• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

48 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Hasil Uji Validitas Instrumen, dan Tingkat Kesukaran 1. Instrumen soal

Uji coba instrumen soal dilakukan pada 45 responden di SD Negeri 3 Sembungharjo Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Selanjutnya dilakukan uji validitas dengan bantuan SPSS 16 for windows. Awalnya, instrumen tes terdiri dari 20 item. Berdasarkan uji validitas instrumen tes diketahui 20 item yang di uji cobakan terdapat 15 item yang valid dan 5 item yang gugur yaitu nomor 8, 9, 14, 16, dan 17, karena corrected item-total correlation yang diperoleh kurang dari 0,294 dalam tabel r (R≥r). Pada taraf nyata 5% batas batas validitas butir nya adalah 0,294. Hasil uji validitas instrumen soal dapat dilihat pada tabel 4.1

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas Instrumen Soal Corrected Item-Total Correlation Corrected Item-Total Correlation VAR00001 .921 VAR00011 .836 VAR00002 .881 VAR00012 .351 VAR00003 .827 VAR00013 .921 VAR00004 .571 VAR00015 .836 VAR00005 .881 VAR00018 .836 VAR00006 .827 VAR00019 .836 VAR00007 .571 VAR00020 .881 VAR00010 .571

Uji reliabilitas instrumen tes dilakukan dengan bantuan SPSS 16 for windows. Data output hasil uji coba reliabilitas berupa tabel Reliability Statistic. Hasil uji coba reliabilitas instrument tes hasil belajar disajikan pada tabel 4.2 sebagai berikut

(2)

Tabel 4.2

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Soal

Reliability Statistics Cronbach’s

Alpha

N of Items

.961 15

Dari uji coba soal di atas, diperoleh hasil yaitu ngka koefisien alpha 0,961 yang artinya instrument memiliki tingkat reliabilitas memuaskan, untuk tingkat realibilitasnya dengan butir soal yang berjumlah 15 semuanya valid, terbukti secara keseluruhan total correlation diatas 0,294. Dengan demikian soal dibagikan kepada peserta didik sejumlah 15 butir soal dengan bentuk soal uraian. Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen tes dapat dilihat pada lampiran 6.

2. Instrumen angket.

Uji coba instrumen soal dilakukan pada 45 responden di SD Negeri 3 Sembungharjo Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Selanjutnya dilakukan uji validitas dengan bantuan SPSS 16 for windows. Awalnya instrumen angket motivasi belajar terdiri dari 15 item. Berdasarkan uji validitas angket motivasi belajar diketahui 15 item yang di uji cobakan terdapat 10 item yang valid dan 5 item yang gugur yaitu nomor 2, 7, 8, 12, dan 15, karena corrected item-total correlation yang diperoleh kurang dari 0,294 dalam tabel r (R ≥ r). Pada taraf nyata 5% batas validitas butir nya adalah 0,294. Hasil uji validitas instrumen angket dapat dilihat pada tabel 4.3

Tabel 4.3

Hasil Uji Validitas Instrumen Angket

Corrected Item-Total Correlation Corrected Item-Total Correlation VAR00001 .793 VAR00009 .388 VAR00003 .531 VAR00010 .821 VAR00004 .821 VAR00011 .821 VAR00005 .544 VAR00013 .544 VAR00006 .821 VAR00014 .544

(3)

Uji reliabilitas instrumen angket dilakukan dengan bantuan SPSS 16 for windows. Data output hasil uji coba reliabilitas berupa tabel Reliability Statistic. Hasil uji coba reliabilitas instrumen tes hasil belajar disajikan pada tabel 4.4 sebagai berikut:

Tabel 4.4

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Angket

Reliability Statistics Cronbach’s

Alpha

N of Items

.904 10

Dari uji coba soal di atas, diperoleh hasil yaitu ngka koefisien alpha 0,904 yang artinya instrument memiliki tingkat reliabilitas memuaskan, untuk tingkat realibilitasnya dengan jumlah 10 item semuanya valid, terbukti secara keseluruhan total correlation diatas 0,294. Dengan demikian angket dibagikan kepada peserta didik sejumlah 10 item.

3. Instrumen Observasi.

Uji coba tabel instrumen soal dilakukan pada 45 responden di SD Negeri 3 Sembungharjo Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Selanjutnya dilakukan uji validitas dengan bantuan SPSS 16 for windows. Awalnya instrumen angket motivasi belajar terdiri dari 45 item. Berdasarkan uji validitas angket motivasi belajar diketahui 45 item yang di uji cobakan terdapat 39 item yang valid dan 6 item yang gugur yaitu nomor 19, 29, 35, 41, 42, dan 43, karena corrected item-total correlation yang diperoleh kurang dari 0,294 dalam tabel r (R ≥ r). Pada taraf nyata 5% batas validitas butir nya adalah 0,294. Hasil uji validitas instrumen angket dapat dilihat pada tabel 4.5

(4)

Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas Instrumen Observasi/ Pengamatan

Corrected Item-Total Correlation Corrected Item-Total Correlation VAR00001 .719 VAR00011 .710 VAR00002 .763 VAR00012 .719 VAR00003 .584 VAR00013 .763 VAR00004 .710 VAR00014 .763 VAR00005 .763 VAR00015 .763 VAR00006 .710 VAR00016 .710 VAR00007 .763 VAR00017 .763 VAR00008 .763 VAR00018 .710 VAR00009 .368 VAR00020 .763 VAR00010 .710 VAR00021 .584

Uji reliabilitas tabel instrumen lembar observasi dilakukan dengan bantuan SPSS 16 for windows. Data output hasil uji coba reliabilitas berupa tabel Reliability Statistic. Hasil uji coba reliabilitas instrumen lembar observasi hasil belajar disajikan pada tabel 4.6 sebagai berikut

Tabel 4.6

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Observasi

Cronbach's

Alpha N of Items

.956 20

Dari uji coba soal di atas, diperoleh hasil yaitu ngka koefisien alpha 0,956 yang artinya instrumen memiliki tingkat reliabilitas memuaskan, untuk tingkat realibilitasnya dengan jumlah 20 item semuanya valid, terbukti secara keseluruhan total correlation diatas 0,294. Dengan demikian lembar observasi yang digunakan dalam penelitian sejumlah 20 item.

4. Tingkat Kesukaran (TK)

Dari 10 butir soal yang digunakan pada siklus I yang termasuk katagori: 1. Mudah adalah nomor 1, 2, 5, 7, 8

(5)

3. Sukar tidak ada.

Dari 5 butir soal yang digunakan pada siklus II yang termasuk katagori: 1. Mudah adalah nomor 2,3,4

2. Sedang adalah nomor 1,5 3. Sukar tidak ada.

Jadi tingkat kesukaran soal pada siklus I dan siklus II relatif sama, yaitu antara sedang dan mudah.

4.1.2. Deskripsi Kondisi Awal

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan, semester II Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 40 siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, terlihat bahwa tingkat pemahaman siswa masih rendah. Hal ini bisa terlihat dari nilai sekunder hasil evaluasi peserta didik pada mata pelajaran IPA yang telah dilakukan dimana sebagian besar peserta didik memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70).

Diperoleh data hasil pembelajaran sebelum dilakukan tindakan pembelajaran yang dilakukan oleh penulis yang terdapat dalam tabel 4.7 Tabel 4.7

Nilai Pra Siklus/Sebelum Tindakan

No. Nilai Sebelum Tindakan Keterangan Jumlah Siswa Persentase (%) 1. 50-59 13 32,5 Belum tuntas 2. 60-69 13 32,5 Belum tuntas 3. 70-79 9 22,5 Tuntas 4. 80-89 5 12,5 Tuntas 5. 90-100 0 0 Tuntas Jumlah 40 100 Rata-rata 61,5 Standar deviasi 10,26 Nilai tertinggi 80 Nilai terendah 50

(6)

Berdasarkan tabel 4.7 terlihat jelas perbandingannya siswa yang mencapai ketuntasan belajar (KKM=70) adalah sebanyak 14 siswa sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 26 siswa yang dapat diuraikan bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai <50 tidak ada, 50 s/d 59 sebanyak 13 siswa dengan persentase 32,5%, untuk nilai 60 s/d 69 sebanyak 13 siswa dengan persentase 32,5%, nilai 70 s/d 79 sebanyak 9 siswa dengan persentase 22,5%, nilai 80 s/d 89 sebanyak 5 siswa dengan persentase 12,5%, 90 s/d 99 sebanyak 0 siswa atau 0%. Dengan nilai rata-rata 61,5 dengan standar deviasi 10,2, sedangkan nilai tertinggi adalah 80 dan nilai terendah adalah 50.

Untuk lebih jelasnya data nilai pada tabel 4.3 dapat dibuat diagram seperti pada gambar 4.1.

0 2 4 6 8 10 12 14 <50 50-59 60-69 70-79 80-89 90-100 jumlah siswa Gambar 4.1

Diagram Batang Hasil Perolehan Nilai Sebelum Tindakan

Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) data hasil perolehan nilai pada pra siklus dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.8.

(7)

Tabel 4.8

Ketuntasan Belajar Pra Siklus No. Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persen (%) 1. Tuntas 14 35 2. Belum tuntas 26 65 Jumlah 40 100

Ketuntasan Belajar Siswa Perolehan Nilai Pra Siklus dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70) sebanyak 26 siswa atau 65%, sedangkan yang sudah mencapai ketuntasan minimal sebanyak 14 siswa dengan persentase 35%. Ketuntasan belajar siswa pada tabel 4.2 dapat dilihat pada gambar 4.2.

35.00% 65.00%

tuntas belum tuntas

Gambar 4.2 Persentase Nilai Pra Siklus

Sebelum dilakukan tindakan, peneliti memberikan angket motivasi belajar,

untuk memperoleh data respon siswa terhadap pembelajaran. Adapun angket berisi tentang pernyataan-pernyataan yang harus dijawab siswa sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, yang meliputi 10 aspek prilaku siswa.

Adapun pernyataan-pernyataan yang diberikan adalah:1) Saya membaca buku pelajaran IPA tanpa diminta oleh guru. 2) Saya mengerjakan soal LKS dirumah, sebelum pelajaran IPA dilakukan. 3) Saya belajar IPA tanpa disuruh oleh orang tua. 4) Saya bertanya kepada guru atau teman jika mengalami kesulitan. 5) Setiap tugas yang diberikan guru saya kerjakan dengan sungguh-sungguh. 6) Bila ada teman atau kelompok belajar/diskusi yang kurang jelas, dan mengalami kesulitan saya berusaha membantunya

(8)

menjelaskan. 7) Saya terlibat atau ikut menyimpulkan materi dan membuat rangkuman. 8) Dengan belajar sungguh-sungguh saya yakin mendapat nilai bagus. 9) Saya belajar IPA dengan giat karena ingin meraih nilai IPA yang bagus diraport. 10) Walaupun tidak ada tes, saya tetap belajar di rumah.

Hasil dari pengukuran dikelompokkan menurut kategori yang telah ditentukan. Diketahui skor maksimal angket motivasi belajar adalah 10 sedangkan skor minimal sebesar 0. Untuk menentukan tinggi rendahnya tingkat motivasi belajar siswa digunakan 5 kategori, yakni, sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Jumlah item yang digunakan untuk mengukur angket motivasi belajar adalah 10 item.

Dengan demikian data angket motivasi belajar dapat dideskripsikan sebagai berikut:

Hasil angket motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 4 Sembungharjo Kecamatan Pulokulom Kabupaten Grobogan, pada kondisi awal bisa dilihat pada tabel 4.9.

Tabel 4.9

Hasil Angket Motivasi Siswa Pada Kondisi Awal No. Rentang

Nilai

Frekuensi Prosentase Kategori

1. 0 – 2 0 0% Sangat rendah 2. 3 – 4 20 50% Rendah 3. 5 – 6 18 45% Sedang 4. 7 – 8 2 5% Tinggi 5. 9 – 10 0 0% Sangat tinggi Total 40 100% Rata-rata 4,8 Standar deviasi 1,02 Nilai tertinggi 8 Nilai terendah 4

Pada kondisi awal, siswa memiliki motivasi sangat tinggi tidak ada (0%), motivasi tinggi ada 2 anak (5%), sedangkan siswa yang memiliki motivasi sedang ada 18 anak 45%, dan mendapat motivasi belajar rendah ada 20 anak (50%) dan yang mendapat motivasi sangat rendah tidak ada. Nilai

(9)

rata-ratanya 4,8 dengan standar deviasi 1,02, dan nilai tertinggi 8, nilai terendah 4.

Berikut adalah diagram motivasi siswa pada siklus I.

0 20 18 2 0 0 5 10 15 20 25 0-2. 3-4. 3-6. 7-8. 9-10. Nilai

Gambar 4.3 Diagram Hasil Motivasi Siswa Pada Kondisi Awal Tabel 4.10

Hasil Perolehan skor Angket Motivasi Belajar Pada Kondisi Awal No. Perolehan Skor Angket

Motivasi

Jumlah Siswa

Jumlah Persen (%)

1. Sudah mencapai nilai ≥7 2 5%

2. Belum mencapai nilai ≥7 38 95%

Jumlah 40 100

Perolehan skor pada kondisi awal dapat diketahui bahwa siswa yang memiliki skor angket motivasi belajar ≥7 ada 2 siswa atau 5% dan yang belum mencapai skor ≥70 ada 38 siswa atau 95%. Pencapaian skor angket motivasi belajar siswa pada tabel 4.4 dapat dilihat pada gambar 4.4.

5.00%

95.00%

sudah mencapai ≥70 belum mencapai ≥70

(10)

Gambar 4.4 Prosentase Hasil Motivasi Siswa Pada Kondisi Awal

Rendahnya prestasi siswa dan motivasi siswa dipengaruhi oleh tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan masih rendah dikarenakan guru kurang memiliki keterampilan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif atau selalu menggunakan pembelajaran yang monoton atau konvensional, dimana metode ceramah masih mendominasi proses kegiatan pembelajaran, sehingga mengakibatkan pembelajaran kurang menarik yang berakibat tingkat pemahaman siswa menjadi rendah dan siswa pun kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga terjadi hambatan dalam transformasi ilmu pengetahuan yang menimbulkan pembelajaran berjalan kurang efektif.

Berdasarkan data hasil belajar dan motivasi yang rendah dari siswa kelas IV di SD Negeri 4 Sembungharjo Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012 di atas, peneliti akan melakukan sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesuai dengan rancangan penelitian yang telah diuraikan pada BAB sebelumnya. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan pembelajaran outdoor activities (pembelajaran luar kelas) guna meningkatkan motivasi belajar dan nilai hasil belajar siswa yang akan dilakukan dalam dua siklus. Siklus I pembelajaran dilakukan dengan materi pokok “Pengelolaan Sumber Daya Alam”, dan siklus II pembelajaran dilakukan dengan materi pokok “Menghemat Energi dan Mengurangi Pencemaran”.

4.1.3. Analisis Data Penelitian Persiklus. 1. Siklus I

a. Perencanaan

Perencanaan siklus I ini terdiri dari tiga pertemuan, yaitu pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III. Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pembelajaran 1, lembar kerja kelompok 1, soal tes formatif 1, lembar observasi pengelolaan pembelajaran guru 1, lembar observasi motivasi belajar siswa 1, lembar angket motivasi belajar siswa 1, dan alat-alat pembelajaran yang mendukung.

(11)

b. Pelaksanaan dan Observasi Tindakan 1. Pertemuan I

Pelaksanana pembelajaran dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Pebruari 2012 dengan pencapaian indikator 1) Menjelaskan pengertian sumber daya alam 2) Menyebutkan jenis-jenis sumber daya alam, 3) Menjelaskan sifat-sifat sumber daya alam, dan 4) menyebutkan kegunaan sumberdaya alam, yang terdiri dari tiga kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir.

Setelah diperoleh informasi pada tahap observasi, maka dilakukan diskusi dengan guru kelas IV mengenai materi pembelajaran yang akan disajikan serta alat penunjang lain yang perlu digunakan. Sebelum mengajar pada pertemuan I, maka peneliti menyiapkan segala sesuatu yang menunjang proses pembelajaran.

Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh peneliti dengan pokok bahasan “Jenis-jenis Sumber Daya Alam”, kemudian menyajikan pengalaman belajar yang bersifat memotivasi yaitu pembelajaran outdoor activities (pembelajaran luar kelas) dengan pengamatan/observasi dengan: mempelajari tentang jenis-jenis sumber daya alam, meningkatkan pemahaman, kebersamaan, motivasi serta prestasi belajar siswa, dan menumbuhkan sikap cinta akan lingkungan. Guru juga mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan, misalnya lembar kerja siswa, buku pelajaran, serta alat peraga. Guru menetapkan objek/lokasi serta lamanya waktu pengamatan/observasi, lokasi untuk pengamatan di halaman sekolah dan waktu pengamatan selama 35 menit. Dan tidak kalah pentingnya dalam penelitian ini adalah persiapan fisik dan mental.

Pada saat pembelajaran siklus I pertemuan I berlangsung, peneliti meminta bantuan observer guru lain untuk mengamati proses pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk

(12)

mengamati aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

2. Pertemuan II

Perencanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan II sebagai tindak lanjut dari hasil belajar siswa dan kekurangan/kelemahan pada pertemuan I. Perencanaan siklus I pertemuan II lokasi pengamatan/observasi akan dilaksanakan di sekitar halaman sekolah. Sebelum mengajar pada pertemuan II, maka guru menyiapkan segala sesuatu yang menunjang proses pembelajaran.

Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh peneliti dengan pokok bahasan “Sifat-sifat Sumber Daya Alam”, kemudian guru merencanakan menyajikan pengalaman yang bersifat memotivasi yaitu pembelajaran outdoor activities (pembelajaran luar kelas) dengan pengamatan/observasi yaitu: mempelajari tentang sifat-sifat sumber daya alam, meningkatkan pemahaman, kebersamaan, motivasi serta prestasi belajar siswa, dan menumbuhkan sikap cinta akan lingkungan. Guru juga mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan, misalnya lembar kerja kelompok, buku pelajaran serta alat peraga. Dan guru juga berencana membagi kelompok untuk siswa, dalam 1 kelompok terdiri dari 5 siswa, guru menetapkan objek/lokasi serta lamanya waktu pengamatan/observasi, lokasi untuk pengamatan di halaman sekolah dan waktu pengamatan selama 20 menit.

3. Pertemuan III

Perencanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan III sebagai penyempurnaan kekurangan dan tindak lanjut dari pertemuan I dan II. Pada pertemuan III lokasi pengamatan/observasi akan dilaksanakan di sekitar halaman sekolah. Sebelum mengajar pada pertemuan III, maka peneliti menyiapkan segala sesuatu yang menunjang proses pembelajaran.

Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yamg dirancang oleh peneliti dengan pokok bahasan “Manfaat Sumber Daya Alam”,

(13)

kemudian guru merencanakan menyajikan pengalaman yang bersifat memotivasi yaitu pembelajaran outdoor activities (pembelajaran luar kelas) dengan pengamatan/observasi yaitu: mempelajari tentang sifat-sifat sumber daya alam, meningkatkan pemahaman, kebersamaan, motivasi serta prestasi belajar siswa, dan menumbuhkan sikap cinta akan lingkungan. Guru juga mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan, misalnya lembar kerja kelompok, lembar test, buku pelajaran serta alat peraga. Dan guru juga berencana membagi kelompok untuk siswa, dalam 1 kelompok terdiri dari 5 siswa, adanya diskusi , guru menetapkan objek/lokasi serta lamanya waktu pengamatan/observasi, lokasi untuk pengamatan adalah di sekitar persawahan dan waktu pengamatan selama 20 menit.

2. Pelaksanaan dan Observasi Siklus I

Pelaksanaan dan observasi pada siklus I ini terdiri dari tiga pertemuan, yaitu pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III, pertemuan I dan II berlangsung selama 175 menit (lima jam pelajaran) sedangkan pertemuan III berlangsung 105 menit yaitu 10 menit pertama pembukaan 20 pengamatan/observasi diluar kelas, 30 diskusi, dan 45 menit berikutnya evaluasi. Pertemuan I, II dan III dilaksanakan pada tanggal 25, 29 Pebruari dan tanggal 3 Maret 2012.

a. Pertemuan I

Pelaksanaan pembelajaran akan dilaksanakan selama 3 jam pelajaran dan terdiri dari tiga kegiatan pembalajaran, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.

1) Kegiatan Awal a) Membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa, mengabsensi siswa, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

(14)

Guru Menyampaikan apersepsi berupa brand game, dengan menyebutkan benda meja-kursi, jika guru menyebutkan nama benda meja siswa mengangkat tangan kanan, jika guru menyebutkan nama benda kursi siswa mengangkat tangan kiri. Brand game ini selain dilakukan untuk mengasah keseimbangan otak kanan dan otak kiri siswa juga untuk memberi semanagat siswa melalui permainan.

c) Motivasi

Motivasi diberikan dengan memberi pertanyaan kepada siswa, “Sebutkan nama-nama benda/barang yang ada di dalam kelas ini?”

2) Kegiatan Inti a) Tanya jawab

Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang pengertian sumber daya alam, jenis-jenis sumber daya alam yaitu sumber daya alam hayati dan non hayati,serta pengertian sumber daya alam hayati dan non hayati. b) Teknik Pembelajaran

Guru menjelaskan teknik pembelajaran yaitu dengan pengamatan/ observasi di luar kelas, belajar secara kelompok dan diskusi dan menjelaskan lokasi objek pengamatan, yaitu keadaan halaman sekolah. c) Pembagian kelompok

Membahas pembagian kelompok siswa setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dan terbentuk menjadi 8 kelompok, setiap kelompok diberi kartu nama seperti kelompok 1. Rajawali, kel.2. garuda, kel.3. singa, kel.4. kancil, kel.5. beo, kel.6. Kijang, kel.7. jerapah dan kel.8. harimau, untuk memudahkan guru dan observer dalam memantau kegiatan observasi siswa. Dan guru menjelaskan cara kerja kelompok yaitu anggota kelompok harus saling bekerjasama, kompak, aktif memberi pendapat, aktif dalam pengamatan dan aktif mencari informasi. Setiap kelompok diberi lembar kerja siswa (LKS) untuk menuliskan informasi yang ditemukan saat pengamatan.

(15)

Menginformasikan lokasi yaitu di halaman sekolah dan lama pengamatan 35 menit serta menginformasikan keadaan lokasi pengamatan pengamatan.

Kemudian guru mengajak siswa ke lokasi pengamatan yaitu di sekitar halaman sekolah, dalam kegiatan pengamatan ini guru dibantu oleh observer yaitu guru kelas II dan peneliti.

e) Observasi

Setiap kelompok berpencar untuk melakukan pengamatan, penyusuran dan mencari informasi tentang jenis-jenis sumber daya alam hayati dan non hayati. Selama pengamatan guru membimbing siswa dalam pengamatan dan memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk aktif bertanya.

Selesai pengamatan siswa disuruh berkumpul kembali di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil pengamatannya.

f) Diskusi

Setiap kelompok berkumpul sesuai anggota kelompoknya dan membacakan hasil pengamatan. Setiap kelompok diminta untuk meberi pendapat, pertanyaan dan tanggapan hasil pengamatan kelompok lain. g) Pembahasan

Guru membahas hasil diskusi dan pengamatan tiap kelompok. Dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan Lembar kerja kelompok. 3) Kegiatan Akhir

a) Kesimpulan

Guru mengkonfirmasi pembahasan hasil diskusi. b) Pemantapan

Guru mendorong siswa untuk menginternasasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

(16)

Siswa diminta untuk mengamati benda yang ada disekitar halaman rumah siswa masing-masing, dan bahan apa untuk membuat benda tersebut, dan berasal dari sumber daya alam hayati atau non hayati.

Hasil pengamatan selama pembelajaran siklus I pertemuan I, yaitu ketika guru memberi pertanyaan pada siswa, siswa selalu menjawab secara bersama-sama, tapi ketika guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab, siswa cenderung malu dan takut karena pada saat siswa menjawab dengan salah, sebagian besar siswa mengejek dan mengolok-olok jawaban siswa sehingga siswa cenderung malu dan takut dalam menjawab. Sehingga guru perlu memberi pengertian pada siswa lain untuk menghargai jawaban dari teman-teman mereka, salah atau pun benar.

Saat guru menjelaskan teknik pembelajaran pengamatan diluar kelas, dan cara kerja kelompok ada sebagian siswa yang malah asyik bermain sendiri, berbicara dengan teman sendiri. Untuk mengantisipasi pada pertemuan berikutnya guru memerintahkan seluruh siswa untuk tenang mendengarkan dan memperhatikan, kemudian baru guru menjelaskan.

Ketika kegiatan observasi di luar kelas dilakukan sebagian siswa masih kebingungan tentang bagaimana cara mengamati dan mencari informasi apa saja yang harus ditulis dalam lembar kerja kelompok, sehingga di pembelajaran berikutnya guru akan memberi penjelasan dengan rinci cara mencari informasi dan pengamatan. Sebagian kelompok masih belum kompak dan belum bekerjasama dengan baik sehingga guru perlu memberikan motivasi yaitu berupa penghargaan bagi kelompok yang paling kompak.

Saat diskusi berlangsung kelompok hanya membacakan hasil pengamatan kelompok, kelompok lain hanya mendengarkan, ketika guru meminta siswa untuk bertanya, memberi pendapat atau tanggapan hanya sebagian siswa yang mau bertanya, memberi tanggapan atau tanggapan, sehingga guru perlu memberikan pancingan pertanyaan dan motivasi kepada siswa.

(17)

Pada saat pembelajaran siklus I pertemuan I berlangsung, peneliti meminta bantuan Observer (guru lain) untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas guru . Adapun item yang masih kosong atau tidak diisi oleh observer dikarenakan menurut observer kegiatan tersebut tidak ada dalam pelaksanaan. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung. Kekurangan guru dalam mengajar antara lain saat kegiatan pembelajaran guru kurang jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran, pengaturan waktu masih perlu diperbaiki. Pada saat kegiatan inti guru kurang jelas dalam menyampaikan langkah pembelajaran. Guru kurang optimal dalam membimbing siswa pada saat diskusi kelompok dan selama pengamatan. Sedangkan kelebihan guru pada saat mengajar adalah persiapan guru sebelum mengajar telah optimal, adanya ketegasan guru saat menegur siswa yang melakukan kegiatan diluar kegiatan pembelajaran, saat guru mengkonfirmasi pembahasan hasil diskusi siswa. Adapun kekurangan dalam pertemuan I akan diperbaiki pada pertemuan II.

b. Pertemuan II

Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan II sebagai tindak lanjut dan perbaikan proses pembelajaran pada pertemuan I, pada pertemuan II ini akan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran dan terdiri dari tiga kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan awal, inti dan akhir.

1) Kegiatan Awal

a) Membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa, mengabsensi siswa, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

(18)

Guru Menyampaikan apersepsi berupa brand game, dengan menyebutkan nama-nama buah-buahan, jika guru menyebutkan nama buah mangga, siswa duduk, jika guru menyebutkan nama buah manggis, siswa duduk sambil mengacungkan tangan kiri. Brand game ini selain dilakukan untuk mengasah keseimbangan otak kanan dan otak kiri siswa juga untuk memberi semanagat siswa melalui permainan.

c) Motivasi

Motivasi diberikan dengan memberi pertanyaan kepada siswa, “Buah mangga dan manggis berasal dari makhluk hidup atau tidak?”Apakah buah tersebut dapat pulih kembali jika habis?”

2) Kegiatan Inti a) Tanya jawab

Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang sifat-sifat sumber daya alam dan pengertian sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui.

b) Teknik pembelajaran

Guru menjelaskan tehnik pembelajaran yaitu dengan pengamatan/ observasi di luar kelas, belajar secara kelompok dan diskusi.

Kemudian guru mengajak siswa ke lokasi pengamatan yaitu di sekitar halaman sekolah, dalam kegiatan pengamatan ini guru dibantu oleh observer yaitu guru kelas II dan penelit

c) Pembagian kelompok

Membahas pembagian kelompok siswa setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dan terbentuk menjadi 8 kelompok, setiap kelompok diberi kartu nama seperti kelompok 1. Rajawali, kel.2. garuda, kel.3. singa, kel.4. kancil, kel.5. beo, kel.6. Kijang, kel.7. jerapah dan kel.8. harimau, untuk memudahkan guru dan observer dalam memantau kegiatan observasi siswa. Dan guru menjelaskan cara kerja kelompok yaitu anggota kelompok harus saling bekerjasama, kompak, aktif memberi pendapat, aktif dalam pengamatan dan aktif mencari informasi. Setiap kelompok

(19)

diberi lembar kerja siswa (LKS) untuk menuliskan informasi yang ditemukan saat pengamatan.

d) Lokasi dan Waktu Pengamatan

Menginformasikan lokasi yaitu di halaman sekolah dan lama pengamatan 20 menit serta menjelaskan keadaan lokasi pengamatan. Kemudian guru mengajak siswa ke lokasi pengamatan yaitu di sekitar halaman sekolah, dalam kegiatan pengamatan ini guru dibantu oleh observer yaitu guru kelas II dan peneliti.

e) Observasi

Setiap kelompok berpencar untuk melakukan pengamatan, penyusuran dan mencari informasi tentang sifat-sifat sumber yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Selama pengamatan guru membimbing siswa dalam pengamatan dan memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk aktif bertanya.

Selesai pengamatan siswa disuruh berkumpul kembali di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil pengamatannya.

f) Diskusi

Setiap kelompok berkumpul sesuai anggota kelompoknya dan

membacakan hasil pengamatan. Setiap kelompok diminta untuk meberi pendapat, pertanyaan dan tanggapan hasil pengamatan kelompok lain. g) Pembahasan

Guru membahas hasil diskusi dan pengamatan tiap kelompok. Dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan LKS.

3) Kegiatan Akhir a) Kesimpulan

Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. b) Pemantapan

Guru mendorong siswa untuk menginternasasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

(20)

Siswa diminta untuk mengamati disekitar halaman rumah siswa masing-masing tentang sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui.

Pada siklus I pertemuan II ini kegiatan pembelajaran sudah mulai berjalan dengan baik hal ini dapat dibuktikan saat guru memberi pertanyaan, sebagian besar siswa sudah menjawab dan ketika guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab sebagian besar siswa sudah berani menjawab walaupun ada juga siswa yang masih malu, karena sebagian besar siswa sudah mulai menghargai pendapat atau jawaban yang dikemukakan oleh siswa yang lain. Walaupun masih ada siswa yang malu dan takut dalam menjawab, guru memberikan pengertian kepada siswa bahwa tak ada jawaban yang salah tapi yang ada hanya jawaban yang kurang tepat.

Saat guru menyampaikan teknik pembelajaran siswa juga sudah memperhatikan karena sebelum guru menjelaskan, guru memerintahkan seluruh siswa untuk tenang mendengarkan dan memperhatikan, kemudian baru guru menjelaskan, hal ini terbukti dapat memfokuskan siswa kepada penjelasan guru. Ketika pengamatan berlangsung sebagian besar anggota kelompok dapat saling membantu. Dalam kerjasama kelompok siswa sudah kompak, aktif memberikan pendapat dan aktif dalam pengamatan. Di dalam diskusi kelompok siswa juga sudah mulai aktif dalam memberi pendapat, sanggahan atau pertanyaan. Tapi masih ada siswa yang pasif dalam kerjasama kelompok maupun dalam diskusi. Untuk mengatasinya guru memberi dorongan dengan memberi kesempatan kepada setiap anggota kelompok untuk menjawab.

Kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan II berlangsung, guru meminta bantuan observer (guru kelas II) untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas praktikan. Adapun item yang masih kosong atau belum diisi oleh observer dikarenakan menurut observer kegiatan

(21)

tersebut tidak ada dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung. Kekurangan guru dalam mengajar antara lain pengaturan waktu masih perlu diperbaiki. Pada saat kegiatan inti guru kurang jelas dalam menyampaikan langkah pembelajaran. Sedangkan kelebihan guru pada saat mengajar adalah Guru sudah lebih optimal dalam membimbing siswa pada saat diskusi kelompok dan selama pengamatan, persiapan guru sebelum mengajar telah optimal, adanya ketegasan guru saat menegur siswa yang melakukan kegiatan diluar kegiatan pembelajaran, saat mengkonfirmasi pembahasan hasil diskusi siswa dan kesimpulan siswa. Adapun kekurangan dalam pertemuan I akan diperbaiki pada pertemuan III.

c. Pertemuan III

Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan III sebagai tindak lanjut, penyempurnaan dan perbaikan proses pembelajaran pada pertemuan I dan II. Pelaksanaan pembelajaran akan dilaksanakan dalam tiga kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan awal, inti, dan akhir.

1) Kegiatan Awal

a) Membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa, mengabsensi siswa, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

b) Apersepsi

Guru Menyampaikan apersepsi dengan membawa telur di dalam kelas untuk diperlihatkan kepada siswa.

c) Motivasi

Motivasi diberikan dengan memberi pertanyaan kepada siswa, “Telur ini dihasilkan oleh hewan apa?”

2) Kegiatan Inti

(22)

Guru menyampaikan materi palajaran yaitu tentang “Manfaat Sumber Daya Alam”

b) Teknik pembelajaran

Guru menjelaskan tehnik pembelajaran yaitu dengan pengamatan/ observasi di luar kelas, belajar secara kelompok dan diskusi.

c) Pembagian kelompok

Membahas pembagian kelompok siswa setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dan terbentuk menjadi 8 kelompok, setiap kelompok diberi kartu nama seperti kelompok1. Rajawali, kel.2. garuda, kel.3. singa, kel.4. kancil, kel.5. beo, kel.6. Kijang, kel.7. jerapah dan kel.8. harimau, untuk memudahkan guru dan observer dalam memantau kegiatan observasi siswa. Dan guru menjelaskan cara kerja kelompok yaitu anggota kelompok harus saling bekerjasama, kompak, aktif memberi pendapat, aktif dalam pengamatan dan aktif mencari informasi. Setiap kelompok diberi lembar kerja siswa (LKS) untuk menuliskan informasi yang ditemukan saat pengamatan.

d) Lokasi dan Waktu Pengamatan

Menginformasikan lokasi yaitu di sekitar persawahan dan lama pengamatan 20 menit serta menjelaskan lokasi pengamatan.

Kemudian guru mengajak siswa ke lokasi pengamatan yaitu di sekitar sekitar persawahan, dalam kegiatan pengamatan ini guru dibantu oleh observer yaitu guru kelas IV dan teman sejawat.

e) Observasi

Setiap kelompok berpencar untuk melakukan pengamatan, penyusuran dan mencari informasi tentang manfaat sumber daya alam baik sumber daya alam hayati atau non hayati maupun sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Selama pengamatan guru membimbing siswa dalam pengamatan dan memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk aktif bertanya.

(23)

Selesai pengamatan siswa disuruh berkumpul kembali di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil pengamatannya.

f) Diskusi

Setiap kelompok berkumpul sesuai anggota kelompoknya dan

membacakan hasil pengamatan. Setiap kelompok diminta untuk meberi pendapat, pertanyaan dan tanggapan hasil pengamatan kelompok lain. g) Pembahasan

Guru membahas hasil diskusi dan pengamatan tiap kelompok. Dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan LKS.

3) Kegiatan Akhir a. Kesimpulan

Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. b. Pemantapan

Guru mendorong siswa untuk menginternasasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

c. Tindak lanjut

Siswa diminta untuk mengamati disekitar halaman rumah siswa masing-masing tentang manfaat sumber daya alam.

d. Evaluasi

Guru memberikan tes formatif untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan III berlangsung sudah sesuai dengan harapan dan berjalan dengan baik. Sebagian besar sudah aktif dalam kegiatan pembelajaran outdoor activities, yaitu saat tanya jawab, pengamatan, aktif bekerjasama dengan anggota kelompok dan aktif dalam berdiskusi, sebagian besar siswa sudah termotivasi dalam belajar.

Kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan III berlangsung, peneliti meminta bantuan Observer (guru kelas II) untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas praktikan pada pertemuan ketiga ini semua

(24)

item diisi oleh observer. Kekurangan guru dalam mengajar antara lain pengaturan waktu masih perlu diperbaiki. Sedangkan kelebihan guru pada saat mengajar adalah Guru sudah lebih optimal dalam membimbing siswa pada saat diskusi kelompok dan selama pengamatan, persiapan guru sebelum mengajar telah optimal, adanya ketegasan guru saat menegur siswa yang melakukan kegiatan diluar kegiatan pembelajaran, saat menyusun kesimpulan telah melibatkan siswa, dan kegiatan pembelajaran sudah terprogram dengan baik, sebagian besar siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran, sebagian besar siswa sudah antusias dalam kegaiatn pembelajaran. Kegiatan pembelajaran outdoor activities ini akan dilanjutkan ke siklus II sebagai pemantapan keberhasilan siklus I.

3. Hasil Tindakan

Hasil tindakan pembelajaran pada siklus I ini berupa hasil lembar observasi yang diterapkan oleh guru (data terlampir). Penilaian observasi ini dilakukan oleh observer (guru kelas II). Proses pembelajaran outdoor activities pada siklus I ini terdiri dari 3 pertemuan, pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III

1) Data Hasil Pengamatan Outdoor Activities Siklus I

Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Selain itu observasi juga dilaksanakan pada keseluruhan kegiatan tatap muka. Dalam penelitian ini observasi dilakukan oleh observer dalam hal ini adalah guru dari SDN 4 Sembungharjo. Observasi dilaksanakan secara intensif, adapun hasil observasi yang dikumpulkan dapat dilihat pada tabel 4.11 tentang lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa siklus I adalah sebagai berikut:

(25)

Tabel 4.11

Data Penerapan Outdoor Activities Siklus I

No. Langkah-langkah Siklus I

P1 P2 P3 I Kegiatan Inti Pembelajaran

A. Teknik Pembelajaran

1. Guru menyampaikan siswa melakukan observasi/pengamatan

2. Guru menyampaikan siswa belajar secara

berkelompok

3. Guru menyampaikan siswa melakukan diskusi B. Pembagian Kelompok

1. Guru membahas pembagian kelompok dan jumlah anggota kelompok

C. Pengamatan/ Observasi

1. Guru memberikan arahan kepada siswa tentang pengamatan/observasi

2. Guru mengajak siswa menuju lokasi pengamatan 3. Siswa secara berkelompok melakukan pengamatan D. Kerjasama Kelompok

1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk mengisi tugas kelompok

E. Pembahasan

1. Guru mengajak siswa masuk ke dalam kelas 2. Guru menyuruh siswa melakukan diskusi hasil

pengamatan dengan kelompoknya.

3. Siswa berdiskusi dengan kelompok

4. Guru bertanya mengenai hasil diskusi dari pengamatan pada tiap kelompok

5. Tiap kelompok menjelaskan hasil pengamatanya 6. Kelompok lain memberi tanggapan/pendapat 7. Guru memberi tanggapan hasil diskusi dan

engkonfirmasi pembahasan hasil diskusi

II Penutup A. Kesimpulan

1. Siswa menyimpulkan dan membuat rangkuman hasil pembelajaran

(26)

Keterangan: P1 : Pertemuan 1 P2 : Pertemuan 2 P3 : Pertemuan 3

Berdasarkan table 4.11 diatas tentang hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa pada siklus I. Pada siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Pebruari 2012. Pertemuan II dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 29 Pebruari 2012. Pertemuan III dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 Maret 2012 Pada siklus I ini dilakukan penelitian yang dihadiri oleh peneliti yaitu orang yang melakukan penelitian di SDN 4 Sembungharjo, selanjutnya guru kelas IV yang berkolaborasi dengan peneliti dan bertugas untuk mengajarkan materi pembelajaran IPA melalui outdoor activities, dan yang terakhir observer adalah guru lain yang bertugas mengobservai jalannya proses pembelajaran. Dari hasil penilaian observasi ada yang belum diterapkan dalam proses pembelajaran karena ada item yang belum ada di rencana pembelajaran dan belum dilaksanakan oleh guru yaitu item evaluasi, karena evaluasi akan diberikan pada akhir pertemuan III atau akhir Kompetensi Dasar siklus I. Maka dapat diketahui bahwa pembelajaran menggunakan melalui outdoor activities sudah berjalan baik sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) IPA yang telah dibuat. Guru dan siswa sudah melakukan pembelajaran outdoor activities sesuai dengan langkah-langkahnya.

1. Guru memberikan test formatif kepada siswa × ×

2. Siswa mengerjakan test × ×

C. Pemantapan

1. Guru mendorong siswa menginternalisasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan sehari-hari dengan menyampaikan penerapan pembelajaran dalam kegiatan sehari-hari

D. Tindak Lanjut

1. Guru menyuruh siswa belajar dirumah dan memberikan tugas dirumah untuk siswa

(27)

4. Refleksi

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus I, selanjutnya diadakan refleksi atas segala kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan pengamatan atau temuan dari observer pada siklus I.

Kegiatan pembelajaran siklus I berlangsung sudah sesuai dengan harapan dan berjalan dengan baik.

1. Siswa lebih tertarik pada pembelajaran.

2. Kegiatan pembelajaran nampak lebih hidup, perhatian, antusias siswa lebih meningkat karena mereka belajar tanpa tekanan.

3. Antara rencana pembelajaran dengan proses pembelajaran sudah sesuai. 4. Sebagian siswa terlibat aktif di dalam proses pembelajaran.

5. Keberanian siswa sudah tumbuh dalam mengeluarkan pendapat atau dalam menjawab pertanyaan.

Berdasarkan observasi pada siklus I, hal-hal yang perlu dilakukan untuk diperbaiki pembelajaran pada siklus II.

a. Memberi pengarahan pada siswa agar melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan petunjuk guru dan bersikap lebih baik lagi b. Selalu memberikan pengarahan terlebih dahulu tiap kali memberikan

tugas kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran outdoor activities c. Lebih memperhatikan waktu dalam kegiatan belajar-mengajar agar

alokasi waktu bisa sesuai dengan perencanaan.

d. Memberikan bimbingan secara optimal ketika PBM berlangsung. Hasil pengamatan siswa dalam siklus I ini sudah mulai terbentuk misalnya keberanian peserta didik dalam bertanya, berpendapat dan berargumentasi, siswa juga sudah mulai berani dalam menyampaikan pertanyaan, memberikan pendapat dan memberi argumentasi.

Di saat guru memberikan pertanyaan siswa aktif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan guru, dan saat guru meminta siswa untuk belajar secara berkelompok siswa belajar dengan kompak dan bekerjasama dengan anggota kelompok masing-masing, dan aktif dalam berdiskusi. Untuk

(28)

memperbaiki kekurangan dalam proses pembelajaran akan dilanjutkan ke siklus II

2. Siklus II

1. Perencanaan

Setelah melihat kekurangan dan keberhasilan dalam siklus I, Perencanaan pembelajaran pada siklus II ini sebagai penyempurnaan dan tindak lanjut dari kekurangan yang terjadi pada siklus I. Siklus II akan dilaksanakan 3 kali pertemuan, kegiatan pembelajaran pada siklus II ini masih sama dengan siklus I tapi yang membedakan adalah lokasi pengamatan/observasi, kegiatan pembelajaran pada siklus II ini akan dilaksanakan di lingkungan sekolah di lapangan dan sekitar perkampungan.

a. 2. Pelaksanaan dan Observasi Tindakan

1. Pertemuan I

Pelaksanana pembelajaran dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Maret 2012 dengan pencapaian indikator: Menjelaskan kegiatan manusia yang dapat mengatasi dampak negatif pengambilan bahan alam, yang terdiri dari tiga kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir.

Setelah diperoleh informasi pada tahap observasi, maka dilakukan diskusi dengan guru kelas IV mengenai materi pembelajaran yang akan disajikan serta alat penunjang lain yang perlu digunakan. Sebelum mengajar pada pertemuan I, maka peneliti menyiapkan segala sesuatu yang menunjang proses pembelajaran.

Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh peneliti dengan pokok bahasan “Dampak Pengambilan Bahan Alam”, kemudian menyajikan pengalaman belajar yang bersifat memotivasi yaitu pembelajaran outdoor activities (pembelajaran luar kelas) dengan pengamatan/observasi dengan: mempelajari tentang jenis-jenis sumber daya alam, meningkatkan pemahaman, kebersamaan, motivasi serta prestasi belajar siswa, dan menumbuhkan sikap cinta akan lingkungan. Guru juga mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan, misalnya lembar kerja

(29)

siswa, buku pelajaran, serta alat peraga. Guru menetapkan objek/lokasi serta lamanya waktu pengamatan/observasi, lokasi untuk pengamatan di halaman sekolah dan waktu pengamatan selama 35 menit. Dan tidak kalah pentingnya dalam penelitian ini adalah persiapan fisik dan mental.

Pada saat pembelajaran siklus I pertemuan I berlangsung, peneliti meminta bantuan observer guru lain untuk mengamati proses pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

2. Pertemuan II

Perencanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan II sebagai tindak lanjut dari hasil belajar siswa dan kekurangan/kelemahan pada pertemuan I. Perencanaan siklus I pertemuan II lokasi pengamatan/observasi akan dilaksanakan di sekitar halaman sekolah. Sebelum mengajar pada pertemuan II, maka guru menyiapkan segala sesuatu yang menunjang proses pembelajaran.

Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh peneliti dengan pokok bahasan “Mengurangi Pencemaran dan Menghemat Energi” kemudian guru merencanakan menyajikan pengalaman yang bersifat memotivasi yaitu pembelajaran outdoor activities (pembelajaran luar kelas) dengan pengamatan/observasi yaitu: mempelajari tentang sifat-sifat sumber daya alam, meningkatkan pemahaman, kebersamaan, motivasi serta prestasi belajar siswa, dan menumbuhkan sikap cinta akan lingkungan. Guru juga mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan, misalnya lembar kerja kelompok, buku pelajaran serta alat peraga. Dan guru juga berencana membagi kelompok untuk siswa, dalam 1 kelompok terdiri dari 5 siswa, guru menetapkan objek/lokasi serta lamanya waktu pengamatan/observasi, lokasi untuk pengamatan di halaman sekolah dan waktu pengamatan selama 20 menit.

(30)

3. Pertemuan III

Perencanaan pembelajaran pada siklus I pertemuan III sebagai penyempurnaan kekurangan dan tindak lanjut dari pertemuan I dan II. Pada pertemuan III lokasi pengamatan/observasi akan dilaksanakan di sekitar halaman sekolah. Sebelum mengajar pada pertemuan III, maka peneliti menyiapkan segala sesuatu yang menunjang proses pembelajaran.

Guru menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yamg dirancang oleh peneliti dengan pokok bahasan “Mengurangi Pencemaran dan Menghemat Energi”, kemudian guru merencanakan menyajikan pengalaman yang bersifat memotivasi yaitu pembelajaran outdoor activities (pembelajaran luar kelas) dengan pengamatan/observasi yaitu: mempelajari tentang sifat-sifat sumber daya alam, meningkatkan pemahaman, kebersamaan, motivasi serta prestasi belajar siswa, dan menumbuhkan sikap cinta akan lingkungan. Guru juga mempersiapkan perlengkapan belajar yang diperlukan, misalnya lembar kerja kelompok, lembar test, buku pelajaran serta alat peraga. Dan guru juga berencana membagi kelompok untuk siswa, dalam 1 kelompok terdiri dari 5 siswa, adanya diskusi, guru menetapkan objek/lokasi serta lamanya waktu pengamatan/observasi, lokasi untuk pengamatan adalah di sekitar persawahan dan waktu pengamatan selama 20 menit.

b. 3. Pelaksanaan dan Observasi Siklus I

Pelaksanaan dan observasi pada siklus I ini terdiri dari tiga pertemuan, yaitu pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III, pertemuan I dan II berlangsung selama 175 menit (lima jam pelajaran) sedangkan pertemuan III berlangsung 105 menit yaitu 10 menit pertama pembukaan 20 pengamatan/observasi diluar kelas, 30 diskusi, dan 45 menit berikutnya evaluasi. Pertemuan I, II dan III dilaksanakan pada tanggal 10, 14, 17 Maret 2012

(31)

a. Pertemuan I

Pelaksanaan pembelajaran akan dilaksanakan selama 3 jam pelajaran dan terdiri dari tiga kegiatan pembalajaran, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.

1. Kegiatan Awal a. Membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa, mengabsensi siswa, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

b. Apersepsi

Guru menunjukkan gambar hutan gundul c. Motivasi

Motivasi diberikan dengan memberi pertanyaan kepada siswa, “Gambar ini menceritakan tentang apa?” Bagaimana jika terjadi hujan deras?

2. Kegiatan Inti a) Tanya jawab

Guru mengadakan tanya jawab tentang contoh dampak negatif pengambilan bahan alam yang tidak bijaksana

b) Teknik Pembelajaran

Guru menjelaskan teknik pembelajaran yaitu dengan pengamatan/ observasi di luar kelas, belajar secara kelompok dan diskusi dan menjelaskan lokasi objek pengamatan, yaitu keadaan di sekitar lingkungan perkampungan.

c) Pembagian kelompok

Membahas pembagian kelompok siswa setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dan terbentuk menjadi 8 kelompok, setiap kelompok diberi kartu nama seperti kelompok 1. Rajawali, kel.2. garuda, kel.3. singa, kel.4. kancil, kel.5. beo, kel.6. Kijang, kel.7. jerapah dan kel.8. harimau, untuk memudahkan guru dan observer dalam memantau kegiatan observasi

(32)

siswa. Dan guru menjelaskan cara kerja kelompok yaitu anggota kelompok harus saling bekerjasama, kompak, aktif memberi pendapat, aktif dalam pengamatan dan aktif mencari informasi. Setiap kelompok diberi lembar kerja siswa (LKS) untuk menuliskan informasi yang ditemukan saat pengamatan.

d) Lokasi dan Waktu Pengamatan

Menginformasikan lokasi yaitu di halaman sekolah dan lama pengamatan 35 menit serta menjelaskan lokasi pengamatan.

Kemudian guru mengajak siswa ke lokasi pengamatan yaitu di sekitar perkampungan, dalam kegiatan pengamatan ini guru dibantu oleh observer yaitu guru kelas II dan peneliti.

e) Observasi

Setiap kelompok berpencar untuk melakukan pengamatan, penyusuran dan mencari informasi tentang dampak negatif pengambilan bahan alam. Selama pengamatan guru membimbing siswa dalam pengamatan dan memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk aktif bertanya. Selesai pengamatan siswa disuruh berkumpul kembali di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil pengamatannya.

f) Diskusi

Setiap kelompok berkumpul sesuai anggota kelompoknya dan membacakan hasil pengamatan. Setiap kelompok diminta untuk meberi pendapat, pertanyaan dan tanggapan hasil pengamatan kelompok lain. g) Pembahasan

Guru membahas hasil diskusi dan pengamatan tiap kelompok, dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan Lembar kerja kelompok. 3. Kegiatan Akhir

Kesimpulan

Guru mengkonfirmasi pembahasan hasil diskusi. 1. Pemantapan

(33)

Guru mendorong siswa untuk menginternasasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tindak Lanjut

Siswa diminta untuk mengamati dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa masing-masing tentang dampak pengambilan bahan alam terhadap pelestarian lingkungan.

Hasil pengamatan selama pembelajaran siklus I pertemuan I, yaitu ketika guru memberi pertanyaan pada siswa, ada siswa yang menjawab secara bersama-sama, ada juga yang mengangkat tangan untuk menjawab.

Saat guru menjelaskan teknik pembelajaran pengamatan diluar kelas,dan cara kerja kelompok ada sebagian siswa sudah mengerti.

Ketika kegiatan observasi di luar kelas dilakukan sebagian siswa masih bertanya bagaimana cara mengamati dan mencari informasi apa saja yang harus ditulis dalam lembar kerja kelompok, sehingga di pembelajaran berikutnya guru akan memberi penjelasan dengan rinci cara mencari informasi dan pengamatan. Sebagian kelompok masih belum kompak dan belum bekerjasama dengan baik sehingga guru perlu memberikan motivasi yaitu berupa penghargaan bagi kelompok yang paling kompak.

Saat diskusi berlangsung kelompok hanya membacakan hasil pengamatan kelompok, kelompok lain hanya mendengarkan, ketika guru meminta siswa untuk bertanya, memberi pendapat atau tanggapan hanya sebagian siswa yang mau bertanya, memberi tanggapan atau tanggapan, sehingga guru perlu memberikan pancingan pertanyaan dan motivasi kepada siswa.

Pada saat pembelajaran siklus I pertemuan I berlangsung, peneliti meminta bantuan Observer (guru lain) untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas guru . Adapun item yang masih kosong atau tidak diisi oleh observer dikarenakan menurut observer kegiatan tersebut tidak

(34)

ada dalam pelaksanaan. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung. Kekurangan guru dalam mengajar antara lain saat kegiatan pembelajaran guru kurang jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran, pengaturan waktu masih perlu diperbaiki. Pada saat kegiatan inti guru kurang jelas dalam menyampaikan langkah pembelajaran. Guru kurang optimal dalam membimbing siswa pada saat diskusi kelompok dan selama pengamatan. Sedangkan kelebihan guru pada saat mengajar adalah persiapan guru sebelum mengajar telah optimal, adanya ketegasan guru saat menegur siswa yang melakukan kegiatan diluar kegiatan pembelajaran, saat guru mengkonfirmasi pembahasan hasil diskusi siswa. Adapun kekurangan dalam pertemuan I akan diperbaiki pada pertemuan II.

b. Pertemuan II

Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan II sebagai tindak lanjut dan perbaikan proses pembelajaran pada pertemuan I, pada pertemuan II ini akan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran dan terdiri dari tiga kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan awal, inti dan akhir.

2. Kegiatan Awal

a. Membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa, mengabsensi siswa, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

b. Apersepsi

Guru menunjukkan gambar asap kendaraan di jalan.

c. Motivasi

Motivasi diberikan dengan memberi pertanyaan kepada siswa, “gambar ini menceritakan tentang apa? Bagaimana cara mengatasinya?”

3. Kegiatan Inti

(35)

Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang cara mengurangi pencemaran

Teknik pembelajaran

Guru menjelaskan tehnik pembelajaran yaitu dengan pengamatan/ observasi di luar kelas, belajar secara kelompok dan diskusi.

b. Pembagian kelompok

Membahas pembagian kelompok siswa setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dan terbentuk menjadi 8 kelompok, setiap kelompok diberi kartu namakelompok seperti kelompok 1. Rajawali, kel.2. garuda, kel.3. singa, kel.4. kancil, kel.5. beo, kel.6. Kijang, kel.7. jerapah dan kel.8. harimau, untuk memudahkan guru dan observer dalam memantau kegiatan observasi siswa. Dan guru menjelaskan cara kerja kelompok yaitu anggota kelompok harus saling bekerjasama, kompak, aktif memberi pendapat, aktif dalam pengamatan dan aktif mencari informasi. Setiap kelompok diberi lembar kerja siswa (LKS) untuk menuliskan informasi yang ditemukan saat pengamatan.

c. Lokasi dan Waktu Pengamatan

Menginformasikan lokasi yaitu di sekitar perkampungan, dan lama pengamatan 20 menit serta menjelaskan lokasi pengamatan.

Kemudian guru mengajak siswa ke lokasi pengamatan yaitu di sekitar halaman sekolah, dalam kegiatan pengamatan ini guru dibantu oleh observer yaitu guru kelas II dan peneliti.

d. Observasi

Setiap kelompok berpencar untuk melakukan pengamatan, penyusuran dan mencari informasi tentang cara mengurangi pencemaran di lingkungan sekitar. Selama pengamatan guru membimbing siswa dalam pengamatan dan memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk aktif bertanya.

Selesai pengamatan siswa disuruh berkumpul kembali di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil pengamatannya.

(36)

e. Diskusi

Setiap kelompok berkumpul sesuai anggota kelompoknya dan

membacakan hasil pengamatan. Setiap kelompok diminta untuk meberi pendapat, pertanyaan dan tanggapan hasil pengamatan kelompok lain.

f. Pembahasan

Guru membahas hasil diskusi dan pengamatan tiap kelompok. Dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan LKS.

4. Kegiatan Akhir

a. Kesimpulan

Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.

b. Pemantapan

Guru mendorong siswa untuk menginternasasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

c. Tindak Lanjut

Siswa diminta untuk mengamati disekitar halaman rumah siswa masing-masing tentang sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui.

Pada siklus II pertemuan II ini kegiatan pembelajaran sudah mulai berjalan dengan baik hal ini dapat dibuktikan saat guru memberi pertanyaan, sebagian besar siswa sudah menjawab dan siswa sudah berani mengangkat tangan, sebagian besar siswa sudah berani menjawab, dan sebagian besar siswa sudah mulai menghargai pendapat atau jawaban yang dikemukakan oleh siswa yang lain.

Saat guru menyampaikan topik pembelajaran siswa juga sudah memperhatikan karena sebelum guru menjelaskan, guru memerintahkan seluruh siswa untuk tenang mendengarkan dan memperhatikan, kemudian baru guru menjelaskan, hal ini terbukti dapat memfokuskan siswa kepada penjelasan guru. Ketika pengamatan berlangsung sebagian besar anggota kelompok dapat saling membantu. Dalam kerjasama kelompok siswa sudah kompak, aktif memberikan pendapat dan aktif dalam pengamatan. Di dalam

(37)

diskusi kelompok siswa juga sudah mulai aktif dalam memberi pendapat, sanggahan atau pertanyaan. Tapi masih ada siswa yang pasif dalam kerjasama kelompok maupun dalam diskusi. Untuk mengatasinya guru memberi dorongan dengan memberi kesempatan kepada setiap anggota kelompok untuk menjawab.

Kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan II berlangsung, guru meminta bantuan observer (guru kelas II) untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas praktikan. Adapun item yang masih kosong atau belum diisi oleh observer dikarenakan menurut observer kegiatan tersebut tidak ada dalam pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung. Kekurangan guru dalam mengajar antara lain pengaturan waktu masih perlu diperbaiki. Pada saat kegiatan inti guru kurang jelas dalam menyampaikan langkah pembelajaran. Sedangkan kelebihan guru pada saat mengajar adalah Guru sudah lebih optimal dalam membimbing siswa pada saat diskusi kelompok dan selama pengamatan, persiapan guru sebelum mengajar telah optimal, adanya ketegasan guru saat menegur siswa yang melakukan kegiatan diluar kegiatan pembelajaran, saat mengkonfirmasi pembahasan hasil diskusi siswa dan kesimpulan siswa. Adapun kekurangan dalam pertemuan II akan diperbaiki pada pertemuan III.

d. Pertemuan III 1) Kegiatan Awal a) Membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa, mengabsensi siswa, mengatur suasana kelas dan menanyakan keadaan siswa.

(38)

Guru menyampaikan apersepsi dengan menunjukkan gambar pencemaran lingkungan.

c) Motivasi

Motivasi diberikan dengan memberi pertanyaan kepada siswa, gambar yang telah ditunjukkan oleh guru menceritakan tentang apa?

2) Kegiatan Inti

a) Penyampaian materi pelajaran

Guru menyampaikan materi pelajaran yaitu tentang “dampak pengambilan bahan alam terhadap pelestarian lingkungan”.

b) Tanya Jawab

Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang kegiatan manusia yang dapat berdampak negatif serta cara menghemat energi dan mengurangi pencemaran serta cara mengurangi tumpukan sampah. c) Teknik pembelajaran

Guru menjelaskan teknik pembelajaran yaitu dengan pengamatan/ observasi di luar kelas, belajar secara kelompok dan diskusi.

d) Pembagian kelompok

Membahas pembagian kelompok siswa setiap kelompok terdiri dari 5 siswa dan terbentuk menjadi 5 kelompok, setiap kelompok diberi kartu nama seperti kelompok 1. Rajawali, kel.2. garuda, kel.3. singa, kel.4. kancil, kel.5. beo, kel.6. Kijang, kel.7. jerapah dan kel.8. harimau, untuk memudahkan guru dan observer dalam memantau kegiatan observasi siswa. Dan guru menjelaskan cara kerja kelompok yaitu anggota kelompok harus saling bekerjasama, kompak, aktif memberi pendapat, aktif dalam pengamatan dan aktif mencari informasi. Setiap kelompok diberi lembar kerja siswa (LKS) untuk menuliskan informasi yang ditemukan saat pengamatan.

e) Lokasi dan Waktu Pengamatan

Menginformasikan lokasi yaitu lingkungan sekolah disekitar perkampungan dan lama pengamatan 20 menit serta menginformasikan

(39)

lokasi pengamatan. Kemudian guru mengajak siswa ke lokasi pengamatan yaitu di lingkungan sekolah di sekitar perkampungan, dalam kegiatan pengamatan ini guru dibantu oleh observer dan teman sejawat.

f) Observasi

Setiap kelompok berpencar untuk melakukan pengamatan, penyusuran dan mencari informasi tentang contoh-contoh teknologi modern. Selama pengamatan guru membimbing siswa dalam pengamatan dan memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk aktif bertanya.

Selesai pengamatan siswa disuruh berkumpul kembali di dalam kelas untuk mendiskusikan hasil pengamatannya.

g) Diskusi

Setiap kelompok berkumpul sesuai anggota kelompoknya dan membacakan hasil pengamatan. Setiap kelompok diminta untuk memberi pendapat, pertanyaan dan tanggapan hasil pengamatan kelompok lain.

h) Pembahasan

Guru membahas hasil diskusi dan pengamatan tiap kelompok dan setiap kelompok diminta untuk mengumpulkan LKS.

i) Kesimpulan

Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan membuat rangkuman. 3) Kegiatan Akhir

a) Pemantapan

Guru mendorong siswa untuk menginternasasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

b) Tindak Lanjut

Siswa diminta untuk mengamati dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa masing-masing tentang dampak pengambilan bahan alam terhadap pelestarian lingkungan.

(40)

Guru memberikan tes formatif untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Kegiatan pembelajaran siklus II berlangsung, peneliti meminta bantuan observer (teman sejawat) untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Lembar observasi tersebut meliputi item untuk mengamati aktivitas praktikan dan siswa. Pada siklus II ini semua item diisi oleh observer, karena secara keseluruhan telah dilaksanakan oleh siswa.

3. Hasil Tindakan

Hasil tindakan pembelajaran pada siklus I ini berupa hasil lembar observasi yang diterapkan oleh guru (data terlampir). Penilaian observasi ini dilakukan oleh observer (guru kelas II). Proses pembelajaran outdoor activities pada siklus II ini terdiri dari 3 pertemuan, pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III.

4. Data Hasil Pengamatan Outdoor Activities Siklus II

Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Selain itu observasi juga dilaksanakan pada keseluruhan kegiatan tatap muka. Dalam penelitian ini observasi dilakukan oleh observer dalam hal ini adalah guru dari SDN 4 Sembungharjo . Observasi dilaksanakan secara intensif, adapun hasil observasi yang dikumpulkan dapat dilihat pada tabel 4.12 tentang lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 4.12

Data Penerapan Outdoor Activities Siklus II

No. Langkah-langkah Siklus I

P1 P2 P3 I Kegiatan Inti Pembelajaran

A. Teknik Pembelajaran

1. Guru menyampaikan siswa melakukan observasi/pengamatan

2. Guru menyampaikan siswa belajar secara

berkelompok

3. Guru menyampaikan siswa melakukan diskusi

(41)

B. Pembagian Kelompok

1. Guru membahas pembagian kelompok dan jumlah anggota kelompok

C. Pengamatan/ Observasi

1. Guru memberikan arahan kepada siswa tentang pengamatan/observasi

2. Guru mengajak siswa menuju lokasi pengamatan 3. Siswa secara berkelompok melakukan pengamatan D. Kerjasama Kelompok

1. Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk mengisi tugas kelompok

E. Pembahasan

1. Guru mengajak siswa masuk ke dalam kelas 2. Guru menyuruh siswa melakukan diskusi hasil

pengamatan dengan kelompoknya.

3. Siswa berdiskusi dengan kelompok

4. Guru bertanya mengenai hasil diskusi dari pengamatan pada tiap kelompok

5. Tiap kelompok menjelaskan hasil pengamatanya 6. Kelompok lain memberi tanggapan/pendapat 7. Guru memberi tanggapan hasil diskusi dan

engkonfirmasi pembahasan hasil diskusi

II Penutup A. Kesimpulan

1. Siswa menyimpulkan dan membuat rangkuman hasil pembelajaran

B. Evaluasi

1. Guru memberikan test formatif kepada siswa × ×

2. Siswa mengerjakan test × ×

C. Pemantapan

1. Guru mendorong siswa menginternalisasikan konsep, pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan sehari-hari dengan menyampaikan penerapan pembelajaran dalam kegiatan sehari-hari

D. Tindak Lanjut

1. Guru menyuruh siswa belajar dirumah dan memberikan tugas dirumah untuk siswa

Gambar

Diagram Batang Hasil Perolehan Nilai Sebelum Tindakan
Gambar 4.3  Diagram Hasil Motivasi Siswa Pada Kondisi Awal  Tabel 4.10
Gambar 4.4 Prosentase Hasil Motivasi Siswa Pada Kondisi Awal
Gambar 4.5 Diagram Hasil Perolehan Nilai Siklus I
+7

Referensi

Dokumen terkait

Refleksi dilakukan berdasarkan pengalaman atau temuan obsever pada siklus II yakni diantaranya: (1) Kegiatan pembelajaran siklus II berlangsung sesuai dengan

Hasil pengamatan yang dilakukan oleh 2 (dua) guru sebagai observer pada pelaksanaan siklus II yang dilaksanakan dalam satu RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dengan

Pada tahap ini guru mitra atau observer telah melakukan pemantauan terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pemantauan

Dalam hal ini yang mengajar adalah guru kelas sedangkan ide dari peneliti. Observer adalah peneliti sendiri. Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama siklus 2 ini

Berdasarkan hasil observasi keaktifan belajar siswa siklus II pertemuan 1 yang dilakukan oleh observer pada siswa kelas VB mata pelajaran IPA saat proses

Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I pertemuan II guru melakukan penilaian tes unjuk kerja yaitu kerja pengamatan, diskusi kelompok, presentasi dan laporan.

Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini dilakukan hanya satu kali pertemuan saja. Pada awal pertemuan siklus II ini pelaksanaan pembelajaran berlangsung dimana

- Hasil observasi pada guru: Pelaksanaan pembelajaran siklus 2, dari pertemuan 1 sampai dengan pertemuan III guru mengajar sesuai dengan langkah pembelajaran