• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

28 3.1.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, jenis Pre-Experimental Design. Desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak pilih secara random. (Sugiyono, 2010:109).

3.1.2. Desain Penelitian

Desain eksperimen penelitian ini adalah One-Group Pretest-Postest Design. Desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. (Sugiyono, 2010:111). Desain eksperimen dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Sebelum Perlakuan Sesudah

O1 X O2

Gambar 3.1.Desain Penelitian One-Group Pretest-Postest

Keterangan :

O1 = nilai pretest sebelum pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inquiry dan pemanfaatan KIT IPA.

O2 = kondisi setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inquiry dan pemanfaatan KIT IPA.

X = pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inquiry dan Pemanfaatan KIT IPA.

(2)

.

Model eksperimen ini melalui tiga langkah yaitu :

1. Memberikan pretest untuk mengukur variabel terikat (hasil belajar) sebelum treatment atau perlakuan dilakukan.

2. Memberikan perlakuan kepada kelas subyek penelitian yaitu diajar dengan menggunakan model pembelajaran Inquiri dengan KIT IPA.

3. Memberikan posttest untuk mengukur variabel terikat setelah treatment atau perlakuan dilakukan.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1. Lokasi Penelitian

Lokasi yang dipilih oleh penulis dalam penelitian ini adalah di SD Negeri Bringin 01 Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. SD yang terletak di pusat Kota Bringin.

3.2.2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester II/genap tahun pelajaran 2011/2012 dan dilakuan secara bertahap. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April tahun 2012. Adapun jadwal tahap kegiatan dan waktunya dapat dilihat dalam tabel 3.2 di bawah ini:

Tabel 3.1

Jadwal Kegiatan dan Waktu Pelaksanaan Penelitian

No Kegiatan

Waktu

Februari Maret April

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Persiapan

2 Pelaksanaan

3 Analisis Data

4 PenyusunanLaporan

(3)

3.3. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2009:38), variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini. Variabel-variabel tersebut antara lain:

1. Variabel Independen (bebas)

Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen Sugiyono (2008:39).

Variabel independen atau variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan dalam pembelajaran IPA kelas V yaitu metode pembelajaran Inquiry yang ditunjang dengan pemanfaatan KIT IPA. Langkah-langkah metode Inquiri adalah:

a. Orientasi

b. Merumuskan masalah c. Merumuskan Hipotesis d. Mengumpulkan data e. Menguji hipotesis

f. Merumuskan kesimpulan 2. Variabel dependen (terikat)

Merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas Sugiyono (2009:39). Variabel dependen atau variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang meliputi bidang kognitif, afektif dan psikomotor.

Hasil belajar dalam bidang kognitif siswa bisa diukur dengan standar nilai tes. Nilai tes dilakukan setelah dilakukan pembelajaran dengan model Inquiry dengan pemanfaatan KIT IPA.

Hasil belajar afektif siswa bisa diukur menurut sikap siswa. Siswa dalam pembelajaran IPA bisa diamati hasil belajar afektifnya dengan menilai ketertarikan terhadap pembelajaran IPA dengan metode Inquiry dengan pemanfaatan KIT IPA, optimisme terhadap pembelajaran IPA dengan metode

(4)

Inquiry dengan pemanfaatan KIT IPA dan sikap terhadap pembelajaran IPA secara keseluruhan serta kedisiplinan dalam pembelajaran IPA .

Hasil belajar psikomotor siswa bisa dinilai dari aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA dalam metode Inquiry dengan pemanfaatan KIT IPA, meliputi malakukan percobaan tentang Cahaya dalam pembelajaran tersebut dengan mengamati, melakukan, mencobakan, mengelompokkan dan bekerjasama.

3.4. Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas Va SD Negeri Bringin 01 yang diberikan perlakuan pembelajaran untuk menentukan sifat-sifat cahaya dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry dengan KIT IPA. Jumlah siswa kelas Va SD Negeri Bringin 01 adalah 25 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penulis memilih sampel tersebut karena hasil belajar siswa dalam KD mengidentifikasi sifat-sifat cahaya masih belum mencapai KKM padahal kelas ini secara prestasi lebih baik dari kelas Vb.

3.5. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.5.1. Teknik Pengumpulan Data

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor IPA. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah mengadakan pretest, kemudian memberikan perlakuan dengan menggunakan metode inquiry dan pemanfaatan media KIT IPA dalam pembelajaran IPA, memberi penilaian terhadap kinerja siswa yaitu dengan unjuk kerja, memberikan postest pada pada subjek penelitian, dan yang terakhir memberikan angket kepada siswa untuk penilaian afektif .

3.5.2. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan soal tes yang digunakan dalam tes hasil belajar untuk

(5)

mengetahui kemampuan siswa, angket untuk mengetahui hasil belajar afektif dan tes unjuk kerja untuk mengetahi hasil belajar psikomotor dalam penerapan pembelajaran Inquiri dan pemanfaatan KIT IPA di SD Negeri Bringin 01 Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012

3.5.2.1. Tes

Menurut Sukmadinata (2011:53) Tes adalah alat pengumpul data yang bersifat mengukur yang hasilnya berupa angka, memerlukan standarisasi instrumen dan biasanya digunakan dalam penelitian kuantitatif . Tes digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar kognitif IPA pada siswa kelas VA SD N Bringin 01 yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pengajaran.

Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Tes Sebelum Uji Validitas

Standar Kompetensi

(SK)

Kompetensi

Dasar (KD) Indikator Bentuk dan Nomor Soal 6. memahami

sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya

6.1

Mendiskripsikan sifat-sifat cahaya

1.1.1 Siswa diberikan soal untuk dapat mendiskripsikan tentang pengertian cahaya

pilihan ganda : 1, 2

1.1.2 Siswa diberikan soal untuk dapat mengidentifikasi sifat-sifat cahaya dan warna cahaya

Pilihan ganda :3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15 21, 23, 25, 26

1.1.3 Siswa diberikan soal menyebutkan contoh peristiwa penguraian cahaya dan sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari

Pilihan ganda :4, 6, 12, 16, 17, 18, 19, 20, 21

1.1.4 Siswa diberikan soal untuk dapat menyebutkan manfaat cahaya sesuai dengan sifat-sifatnya.

Pilihan ganda : 20, 22, 23, 24, 27, 28, 29, 30

3.5.2.2 Angket

Menurut Sukmadinata (2011). Angket merupakan tehnik pengumpulan data secara tidak langsung ( peneliti tidak langsung bertanya

(6)

dengan responden), yang berisi pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Siswa hanya memberikan tanda ceklis (Q) sesuai sesuai yang siswa alami. Angket digunakan untuk mengukur hasil belajar afektif siswa.

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Angket Sebelum Uji Validitas

No. Aspek yang diukur Indikator No

Soal

Jenis pertanyaan 1. Ketertarikan terdiri dari :

a. Ketertarikan terhadap Pelajaran IPA

b. Ketertarikan teradap metode pembelajaran Inquiri dengan KIT IPA

1. Suka terhadap pelajaran IPA 2. Senang belajar sambil

bermain tentang IPA 3. Mengajukan pertanyaan saat

belajar IPA

4. Suka terhadap metode Inquiry dengan KIT IPA

5. Suka belajar IPA dengan melakukan percobaan

1,2, 3 4,5 6, 7 8,9,10 11

Positif Positif Positif Positif Positif

2. Optimisme yang terdiri dari : a. Optimisme terhadap

pelajaran metode pembelajaran Inquiri dengan KIT IPA

b. Optimisme terhadap hasil belajar yang diperoleh

1. Selalu siap untuk belajar IPA dengan percobaan

2. Merasa lebih mudah jika belajar IPA dengan

melakukan percobaan secara runtut seperti dalam metode Inquiry.

3. Mengangap IPA adalah pelajaran yang mudah dipahami jika dilakukan dengan percobaan 4. Merasa mudah dalam

mengerjakan sola jika dilakukan pembelajaran IPA dengan metode Inquiri 5. Hasil belajar akan meningkat

jika pembelajaran IPA dilakukan dengan metode Inquiri dengan KIT IPA

12,13, 14

15 16 17 18

Positif Positif

Positif Positif Positif

3 Sikap dalam pelajaran IPA 1. Selalu tertib dalam belajar IPA

2. Selalu mencatat dalam pelajaran IPA

19 20

Positif Positif

3.5.2.3 Unjuk Kerja

Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini

(7)

cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu. Penilaian ini digunakan untuk mengukur hasil belajar psikomotor siswa.

Tabel 3.4

Kisi-Kisi Penilaian Unjuk Kerja

NO Aspek yang diukur Indikator No

Pertanyaan 1 Melakukan tahap

persiapan dalam percobaan tentang materi CAHAYA

a. Membentuk kelompok dengan disiplin 1a b. Mengambil LKS dan alat peraga dan

menyiapkannya 1b

c. Menyiapkan alat tulis 1c

d. Menyiapkan buku-buku yang bisa menjadi

sumber dalam memperoleh data 1d

2 Melakukan percobaan

tentang CAHAYA a. Merangkai alat peraga dengan supaya

membentuk peristiwacahaya merambat lurus 2a b. Mengelompokkan benda yang termasuk ke

dalam benda tembus cahaya 2b

c. Mengamati pentulan sinar ke kaca dan ke

benda lainnya 2c

d. Membuktikan cahaya dapat dibiaskan. 2d e. Mengidentifikasi warna cahaya dengan

mencoba sehingga mendapatkan penguraian warna

cahaya 2e

3 Menarik kesimpulan. a. Menjawab pertanyaan dalam LKS 3a b. Menyimpulkan hasil percobaan dan

menuliskan dengan baik 3b

c. Maju ke depan kelas mempresentasikan

hasil. 3c

4 Kerjasama a. Bekerjasama dengan kelompok 4a

b. Tepat waktu dalam menyelesaikan tahap

inquiri 4b

c. Komunikasi baik dengan teman. 4c

(8)

3.5.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes 3.5.3.1 Uji Validitas

Arikunto dalam (Sunarto, 2011:97) menyatakan bahwa “validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur”. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010:173).

Mengukur validitas digunakan program komputer SPSS 16 for windows dengan menggunakan Coreected Item-Total Correlation yang merupakan korelasi antara skor item dengan skor total item (nilai rhitung) di bandingkan dengan nilai rtabel. Kriteria soal dikatakan valid, jika nilai rhitung>0,3 (Sugiyono, 2008:178). Uji validitas dalam penelitian ini meliputi uji validitas tes dan angket.

3.5.3.2 Uji Validitas Tes

Hasil dari uji validitas tes digunakan untuk mendapatkan hasil tes yang valid untuk menyusun pre-tes dan post-tes yang benar-benar valid.

Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Instrumen Tes

Item-Total Statistics No soal Corrected Item-

Total Correlation Ket No soal Corrected Item-

Total Correlation Ket

Soal1 .891 valid. Soal16 .727 valid.

Soal2 .781 valid. Soal17 .425 valid.

Soal3 .559 valid. Soal18 .493 valid.

Soal4 .891 valid. Soal19 .328 valid.

Soal5 .801 valid. Soal20 .412 valid.

Soal6 .507 valid. Soal21 .539 valid.

Soal7 .801 valid. Soal22 .891 . valid

Soal8 .891 valid. Soal23 .801 . valid

Soal9 .559 valid. Soal24 .093 .TIdak valid

Soal10 .517 valid. Soal25 .891 . valid

Soal11 .286 Tidak valid. Soal26 .501 . valid

Soal12 .684 valid. Soal27 .114 .TIdak valid

Soal13 .587 valid. Soal28 .821 valid.

Soal14 .358 valid. Soal29 .821 valid.

Soal15 .174 Tidak valid. Soal30 .520 valid.

(9)

Tabel 3.6 Kisi-kisi Soal Pre-test dan Post-test Setelah Uji Validitas Standar

Kompetensi (SK)

Kompetensi

Dasar (KD) Indikator Bentuk dan

Nomor Soal 6.

memahami sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu karya

6.1

Mendiskripsikan sifat-sifat cahaya

1.1.1 Siswa diberikan soal untuk dapat

mendiskripsikan tentang pengertian cahaya

pilihan ganda : 1, 2

1.1.2 Siswa diberikan soal untuk dapat

mengidentifikasi sifat-sifat cahaya dan warna cahaya

Pilihan ganda :3, 5, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 23, 25

1.1.3 Siswa diberikan soal menyebutkan contoh peristiwa penguraian cahaya dan sifat-sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari

Pilihan ganda :4, 6, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19

1.1.4 Siswa diberikan soal untuk dapat menyebutkan manfaat cahaya sesuai dengan sifat-sifatnya.

Pilihan ganda : 20, 21, 22, 24, 26

3.5.3.3 Uji Validitas Angket

Hasil dari uji validitas angket digunakan untuk mendapatkan hasil angket yang valid untuk mengukur penilaian afektif siswa.

SOAL

Corrected Item-Total

Correlation Keterangan SOAL Corrected Item-

Total Correlation Keterangan

Soal1 .859 Valid Soal11 .548 Valid

Soal2 .471 Valid Soal12 .709 Valid

Soal3 .495 Valid Soal13 .492 Valid

Soal4 .724 Valid Soal14 .724 Valid

Soal5 .397 Valid Soal15 .740 Valid

Soal6 .650 Valid Soal16 .435 Valid

Soal7 .471 Valid Soal17 .657 Valid

Soal8 .703 Valid Soal18 .717 Valid

Soal9 .680 Valid Soal19 .517 Valid

Soal10 .445 Valid Soal20 .360 Valid

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Angket

(10)

Hasil uji validitas angket dalam SPSS menunjukkan bahwa soal dalam instrument angket semuanya valid. Sehingga dapat didibuat kisi-kisi angket sebagai berikut :

Tabel 3.8 Kisi-kisi Angket Sesudah Uji Validitas

No. Aspek yang diukur Indikator No

Soal

Jenis Pertanyaan 1. Ketertarikan terdiri dari :

a. Ketertarikan terhadap Pelajaran IPA

b. Ketertarikan teradap metode pembelajaran Inquiri dengan KIT IPA

1. Suka terhadap pelajaran IPA 2. Senang belajar sambil bermain

tentang IPA

3. Mengajukan pertanyaan saat belajar IPA

4. Suka terhadap metode Inquiry dengan KIT IPA

5. Suka belajar IPA dengan melakukan percobaan

1,2 3 4,5

6, 7

8,9,10

11

Positif Positif

Positif

Positif

Positif

2. Optimisme yang terdiri dari:

a. Optimisme

terhadap pelajaran metode

pembelajaran Inquiri dengan KIT IPA

b. Optimisme

terhadap hasil belajar yang diperoleh

1. Selalu siap untuk belajar IPA dengan percobaan

2. Merasa lebih mudah jika belajar IPA dengan melakukan

percobaan secara runtut seperti dalam metode Inquiry.

3. Mengangap IPA adalah pelajaran yang mudah dipahami jika dilakukan dengan percobaan 4. Merasa mudah dalam

mengerjakan sola jika dilakukan pembelajaran IPA dengan metode Inquiri

5. Hasil belajar akan meningkat jika pembelajaran IPA dilakukan dengan metode Inquiri dengan KIT IPA

12,13, 14 15 16 17 18

Positif Positif Positif Positif Positif

3 Sikap dalam pelajaran IPA 1. Selalu tertib dalam belajar IPA 2. Selalu mencatat dalam

pelajaran IPA

19

20 Positif Positif

3.5.3.4 Uji Validitas Pakar

Uji validitas pakar berfungsi untuk menguji instumen yang tidak bisa diuji dengan SPSS. Uji pakar dilakukan oleh ahli yang telah menguasai

(11)

aspek-aspek yang ada dalam instrument. Uji pakar dalam penelitian ini dilakukan untuk instrument unjuk kerja , dan LKS.

Hasil dari Uji Pakar untuk penilian unjuk kerja dapat diuraiakan sebagai berikut:

1. Aspek kesesuaian soal terhadap indikator mendapat nilai 3 dari nilai maksimal 4 dan kesesuaian dengan materi dan metode yang digunakan mendapatkan nilai 4 dari nilai maksimal 4. Sehingga dapat simpulkan aspek materi dalam soal unjuk kerja sudah baik karena nilai mendekati nilai maksimal.

2. Aspek pernyataan yang dibuat ada dalam metode mendapatkan nilai 3 dari nilai maksimal 4, menyeluruh atau kompleksitas soal terhadap metode mendapatkan nilai 4 dari nilai maksimal 4, dan semua aspek terdapat dalam ranah psikomotor mendapatkan nilai 4 dari nilai maksimal 4. Sehingga dapat simpulkan aspek konstruksi dalam soal unjuk kerja sudah baik. karena nilai mendekati nilai maksimal.

3. Aspek kesesuaian bahasa mendapatkan nilai 4 dari nilai maksimal 4. Sehingga dapat simpulkan aspek bahasa dalam soal unjuk kerja sudah baik. karena nilai maksimal

Jika dijumlahkan ketiga aspek tersebut mendapatkan nilai 22 dari nilai maksimal 24. Sementara dari kolom saran dalam uji pakar, secara keseluruhan instrument unjuk kerja ini sudah baik terbukti tidak ada saran untuk ditambahkan ataupun diperbaiki.

Uraian diatas menyimpulkan bahwa instrument unjuk kerja sudah baik dan layak digunkan sebagai instrumen dalam penelitian ini sehingga, tidak perlu diubah. Setelah melalui uji pakar tersebut maka dihasilkan kisi-kisi instrument unjuk kerja yang sama dengan kisi-kisi instrument unjuk kerja sebelumnya yaitu sebagai berikut:

(12)

Tabel 3.9 Kisi-kisi Instrumen Unjuk Kerja Setelah Uji Validitas Pakar

NO Aspek yang

diukur Indikator No

pertanyaan

1

Melakukan tahap persiapan dalam

percobaan tentang materi CAHAYA

a. Membentuk kelompok dengan disiplin 1a b. Mengambil LKS dan alat peraga dan

menyiapkannya 1b

c. Menyiapkan alat tulis 1c d. Menyiapkan buku-buku yang bisa

menjadi sumber dalam memperoleh data 1d

2

Melakukan percobaan tentang CAHAYA

a. Melakukan percobaan tentang cahaya merambat lurus ( merangkai alat peraga

supaya sesuai) 2a

b. Melakukan percobaan tentang cahaya menembus benda bening (mengelompokkan

benda-benda yang termasuk tembus cahaya) 2b c. Melakukan percobaan tentang cahaya

dapat dipantulkan ( mengamati pantuan

senter ke cermin datar den benda lainya) 2c d. Melakukan percobaan tentang cahaya

dapat dibiaskan ( mencobakan tentang peristiwa pembiasan cahaya dengan media air yang lain)

2d

e. Melakukan percobaan tentang warna cahaya (Mencoba sampai mendapatkan

warna cahaya putih yang terurai) 2e

3 Menarik kesimpulan.

a. Menuliskan jawaban dari pertanyaan

di LKS 3a

b. Mengkonsultasikan kelengkapan LKS

kepada guru. 3b

c. Maju ke depan kelas

mempresentasikan hasil 3c

4 Kerjasama

a. Bekerjasama dengan kelompok 4a b. Tepat waktu dalam menyelesaikan

tahap inquiri 4b

c. Komunikasi baik dengan teman. 4c

3.5.4 Uji Reliabilitas Tes

Di samping pengujian validitas terhadap instrumen, juga dilakukan pengujian reliabilitas. Reliabilitas berarti suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instumen tersebut

(13)

sudah dianggap baik (Riduwan,2009:348). Pengujian Reliabilitas menggunakan program komputer SPSS 16 for windows dengan5 menggunakan Gutman Split Half Coefficien. Tingkat reliabilitas instrumen mengunakan kriteria yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2002:155).

Uji Reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan terhadap intrumen tes dan instrument angket. Hasil dari uji reliabilitas instrument tes dan angket adalah sebagai berikut :

Tabel 3.10 Kriteria Reliabilitas Soal

Besarnya nilai r Interpretasi Antara 0,800 sampai dengan 1,00

Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Antara 0,000 sampai dengan 0,200

Tinggi Cukup Agak Rendah Rendah

Sangat rendah (tidak berkorelasi)

Tabel 3.11 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha Cronbach's Alpha Based on

Standardized Items N of Items

.921 .936 30

Berdasarkan tabel 3.11 dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas instrument motivasi belajar sebesar 0,921 termasuk dalam kategori tinggi.

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa instrumen Tes layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian.

Tabel 3.12 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Angket

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha Cronbach's Alpha Based on

Standardized Items N of Items

.919 .924 20

Berdasarkan tabel 3.12 dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas instrument motivasi belajar sebesar 0,919 termasuk dalam kategori tinggi.

(14)

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa instrumen Angket layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian.

3.6 Teknik Analisis Data

3.6.1 Analisis Data untuk Aspek Kognitif 3.6.1.1 Tahap Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Uji Normalitas digunkan untuk menguji hasil pretes dan postes dari subjek penelitian. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov kriterianya adalah signifikansi untuk uji dua sisi hasil perhitungan lebih besar dari > 0,05 berarti berdistribusi normal dengan menggunakan program komputer SPSS 16 for windows.

3.6.1.2 Uji Beda (Uji t)

Menurut (Riduwan & Sunarto, 2009) tujuan uji t dua variabel bebas adalah untuk membandingkan (membedakan) apakah kedua variabel tersebut sama atau berbeda. Gunanya untuk menguji kemampuan generalisasi (signifikasi hasil penelitian yang berupa perbandingan dua rata-rata sampel).

Uji beda atau t-test yang digunakan adalah paired sample t test.

Paired sample t test digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua sampel yang berpasangan. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara pretes dan postes kelas Va SD Negeri Bringin 01 Kecamatan Pabelan. Melalui uji t untuk adakah perbedaan sebelum dan sesudah penelitian menggunakan t hitung U t tabel maka ada perbedaan sebelum dan sesudah penelitian, jika –t hitung < -t tabel > -t tabel berarti tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah penelitian.

Cara yang selanjutnya yaitu berdasar nilai thitung selanjutnya dilihat dengan signifikasi. Jika diperoleh signifikasi >0,05 (V) maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berarti tidak ada perbedaan pre-test dan post-test. Penggunaan metode pembelajaran Inquiri dan pemanafaatan KIT IPA dalam

(15)

pembelajaran IPA. Akan tetapi, jika signifikasinya <0,05 (V) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian ada perbedaan pretest dan posttest metode pembelajaran Inquiry dan pemanfaatan KIT IPA dalam pembelajaran IPA.

3.6.2 Analisis Data untuk Aspek Afektif dan Psikomotor 3.6.2.1 Analisis Deskriptif

Menurut Sugiyono (2009:147), analisa deskriptif di gunakan untuk menganalisa sejumlah data yang dikumpulkan dalam penelitian sehingga memperoleh gambaran mengenai keadaan suatu subyek yang di teliti.

Dalam analisis deskriptif ini digunakan ukuran rata-rata hitung (mean), nilai maksimum, minimum dari subjek penelitian.

Analisis deskriptif digunakan untuk mengukur ke efektifan metode pembelajaran Inquiry dan pemanfaatan KIT IPA dalam aspek afektif dan psikomotor. Metode pembelajaran Inquiry dan pemanfaatan KIT IPA dikatakan efektif jika nlai afektif siswa yang diambil dari angket : 13 dengan kategori baik dan Metode pembelajaran Inquiry dan pemanfaatan KIT IPA juga dikatakan efektif jika nilai psikomotor siswa yang diambil dari nilai atau skor unjuk kerja : 43 dengan kategori baik.

3.6.3 Tahap Pengujian Hipotesis

Tahap pengujian hipotesis dalam penelitian ini untuk aspek kogntif menggunakan uji normalitas dan uji t dari data pretes dan postes. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov kriterianya adalah signifikansi untuk uji dua sisi hasil perhitungan lebih besar dari > 0, 05 berarti berdistribusi normal. Setelah data dinyatakan normal maka dilakukan uji t

Menurut (Sogiyono) tujuan uji t dua variabel bebas adalah untuk membandingkan (membedakan) apakah kedua variabel tersebut

(16)

sama atau berbeda. Gunanya untuk menguji kemampuan generalisasi (signifikasi hasil penelitian yang berupa perbandingan dua rata-rata sampel). Pengujian hipotesis untuk aspek kognitif untuk mengetahui ke efektifan variabel depeden yaitu menggunakan uji t paired sample t test (digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata antara dua sampel yang berpasangan) yang outputnya meliputi output Paired Samples Statistics, Paired Sample Corelation, Output Paired Sample Test. Jika pada output Paired Samples Statistics menyatakan rata-rata nilai sebelum perlakuan lebih rendah daripada sesudah perlakuan, kemudian dari Paired Sample Corelation dinyatakan nilai korelasi mendekati 1 atau > 0,5 maka dinyatakan ada hubungan dari kedua hasil tersebut dan dari output Paired Samples Statistics dinyatakan bahwa t hitung U t tabel maka ada perbedaan sebelum dan sesudah penelitian, berdasar signifikasi < 0,05 (V) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti ada perbedaan pre-test dan post-test. Jika ketiga output tersebut menyatakan demikian maka penerapan metode inquiry dan pemanfaatan media KIT IPA efektif terhadap hasil belajar kognitif siswa.

Sementara untuk aspek afektif dan psikomotor menggunakan analisis deskriptif. Data yang ditampilkan dalam analisis deskriptif ini adalah rata-rata hitung (mean), nilai maksimum, dan nilai minimum dari subjek penelitian. Semua itu dibandingkna atau diukur dengan batas minimum rata-rata dari hasil angket yaitu : 13 dengan kategori baik. Sehingga jika hasil dari agket mencapai hasil : 13 maka hipotesis diterima atau metode inquiry dan pemanfaatan media KIT IPA efektif terhadap hasil belajar afektif siswa. Aspek psikomotor dihitung dengan batas minimal : 43 dengan kategori baik. Sehingga jika nilai atau skor hasil penilaian unjuk kerja : 43 maka hipotesis diterima atau metode inquiry dan pemanfaatan media KIT IPA efektif terhadap hasil belajar psokomotor siswa.

Referensi

Dokumen terkait

Model fluida mosaik mengusulkan bahwa protein integral membran memiliki gugus R asam amino yang bersifat hidrofobik pada permukaan protein yang akan

Disajikan gambar penampang melintang salah satu organ pada tumbuhan, siswa dapat menjelaskan fungsi bagian yang ditunjuk.

Secara garis besar, target pemakai pada Library and bar hotel resort The Sanchaya adalah dewasa dan merupakan turis mancanegara yang dapat dibedakan antara Tamu

Hasil penelitian lain menurut Masturoh (2014) menunjukan bahwa ibu hamil dengan usia &lt; 20 tahun dan &gt; 35 tahun mempunyai resiko terjadi pre eklampsi 7,9

Dalam penerapan citra visual batik pada bentuk dan massa bangunan sebagai salah satu elemen perancangan kawasan Kampung Batik Jetis ada banyak hal yang

bermacam bentuk, seperti gerakan separatis dan lain-lain, antara lain: Gerakan Separatis dengan lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan

bahwa Negara Indonesia telah mengesahkan Konvensi tentang Hak Anak dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 yang harus ditindak lanjuti oleh Pemerintah dalam upaya

PROGRAM PENGAWASAN INTERN AKUNTABILITAS KEUANGAN NEGARA DAN PEMBINAAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH SASARAN TARGET RENCANA 2011. PRAKIRAAN MAJU RENCANA