Kencur IKaempleria galangu I merupakan salah satu tanaman obat dari famili Zingiberaceae %ang mempunyai mantaat multiguna: baik digunakan sebagai campuran jamu lobat tradisionall atau dalam makanan dan minuman. Serat dalam kencur adalah salah satu komponen mutu fang terpenting untuk menentukan tingkat ketuaanma. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan metode penentuan kadar serat. \aitu penentuan serat bebas lemak dan %ang mengandung lemak. Hasil dari uji kadar serat menunjukkan bahwa metode bebas lemak lebih baik daripada metode tanpa bebas lemak. masing-masing 8.83 * 0.06 % dari 6.35 s 0.02
230
TEKNIK ANALISIS KADAR SERAT KENCUR
TJITJAH FATIMAH
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Ohat .11. Tenturu Pelajur No. 3 Bnzor
RINGKASAN
PENDAHULUAN
lemn lekms fnngsconul .\on Penehn 3003
Kencur (Kaempferia galanga L) termasuk suku Zingeberaceae yang merupakan tanaman yang tersebar Was di Indonesia. Kencur berasal dari daerah Asia Tropika dan sebagian kalangan menduga asal-usul kencur dari kawasan Indomalaysia. akan tetapi yang pasti kencur berasal dari India. Sentra produksi kencur Indonesia diantaranya terdapat di Jawa Barat. Jawa Tengah.
Jawa Timur dan Lampung. Daerah penghasil kencur yang terbesar terdapat di kabupaten Boyolah (Jawa Tengah). Tanaman kencur dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang mempunyai curah hujan antara 1500-1400 mm/tahun dengan suhu 19-30°C dan pads ketinggian 100-700 m dpi (Rukmana. 1994).
Kencur tidak hanya sebatas untuk bumbu dapur dan lalapan, serta tanaman obat keluarga tetapi nilai ekonomi dan sosialnya cukup tinggi. karena dibutuhkan oleh berbagai industri. Kencur bermanfaat sebagai bahan obat nabati (simplisia) tradisional dan digunakan juga untuk bahan industri rokok sebagai saus . Selain tersebut diatas kencur juga dimanfaatkan sebagai pemberi aroma pada makanan. minuman penyegar. bahan parfum. pembuatan ragi dan melindungi pakaian dari serangga-serangga (Guenther. 1952) . Sebagai bahan baku obat tradisional. kencur berkhasjat untuk menimbulkan rasa hangat.
menghilangkan rasa sakit. penyembuh bengkak dan luka serta pelawan infeksi . Menurut Burkill simplisia kencur juga dipergunakan tonikum ekspektoran (memperlancar keluarnya dahak) karminatif. obat batuk. penambah nafsu makan (Mulyono el al. 1994). Untuk meningkatkan nilai mutu jual yang tinggi dan agar lebih praktis pemasarannya. terutama untuk ekspor ke luar negeri maka perlu dilakukan pengolahan yang lebih praktis dalam bentuk Oleoresin
Bahan pereaksi yang dipergunakan
BAHAN DAN METODE
henna lekms Pungsionul %on PenelNi :00
maupun minyak atsiri. Mutu simplisianya sesuai dengan acuan dari Materia Medika Indonesia dan Association of Official Agriculture Chemist tahun 1980.
Meliputi penentuan kadar air. kadar minyak atsiri. kadar serat dan kenampakan .
Untuk mengetahui kadar serat dari kencur dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu Metode bebas lemak dan Metode tanpa bebas lemak .
Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui metode yang terbaik dari dua metode tersebut .
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisiologi Hasil Balittro Bogor.
Bahan baku yang digunakan adalah Kencur yang dibeli dari pasar Bogor Pertama-tama bahan dicuci bersih. ditiriskan. diiris dengan ketebalan 5- 7 mm . kemudian dikeringkan . Setelah itu bahan digifng halus dengan ukuran 50 mess.
Heksana. Asam Sulfat 1 .25 % dan Natrium Hidroksida 1 .25 Peralatan yang digunakan
Kertas saring whatman. Kertas saring biasa. Erlenmeyer asah 500 ml dan Erlenmeyer biasa. Pendingin balik. Soxlet. Gelas ukur. Hot plate. Cawan porselin. Oven. Neraca. Tanur listrik. Desikator. dan Corong .
Penetapan kadar serat kasar bebas lemak Cara menghilangkan lemak
PROSEDUR KERJA
Serbuk kencur ditimbang t 10 gram dibungkus dengan kertas saving.
kemudian dimasukkan kedalam soxlet dengan pelarut heksana dan alat dihubungkan dengan pendingin (cooler) . kemudian dipanaskan selama 6 jam dengan suhu diatas titik didih masing-masing pelarut. Kencur yang telah diekstraksi dikeringkan dalam oven suhu 50 °C. Kencur bebas lemak diperoleh untuk penetapan kadar serat .
23 1
Penetapan Kadar Serat
Kencur bebas lemak ditimbang 2 .5 gram didalam Erlenmeyer asah.
kemudian masukkan 200 ml Asam Sulfat 1 .25%. Campuran didihkan selama 30 menit menggunakan pendingin balik. kemudian didinginkan dan disaring dengan kertas saring biasa serta dicuci dengan aquades panas . Pencucian dilanjutkan sampai residu bebas asam (diperiksa menggunakan kertas lakmus) . Residu dipindahkan secara kuantitatif dari kertas saring ke dalam Erlenmeyer.
kemudian dibilas dengan 200 ml Natrium Hidroksida 1 .25%. Dididihkan selama 30 menit dengan pendingin batik. Campuran disaring menggunakan kertas saring Whatman 40 yang telah diketahui bobotnya . Residu dicuci dengan aquades panas sampai bebas basa (diperiksa dengan kertas lakmus).
residu dikeringkan dalam oven suhu 105°C selama 3 jam . didinginkan dalam desikator dan ditimbang. Residu dan kertas saring dimasukkan kedalam cawan porselin yang telah diketahui bobotnya. dan diabukan dalam tanur listrik selama 5 jam pada suhu 600°C . Bobot abu ditimbang. Penetapan kadar serat kasar bebas lemak dilakukan tiga kali ulangan .
Penetapan kadar serat kadar contoh mengandung lemak
Kencur mengandung lemak ditimbang 2 .5 gram menggunakan Erlenmeyer asah. kemudian masukkan 200 ml Asam Sulfat 1 .25 %. Campuran dididihkan selama 30 menit. menggunakan pendingin batik. kemudian didinginkan. dan disaring dengan kertas saring biasa serta dicuci dengan aquades panas. Pencucian dilanjutkan sampai sampai residu bebas asam (diperiksa dengan menggunakan kertas lakmus) . Residu dipindahkan secara kuantitatif dari kertas saring kedalam Erlenmeyer asah. kemudian dibilas dengan 200 ml Natrium Hidroksida 1 .25%. didihkan selama 30 menit dengan pendingin balik. Campuran disaring dengan kertas saring whatman 40 yang telah diketahui bobotnya. Residu dicuci dengan aquades panas sampai bebas asam (diperiksa dengan kertas lakmus). Residu dikeringkan dalam oven suhu 105°C selama 3 jam. Didinginkan dalam desikator dan ditimbang. residu dan kertas saring dimasukkan dalam tanur listrik selama 5 jam pada suhu 600°C . Bobot abu ditimbang. penetapan kadar serat kasar contoh mengandung lemak dilakukan tiga kali ulangan.
Cara perhitungan kadar serat:
23 2
Kadar serat = ( a - b ) x 100 C ( 1 - ka )
l-enru l'eknds Fungslonal .\on Penelin 1001
Keterangan :
a = bobot residu. b = bobot abu. c - bobot contoh. ka = kadar air bahan
HASIL DAN PEMBAHASAN
remit Teknis Ftmgstonol %on Penelin 21W=
Hasil perhitungan kadar serat dari kedua metode tersebut menunjukkan yang bebas lemak jauh lebih baik dibandingkan yang tanpa bebas lemak.
Tabel 1 . Perbandingan kadar serat kencur Perlakuan kadar serat
Bebas lemak 8.83 t 0.06
Tanpa bebas lemak 6.35 t 0.02
Dari kedua perlakuan dapat dilihat bahwa kadar serat semakin tinggi dalam contoh yang telah bebas lemak. Kemungkinan yang terjadi apabila suatu bahan sudah bebas lemak. serat kasar yang terdapat didalam bahan tersebut terjadi hidrolisa yang sempurna. Jika bahan masih mengandung lemak.
maka perhitungan serat kasar dari suatu bahan dapat menyimpang karena pengaruh adanya lemak tersebut.
Penetapan kadar serat pada prinsipnya memisahkan serat kasar dari polisakarida. Dengan adanya lemak (lemak dalam asam organik) ada kemungkinan lemak masih tersisa akan berpengaruh pada proses adanya hidrolisis. Bila proses hidrolisis tersebut berjalan secara sempurna maka akan berpengaruh dalam perhitungan kadar seratnya. Bila ditinjau dari segi keuntungan. maka dari kedua metode tersebut akan lebih baik menggunakan bahan tanpa bebas lemak. karena waktu lebih singkat.lebih praktis dan lebih ekonomis.
Keuntungan ekonomis yang diperoleh yaitu tidak perlu lagi menggunakan pelarut heksan untuk menghilangkan lemak yang berarti dapat menghemat bahan dan biaya. Dari segi ketelitian maka lebih aman menggunakan penentuan kadar serat kasar pada bahan yang dihilangkan lemaknya. Pada bahan yang dihilangkan lemaknya tidak terjadi proses penyabunan (Lemak + Natrium Hidroksida) yang menimbulkan busa atau gelembung-gelembung yang dapat mengganggu pekerjaan .
Dari beberapa nomor harapan kencur koleksi Balittro ternyata kadar seratnya sangat bervariasi (Tabel 2): metode yang digunakan tanpa bebas
lemak.
KESIMPULAN
lenni leknis ftjngsionol %on Peneho ?00=
Tabel 2 . Kadar serat dari beberapa nomor harapan kencur koleksi Balittro dengan metode mengandung lemak
Penentuan kadar serat dari kedua metode tersebut menghasilkan keuntungan yang berbeda. Dari segi ketelitian kerja akan lebih baik menggunakan metode bebas lemak tetapi clan segi ekonomis metode tanpa bebas lemak.
DAFTAR PUSTAKA
Afriastim. 1996. Manfaat Bertanam Kencur. Serambi Indonesia. 15 :3 . Rukmana. 1994 . Kencur. Kanisius. Yogyakarta.
Mulyono. Marwati & Sri Yuliani. 1994. Kencur. Edisi Khusus Balittro.
Heyne. K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia . Ed ke-1 . Departemen Kehutanan .
Haryono. B. . Sudarmadji & Suhardi. 1986. Analisis untuk bahan Makanan dan Pertanian . Ed . Ke-3 . Liberty. Yogyakarta.
Balai Penelitian tanaman Rempah clan Obat. 1994 . Pedoman Analisis Rempah- rempah dan Obat . Balittro. Bogor.
Guenther. 1952. The Essential Oil of the Plant Fammilies Essential Oil. Vol I Robert E Krueger. London .
No Kode Koleksi Kadar Serat (%)
1 03 3,65
2 06 4,85
3 07 5.20
4 1 1 6,05
5 08 7.68
67 -~ 17
19 8,08
9.13
8 13 10.44
9 Cb 11 .85