• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menghadapi bentuk masalah serta kekhawatiran selalu dihadapi para karyawan.

Karyawan banyak mengalami permasalahan pekerjaan dari waktu ke waktu dan cenderung mengalami rasa lelah dalam situasi kerja. Kesulitan yang lain berkaitan dengan pekerjaan dalam banyak kasus, banyaknya pekerjaan yang dihadapi dapat mempengaruhi prestasi kerja dan menimbulkan kejenuhan kerja dalam karyawan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan.

Karyawan bekerja produktif atau tidak tergantung pada motivasi serta kepuasan kerja yang dimiliki oleh para karyawan, termasuk tingkat stres,dan kondisi fisik pekerjaan, serta perilaku lainnya seperti kejenuhan / burnout. Menghadapi persaingan global yang makin meningkat setiap waktu, perkembangan teknologi yang sangat cepat berkembang, perubahan demografi serta keadaan ekonomi yang tidak menentu serta perubahan-perubahan dinamis lainnya telah memicu perubahan kondisi lingkungan yang mulanya stabil, dapat diprediksi berubah menjadi lingkungan yang penuh ketidakpastian, kompleks dan cepat berubah.

Organisasi berdiri dan beroperasi di tengah-tengah lingkungan di sekitarnya (Kusnilawati, 2013).

Salah satu model gambaran umum struktur organisasi lembaga penyiaran TV. Model struktur organisasi sangat tergantung dari bagaimana lembaga merencanakan dan

mengelolanya. Oleh karena itu bentuk disesuaikan pada tabel model struktur organisasi PT.

Danapati Abinaya Investama JAK-TV:

(2)

Tabel 1.1 Model Struktur Organisasi PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV

Pada tabel 1.1 model struktur organisasi PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV Dipimpin oleh Directorate yang dibagi terdapat tiga bagian yaitu President Director, News Director / Pimpinan Redaksi, dan Operation General Manager. Serta terdapat 9 Department yang masing-masing Department memiliki pimpinan yang disebut dengan Department Head.

Departement Finance, Department HRD & GA, Department Production, Department Sales, Department Content Management, Department PR & Off Air Promotion, Department Technology, Department IT & On Air Look, dan Department Daily News. Pimpinan / Department Head yang bertugas untuk memberikan job desc kepada karyawan pada bagian Department, tugas yang diberikan berupa merencanakan program kerja dan pengembangan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengadakan pengawasan dan mengkomunikasikan kegiatan kerja. Kemudian producer yang terdapat pada bagian

department production memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan produksi penyiaran TV, oleh karena itu producer memiliki job desc berupa menjabarkan naskah, mengkomplikasi jadwal produksi harian (running sheet), melakukan survey lokasi, mengatur lokasi serta jalannya shoting, dll. Dari banyaknya job desc yang diberikan oleh Dept Head kepada karyawannya maka akan menimbulkan gejala workload .

(3)

Karyawan yang kurang diperhatikan oleh organisasi dapat menyebabkan

ketidakpuasan pada karyawan tersebut. Ketidakpuasan tersebut sering ditimbulkan dalam bentuk sering unjuk rasa, tingkat keluar masuk tinggi, sering tidak masuk kantor, enggan mempelajari job description, motivasi rendah, cepat lelah dan bosan, dan tidak peduli dengan lingkungan. Kelemahan yang terjadi pada perusahaan merupakan tidak adanya upaya untuk menrefreshkan atau cara untuk membangkitkan motivasi pada karyawan.

(4)

Tabel 1.2 Data Ketidakhadiran Karyawan Periode January – Mei 2015

PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV

No. Bagian Departement

Jumlah

Pegawai Bulan Rata-Rata

Ketidakhadiran Jan Feb Mar Apr Mei

1 IT & On Air Look 19 Orang 13% 15% 17% 14% 20% 18%

2 HRD & GA 46 Orang 21% 23% 25% 22% 26% 23%

3 Daily News & CA 69 Orang 21% 24% 27% 25% 30% 27%

4 Content

Management 10 Orang 3% 4% 7% 5% 3% 5%

5 Production 36 Orang 23% 25% 29% 24% 30% 24%

6

Finance Administration &

Comm. Traffic

14 Orang 7% 8% 9% 11% 5% 5%

7 Technology 80 Orang 24% 25% 30% 29% 33% 21%

8 Sales 21 Orang 10% 11% 14% 15% 17% 14%

9 PR & Off Air

Promotion 9 Orang 2% 3% 5% 7% 4% 4%

Sumber : PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV

Pada tabel 1.2 diatas merupakan data ketidakhadiran karyawan yang mengalami peningkatan dari bulan pertama sampai bulan berikutnya, dari data ini dapat dilihat bahwa ketidakhadiran karyawan yang mengalami peningkatan jam kerja yang tinggi dari waktu ke waktu. Data ini dapat diperoleh oleh penulis saat melakukan praktik magang di perusahaan pada perusahaan bidang media. Ketidakhadiran karyawan yang menimbulkan bahwa

karyawan mengalami ketidaknyamanan dalam bekerja serta rasa lelah yang tinggi atau dapat dikatakan kejenuhan dalam pekerjaan. Pada beberapa Departement terlihat bahwa semakin banyak ketidakhadiran karyawan akan semakin meningkat setiap bulannya. Dan data kehadiran sangat mempengaruhi seseorang dalam menghadapi pekerjaan.

(5)

Tabel 1.3 Data Turnover Karyawan Tahun 2014-2015 PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV

No. Bagian Department Turnover

M K M K

1 IT & On Air Look 1 3 1 2

2 HRD & GA 1 2 1 2

3 Daily News & CA 0 1 0 2

4 Content Management 0 1 0 1

5 Production 0 1 0 2

6 Finance Administration & Comm. Traffic 1 2 0 1

7 Technology 1 3 0 1

8 Sales 0 2 0 1

9 PR & Off Air Promotion 1 3 0 2

Jumlah 5 18 2 14

% 3% 7% 1% 5%

Sumber : PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV

Pada data ketidakhadiran karyawan yang mengalami peningkatan jam kerja yang dialami oleh karyawan PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV merupakan kejenuhan dalam kegiatan pekerjaan. Pekerjaan dengan jam kerja yang padat membuat para karyawan tidak bisa menikmati pekerjaan yang diberikan, oleh karena itu beban kerja yang berlebihan merupakan salah satu faktor yang akan menimbulkan masalah didalam suatu lingkungan pekerjaan. Terutama pada data turnover PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV yang meningkatnya karyawan masuk dan keluar pada tahun 2014 sampai 2015. Mulai dari jam kerja karyawan yang padat dan tidak dapat terkondisikan dengan baik sehingga membuat beban kerja karyawan meningkat, misalnya seorang reporter, news media atau supir, ketika jam kerja mereka dimulai dari pukul pagi sampai ke pukul pagi lagi secara rutin, maka akan menimbulkan gejala burnout pada karyawan tersebut.

Kejenuhan pada karyawan di PT. Danapati Abinaya Ivestama JAK-TV merupakan masalah beban kerja yang berlebihan dan salah satu faktor dari pekerjaan yang berdampak turnover pada karyawan maupun pimpinan. Turnover terjadi dikarenakan karyawan mengalami kejenuhan dari pekerjaan yang dilakukannya setiap hari. Dan merasa tidak memiliki kenyamanan pada pekerjaan yang dilakukan.

(6)

Kelebihan pekerjaan yang terjadi dapat meliputi tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh seorang karyawan, membedakan pekerjaan yang rutin dengan yang tidak rutin, jam kerja, pekerjaan administrasi lainnya yang mencakup kapasitas dan kemampuan individu,serta jumlah individu lainnya atau karyawan itu sendiri. Masalah ditempat kerja juga sebagai reaksi psikologis dan perilaku (behavioral) atas suatu persepsi bahwa individu lain menghalangi seseorang untuk mencapai suatu tujuan, menjauhkan hak seseorang untuk bertindak dalam suatu cara tertentu, atau dapat mengacaukan pengharapan dari suatu hubungan (Aamodt, 2007). Dengan keluhan pada pekerjaan yang berlebihan menyebabkan pemberi pelayanan merasakan adanya ketegangan emosional saat melayani klien sehingga dapat mengarahkan perilaku pemberi pelayanan untuk menarik diri secara psikologis dan menghindari diri untuk terlibat pada klien. Sisi positif yang dapat diperoleh bila memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja yaitu mereka merupakan sumber emosional bagi individu saat menghadapi masalah dengan klien.

Individu yang memiliki persepsi dukungan sosial akan merasa lebih memiliki kenyaman, diperhatikan, dihargai atau terbantu oleh orang lain. Ada juga sisi negatif dari rekan kerja yang dapat menimbulkan burnout yaitu terjadinya hubungan antar rekan kerja yang buruk. Hal tersebut bisa terjadi apabila hubungan antar mereka diwarnai dengan konflik, saling tidak percaya, dan saling bermusuhan. Kondisi pimpinan yang tidak responsif akan mendukung terjadinya situasi yang menimbulkan ketidakberdayaan pada karyawan, yaitu karyawan akan merasa bahwa segala upayanya dalam bekerja tidak akan bermakna dan dihargai.

Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar. Perkembangan usaha dan organisasi perusahaan sangatlah bergantung pada produktivitas tenaga kerja yang ada di perusahaan. Dengan pengaturan manajeman sumber daya manusia secara profesional ini yang dimulai sejak perekrutan karyawan, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan karyawan sesuai dengan kemampuan, penataran, dan pengembangan karyawan.

Hal ini dimungkinkan karena kondisi psikologis dari jabatan tidak cocok atau mungkin karena lingkungan tempat kerja yang tidak membawa rasa aman dan nyaman bagi dirinya. Oleh karena itu tidak dapat disangkal lagi bahwa faktor manusia merupakan modal utama yang perlu diperhatikan oleh pengusaha dan pimpinan perusahaan. Manusia memang berjiwa kompleks dan sangat pelik untuk dipahami karena sangat berbeda dengan mesin dan

(7)

peralatan kerja lainnya. Permasalahan yang berhubungan dengan mesin dapat dengan mudah diperbaiki, tetapi permasalahan yang berhubungan dengan karyawan dituntut keahlian untuk mengatasinya.

Karyawan ditempatkan sesuai dengan keahlian dan kemampuannya, motivasi kerja tinggi dan partisipasi kerja tinggi. Prestasi kerja dievaluasi secara berulang, karyawan mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan kariernya secara optimal.

Dengan demikian produktivitas kerja dapat dicapai oleh perusahaan. Pada beberapa peristiwa yang ditemui oleh penulis, pada saat praktik magang, penulis menemukan bahwa adanya hal- hal yang mengindikasikan adanya permasalahan yang terjadi pada perusahaan.

Hal tersebut dapat dibuktikan dalam beberapa masukan yang diberikan oleh karyawan bahwa adanya kejenuhan kerja yang dialami karyawan, serta tugas pekerjaan yang terlalu overload, kemudian jam kerja yang tidak sesuai jadwal pada salah satu divisi, peraturan yang

tidak sesuai dan tidak jelas diketahui oleh karyawan, sehingga menimbulkan permasalahan yang membuat karyawan memiliki kejenuhan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada karyawan PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV, penulis menemukan perilaku – perilaku karyawan yang mengindikasikan kejenuhan (burnout) pada karyawan yang membuat karyawan tidak memiliki motivasi dalam pekerjaan. Diantaranya perilaku untuk melalaikan pekerjaan dengan sengaja, dimana menurut salah satu narasumber perilaku ini sudah menjadi kebiasaan bagi karyawan diperusahaan. Dengan permasalahan melalaikan pekerjaan ini bahkan dapat menimbulkan efek permasalahan yang terjadi pada karyawan, bahwa melalalikan pekerjaan sudah menjadi hal yang wajar di dalam lingkungan pekerjaan.

Masalah yang terjadi pada PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV tidak sejalannya kebijakan perusahaan atau aturan perusahaan yang berlaku, penetapan sanksi secara sepihak dari pimpinan bahkan emosional pada pimpinan tanpa melihat latar belakang permasalahan, tidak adanya penilaian kinerja atas prestasi kerja karyawan dan tumpah tindihnya aturan–aturan perusahaan bahkan sepihak dari pimpinan. Permasalahan ini menimbulkan kejenuhan karyawan sehingga menurunkan motivasi kerja bahkan timbul rasa tidak percaya diri karyawan terhadap perusahaan sehingga untuk berprestasi untuk lebih baik tidak dapat ditumbuhkan pada diri karyawan.

Manusia memegang peranan yang sangat penting dalam perusahaan karena manusia menjadi perencana, pelaku dan penentu terwujudnya tujuan perusahaan. Tujuan tidak

mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat yang dimiliki perusahaan begitu canggihnya. Pengelolaan terhadap sumber daya manusia harus dilaksanakan secara efektif dan efisien agar tujuan organisasi dapat direalisasikan.

(8)

Perlakuan dalam pengelolaan tenaga kerja yang buruk dapat mengakibatkan munculnya rasa ketidakpuasan dalam diri seorang tenaga kerja. Kepuasan kerja ( Job satisfaction) karyawan harus diciptakan sebaik-baiknya supaya moral kerja, dedikasi,

kecintaan dan kedisiplinan karyawan meningkat. Menurut Hasibuan (2001), faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan antara lain: Pertama, Balas jasa yang adil dan layak. Kedua, Penemptan yang tepat sesuai dengan keahlian. Ketiga, Berat ringannya pekerjaan. Keempat, Suasana dan lingkungan pekerjaan. Kelima, Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan. Keenam, Sikap pimpinan dalam kepemimpinannya. Ketujuh, Sikap kebosanan kerja. (Hasibuan, 2001)

Pimpinan dan karyawan PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV juga berinisiatif untuk membuat kegiatan – kegiatan yang meningkatkan motivasi dalam bekerja,

meningkatkan kedekatan antara masing – masing departement seperti senam pagi yang dilakukan setiap minggunya dan family gathering yang dilakukan akhir-akhir ini, didalam kegiatan family gathering ini biasanya dilakukan berbagai banyak kegiatan contohnya menginap bersama pada suatu pulau, makan siang serta berkumpul untuk merefleksikan fikiran pada pekerjaan, dan lomba – lomba yang sudah di rancang oleh anak-anak bagian kreatif, menurut narasumber dengan diadakannya kegiatan ini dapat meminimalisirkan kejenuhan yang dialami karyawan dalam aktifitas pekerjaannya yang menjadi kegiatan rutinitas. Kemudian pimpinan juga memberikan reward penambahan hasil pada karyawan yang lembur sampai jadwal tengah malam maupun sampai jadwal pagi hari. Hasil yang diberikan pada pimpinan merupakan cara untuk karyawan lebih bersemangat dalam pekerjaannya.

Dan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawaan didalam perusahaan. Reward yang diberikan merupakan untuk memacu semangat karyawan yang memiliki sifat pesimis dan malas dalam melaksanakan pekerjaan, dengan adanya dan diberikannya reward ialah untuk membantu karyawan meningkatkan sifat optimis dan motivasi pada karyawan. Ini merupakan cara-cara yang diberikan pada pimpinan untuk karyawan. Selain meningkatnya

ketidakhadiran karyawan dan tingginya nilai turnover yang terjadi dalam suatu perusahaan, itu juga menjadi kendala pada pemilik maupun pimpinan dalam menghadapi perusahaan yang tidak sesuai pada keinginan.

Dan beberapa pimpinan juga banyak yang mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan yang tidak sesuai seperti banyaknya deadline pada pekerjaan. Banyaknya pimpinan yang masuk dan keluar akan mempengaruhi kinerja karyawan. Apabila pimpinan lama dengan pimpinan baru tidak sesuai dalam memberikan kebijakan kepada karyawan.

(9)

Sehingga akan menimbulkan ketidaksesuaian antara karyawan dengan pimpinan, dan akan menciptakan kondisi kerja yang baik serta menurunnya tingkat kerjasama antara karyawan dan pimpinan.

Kepuasan kerja seseorang dalam suatu perusahaan sangat mungkin akan berbeda- beda. Perbedaan ini dikarenakan adanya kebutuhan individu yang berbeda –beda pula atau situasi dan kondisi dalam perusahaan yang dapat menyebabkan seseorang menjadi puas dalam bekerja. Pada perusahaan milik dalam negeri sendiri, dalam hal pemberian upah, jaminan kesehatan, tunjangan dan sebagainya tampaknya sudah layak harus diberikan oleh perusahaan agar pekerja mencapai kepuasan dan kesejahteraan hidupnya.

Terlepas dari permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan karyawan apakah perusahaan tersebut sudah memberikan seperti, tunjangan fasilitas, jaminan kesehatan dan kebutuhan lainnya, ini merupakan suatu keadaan atau kondisi dimana segala kebutuhan karyawan harus dipenuhi agar karyawan bisa terus bekerja dan mungkin

memberikan kontribusi yang lebih kepada perusahaan dan mungkin bisa tercapai

suatu kepuasan dalam bekerja. Pekerjaan yang terlalu monoton, memiliki lingkup yang kecil, tidak membutuhkan banyak keahlian dalam penyelesaiannya akan menciptakan rasa jenuh yang diikuti dengan turunnya tingkat kepuasan kerja. Walker dan Guest menemukan suatu fakta bahwa karyawan pada umumnya tidak menyukai pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang, terlalu terspesialiasi, dan bersifat mekanistik. Oleh sebab itu keadaan seperti ini harus mampu diantisipasi oleh setiap manajer misalnya melakukan rotasi pekerjaan, ataupun perluasan cakupan pekerjaan. Identitas tugas dapat memacu karyawan untuk melakukan pekerjaan lebih efektif, mengembangkan kemampuan dan keterampilan

karyawan, serta meningkatkan kretifitas dan inovasi. Seorang karyawan akan merasa bangga apabila mereka dapat menunjukkan secara nyata hasil pekerjaannya. Namun jika hasil tersebut terbenam dalam hasil kolektif, maka kepuasan kerja akan menurun.

Dari kedua pembahasan mengenai burnout dan job satisfaction dan fenomena – fenomena yang ada terdapat rumusan masalah serta tujuan penelitian untuk mengetahui apakah keduanya memiliki hubungan atau tidak.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik rumusan masalah penelitian ialah apakah ada hubungan antara burnout dengan job satisfication pada karyawan PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV di Jakarta?

(10)

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara burnout dengan job satisfication pada karyawan PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV di Jakarta.

Gambar

Tabel 1.1 Model Struktur Organisasi PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV
Tabel 1.2 Data Ketidakhadiran Karyawan  Periode January – Mei 2015
Tabel 1.3 Data Turnover Karyawan Tahun 2014-2015  PT. Danapati Abinaya Investama JAK-TV

Referensi

Dokumen terkait

Sehati Gas dalam hal pengarsipan dan pencatatan penjualan dan produksi tabung.Sistem pengarsipan dan pencatatan sebelumnya menggunakan sistem manual sehingga

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu data analog gelombang otak dapat digunakan sebagai perintah untuk menghidupkan atau

sehingga peserta didik yang mempunyai motivasi tinggi mendapatkan energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar yang pada akhirnya akan mampu

dengan menggunakan Unity 3D ini tidak hanya mudah dalam menggunakan atau mengerjakan suatu pekerjaaan, tetapi aplikasi Unity 3D ini juga dapat bekerja dengan aplikasi lainnya

Tabel yang dibutuhkan adalah tabel untuk menyimpan nilai rate dari pengguna, tabel untuk menyimpan nilai rata-rata rate dari pengguna, tabel untuk menyimpan nilai

Untuk menentukan adanya perbedaan antar perlakuan digunakan uji F, selanjutnya beda nyata antar sampel ditentukan dengan Duncan’s Multiples Range Test (DMRT).

Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yaitu 1) Iradiasi sinar gamma pada kalus embriogenik jeruk keprok SoE untuk mendapatkan nilai LD 50. 2) Seleksi untuk mendapatkan

Medical Surgical and Critical Care Nursing Community Health and Primary Care Nursing Geriatric Nursing. Room 2