• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Paradigma Penelitian

Dalam pemilihan teori, penelitian ini perlu memperhatikan paradigma yang mengacu pada nilai-nilai dan asumsi yang menjadi aturan-aturan standar yang digunakan untuk menafsirkan dan menyimpulkan data penelitian. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma post-positivisme karena bertujuan untuk membangun pemahaman mengenai strategi konten Instagram COLAB Dry Shampoo dalam menciptakan brand engagement.

Menurut Suryani (2015, p. 107), paradigma post-positivisme didasarkan pada esensi (sesuai dengan hakikat objek) dan kebenarannya bersifat holistik. Karakteristik utama penelitian kualitatif dalam paradigma post-positivisme adalah pencarian makna di balik data.

3.2 Jenis dan Sifat Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan jenis

deskriptif di mana penelitian ini mendeskripsikan strategi konten Instagram COLAB

Dry Shampoo dalam menciptakan brand engagement. Penelitian ini didasari pada fakta

(2)

yang diteliti langsung dari sumber atau key informant yang kredibel. Pembahasan penelitian kualitatif lebih mendalam dan terpusat serta terbuka dengan berbagai pandangan berbeda. Penelitian yang deskriptif juga menekankan pada kekuatan analisis atau interpretasi dalam menggambarkan data yang telah didapatkan.

Penelitian kualitatif menurut Semiawan (2010, p. xv) dilakukan untuk mencari kedalaman sebuah fenomena dan menemukan serangkaian variabel, biasanya melalui in depth interview dan focus group discussion. Selanjutnya, variabel-variabel temuan dituangkan dalam pertanyaan dan menggali lebih dalam terhadap permasalahan yang telah dirumuskan, tetapi dengan tingkat generalisasi yang masih dipertanyakan.

Metode kualitatif merupakan suatu penelusuran untuk mengerti gejala sentral dengan mewawancarai peserta penelitian atau partisipan melalui pertanyaan yang umum dan agak luas. Informasi yang berupa kata atau teks disampaikan oleh partisipan kemudian dikumpulkan dan dianalisis. Hasil analisis dapat berupa penggambaran atau deskripsi atau dapat pula dalam bentuk tema-tema. Dari data-data itu peneliti membuat interpretasi untuk menangkap arti yang terdalam (Semiawan, 2010, p. 7).

Menurut Sugiyono (2010, p. 1), metode kualitatif merupakan metode penelitian

yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek dan peneliti adalah instrumen

kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) analisis data

bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada

generalisasi.

(3)

Sifat penelitian deskriptif menurut Nofriansyah (2018, p. 8) adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Metode penelitian ini tidak menggunakan hipotesis melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel-variabel yang diteliti.

Menurut Yusuf (2016, p. 63), beberapa ciri utama penelitian deskriptif ini yang dapat membedakan dari jenis penelitian yang lain yaitu:

a. Memusatkan pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang, atau masalah/kejadian yang aktual dan berarti.

b. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan situasi atau kejadian secara tepat dan akurat, bukan untuk mencari hubungan atau sebab akibat.

3.3 Metode Penelitian

Metode penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode

studi kasus agar dapat memahami strategi konten Instagram COLAB Dry Shampoo

dalam menciptakan brand engagement. Metode studi kasus menurut Mulyana (2013,

p. 202) merupakan sebuah prinsip umum terhadap situasi atau contoh yang umum yang

didasarkan oleh permasalahan penting, yang dibuat dalam bentuk pertanyaan-

pertanyaan. Sehingga dengan terjawabnya pertanyaan tersebut, maka analisis studi

(4)

kasus tersebut akan menghasilkan banyak pandangan dalam mengidentifikasi dan membahas isu relevan dalam kasus yang dianalisis.

Menurut Rahardjo (2011, p. 253), studi kasus merupakan teknik untuk memahami individu secara integratif dan komprehensif dengan mempelajari perkembangan individu secara mendalam, dengan tujuan membantu individu untuk mencapai penyesuaian diri yang lebih baik. Secara integratif maksudnya menggunakan berbagai macam teknik pendekatan, misalnya observasi, wawancara, kuesioner, sosiometri, catatan pribadi, dokumenter, tes psikologis, dan sebagainya. Dalam hal ini penelitian ini berusaha memahami strategi konten Instagram COLAB Dry Shampoo dalam menciptakan brand engagement secara mendalam melalui wawancara.

3.4 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah:

a. Evi Chandra selaku Marketing Communication COLAB Dry Shampoo yang merencanakan dan menjalankan strategi marketing pada Instagram bersama dengan marketing communication team.

b. Riska Elastria selaku Managing Director COLAB Dry Shampoo yang juga

ikut membuat rencana strategi dan menyetujui keputusan akhir dalam

strategi konten yang akan diunggah pada Instagram feeds @colabhairid

(5)

Key informant yang dipilih dalam penelitian ini merupakan sumber yang paling kredibel dalam memberikan informasi dari masalah penelitian yang diteliti karena berhubungan langsung dengan segala bentuk strategi dalam membuat konten di Instagram @colabhairid.

Key informants adalah orang-orang yang dapat memberikan informasi kepada peneliti tentang komunitas penelitian dan budaya atau kebiasaan orang-orang. Jenis lain dari key informant adalah “spesialis” yang dapat memberikan beberapa informasi penting yang tidak umum dalam komunitas (Pelto, 2016, p. 6).

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan analisis data perusahaan.

a. Data Primer

Data primer menurut Istijanto (2013, p. 38) adalah data asli yang

dikumpulkan sendiri untuk menjawab masalah penelitian secara khusus. Dalam

penelitian SDM, data primer diperoleh langsung dari sumbernya-misalnya

pendapat karyawan-sehingga peneliti menjadi “tangan pertama” yang

memperoleh data tersebut. Data primer memiliki kredibilitas yang relatif tinggi,

sebab peneliti mampu mengontrol data yang akan digunakan dalam risetnya.

(6)

penjelasan yang lebih rinci dan spesifik dari key informant terkait yang merencanakan dan menjalankan strategi pembuatan konten itu sendiri dan outputnya dalam pasar Indonesia. Menurut Narawi (2011, p. 11), wawancara merupakan kegiatan yang dilakukan seorang peneliti untuk memperoleh pemahaman tentang perspektif seseorang mengenai tema atau topik tertentu.

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada responden terutama untuk responden yang tidak dapat membaca-menulis atau sejenis pertanyaan yang memerlukan penjelasan dari pewawancara. Beberapa hal yang dapat membedakan wawancara dengan percakapan sehari-hari adalah: 1) pewawancara dan responden biasanya tidak saling mengenal sebelumnya; 2) responden selalu menjawab pertanyaan; 3) pewawancara selalu bertanya; 4) pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban, tetapi bersifat netral, dan; 5) pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebelumnya. Pertanyaan panduan ini dinamakan interview guide (Fitrah & Luthfiyah, 2018, p. 66).

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang definisi operasionalnya tidak dibuat oleh

orang atau unit pengumpul data (Placeholder1p. 120). Menurut Istijanto (2013,

pp. 37-38), data sekunder-baik internal maupun eksternal-memiliki

keterbatasan dari segi informasi yang diberikan karena sifatnya umum. Data

sekunder bermanfaat bagi periset karena memberi pandangan awal tentang

(7)

suatu masalah.

Data sekunder digunakan dalam penelitian ini adalah data perusahaan berupa konten Instagram @colabhairid, tingkat engagement yang telah diperoleh di Instagram COLAB Dry Shampoo (@colabhairid), dan company profile perusahaan.

3.6 Keabsahan Data

Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi beberapa pengujian untuk menentukan valid atau tidaknya suatu temuan atau data yang dilaporkan peneliti dengan apa yang terjadi sesungguhnya di lapangan. Uji keabsahan data yang umumnya dilakukan peneliti meliputi:

a. Peningkatan ketekunan, berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. (Sugiyono, 2010, p. 124).

b. Triangulasi, diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. (Sugiyono, 2010, p. 127).

c. Diskusi dengan teman sejawat, yaitu dengan mengekspos hasil sementara penelitian dan didiskusikan dengan teman-teman sejawat yang memahami topiknys. (Moleong, 2011, p. 334).

Uji keabsahan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah triangulasi,

tepatnya triangulasi teori dengan menggunakan beragam konsep untuk memberikan

(8)

sama di mana penelitian ini akan melakukan pemeriksaan data dari berbagai strategi konten Instagram COLAB Dry Shampoo dalam menciptakan brand engagement pada beberapa kurun waktu berbeda. Triangulasi lain yang dilakukan adalah triangulasi metodologi dengan melengkapi hasil temuan melalui wawancara dengan Ronald Alfian selaku Digital Strategist pada Popcult Agency sebagai ahli pada bidangnya.

3.7 Teknik Analisis Data

Gambar 3. 1 Komponen Analisa Data Model Kualitatif

Sumber: Buku Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2010)

Menurut Sugiyono (2010, p. 92), data yang diperoleh dari lapangan dianalisa melalui tahap-tahap sebagai berikut:

a. Reduksi Data (Data Reduction)

Merangkum dan memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.

b. Pengumpulan Data (Data Collection)

(9)

Data yang dikelompokkan selanjutnya disusun dalam bentuk narasi-narasi, sehingga berbentuk rangkaian informasi yang bermakna sesuai dengan masalah penelitian.

c. Penyajian Data (Data Display)

Melakukan interpretasi data yaitu menginterpretasikan apa yang telah diinterpretasikan informant terhadap masalah yang diteliti.

d. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verification)

Pengambilan kesimpulan berdasarkan susunan narasi yang telah disusun pada tahap ketiga, sehingga dapat memberi jawaban atas masalah penelitian.

e. Evaluasi

Melakukan verifikasi hasil analisis data dengan informant, yang didasarkan pada kesimpulan tahap keempat. Tahap ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan interpretasi dari hasil wawancara dengan sejumlah informan yang dapat mengaburkan makna persoalan sebenarnya dari fokus penelitian.

Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif, dan data yang penelitian ini

analisis adalah hasil wawancara mendalam yang nantinya akan ditarik kesimpulan dan

rangkuman dari data tersebut, kemudian akan dikaitkan dengan teori yang ada, serta

akan dilakukan evaluasi dengan key informant yang ada agar tidak terjadi kesalahan

interpretasi dari hasil wawancara.

Gambar

Gambar 3. 1 Komponen Analisa Data Model Kualitatif

Referensi

Dokumen terkait

Menurut buku Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D Sugiyono (2012;137) menjelaskan bahwa,”Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi untuk memperoleh data-data tersebut. 108) mengatakan teknik dokumentasi

Wawancara adalah alat untuk membuktikan terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya teknik yang digunakan dalam kualitatif adalah wawancara mendalam

Menurut Creswell (2012, hal. 7), terdapat empat teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumen, dan materi audiovisual. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan

Untuk mengevaluasi dibutuhkan data-data penguat, yang mana dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data sesuai dengan penelitian kualitatif, yaitu teknik

Teknik pengumpulan data dengan wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif lebih menekankan pada teknik wawancara yaitu wawancara mendalam (depth

Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk mendapatkan data-data yang objektif sebagai pendukung untuk menganalisa terhadap

Wawancara yaitu teknik yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data yang didapat dari sumbernya secara langsung.4 Wawancara ini dilakukan jika peneliti ingin memperoleh informasi yang