• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Politeknik Energi

dan Pertambangan Bandung

Laporan Keuangan

Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2020

Jalan Jenderal Sudirman No. 623

Bandung 40211

(2)

i

KATA PENGANTAR

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.

Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Salah satu pelaksanaannya adalah dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Penyusunan Laporan Keuangan PEP Bandung mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan. Laporan Keuangan ini telah disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan informasi keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.

Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada PEP Bandung. Disamping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Bandung, Januari 2021 Plt. Direktur,

Wahid Sugiman,

NIP. 195706051982031002

(3)

ii

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Pernyataan Tanggung Jawab ... iii

Ringkasan ... 1

I. Laporan Realisasi Anggaran... 3

II. Neraca ... 4

III. Laporan Operasional ... 5

IV. Laporan Perubahan Ekuitas ... 6

V. Catatan atas Laporan Keuangan ... 7

A. Penjelasan Umum ... 7

B. Penjelasan Atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran ... 17

C. Penjelasan Atas Pos-pos Neraca ... 23

D. Penjelasan Atas Pos-pos Laporan Operasional ... 29

E. Penjelasan Atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas ... 33

F. Pengungkapan Penting Lainnya ... 34 VI. Lampiran-lampiran ... …

(4)

POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG

Jalan Jenderal Sudirman No. 623

TELEPON: (022) 6076756 FAKSIMILE: (022) 6035506

iii

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung yang terdiri dari:

Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan per 31 Desember 2020 sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Bandung, Januari 2021 Plt. Direktur,

Wahid Sugiman,

NIP. 195706051982031002

(5)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

1

RINGKASAN

Laporan Keuangan PEP Bandung per 31 Desember 2020 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi:

1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2020.

Realisasi Pendapatan Negara per 31 Desember 2020 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 159.167.581.

Realisasi Belanja Negara per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 34.947.071.117 atau mencapai 94,28 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp 37.066.002.000.

2. NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada 31 Desember 2020.

Nilai Aset per 31 Desember 2020 dicatat dan disajikan sebesar Rp 17.318.733.840 yang terdiri dari: Aset Lancar sebesar Rp 708.243.885 dan Aset Tetap (neto setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp 16.610.489.955.

Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp 1.040.184 dan Rp 17.317.693.656.

3. LAPORAN OPERASIONAL

Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban, surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan nonoperasional, surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar.

Pendapatan-LO untuk periode sampai dengan 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 159.167.581, sedangkan jumlah beban adalah sebesar Rp 15.464.652.871 sehingga terdapat Defisit dari Kegiatan Operasional senilai Rp (15.305.485.290). Surplus Kegiatan Non Operasional sebesar Rp 30.935.830 sehingga entitas mengalami Defisit - LO sebesar Rp (15.274.549.460).

(6)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

2 4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2020 adalah Rp 0 dikurangi Defisit-LO sebesar Rp (15.274.549.460) kemudian ditambah Transaksi Antar Entitas sebesar Rp 32.592.243.116 sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2020 adalah senilai Rp 17.317.693.656.

5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas per 31 Desember 2020 disusun dan disajikan dengan basis akrual.

(7)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

3

I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG LAPORAN REALISASI ANGGARAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020

(dalam rupiah)

Anggaran Realisasi %

Penerimaan Negara Bukan Pajak B.1 - 159,167,581 -

Jumlah Pendapatan - 159,167,581 -

B.2

Belanja Pegawai B.3 3,246,722,000 2,502,064,842 77.06 Belanja Barang B.4 12,174,024,000 11,838,779,546 97.25 Belanja Modal B.5 21,645,256,000 20,606,226,729 95.20

37,066,002,000

34,947,071,117 94.28 Jumlah Belanja

Per 31 Desember 2020 Uraian

Pendapatan

Belanja

Catatan

(8)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

4

II. NERACA

POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG NERACA

PER 31 DESEMBER 2020

(dalam rupiah)

Aset

Aset Lancar

Persediaan C.1 708,243,885

Jumlah Aset Lancar 708,243,885

Aset Tetap

Peralatan dan Mesin C.2 18,297,858,989

Aset Tetap Lainnya C.3 -

Akumulasi Penyusutan C.4 (1,687,369,034)

Jumlah Aset Tetap 16,610,489,955

17,318,733,840

Kewajiban

Kewajiban Jangka Pendek

Utang kepada Pihak Ketiga C.5 1,040,184 Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 1,040,184 1,040,184

Ekuitas

Ekuitas C.6 17,317,693,656

Jumlah Ekuitas 17,317,693,656

17,318,733,840

Jumlah Kewajiban

Jumlah Kewajiban dan Ekuitas

NAMA PERKIRAAN 31 Desember 2020

Jumlah Aset

CATATAN

(9)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

5

III. LAPORAN OPERASIONAL

POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG LAPORAN OPERASIONAL

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020

(dalam rupiah) Catatan 2020

Pendapatan Operasional

Pendapatan Negara Bukan Pajak D.1 159,167,581 Jumlah Pendapatan 159,167,581 Beban

Beban Pegawai D.2 2,502,064,842

Beban Persediaan D.3 224,433,705 Beban Barang dan Jasa D.4 7,042,769,635 Beban Pemeliharaan D.5 1,260,195,940 Beban Perjalanan Dinas D.6 2,747,819,715 Beban Penyusutan dan Amortisasi D.7 1,687,369,034 Jumlah Beban Operasional 15,464,652,871 Surplus/Defisit dari Kegiatan Operasional (15,305,485,290)

D.8 Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar

Beban Pelepasan Aset Non Lancar

Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya 39,218,040 Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya (8,282,210) Surplus/Defisit dari Kegiatan Non Operasional 30,935,830 Surplus/Defisit Sebelum Pos Luar Biasa (15,274,549,460)

-

(15,274,549,460)

Surplus/Defisit - LO

Kegiatan Operasional

Uraian

Kegiatan Non Operasional

Pos Luar Biasa

(10)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

6

IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

POLITEKNIK ENERGI DAN PERTAMBANGAN BANDUNG LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020

(dalam rupiah)

Catatan 2020

E.1 -

Surplus/Defisit - LO E.2 (15,274,549,460)

E.3 32,592,243,116

KENAIKAN/PENURUNAN EKUITAS E.4 17,317,693,656

E.5 17,317,693,656 Ekuitas Awal

Uraian

Transaksi Antar Entitas

Ekuitas Akhir

(11)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

7

V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Dasar Hukum Entitas dan Rencana Strategis

A.1. Profil dan Kebijakan Teknis Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung

Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung merupakan unit Eselon II instansi pemerintah pusat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. PEP Bandung dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 6 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan unit Eselon I yang mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumberdaya manusia di bidang energi dan sumber daya mineral. Tugas ini merupakan sebagian tugas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumberdaya mineral.

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Statuta Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, tugas PEP Bandung adalah menyelenggarakan pendidikan vokasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang energi dan sumber daya mineral.

PEP Bandung memiliki visi dan misi yang menjadi arah dan acuan pengembangan PEP Bandung. Visi PEP Bandung adalah menjadi politeknik terbaik di Indonesia dan mampu bersaing secara internasional. Misi PEP Bandung meliputi :

a. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan vokasi dengan kurikulum, metode pembelajaran, sarana dan prasarana, serta dosen yang kompeten dalam bidangnya untuk setiap program studi;

b. Menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja, terampil, professional, berkarakter yang baik dan bermartabat serta mampu bersaing di pasar global di bidang energi dan pertambangan;

(12)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

8 c. Berperan aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang energy dan pertambangan yang berwawasan lingkungan;

d. Berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat; dan

e. Menyelenggarakan tata kelola organisasi yang baik.

Tujuan PEP Bandung adalah memajukan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang energy dan sumber daya mineral untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sejalan dengan dinamika masyarakat Indonesia serta masyarakat dunia dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, sosial dan lingkungan melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

Basis Akuntansi

A.2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Keuangan per 31 Desember 2020 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh PEP Bandung . Laporan Keuangan ini dihasilkan melaui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.

A.3. Basis Akuntansi

PEP Bandung menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi

(13)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

9 Dasar Pengukuran

Kebijakan Akuntansi

dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi yang yang mengakui pengaruhi transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

A.4. Dasar Pengukuran

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan PEP Bandung dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.

Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.

Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.

A.5. Kebijakan Akuntansi

Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan per 31 Desember 2020 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini adalah merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang merupakan entitas pelaporan dari PEP Bandung. Disamping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan PEP Bandung adalah sebagai berikut:

(14)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

10 Pendapatan - LRA

Pendapatan - LO

Belanja

(1) Pendapatan – LRA

• Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN).

• Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

• Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

(2) Pendapatan – LO

• Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.

• Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan dan /atau Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi. Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada PEP Bandung terdiri dari :

o Pendapatam jasa pelatihan o Pendapatan sewa gedung

• Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

• Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

(3) Belanja

• Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.

• Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.

• Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

• Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

(15)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

11 Beban

Aset

Aset Lancar

(4) Beban

• Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

• Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban; terjadinya konsumsi aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

• Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

(5) Aset

Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.

Aset Lancar

• Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.

• Investasi Jangka Pendek BLU dalam bentuk surat berharga disajikan sebesar nilai perolehan sedangkan investasi dalam bentuk deposito dicatat sebesar nilai nominal.

• Piutang diakui apabila menenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi apabila telah timbul hak yang didukung dengan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak dan/atau telah dikeluarkannya surat keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

b. Piutang yang timbul dari perikatan diakui apabila terdapat peristiwa yang menimbulkan hak tagih dan didukung denga naskah perjanjian yang menyatakan hak dan kewajiban secara jelas serta jumlahnya bisa diukur dengan andal.

• Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan (net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah.

Perhitungan penyisihannya adalah sebagai berikut:

(16)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

12 Aset Tetap

Kualitas

Piutang Uraian Penyisihan

Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal

jatuh tempo 0.5%

Kurang Lancar

Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan

10%

Diragukan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan

pelunasan

50%

Macet

1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan

pelunasan

2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

100%

• Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi (TP/TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TPA/TGR atau Bagian Lancar TPA.

• Nilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil perhitungan fisik pada tanggal neraca dikalikan dengan:

o harga pembelian terakhir, apabila diperoleh dengan pembelian;

o harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri;

o harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya.

Aset Tetap

• Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun.

• Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga perolehan atau harga wajar.

• Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut:

a. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp 1000.000 (tiga ratus ribu rupiah);

b. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah);

c. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum

(17)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

13 Penyusutan Aset Tetap

kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah, jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.

• Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan jaman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir direklasifikasi ke Aset Lain-Lain pada pos Aset Lainnya.

• Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya, dikeluarkan dari neraca pada saat ada usulan penghapusan dari entitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan BMN/BMD.

Penyusutan Aset Tetap

• Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap.

• Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:

a. Tanah

b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)

c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan.

• Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

• Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.

Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 59/KMK.06/2013 tentang Tabel Masa Manfaat Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.

Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

(18)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

14 Piutang Jangka Panjang

Aset Lainnya

Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat

Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun

Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun

Jalan, Irigasi, dan Jaringan 5 s.d. 40 tahun

Aset Tetap Lainnya

(Alat musik modern) 4 tahun

Piutang Jangka Panjang

• Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan.

• Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) dinilai berdasarkan nilai nominal dan disajikan sebesar nilai yang dapat direalisasikan.

Aset Lainnya

• Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang dibatasi penggunaannya.

• Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi.

• Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi.

• Masa Manfaat Aset Tak Berwujud ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor 620/KM.6/2015 tentang Masa Manfaat Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masamanfaat adalah sebagai berikut:

(19)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

15 Kewajiban

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tak Berwujud

Kelompok Aset Tak Berwujud Masa Manfaat (tahun)

Software Komputer 4

Franchise 5

Lisensi, Hak Paten Sederhana, Merk, Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain

Tata Letak Sirkuit Terpadu. 10

Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran, Paten Biasa, Perlindungan Varietas Tanaman

Semusim. 20

Hak Cipta Karya Seni Terapan,

Perlindungan Varietas Tanaman Tahunan

25 Hak Cipta atas Ciptaan Gol.II, Hak

Ekonomi Pelaku Pertunjukan, HakEkonomi

Produser Fonogram. 50

Hak Cipta atas Ciptaan Gol.I 70

• Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah disajikan sebesar nilai buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

(6) Kewajiban

• Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

• Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.

a. Kewajiban Jangka Pendek

Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima di Muka, Bagian Lancar Utang Jangka Panjang, dan Utang Jangka Pendek Lainnya.

(20)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

16 Ekuitas

b. Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

• Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

(7) Ekuitas

Ekuitas merupakan merupakan selisih antara aset dengan kewajiban dalam satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.

(21)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

17 B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI

ANGGARAN

Realisasi Pendapatan Rp 159.167.581

Realisasi Belanja Negara Rp34.947.071.117

B.1. Pendapatan

Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 159.167.581. Pendapatan PEP Bandung merupakan pendapatan negara bukan pajak. Rincian realisasi pendapatan adalah sebagai berikut:

Rincian Realisasi Pendapatan

Anggaran Realisasi

Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro) - 11,945

Pendapatan Denda Penyelesaian Pekerjaan Pemerintah - 159,155,636

Jumlah 159,167,581

Per 31 Desember 2020 Jenis Penerimaan Pendapatan

Pendapatan jasa lembaga keuangan merupakan pendapatan bunga atas saldo rekening bendahara pengeluaran. PEP Bandung membuka rekening bendahara pengeluaran pada Bank Negara Indonesia cabang Perintis Kemerdekaan Bandung dengan status Non TNP, namun pada bulan Maret 2020 terjadi kesalahan administrasi pada BNI yang menyebabkan terdapat pendapatan bunga saldo rekening giro sebesar Rp 11.945. Atas kesalahan ini PEP Bandung sudah melakukan koreksi kepada bank.

Pendapatan denda penyelesaian pekerjaan pemerintah sebesar Rp 159.155.636 terdiri dari denda yang dikenakan kepada penyedia barang dan jasa karena keterlambatan penyelesaian pekerjaan pengadaan peralatan fasilitas perkantoran senilai Rp 22.655.636 dan setoran jaminan pelaksanaan pekerjaan pengadaan alat lab geologi oleh penyedia barang karena wan prestasi senilai Rp 136.500.000.

B. 2. Belanja

Realisasi Belanja instansi per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 34.947.071.117 atau 94.28 persen dari anggaran belanja sebesar Rp 37.066.002.000. PEP Bandung dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 6 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung. PEP Bandung menjalankan anggaran tahun 2020 sesuai DIPA

(22)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

18 Belanja Pegawai

Rp 2.502.064.842

Nomor DIPA-020.12.1.652005/2020 tanggal 12 November 2019. Pada tahun 2019 PEP Bandung belum menjalankan anggaran sendiri sehingga tidak ada perbandingan belanja antara tahun 2019 dan 2020.

Rincian anggaran dan realisasi belanja per 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

Rincian Estimasi dan Realisasi Belanja per 31 Desember 2020

Uraian Anggaran Realisasi %

Belanja Pegawai 3,246,722,000 2,502,064,842 77.06 Belanja Barang 12,174,024,000 11,838,779,546 97.25 Belanja Modal 21,645,256,000 20,606,226,729 95.20 Jumlah 37,066,002,000 34,947,071,117 94.28

B. 3. Belanja Pegawai

Realisasi Belanja Pegawai per 31 Desember 2020 sebesar Rp 2.502.064.842. Realisasi belanja pegawai terdiri dari gaji, tunjangan dan uang makan PNS.

Rincian Belanja Pegawai per 31 Desember 2020

Jenis Belanja Pegawai 31/12/2020

Belanja Gaji dan Tunjangan PNS 2,365,320,842 Belanja Uang Makan PNS 136,744,000 Realisasi Belanja Bruto 2,502,064,842 Pengembalian Belanja - Realisasi Belanja Netto 2,502,064,842

(23)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

19 Belanja Barang

Rp 11.838.779.546

B. 4. Belanja Barang

Realisasi Belanja Barang per 31 Desember 2020 sebesar Rp 11.838.779.546.

Rincian Belanja Barang per 31 Desember 2020

Jenis Belanja 31/12/2020

Belanja Barang Operasional- Penanganan Pandemi COVID-19 1,389,636,182 Belanja Barang Non Operasional- Penanganan Pandemi COVID-19 438,049,100

Belanja Barang Operasional 796,134,724

Belanja Barang Non Operasional 2,739,811,936

Belanja Barang Persediaan 910,327,700

Belanja Jasa 1,565,460,097

Belanja Perjalanan Dinas - Penanganan Pandemi COVID-19 22,350,000

Belanja Perjalanan Dalam Negeri 2,725,469,715

Belanja Pemeliharaan Gedung & Bangunan-Penanganan Pandemi Covid 19

12,595,000

Belanja Pemeliharaan 1,239,015,000

Realisasi Belanja Bruto 11,838,849,454

Pengembalian Belanja 69,908

Realisasi Belanja Netto 11,838,779,546

Realisasi belanja barang berupa belanja untuk kegiatan operasional dan belanja kegiatan PEP Bandung untuk menjalankan tugas fungsi pendidikan tinggi. Terkait pandemi covid – 19, PEP Bandung mengalokasikan anggaran untuk penanganan pandemi dengan peruntukan pegawai dan keluarga serta mahasiwa.

Rincian Belanja Barang Penanganan Pandemi Covid – 19

Jenis Belanja PAGU Realisasi

Belanja Barang Operasional- Penanganan Pandemi COVID-19 1,391,020,000 1,389,636,182 Belanja Barang Non Operasional- Penanganan Pandemi COVID-19 438,650,000 438,049,100 Belanja Perjalanan Dinas- Penanganan Pandemi COVID-19 22,500,000 22,350,000 Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan - Penanganan

Pandemi COVID-19

12,650,000 12,595,000 Jumlah 1,864,820,000 1,862,630,282

Belanja Barang Operasional – Penanganan Pandemi Covid 19 digunakan untuk pengadaan medical kit dan bahan penambah daya tahan tubuh mahasiswa dan keluarga pegawai, pengadaan lisensi aplikasi video conference untuk pelaksanaan perkuliahan dan rapat secara online selama pelaksanaan Work From Home (WFH) serta bantuan kuota internet untuk pegawai.

(24)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

20 Belanja Modal

Rp 20.606.226.729

Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp 18.410.566.309

Belanja Barang Non Operasional – Penanganan Pandemi Covid 19 digunakan untuk alokasi pelaksanaan rapid tes atau PCR tes mahasiswa dan pegawai serta bantuan biaya komunikasi berupa kuota internet untuk mahasiswa.

Belanja Perjalanan Dinas – Penanganan Pandemi Covid 19 digunakan untuk pemberian biaya transport kepada pegawai yang melaksanakan Work From Office (WFO) menggunakan kendaraan umum selama masa pandemi.

Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan – Penanganan Pandemi Covid 19 digunakan untuk pengadaan wastafel portable tempat cuci tangan pegawai sebelum memasuki lingkungan kantor.

Sampai dengan 31 Desember 2020 telah direalisasikan pemberian medical kit untuk pegawai dan mahasiswa antara lain berupa vitamin, masker, hand sanitizer, penambah daya tahan tubuh dan disinfektan.

Untuk mendukung perkuliahan dan pelaksanaan pekerjaan secara online telah diberikan bantuan kuota internet untuk mahasiwa dan pegawai.

Selama masa pandemi juga diadakan rapid test dan PCR test secara berkala untuk seluruh pegawai PEP Bandung.

B. 5. Belanja Modal

Realisasi Belanja Modal per 31 Desember 2020 sebesar Rp 20.606.226.729. Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Realisasi belanja modal PEP Bandung berupa pengadaan peralatan dan mesin dan Belanja Modal Lainnya berupa pekerjaan renovasi gedung dan bangunan Puslitbang Tekmira dan PPSDM Geominerba.

B. 5.1 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2020 sebesar Rp 18.410.566.309.

Pengadaan peralatan sampai dengan 31 Desember Tahun 2020 terdiri dari peralatan laboratorium untuk menunjang praktikum mahasiswa, pengadaan peralatan fasilitas perkantoran dan perkuliahan serta pengadaan peralatan vertical rescue untuk menunjang kegiatan kemahasiswaan. Di samping itu, untuk penanganan pandemi covid 19

(25)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

21 Belanja Modal Lainnya

Rp 2.195.660.420

PEP Bandung membeli termometer infra red dan alat semprot disinfektan senilai Rp 11.820.000.

B. 5.2 Belanja Modal Lainnya

Realisasi belanja modal lainnya per 31 Desember 2020 adalah Rp 2.195.660.420 yang merupakan realisasi pembayaran pekerjaan renovasi gedung Puslitbang Tekmira dan PPSDM Geominerba. PEP Bandung mendapat hak penggunaan salah satu gedung dari Puslitbang Tekmira untuk kegiatan perkuliahan dan perkantoran. Sebelum gedung tersebut digunakan, dilakukan renovasi terlebih dahulu dengan nilai renovasi sebesar Rp 1.998.693.420 dan dicatat sebagai asset tetap renovasi pada neraca PEP Bandung.

Atas barang-barang berupa peralatan dan mesin yang telah dibeli, PEP Bandung memerlukan gudang untuk tempat penyimpanan. Untuk keperluan tersebut dilakukan renovasi lahan parkir PPSDM Geominerba menjadi Gudang dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 196.967.000 yang dicatat sebagai asset tetap renovasi pada neraca PEP Bandung. Semua asset tetap renovasi tersebut pada tanggal 30 Desember 2020 telah diserahkan ke satker Puslitbang Tekmira dan PPSDM Geominerba.

(26)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

23 C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA

Persediaan Rp 708.243.885

Peralatan dan Mesin Rp 18.297.858.989

C.1 Persediaan

Nilai Persediaan per 31 Desember 2020 sebesar Rp 708.243.885.

Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan/atau untuk dijual, dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik. Rincian Persediaan adalah sebagai berikut:

Rincian Persediaan

Barang Konsumsi 551,436,465

Bahan untuk Pemeliharaan 9,123,620

Persediaan Lainnya 147,683,800

Jumlah 708,243,885

Jenis Akun Persediaan 31 Desember 2020

C.2 Peralatan dan Mesin

Saldo aset tetap berupa Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2020 adalah Rp 18.297.858.989. Mutasi nilai Peralatan dan Mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Saldo per 31 Desember 2019 Rp -

Mutasi tambah: Rp 18,297,858,989

- Pembelian Rp 18,297,858,989

Saldo per 31 Desember 2020 Rp 18,297,858,989 Akumulasi Penyusutan s.d. 31 Desember 2020 Rp (1,687,369,034) Nilai Buku per 31 Desember 2020 Rp 16,610,489,955 Mutasi transaksi penambahan peralatan dan mesin berupa pembelian peralatan laboratorium untuk praktikum mahasiswa, peralatan perkantoran dan perkuliahan, peralatan vertical rescue dan peralatan penanganan pandemi covid 19.

Pada laporan realisasi anggaran per 31 Desember 2020, realisasi belanja modal peralatan dan mesin tercatat sebesar Rp 18.410.566.309 sedangkan mutasi penambahan aset peralatan dan mesin senilai Rp Rp 18.297.858.989. Selisih antara realisasi dan mutasi peralatan dan mesin dijelaskan pada tabel berikut :

(27)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

24 Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp 18,410,566,309

Mutasi tambah: Rp 18,297,858,989

- Saldo Akhir Rp 18,297,858,989

- Saldo Awal Rp -

Selisih Realisasi dan Mutasi Aset Rp 112,707,320

Keterangan Selisih

- Ekstrakomptabel Rp 112,707,320

Rincian Peralatan dan Mesin

Qty Harga Sat Jumlah

Peralatan penanganan pandemi covid 19

Thermometer Infra Red 2 2,462,500 4,925,000

Alat Semprot Disinfectan 2 3,447,500 6,895,000

Vertical Rescue

Stainless Steel Rescue Litter 1 21,270,150 21,270,150

Anchor Strap Adjustable 4 1,423,620 5,694,480

Friend/Spring Loaded Camming Device/Sisip Pegas 1 set 1 12,858,890 12,858,890 Stopper/Nuts/Sisip Simetris 1 set 1 3,576,540 3,576,540 Hexentric/Hexes/Sisip Asimetris 1 set 1 3,950,430 3,950,430

Piton Kingpin 1 set 1 3,078,680 3,078,680

Piton Angel 1 set 1 2,828,980 2,828,980

Climbing shoes/Sepatu Panjat 3 2,001,120 6,003,360

Assisted Belay Device 1 2,360,930 2,360,930

Belay Device 1 2,181,080 2,181,080

Climbing Hammer 3 1,067,220 3,201,660

Petzl Transport 45 liters 4 3,447,730 13,790,920

Petzl Cordex Glove "Black" 10 1,254,660 12,546,600 Petzl Kab Rope Bag (110m) blue 4 2,326,280 9,305,120

Petzl Vertex Vent Helmet red 5 2,321,880 11,609,400

Petzl djinn Axess Quick Draw 17 cm 2 1,164,680 2,329,360 Petzl Protec Flexible Rope Protector 2 1,040,160 2,080,320 Petzl Bermude Victim Rescue/Evacuation Triangle Harness 1 3,950,430 3,950,430

Scoope stretcher 1 5,819,440 5,819,440

Arizona vortex multipod 1 9,345,160 9,345,160

Peralatan pekantoran dan perkuliahan

Loupe Iwamoto Hand Lens (Iwamoto) 30 2,310,000 69,300,000 PH Meter OHAUS Starter Series ST3100-F 6 20,350,000 122,100,000

Hot Plate Stirrer 6 9,850,000 59,100,000

Lemari besi pintu geser 5 3,584,300 17,921,500

Lemari besi pintu ayun 5 3,294,900 16,474,500

Brankas 1 10,200,000 10,200,000

Penghancur kertas 4 4,801,500 19,206,000

Analitycal balance 5 21,670,000 108,350,000

Kursi perkuliahan 90 1,656,200 149,058,000

PC 7 12,430,000 87,010,000

Projector HDMI 2 19,250,000 38,500,000

Laptop 10 14,000,000 140,000,000

GPS 1 160,000,000 160,000,000

Compresor 1 69,500,000 69,500,000

Rock Shear Box Apparatus 1 154,000,000 154,000,000

Vacuum Dessicator 1 24,200,000 24,200,000

Compression Testing Machine High-End Models 1 160,050,000 160,050,000

Dutch Cone Penetrometer 1 66,000,000 66,000,000

Plate Bearing Test 1 69,300,000 69,300,000

Liquid Limit Test 2 3,850,000 7,700,000

B-ONE Digital Heating Mantle 250mL + Stirrer Type: DHM-250-S 5 3,350,000 16,750,000 B-ONE Digital Heating Mantle 500mL + Stirrer Type: DHM-500-S 5 3,583,500 17,917,500

Pengadaan Layar Projector 2 3,214,500 6,429,000

Automatic SPT (Standard Penetration Test) dengan Mesin Bor Ringan

1 148,500,000 148,500,000 Nama Barang

(28)

Laporan Keuangan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Per 31 Desember 2020

25

DJI Phantom 4 RTK/PPK Packkage 1 193,624,750 193,624,750

Bench Furnace VPA-HT-02/8 1 129,250,000 129,250,000

Camera Sony A7 III Body Only 2 33,637,175 67,274,350

Rode Video Mic Pro Rycote 2 3,467,750 6,935,500

Tripod Manfroto BeFree Allumunium Alloy 1 3,040,950 3,040,950 Lensa Sony FE 90mm f/2,8 Macro G OSS 1 15,684,900 15,684,900 Lensa Sony Vario Tessar T*FE 16-35 mm f/,4 ZA OSS 1 16,538,500 16,538,500

Blitz Flash Sony HVL - 60M 1 7,255,600 7,255,600

Lensa Sony FE 70 70 - 200f/2,8 GM OSS 1 46,521,200 46,521,200 Gimbal Zhiyun Crane 3s Handheld Stabilizier 1 14,084,000 14,084,000 Lensa Tamron For Sony E 28 - 75 mm f/2,8 DI IIIRDX 1 14,671,000 14,671,000

Rock Schmidt Hammer Type N 1 83,798,000 83,798,000

ELECTRICAL LABORATORY CBR TEST 1 46,216,500 46,216,500

SPECIFIC GRAVITY & ABSORPTION OF COARSE AGGREGATE TEST 1 24,728,000 24,728,000 UNIVERSAL OVEN 108L (MEMMERT - GERMANY) 1 55,206,800 55,206,800

HYDROMETER ANALYSIS TEST 1 8,267,600 8,267,600

TRIPLE BEAM BALANCE (OHAUS - USA) 5 7,826,500 39,132,500 VERNIER CALIPER 8" (200 MM) CAPACITY 10 1,756,700 17,567,000

Kursi Rapat Direktur 8 3,972,430 31,779,440

Meja Training 10 4,648,160 46,481,600

DesignJet T1700 44-in DR PostScript Printer (1VD88A) 2 107,800,000 215,600,000

SD Pro 44-in Scanner (G6H50B) 2 177,600,000 355,199,999

Officejet 250 Mobile All-in-One Printer (CZ992A) 2 5,200,000 10,400,001 HL-B2080DW Mono Laser Printer 4 2,440,000 9,760,001

HL-L3230CDN Color LED Printer 3 4,800,000 14,399,999

LasetJet Pro 500 Color MFP M570dw (CZ72A) 4 13,300,000 53,200,000

DocuMate 3220 Scanner 3 6,990,000 20,969,999

AE-830 Electronic Typewriter 2 10,340,000 20,680,000

LD-22A Money Counter 1 1,900,003 1,900,003

Atlas Copco Portable Air Compresor Model XaS88 1 180,000,000 180,000,000

KOMATSU FORKLIFT FD50AYT 1 696,765,000 696,765,000

ROCK SCHMIDT HAMMER TYPE L (PN-34320000) 1 82,368,000 82,368,000

PENGADAAN HAND STACKER MANUAL 1 15,730,000 15,730,000

DIGITAL BRAZILIAN TEST APPARATUS 1 118,356,700 118,356,700

CORE TRIMMER 1 64,642,600 64,642,600

RM-260A: HOEK CELL SET AX SIZE 1 15,708,000 15,708,000 RM-260C: HOEK CELL SET BX SIZE 1 17,248,000 17,248,000

RM-260D: HOEK CELL SET NX SIZE 1 20,916,500 20,916,500

RM-265: HYDRAULIC PUMP SET, HAND OPERATED, EQUIPPED WITH LOAD

1 29,166,500 29,166,500

RM-270: HOEK CELL SAMPLE EXTRUDER 1 25,460,600 25,460,600 CAMERA VIDEO CONFERENCE LOGITECH RALLY 1 33,743,019 33,743,019 WIRELESS MIC CONFETENCE SET KREZT 1 62,824,960 62,824,960

AMPLIFIER 1 4,171,970 4,171,970

SPEAKER BOST 4 9,218,880 36,875,520

SAMSUNG QB 13R-T INCH SMART SIGNAGE TOUCH SCHREEN 1 15,951,650 15,951,650

BROADLINK 1 1,227,050 1,227,050

GOOGLE NEST 1 1,693,329 1,693,329

GOOGLE HUB 1 2,515,452 2,515,452

GOOGLE CHOROMECAST 3RD 1 1,227,050 1,227,050

ROCK CORNING MACHINE 1 132,929,500 132,929,500

RM-155A: ROCK CORE DRILLING BARREL SIZE AX 1 19,030,000 19,030,000 RM-155C: ROCK CORE DRILLING BARREL SIZE BX 1 19,910,000 19,910,000 RM-155D: ROCK CORE DRILLING BARREL SIZE NX 1 23,430,000 23,430,000

DAIKIN CASSETTE 2 36,716,500 73,433,000

TRIMBLE TDC100 (4G) GIS HANDHELD ANDROID 15 23,540,000 353,100,000

ALAT DETEKSI WAJAH DAN SUHU 3 11,000,000 33,000,000

CABINET OVEN (CO-03) 1 113,300,000 113,300,000

STRUERS MANUAL GRINDING/ POLISHING MACHINE 1 399,440,000 399,440,000 ZEISS "PRIMOTECH" POLARIZING MICROSCOPE WITH INTEGRATED HD 3MP CAMERA5 354,200,000 1,771,000,000 ZEISS "STEMI 305" STEREO MICROSCOPE WITH CAMERA MICROSCOPY 5 147,158,000 735,790,000 LG LED27" 27MP89HM-S IPS (monitor lab komputer) 30 5,070,000 152,100,000 LG LED27" 27MP89HM-S IPS (monitor lab komputer) 1 5,100,000 5,100,000 INTERACTIVE PANEL SENTUH ST - DIDS-S5155-A 1 53,675,000 53,675,000 INTERACTIVE PANEL SENTUH ST - DIDS-S5155-A 2 66,006,000 132,012,000

MEJA CUSTOM 24,4 M2 4 17,882,150 71,528,600

ROLLER BLIND DIGITAL 5 8,402,600 42,013,000

MEJA SAJIAN 1 6,600,000 6,600,000

Referensi

Dokumen terkait

Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEP Bandung) adalah Perguruan Tinggi yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan vokasi, penelitian, dan

Untuk mendorong hal tersebut Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung setiap tahun menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), yaitu sebuah kegiatan

kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi

Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, bertindak untuk dan atas nama Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

CP Mata kuliah (CPMK) : Membekali mahasiswa pada bidang pengetahuan, keterampilan, dan sikap terkait dengan critical thinking dan prinsip dalam mekanika tanah dan

- menguasai konsep teoritis pemberaian bahan galian pada tambang terbuka dan atau tambang bawah tanah meliputi pemilihan metode dan alat dengan menggunakan

Biaya yang timbul sebagaimana dimaksud Pada Pasal 5 ayat 1 akan disepakati kemudian oleh PARA PIHAK dan akan menjadi lampiran yang menjadi satu kesatuan yang

kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi