media komunikasi indonesia power
6
2015
edisi
UPJP PRIOK
Asset Operator Terbaik
Menuju World Class
Services Company
Kantin Maslahat
Sajikan Hanya yang Halal dan Sehat
Implementasi 5E
editorial
T
anpa terasa, kita sudah berada di penghujung tahun 2015. Banyak peristiwa yang sudah kita lalui bersama sepanjang tahun 2015. Di setiap peristiwa tersebut, kita selalu dapat memetik sebuah pelajaran dan pengalaman yang bisa menjadi bekal untuk menghadapi tantangan demi tantangan di masa yang akan datang. Namun, rasa syukur terbesar patut kita panjatkan kepada Sang Pencipta atas segala pencapaian yang berhasil kita raih bersama di tahun ke-20 Indonesia Power berdiri. Kabar baik pun datang dari unit kita, UPJP Priok, yang menutup tahun 2015 ini dengan prestasi dan kinerja yang baik. Sepak terjang UPJP Tanjung Priok dalam mengelola tiga blok unit PLTGU sekaligus mampu menjadikan ketigablok asuhannya—khususnya Blok 3 sebagai unit yang andal dan berkinerja ekselen. Kerja keras Tim UPJP Priok pun mendapatkan apresiasi dari PLN UPJB selaku asset manager dengan menobatkan UPJP Priok sebagai Asset Operator Terbaik ke-2 di tahun 2015.
Kabar baik lainnya datang dari unit pembangkit yang berada di bagian selatan Provinsi Banten, UJP Banten 2 Labuan. Dengan kerja keras dan semangat yang tak pernah surut dari Tim UJP Banten 2 Labuan, PLTU Labuan mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dan menjadikan PLTU Labuan sebagai Pembangkit FTP I yang pertama kali memiliki kinerja terbaik. Hingga saat ini, dengan keandalannya, PLTU Labuan sangat berperan dalam memasok listrik dan menjaga tegangan listrik di wilayah Banten bagian Selatan.
Di tengah segala pencapaian tersebut, Indonesia Power pun tak pernah mengabaikan kewajibannya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Melalui program CSR Kampung Sehat, Indonesia Power UPJP Priok telah membantu meningkatkan kualitas lingkungan RW yang berada di Kelurahan Tanjung Priok dan Warakas melalui perbaikan fasilitas dan infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat di lingkungan tersebut.
Seluruh pencapaian di tahun 2015 ini diharapkan tak sekedar hanya menjadi prestasi semata. Namun, diharapkan dapat menjadi cambuk bagi Indonesia Power untuk terus berkarya, memberikan kontribusi positif dan terbaik bagi negeri ini. Khususnya, bagi industri ketenagalistrikan nasional. Dengan bekal pengalaman tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya, kita songsong tahun 2016 dengan penuh semangat dan kerja keras untuk mewujudkan visi Indonesia Power sebagai Perusahaan Energi yang Terpercaya.
Selamat Tahun Baru 2016!
daftar isi
Alamat Redaksi:
Gedung Indonesia Power Lt.3 Bidang Komunikasi Korporat
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.18, Jakarta 12950 Tel. (62-21) 526 7666 Fax. (62-21) 575 1923 [email protected]
3 SAJIAN UTAMA
- UPJP PRIOK, Asset Operator Terbaik Menuju World Class Sevices Company
- Sertifikasi SDM untuk Peningkatan Kompetensi dan Keselamatan Kerja
- Pembangkit Masa Depan yang Ramah Lingkungan
- Implementasi 5E. Budayakan Efisiensi Energi - PLTU Banten 2 Labuan:
Keandalan Pembangkit FTP I
16 KIlAS bERITA
Kegiatan-kegiatan PT Indonesia Power20 PROfIl
PLTGU Tanjung Priok Blok 3 Kapasitas Besar, Efisiensi Tinggi22 ANTAR KITA
PLTGU Tanjung Priok Blok 3 di Mata Para Ujung Tombak24 IP bERSIH
Vendor Meeting Indonesia Power Tahun 2015: Membuka Katup Komunikasi Perusahaan26 TEKNOlOgI
Teknologi Advance untuk PLTGU Tanjung Priok Blok 327 CSR
Program Hijaunesia Kampung Sehat Wujudkan Warakas Hijau, Sehat, dan Mandiri28 IP SEHAT
Kantin Maslahat Sajikan Hanya yang Halal dan SehatPelindung : Direksi PT INDONESIA POWER Penanggung Jawab : Sekretaris Perusahaan Pemimpin Redaksi : KBIDKOM
Redaktur Pelaksana : Elza Febrianto Sekretaris Redaksi : Haldi Ra’uf Staf Redaksi : Sigid Endro Winarno Fotografer : Maryani
Sirkulasi : Suntarti Koordinator
Peliputan Unit Bisnis : Seluruh MKAD, MADM dan MSMH Konsultan Media : INTEGRITI, PT Integra Cipta Kreasi
T/F: (021) 2765 0747
Editor : M. Pamungkas
Reporter : Dyota Laksmi T., Abdullah Baraja,
Novita Puspa, Fathurrahman Jamil
Kreatif : Andunk Bayumurti
Fanina Andini
Kepala Bidang Komunikasi Korporat PT Indonesia Power
P
esatnya laju pertumbuhan ekonomi membawa konsekuensi pada meningkatnya kebutuhan akan energi listrik. Dimana, untuk mampu menyokong pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6% per tahun harus ditopang oleh pertumbuhan energi listrik sebesar 1,5 kalinya. Ketersediaan pasokan listrik pun menjadi prioritas negara yang mendorong Pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata guna menjamin ketersediaan pasokan listrik yang memadai. Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan PLTGU Tanjung Priok Blok 3.ASSET OPERATOR
Kehadiran Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok Blok 3 merupakan wujud komitmen Pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat. Khususnya, masyarakat
yang berada dalam wilayah operasional subsistem Bekasi-Priok. Bersama dengan dua blok pendahulunya (Blok 1 dan Blok 2), Blok 3 men-support subsistem Bekasi-Priok 150 KV dan, secara tidak langsung, turut menopang sistem kelistrikan Jawa-Bali. Blok 3 yang berada dalam wilayah kerja Indonesia Power UPJP Priok ini merupakan pembangkit yang asetnya dimiliki oleh PT. PLN (Persero). Sementara, pengelolaan aset terkait kebutuhan energi primer dan suku cadang dilaksanakan oleh PT. PLN Unit Pembangkitan Jawa Bali (UPJB) sebagai asset manager-nya.
Sedangkan untuk pengelolaan operasional dan pemeliharaan (operation & maintenance - O&M), dipercayakan kepada Indonesia Power—dalam hal ini adalah UPJP Priok yang bertugas sebagai asset operator.
Tugas sebagai asset operator ini telah diamanahkan kepada UPJP Priok sejak Blok 3 berdiri di tahun 2012 lalu.
Adapun tugas utama UPJP Priok sebagai asset operator adalah mengelola dan mengoptimalisasi aset milik PLN yang ada di Blok 3 sehingga bisa beroperasi secara optimal dan menghasilkan energi sesuai dengan harapan PLN. Harapan ini terurai dalam target-target kinerja yang telah ditetapkan oleh PLN dan termaktub dalam kontrak kerja antara Indonesia Power dengan UPJB.
KONTRIbUSI dAN KINERJA
Dalam subsistem Bekasi-Priok, PLTGU Priok secara keseluruhan memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pasokan listrik. Hampir 80% kebutuhan listrik subsistem
Bekasi-UPJP PRIOK
Asset Operator
Terbaik
Menuju
World Class
Sevices Company
Blok 3 menjadi bangunan “pencakar langit” di pesisir utara Jakarta
Dari tahun ke tahun, kinerja Blok 3 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kinerja ini diukur berdasarkan keandalan unit, yaitu Equivalent Ability Factor (EAF) dan jumlah gangguan yang terjadi, yaitu Equivalent First Outage Rate (EFOR). Untuk EAF, di tahun 2013 terukur sebesar 82,57. Nilainya meningkat menjadi 90,61 di tahun 2015 dan diestimasi dapat mencapai 94,37 di akhir tahun 2015. Sebaliknya, EFOR yang mengindikasikan b e s a r a n g a n g g u a n y a n g t e r j a d i menunjukkan terjadinya penurunan angka dari tahun ke tahun. Tahun 2013, EFOR masih menunjukkan angka berdigit dua, yaitu 12,36. Penurunan signifikan terjadi di tahun 2014, dimana EFOR menunjukkan angka 0,87. Hingga akhir tahun 2015, diestimasi EFOR akan tetap berada di bawah angka satu.
“Untuk EFOR, Kami telah berhasil melampaui target. Target yang ditetapkan itu 1,58 dan Kami bisa mencapai di bawah angka satu,” jelas Tri Tjahjonoputro, General Manager UPJP Priok.
Kinerja positif Blok 3 ini pun telah membawa UPJP Priok sebagai Asset Operator Terbaik ke-3 di antara pembangkit-pembangkit yang berada di bawah naungan UPJB, pada tahun 2014. Penghargaan yang sama kembali diraih UPJP Priok di Tahun 2015, yaitu sebagai Asset Operator Terbaik ke-2.
dUKUNgAN TEKNOlOgI
Keandalan performa Blok 3 ini tak terlepas dari dukungan teknologi yang ditancapkan pada mesin turbin gas yang digunakan. Dalam operasional PLTGU, mesin turbin gas atau yang sering disebut dengan istilah GT (Gas Turbine) tak ubahnya nyawa dari pembangkit. GT merupakan komponen utama yang dioperasikan untuk dapat menghasilkan energi listrik.
Pada Blok 3, GT yang digunakan merupakan produk advance dari Mitsubishi, yang telah mengusung teknologi terbaru. Tidak hanya berkapasitas besar (240 MW), GT tipe M701F ini memiliki efisiensi yang tinggi dan kemampuan akselerasi kenaikan beban yang cepat. Selain kemampuan mesin GT yang mumpuni, efisiensi Blok 3 juga disokong oleh kinerja turbin uap.
Turbin uap dengan kapasitas 260 MW bekerja dengan memanfaatkan gas buangan Priok ditopang oleh PLTGU Priok.
Kebutuhan listrik subsistem Bekasi-Priok adalah sekitar 1.900 MW dan sekitar 1.600 MW dipenuhi oleh PLTGU Priok.
Dari 1.600 MW yang dipenuhi oleh PLTGU Priok, sebesar 700 MW dipenuhi oleh Blok 3 dan sisanya dipenuhi oleh Blok 1 dan Blok 2. Selain sebagai Peaker, Blok 3 juga sangat diandalkan sebagai Load Follower pada sistem kelistrikan Jawa Bali.Dengan kontribusi yang besar, PLTGU Priok sangat diandalkan oleh PT. PLN P2B sebagai user energi listrik yang dihasilkan PLTGU Priok.
dari turbin gas untuk menghasilkan energi listrik. Dengan komposisi dua GT dan satu turbin uap, kapasitas terpasang Blok 3 mencapai 740 MW dengan efisiensi sebesar 56%. “Untuk mencapai efisiensi yang tinggi, kedua mesin turbin (gas dan uap) memang harus dioperasikan. Jika tidak, pembangkit tidak bekerja dengan kapasitas maksimal,” tambah Pelita Pakpahan, Kepala Divisi Jasa Pembangkitan Indonesia Power.
Sementara dari sisi akselerasi kenaikan beban, Blok 3 bisa dengan cepat menyuplai energi listrik ke jaringan karena waktu
Tri Tjahjonoputro
General Manager UPJP Priok
“
Untuk EfOR, Kami telah
berhasil melampaui
target. Target yang
ditetapkan itu 1,58 dan
Kami bisa mencapai di
bawah angka satu
”
yang dibutuhkan untuk start/stop-nya pun relatif cepat. Sebagai perbandingan, jika PLTU membutuhkan waktu start/stop sekitar 8—12 jam, PLTGU Priok Blok 3 hanya membutuhkan waktu 25 menit.
Kelebihan lain dari PLTGU adalah efisien dari sisi sistem dan SDM-nya. Karakteristik PLTGU tidak seperti PLTU yang begitu kompleks. Dimana, PLTGU tidak membutuhkan banyak SDM, terutama operator, karena sudah didukung oleh teknologi tinggi dan sebagian besar peralatan dioperasikan secara otomatis. Selain itu, pembangunan PLTGU juga tidak membutuhkan lahan yang luas. “Karena efisiensinya yang tinggi, Blok 3 dioperasikan hampir tiada henti (continuos operation). Bahkan, saat off peak (beban rendah) sekalipun, Blok 3 tetap beroperasi,” ungkap Tri.
MENUJU WORld ClASS SERvICES COMPANy
Sebagai unit baru dengan fungsi Peaker dan Load Follower, pengelolaan Blok 3 tentunya menghadirkan tantangan tersendiri bagi Tim UPJP Priok. Di antara tantangan yang
Penghargaan Asset Operator Terbaik yang diraih UPJP Priok di tahun 2014 dan 2015
ada adalah kebutuhan suku cadang yang tidak lagi didukung oleh kontrak jangka panjang. Kendati demikian, kebutuhan suku cadang secara periodik tetap harus bisa terpenuhi.
Kemudian, menjaga keandalan juga menjadi hal yang utama dalam upaya meningkatkan kinerja Blok 3. Karena itu, UPJP Priok telah berkomitmen untuk melaksanakan tata kelola aset, termasuk di dalamnya adalah life cycle management. Perencanaan jangka panjang untuk Blok 3 dapat dilaksanakan dengan adanya life cycle management tersebut.
Tantangan berikutnya adalah upaya meningkatkan efisiensi dan kapasitas Blok 1 dan Blok 2 sehingga kedua blok eksisting ini lebih kompetitif. “Terlebih lagi, dengan adanya rencana pembangunan Blok 4 yang memiliki spesifikasi kurang lebih sama dengan Blok 3 dan dengan efisiensi yang diharapkan bisa lebih tinggi lagi,” ujar Tri. “Karena itu, jika Blok 1 dan Blok 2 tidak ditingkatkan, bukan tak mungkin peran kedua blok ini dapat bertambah redup
Komplek Blok 3 PLTGU Tanjung Priok
Pelita Pakpahan
Kadiv Jasa Pembangkitan Indonesia Power
karena harus bersaing dengan Blok 3 dan Blok 4 yang memiliki karakteristik lebih unggul,” lanjut Tri.
Selain itu, Tim UPJP Priok juga melakukan sejumlah inovasi terhadap komponen-komponen pembangkit di Blok 3. Di antaranya, penambahan water droplet eliminator pada air intake filter serta melakukan reverse enginering untuk media filter pada air intake filter dan flexible joint. Reverse enginering memungkinkan penggunaan produk lokal dengan kualitas yang sama. Penggunaan produk lokal dapat memangkas waktu pengiriman peralatan— yang sebelumnya dikirim dari luar negeri sekaligus menghemat biaya pengiriman. Upaya menjaga keandalan Blok 3 dan juga Blok 1 dan Blok 2 merupakan langkah untuk menjadikan PLTGU Priok sebagai pembangkit kelas dunia (world class company). Kinerja pembangkit yang selama ini telah dinilai positif, baik oleh asset owner maupun asset manager, pun dapat menambah portofolio Indonesia Power sebagai perusahaan jasa pembangkitan yang andal dan terpercaya.
sajia n utama
Komplek Blok 3 PLTGU Tanjung Priok
Sertifikasi SDM
untuk Peningkatan Kompetensi
dan Keselamatan Kerja
TERSERTIfIKASI
Secara umum, SDM di lingkungan PLTGU Priok dibedakan atas dua jenis pekerjaan, yaitu teknis dan nonteknis. Di sisi teknis, sudah tentu digawangi oleh SDM-SDM yang terjun langsung di bidang pembangkitan, seperti operator dan teknisi. Mereka inilah yang menjadi ujung tombak dalam kelangsungan operasional PLTGU.
di balik keandalan Operation & Maintenance PlTgU Priok
blok 3, terdapat SdM-SdM andal dan profesional yang
bekerja dengan tangan dingin mereka. Tidak hanya itu, kerja
keras dan semangat mereka untuk berkontribusi positif bagi
kemajuan negeri ini pun mampu membawa PlTgU Priok pada
performa terbaiknya.
Namun, keberadaan SDM nonteknis pun tak kalah penting, terutama perannya dalam menjalankan tugas dari sisi manajemen. Keduanya harus senantiasa berkoordinasi sehingga tercipta sinergi harmonis yang dapat mewujudkan pembangkit berkinerja ekselen.
“UPJP Priok ini dimotori oleh SDM-SDM profesional yang memiliki bekal kompetensi di bidangnya. Terutama, mereka yang berada di bagian pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit,” terang Sabtanto Nugroho, Manajer Keuangan dan Administrasi UPJP Priok.
Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya sertifikasi kompetensi melalui Hakit, mulai dari Level 1 sampai Level 3, untuk pegawai di bidang Operasi. Sedangkan untuk pegawai di bidang Pemeliharaan, Sabtanto mengungkapkan bahwa mereka telah memiliki sertifikasi Predictive Maintenance. Sertifikasi ini akan dilakukan secara berkala sehingga akan dilakukan pengujian ulang untuk sertifikasi yang sudah habis masa berlakunya.
PERCEPATAN KOMPETENSI
P a d a k e s e m p a t a n t e r p i s a h , Tr i Tjahjonoputro—General Manager UPJP Priok menyampaikan bahwa UPJP Priok telah memiliki perencanaan untuk pengembangan kompetensi SDM-nya. Pengembangan kompetensi dilaksanakan setiap tahun melalui pendidikan dan pelatihan, baik yang sifatnya teknik untuk peningkatan kompetensi inti maupun non teknis untuk peningkatan kompetensi dari sisi manajemen.
Saat ini, UPJP Priok tengah melakukan percepatan kompetensi bagi para karyawan, terutama yang bergelut di bidang teknis. Percepatan kompetensi i n i s a n g a t d i b u t u h k a n b a g i p a r a karyawan baru agar dapat menguasai keahlian di bidangnya dalam waktu singkat.
“Jika dalam kondisi normal, kompetensi itu bisa dicapai dalam 3—4 tahun. Maka dengan percepatan, kompetensi bisa dikuasai dalam waktu 1—2 tahun. Program percepatan ini pun didukung oleh Indonesia Power Kantor Pusat,” jelas Tri.
Sekalipun kompetensi teknis merupakan hal utama bagi para operator dan teknisi,
mereka tetap harus dibekali kemampuan nonteknis yang dapat mendukung kinerjanya. Salah satu kemampuan nonteknis yang harus mereka kuasai adalah kemampuan berkomunikasi. Lantaran, mereka harus menjalin komunikasi yang baik dalam melakukan koordinasi dengan lintas bidang maupun dengan pihak eksternal, seperti PLN P2B sebagai pelanggan utama.
SHARINg KNOWlEdgE
Salah satu cara peningkatan kompetensi yang cukup jitu adalah dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sesama pelaku di bidang pembangkitan serta melakukan update teknologi secara rutin. Adanya kebutuhan akan sebuah wadah sharing knowledge telah mendorong UPJP Priok untuk bergabung dalam forum Mitsubishi User Conference.
Forum ini beranggotakan para pengelola/ operator pembangkit sejenis dari seluruh negara. Yang dimaksud pembangkit sejenis adalah pembangkit-pembangkit yang menggunakan mesin bertipe F keluaran Mitsubishi. Forum yang digelar setiap tahun ini memberikan kesempatan kepada Tim UPJP Priok untuk berbagi pengalaman dan ilmu seputar pengelolaan mesin, menggali, mengadaptasi, serta memodifikasi dari solusi-solusi yang ada untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi saat operasional pembangkit.
Tak hanya menghadirkan tantangan, Blok 3 telah membuka kesempatan bagi Tim UPJP Priok untuk dapat mempelajari teknologi terkini dalam industri pembangkitan. “Namun, lebih dari sekedar mencetak SDM-SDM unggul yang mampu mengoperasikan pembangkitan berteknologi tinggi dengan andal, peningkatan kompetensi juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, baik bagi personel maupun bagi unit pembangkitan itu sendiri,” tutup Sabtanto.
Kompetensi dan sertifikasi harus dimiliki karyawan bidang teknis dan nonteknis
Sabtanto Nugroho
Manajer Keuangan dan Administrasi UPJP Priok
sajia n utama
KOMITMEN TERHAdAP lINgKUNgAN
Lokasinya yang berada di tengah Ibukota Jakarta merupakan salah satu alasan pembangunan PLTGU Tanjung Priok. Selain karena ketersediaan lahan yang terbatas, PLTGU lebih bersahabat bagi lingkungan sehingga tidak menimbulkan emisi udara yang akan membahayakan masyarakat sekitarnya.
PlTgU Tanjung Priok blok 3 digadang-gadang sebagai
pembangkit energi listrik masa depan. Selain berkapasitas
besar dan memiliki efisiensi yang tinggi, pembangkit ini
sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi
yang dapat mencemari lingkungan.
Pembangkit
Masa depan yang
Ramah lingkungan
Area UPJP Priok
K e t i a d a a n e m i s i i n i d i k a r e n a k a n pembangkit jenis combined cycle ini menggabungkan fungsi PLTG dengan PLTU. Dimana, ketika turbin gas bekerja akan menghasilkan limbah gas yang, kemudian akan dimanfaatkan oleh turbin uap. Alih-alih dilepaskan ke udara yang bisa menyebabkan polusi, gas buangan yang
Tri Tjahjonoputro bangga atas keberhasilan UPJP Priok meraih Proper Hijau
temperaturnya bisa mencapai 5000C ini
digunakan untuk memanaskan air murni sehingga menghasilkan uap. Uap inilah yang akan menggerakkan turbin uap sehingga menghasilkan energi listrik.
Disamping itu, PLTGU Priok juga telah dilengkapi dengan peralatan pengelolaan limbah yang memadai. Hal ini kian diperkuat oleh komitmen PLTGU Priok untuk melaksanakan sistem manajemen lingkungan dalam melaksanakan pengelolaan lingkungannya serta selalu berupaya untuk menerapkan 3R—Reduce, Reuse, Recycle.
lingkungan sesuai yang ditetapkan dalam peraturan. Hal ini dinilai dari efisiensi energi dari unit Kami, penanganan limbahnya, komitmen Kami untuk menjaga keanekaragaman hayati, serta pengelolaan dan pengembangan CSR dan community development,” urai Tri Tjahjonoputro, General Manager UPJP Priok.
Yang utama dari Proper ini adalah konsistensi dalam melaksanakaan pengelolaan dan peningkatan kualitas lingkungan di sekitar UPJP Priok melalui perbaikan dan inovasi yang dilakukan secara berkesinambungan.
demikian, program ini memfokuskan pada penghijauan, kesehatan, serta bidang umum seperti perilaku masyarakat, fasilitas umum, dan pemberdayaan masyarakat.
Program Kampung Sehat sebagai program unggulan ini didukung pula oleh program-program pemberdayaan masyarakat lainnya yang digulirkan oleh UPJP Priok. Di antaranya, sosialisasi dan pengembangan bank sampah, daur ulang plastik-plastik bekas, serta pembuatan pupuk kompos.
Komitmen UPJP Priok untuk menjaga dan mengelola lingkungan sekitar ini pun telah diakui oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI. Hal ini ditandai dengan diraihnya Proper Hijau oleh UPJP Priok di tahun 2015 ini.
PROPER HIJAU
Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh KLH. Program yang dilaksanakan sejak tahun 1995 ini bertujuan untuk mendorong serta meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan. Selain itu, juga untuk menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, serta pengembangan masyarakat.
“Dengan diraihnya Proper Hijau, berarti Kami telah taat 100% terhadap baku mutu
Lantaran, penilaian terhadap pengelolaan lingkungan ini pun selalu berubah setiap tahunnya sehingga perusahaan hendaknya melakukan terobosan dalam upaya pelestarian dan pemberdayaan lingkungan.
PROgRAM UNggUlAN
Untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan, UPJP Priok telah memiliki program-program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang, tentunya, berada di bawah naungan program CSR dan comdev korporat. Di antara program tersebut, adalah Program Kampung Sehat yang menjadi salah satu program prioritas dari UPJP Priok.
Melalui program yang diluncurkan pada bulan Agustus 2015 ini, UPJP Priok ingin mewujudkan lingkungan hidup yang sehat, baik secara jasmani, jiwa, dan sosialnya di wilayah Tanjung Priok. Dengan
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan program-program tersebut (CSR dan comdev) dalam rangka mewujudkan lingkungan dan masyarakat yang sehat secara menyeluruh, baik jiwa, jasmani, maupun sosialnya. Dengan peningkatan dan improvement yang kami lakukan secara berkesinambungan diharapkan mampu mendorong pencapaian nilai proper yang lebih baik lagi, yaitu Proper Emas,” harap Tri. Selain Proper Hijau dari KLH, UPJP Priok juga meraih penghargaan Apresiasi Lingkungan di tahun 2015 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari Pemprov DKI Jakarta, UPJP Priok juga dianugerahi Penghargaan Tertib K3 serta sertifikat dan bendera emas SMK3 dari Kemenaker. Hal ini menjadi indikasi bahwa UPJP Priok sangat peduli dengan keselamatan kerja. Dimana, UPJP Priok mampu mempertahankan jam nihil kecelakaan (zero accident) selama periode tahun 2012—2014 lalu.
Foto bersama para penerima Penghargaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2015 Provinsi DKI Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Trophy Penghargaan Pengelolaan
Lingkungan Hidup Tahun 2015 Provinsi DKI Jakarta yang diterima UPJP Priok
sajia n utama
Implementasi 5E
Budayakan Efisiensi
Energi
bUdAyA EfISIEN P r o g r a m 5 E m e r u p a k a n l a n g k a h nyata Perusahaan dalam menghadapi d i b e r l a k u k a n n y a P r o g r a m P B R (Performance Based Regulatory) dari Pemerintah pada tahun 2017. Program ini berangkat dari pemikiran akan pentingnya efisiensi dalam dunia pembangkitan, t e r u t a m a t e r k a i t d e n g a n u p a y a penghematan biaya pokok produksi. Pemikiran itu pun didasarkan pada kondisi, dimana sekitar 60—70% dari biaya yang dikeluarkan pembangkitan adalah biaya energi primer, yaitu untuk membeli bahan bakar. Indonesia Power sebagai perusahaan dengan core bussiness di bidang pembangkitan pun menghabiskan dana cukup besar untuk belanja energi primer, yaitu sekitar Rp 26 triliun per tahun. Kondisi tersebut telah menempatkan penanganan masalah efisiensi energi primer sebagai prioritas utama perusahaan. Jika dilihat dari struktur biaya, efisiensi memang sangat berperan di dalam struktur pembiayaan pembangkitan tenaga listrik.Dengan konsep PBR ini, jumlah subsidi yang ditetapkan oleh Pemerintah akan mengacu pada kinerja tertentu yang—salah satunya adalah efisiensi p e m b a n g k i t . K e m u d i a n , d a l a m mengoperasikan pembangkit secara profesional, sangatlah penting untuk menjaga dan mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan efisiensi. Hal yang penting adalah mengembangkan behavior/habit terhadap efisiensi sehingga efisiensi energi pun menjadi sebuah budaya perusahaan yang melekat dalam diri setiap insan Indonesia Power. Khususnya, bagi mereka yang bergelut langsung di operasional pembangkitan, seperti operator dan teknisi pemeliharaan. “Pada akhirnya, implementasi 5E ini memang bertujuan untuk mengurangi biaya pokok produksi pembangkit. Namun, yang lebih utama dari itu adalah menjadikan efisiensi energi yang ekselen ini ‘embedded’ terhadap seluruh pegawai, terutama bagi para operator pembangkit. Dengan
demikian, efisiensi energi bukan lagi sekedar program yang harus dimengerti dan dilaksanakan. Melainkan, dapat menjadi budaya yang mengakar kuat dalam diri setiap pegawai sehingga benar-benar merupakan program yang berkelanjutan,” papar Antonius Resep Tyas A., Plt. Direktur Utama Indonesia Power.
lESSON lEARNEd
Pada tahap awal, Program 5E akan diimplementasikan di tiga unit yang telah dipilih sebagai pilot project, yaitu Unit Suralaya, Suralaya 8, dan Pelabuhan Ratu. Pembangkit pilot project ini merupakan jenis pembangkit termal berbahan bakar batubara. Pada ketiga unit tersebut akan dilaksanakan lima program utama dalam implementasi 5E. Pertama, mengoperasikan pembangkit pada tekanan yang sesuai desainnya. Kedua, mengoperasikan pembangkit pada temperatur sesuai desainnya.
Antonius R.T. A.
Plt. Direktur Utama Indonesia Power
Sejak September 2015 lalu, Indonesia Power tengah
mengembangkan pilot project terkait efisiensi energi
primer pada sejumlah pembangkit, melalui sebuah Program
Peningkatan budaya Efisiensi Energi yang Ekselen atau yang
lebih dikenal dengan istilah 5E (Enhancing, Embedding
Energy Efficiency Excellent). Program 5E merupakan langkah
nyata Indonesia Power untuk membudayakan efisiensi
energi di seluruh unit pembangkit, yang akan berujung pada
peningkatan kinerja unit pembangkit itu sendiri.
Ketiga, subblowing system, yaitu melakukan short blowing yang berpedoman pada condition based. Yang keempat adalah mengatur rasio bahan bakar terhadap udara dengan memastikan kecukupan udara untuk melakukan pembakaran. Lantaran, prinsip dari efisiensi pembangkit batubara adalah efisiensi dari sisi proses pembakarannya.
Kemudian yang kelima, adalah kualitas dan ukuran batubara yang bisa diproses dalam pembakaran. Sebelum masuk ke proses pembakaran, batubara akan melalui proses milling terlebih dahulu sehingga diperoleh batubara dalam bentuk butiran halus. Sebanyak 73% batubara hasil milling harus bisa lolos melewati saringan yang ukurannya 200 mess. Proses milling ini bertujuan agar batubara dapat terbakar habis di dalam broiler sehingga tidak ada yang terbuang.
“Kelima hal tersebut memang sifatnya teknis sekali dan sangat mendasar. Namun, memang hal-hal teknis itulah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pembangkit. Kelimanya juga merupakan
program yang dilaksanakan dengan effort yang kecil, tetapi bisa memberikan dampak yang besar terhadap kinerja perusahaan,” jelas Anton.
L i m a p r o g r a m u t a m a y a n g diimplementasikan pada pilot project ini akan menjadi lesson learned sekaligus best practices bagi unit-unit lainnya. Termasuk, pada pembangkit-pembangkit termal yang berbahan bakar selain batubara. Hanya saja pada pembangkit non-batubara, hanya akan di-deploy empat hal saja, yaitu temperatur, tekanan, subblowing system, dan rasio bahan bakar terhadap udara.
TANTANgAN & TARgET
Selama kurang lebih tiga bulan sejak pertama kali diimplementasikan di bulan September 2015 lalu, implementasi Program 5E telah menunjukkan hasil yang positif. Dari sisi biaya, terlihat adanya perbaikan efisiensi yang telah mencapai penghematan sekitar 1,1%. Sementara dari sisi profesionalisme, terlihat adanya peningkatan budaya efisiensi energi dalam lingkungan unit pembangkitan.
“Sebenarnya inilah tantangan terbesar kami, yaitu membuat orang paham akan pentingnya efisiensi ini dan menjadikannya embedded sehingga efisiensi pun menjadi budaya di lingkungan korporasi Indonesia Power. Untuk itu, kami harus melakukannya secara continuosly,” ujar Anton.
Implementasi 5E ini pun diharapkan dapat menjadi jalan bagi Indonesia Power untuk mengembalikan kondisi unit-unit pembangkitnya seperti pada waktu commisioning-nya. Dengan demikian, unit-unit pembangkit bisa mencapai target kinerja yang telah ditetapkan hingga berhasil meraih Top 10% NERC terkait efisiensi energi.
Untuk itu, tentu saja, dibutuhkan sinergi harmonis antara Kantor Pusat—termasuk Divisi Pembangkitan Indonesia Power dengan seluruh unit yang ada. Sinergi yang baik akan menjadi kekuatan bagi Indonesia Power untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik lagi.
PLTU Banten 2 Labuan, Industri Harapan masyarakat Labuan
sajia n utama
PEMbANgKIT 10.000 MW
Proyek pembangunan PPDE FTP I yang digulirkan PLN merupakan tindak lanjut dari penugasan Pemerintah kepada PLN untuk melakukan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara. Penugasan ini telah tertuang dalam Peraturan Presiden No. 71 tahun 2006. Perpres inilah yang menjadi payung hukum atas dibangunnya 10 PLTU di Jawa dan 25 PLTU di Luar Jawa Bali melalui FTP I atau Proyek Percepatan PLTU PPDE 10.000 MW.
A d a p u n y a n g m e l a t a r b e l a k a n g i dilaksanakannya Proyek 10.000 MW ini adalah pertumbuhan kebutuhan masyarakat akan energi listrik sehingga diperlukan pasokan listrik yang cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Di sisi lain, proyek ini sekaligus menjadi langkah Pemerintah untuk mendorong program diversifikasi energi melalui penggunaan batubara—alih-alih Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga dapat menekan Harga Pokok Produksi (HPP).
PLTU Labuan sendiri dibangun di atas lahan seluas 66,45 Ha yang, secara administratif,
PlTU bANTEN 2 lAbUAN
Keandalan
Pembangkit fTP I
PlTU banten 2 labuan adalah satu dari sepuluh PlTU yang dibangun dalam program
percepatan pembangunan pembangkit (PPdE) fast Track Program (fTP) Tahap I. Sejak
diresmikan oleh Presiden RI—bapak Susilo bambang yudhoyono pada tanggal 28 Januari
2010, tanggung jawab pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit dipercayakan kepada
anak perusahaan PT. PlN (Persero), yaitu PT. Indonesia Power. di bawah pengelolaan
Indonesia Power sebagai asset operator, PlTU labuan berhasil mencapai target kinerja yang
baik, sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh PlN sebagai asset owner.
berada dalam wilayah empat desa, yaitu Desa Sukamaju, Desa Cigondang, Desa Margasana, dan Desa Margagiri. PLTU Labuan terdiri dari dua unit dengan kapasitas masing-masing sebesar 300 MW. Unit 1 mulai dikomersialkan (commersial operation—COD) pada September 2009, sedangkan Unit 2 mulai dikomersialkan pada April 2010.
INdUSTRI HARAPAN
Kedua unit PLTU Labuan dibangun dengan mengusung sejumlah manfaat. Di antaranya, untuk mengurangi penggunaan BBM dalam operasional pembangkit sehingga dapat mengurangi subsidi BBM. Dari sisi korporat, penggunaan bahan bakar non-BBM juga akan meningkatkan efisiensi perusahaan karena dapat menekan HPP listrik. Penggunaan batubara sebagai energi alternatif pun mampu meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat di daerah sumber batubara, seperti Kalimantan.
Tersedianya energi listrik dan layanan energi yang bermutu dan andal juga akan mendorong kegiatan perekonomian daerah,
regional, dan nasional yang—tentunya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yang terpenting adalah kehadiran PLTU Labuan akan membantu menanggulangi krisis energi listrik akibat pertumbuhan beban, khususnya di wilayah Jawa Bali, dengan terwujudnya regional balanced system pada sistem ketenagalistrikan Jawa Bali.
“PLTU Labuan ini memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan tegangan sistem di wilayah Banten bagian Selatan. Hingga November 2015, produksi listrik PLTU Labuan tercatat sebesar 2.589 GWh,” jelas Parsono, General Manager UJP PLTU Banten 2 Labuan.
Parsono juga menambahkan bahwa kehadiran PLTU Labuan juga berdampak positif bagi masyarakat. PLTU Labuan menjadi satu-satunya industri yang berada di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hal tersebut membuat masyarakat sekitar memiliki harapan yang besar terhadap PLTU Labuan untuk dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat desa di Labuan.
sajia n utama
KINERJA PlTU lAbUAN
Mengelola dan menjaga keandalan pembangkit memang bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan keahlian, pengalaman, serta—tentu saja kerja keras dan semangat untuk menjaga keandalan pembangkit agar dapat beroperasi dan berproduksi sesuai kapasitasnya. Sementara dari sisi korporasi, ada target-target terkait kinerja pembangkit yang harus dipenuhi oleh Indonesia Power UJP PLTU Banten 2 Labuan. Maka, Indonesia Power pun berusaha keras untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan oleh PLN melalui berbagai macam upaya dan strategi, baik di bidang teknis maupun nonteknis.
Salah satu tantangan terbesar, terutama pada awal masa pengelolaan pembangkit, adalah proses adaptasi yang harus dilakukan Tim UJP Banten 2 Labuan. Sebelum mengelola PLTU Labuan, Tim Indonesia Power terbiasa dengan unit pembangkit buatan Amerika, Eropa, ataupun Jepang. Dimana, pembangkit tersebut memiliki karakteristik khas berupa keandalan yang tinggi serta menganut sistem otomasi.
Sementara, saat harus mengelola PLTU Labuan, Tim Indonesia Power harus berhadapan dengan pembangkit buatan Cina dengan karakteristik yang cukup jauh berbeda. Karakteristik pembangkit buatan Cina ini menjadi karakteristik dari keseluruhan pembangkit FTP I. Unit pembangkit buatan Cina ini dibekali peralatan yang kebanyakan masih menganut sistem manual.
“Hal ini membuat Tim UJP Banten 2 Labuan harus beradaptasi, belajar, dan bekerja lebih keras lagi dengan melakukan berbagai inovasi untuk menjaga sekaligus meningkatkan keandalan unit pembangkit,” terang Parsono.
Upaya Tim UJP Banten 2 Labuan pun menampakkan hasil. Selama berada dalam pengelolaan UJP Banten 2 Labuan, PLTU Labuan menunjukkan kinerja yang baik. Dengan kinerja terbaik berhasil dicapai pada tahun 2012 dan 2013. Pencapaian kinerja PLTU Banten 2 Labuan dapat dilihat pada chart berikut ini.
Kendati tidak sebaik tahun 2012, selama dua tahun belakangan, PLTU Labuan tetap menunjukkan keandalannya sehingga unit ini sangat berpotensi serta cukup menantang untuk bisa dipertahankan kinerjanya. Inilah yang menjadi tantangan Tim UJP Banten 2 Labuan, yaitu mempertahankan kinerja yang baik dari kedua unit pembangkit dalam jangka panjang. Kuncinya adalah perkuatan dari sisi enjinering, operasi, pemeliharaan, serta supply chain.
Parsono
General Manager UJP Banten 2 Labuan
“
PlTU labuan ini memiliki
kontribusi besar dalam
mempertahankan
tegangan sistem
di wilayah banten
bagian Selatan. Hingga
November 2015,
produksi listrik PlTU
labuan tercatat sebesar
2.589 gWh
lANgKAH dAN STRATEgI
Dalam melaksanakan tugas operation & maintenance (O&M) di PLTU Labuan, UJP Banten 2 Labuan menerapkan sejumlah program dengan pendekatan ECM, yaitu Engineering Change Management. Pendekatan ECM ini meliputi empat stream line. Pertama, Culture and Alignment Mindset yang diejawantahkan dalam implementasi program korporasi, yaitu IP AKSI. Melalui implementasi IP AKSI, dibangun budaya kerja untuk membentuk iklim kerja dan hubungan personal yang kondusif dalam rangka mencapai target kinerja. Sementara, Alignment Mindset diperlukan untuk memperkecil jarak (gap) dan pola pikir antara manajemen dengan pelaksana di barisan terdepan sebagai eksekutor di lapangan. Kegiatan yang mendukung IP AKSI, misalnya saja team building, motivation building, benchmarking, dan vendor gathering.
Stream line kedua adalah teknologi dan inovasi. Kegiatan ini ditekankan untuk memperbaiki desain dan mengatasi kendala dalam operasional sehingga dapat meningkatkan keandalan unit. Ketiga, Work Management yang memiliki program
kerja utama, seperti pengendalian dan peningkatan kualitas eksekusi; management patrol dan implementasi budaya 5S; perbaikan kualitas dan management overhaul/outage; program peningkatan efisiensi; dan Cost Management Program. Pendekatan ECM yang terakhir adalah pendekatan dari sisi Human Resources Development (HRD). Di antaranya, percepatan kompetensi, sertifikasi kompetensi personel bidang operasi dan pemeliharaan, serta pemenuhan Struktur Organisasi (STO).
Dari sisi teknologi, banyak inovasi yang telah dikembangkan untuk meningkatkan kinerja dan keandalan pembangkit, seperti modifikasi logic feedwater flow calculation, pengaturan coal flow ECF A pada start up, serta modifikasi sistem kontrol secondary air flow untuk meningkatkan efisiensi boiler. Kemudian, kebocoran pada cooling water mechanical seal BFPT akibat vibrasi juga diatasi dengan menerapkan pipa sambungan yang fleksibel.
Ke depan, Tim UJP Banten 2 Labuan akan terus berupaya untuk mempertahankan
d a n m e n i n g k a t k a n k i n e r j a u n i t pembangkitan. Di antaranya, melalui program peningkatan kompetensi secara berkelanjutan dan berkesinambungan; pengembangan green power plant; peningkatan kesiapan SDM organisasi dan informasi yang selaras dengan strategi perusahaan; meningkatkan efisiensi pembangkit dan optimalisasi biaya; serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Upaya tersebut diharapkan mampu memenuhi asa yang digantungkan UJP Banten 2 Labuan di tahun 2016 mendatang. Tahun 2016, PLTU Banten 2 Labuan diharapkan dapat melampaui target kinerja perusahaan dan target Kontrak Manajemen. Kemudian, tercapainya tripless, Proper Hijau, target NCF>65%, sertifikasi Integrated Management System (IMS), dan zero accident menjadi harapan besar lainnya bagi UJP Banten 2 Labuan di tahun 2016 dan di masa-masa yang akan datang.
“Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan sinergi yang baik antara kekuatan di Kantor Pusat dengan kekuatan di unit sehingga mampu mempertahankan kinerja unit,” tutup Parsono.
kilas berita
PT Indonesia Power pada hari ini, Senin (30/11), menyelenggarakan Coffee Morning yang bertemakan “Profesional”, ini mempunyai nilai bahwa insan Indonesia Power senantiasa menguasai pengetahuan, keterampilan dan kode etik bidang pekerjaan serta melaksanakannya secara akurat dan konsisten.
Coffee Morning yang dilaksanakan di ruang rapat Serbaguna lantai 1 Indonesia
PT Indonesia Power Kantor Pusat
gelar Coffee Morning bulan November 2015
Power Kantor Pusat dengan agenda Direksi Menjawab dan Sosialisasi Aplikasi Monitoring dan Pelaporan Kegiatan Program Pengembangan Diri Pegawai (PDP) PT Indonesia Power berjalan lancar dan hikmat.
Acara ini selain dihadiri oleh pegawai Indonesia Power juga di hadiri oleh Plt. Direktur Utama PT Indonesia Power, Antonius RTA; Direktur Sumber Daya
Manusia PT Indonesia Power, Roikhan; dan Direktur Produksi PT Indonesia Power, Eri Prabowo. Dalam sambutannya Antonius mengatakan, bubarnya UPJB adalah suatu hal yang sangat serius karena dengan bubarnya itu dampak bagi Perusahaan sangat besar dan juga berdampak bagi proses bisnis kita.
Dalam penerapan Sistem Manajemen Kinerja Pegawai yang bertujuan untuk mewujudkan penilaian kinerja yang dapat membangun dan membina budaya pembelajaran dan berprestasi serta memotivasi pegawai untuk meningkatkan kompetensi dan kontribusi kepada Perusahaan. Kegunaan aplikasi ini adalah untuk membantu mencatat semua proses kegiatan yang termasuk penilian PDP, khususnya knowledge sharing dan tim. Berawal dari pengajuan formulir, approval formulir, hingga pembuatan laporan akan diproses di aplikasi ini.
I
ndonesia Power sangat berperan dalam pelaksanaan rencana proyek pembangunan dan pengoperasian pembangkit 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah lima tahun ke depan. Oleh karenanya, dilaksanakan Forum Energi Primer bertemakan “Implementasi P r o g r a m 3 5 . 0 0 0 M W S t r a t e g i ,Perkembangan, dan Tantangan” di ruang rapat Gabungan Grati – Kamojang – Mrica lantai 5 Indonesia Power Kantor Pusat, Rabu (18/11).
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Direktur Utama Indonesia Power, Antonius RTA, dan stakeholder lainnya. General M a n a g e r P L N P 3 B J a w a B a l i , E . Haryadi membahas tentang Roadmap perkembangan kesiapan menuju listrik 35.000 MW, prediksi Faul Mix 2015-2024, dan kebutuhan investasi proyek 35.000 MW. Selain itu, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ir. Alihuddin Sitompul, MM membahas tantangan dan hambatan dalam mencapai target 35.000 MW dan sinergisasi semua sektor dalam mendukung program 35.000 MW.
Sementara Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Ir. Maritje Hutapea, memaparkan proyeksi kebutuhan energi primer sebagai penggerak pembangkit listrik, kesiapan dan petajalan pengembangan EBT untuk mendorong pembangunan industri ketenagalistrikan.
Ditutup oleh Kepala Seksi Pengendalian penggunaan kawasan hutan wilayah 1 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan bahasan permasalahan lahan dan perizinan sehubungan dengan pembangunan pembangkit listrik, syarat dan faktor penting dalam membangun suatu pembangkit dan peran serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mendukung Program Listrik 35.000 MW.
forum Energi Primer
“Implementasi Program 35.000 MW Strategi,
Perkembangan, dan Tantangan”
Dalam rangka pengalihan pengelolaan kelistrikan di Karimun Jawa, PT Indonesia Power, PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta Pemerintah Kabupaten Jepara melakukan penandatanganan yang berlangsung, di Ruang Rapat Suralaya lantai 8 Indonesia Power Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (23/12).
M o U t e r s e b u t d i t a n d a i d e n g a n penandatanganan oleh Plt. Direktur Utama PT Indonesia Power, Antonius RTA; General
Manager PT PLN (Persero) DJTY, Yugo Riyatmo; serta Budiarto selaku Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara dari Pemerintahan Kabupaten Jepara.
Turut hadir, Bupati Kabupaten Jepara, Bapak Ahmad Marzuki; Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Nasri Sebayang; Direktur Keuangan PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani; serta Direktur Sumber Daya Manusia PT Indonesia Power, Roikhan.
Penandatanganan Perjanjian
Pengalihan Pengelolaan Kelistrikan di Karimun Jawa
berbagi
Ilmu dan Kebahagiaan
Suasana kebersamaan dan kebahagiaan terpancar dalam Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia Power Kantor Pusat beserta Tim Pelopor saat mengunjungi Panti Asuhan Yayasan Kuntum Teratai di Kampung Melayu Kecil, Jakarta Selatan, Jumat (11/12). Kegiatan tersebut merupakan implementasi CSR terintegrasi yang dicanangkan PLN melalui program Duta Muda Mengajar. Kesempatan ini, para tim Pelopor Indonesia Power menyampaikan materi Bijak Listrik dan Peduli Lingkungan, serta memberikan bantuan komputer dan bingkisan untuk anak-anak Yayasan Kuntum Teratai. Keceriaan anak-anak pun terpancar saat menyaksikan Video Interaksi si BILI (Bijak Listrik). Mereka semakin mengerti akan manfaat listrik serta berbagai penggunaannya. Selain belajar bagaimana hidup sehat dan bersikap bersih, mereka juga diajarkan tujuh langkah cara mencuci tangan dengan baik dan benar.
“Semoga melalui kegiatan ini dapat memberi manfaat ilmu dan kebahagiaan yang sama dengan anak-anak lainnya,” tutur Manajer CSR Indonesia Power, Sigid Winarno. Sementara itu, Nina Agustina mewakili pengurus dan pengelola Yayasan Kuntum Teratai berterima kasih atas kesediaan CSR Indonesia Power dan Tim Pelopor berbagi cerita bersama anak-anak Panti Asuhan. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga silahturahmi ini dapat berjalan terus dan berkelanjutan,” ucap Ketua Yayasan Kuntum Teratai di akhir acara.
Setetes darah
untuk Sesama
D a l a m r a n g k a memperingati Hari AIDS Sedunia (1 Desember), Indonesia Power Kantor Pusat menyelenggarakan D o n o r D a r a h d a n Penyuluhan HIV/AIDS. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna lantai 1 Indonesia Power Kantor Pusat, Jakarta, Selasa (1/12).
Sejatinya, aksi kemanusiaan ini merupakan kegiatan rutin Indonesia Power setiap tiga bulan sekali, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi. Pada kegiatan tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 86 kantong darah yang bukan hanya berasal dari internal Indonesia Power saja, melainkan juga dari pihak eksternal.
Salah satu pendonor dari eksternal, mengaku, “Kegiatan ini sangat baik, saya ingin berbuat sesuatu untuk orang yang membutuhkan. Apalagi dari segi kesehatan, donor darah juga sangat baik untuk diri kita sendiri.” Selain mengalirkan darah dengan niat untuk membantu sesama, acara ini juga diisi dengan Penyuluhan HIV/AIDS yang dipaparkan oleh Dr. Amelia. Ia mengatakan, bahwa Hari AIDS Sedunia diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Pada talkshow kali ini Dr. Amelia memaparkan apa itu HIV/AIDS, gejala dan komplikasi, penyebab dan cara penularan, diagnosis, pencegahan, serta yang terakhir cara penanganan HIV/AIDS.
kilas berita
Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi (9 Desember), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Festival Antikorupsi 2015, yang dipusatkan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (10-11/12). Festival Antikorupsi 2015 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan. Dalam kesempatan tersebut, Luhut membacakan sambutan Presiden Joko Widodo yang mengajak seluruh elemen Bangsa agar mengukuhkan semangat “Indonesia yang bebas dari korupsi”. Dalam kesempatan tersebut, Luhut Binsar Panjaitan dan Kapolri Badrodin Haiti beserta
rombongan mengunjungi Stand PLN dalam Festival Antikorupsi 2015. Dalam kunjugannya, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa PLN satu institusi yang sangat strategis untuk negara. Tanpa listrik, industri tidak dapat dibangun. “PLN harus lebih efisien, lebih efektif dalam bekerja dan bekerja secara profesional,” pesan Menteri Polhukam.
Pada Stand PLN, Indonesia Power menampilkan materi Whistle Blowing System dan Roadmap Menuju Kelengkapan Soft Structure Indonesia Power Bersih. Stand PLN ini dikunjungi pula oleh Direktur Sumber Daya Manusia Indonesia Power, Roikhan dan Sekretaris Perusahaan Indonesia Power, Ria Tri Sakya.
Indonesia Power Meriahkan
festival Antikorupsi 2015
Indonesia Power
Raih 5 Proper Hijau KlH
PT. Indonesia Power meraih kinerja positif dalam pengelolaan lingkungan (Proper) pada periode 2014 – 2015. Kinerja positif ini dibuktikan dengan diraihnya lima Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) oleh lima unit Indonesia Power, yaitu Unit Pembangkitan Suralaya, Unit Pembangkitan Semarang, Unit Pembangkitan Perak Grati, Unit Pembangkitan & Jasa Pembangkitan Priok, serta Unit Pembangkitan & Jasa Pembangkitan Kamojang Unit PLTP Kamojang-Darajat.
Kelima penghargaan Proper Hijau tersebut diserahkan dalam Malam Anugerah Lingkungan PROPER dan ADIPURA 2015 yang digelar di Birawa Assembly Hall – Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, 23 November 2015. Pada Malam Anugerah Proper dan Adipura 2015 ini menempatkan Indonesia Power di antara 107 perusahaan peraih Proper Hijau di Indonesia. Gelaran yang mengusung tema “Paradigma Baru dan Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan” tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, M.Jusuf Kalla serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.
Lima Proper Hijau yang diraih merupakan pencapaian membanggakan. Prestasi ini merupakan pengakuan akan hasil nyata dari Program Hijaunesia Power, di mana PT Indonesia Power memiliki komitmen dan perhatian yang tinggi akan kelestarian keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi Perusahaan. Di sisi lain, penghargaan ini diharapkan dapat menambah semangat insan Indonesia Power untuk selalu memberikan kemanfaatan yang lebih besar lagi kepada masyarakat luas.
Indonesia Power
Raih
Penghargaan Sustainability
Reporting Award 2015
Menjelang tutup tahun 2015, Indonesia Power kembali mencatatkan prestasinya di bidang l a p o r a n , k h u s u s n y a Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report. Prestasi ini dibuktikan dengan keberhasilan Indonesia Power meraih penghargaan dalam ajang Sustainability Reporting Award (SRA) 2015 yang diselenggarakan oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR), di Hotel Mulia Senayan Jakarta, 15 Desember 2015. Indonesia Power yang diwakili oleh Direktur Keuangan, Sripeni Inten Cahyani, menerima langsung award dari Ketua Dewan Juri SRA 2015, Sarwono Kusumaatmadja, bersama dua wakil dari perusahaan pemenang lainnya, yaitu PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT. Star Energy yang masing-masing merupakan peraih predikat Juara 1 dan RunnerUp di kategori yang sama.
Malam penganugerahan yang diadakan untuk ke-11 kalinya ini, merupakan bentuk apresiasi bagi para perusahaan atas keterbukaan dan akuntabilitas yang telah menerbitkan laporan keberlanjutan. Dalam penyelenggaraan SRA tahun ini diikuti oleh 37 perusahaan, termasuk 4 perusahaan dari luar negeri dan satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Papua. Kriteria penilaian yang digunakan dalam SRA 2015 mengacu kepada GRI-G4 Sustainability Reporting Guidelines
Ketua Juri SRA 2015, Sarwono Kusumaatmadja yang merupakan mantan Menteri Lingkungan Hidup RI, menyampaikan apresiasi kepada semua peserta SRA 2015. “Anda semua adalah pioner dalam praktek laporan keberlanjutan,” ujarnya.
S e b a n y a k 1 3 P e r u s a h a a n d a r i N e g e r i K a n g g u r u m e n g u n j u n g i I n d o n e s i a P o w e r Kantor Pusat, Jumat (20/11). Kedatangan Delegasi Australia y a n g d i p i m p i n Nicholas Baker sebagai perwakilan dari komisi perdagangan Australia disambut hangat di Ruang Rapat Suralaya lantai 8 Indonesia Power Kantor Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Plt Direktur U t a m a I n d o n e s i a Power, Antonius RTA memperkenalkan profil dan core business Indonesia Power sebagai Perusahaan Pembangkitan Listrik kelas dunia. Selanjutnya, Antonius memaparkan Gas Demand and Infrastructures, mengenalkan anak perusahaan Rajamandala Hydro Power Plant – IPP Project Under Construction serta Power Plant Performance. Selain ingin mengenal Indonesia Power, para pengusaha Australia tersebut ingin menjalin hubungan baik dengan Indonesia Power.
Kunjungan delegasi
Australia ke
Indonesia Power
Penandatanganan Surat
Keputusan bersama tentang
Tugas Karya antara Indonesia
Power dan PT Cdb
Untuk memenuhi sumber daya manusia yang kompeten di bidang pengoperasian dan pemeliharaan tenaga listrik, Indonesia Power bekerjasama dengan PT Cogindo Daya B e r s a m a ( C D B ) u n t u k menugaskaryakan pegawai CDB sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan Indonesia Power dan akan dipekerjakan di Indonesia Power. Untuk itu, Direktur Sumber Daya Manusia Indonesia Power, Roikhan dan Direktur Utama PT Cogindo Daya Bersama, Mangampin Saragi menandatangani Surat Keputusan Bersama Tentang
Tugas Karya antara Indonesia Power dan PT Cogindo Daya Bersama, di ruang rapat Suralaya lantai 8 Indonesia Power Kantor Pusat, Senin (30/11). Penandatanganan ini, termasuk dalam rangka optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia untuk kepentingan kedua belah pihak, serta untuk mengatur tata cara pelaksanaan pembinaan kompetensi, karir, dan Remunerasi Pegawai Tugas Karya.
Indonesia Power dan PT Pelindo Energi Logistik menandatangani Perjanjian Penyediaan Infrastruktur Liquefed Natural Gas (LNG) Bali di ruang rapat Suralaya lt 8 Indonesia Power Kantor Pusat, Selasa (8/12). Ada 3 perjanjian yang ditandatangani oleh Plt Direktur Utama PT Indonesia Power, Antonius RTA dan Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik, Denny Hermanto antara lain: Perjanjian Pengurusan Pengepalan, Perjanjian Jasa Penyediaan
Fasilitas Penyimpanan LNG, dan Perjanjian Jasa Terminal LNG.
Indonesia Power adalah Anak Perusahaan PLN yang menjadi operator pembangkit listrik di Bali. Dengan adanya kepastian pasokan gas dari PT Pelindo Energi Logistik, Pembangkit Listrik Pesanggaran dapat menjamin ketersediaan listrik untuk wilayah Bali dan sekitarnya. Plt Direktur Utama Indonesia Power, Antonius RTA
menjelaskan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen baik antar kedua pihak untuk bergandeng tangan mengatasi masalah energi. “Ini juga wujud dari sinergi BUMN di bidang energi,” tandasnya. Selain itu, kerja sama ini menjadi bukti konkret Indonesia Power berkomitmen memberikan solusi masalah energi yang dihadapi bangsa ini. Karena dalam memasok gas bagi Pembangkit Bali, tidak hanya terbatas pada jual beli LNG, tetapi juga Pengurusan Pengepalan, Jasa Penyediaan Fasilitas Penyimpanan LNG, dan Perjanjian Jasa Terminal LNG. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik Denny Hermanto menyatakan kebanggaannya dapat bekerja sama dengan Indonesia Power. “Semoga proyek LNG dan transportasi di Bali dapat berkembang baik dan kerja sama ini dapat terjalin di seluruh Indonesia,” harapannya.
Sinergi Indonesia Power dan PT Pelindo Energi logistik
dalam Infrastruktur lNg
profil
d
i pesisir utara Ibukota Jakarta, bangunan PLTGU Tanjung Priok Blok 3 terlihat berdiri begitu kokoh. Terpaan angin laut dan hempasan ombak seolah tak kuasa mengalahkan deru mesin-mesin pembangkit yang bekerja—seakan tanpa henti. Dalam deru mesin tersebut, tersimpan harapan masyarakat. Harapan akan tersedianya pasokan listrik yang senantiasa menerangi Kota Jakarta dan Bekasi.PlTgU TERTUA
Meski usianya terbilang muda, PLTGU Priok Blok 3 yang mulai beroperasi di tahun 2012 ini berdiri di atas lahan tempat pembangkit termal tertua di Indonesia pernah berada. Tepat di lokasi Blok 3 tersebut, dulunya adalah dua blok Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap yang diresmikan pada tahun 1960. Kala itu, pembangkit lama berkapasitas masing-masing 25 MW tersebut diresmikan langsung oleh Ir. Soekarno yang pada masa itu masih menjadi orang nomor satu di Tanah Air.
Berselang 30 tahun, seiring meningkatnya kebutuhan energi listrik, dilakukan scrap pada lokasi pembangkit termal tertua tersebut untuk, kemudian, didirikan dua blok baru sebagai Pusat Listrik Tenaga Gas Uap dengan kapasitas masing-masing
590 MW. Menyusul kemudian di tahun 2012, didirikan Blok 3 dengan kapasitas lebih besar, yaitu 740 MW. Tidak hanya kapasitasnya saja yang lebih besar, Blok 3 pun dibekali dengan teknologi terbaru yang, tentu saja, lebih mumpuni.
Ketiga blok PLTGU Tanjung Priok ini berada dalam satu lokasi yang dikelola oleh Indonesia Power Unit Pembangkitan & Jasa Pembangkitan (UPJP) Priok. Pada Blok 3, UPJP Priok merupakan asset operator yang dipercayakan untuk melaksanakan operasional dan pemeliharaan atas aset pembangkit yang dimiliki oleh asset owner, yaitu PT. PLN (Persero).
PLTGU Priok ini memiliki peran sangat penting dalam subsistem kelistrikan Bekasi-Priok. Dimana, PLTGU Priok, khususnya Blok 3, menanggung beban puncak di wilayah Jakarta dan Bekasi. Dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali, secara tidak langsung PLTGU Priok Blok 3 turut menyokong kebutuhan akan pasokan listrik.
TURbIN gAS dAN UAP
PLTGU Priok Blok 3 merupakan jenis combined cycle power plant, yaitu pembangkit yang memadukan fungsi opened cycle PLTG (tenaga gas) dengan PLTU (tenaga uap). Pada PLTGU, gas buangan dari proses
produksi tidak dilepaskan ke udara seperti halnya pada PLTG opened cycle. Gas buangan ini digunakan kembali untuk memanaskan air murni dari Heat Recovery Steam Generator (HRSG) sehingga dihasilkan uap. Uap inilah yang akan digunakan untuk menggerakkan turbin uap.
Dengan demikian, dalam operasionalnya, Blok 3 menggunakan mesin turbin gas (gas turbine-GT) sekaligus turbin uap (steam turbine), yang keduanya akan menghasilkan listrik. Adapun komposisi mesin yang digunakan terdiri dari dua turbin gas dengan kapasitas masing-masing 240 MW dan satu turbin uap. Kapasitas turbin gas tersebut dua kali lebih besar dibandingkan kapasitas turbin gas pada Blok 1 dan Blok 2 (125 MW). Dengan ketiga mesin tersebut, kapasitas terpasang Blok 3 mencapai 740 MW. “Secara performa, mesin GT yang digunakan di Blok 3 ini memang sudah bagus. Kami menggunakan mesin Mitsubishi Tipe F yang telah mengusung teknologi terbaru. Mesin ini merupakan produk advance dari Mitsubishi,” ungkap Flavianus Erwin Putranto, Manajer Operasi UPJP Priok. Performa mesin yang bagus ini sangat berpengaruh pada kinerja dan keandalan Blok 3 sekaligus memberikan nilai tambah bagi Blok 3. Teknologi terkini dari mesin bertipe M701F ini memiliki tingkat efisiensi cukup tinggi, yaitu mencapai 56%. Begitupun
PlTgU Tanjung Priok blok 3
Kapasitas Besar, Efisiensi Tinggi
Area PLTGU Priok Blok 3 yang berada tepat di bibir laut
Erwin Putranto
dengan akselerasi kenaikan bebannya yang terbilang sangat singkat. Dari putaran nol hingga mencapai sinkron, hanya dibutuhkan waktu sekitar lima menit. Disamping itu, keunggulan lain dari Blok 3 adalah lebih ramah lingkungan karena pembangkit ini tidak membuang limbah gasnya yang bertemperatur sampai 5000C ke udara sehingga
tidak menghasilkan emisi udara.
TEPAT dAN JElI
Dengan karakteristik dan spesifikasi Blok 3 yang—bisa dikatakan lebih tinggi dibandingkan Blok 1 dan Blok 2, dibutuhkan kejelian dalam menjalankan operasional antarblok. Khususnya, ketepatan dan kejelian dalam memilih unit yang akan dioperasikan.
“Kejelian ini sangat penting karena, jangan sampai, unit dengan efisiensi tinggi justru dioperasikan pada beban rendah. Itu akan menjadi tidak efisien. Karena itu, Kami selalu mengupayakan Blok 3 ini selalu siap dan andal untuk beroperasi pada beban maksimum, dengan dibantu oleh Blok 1 dan Blok 2,” papar Erwin.
Kendati demikian, bukan berarti Blok 1 dan Blok 2 tidak pernah dioperasikan pada beban puncak. D a l a m k o n d i s i n o r m a l , B l o k 3 m e m a n g y a n g akan bekerja pada b e b a n p u n c a k . Blok 1 dan Blok 2 akan beroperasi untuk memenuhi kekurangan pasokan dari Blok 3. Namun,
saat terjadi suatu kendala di sistem, seluruh Blok PLTGU Priok akan dibebani maksimum untuk mendukung kebutuhan sistem. Sementara itu, untuk menjaga keandalan pembangkit berbahan bakar gas ini, dilakukan pemeliharaan secara rutin. Terdapat tiga tipe pemeliharaan yang diterapkan pada Blok 3, yaitu ringan, medium, dan major overhaul. Pemeliharaan ringan, misalnya saja combustion inspection ataupun pemeliharaan yang sifatnya first line maintenance. First line maintenance bisa dilakukan oleh operator, seperti cleaning, greasing, dan thightening (bersihkan, lumasi, dan kencangkan). “Artinya, untuk melakukan pekerjaan itu, tidak harus meminta bantuan teman-teman dari UJH,” ujar pria yang telah bergelut di dunia pembangkitan sejak tahun 2002 ini.
Sedangkan untuk pemeliharaan medium, misalnya saja turbine inspection. Untuk major overhaul, berupa major inspection dengan lingkup yang berbeda-beda. Untuk melakukan major inspection, unit harus dimatikan sementara.
“Yang tak kalah penting dalam menjaga keandalan dan performa Blok 3 adalah perkuatan tata kelola aset. Di antaranya, life cycle management, optimalisasi WPC-nya (work, planning, controlling), serta predictive maintenance sebagai langkah preventif untuk menangkap gejala ketidaknormalan unit sejak dini,” papar Erwin.
TANTANgAN
Salah satu tantangan terbesar dari pelaksanaan Operation & Maintenance (O&M) Blok 3 adalah menjaga keandalan unit agar mampu beroperasi pada beban puncak. Kondisi ini menyebabkan Blok 3 hanya akan di-shut down pada saat pemeliharaan. Dengan demikian, dibutuhkan pengaturan yang baik dan tepat dalam pemeliharaan peralatan.
Tantangan berikutnya adalah kesiapan energi primer berupa bahan bakar gas, khususnya LNG (Liquid Natural Gas). Secara kualitas, LNG lebih kering dan lebih bagus dibandingkan gas pipa. Namun, jadwal dari penyerapan gas itu sangat ketat dan harus benar-benar presisi. Kedatangan kargo LNG harus tepat sesuai dengan waktu pengisian LNG.
Jika penyerapan LNG oleh pembangkit terlalu tinggi, berisiko bahan bakar habis sebelum kargo datang sehingga unit harus dimatikan. Sebaliknya, jika penyerapan LNG terlalu rendah hingga saat kapal kargo datang bahan bakar belum habis, maka kapal kargo harus menunggu. Waktu tunggu berarti ada biaya yang harus ditanggung oleh PLN.
“Supaya jadwal suplai energi ini bisa berjalan baik, tepat waktu, dan presisi, maka kami harus selalu berkoordinasi dengan pihak pemasok gas dan juga PLN P2B (Pusat Pengatur Beban),” terang Erwin yang pernah ditugaskan di sejumlah pembangkit milik Indonesia Power ini. Namun, tantangan demi tantangan tidaklah menjadi kendala yang menyebabkan Tim UPJP Priok patah semangat. Sebaliknya, justru tantangan ini menjadi cambuk untuk dapat melakukan yang terbaik sehingga keandalan pembangkit dapat terjaga. Tantangan ini pun tak ubahnya sebuah latihan yang mampu menempa Tim UPJP menjadi tim yang andal dan mature dengan bekal pengalaman serta kompetensi yang mumpuni.
Hingga saat ini pun, Tim UPJP Priok mampu membawa PLTGU Blok 3 hingga mencapai target kinerja yang ditetapkan oleh korporat dari sisi tata kelola O&M sebagai asset operator. Di bawah “asuhan” Indonesia Power UPJP Priok, kinerja Blok 3 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga, selama dua tahun berturut-turut (2014 dan 2015), UPJP Priok pun dinobatkan sebagai Asset Operator Terbaik peringkat ke-2 dan ke-3.
Alur Proses Produksi Pembangkit Jenis Combined Cycle
a ntar kita
PlTgU
Tanjung
Priok
blok 3 di
Mata Para
Ujung
Tombak
dalam dunia pembangkitan
di Tanah Air, PlTgU Tanjung
Priok blok 3 hadir sebagai
sebuah pembangkit
masa depan yang ramah
lingkungan. Pasalnya,
pembangkit berbahan bakar
gas ini memiliki tingkat
efisiensi yang sangat tinggi
dan, sebaliknya, emisi
buangan yang sangat rendah.
Tak ayal, pembangkit ini pun
memiliki peran dan kontribusi
yang sangat penting dalam
subsistem bekasi-Priok. lalu,
bagaimana PlTgU Tanjung
Priok blok 3 ini di mata para
ujung tombak yang terus
berupaya untuk meningkatkan
kinerja serta menjaga
keandalan pembangkit ini?
berikut penuturan mereka.
d
alam subsistem kelistrikan Bekasi-Priok, PLTGU Tanjung Priok Blok 3 menopang hampir 30% beban di subsistem tersebut. Disamping itu, PLTGU Blok 3 ini juga merupakan load follower yang andal untuk merespon kondisi kebutuhan beban sistem yang dinamis. Hal ini didorong oleh kemampuan manuver beban yang sangat cepat dari Blok 3 serta adanya jaminan respon pengamanan sistem kelistrikan yang cepat saat terjadi gangguan.yudi Hidayat
Manajer Enjinering UPJP Priok
d
i tahun pertamanya beroperasi (2013), kinerja PLTGU Tanjung Priok Blok 3 belum bisa mencapai targetnya. Tak ubahnya “anak baru” di dunia pembangkitan, Blok 3 masih harus melakukan sejumlah penyesuaian, terutama penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Salah satu penyesuaian yang dilakukan di awal operasinya adalah dengan memodifikasi sistem air intake yang, selama ini, memberikan losses paling besar hingga sekitar 500 ribu MWH.guntur Syahrir
AMA Pengendalian Kontrak Enjinering UPJP Priok
M
unculnya wacana dari PLN P2B untuk melakukan reposisi island dari Blok 3 menjadi masuk ke sistem Cawang, akan memberikan dampak positif bagi PLTGU Priok. Jika wacana tersebut terealisasi, tentu akan mendorong peningkatan Capacity Factor (CF) Blok 3 dan juga keandalan sistem PLTGU secara keseluruhan.Hal ini bukan tidak mungkin. Mengingat, peran Blok 3 dalam subsistem Bekasi-Priok selama ini menunjukkan kinerja yang baik serta kontribusi yang dominan. Sebesar