan risiko dan return, mengalokasikan dana

(5)

Risk Averse

dan Nilai Utilitas

Investor jenis risk averse akan menolak untuk

berinvestasi pada asset yang “netral” atau memberikan payoff lebih buruk.

Investor jenis risk averse hanya akan

mempertimbangkan investasi pada asset bebas risiko (risk free asset) atau investasi pada asset berisiko yang memiliki risk premium positif.

Dengan demikian, investor jenis risk averse akan

memilih portofolio yang menawarkan tingkat

(6)
(7)

Fungsi Utilitas

Dimana

U = utilitas

E ( r ) = expected return asset atau portofolio

A = koefisien risk aversion

 = variance dari return asset atau portofolio

2

1

( )

2

(8)

Ilustrasi

(9)

Ilustrasi (lanjutan)

(10)

Mengestimasi Tingkat

Risk Aversion

Melakukan observasi terhadap sikap atau keputusan

investor ketika berhadapan dengan berbagai macam tingkat risiko.

Melakukan observasi untuk mengetahui seberapa

besar keinginan investor untuk membayar agar terhindar dari risiko.

Perusahaan-perusahaan sekuritas (misal: Danareksa)

(11)
(12)

Alokasi modal Pada Berbagai Portofolio

Asset Berisiko dan Asset Bebas Risiko

Kontrol terhadap risiko.

Pilihan Alokasi Asset

Membagi alokasi modal ke dalam beberapa jenis

(13)

Contoh

Total nilai portofolio = $300,000 Alokasi untuk risk free asset = 90,000

Alokasi untuk asset berisiko (saham A dan B) = 10,000

(14)
(15)

Risk Free Asset

Hanya pemerintah yang bisa menerbitkan surat

hutang bebas risiko.

T-Bills merupakan salah satu contoh risk free asset.

Di Indonesia, SBI merupakan salah satu contoh risk

(16)

Portofolio Dari Asset Berisiko dan

Risk Free

Asset

Investor dapat membagi investasinya antara asset

berisiko dan asset yang tidak berisiko.

(17)

Contoh

r

f

= 7%

rf

= 0%

E(r

p

)

= 15%

p

= 22%

(18)

Contoh (lanjutan)

Expected return portofolio dari kombinasi dua asset

( )

c

( ) (1

p

)

f

E r

yE r

 

y r

r

c

= komplit atau kombinasi portfolio

Sebagai contoh,

y

= .75

(19)

Kombinasi Tanpa Leverage

c

= .75(.22) = .165 atau 16.5%

Jika

y

= .75, maka

c

= 1(.22) = .22 atau 22%

Jika

y

= 1

c

= (.22) = .00 atau 0%

(20)

Capital Allocation Line

dengan Leverage

Pinjam dengan biaya sebesar risk free rate dan investasikan dananya di saham.

Dengan 50% Leverage,

rc = (-.5) (.07) + (1.5) (.15) = .19

(21)

Ilustrasi Grafik

(22)

Ilustrasi (Grafik)

Opportunity Sets dengan tingkat borrowing dan lending yang

(23)

Toleransi Risiko dan Alokasi Asset

Investor harus memilih satu portofolio optimal, C, dari

berbagai kemungkinan yang ada.

Trade off antara risk dan return.

Expected return dari portofolio adalah sebagai berikut:

Dengan variance:

( )

c f

( )

P f

E r

 

r

y E r

r

2 2 2

C

y

P

(24)
(25)
(26)

Kurva Indiferen

Kurva indiferen U = 0.5, U= 0.9 dengan A=, dan

(27)
(28)
(29)

Strategi Pasif:

Capital Market Line

Strategi pasif melibatkan keputusan investasi yang

menghindari penggunaan analisis terhadap sekuritas langsung maupun tidak langsung.

Permintaan dan penawaran di pasar membuat

strategi pasif merupakan pilihan yang rasional bagi investor.

Kandidat portofolio yang akan dipilih oleh investor

seharusnya merupakan kombinasi dari sebagian besar asset berisiko yang terdiversifikasi dengan baik.

Karena strategi pasif tidak membutuhkan informasi

(30)
(31)

Diversifikasi dan Risiko Portofolio

Risiko Pasar.

Sistematik dan non diversifikasi.

Risiko spesifik.

(32)
(33)
(34)

Covariance

dan

Correlation

Risiko portofolio tergantung dari korelasi antara

return saham dalam portofolio tersebut.

Koefisien kovarian dan korelasi menyediakan ukuran

(35)
(36)
(37)

Covariance

D,E

= Koefisien korelasi antara Obligasi

dan punya

Cov(r

D,

r

E

) =

DE

D

E

(38)

Nilai Koefisien Korelasi

Nilai koefisien korelas

1,2

+ 1.0 >

> -1.0

Jika



= 1.0, suatu sekuritas memiliki

korelasi sempurna positif

If



= - 1.0, suatu sekuritas memiliki

(39)
(40)

Matriks

variance covariance

(41)
(42)
(43)
(44)

Minimum Variance Portoflio

Standar deviasi portofolio pada slide sebelumnya

lebih kecil dari standar deviasi asset individu.

Gambar sebelumnya menunjukkan hubungan risiko

(45)
(46)

Efek Korelasi

Efek korelasi tergantung dari koefisien korelasi -1.0 <  < +1.0

Semakin kecil nilai koefisien korelasi, semakin besar

potensi pengurangan risiko.

Jika = +1.0, tidak akan terjadi pengurangan risiko

(47)
(48)

Rasio Sharpe

Memaksimumkan slope dari CAL untuk setiap

portofolio, p, yang mungkin.

Tujuannya adalah memaksimumkan slope:

(49)
(50)
(51)

Teori Pemilihan Portofolio Markowitz

Pemilihan Sekuritas.

Langkah pertama adalah menentukan berbagai kemungkinan

risiko dan return yang ada.

Semua portofolio yang terletak pada efficient frontier (titik

global minimum variance portfolio hingga setiap titik pada saat slope garis positif) akan memberikan kombinasi risk return yang terbaik.

Cari dan estimasi CAL yang memiliki rasio reward to

variability terbaik.

Pilih kombinasi terbaik antara portofolio asset berisiko

optimal P dengan risk free asset.

(52)
(53)
(54)
(55)

Alokasi Modal dan

Separation Property

Separation property menyimpulkan bahwa

permasalahan pemilihan portofolio dapat dipisahkan menjadi  bagian yang saling independen:

Penentuan portofolio asset berisiko yang optimal merupakan

sesuatu yang murni teknikal.

Alokasi antara T-Bill (risk free asset) dan portofolio asset

(56)
(57)

“Kekuatan” Diversifikasi

Ingat:

Jika rata-rata variance dan covariance dari sekuritas

adalah:

Maka variance portofolio dapat ditulis menjadi:

(58)

Selesai

Referensi

Dokumen terkait

} Dalam konteks manajemen portofolio, fungsi utilitas menunjukkan preferensi seorang investor terhadap berbagai pilihan investasi dengan masing-masing risiko dan tingkat return

Pada umumnya, hal yang dilakukan investor untuk mengurangi tingkat risiko saat berinvestasi adalah melakukan diversifikasi atau penyebaran investasi pada beberapa perusahaan

Tipe persoalan pada tulisan ini adalah membentuk model matematika portofolio dari dua jenis investasi berbeda yaitu investasi berisiko (risky asset) dan

Kata kunci: kinerja investasi, likuiditas, leverage, premium growth, risiko underwriting, risk based capital, dan volume of capital.. Mahasiswa Program Studi

Investor penghindar risiko adalah investor yang jika dihadapkan pada dua investasi dengan pengembalian yang diharapkan yang sama dan risiko yang berbeda, maka ia akan

Pertama adalah seorang investor yang suka terhadap risiko (risk seeker), artinya dimana investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang

Tinggi rendahnya tingkat keuntungan yang diterima portofolio dipengaruhi oleh tingkat keuntungan investasi tidak berisiko (risk free rate) dan risk premiun dari investasi

Jenis Perusahaan ini dikenal dengan istilah Perusahaan reksa dana mutual fund Investor dapat melakukan investasi langsung dengan membeli asset keuangan yang dapat diperdagangkan di