• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi seperti saat ini, persaingan dalam dunia industri guna menghasilkan suatu produk yang berkualiatas semakin berkembang pesat.

Perkembangan didunia industri ini juga dipengaruhi oleh semakin berkembangnya teknologi dan pemanfaatannya. Dengan pemanfaatan teknologi dan informasi yang maju membuat kompetisi antar industri meluas bahkan mencakup lingkup dunia, sehingga inovasi produk dan jasa meningkat pesat. Agar dapat bertahan dan berkembang didunia industri perusahaan harus mampu menghasilkan produksi yang tinggi dengan kualitas yang baik pula. Perusahan manufaktur merupakan salah satu yang ikut bersaing dalam meghasilkan suatu produk yang baik.

Secara umum tujuan perusahaan selain untuk menghasilkan produk dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, perusahaan juga bertujuan untuk dapat memaksimumkan nilai perusahaan dan dapat mempertahakankan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang (Husnan 1993). Agar dapat mencapai tujuan tersebut, perusahaan dituntut untuk menciptakan inovasi produk yang baik dan memperhatikan harga pokok produksi serta harga jual dari produk tersebut (Wokas dan Caroline 2016). Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan agar dapat mencapai laba yang maksimal. Dalam hal ini kebijakan dapat berupa perencanaan pengendalian biaya produksi.

Definisi biaya sendiri menurut Mursyidi, (2010) diartikan sebagai suatu pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harata lainnya untuk mencapai tujuan, naik yang dibebankan saat ini maupun pada saat yang akan datang. Kas dalam bentuk uang atau alat yang digunakan pada saat akan atau telah melakukan suau kegiatan untun tujuan tertentu (proses produksi/kegiatan pelayanan) dikategorikan sebagai biaya.

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual (Mulyadi 2012). Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead pabrik (Tunggal 1993). Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan tujuan mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dijual.

Kebijakan dalam pengendalian biaya produksi secara umum merupakan suatu strategi bagi perusahaan dalam merencanakan biaya produksi yang sesuai, dalam rangka efektifitas dan efisiensi biaya. Kebijakan pengendalian biaya produksi mendukung suatu pengambilan keputusan bagi manajemen mengenai biaya produksi

(2)

pada suatu produk dalam kurun waktu tertentu. Apabila terjadi perubahan- perubahan dukungan maka diperlukan metode yang ideal sesuai dengan kondisi pasar dan perusahaan, sehingga perusahaan tetap memperoleh laba dan dapat mencapai tujuannya. Seiring dengan persoalan yang mungkin dapat dihadapi oleh perusahaan, manajemen dituntut untuk dapat menentukan suatu tindakan dengan memilih berbagai alternatif dan kebijakan dalam pengambilan keputusan yang sebaik-baiknya, agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Malue, (2013) menggunakan metode analisis deskriptif dalam penyusunannya, yang meliputi sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, proses produksi, data kepustakaan, data biaya-biaya produksi perusahaan serta teknik pengumpulan data tersebut melalui tahap-tahap berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian tersebut bertujuan untuk membandingkan sistem pengendalian biaya yang selama ini digunakan perusahaan dengan metode target costing. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya target costing, perusahaan dapat melakukan pengendalian atas biaya yang lebih baik jika dibandingkan dengan metode yang digunakan sebelumnya oleh perusahaan.

Faiza, (2018) melakukan penelitian mengenai penerapan Target Costing.

Dalam penelitiannya Faiza menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif.

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan target soting dalam upaya mengendalikan biaya produksi yan harus dikeluarkan oleh UD. Mebel . Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan digunakannya metode target costing biaya produksi mengalami perubahan yang signifikan dari pada sebelum menggunakan metode target costing. Sehingga dapa dikatakan bahwa metode target costing efektif jika digunakan untum pencapaian target laba yang diinginkan uleh UD. Mebel Sumber Rejeki.

Penelitian yang diakukan oleh Juwita & Satria, (2017) yang menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan datanya melalui studi kepustakaan, observasi dan wawancara dengan pemilik langsung CV. HOKI production. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan metode target costing dalam perhitungan biaya produksi menjadi lebih efisien serta laba yang ditargetkan perusahaan dapat dicapai.

CV. Multi Bangunan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi keperluan bangunan seperti, paving, genteng beton, batako, grass block, dan lain-lain. Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Abdullah Salim Bahmudah pada tahun 1990 yang beralamat di Jl. Letjen Sutoyo No. 133 Jember. Berdasarkan interview awal yang dilakukan dengan pimpinan CV. Multi Bangunan diketahui bahwa pada proses perencanaan biaya produksi dilakukan dengan memproyeksikan hasil penjualan bulan pertama untuk perencanaan biaya produksi bulan kedua dan

(3)

proyeksi bulan kedua digunakan untuk perencanaan biaya bulan ketiga dan seterusnya, serta perusahaan juga menerapkan target tertentu yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam perencanaan biaya produksi.

Tabel 1.1 Penjualan Paving K-300 (6 cm) pada CV. Multi Bangunan Tahun 2018

No. Bulan Jumlah Penjualan

1. Januari Rp 351.160.400,00

2. Februari Rp 144.345.000,00

3. Maret Rp 105.520.500,00

4. April Rp 289.533.773,00

5. Mei Rp 64.595.500,00

6. Juni Rp 148.918.900,00

7. Juli Rp 682.994.300,00

8. Agustus Rp 253.418.000,00

9. September Rp 188.700.000,00

10. Oktober Rp 336.340.610,00

11. November Rp 193.953.000,00

12. Desember Rp 37.282.380,00

Sumber: CV. Multi Bangunan 2019

Perencanaan biaya yang semacam ini masih memerlukan pembenahan agar tidak terjadi penurunan laba dan pengeluaran biaya yang tidak stabil. Dikarenakan dalam perencanaan biaya produksi tersebut dapat memicu terjadinya pembekakan biaya produksi, misalnya pada bulan-bulan tertentu yang penjualan atau pemesanan produk oleh konsumen lebih rendah dari bulan sebelumnya dan kurang stabilnya harga bahan baku pada masa seperti saat ini. Maka dari itu penulis ingin melakukan analisis penerapan metode pengendalian biaya produksi yang cocok untuk diterapkan di CV. Multi Bangunan, sehingga dapat memaksimalkan profitabilitas keuangan perusahaan.

Pada dasarnya manajemen biaya dalam meminimalisasi biaya peoduksi sangat dibutuhkan untuk menentukan harga jual, maka dari itu biaya merupakan indikator terpenting dalam upaya optimalisasi laba perusahaan sehingga membutuhkan konsep biaya target (Faiza 2018) .Metode target costing digunakan dengan tujuan untuk membantu pihak manajemen menggunakan sistem pengendalian biaya dengan kalkulasi biaya target (taget costing) dinilia secara teori efektif dalam pengendalian biaya produksi dengan memperthatikan daur hidup (life cycle product) pada CV Multi Bangunan. Metode target costing merupakan salah satu metode yang baik digunakan dalam upaya mengurangi biaya produksi (Juwita dan Satria 2017).

Menurut Wokas & Caroline, (2016) Target Costing adalah metode yang penentuan biayanya didasarkan pada perencanan harga jual dan laba yang diinginkan oleh perusahaan pada suatu produk. Pada saat metode Target Costing

(4)

mulai diambil dan diimplementasikan oleh operasi bisnis organisasi di dalam lingkungan bisnis yang lain maka dapat diasumsikan bahwa suatu hal yang baru tentang pendekatan tersebut dapat dipelajari dengan mempertahankan apa yang sedang terjadi dengan konteks bisnis lainnya. Target costing diperlukan untuk mengurangi biaya (cost reducation) agar dapat mencapai tujuan perusahaan, yang pada akhirnya akan membawa dampak tehadap tingkat harga yang kompetitif.

Metode target costing diyakini dapat lebih meminimalisasi biaya produksi dan dapat mengendalikan biaya dalam rangka memaksimalkan laba perusahaan, pengendalian biaya produksi dibutuhkan dalam perusahaan agar lebih bisa meminimalisir keadaan dimana timbulnya biaya produksi yang teralu besar.

Menurut Ambarani (2000), target costing merupakan metode yang dapat digunakan perusahaan dimana perusahaan dapat menentukan biaya yang harus dikeluarkan berdasarkan harga pasar yang kompetitif, dengan demikian perusahaan dapat memperoleh laba yang diharapkan.

Sebagai salah satu manajemen inovasi, penerapan Target Costing suatu perusahaan juga harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan implementasi dari adanya inovasi tersebut. Umumnya perusahaan beroperasi dengan menghitung biaya yang dikeluarkan untuk jenis produksi tersebut dan menetapkan harga jual bagi produknya, setelah itu produk siap dipasarkan. Namun dalam metode target costing, proses yang terjadi justru sebaliknya. Setelah perusahaan mengetahui harga yang akan dikenakan terhadap produknya, kemudian perusahaan mulai mengembangkan produknya yang dapat dipasarkan secara menguntungkan pada tingkat harga yang telah ditetapkan sebelumnya (Wuysang dan Pusung, 2016).

Target costing merupakan tahap awal dalam menciptakan suatu produk, dalam hal ini perencanaan berupa target biaya yang akan dikeluarkan serta target laba yang diharapkan. Target costing adalah salah satu diantara alat-alat yang tersedia bagi industri-industri agar dapat mencegah penentuan harga jual yang keliru dan membantu pengembangan produk lebih cepat dan terfokus (Supriatna, 2010). Atas dasar uraian latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengambil judul penelitian sebagai berikut:

“Analisis Penerapan Target Costing Dalam Upaya Pengendalian Biaya Produksi (Studi Kasus Pada CV. Multi Bangunan Jember)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang teah diuraikan datas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan pengendalian biaya produksi yang ada di CV. Multi Bangunan saat ini?

(5)

2. Bagaimana penerapan metode Target Costing jika diterapkan di CV. Multi Bangunan?

1.3 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini untuk mempermudah dalam melakukan penelitian untuk mengembangkan pengetahuan objek yang diteliti, maka peneliti memberikan penelitian dengan asumsi berikut:

1. Untuk mempersempit cakupan masalah dalam penelitian ini, maka penulis hanya membatasi dengan mengambil data hasil laporan biaya produksi selama satu periode yaitu tahun 2019.

2. Pada CV. Multi Bangunan memproduksi berbagai keperluan bangunan yaitu paving, genteng beton, batako, grass block, gorong-gorong, pagar panel beton, dan wuwung beton. Dalam hal ini penulis membatasi dengan menggunakan produk paving sebagai objek penelitian.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang peneliti rumuskan diatas, adapun tujuan penelitian ini yaitu:

1. Untuk mengetahui metode pengendalian biaya produksi yang diterapkan di CV. Multi Bangunan saat ini.

2. Untuk mengetahui penerapan metode Target Costing yang diterapkan di CV.

Multi Bangunan.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

a. Sebagai bahan informasi kepada akademisi dan masyarakat mengenai konsep produksi tepat guna.

b. Memberikan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan teori-teori yang telah dipelajari selama ini sehingga dapat memperdalam pengetahuan tenatang penelitian dan menambah wawasan serta pemahaman yang lebih baik terhadap metode target costing.

2. Manfaat Praktis

a. Sebagai bahan masukan atau sumbangan informasi terhadap pihak perusahaan mengenai konsep produksi yang efisien.

b. Memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi perusahaan dalam mengendalikan biaya produksi selama proses produksinya serta bermanfaat juga dalam memaksimalkan laba perusahaan.

Gambar

Tabel 1.1 Penjualan Paving K-300 (6 cm) pada CV. Multi Bangunan  Tahun 2018

Referensi

Dokumen terkait

Pola gelombang otak abnormal dapat diamati dari hasil analisis rekam EEG pada pada domain waktu maupun domain frekuensi dengan melihat gejala aktivitas bentuk

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan