34
Dalam pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) IPS di SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten semarang sebelum mengadakan penelitian menunjukkan bahwa nilai IPS yang diperoleh siswa masih rendah dibandingkan nilai mata pelajaran yang lainnya. Metode yang digunakan oleh guru masih menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan terjadi komunikasi satu arah maksudnya hanya pada siswa yang pintar saja, dan siswa hanya mendengar apa yang disampaikan oleh guru sehingga siswa terlihat pasif. Siswa kurang termotivasi dan belum berani mengungkapkan pendapat atau bertanya kepada guru karena takut salah. Guru jarang melakukan pembelajaran secara berkelompok dengan menggunakan LKS, sehingga interaksi antara siswa yang satu dengan yang lain masih kurang. Guru tidak menggunakan RPP dalam setiap pembelajaran.
Hasil evaluasi di kelas 5 dengan KKM ≥ 70, diperoleh skor dari 31 siswa terdapat 11 siswa (35%) memenuhi KKM, sedangkan 20 siswa (65%) dibawah KKM. Rata-rata kelas adalah 68,03 dengan skor maksimal 86 dan skor minimal adalah 50. Ketuntasan belajar siswa yang rendah ini terjadi karena siswa kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran IPS yang dilakukan oleh guru. Berikut tabel yang menunjukkan kondisi ketuntasan belajar dengan motivasi belajar IPS siswa pada Pra siklus:
Tabel 4.1
Distribusi Ketuntasan Belajar IPS Pra siklus
No Standar Ketuntasan Jumlah
siswa Persentase (%) Ketuntasan Keterangan 1 < 70 Tidak tuntas 20 65% 2 70 Tuntas 11 35% Jumlah 31 100%
Berdasarkan tabel 4.1 ketuntasan belajar IPS pada pra siklus tentang menghargai jasa para tokoh dalam memperjuangkan kemerdekaan menunjukkan dari 31 siswa, 11 siswa (23%) tuntas memenuhi KKM, sedangkan 20 (65%) siswa belum memenuhi KKM. Dari hasil tabel dapat digambarkan dengan diagram lingkaran sebagai berikut:
Gambar 4.1 Diagram Lingkaran Ketuntasan Pra Siklus
Berdasarkan data yang diperoleh, perlu upaya untuk menindaklanjutinya melalui penelitian tindakan kelas. Dari hasil diskusi observer dan guru memberikan kesimpulan untuk menerapkan strategi pembelajaran yang mampu memotivasi siswa dalam pembelajaran IPS di SD Negeri Beji 2 Kabupaten Semarang dengan meningkatkan motivasi belajar siswa. Strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas yaitu dengan menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri yang akan dilaksanakan dalam tiga siklus dimana tiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan.
4.2 Deskripsi Pelakasanaan Siklus 1
Pelaksanaan siklus I kompetensi dasar 2.2 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut:
35% 65%
4.2.1 Perencanaan
Setelah diperoleh data pada Pra Siklus, maka dilakukan diskusi dengan guru kelas 5 mengenai tingkat pemahaman siswa dan tingkat motivasi siswa yang kemudian dilanjutkan melaksanakan Siklus 1. Sebelum mengajar pada pertemuan pertama, maka perlu menyiapkan perlengkapan yang nantinya digunakan pada saat mengajar. Perlengkapan tersebut, a) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model STAD dengan pendekatan inkuiri dengan topik bahasan menghargai jasa perjuangan para tokoh dalam mempersiapkan proklamasi. b) menyiapkan media yang digunakan selama proses pembelajaran. c) Lembar observasi motivasi siswa dalam pembelajaran.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat untuk dua kali pertemuan. Indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam RPP disusun berdasarkan langkah yang ada pada model dan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Penggunaan media pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Lembar kerja siswa dibuat untuk mempermudah siswa dalam pengumpulan data.
Kegiatan yang dilakukan selanjutnya yaitu penyusunan perangkat evaluasi pembelajaran yang terdiri atas beberapa lembar observasi. Lembar observasi untuk mengamati kinerja guru selama proses pembelajaran berlangsung dari awal hingga akhir. Kemudian rubrik penilaian motivasi belajar dengan model STAD dengan pendekatan inkuiri. Untuk menundukung rubrik diatas maka ditambahkan rubrik karakter siswa untuk melihat karakter siswa selama proses pembelajaran dan rubrik kuis untuk melihat hasil evaluasi siswa secara berkelompok.
4.2.2 Implementasi Tindakan dan Observasi 1. Implementasi tindakan
Pertemuan pertama
Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru meliputi beberapa kegiatan seperti yang telah didesain dalam rencana pembelajaran yaitu membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, mengabsen, menyampaikan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi dan motivasi terhadap siswa dengan menyanyikan lagu perjuangan sesuai dengan materi pembelajaran. Selanjutnya guru menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri.
Kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan inti pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi pembelajaran mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, kemudian guru dan siswa bertanya jawab tentang topik tersebut. Selanjutnya guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok secara heterogen untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Kemudian guru membimbing siswa untuk berkelompok. Siswa mengerjakan tugas sesuai lembar kerja siswa yang diberikan oleh guru bersama kelompoknya. Pada pertemuan ini siswa bersama kelompoknya saling bertukar informasi tentang materi mempersiapkan proklamasi kemerdekaan agar semua anggota kelompok paham dan menguasai materi.
Kegiatan penutup yang dilakukan, guru bersama dengan siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas dari materi yang dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
Pertemuan kedua
Pada pertemuan kedua, diawali guru dengan mengucap salam untuk, melakukan presensi siswa kemudian memberikan motivasi pada siswa dengan memperlihatkan gambar para tokoh yang terlibat dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran.
Kegiatan inti pembelajaran dimulai siswa dengan bergabung dalam kelompok masing-masing sesuai dengan kelompok sebelumnya. siswa dibimbing untuk melanjutkan kegiatan pada pertemuan sebelumnya yakni merumuskan kesimpulan dan cara menghargai jasa para tokoh pejuang yang terlibat dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Pada kegiatan merumuskan kesimpulan siswa dapat mengambil kesimpulan dengan berdiskusi secara kelompok. Selanjutnya, siswa dibimbing untuk mencari cara menghargai jasa para tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan. Selesai melakukan kesimpulan dan cara menghargai, selanjutnya siswa dibimbing untuk mengikuti kuis. Pada akhir pembelajaran, siswa dibimbing guru melakukan refleksi pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Hasil Observasi
Adapun hasil observasi implementasi RPP dan aktifitas guru serta siswa dapat dilihat pada penjelasan berikut:
Pertemuan pertama
Pada siklus I pertemuan pertama yaitu pada bagian RPP, indikator pembelajaran sudah mengarah pada pengembangan berpikir tingkat tinggi. Memotivasi siswa membangun pemahaman, dan memberikan kesempatan siswa untuk berani mengungkapkan pendapat.
Kegiatan inti, manajemen kelas diterapkan dengan baik, guru bersama dengan siswa secara bersama-sama membentuk kelompok belajar siswa dengan cukup cepat. Media belajar juga digunakan siswa secara maksimal. Strategi pembelajaran berupa model STAD pendekatan inkuiri yang digunakan mampu memotivasi siswa untuk memberikan umpan balik terhadap pembelajaran. Siswa mampu melaksanakan diskusi kelompok dengan baik. Di akhir pembelajaran, siswa memberikan kesimpulan secara baik.
Kelemahan pada pertemuan pertama ini yaitu pembagian alokasi waktu pada setiap kegiatan masih belum jelas sehingga proses pembelajaran melebihi batas waktu yang ditentukan. Perlu mengatasi berbagai kelemahan yang terjadi
untuk memperbaiki proses pembelajaran. Usaha tersebut diantaranya dengan lebih mengkondisikan setiap kegiatan yang ada di dalam pembelajaran.
Pertemuan kedua
Pada siklus II pertemuan kedua yaitu tahap pendahuluan pembelajaran guru sudah mengkondisikan siswa dengan baik untuk belajar. Pada bagian RPP, kegiatan pembelajaran mengarah pada siswa aktif untuk menyelesaikan masalah yang dihadapkan pada siswa. Memotivasi siswa membangun pemahaman, dan memberikan kesempatan siswa untuk berani mengungkapkan pendapat.
Strategi pembelajaran berupa model STAD dengan inkuiri yang digunakan mampu memotivasi siswa untuk memberikan umpan balik terhadap pembelajaran. Siswa mampu merumuskan hipotesis dan membuat kesimpulan dengan benar tentang cara menghargai tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan.
Kuis berjalan dengan tertib dan tepat waktu, siswa dengan kelompok masing-masing mengikuti kegiatan kuis. Pada bagian akhir pembelajaran, siswa mampu memberikan kesimpulan. Kelemahan pada pertemuan kedua ini yaitu penataan tempat duduk untuk pelaksanaan kuis kurang rapi. Perlu upaya untuk mengatasi dengan mengatur tempat duduk siswa selama mengikuti kuis dengan lebih rapi lagi supaya kuis dapat berjalan lebih maksimal dan siswa merasa nyaman.
4.2.3 Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus I dari pertemuan pertama dan kedua maka selanjutnya diadakan refleksi dalam bentuk motivasi siswa kegiatan dalam proses pembelajaran. Untuk mengevaluasi hasil dari siklus II maka diadakan diskusi dengan guru kelas. Dalam diskusi berisi tentang evaluasi bagaimana pembelajaran IPS melalui model STAD dengan inkuiri bagi guru kelas, observer, dan siswa. Dari diskusi ini didapatkan bahwa guru kelas dengan menerapkan model pembelajaran STAD dengan ikuiri, kegiatan pembelajaran menggambarkan pembelajaran siswa aktif, pada strategi
pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran, apersepsi memberikan kesempatan siswa mengungkapkan pendapatnya, pada manajemen kelas guru melaksanakan tata tertib kelas, mengelola waktu pembelajaran, pada penilaian guru melakukan penilaian motivasi pada siswa, memberikan umpan balik, dan memberikan pujian. Namun masih ada kekurangan guru yang perlu diperbaiki misalnya mobilitas guru ketika memberikan bimbingan pada siswa, penilaian pada setiap siswa, pemberian pujian pada siswa.
Tabel 4.2
Distribusi motivasi belajar siswa siklus I Skor Kriteria Hasil Siklus I Frekuensi Prosentase (%) 75-100 Motivasi tinggi 10 32 50-74 Motivasi sedang 17 55 25-49 Motivasi rendah 4 13 Jumlah 31 100
Dari tabel 4.2 tersebut tingkat motivasi belajar siswa meningkat. Siswa yang termasuk memiliki motivasi tinggi sebanyak 10 siswa (32%), motivasi sedang 17 siswa (55%), kemudian siswa yang masuk dalam kriteria motivasi rendah sebanyak 4 siswa (13%).
Gambar 4.2 Diagram Lingkaran hasil pelaksanaan siklus I
32%
55% 13%
Dari gambar diagram lingkaran diatas siswa dengan motivasi tinggi berjumlah 10 orang atau 32%, sedangkan yang menduduki kriteria motivasi sedang adalah 17 orang siswa atau 55%, dan yang menduduki motivasi rendah adalah 4 orang siswa atau 13%. Walaupun persentase ini sudah cukup besar namun belum memenuhi kriteria di bagian motivasi tinggi untuk itu perlu dilakukan tindakan siklus II.
Berdasarkan dari hasil pengamatan pada siklus I maka secara keseluruhan hasil refleksi yang diperoleh pada proses pembelajaran siklus I untuk ditingkatkan pada siklus II adalah sebagai berikut:
a. Kekuatan
1. Siswa telah siap dengan pembelajaran dengan bergabung bersama kelompoknya masing-masing saat tugas kelompok dilangsungkan.
2. Siswa menyimak tujuan pembelajaran, menjawab pertanyaan apersepsi dan melakukan motivasi pembelajaran dengan baik.
3. Siswa melaksanakan pembelajaran dengan baik, siswa aktif bertanya dan menjawab.
4. Siswa melakukan refleksi bersama guru.
b. Kekurangan
1. Dalam awal pembelajaran kesiapan siswa juga diperhatikan terutama dalam pengaturan tempat duduk siswa.
2. Harus memperhatikan waktu yang sudah dialokasikan agar implementasi model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri dapat maksimal, guru sebagai fasilitator kurang melibatkan siswa dalam membuat kesimpulan di akhir pembelajaran.
3. Siswa belum berani menyampaikan pertanyaan yang berbobot baik kepada guru maupun teman lainnya yang sedang diskusi kelompok.
4.3 Deskripsi Pelaksanaan Siklus II
Pelaksanaan siklus II dengan pokok bahasan KD 2.3 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam memproklamasikan kemerdekaan dilakukan 2 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut.
4.3.1 Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi yang di dapat, baik kekuatan dan kekurangan siklus I, maka pembelajaran siklus II ini direncanakan untuk mengatasi kekurangan pada siklus I. Siklus II ini kurang lebihnya beracuan dari refleksi pada pembelajaran siklus II. Dari kekurangan yang dijumpai pada siklus II, rencana yang dapat dilaksanakan pada siklus II yaitu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan kompetensi dasar menghargai jasa dan peranan para tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan meliputi merumuskan indikator yang akan dicapai, merancang pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri, menyiapkan alat dan bahan serta media yang diperlukan, membuat rubrik penilaian motivasi belajar siswa.
Kegiatan yang dilakukan selanjutnya yaitu penyusunan perangkat evaluasi pembelajaran yang terdiri atas beberapa lembar observasi. Lembar observasi untuk mengamati kinerja guru selama proses pembelajaran berlangsung dari awal hingga akhir. Kemudian rubrik penilaian motivasi belajar dengan model STAD dengan pendekatan inkuiri. Untuk menundukung rubrik diatas maka ditambahkan rubrik karakter siswa untuk melihat karakter siswa selama proses pembelajaran dan rubrik kuis untuk melihat hasil evaluasi siswa secara berkelompok.
4.3.2 Implementasi Tindakan dan Observasi
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun dalam pembelajaran di kelas yang terdiri dari dua pertemuan pembelajaran yaitu :
1. Implementasi tindakan. Pertemuan pertama
Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru meliputi beberapa kegiatan seperti yang telah didesain dalam rencana pembelajaran yaitu membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, mengabsen, menyampaikan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi dan motivasi terhadap siswa dengan menunjukkan beberapa gambar tokoh para pahlawan yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan. Berdasarkan jawaban dari siswa guru menegaskan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan yaitu tentang peranan para tokoh dalam proklamasi kemerdekaan. Selanjutnya guru menjelaskan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri.
Kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan inti pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan, kemudian guru dan siswa bertanya jawab tentang topik tersebut. Selanjutnya guru membagi siswa membagi menjadi kelompok secara heterogen. Kemudian guru membimbing siswa untuk berdiskusi. Siswa mengerjakan tugas sesuai lembar kerja siswa yang diberikan oleh guru bersama teman diskusinya.
Kegiatan penutup yang dilakukan, guru bersama dengan siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas dari materi yang dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
Pertemuan kedua
Kegiatan awal pada pertemuan kedua meliputi guru membuka pelajaran dengan salam, dilanjutkan berdoa bersama, mengabsen kehadiran siswa,
menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Kemudian guru bertanya jawab tentang materi pembelajaran pertemuan sebelumnya.
Kegiatan inti pada pertemuan kedua ini adalah melanjutkan kegiatan pada pertemuan pertama yaitu siswa kembali bergabung bersama kelomponya masing-masing kemudian melaksanakan kegiatan sesuai dengan lembar kerja siswa. Dalam diskusi kelompok siswa juga merumuskan kesilmpulan cara menghargai jasa para tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan. Setelah itu masing-masing teman diskusinya mempresentasikan di depan siswa yang lain. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk bertanya serta menanggapi hasil presentasi.
Kegiatan penutup pada pertemuan ini, guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas dari materi yang telah dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
2. Hasil Observasi
Observasi digunakan untuk mendapatkan data motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri. Guru sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah di dalam RPP. Guru sudah mulai menguasai dengan baik model STAD dengan pendekatan inkuiri. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan lembar instrument observasi yang telah disusun sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Selanjutnya observasi digunakan untuk mendapat data tentang kegiatan pembelajaran siswa di dalam kelas, sehingga bisa dilihat dalam pembelajaran benar-benar sesuai dengan kondisi dan proses yang diharapkan. Siklus II ini diharapkan terjadi peningkatan lebih baik dari siklus I.
Dalam penelitian ini pengamatan dilaksanakan dengan menggunakan instrumen penilaian atau pengamatan yang mengacu pada motivasi belajar siswa.
Pertemuan pertama
Dalam penelitian ini pengamatan pada pertemuan pertama dilaksanakan dengan menggunakan instrumen penilaian atau pengamatan yang mengacu pada motivasi belajar dan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri yang terdiri dari rasa ingin tahu yang besar, sering mengajukan pertanyaan, mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu, mempunyai dan mampu merinci gagasan. Manajemen kelas dilakukan dengan baik sehingga dalam berdiskusi dapat terlaksana dengan maksimal.
Dalam pelaksaan kuis masih terdapat kelemahan yaitu siswa belum mampu bekerja sendiri secara optimal. Pengambilan kesimpulan belum dilakukan dengan baik oleh guru dan siswa.
Dari kelemahan dalam pembelajaran pada pertemuan pertama, maka pada pertemuan selanjutnya perlu mengatasi berbagai kelemahan tersebut untuk memperbaiki proses pembelajaran. Usaha tersebut diantaranya berdiskusi dengan observer dan guru mengenai kelemahan-kelemahan selama pembelajaran, hasil diskusi tersebut diantaranya adalah penyampaian tujuan pembelajaran jangan terlalu cepat, berikan kesimpulan bersama-sama siswa, penataan tempat duduk harus lebih rapi lagi, pengelolaan waktu perlu ditingkatkan.
Pertemuan kedua
Dalam penelitian ini pengamatan pada pertemuan kedua dilaksanakan dengan menggunakan instrumen penilaian atau pengamatan yang sama dengan instrumen penilaian pertemuan pertama.
Strategi pembelajaran berupa model STAD dengan inkuiri yang digunakan mampu memotivasi siswa untuk memberikan umpan balik terhadap pembelajaran. Siswa mampu merumuskan hipotesis dan membuat kesimpulan dengan benartentang cara menghargai tokoh dalam mempersiapkan proklamasi kemerdekaan.
Kuis berjalan dengan tertib dan tepat waktu, siswa dengan kelompok masing-masing mengikuti kegiatan kuis. Pada bagian akhir pembelajaran, siswa mampu memberikan kesimpulan. Kelemahan pada pertemuan kedua ini yaitu penataan tempat duduk untuk pelaksanaan kuis kurang rapi. Perlu upaya untuk mengatasi dengan mengatur tempat duduk siswa selama mengikuti kuis dengan lebih rapi lagi supaya kuis dapat berjalan lebih maksimal dan siswa merasa nyaman.
Dari kelemahan dalam pembelajaran pada pertemuan pertama, maka pada pertemuan selanjutnya perlu mengatasi berbagai kelemahan tersebut untuk memperbaiki proses pembelajaran. Usaha tersebut diantaranya berdiskusi dengan observer dan guru mengenai kelemahan-kelemahan selama pembelajaran, hasil diskusi tersebut diantaranya adalah penyampaian tujuan pembelajaran jangan terlalu cepat, berikan kesimpulan bersama-sama siswa, penataan tempat duduk harus lebih rapi lagi, pengelolaan waktu perlu ditingkatkan penghargaan terhadap siswa yang menjawab pertanyaan benar maupun salah.
4.3.4 Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus II dari pertemuan pertama dan kedua maka selanjutnya diadakan refleksi dalam bentuk motivasi siswa kegiatan dalam proses pembelajaran. Diskusi dilakukan oleh guru kelas, guru observer, dan peneliti. Dalam diskusi berisi tentang evaluasi bagaimana pembelajaran IPS melalui model STAD dengan inkuiri bagi guru kelas, observer, dan siswa. Dari diskusi ini didapatkan bahwa guru kelas dengan menerapkan model pembelajaran STAD dengan inkuiri kegiatan pembelajaran menggambarkan pembelajaran siswa aktif, pada strategi pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran, apersepsi memberikan kesempatan siswa mengungkapkan pendapatnya, pada manajemen kelas guru melaksanakan tata tertib kelas, mengelola waktu pembelajaran, pada penilaian guru melakukan penilaian motivasi pada siswa, memberikan umpan balik, dan memberikan pujian. Namun masih ada kekurangan guru yang perlu diperbaiki
misalnya mobilitas guru ketika memberikan bimbingan pada siswa, penilaian pada setiap siswa, pemberian pujian pada siswa.
Tabel 4.3
Distribusi motivasi belajar siswa siklus II
Skor Kriteria Hasil Siklus II Frekuensi Prosentase (%) 75-100 Motivasi tinggi 20 65 50-74 Motivasi sedang 10 32 25-49 Motivasi rendah 1 3 Jumlah 31 100
Dari tabel 4.3 tersebut tingkat motivasi belajar siswa meningkat. Siswa yang masuk dalam kiteria motivasi tinggi sebanyak 20 siswa (65%), motivasi sedang 10 siswa (32%), kemudian siswa yang masuk dalam kriteria motivasi rendah sebanyak 1 siswa (3%).
Gambar 4.3 Diagram Lingkaran hasil pelaksanaan siklus II
Dari gambar diagram lingkaran diatas kriteria motivasi tinggi berjumlah 20 orang siswa atau 65%, sedangkan yang menduduki motivasi sedang adalah 10 orang atau 32%, dan yang menduduki motivasi rendah adalah 1 orang siswa atau 3%. Walaupun persentase ini sudah cukup besar namun belum memenuhi kriteria di bagian motivasi tinggi untuk itu perlu dilakukan tindakan siklus III.
65% 32%
3%
Berdasarkan dari hasil pengamatan pada siklus II maka secara keseluruhan hasil refleksi yang diperoleh pada proses pembelajaran siklus II untuk di tingkatkan pada siklus III adalah sebagai berikut:
a. Kekuatan
1. Siswa telah siap dengan pembelajaran dengan bergabung bersama kelompoknya masing-masing.
2. Siswa menyimak tujuan pembelajaran, menjawab pertanyaan apersepsi dan melakukan motivasi pembelajaran dengan baik.
3. Siswa melaksanakan pembelajaran dengan baik, siswa aktif bertanya dan menjawab.
4. Siswa melakukan refleksi bersama guru.
b. Kekurangan
1. Dalam awal pembelajaran kesiapan siswa seharusnya diperhatikan terutama dalam pengaturan tempat duduk siswa.
2. Harus memperhatikan waktu yang sudah dialokasikan agar implementasi model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri dapat maksimal, guru sebagai fasilitator kurang melibatkan siswa dalam membuat kesimpulan di akhir pembelajaran.
3. Siswa belum berani menyampaikan pertanyaan yang berbobot baik kepada guru maupun teman lainnya yang sedang diskusi kelompok.
4.4 Pelaksanaan Siklus III
Pelaksanaan siklus III dengan pokok bahasan KD 2.4 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dilakukan 2 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut.
4.4.1 Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi yang di dapat, baik kekuatan dan kekurangan siklus II, maka pembelajaran siklus III ini direncanakan untuk mengatasi kekurangan pada siklus II. Siklus III ini kurang lebihnya beracuan dari refleksi
pada pembelajaran siklus II. Dari kekurangan yang dijumpai pada siklus II, rencana yang dapat dilaksanakan pada siklus III yaitu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan kompetensi dasar menghargai jasa dan peranan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan meliputi merumuskan indikator yang akan dicapai, merancang pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri, menyiapkan alat dan bahan serta media yang diperlukan, membuat instrumen penilaian motivasi belajar siswa. Kegiatan yang dilakukan selanjutnya yaitu penyusunan perangkat evaluasi pembelajaran yang terdiri atas beberapa lembar observasi. Lembar observasi untuk mengamati kinerja guru selama proses pembelajaran berlangsung dari awal hingga akhir. Kemudian rubrik penilaian motivasi belajar dengan model STAD dengan pendekatan inkuiri. Untuk menundukung rubrik diatas maka ditambahkan rubrik karakter siswa untuk melihat karakter siswa selama proses pembelajaran dan rubrik kuis untuk melihat hasil evaluasi siswa secara berkelompok.
4.4.2 Implementasi Tindakan dan Observasi
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun dalam pembelajaran di kelas yang terdiri dari dua pertemuan pembelajaran yaitu :
1. Implementasi Tindakan Pertemuan pertama
Kegiatan awal yang dilakukan oleh guru meliputi beberapa kegiatan seperti yang telah didesain dalam rencana pembelajaran yaitu membuka pembelajaran dengan salam, berdoa, mengabsen, menyampaikan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi dan motivasi terhadap siswa dengan menunjukkan beberapa gambar tokoh para pahlawan yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan. Berdasarkan jawaban dari siswa guru menegaskan tujuan pembelajaran yang akan diajarkan yaitu tentang peranan para tokoh dalam proklamasi kemerdekaan. Selanjutnya guru menjelaskan model
pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri.
Kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan inti pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan, kemudian guru dan siswa bertanya jawab tentang topik tersebut. Selanjutnya guru membagi siswa membagi menjadi kelompok secara heterogen. Kemudian guru membimbing siswa untuk berdiskusi. Siswa mengerjakan tugas sesuai lembar kerja siswa yang diberikan oleh guru bersama teman diskusinya.
Kegiatan penutup yang dilakukan, guru bersama dengan siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas dari materi yang dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan.
Pertemuan kedua
Kegiatan awal pada pertemuan kedua meliputi guru membuka pelajaran dengan salam, dilanjutkan berdoa bersama, mengabsen kehadiran siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Kemudian guru bertanya jawab tentang materi pembelajaran pertemuan sebelumnya.
Kegiatan inti pada pertemuan kedua ini adalah melanjutkan kegiatan pada pertemuan pertama yaitu siswa kembali bergabung bersama kelomponya masing-masing kemudian melaksanakan kegiatan sesuai dengan lembar kerja siswa. Dalam diskusi kelompok siswa juga merumuskan kesimpulan cara menghargai jasa para tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan. Setelah itu masing-masing teman diskusinya mempresentasikan di depan siswa yang lain. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk bertanya serta menanggapi hasil presentasi.
Kegiatan penutup pada pertemuan ini, guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas dari
materi yang telah dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pemebalajaran yang dilakukan.
2. Hasil Observasi
Observasi digunakan untuk mendapatkan data motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri. Guru sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah di dalam RPP. Guru sudah mulai menguasai dengan baik model STAD dengan pendekatan inkuiri. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan lembar instrumen observasi yang telah disusun sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Selanjutnya observasi digunakan untuk mendapat data tentang kegiatan pembelajaran siswa di dalam kelas, sehingga bisa dilihat dalam pembelajaran benar-benar sesuai dengan kondisi dan proses yang diharapkan. Siklus III ini diharapkan terjadi peningkatan lebih baik dari siklus II. Dalam penelitian ini pengamatan dilaksanakan dengan menggunakan instrumen penilaian atau pengamatan yang mengacu pada motivasi belajar siswa.
Pertemuan pertama
Dalam penelitian ini pengamatan pada pertemuan pertama dilaksanakan dengan menggunakan instrumen penilaian atau pengamatan yang mengacu pada motivasi belajar dan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri yang terdiri dari rasa ingin tahu yang besar, sering mengajukan pertanyaan, mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu, mempunyai dan mampu merinci gagasan. Manajemen kelas dilakukan dengan baik sehingga dalam berdiskusi dapat terlaksana dengan maksimal.
Dalam pelaksaan kuis masih terdapat kelemahan yaitu siswa belom mampu bekerja sendiri secara optimal. Pengambilan kesimpulan belum dilakukan dengan baik oleh guru dan siswa.
Dari kelemahan dalam pembelajaran pada pertemuan pertama, maka pada pertemuan selanjutnya perlu mengatasi berbagai kelemahan tersebut untuk memperbaiki proses pembelajaran. Usaha tersebut diantaranya berdiskusi
dengan observer dan guru mengenai kelemahan-kelemahan selama pembelajaran, hasil diskusi tersebut diantaranya adalah penyampaian tujuan pembelajaran jangan terlalu cepat, berikan kesimpulan bersama-sama siswa, penataan tempat duduk harus lebih rapi lagi, pengelolaan waktu perlu ditingkatkan.
Pertemuan kedua
Dalam penelitian ini pengamatan pada pertemuan kedua dilaksanakan dengan menggunakan instrumen penilaian atau pengamatan yang sama dengan instrumen penilaian pertemuan pertama.
Strategi pembelajaran berupa model STAD dengan inkuiri yang digunakan mampu memotivasi siswa untuk memberikan umpan balik terhadap pembelajaran. Siswa mampu merumuskan hipotesis dan membuat kesimpulan dengan benar tentang cara menghargai tokoh dalam memproklamasi kemerdekaan.
Kuis berjalan dengan tertib dan tepat waktu, siswa dengan kelompok masing-masing mengikuti kegiatan kuis. Pada bagian akhir pembelajaran, siswa mampu memberikan kesimpulan. Kelemahan pada pertemuan kedua ini yaitu penataan tempat duduk untuk pelaksanaan kuis kurang rapi. Perlu upaya untuk mengatasi dengan mengatur tempat duduk siswa selama mengikuti kuis dengan lebih rapi lagi supaya kuis dapat berjalan lebih maksimal dan siswa merasa nyaman.
Dari kelemahan dalam pembelajaran pada pertemuan pertama, maka pada pertemuan selanjutnya perlu mengatasi berbagai kelemahan tersebut untuk memperbaiki proses pembelajaran. Usaha tersebut diantaranya berdiskusi dengan observer dan guru mengenai kelemahan-kelemahan selama pembelajaran, hasil diskusi tersebut diantaranya adalah penyampaian tujuan pembelajaran jangan terlalu cepat, berikan kesimpulan bersama-sama siswa, penataan tempat duduk harus lebih rapi lagi, pengelolaan waktu perlu ditingkatkan penghargaan terhadap siswa yang menjawab pertanyaan benar maupun salah. Keaktifan siswa dalam kelompok perlu ditingkatkan, lakukan
tanya jawab untuk mengarahkan siswa pada pembelajaran, siswa perlu lebih aktif dalam pembelajaran, ajak semua siswa melakukan refleksi.
4.4.3 Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus III dari pertemuan pertama dan kedua maka selanjutnya diadakan refleksi dalam bentuk motivasi siswa kegiatan dalam proses pembelajaran. Untuk mengevaluasi hasil akhir siklus III diadakan diskusi dengan guru kelas dan observer. Dalam diskusi berisi tentang evaluasi bagaimana pembelajaran IPS melalui model STAD dengan inkuiri bagi guru kelas, observer, dan siswa. Dari diskusi ini didapatkan bahwa guru kelas dengan menerapkan model pembelajaran STAD dengan inkuiri kegiatan pembelajaran menggambarkan pembelajaran siswa aktif, pada strategi pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran, apersepsi memberikan kesempatan siswa mengungkapkan pendapatnya, pada manajemen kelas guru melaksanakan tata tertib kelas, mengelola waktu pembelajaran, pada penilaian guru melakukan penilaian motivasi pada siswa, memberikan umpan balik, dan memberikan pujian. Namun masih ada kekurangan guru yang perlu diperbaiki misalnya mobilitas guru ketika memberikan bimbingan pada siswa, penilaian pada setiap siswa, pemberian pujian pada siswa.
Hasil penilaian motivasi belajar siswa pada siklus III meningkat. Siswa yang masuk dalam kiteria motivasi tinggi sebanyak 31 siswa (10%), motivasi sedang sebanyak 0 siswa (0%), kemudian siswa yang masuk dalam kriteria motivasi rendah sebanyak 0 siswa (0%). Hal ini menunjukan ketercapaian hasil motivasi siswa 100%.
Berdasarkan dari hasil pengamatan pada siklus III maka secara keseluruhan hasil refleksi yang diperoleh pada proses pembelajaran siklus III untuk ditingkatkan adalah sebagai berikut:
a. Kekuatan
1. Siswa telah siap dengan pembelajaran dengan bergabung bersama kelompoknya masing-masing saat berlangsungnya kegiatan diskusi
kelompok.
2. Siswa menyimak tujuan pembelajaran, menjawab pertanyaan apersepsi dan melakukan motivasi pembelajaran dengan baik.
3. Siswa melaksanakan pembelajaran dengan baik, siswa aktif bertanya dan menjawab.
4. Siswa melakukan refleksi bersama guru. b. Kekurangan
1. Perlu dilakukan penataan tempat duduk siswa untuk pelaksanaan kuis agar terbentuk dengan lebih cepat dan rapi.
2. Perlu perhatian dalam manajemen waktu pembelajaran sehingga pembelajaran belangsung efektif dan efisien.
4.5 Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil tindakan yang telah dilakukan terjadi peningkatan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri pada mata pelajaran IPS dengan pokok bahasan cara menghargai toko para pahlawahan dalam mempersiapakan proklamasi kemerdekaan siswa kelas 5 SD Negeri Beji 2 pada semester 2 tahun ajaran 2012-2013. Keberhasilan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.4 distribusi motivasi siswa dibawah ini.
Tabel 4.4
Distribusi Perbandingan Motivasi Belajar IPS Siklus I, Siklus II dan Siklus III
Kriteria Siklus I Siklus II Siklus III
Frekuensi % Frekuensi % Frekuensi %
Motivasi tinggi 10 32 20 65 31 100
Motivasi sedang 17 55 10 32 - -
Motivasi sedang 4 13 `1 3 - -
Jumlah 31 100 31 100 31 100
Dari tabel perbandingan motivasi belajar IPS pada siklus I, II dan III ini yang menempati kriteria motivasi tinggi pada siklus I yaitu 10 siswa atau 32%, siklus II yaitu 20 siswa atau 65%, dan pada siklus III ini 31 siswa atau 100%
siswa dikatakan menduduki tingkat motivasi tinggi atau semua siswa dapat dikatakan termotivasi dengan baik dalam pembelajaran. Disini terdapat kenaikan antara siklus I, II dan siklus III atau terdapat kenaikan dari siklus I ke siklus II yaitu 33%, sedangkan siklus II ke siklus III mengalami kenaikan 35%. Sedangkan pada kriteria motivasi sedang dari siklus I yang semula 17 siswa atau 55% menjadi 10 siswa atau 32%, kemudian siklus II ke siklus III dari 10 siswa atau 32% siswa kemudian pada siklus III tidak ada yang menduduki kriteria motivasi sedang berarti mengalami kenaikan pada kriteria motivasi tinggi.
Pada kriteria motivasi rendah ini pada siklus I terdapat 4 siswa atau 13%, dan pada siklus II masih terdapat 1 siswa yang motivasi rendah 3%. Siklus 3 tidak ada siswa yang menduduki kriteria motivasi rendah. Berarti disini siswa mengalami kenaikan motivasi belajar dari siklus I, II dan siklus III. Berikut disajikan diagram perbandingan antara siklus I, II, III
Gambar 4.4
Perbandingan Hasil Motivasi Belajar Siswa IPS pada Siklus I Siklus II dan Siklus III 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
siklus 1 siklus 2 siklus 3
motivasi tinggi 32% 65% 100% motivasi sedang 55% 32% 0% motivasi rendah 13% 3% 0% p ro sen tase
4.6 Pembahasan Hasil Penelitian 4.6.1 Pembahasan Siklus I
Siklus I ini fokus pada perbaikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri. Strategi ini digunakan karena dapat mengarahkan siswa untuk berpikir ke tahap lebih tinggi dengan merumuskan masalah. Kelebihan dari strategi ini yaitu siswa dituntut untuk menyelasikan suatu masalah dengan caranya sendiri melalui diskusi kelompok. Setelah dilakukan penelitian di SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten Semarang menunjukan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar IPS siswa kelas 5 dengan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri.
Penelitian siklus I menunjukkan bahwa siswa dengan kategori motivasi tinggi terdapat 10 siswa atau 32% dari jumlah 31 siswa. Hal ini belum memenuhi kriteria 100% maka perlu diadakan siklus II. Beberapa kekurangan yang terjadi dalam siklus I antara lain dalam menyampaikan tujuan pembelajaran terlalu cepat, pembagian alokasi waktu pembelajaran yang kurang baik.
4.6.2 Pembahasan Siklus II
Perbaikan pembelajaran di SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Namu demikian peningkatan motivasi belajar siswa belum maksimal. Dari hasil refleksi masih ditemukan kekurangan diantaranya penyampaian tujuan pembelajaran masih terlalu cepat, pembagian alokasi waktu belum sesuai. Dalam pelaksanaan kuis masih ditemukan kesalahan dan pengambilan kesimpulan guru belum melibatkan siswa.
Fokus perbaikan siklus II pada kekurangan siklus I. Selama proses pembelajaran siswa terlihat lebih termotivasi dalam melakukan diskusi kelompok. Pada siklus II ini motivasi siswa meningkat dari semula 32% menjadi 65% berarti meningkat sebanyak 33%. Namun hasil ini belum maksimal maka perlu diadakan perbaikan dalam siklus III.
4.6.3 Pembahasan Siklus III
Selanjutnya pada siklus III penelitian perbaikan motivasi belajar siswa difokuskan pada kekurangan di siklus I dan siklus II. Selama proses pembelajaran, siswa tampak lebih beraktifitas positif. Pada penelitian siklus I motivasi belajar semula 32% dan mengalami peningkatan pada siklus II meningkat menjadi 65%. Pada pelaksanaan siklus III ini didapatkan hasil peningkatan motivasi belajar siswa yakni 35%%, pada siklus I motivasi siswa sebesar 32% pada siklus II 65% dan pada siklus tercapai 100%. Berarti disini semua siswa kelas 5 SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten Semarang pada siklus III ini menduduki kategori motivasi tinggi. Penelitian dapat dikatakan berhasil karena menduduki kriteria motivasi tinggi.
4.6.4 Pembahasan Perbandingan Siklus I, Siklus II dan Siklus III
Sebelum diadakan Penelitian Tindakan Kelas di SDN Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten Semarang yang terjadi dalam proses pembelajaran bersifat konvensiaonal, guru hanya menggunakan tes formatif untuk penilaian, pada penelitian kali ini guru menggunakan penilaian proses dengan observasi langsung tingkat motivasi belajar IPS siswa selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri.
Pada siklus I motivasi belajar IPS dengan kriteria motivasi tinggi sebanyak 10 siswa atau 32% dari jumlah siswa sebanyak 31 anak. Siklus II mengalami kenaikan sebesar 33% dari siklus I dengan 20 siswa atau 65% berada pada kriteria motivasi tinggi. Pada siklus III mengalami peningkatan sebesar 35%, berarti semua siswa berada pada kriteria motivasi tinggi atau 100% siswa bermotivasi tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian pada kriteria motivasi sedang siklus I sebanyak 17 siswa atau 55%, sedangkan pada siklus II mengalami kenaikkan sebesar 33% dengan 10 orang siswa atau 32% berada pada kriteria motivasi sedang. Pada siklus III tidak ada siswa berada pada kriteria motivasi sedang berarti mengalami kenaikan 67%.
Pada kriteria motivasi rendah terdapat 4 siswa atau 13% dari jumlah 31 siswa pada siklus I. Pada siklus II hanya terdapat 1 siswa yang berada pada kriteria motivasi rendah atau 3%. Pada siklus III tidak terdapat siswa yang berada pada kriteria motivasi rendah, berarti siswa mengalami kenaikan motivasi belajar sebesar 10% pada siklus I kes siklus II dan sebesar 90% pada siklus II ke siklus III. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa penelitian yang dilakukan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Hipotesis penelitian ini terbukti dari hasil penelitian dengan data yang ditunjukan diatas saat pembelajaran dilaksanakan menggunakan model pembelajaran STAD dengan pendekatan inkuiri motivasi belajar IPS siswa kelas 5 semester 2 SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten Semarang tahun ajaran 2012/2013 meningkat.