0 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Jenis Kelamin
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022 Gambar 6
Data Distribusi Jenis Kelamin Responden
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner pada diagram diatas, peneliti menyebarkan kuesioner pernyataan kepada 400 jumlah keseluruhan responden dan dari total 400 responden yang mengisi kuesioner, sebanyak 400 responden memiliki jenis kelamin perempuan yaitu sebesar 100% dari total keseluruhan hasil. Didukung dengan hasil data yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh Nusasearch kepada 2830 perempuan pengguna kosmetik didapatkan hasil sebanyak 78% dari total keseluruhan, memilih lipstick sebagai produk kosmetik yang paling banyak digunakan dalam 3 bulan kebelakang1
4.2 Usia Responden
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022 Gambar 7
Data Distribusi Usia Responden
1 https://nusaresearch.net/public/news/996-Laporan_Tentang_Makeup_Routine.nsrs (diakses 16 Maret 2022, pukul 13.43 WIB)
Berdasarkan tabel serta diagram yang ada di atas, digambarkan dari total keseluruhan responden penelitian sebanyak 400 responden berdasarkan usia, dengan pembagian usia sebanyak 3 jenis yaitu responden dengan usia 10-20 tahun, 21-30 tahun serta lainnya yang merupakan responden dengan usia lebih dari 30 tahun. Hasil yang didapat adalah dari 400 responden yang mengisi kuesioner penelitian, terdapat 201 responden dengan usia 10 hingga 20 tahun, atau sembanyak 50.3% dari total keseluruhan responden.
Kemudian responden dengan usia 21-30 tahun sendiri berjumlah 197 dari total 400 responden, artinya pada usia ini ada sebanyak 49.3% dari total keseluruhan responden. Kemudian untuk responden dengan usia lebih dari 30 tahun terdapat 2 orang atau 0,5% dari total keseluruhan responden yang didapat dalam penelitian. Menurut data yang diungkapkan oleh Nusasearch pengguna makeup di Indonesia didominasi dengan pengguna yang berusia 18-35 tahun, dengan perolehan total sebanyak 73,8% atau lebih dari setengah sampel dengan jumlah total 2830 wanita.2
4.3 Karakteristik Variabel Brand Ambassador
Dalam penelitian ini pada variabel Brand Ambassador yang mana merupakan variabel X terbagi menjadi 4 indikator yaitu Visibility, Credibility, Attraction, serta Power. Pada indikator ini terdapat 14 butir pernyataan dengan hasil penjabaran sebagai berikut pada masing-masing indikator :
4.3.1 Visibility
Visibility merupakan indikator yang melihat bagaimana serta seberapa besar tingkat kepopuleran ITZY yang merupakan brand ambassador ini di mata konsumen yang mengenal mereka. Dalam poin indikator ini terdapat 2 item pernyataan yang telah lolos uji validitas dengan penghitungan rata-rata interval dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
= 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
2 https://nusaresearch.net/public/news/996-Laporan_Tentang_Makeup_Routine.nsrs (diakses 16 Maret 2022, pukul 13.44 WIB)
= 8−2
4 = 6
4 = 1,5 Tabel 4.1
Distribusi Variabel Berdasarkan Indikator Visibility
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
2 - 3,5 STS 1 0.3%
3,5 - 5 TS - -
5 – 7,5 S 30 7,9%
7,5 - 9 SS 369 92,3%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas, sebanyak 399 (99,7%) dari 400 responden sangat setuju bahwa ITZY merupakan girl group dengan tingkat kepopuleran yang tinggi karena mayoritas responden menjawab pernyataan pada indikator visibility dengan jawaban setuju. Sedangkan sebanyak 0,3% atau 1 orang responden tidak setuju bahwa ITZY merupakan celebrity yang populer.
4.3.2 Credibility
Credibility merupakan keahlian dari ITZY sebagai brand ambassador yang mencakup pada pengetahuan ITZY mengenai produk dan brand yang mereka bintangi yaitu Maybelline Ultimatte Slim Lipstick. Credibility dari ITZY ini jugalah yang akan dijadikan sebagai kemampuan dari ITZY untuk meyakinkan calon konsumen Maybelline untuk melakukan pembelian terhadap produknya
= 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚−𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
= 16−4
4 = 12
4 = 4
Tabel 4.2
Distribusi Variabel Berdasarkan Credibility
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
4-8 STS - -
8-12 TS 33 8,3%
12-16 S 256 64%
16-19 SS 111 27,8%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil bahwa sebanyak 367 atau sebanyak 91,8% dari jumlah keseluruhan responden sangat setuju bahwa ITZY mempunyai credibility atau pengetahuan serta kemampuan untuk meyakinkan calon konsumen membeli produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick yang dipasarkan. Namun dari data tersebut dapat dilihat sebanyak 8,3% responden tidak setuju bahwa ITZY dapat meyakinkan responden untuk membeli produk Maybelline yang menjadikan ITZY sebagai brand ambassador.
4.3.3 Attraction
Attraction merupakan daya tarik yang diberikan oleh ITZY sebagai selebriti, daya tarik ini dapat dilihat melalui physical likability yang merupakan daya tarik fisik atau penampilan yang ada pada ITZY atau juga non physical likability yang merupakan daya tarik non fisik yang dimiliki ITZY seperti kepribadiannya, serta yang terakhir adalah similarity atau kesamaan dari ITZY dengan calon konsumen yang bisa menarik keinginan konsumen untuk mencari tahu lebih
= 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚−𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
= 12−4
4 = 8
4 = 2
Tabel 4.3
Distribusi Variabel Berdasarkan Attraction
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
4-6 STS 3 0,8%
6-8 TS 11 2,8%
8-10 S 82 20,5%
10-12 SS 304 76%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas, 386 atau 96,5% dari jumlah keseluruhan responden sangat setuju bahwa ITZY memiliki attraction atau daya tarik baik itu dimunculkan dari daya tarik fisik, non fisik serta kesamaannya dengan calon konsumen Maybelline yang disasar. Namun berdasarkan data yang diperoleh juga terdapat 14 responden atau sebanyak 2,6% dari jumlah keseluruhan responden tidak setuju bahwa ITZY memiliki daya tarik yang muncul untuk dapat membuat calon konsumen tertarik terhadap produk yang ditawarkan.
4.3.4 Power
Power merupakan kekuasaan atau kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh ITZY sebagai brand ambassador untuk mengajak para calon konsumen yang melihat iklannya menjadi tertarik untuk mencari tahu lebih mengenai produk Maybelline serta kemudian melakukan proses pembelian
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 5 4 = 11
4 = 2,75 Tabel 4.4
Distribusi Variabel Berdasarkan Power
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
5-7,75 STS 1 0.3%
7,75-10,5 TS 10 2,5%
10,5 – 13,25 S 112 28%
13,25 - 16 SS 277 69,3%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa sebanyak 389 atau 97.3% dari jumlah keseluruhan responden setuju bahwa ITZY memiliki power atau kekuatan untuk bisa mengajak calon konsumen melakukan pembelian melalui iklan yang dibintanginya. Selain itu terdapat juga 11 orang yang tidak setuju bahwa ITZY memiliki kekuatan atau power untuk membuat konsumen Maybelline membeli produk yang mereka pasarkan.
4.4 Karakteristik Variabel Online Customer Review
Dalam penelitian ini digunakan variabel online customer review sebagai variabel moderator atau variabel Z, pada variabel ini terdapat pernyataan sebanyak 20 butir pernyataan yang diberikan pada responden dengan pembagian 4 pernyataan pada setiap indikatornya. Variabel online customer review memiliki 5 buah indikator dan setelah menyebar kuesioner kepada responden didapatkan hasil sebagai berikut :
4.4.1 Perceived Usefulness
Perceived usefulness merupakan manfaat yang didapat atau dirasakan oleh seorang individu melalui adanya online customer review melalui situs jual beli online yang mana dalam penelitian ini situs jual beli online tersebut adalah Shopee
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 4 4 = 12
4 = 3 Tabel 4.5
Distribusi Variabel Berdasarkan Perceived Usefulness
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
4-7 STS 2 0.5%
7-10 TS 1 0.3%
10-13 S 31 7,8%
13-16 SS 366 91,5%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil pengujian pada indikator perceived usefulness diatas dapat disimpulkan bahwa sebanyak 397 atau 99,3% responden sangat setuju. Hasil ini membuktikan bahwa mayoritas konsumen setuju bahwa keberadaan online customer review di Shopee membantu konsumen dalam hal melakukan transaksi jual beli online. Meskipun mayoritas responden mengatakan setuju bahwa kolom online customer review di Shopee bermanfaat, ada 3 orang responden yang tidak setuju bahwa online customer review yang ada merupakan hal yang bermanfaat dalam kegiatan transaksi jual beli online.
4.4.2 Source Credibility
Source credibility merupakan kredibilitas dari sumber yang dalam hal ini memberikan online customer review di Shopee. Kredibilitas dari review yang diberikan pada sumber disini nantinya dapat memunculkan pengaruh pada tanggapan dan bagaimana pesan atau review itu diterima dan dicerna oleh pembaca atau konsumen, hal ini dapat membantu konsumen untuk memunculkan rasa ingin membeli sebuah produk tersebut.
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 6 4 = 10
4 = 2,5
Tabel 4.6
Distribusi Variabel Berdasarkan Source Credibility
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
6-8,5 STS 9 2.3%
8,5 - 11 TS 18 4,5%
11 – 13,5 S 207 51,9%
13,5 - 16 SS 166 41,5%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil yang didapatkan oleh peneliti dari tabel diatas bahwa sebanyak 373 atau sebanyak 93.4% dari jumlah total responden setuju bahwa kredibilitas sumber yang memberikan ulasan pada kolom online customer review di Shopee berpengaruh pada bagaimana mereka menentukan kelanjutan kegiatannya setelah membaca kolom ulasan di Shopee. Pada hal indikator ini juga didapatkan sebanyak 27 responden berpendapat bahwa kredibilitas sumber review tidak berpengaruh pada aksi mereka untuk melakukan pembelian.
4.4.3 Argument Quality
Argument quality adalah kekuatan persuasif yang terdapat dalam review yang diberikan oleh seseorang, dalam hal ini kualitas argumen erat kaitannya dengan isi review yang diberikan.
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 6 4 = 10
4 = 2,5
Tabel 4.7
Distribusi Variabel Berdasarkan Argument Quality
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
6-8,5 STS 7 1,8%
8,5 - 11 TS 15 3,8%
11 – 13,5 S 205 51,3%
13,5 - 16 SS 173 43,3%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil bahwa mayoritas responden dengan jumlah 378 yaitu 94,6% dari total keseluruhan 400 responden setuju bahwa kualitas argumen yang terdapat dalam isi review yang ada di Shopee berpengaruh pada aksi mereka untuk membeli produk yang dipasarkan. Selain itu sebanyak 5,6% responden tidak setuju bahwa kualitas argumen yang ada dalam isi review merupakan hal penting yang berpengaruh dalam proses pembelian.
4.4.4 Valence
Valensi merupakan sifat positif berupa pujian atau juga sifat negatif berupa komplain dalam review yang diberikan oleh konsumen mengenai sebuah produk. Hal ini pada akhirnya mampu untuk mempengaruhi sikap konsumen untuk menentukan pilihan pembelian akan suatu produk
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 4 4 = 12
4 = 3
Tabel 4.8
Distribusi Variabel Berdasarkan Valence
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
4-7 STS 1 0.3%
7-10 TS -
10-13 S 68 17%
13-16 SS 331 82,8%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden sebanyak 99,8% sangat setuju bahwa valensi atau review positif atau juga negatif dari konsumen dapat mempengaruhi perilaku dan aksi dari calon konsumen yang membaca online customer review untuk melakukan proses pembelian akan suatu produk. Selain itu pada data yang didapat hanya ada seorang responden yang tidak setuju bahwa isi review positif atau negatif dapat berpengaruh pada proses pembelian.
4.4.5 Volume of Review
Volume of review merupakan jumlah keseluruhan atau volume dari online customer review yang terdapat dalam kolom review di Shopee. Hal ini juga dapat disimpulkan melalui banyaknya jumlah online customer review yang ada menggambarkan popularitas sebuah produk. Jumlah review juga dapat dikaitkan sebagai representasi dari jumlah konsumen yang tertarik akan sebuah produk.
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 6 4 = 10
4 = 2,5
Tabel 4.9
Distribusi Variabel Berdasarkan Volume of Review
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
6-8,5 STS 11 2,8%
8,5 - 11 TS 47 11,8%
11 – 13,5 S 172 43%
13,5 - 16 SS 170 42,5%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa sebanyak 342 responden(85,5%) setuju bahwa jumlah review menggambarkan kepopuleran suatu produk yang sedang dipasarkan dan hal ini dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli sebuah produk. Selain itu sebanyak 58 responden tidak setuju bahwa jumlah dari review di Shopee dapat mempengaruhi keputusan untuk melakukan pembelian.
4.5 Karakteristik Variabel Minat Beli Konsumen
Pada penelitian ini, peneliti menjadikan Minat Beli sebagai variabel Y atau juga sebagai variabel yang dipengaruhi oleh brand ambassador (X). Variabel minat beli memiliki 4 buah indikator yang diteliti yaitu attention, interest, desire serta action. Pada variabel minat beli peneliti membuat 11 butir pernyataan, masing- masing 4 pernyataan pada indikator attention, interest dan action, serta 3 butir pernyataan pada indikator desire dan didapatkan hasil data sebagai berikut :
4.5.1 Attention
Attention merupakan tahap dimana konsumen mulai memperlihatkan bahwa produk yang diiklankan tersebut menarik perhatian mereka dari segi hiburan dan penampilan dari iklan yang disuguhkan
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 4 4 = 12
4 = 3 Tabel 4.10
Distribusi Variabel Berdasarkan Attention
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
4-7 STS 1 0.3%
7-10 TS 3 0,8%
10-13 S 131 32,8%
13-16 SS 265 66,3%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa 396 responden setuju bahwa iklan ITZY dan Maybelline menarik perhatiannya untuk lebih memperhatikan iklan Maybelline Ulttimatte Slim Lipstick bersama ITZY.
Sedangkan sebanyak 3 orang responden tidak setuju bahwa iklan Maybelline ini menarik perhatian mereka.
4.5.2 Interest
Interest merupakan tahap dimana seorang individu mulai memunculkan rasa ketertarikan setelah melihat iklan yang ada, dalam tahap ini bisa ditunjukkan dengan sikap individu untuk mencari tahu mengenai sebuah produk yang diiklankan secara lebih mendetail
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 5 4 = 11
4 = 2,75
Tabel 4.11
Distribusi Variabel Berdasarkan Interest
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
5-7,75 STS 2 0,5%
7,75-10,5 TS 33 8.3%
10,5 – 13,25 S 171 42,8%
13,25 - 16 SS 194 48,4%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 91.2% responden setuju bahwa iklan yang dibuat Maybelline bersama ITZY dapat membuat mereka tertarik kemudian mencari tahu lebih dalam dan detail mengenai produk yang dipasarkan oleh Maybelline tersebut. Namun sebanyak 35 responden tidak merasa tertarik dengan iklan yang dibuat oleh Maybelline tersebut.
4.5.3 Desire
Desire merupakan tahapan dimana konsumen mulai memiliki keinginan atau hasrat yang kuat untuk mencoba serta memiliki produk yang ada dalam iklan yang dibuat oleh sebuah perusahaan.
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 6 4 = 10
4 = 2,5 Tabel 4.12
Distribusi Variabel Berdasarkan Desire
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
6-8,5 STS 9 2.3%
8,5 - 11 TS 38 9,5%
11 – 13,5 S 127 31,8%
13,5 - 16 SS 226 56,5%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil tabel diatas dapat dilihat bahwa sebanyak 87,8%
responden setuju bahwa iklan dari Maybelline menarik perhatian mereka hingga memunculkan hasrat untuk memiliki produk tersebut. Namun sebanyak 47 responden tidak setuju bahwa iklan yang dibuat oleh Maybelline dapat memunculkan hasrat untuk memiliki produk tersebut.
4.5.4 Action
Action merupakan tahapan klimaks dan penentu dimana calon konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk yang sedang diiklankan oleh Maybelline.
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 − 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
16 − 4 4 = 12
4 = 3 Tabel 4.13
Distribusi Variabel Berdasarkan Action
Interval Kategori Frekuensi Presentase (%)
4-7 STS 7 1,8%
7-10 TS 54 13,5%
10-13 S 188 47%
13-16 SS 151 37,8%
Total 400 100%
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden sebanyak 84,8% setuju bahwa iklan yang dibuat oleh ITZY dan Maybelline dapat membuat penontonnya sampai pada tahap action yaitu
tahap pembelian suatu produk. Selain yang setuju, terdapat 61 responden tidak setuju bahwa iklan Maybelline mampu membuat penontonnya membeli produk yang diiklankan.
4.6 Uji Asumsi Klasik 4.6.1 Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan sebuah pengujian yang bertujuan sebagai alat untuk menguji apakah nilai residual data terdistribusi secara normal atau tidak. Menurut Jubilee Enterprise(2018) uji normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi data antar variabel yang digunakan dalam penelitian.
Data yang layak dan sempurna digunakan pada penelitian adalah data yang sudah terdistribusi secara normal.
Tabel 4.14
Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 400
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation 5.63803796 Most Extreme Differences
Absolute .081
Positive .050
Negative -.081
Kolmogorov-Smirnov Z 1.624
Asymp. Sig. (2-tailed) .010
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan tabel kolmogorov smirnov tersebut diatas didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,010 yang mana nilai ini lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan oleh peneliti tidak terdistribusi secara normal. Sehingga solusi dari ketidaknormalan data yang digunakan ini, peneliti memperbaiki data yang ada dengan metode menghilangkan data atau sampel yang bernilai ekstrem(outlier). Data yang tergolong ekstrem ini didapatkan dari output tabel casewise. Metode ini juga dilakukan agar data memiliki kualitas yang baik untuk dilanjutkan dalam model regresi. Dari 400 data yang terkumpul, terdapat 8 butir data yang mengandung casewise yaitu data dengan nomor 12, 15, 31, 33, 63, 86, 268,
dan 382. Dan berikut adalah hasil uji normalitas yang dilakukan oleh peneliti setelah melakukan outlier data.
Tabel 4.15
Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov ke-2
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 392
Normal Parametersa,b Mean ,0018413
Std. Deviation 1,13221192 Most Extreme Differences Absolute ,155
Positive ,122
Negative -,155
Test Statistic ,155
Asymp. Sig. (2-tailed) ,898c
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Melalui hasil uji normalitas menggunakan kolmogorov smirnov setelah outlier, didapatkan hasil signifikansi yaitu 0,898 yang mana nilai ini lebih besar dari nilai signifikansi penelitian yaitu 0,05 atau 5%. Oleh karena itu, 392 data yang digunakan selanjutnya dinilai terdistribusi normal dan dapat digunakan sebagai data penguji menggunakan metode regresi moderasi.
Gambar 7
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Dapat dilihat berdasarkan diagram diatas persebaran titik-titik berada pada sekitar garis diagonal yang ada, artinya data yang digunakan oleh peneliti sudah terdistribusi normal.
4.6.2 Uji Linearitas
Menurut Singgih Santoso (2010) tujuan dari uji linearitas adalah untuk menguji bentuk hubungan antar variabel, apakah hubungan antar variabel bebas dan terikat tersebut bersifat linear. Pada pengujian normalitas dengan metode ANOVA penginterpretasian hasil ujinya sebagai berikut : data dapat dikatakan memiliki hubungan linear jika nilai deviation from linearity > 0.05 maka variabel bebas dan terikat terdapat hubungan yang linear, sebaliknya jika nilai deviation from linearity < 0,05 maka tidak ada hubungan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikat.
Tabel 4.16 Tabel Uji Linearitas
ANOVA Table
F Sig.
BELI * BA Between Groups (Combined)
13,817 ,000
Linearity
250,264 ,000
Deviation from Linearity
1,372 ,137
Within Groups
Total
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil uji linearitas menggunakan metode ANOVA oleh peneliti, nilai dari deviation from linearity sebesar 0,137 yang mana nilai ini lebih dari standar normalitasnya yaitu 0,05. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan hasil pengujian linearitas yang telah dilakukan, variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini memiliki hubungan yang linear.
4.6.3 Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas merupakan sebuah pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah dalam pengujian dengan model regresi ditemukan ketidaksamaan dalam varian residual dalam suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Dalam penelitian, model data yang baik merupakan data yang tidak ditemukan adanya gejala heterokedastisitas. Pada pengujian
heterokedastisitas ini peneliti menggunakan uji heterokedastisitas dengan metode pengujian Glejser dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut :
● Jika nilai signifikansi(Sig) antar variabel dengan nilai absolut residual > 0,05 maka data yang digunakan tidak terjadi masalah heterokedastisitas
● Jika nilai signifikansi(Sig) antar variabel dengan nilai absolut residual < 0,05 maka data yang digunakan terdetekksi adanya masalah heterokedastisitas
Tabel 4.17
Tabel Uji Heterokedastisitas
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil yang ada dalam tabel tersebut, diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel brand ambassador sebesar 0,112 dan pada variabel online customer review sebesar 0,631 yang mana dari kedua hasil tersebut memiliki nilai > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan tidak terjadi adanya gejala heterokedastisitas pada model regresi, yang mana dapat dikatakan bahwa ini merupakan model regresi yang dikategorikan baik.
4.6.4 Uji Multikolinearitas
Tujuan diadakannya uji multikolinearitas adalah untuk melihat ada atau tidaknya korelasi atau hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah dimana pada data yang diuji tidak ditemukan gejala multikolinearitas. Pada pengujian multikolinearitas ini peneliti menggunakan metode mengamati nilai tolerance serta variance inflation factor atau VIF dengan penginterpretasian hasil jika nilai tolerance > dari 0,10 serta nilai VIF <
10.00 maka data tersebut bebas dari gejala multikolinearitas.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,033 1,881 ,549 ,583
BA ,049 ,037 ,074 1,315 ,189
OCR ,013 ,026 ,027 ,480 ,631
Tabel 4.18
Tabel Uji Multikolinearitas
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1
(Constant) -2.435 3.171 -.768 .443
X1 .739 .062 .508 11.980 .000 .818 1.223
Z .245 .044 .235 5.545 .000 .818 1.223
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil pengujian diatas dapat dilihat bahwa nilai tolerance dari variabel brand ambassador adalah 0,818 yang berarti nilai ini lebih besar dari 0,10. Nilai VIF sebesar 1,223 yang artinya nilai ini lebih kecil dari 10,00. Kemudian pada variabel minat beli, nilai tolerance adalah 0,818 dimana nilai ini lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,223 artinya lebih kecil dari 10,00. Dengan demikian data yang digunakan oleh peneliti ini telah dikatakan sesuai dengan persyaratan uji multikolinearitas karena tidak terdeteksi adanya gejala multikolinearitas dan masuk pada kategori regresi yang baik.
4.6.5 Uji Regresi Moderasi
Analisis regresi moderasi merupakan sebuah analisis yang melibatkan adanya variabel moderasi atau moderator dalam membangun sebuah hubungan. Pengujian ini dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel dependen serta independen yang mana di dalam suatu hubungan tersebut terdapat faktor atau variabel moderator yang dapat memperkuat atau bahkan memperlemah hubungan kedua variabel tersebut. Pengujian analisis regresi moderasi pada penelitian kali ini diterapkan dengan metode moderated regression analysis dengan menggunakan program SPSS dan didapatkan hasil sebagai berikut
4.6.5.1 Uji Hipotesis 1
Tabel 4.19
Tabel Model Summary Hipotesis 1
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Menurut hasil pengujian regresi yang tertera pada tabel 4.22, dapat dilihat bahwa nilai korelasi parsial didapat nilai r hitung sebesar 0,605.
Menurut Sarwono,2006 dalam Purnomo 2017 hubungan yang dihasilkan oleh ITZY sebagai brand ambassador dengan Minat Beli konsumen ini termasuk korelasi yang sangat kuat dikarenakan nilai 0,605 yang berada di antara > 0,75-0,99. Dengan adanya nilai koefisien korelasi yang positif ini dapat dinyatakan bahwa kedua variabel yang diuji memiliki hubungan yang searah. Sehingga hal ini berarti bahwa semakin populer brand ambassador yang dipilih oleh Maybelline maka semakin tinggi pula minat beli yang akan timbul pada diri konsumen Maybelline.
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel model summary diatas juga dapat dilihat nilai koefisien determinasi atau R Square pada persamaan regresi pertama adalah sebesar 0,366 atau sebesar 36,6%. Sehingga dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan berdasarkan hasil pengujian bahwa dampak yang diberikan oleh ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli pada konsumen adalah sebesar 36,6% sedangkan sisanya yaitu 63.4% merupakan pengaruh yang dihasilkan oleh faktor lain diluar dari Pengaruh Brand Ambassador yang tidak dilakukan penelitian oleh peneliti.
Selanjutnya untuk menguji apakah ada pengaruh dari ITZY sebagai Brand Ambassador terhadap Minat Beli Konsumen dapat dilihat melalui tabel ANOVA yang ada berikut:
Model Summary Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .605a .366 .364 5.759
a. Predictors: (Constant), BRAND AMB
Tabel 4.20
Tabel ANOVA Hipotesis 1
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Pada pengujian pengaruh ini peneliti mengambil keputusan pada analisis ANOVA dengan melihat nilai dari probabilitas dengan ketentuan sebagai berikut :
● Jika nilai probabilitas > 0,05 maka H0 diterima sedangkan H1 ditolak
● Jika nilai probabilitas < 0,05 maka H1 diterima sedangkan H0 ditolak Hipotesis pada penelitian ini yaitu :
H0 = Tidak ada pengaruh antara ITZY sebagai Brand Ambassador Produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli konsumen H1 = Terdapat pengaruh antara ITZY sebagai Brand Ambassador Produk
Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli konsumen Berdasarkan tabel ANOVA yang disajikan, nilai probabilitas ditunjukkan dengan angka 0,000 dimana nilai tersebut < dari 0,05 dan sesuai dengan dasar pengambilan keputusan jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 artinya H1 dapat diterima sedangkan H0 ditolak. Berdasarkan keputusan yang ada sehingga model regresi yang digunakan menyatakan bahwa ITZY sebagai brand ambassador Maybelline Ultimatte Slim Lipstick berpengaruh terhadap minat beli konsumen
Pada tabel berikutnya adalah tabel persamaan regresi dari Pengaruh ITZY Sebagai Brand Ambassador Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli Konsumen.
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 7469.450 1 7469.450 225.193 .000b
Residual 12935.956 390 33.169
Total 20405.406 391
a. Dependent Variable: MINAT BELI b. Predictors: (Constant), BRAND AMB
Tabel 4.21
Tabel Coefficients Hipotesis 1
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 7.505 2.712 2.767 .006
BRAND AMB .733 .061 .510 12.030 .000
a. Dependent Variable: MINAT BELI
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh berdasarkan perhitungan tabel diatas adalah sebagai berikut :
Melalui persamaan regresi linear diatas, dapat ditarik kesimpulan berikut
● Konstanta sebesar 7,505 menunjukkan bahwa jika tidak ada variabel brand ambassador, maka besar dari variabel minat beli konsumen adalah 7,505
● Nilai koefisien regresi sebesar 0,733 pada variabel brand ambassador dengan artian bahwa setiap penambahan dari 1 nilai variabel brand ambassador, dapat meningkatkan nilai dari variabel minat beli sebesar 0,733
Selanjutnya peneliti akan menganalisis hasil uji signifikansi melalui uji t yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang singnifikan dari kedua variabel yang diuji
Jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak
Jika probabilitas < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak
Berdasarkan tabel yang ada, dapat dilihat bahwa nilai t hitung yang ada adalah sebesar 12,030 serta diikuti dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.
Melalui hasil t hitung serta nilai signifikansi yang didapat, nilai probabilitasnya sebesar 0,000 dimana nilai ini dinyatakan lebih kecil dari 0,05 dan sesuai dengan interpretasi hasil yang telah dipaparkan, maka hasil ini menunjukkan bahwa disini H1 dapat diterima dan H0 dinyatakan ditolak.
Y=𝛼 + 𝑏𝑋
Yminat beli konsumen = 7,505+0,733brand ambassador
Sehingga ini dapat disimpulkan bahwa variabel ITZY sebagai Brand Ambassador Produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli Konsumen.
4.6.5.2 Uji Hipotesis 2
Tabel 4.22
Tabel Model Summary Hipotesis 2
Model Summary Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .655a .429 .426 5.475
a. Predictors: (Constant), X1 DAN MOD, BRAND AMB
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Berdasarkan hasil pengujian regresi pada tabel model summary di atas, dapat dilihat bahwa nilai korelasi parsial didapat nilai r hitung sebesar 0,655 dan nilai ini berada diantara 0,40-0,599 dan tergolong pada korelasi sedang (Sarwono, 2006 dalam Purnomo 2017). Kemudian pada korelasi dari variabel online customer review yang merupakan perkalian antar variabel Brand Ambassador serta variabel online customer review didapat nilai R Square 0,429 dengan artian bahwa pengaruh dari variabel brand ambassador terhadap minat beli konsumen yang sudah dimoderasi oleh variabel online customer review sebesar 42,9% sedangkan 57,1% lainnya merupakan pengaruh yang diberikan oleh faktor lain diluar brand ambassador, online customer review dan minat beli konsumen.
Tabel 4.23
Tabel ANOVA Hipotesis 2
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 8745.911 2 4372.955 145.897 .000b
Residual 11659.495 389 29.973
Total 20405.406 391
a. Dependent Variable: MINAT BELI
b. Predictors: (Constant), X1 DAN MOD, BRAND AMB
Y=𝛼 + 𝑏1𝑋1 + 𝑏2𝑍 + 𝑏3𝑋1
Pada pengujian pengaruh ini peneliti mengambil keputusan pada analisis ANOVA dengan melihat nilai dari probabilitas dengan ketentuan sebagai berikut :
● Jika nilai probabilitas > 0,05 maka H0 diterima sedangkan H1 ditolak
● Jika nilai probabilitas < 0,05 maka H1 diterima sedangkan H0 ditolak Hipotesis pada penelitian ini yaitu :
H0 = Tidak terdapat pengaruh ITZY sebagai Brand Ambassador Produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli konsumen yang dimoderasi oleh Online Customer Review
H1 = Terdapat pengaruh ITZY sebagai Brand Ambassador Produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli konsumen yang dimoderasi oleh Online Customer Review
Berdasarkan tabel ANOVA yang disajikan, nilai probabilitas ditunjukkan dengan angka 0,000 dimana nilai tersebut < dari 0,05 dan sesuai berdasarkan syarat pengambilan keputusan yang ada jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 artinya H1 dapat diterima sedangkan H0 ditolak.
Berdasarkan keputusan yang ada sehingga model regresi yang digunakan menyatakan bahwa terdapat pengaruh ITZY sebagai Brand Ambassador Produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli konsumen yang dimoderasi oleh Online Customer Review.
Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan yang dihasilkan oleh variabel Online Customer Review maka peneliti melakukan uji t dengan hasil yang disajikan pada tabel berikut :
Tabel 4.24
Tabel Coefficients Hipotesis 2
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 14.844 2.814 5.275 .000
BRAND AMB .304 .104 .210 2.932 .004
OCR -.035 .186 -.034 -.188 .851
X1 DAN MOD .006 .001 .468 6.526 .000
a. Dependent Variable: MINAT BELI
Sumber : Analisis Data Primer, Tahun 2022
Persamaan regresi moderasi yang diperoleh berdasarkan tabel perhitungan diatas adalah
Berdasarkan tabel koefisien yang tertera diatas dapat dilihat dan disimpulkan sebagai berikut :
● Didapatkan angka konstanta (constant) sebesar 14,844 dimana nilai ini menunjukkan bahwa jika tidak ada variabel online customer review maka besar dari pengaruh brand ambassador terhadap minat beli konsumen yang muncul adalah 14,844.
● Nilai koefisien regresi sebesar 0,020 pada variabel perkalian antara brand ambassador dan online customer review dengan artian setiap penambahan 1 nilai pada variabel online customer review dapat meningkatkan sebanyak 0,006 pengaruh pada brand ambassador dan minat beli konsumen.
Pada pengujian selanjutnya peneliti akan membahas mengenai hasil dari uji signifikansi melalui uji t untuk mengetahui keberadaan pengaruh yang signifikan dari Brand Ambassador terhadap Minat Beli Konsumen(Y) yang dimoderasi oleh Online Customer Review (Z) melalui interpretasi hasil uji t sebagai berikut ini :
Y =𝛼 + 𝑏1𝑋1 + 𝑏2𝑍 + 𝑏3𝑋1*Z
Yminat beli konsumen = 14.844 + 0,304brand ambassador - 0,035online customer review + 0,006brand ambassador*online
customer review
● Apabila nilai probabilitas > 0,05 maka H0 diterima sedangkan H1
ditolak
● Apabila nilai probabilitas < 0,05 maka H1 diterima sedangkan H0
ditolak
Berdasarkan tabel yang ada, dapat dilihat bahwa nilai t hitung yang ada adalah sebesar 6,526 serta diikuti dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.
Melalui hasil t hitung serta nilai signifikansi yang didapat, nilai probabilitasnya sebesar 0,000 dimana nilai ini dinyatakan lebih kecil daripada 0,05 dan sesuai dengan interpretasi hasil yang telah dipaparkan, maka hasil ini menunjukkan bahwa disini H1 diterima dan diikuti dengan H0
yang dinyatakan ditolak. Sehingga dapat diambil keputusan bahwa pengaruh ITZY sebagai Brand Ambassador Produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli konsumen yang dimoderasi oleh Online Customer Review signifikan.
4.7 Pembahasan
Pada penelitian ini ditetapkan dua rumusan masalah dan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan pada awal penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh brand ambassador terhadap minat beli konsumen, seberapa besar pengaruh brand ambassador terhadap minat beli konsumen yang telah dimoderasi oleh online customer review di Shopee, sehingga pada penelitian ini peneliti memperoleh jawaban yang didapat melalui penyebaran kuesioner dengan 57 butir pernyataan kepada 400 responden dengan kriteria berusia 10 hingga 40 tahun, merupakan followers dari base
@ohmybeautybank di Twitter serta pernah melakukan transaksi melalui e- commerce Shopee. Berikut merupakan hasil jawaban sekaligus pembahasan yang dilakukan oleh peneliti :
4.7.1 Pembahasan Hasil Uji Deskriptif
Berdasarkan hasil temuan yang didapat oleh peneliti, bisa diketahui bahwa usia responden didominasi dengan usia 10 hingga 20 tahun dengan jumlah perolehan sebanyak 201 responden sebanyak 50.3%. Hasil data yang diperoleh ini juga didukung dengan adanya data dari Nusasearch yang melakukan penelitian kepada pengguna makeup di Indonesia dengan hasil perolehan pengguna makeup didominasi oleh pengguna dengan usia 18-35
tahun, dengan perolehan total sebanyak 73,8% atau lebih dari setengah sample dengan jumlah total 2830 wanita.
Selanjutnya pada data yang diperoleh oleh peneliti, didapatkan hasil bahwa 100% responden berjenis kelamin perempuan atau wanita, hal ini sesuai dengan karakteristik makeup sendiri yang memiliki sasaran untuk wanita.
Aditya Shastri dalam IIDE The Digital School mengungkapkan bahwa produk kecantikan Maybelline New York memiliki target pemasaran kepada wanita dengan usia 15 hingga 45 tahun dengan berbagai macam latar belakang. 3
Penelitian ini memiliki tiga variabel yaitu variabel Brand Ambassador(X), Online Customer Review(Z) serta variabel Minat Beli(Y).
Variabel Brand Ambassador dan Minat Beli memiliki masing-masing 4 indikator, pada variabel brand ambassador mencakup indikator visibility(popularitas), credibility (keahlian), attraction(daya tarik) dan power(kekuatan). Kemudian pada variabel minat beli terdapat indikator attention(perhatian), interest(ketertarikan), desire(keinginan) dan action(aksi). Kemudian pada variabel mediator yaitu Online Customer Review(Z) memiliki lima buah indikator yang diteliti.
Melalui indikator pertama yang dimiliki oleh variabel ITZY sebagai brand ambassador pada aspek popularitas dari ITZY didapatkan hasil sebanyak 99,7% responden sangat setuju bahwa ITZY merupakan girl group dengan tingkat popularitas tinggi, sedangkan sebanyak 0,3% responden tidak setuju bahwa ITZY memiliki tingkat popularitas yang tinggi. Berdasarkan pernyataan yang diberikan dalam kuesioner juga disebutkan bahwa ITZY dinilai cocok untuk membintangi produk kecantikan seperti Maybelline.
Pada indikator kedua dalam variabel variabel ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick yaitu aspek credibility atau keahlian dari ITZY sebagai brand ambassador didapatkan hasil sebanyak 91,8% responden memilih sangat setuju bahwa ITZY memiliki credibility atau kemampuan serta keahlian untuk meyakinkan calon konsumennya membeli produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick, sedangkan
3https://iide.co/case-studies/marketing-strategy-of-maybelline/ (diakses 16 Maret 2022, pukul 14.12 WIB)
sebanyak 8,3% responden memilih untuk tidak setuju jika ITZY memiliki kemampuan untuk meyakinkan calon konsumennya. Responden yang memilih setuju juga menilai bahwa ITZY dapat memberikan pengaruh yang positif untuk penonton iklan Maybelline Ultimatte Slim Lipstick.
Dalam indikator ketiga pada variabel ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick yang menilai mengenai bagaimana ITZY memberikan daya tarik kepada penonton iklan dari Maybelline Ultimatte Slim Lipstick didapatkan bahwa sebanyak 96,5% responden mengaku setuju bahwa kemunculan ITZY dapat memberi daya tarik kepada calon konsumen dan penonton iklannya. Daya tarik ini bisa dimunculkan melalui daya tarik fisik, non fisik serta kesamaan yang dimiliki oleh ITZY serta calon konsumen.
Tetapi sebanyak 2,6% responden tidak setuju bahwa ITZY memunculkan daya tarik yang mereka miliki dalam iklan tersebut.
Pada indikator terakhir dalam variabel ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick yaitu power dimana indikator ini mengukur sebagaimana kekuatan dan kekuasaan yang diberikan oleh ITZY untuk mampu mengajak konsumen yang menonton iklannya menjadi tertarik untuk mencari tahu lebih mengenai produk yang mereka iklankan yaitu Maybelline Ultimatte Slim Lipstick. Terdapat 97,3% responden sangat setuju bahwa keberadaan ITZY dalam iklan Maybelline Ultimatte Slim Lipstick mampu memberikan kekuatan untuk mengajak calon konsumennya melakukan pencarian lebih lanjut pada produknya, namun sebanyak 2,8%
responden tidak setuju bahwa ITZY mampu mengajak penonton iklannya untuk mencari tahu lebih mengenai produk Maybelline.
Dilanjutkan pada variabel Online Customer Review dengan indikator pertama yaitu perceived usefulness atau manfaat yang didapatkan oleh konsumen ketika mencari informasi yang diinginkan melalui kolom review di Shopee dan didapatkan data sebanyak 99,3% responden setuju bahwa ketika mencari informasi dalam review di Shopee konsumen mendapatkan manfaat baik itu berisi kelebihan serta kekurangan produk atau juga ulasan yang dipaparkan oleh pembeli sebelumnya. Sedangkan sebanyak 0,8% responden
tidak merasakan bahwa keberadaan customer review di Shopee dapat mempermudah konsumen dalam melakukan perbelanjaan.
Pada indikator kedua dalam variabel Online Customer Review di Shopee menilai mengenai kredibilitas sumber yang memberikan ulasan mengenai sebuah produk di Shopee. Terdapat sebanyak 93,4% responden setuju bahwa kredibilitas sumber yang memberi review dapat mempengaruhi mereka dalam melakukan pembelian akan sebuah produk. Sedangkan sebanyak 6,8% responden tidak menganggap kredibilitas dari sumber ini berpengaruh dengan bagaimana mereka melakukan aksi untuk membeli sebuah produk yang dipasarkan.
Indikator ketiga dalam variabel Online Customer Review merupakan argument quality yang mana hal ini menilai mengenai kekuatan isi yang dikandung dalam review yang diberikan oleh penulis review atau ulasan sebuah produk, isi dari review ini memiliki kekuatan persuasif bagi calon konsumen yang sedang mencari informasi pada kolom review dan menjadikannya sebagai pertimbangan untuk membeli produk. Didapatkan hasil sebanyak 94,6%
sangat setuju bahwa isi review di Shopee dapat berpengaruh kepada proses pembelian mereka. Namun terdapat 5,6% responden tidak merasa bahwa isi dari review yang ada di Shopee dapat berpengaruh kepada keputusan mereka untuk membeli sebuah produk.
Pada indikator ke empat dalam variabel Online Customer Review akan dilihat bagaimana peran Valensi yang merupakan sifat negatif atau positif yang terkandung dalam review yang diberikan oleh konsumen sebelumnya mengenai suatu produk yang dipasarkan. Kemudian didapatkan sebanyak 99,8% responden sangat setuju bahwa sifat positif atau negatif yang dikandung dalam review yang diberikan oleh konsumen sebelumnya dapat mempengaruhi mereka dalam proses pembelian yang dilakukan. Tetapi didapatkan sebanyak 0,3% yaitu hanya satu orang mengungkapkan bahwa review positif atau negatif dari isi review yang ada di Shopee tidak dapat mempengaruhi pada proses pembelian mereka.
Indikator terakhir pada variabel Online Customer Review adalah Volume of review atau jumlah keseluruhan dari Online Customer Review yang
ada di Shopee. Indikator ini juga menggambarkan bahwa semakin banyak review yang diberikan oleh konsumen dapat menggambarkan popularitas dan berapa jumlah konsumen yang tertarik akan sebuah produk. Didapatkan hasil sebanyak 85,5% responden menilai sangat setuju bahwa jumlah ulasan di Shopee dapat mempengaruhi mereka untuk melakukan pembelian. Responden juga setuju bahwa semakin banyak review yang ada di Shopee maka berarti bahwa produk yang dipasarkan tersebut populer. Sedangkan sebanyak 14,6%
responden tidak setuju bahwa volume atau jumlah review di Shopee mempengaruhi proses pembeliannya, dan semakin banyak review yang ada artinya semakin populer produk tersebut.
Selanjutnya, pada variabel terakhir yaitu Minat Beli Konsumen dengan indikator pertama yaitu perhatian atau attention yang merupakan tahap dimana konsumen atau penonton iklan memperhatikan iklan Maybelline yang ada.
Indikator ini dinilai melalui sisi penampilan yang disuguhkan oleh iklan serta sisi hiburan yang diberikan dalam iklan Maybelline Ultimatte Slim Lipstick.
Diketahui sebanyak 99,1% sangat setuju bahwa iklan yang dibuat oleh Maybelline bersama ITZY pada produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick dapat menarik perhatian penonton iklannya melalui sisi visual dan hiburan yang ditampilkan. Dalam data yang didapat juga terlihat 0,9% responden tidak setuju bahwa iklan yang dibuat oleh Maybelline menarik perhatian mereka dari sisi visual dan hiburan.
Indikator kedua dalam variabel Minat Beli Konsumen yaitu interest atau ketertarikan konsumen yang mulai muncul setelah menonton iklan Maybelline Ultimatte Slim Lipstick ini. Ketertarikan yang muncul pada konsumen dapat ditunjukkan melalui perilaku konsumen untuk mulai mencari tahu lebih dan secara detail mengenai produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick. Sebanyak 91.2% responden mengungkapkan kesetujuannya bahwa setelah melihat iklan dari Maybelline Ultimatte Slim Lipstick bersama Maybelline dapat memunculkan rasa ketertarikan yang diikuti dengan aksi untuk mencari tahu secara detail dan lebih mengenai produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick. Tetapi sebanyak 8,8% responden tidak setuju bahwa iklan yang dibuat oleh Maybelline bersama ITZY dapat membuat mereka
tertarik hingga mencari tahu lebih dalam mengenai produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick.
Pada indikator ketiga dalam variabel Minat Beli Konsumen terdapat indikator desire yang merupakan sebuah tahap dimana konsumen atau penonton dari iklan mulai memiliki keinginan atau hasrat untuk memiliki produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick yang sedang diiklankan tersebut.
Berdasarkan hasil yang didapat sebanyak 87,8% responden memilih sangat setuju bahwa iklan yang dibuat oleh Maybelline bersama dengan ITZY ini dapat menarik perhatiannya hingga memunculkan hasrat untuk segera memiliki produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick. Sedangkan sebanyak 12,2% dari responden merasa bahwa iklan yang dibuat oleh Maybelline bersama ITZY dapat memunculkan hasrat untuk segera memiliki produk tersebut.
Indikator terakhir dalam variabel Minat Beli Konsumen yaitu indikator action yang merupakan sebuah tahapan klimaks atau puncak dan penentu dimana pada tahap ini penonton iklan atau calon konsumen sudah melakukan pembelian akan produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick yang iklannya sudah ditonton. Sebanyak 84,8% responden setuju bahwa setelah melihat iklan ini penontonnya dapat sampai hingga tahap pembelian produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick. Sedangkan sebanyak 15,3% tidak setuju bahwa iklan yang dibuat oleh Maybelline bersama ITZY dapat membawa penontonnya hingga ke tahap pembelian produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick.
4.7.2 Pembahasan Hasil Uji Inferentif 4.7.2.1 Pembahasan Hipotesis 1
Melalui hasil pengujian hipotesis pertama (H1)yang dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil r hitung sebesar 0,605, nilai yang didapat ini tergolong pada nilai korelasi yang kuat serta memiliki hubungan dengan nilai positif yang searah. (Sarwono, 2006 dalam Purnomo, 2017). Dengan artian bahwa semakin menarik brand ambassador yang dipilih oleh Maybelline untuk mewakilkan produk yang mereka pasarkan maka semakin tinggi juga minat beli yang dimunculkan dalam diri konsumen dari Maybelline dan hal
ini dapat berlaku sebaliknya. Selanjutnya melalui hasil yang ditunjukkan pada tabel korelasi nilai dari koefisien determinasi ditunjukkan dengan angka 0,366 atau sebesar 36,6%. Dengan adanya nilai ini dapat dikatakan bahwa dampak atau pengaruh yang diberikan oleh ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap minat beli pada konsumen adalah sebesar 36,6% sedangkan 63,4% dan sisanya merupakan pengaruh lain yang dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Melalui hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dipilihnya ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick dapat mempengaruhi minat beli dari konsumen sebanyak 36,6%.
Berikutnya, melalui uji F peneliti mendapatkan hasil nilai probabilitas yang dimunculkan antar kedua variabel sebanyak 0,000 dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05 sehingga melalui nilai ini disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap Minat Beli Konsumen dapat dinyatakan diterima. Pada pengujian signifikansi (uji t) didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,000 dan disimpulkan bahwa ITZY sebagai brand ambassador berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli Konsumen.
Hasil yang didapatkan oleh peneliti ini selaras dengan teori yang diungkapkan oleh Simp(2014:258) yang menyatakan bahwa brand ambassador merupakan seorang pribadi, dapat merupakan seorang aktris, aktor dan juga atlet yang sudah dikenal oleh kalangan masyarakat luas yang dapat dijadikan sebagai panutan serta pujian melalui prestasi yang telah didapatkan dalam suatu bidang. brand ambassador disini juga digunakan sebagai seorang penyampai pesan yang dalam penelitian ini merupakan iklan yang diharapkan bisa menarik perhatian dari konsumen yang menjadi sasaran pemasaran suatu produk. Pengaruh yang positif dan signifikan yang diberikan ITZY sebagai brand ambassador produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick terhadap minat beli konsumen ini sejalan dengan hasil penelitian yang didapat oleh Hilimatussyaddiah Sinaga yang meneliti pengaruh brand ambassador dan brand image terhadap minat beli konsumen
produk FreshCare kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa brand ambassador berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kemunculan minat beli konsumen akan produk FreshCare pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Widya Dian Respati tahun 2017 juga mendukung hasil penemuan yang didapat oleh peneliti, dalam penelitian tersebut dinyatakan bahwa brand ambassador berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli produk lipstik Wardah pada mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh Yayan Hendayana dan Ni’matul Afifah mengenai Pengaruh Brand Ambassador dan Korean Wave terhadap Minat Belanja Online Melalui Marketplace Tokopedia pada tahun 2020 menunjukkan hasil yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian sebelumnya ditunjukkan bahwa pengaruh yang diberikan oleh brand ambassador yang ada bersifat positif dan signifikan dengan hasil koefisien determinasi sebanyak 0,274 atau pengaruh yang diberikan oleh brand ambassador adalah sebanyak 27,4%.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Nurvita Ningrum mengenai Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Minat Beli Konsumen MD Clinic by Lazeta pada tahun 2021 juga memiliki hasil yang serupa dengan temuan penulis, yaitu Brand Ambassador berpengaruh pada minat beli konsumen di MD Clinic by Lazeta sebesar 42,9%, sedangkan 57,1% lainnya merupangan pengaruh yang disumbang oleh hal lain diluar fokus penelitian tersebut.Artinya bahwa melalui kesamaan temuan yang didapat oleh peneliti dengan beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ada keselarasan yang didapat pada hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan kepada Brand Ambassador terhadap Minat Beli Konsumen.
4.7.2.2 Pengujian Hipotesis 2
Melalui hasil temuan yang didapat oleh peneliti berdasarkan pengujian hipotesis, didapatkan nilai dari r hitung sebesar 0,655 yang mana nilai ini termasuk kedalam kategori hubungan sedang, dikarenakan posisinya yang
berada diantara nilai 0,40 hingga 0,599(Sarwono, 2006 dalam Purnomo, 2017).
Dengan begitu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh dari brand ambassador terhadap minat beli konsumen yang telah dimoderasi oleh Online Customer Review di Shopee positif dan searah. Selanjutnya dilanjutkan berdasarkan tabel korelasi, didapatkan nilai koefisien determinasi atau R Square yang menunjukkan angka 0,429 atau 42,9% dalam bentuk persen. Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh atau dampak yang disumbangkan oleh variabel brand ambassador terhadap minat beli konsumen yang dimoderasi Online Customer Review di Shopee sebesar 42,9%, sedangkan sebanyak 57,1% lainnya merupakan sumbangan pengaruh yang diberikan oleh faktor lain yang berada diluar penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Berdasarkan hasil pengujian F yang ada, peneliti mendapati hasil nilai probabilitas antar dua variabel yang ada adalah sebesar 0,000. Nilai ini merupakan nilai yang lebih kecil daripada 0,05 yang mana berdasarkan nilai yang ada ini dapat diputuskan bahwa H1 yang mengatakan bahwa terdapat pengaruh brand ambassador terhadap minat beli konsumen yang dimoderasi oleh Online Customer Review yang ada bisa diterima. Kemudian berdasarkan hasil pengujian t test didapatkan angka signifikansi sebesar 0,000, nilai ini juga lebih kecil daripada 0,05. Sehingga melalui hasil t test yang ada dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari brand ambassador terhadap minat beli konsumen yang dimoderasi oleh Online Customer Review di Shopee berpengaruh secara signifikan dan positif. Sehingga hal ini terbukti bahwa online customer review di Shopee dapat memperkuat pengaruh yang diberikan oleh brand ambassador terhadap minat dari konsumen untuk membeli produk Maybelline Ultimatte Slim Lipstick.
Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti ini selaras dengan hasil penelitian yang terlebih dahulu dilakukan oleh Cincin Rohmatulloh dan Devilia Sari dari Universitas Telkom tahun 2021 yang meneliti tentang Pengaruh Online Customer Review Terhadap Minat Beli dengan Kepercayaan Sebagai Variabel Intervening. Melalui hasil yang dipaparkan diketahui bahwa pengujian hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh antara Online Customer Review Terhadap Minat Beli Konsumen pada e-commerce shopee dinyatakan berpengaruh secara signifikan.
Dalam jurnal penelitian yang dilakukan oleh Ayu Apriani pada tahun 2022 mengenai Pengaruh Brand Ambassador dan Online Customer Review Terhadap Minat Beli (Studi Kasus Blibli.com) kepada 547 responden, didapatkan hasil yang juga selaras dengan hasil temuan yang didapat oleh peneliti, dimana terdapat pengaruh antara Online Customer Review Terhadap Minat Beli pada aplikasi belanja online Blibli.com. Kemudian pada penelitian lain dengan fokus penelitian yang sama, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Asri Nugrahani dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro mengenai Pengaruh Online Customer Review dan Online Customer Rating terhadap Keputusan Pembelian melalui Marketplace Shopee didapatkan hasil yaitu Online Customer Review digolongkan mempengaruhi keputusan pembelian pada marketplace Shopee secara signifikan dengan rata- rata nilai yaitu 3,91.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Ichsan, Jumhur & Dharmoputro pada tahun 2018 juga menunjukkan hasil yang sama yaitu online customer rating and review mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap minat beli.
Rizka(2019) melakukan penelitian yang sama mengenai pengaruh online customer review and rating, e-service quality, price terhadap minat beli di Shopee, dan menurut hasil pengujiannya didapatkan bahwa online customer review berpengaruh positif terhadap minat beli di Shopee. Dan pada penelitian yang dilakukan oleh Eka Syarifah dan Karyaningsih mengenai Pengaruh Online Customer Review dan Kepercayaan terhadap Minat Beli pada Marketplace Lazada didapatkan hasil bahwa variabel online customer review berpengaruh secara signifikan positif terhadap minat beli.
Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu mengenai pengaruh online customer review terhadap minat beli konsumen, memiliki hasil bahwa online customer review rata-rata dikatakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen.