A N D/ D A N
INDEPENDENT AUDITORS’S REPORT/
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
C O N T E N T S D A F T A R I S I
Directors’s Statement
Statement of Financial Position
Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income
Statement of Changes in Capital Deficiency
Statement of Cash Flows
Notes to the Financial Statements
Independent Auditor’s Report
Exhibit/
Ekshibit A
B
C
D
E
Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Laporan Perubahan Defisiensi Modal
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan
Laporan Auditor Independen
31 March 2020/ Notes/ 31 March 2019/
31 Maret 2020 Catatan 31 Maret 2019
ASSETS A S E T
CURRENT ASSETS ASET LANCAR
Cash and cash equivalents 33,098,034,923 4 19,704,738,956 Kas dan setara kas
Trade receivables 5 Piutang usaha
Third parties - net 29,172,411,684 26,706,470,334 Pihak ketiga - neto
Inventories - net 15,780,376,059 6 31,947,198,975 Persediaan - neto
Prepaid taxes 1,381,292,592 12a 2,594,356,316 Pajak dibayar di muka
Prepaid expenses and advances 997,718,450 7 1,808,950,990 Beban dibayar di muka dan uang muka
Total Current Assets 80,429,833,708 82,761,715,571 Jumlah Aset Lancar
NON-CURRENT ASSETS ASET TIDAK LANCAR
Deferred tax assets 2,216,205,450 12e 1,439,859,145 Aset pajak tangguhan
Property and equipment - net of
accumulated depreciation of Aset tetap – setelah dikurangi
Rp 6,011,621,514 as of 31 March 2020 akumulasi depresiasi sebesar
and Rp 5,664,731,422 as of Rp 6.011.621.514 pada 31 M aret 2020 dan
31 March 2019 302,455,211 8 630,918,853 Rp 5.664.731.422 pada 31 M aret 2019
Intangible asset - net of Aset tidak berwujud - setelah dikurangi
accumulated amortization of akumulasi amortisasi sebesar
Rp 979,048,100 as of 31 March 2020 Rp 979.048.100 pada 31 M aret 2020
and Rp 729,215,562 as of 31 March 2019 808,419,965 10 825,752,503 dan Rp 729.215.562 pada 31 M aret 2019
Right-of-use assets - net 812,354,531 9 - Aset hak - guna - net
Total Non-Current Asset 4,139,435,157 2,896,530,501 Jumlah Aset Tidak Lancar
TOTAL ASSETS 84,569,268,865 85,658,246,072 JUMLAH ASET
See accompanying Notes to Financial Statements on Exhibit E which are integral part
of the Financial Statements taken as a whole
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 March 2020/ Notes/ 31 March 2019/
31 Maret 2020 Catatan 31 Maret 2019
LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS DAN EKUITAS
CURRENT LIABILITIES LIABILITAS
Trade payables - Related parties 11 Utang usaha - Pihak berelasi
Pihak ketiga 7,142,944,933 10,815,372,465 Pihak ketiga
Pihak berelasi 1,753,034,409 23 2,821,987,535 Pihak berelasi
Taxes payables 663,249,509 12c 53,309,371 Utang pajak
Accruals 8,116,158,387 13 10,222,573,288 Beban akrual
Liabilitas sewa jangka panjang
Current maturities of long-term yang jatuh tempo
lease liabilities 529,772,357 14 - dalam satu tahun
Total Current Liabilities 18,205,159,595 23,913,242,659 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
NON-CURRENT LIABILITY LIABILITAS JANGKA PANJANG
Post-employment benefit 4,081,474,823 21 3,844,300,448 Imbalan pasca-kerja
Liabilitas sewa jangka panjang - setelah
Long-term lease liabilities - net of dikurangi bagian yang jatuh
current maturities 288,104,892 14 - tempo dalam satu tahun
Total Long-Term Liabilities 4,369,579,715 3,844,300,448 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilities 22,574,739,310 27,757,543,107 Jumlah Liabilitas
EQUITY EKUITAS
Share capital – par value of M odal saham – nilai nominal
Rp 8,000,000 per share Rp 8.000 per saham
Authorized - 500,000 shares M odal dasar – 500.000 saham
Issued and fully paid M odal ditempatkan dan disetor
capital - 500,000 shares 4,000,000,000 15 4,000,000,000 penuh - 500.000 saham
Retained earnings 57,994,529,555 53,900,702,965 Laba ditahan
Total Equity 61,994,529,555 57,900,702,965 Jumlah Ekuitas
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 84,569,268,865 85,658,246,072 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
See accompanying Notes to Financial Statements on Exhibit E which are integral part
of the Financial Statements taken as a whole
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
For the period 1 February 2019 to
31 March 2019*)/
Untuk periode 1 Februari 2019 Notes/ sampai dengan 2 0 2 0 Catatan 31 Maret 2019*)
NET SALES 56,745,129,388 17 5,491,456,754 PENJUALAN NETO
COST OF GOOD S SOLD ( 39,963,365,510) 18 ( 4,248,691,256) BEBAN POKOK PENJUALAN
GROSS PROFIT 16,781,763,878 1,242,765,498 LABA BRUTO
Selling and marketing expenses ( 1,849,726,396) 19 ( 600,097,644) Beban penjualan dan pemasaran General and administrative expenses ( 10,373,413,303) 20 ( 2,956,215,782) Beban umum dan administrasi Other operating income (expenses) ( 749,105,596) 22 5,803,939 Pendapatan (beban) operasi lainnya
OPERATING INCOME 3,809,518,583 ( 2,307,743,989) LABA USAHA
Finance income 575,999,555 111,221,068 Penghasilan keuangan
Finance cost ( 27,838,884) ( 8,845,761) Beban keuangan
PROFIT (LOSS) BEFORE TAX 4,357,679,254 ( 2,205,368,682) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
INCOME TAX EXPENSES ( 214,907,875) 12d - BEBAN PAJAK PENGHASILAN
PROFIT FOR THE YEAR/ PERIOD 4,142,771,379 ( 2,205,368,682) LABA TAHUN/ PERIODE BERJALAN
OTHER COMPREHENSIVE INCOME PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Item that will not reclassified Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
to profit or loss in subsequent period laporan laba rugi periode berikutnya
Remeasurment loss of Laba pengukuran kembali
post-employment benefit liabilities ( 48,944,789) - liabilitas imbalan pasca-kerja
TOTAL COMPREHENSIVE JUMLAH RUGI KOMPEREHENSIF
LOSS FOR THE YEAR/ PERIOD 4,093,826,590 ( 2,205,368,682) TAHUN/ PERIODE BERJALAN
* Date of acquired by UPL Limited (Notes 1a) * Tanggal akusisi oleh UPL Limited (Catatan 1a)
See accompanying Notes to Financial Statements on Exhibit E which are integral part
of the Financial Statements taken as a whole
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Issued and fully Retained earning Equity paid capital/ (deficit)/ (capital deficiency)/
Modal ditempatkan Laba ditahan Ekuitas dan disetor penuh (defisit) (defisiensi modal)
Balance as of 1 April 2018 4,000,000,000 52,374,692,471 56,374,692,471 Saldo per 1 April 2018
Total comprehensive income Jumlah laba komprehensif
for the period - 5,536,719,766 5,536,719,766 periode berjalan
Balance as of 31 March 2019 4,000,000,000 57,911,412,237 61,911,412,237 Saldo per 31 Maret 2019
Devidend (Note 16) ( 1,805,340,590) ( 1,805,340,590) Dividen (Catatan 16)
Total comprehensive income Jumlah laba komprehensif
for the period - ( 2,205,368,682) ( 2,205,368,682) periode berjalan
Balance as of 31 March 2019 4,000,000,000 53,900,702,965 57,900,702,965 Saldo per 31 Maret 2019
Total comprehensive income Jumlah laba komprehensif
for the year - 4,093,826,590 4,093,826,590 tahun berjalan
Balance as of 31 March 2020 4,000,000,000 57,994,529,555 61,994,529,555 Saldo per 31 Maret 2020 Note 15/
Catatan 15
See accompanying Notes to Financial Statements on Exhibit E which are integral part
of the Financial Statements taken as a whole
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
For the period 1 February 2019 to
31 March 2019*)/
Untuk periode 1 Februari 2019
sampai dengan 2 0 2 0 31 Maret 2019*)
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Cash receipts from customers 54.279.188.038 4.536.497.570 Penerimaan dari pelanggan
Cash paid to suppliers Pembayaran kas kepada pemasok
and operating expenses ( 40.437.285.146) ( 20.853.678.532) dan beban usaha
Finance income 575.999.555 111.221.068 Penghasilan keuangan
Financial costs ( 27.838.884) ( 8.845.761) Beban keuangan
Other operating expenses (income) - net ( 749.105.596) 5.803.939 Pendapatan (pembayaran) operasi lain - bersih
Net cash flows from (for) operating Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas
activities 13.640.957.967 ( 16.209.001.716) operasi
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Acquisition of Intangible asset ( 232.500.000) - Perolehan aset tidak berwujud
Acquisition of property and equipment ( 15.162.000) - Perolehan aset tetap
Net cash flows for investing activities ( 247.662.000) - Arus kas bersih untuk aktivitas investasi
NET INCREASE (DECREASE) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
IN CASH AND CASH EQUIVALENTS 13.393.295.967 ( 16.209.001.716) DALAM KAS DAN SETARA KAS
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS PADA
BEGINNING OF YEAR/ PEROID 19.704.738.956 35.913.740.672 AWAL TAHUN/ PERIODE
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT KAS DAN SETARA KAS PADA
END OF YEAR/ PERIOD 33.098.034.923 19.704.738.956 AKHIR TAHUN/ PERIODE
See accompanying Notes to Financial Statements on Exhibit E which are integral part
of the Financial Statements taken as a whole
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. GENERAL 1. UMUM
a. Company Establishment
PT Arysta Lifescience (the "Company"), was originally established as PT Tirta Nichindo Agro a based on notarial deed of Liliana Arif Gondoutomo No. 11 dated 20 June 2000.
The Company's Articles of Association were approved by the Minister of Justice in his Decision Letter C-18991. HT. 01.01-Th. 2000 dated 28 August 2000, and was published in the Stated Gazette of the Republic of Indonesia No. 13 dated 13 February 2001. The Company's Articles of Association have been amended several times, most recently by notarial deed No. 1 dated 3 March 2020 of Surdjono Arham, S.H., M.Kn.
notary in Jakarta, regarding the sale of shares owned by shareholder and the Company’s type from foreign capital investment to local capital investment and other Articles of Association. The amendment was approved by the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-AH-01.03-0308864 dated 6 August 2019.
In accordance with article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of its activities agrochemicals. The Company commenced its commercial operations in 1 August 2000.
The Company's plant and head office are located in Wisma Monex floor suite Asia Afrika Street No.133 – 137 Bandung, West Java.
Till 31 January 2019, Platform Speciality Product Corporation, USA (‘PSS USA’), was the Company’s ultimate holding company. Effective 1 February 2019, UPL Limited, a Company incorporated in India, became ultimate holding company by virtues of acquisition of 100% shares shares of Arysta Lifescienes Inc and its subsidiaries from Platform Speciality Product Corporation.
a. Pendirian Perusahaan
PT Arysta Lifescience Tirta ("Perusahaan"), pada awalnya didirikan dengan nama PT Tirta Nichindo Agro berdasarkan akta notaris Nyonya Liliana Arif Gondoutomo No. 11 tanggal 20 Juni 2000.
Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C-18991. HT. 01.01-Th. 2000 tanggal 28 Agustus 2000, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 13 Februari 2001. Anggaran Dasar Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 1 tanggal 3 Maret 2020 dari Surdjono Arham, S.H., M.Kn. notaris di Jakarta, terkait pengalihan hak atas saham dan perubahan jenis perseroan dari penanaman modal asing menjadi penanaman modal dalam negeri serta beberapa anggaran dasar lainnya. Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU–AH.01.03-0308864 tertanggal 6 Agustus 2019.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi agrokimia. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1 Agustus 2000.
Pabrik dan kantor pusat Perusahaan berlokasi di Wisma Monex floor suite 8002 Jalan Asia Afrika No. 133 – 137 Bandung, Jawa Barat.
Sampai 31 Januari 2019, Platform Speciality Product Corporation, USA (‘PSS USA’), adalah Perusahaan induk tertinggi. Efektif 1 Februari 2019, UPL Limited, sebuah perusahaan yang didirikan di India, menjadi perusahaan induk tertinggi berdasarkan akusisi 100% saham Arysta Lifescience Inc dan anak perusahaan dari Platform Speciality Product Corporation.
b. Boards of Commissioners, Directors and Employees
As of 31 March 2020 and 2019, the composition of the Company’s Board of Commissioners and Directors are as follows:
b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 31 Maret 2020 dan 2019, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
2 0 2 0 2 0 1 9
President
Commissioner : Hisaya Kobayashi Hisaya Kobayashi : Presiden Komisaris
Commissioner : Henry Nasali Henry Nasali : Komisaris
President Director : Lie Handy Sianata Lie Handy Sianata : Direktur Utama Director : Devendra Kumar Gangwar Prashant Prabhakar Kharwadkar : Direktur
1. GENERAL (Continued) 1. UMUM (Lanjutan) b. Boards of Commissioners, Directors and
Employees (Continued)
b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (Lanjutan)
As of 31 March 2020 and 2019, the Company has 26 and 27 permanent employees and 28 and 35 employees on contract, respectively (unaudited).
Pada tanggal 31 Maret 2020 dan 2019, perusahaan memiliki 26 dan 27 karyawan tetap dan 28 dan 35 karyawan kontrak (tidak diaudit).
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN The financial statements have been prepared in
accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards (SAK), which comprise the Statements of Financial Accounting Standars (PSAK) and
Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants.
Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.
The financial statements of the Company were authorized by the Directors on 20 April 2020.
Laporan keuangan Perusahaan disetujui oleh Direksi pada tanggal 20 April 2020.
a. Basis of Preparation of the Financial Statements
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
The financial statements, except for the statements of cash flows, have been prepared under historical cost concept and accrual basis, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies of each account.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep harga perolehan dan dasar akrual, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
The statements of cash flows have been prepared based on the direct method by classifying the cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengklasifikasikan arus kas sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Items included in the financial statements of each entities are measured using the currency of primary economic environment in which the entity operates (the functional currency). The financial statements are presented in Rupiah, which is the Company functional and presentation currency.
Transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan pada tiap entitas diukur dengan mata uang lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Perusahaan.
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(Lanjutan) a. Basis of Preparation of the Financial
Statements (Continued) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (Lanjutan) Changes to PSAK and ISAK effective in the
current year Perubahan atas PSAK dan ISAK yang berlaku
efektif pada tahun berjalan The adoption of the following revised accounting
standards and interpretation of the accounting standards, which are effective from 1 January 2019 and relevant for Company, but did not result in substantial changes to the Company’s accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current period financial statements:
Penerapan dari perubahan standar dan interpretasi akuntansi atas standar akuntansi berikut, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2019, dan relevan bagi Perusahaan namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Perseroan dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan periode berjalan:
- ISAK 33 “Foreign Currency Transaction and Advance Consideration”
- ISAK 34 “Uncertainty Over Income Tax Treatments”
- Amendments to PSAK 24 “Employee Benefits”
- Unnual Improvement to PSAK 46 “Income Tax”
- PSAK 33 “Transaksi Mata Uang Asing dan Pertimbangan di Muka”
- PSAK 34 “Ketidakpastian Atas Perawatan pajak Penghasilan”
- Amandemen PSAK 24 ”Imbalan Kerja”
- Penyesuaian Tahunan PSAK 46 ”Pajak Penghasilan”
- Annual Improvement to PSAK 66 “Joint Arrangements”
- PSAK 67 (Improvements), “Disclosures of Interest in Other Entities”
- Penyesuaian Tahunan PSAK 66 ”Pengaturan Bersama”
- PSAK 67 (Penyesuaian), “Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain”
New standards and amendments issued and relevant for the Company, that are mandatory for the financial period beginning or after 1 Januari 2020 and have not been early adopted by the Company, are as follows:
Standar baru dan amandemen standar yang telah diterbitkan dan relevan bagi Perseroan, yang wajib diterapkan untuk periode buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan, adalah sebagai berikut:
- Amendment to PSAK 15 ”Investment in Associates and Joint Venture”
- Amendment to PSAK 1 “Presentation Of Financial Statements”
- Annual Improvement to PSAK 1 “Presentation of Financial Statements”
- Amandemen PSAK 15 ”Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”
- Amandemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan”
- Penyesuaian Tahunan PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan”
As of the issuance date of these financial statements, the Management is still evaluating the potential impact of these new and revised standards to the Company’s financial statements.
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan, Manajemen masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut terhadap laporan keuangan Perusahaan.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
a. Basis of Preparation of the Financial Statements (Continued)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (Lanjutan)
The Company had decided adopted and applied on PSAK 71, 72 and 73 in the financial year ended 31 March 2020.
PSAK 71 “Financial Instruments”
The Company apply an expected credit loss model when calculating impairment losses on its trade and other receivables (both current and non-current). This will result in increased impairment provisions and greater judgement due to the need to factor in forward looking information when estimating the appropriate amount of provisions. In applying PSAK 71 the Company must consider the probability of a default occurring over the contractual life of its trade receivables and on initial recognition of those assets.
Perusahaan telah mengadopsi dan melakukan penerapan atas PSAK 71, 72 dan 73 pada laporan keuangan yang berlaku pada 31 Maret 2020.
PSAK 71 “Instrumen Keuangan”
Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian saat menghitung kerugian penurunan nilai atas piutang usaha dan piutang lainnnya (lancar dan tidak lancar). Hal ini mengakibatkan peningkatan penyisihan penurunan nilai dan pertimbangan yang lebih luas karena kebutuhan untuk memperhitungkan informasi yang bersifat perkiraan masa depan ketika memperkirakan jumlah penyisihan yang sesuai dalam penerapan PSAK 71. Perusahaan mempertimbangkan probabilitas terjadinya gagal bayar selama umur kontrak pada saldo piutang usaha pada pengakuan awal aset tersebut.
72 “Revenues from contracts with Customers”
As a retailer, the Company earns the majority of its revenues from the sale of agricultural
product rather than services. Group mainly earned sales of unit vehicles on direct selling to customer and recognises revenue on delivery of the goods to customers’ premises. The Company has concluded that adoption of PSAK will result in revenue on delivery to the customer result in control of the goods being passed to the customer.
PSAK 72 “Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan”
Sebagai penjual, Perusahaan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari penjualan barang dan bukan jasa. Perusahaan terutama melakukan penjualan produk pertanian kepada konsumen langsung dan mengakui pendapatan pada suatu waktu tertentu, biasanya pada pengiriman barang ke tempat pelanggan.
Perusahaan telah menyimpulkan bahwa adopsi PSAK akan menghasilkan pendapatan pada saat pengiriman ke pelanggan yang mengakibatkan pengendalian atas barang beralih kepada pelanggan.
PSAK 73 “Leases”.
Adoption of PSAK 73 resulted in the Company recognising right of use assets and lease liabilities for all contracts that are, or contain, a lease. For leases currently classified as operating leases, under current accounting requirements Group does not recognise related assets or liabilities, and instead spreads the lease payments on a straight-line basis over the lease term, disclosing in its annual financial statements the total commitment.
PSAK 73 “Sewa”.
Penerapan PSAK 73 mengakibatkan Perusahaan mengakui aset-hak-guna dan liabilitas sewa untuk semua kontrak yang merupakan, atau mengandung sewa. Untuk sewa yang saat ini diklasifikasikan sebagai sewa operasi, berdasarkan persyaratan akuntansi saat ini, Grup tidak mengakui aset atau liabilitas terkait, dan sebaliknya menyebar pembayaran sewa berdasarkan garis lurus selama masa sewa, mengungkapkan dalam laporan keuangan tahunan komitmen total
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
a. Basis of Preparation of the Financial
Statements (Continued) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (Lanjutan) Changes to PSAK and ISAK effective in the
current year (Continued)
Perubahan atas PSAK dan ISAK yang berlaku efektif pada tahun berjalan (Lanjutan)
Impact on financial statements Dampak terhadap laporan keuangan
PSAK 73 “Leases”. PSAK 73 “Sewa”.
On the adoption of PSAK 73, these lease liabilities were measured at the present value of the remaining lease payments, discounted
using Group’s incremental borrowing rate as at 31 March 2020. Right-of-use assets were measured at the amount equal to the lease
liability, adjusted by the amount of any prepaid or accrued lease payments relating to that lease recognized in the statement of financial position as at 31 March 2020. By applying this standard, as at 31 March 2020, Companys’s
right-of-use assets increased by Rp 812,354,531 which comprised recognition of
lease. In addition, Company’s lease liabilities increased by Rp 817,877,249 which comprised recognition of lease obligation that were previously recognized as operating lease.
Pada saat penerapan PSAK 73, liabilitas sewa diukur pada nilai kini dari sisa pembayaran sewa, yang didiskontokan menggunakan suku
bunga pinjaman incremental Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2020. Aset hak-guna diukur pada jumlah yang sama dengan liabiltias sewa, disesuaikan dengan jumlah pembayaran dimuka atau pembayaran sewa yang masih harus dibayar sehubungan dengan sewa yang diakui di laporan
posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2020.
Dengan menerapkan standar ini, pada tangal 31 Maret 2020, aset tetap Perusahaan meningkat sebesar Rp 812.354.531. Selain itu, liabilitas
sewa Perusahaan meningkat sebesar Rp 817.877.249 yang terdiri dari pengakuan liabilitas sewa yang sebelumnya diakui sebagai sewa operasi.
For early implementation of PSAK 73, Company applied practical method as allowed by the standar as follows:
Dalam penerapan dini PSAK 73, Perusahaan menerapkan metode praktis yang diperkenankan menurut standar:
- Operating lease with remaining leases term less than 12 (twelve) months are treated as short-term at initial application
- The exclusion of initial direct costs for the measurement of the right-of-use asset at the date of initial application
- Sewa operasi yang berakhir dalam 12 (dua belas) bulan diperlakukan sebagai sewa jangka pendek pada pengukuran penerapan awal.
- Pengecualian biaya langsung awal dari pengukuran aset hak-guna pada tanggal penerapan awal
b. Related Party Transaction b. Transaksi dengan Pihak Berelasi Related party represents a person or an entity
who is related to the reporting entity:
(a) A person or a close member of the person’s family is related to a report ingentity if that person:
(i) has control or joint control over the reporting entity;
(ii) has significant influence over the reporting entity; or
(iii) is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(Lanjutan)
b. Related Party Transaction (Continued) b. Transaksi dengan Pihak Berelasi (Lanjutan) (b) An entity is related to a reporting entity if
any of the following conditions applies:
(i) the entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).
(ii) one entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member).
(iii) both entities are joint ventures of the same third party.
(iv) one entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
(v) the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
(vi) the entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
(vii) a person identified in (a)(i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).
(viii) the entity, or any member of the group of which it is a part, provides key management personal services to the reporting entity or to the parent of the reporting entity.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan kerja dari salah satuentitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(viii) entitas atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personal manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
c. Foreign Currency Transactions and Translations
c. Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing
Transactions denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at the exchange rates prevailing at the date of the transaction. At the reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translate into Rupiah using the exchange rates prevailing.
Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku sesuai dengan laporan posisi keuangan group.
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(Lanjutan) c. Foreign Currency Transactions and
Translations (Continued)
c. Transaksi dan Penjabaran Mata Uang Asing (Lanjutan)
Exchange gains and losses arising from transactions in foreign currencies and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognized in the current year statement of comprehensive income.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan.
The exchange rates used to translate the monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as of 31 March 2020 and 2019 are:
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2020 dan 2019 adalah:
2 0 2 0 2 0 1 9
United States Dollar (USD) 16,367.00 14,244.00 Dolar Amerika Serikat (USD) Japanese Yen (JPY 100) 150.87 128.56 Yen Jepang (JPY 100) European Euro (Euro) 18,044.00 15,995.31 Euro Uni Eropa (Euro)
d. Cash and Cash Equivalents d. Kas dan Setara Kas
Cash consists of cash on hand and cash in banks.
Cash equivalents are liquid short term investments which can be converted immediately into cash with an original maturity of 3 (three) months or less from the date of placement, as long as they are not being pledged as collateral for borrowings nor restricted to use.
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas penuh dengan jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
e. Trade and Non-trade Receivables e. Piutang Usaha dan Non-usaha Trade and non-trade receivables are recognized
initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, except where the effect of discounting would be immaterial, less provision for receivable impairment.
Piutang usaha dan non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur
pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak material, setelah dikurangi provisi untuk penurunan nilai piutang.
The Company Assesses Impairment based on Expected Credit Losses (ECL) model on trade receivables.
Perusahaan menilai penurunan berdasarkan Expected Credit Losses (ECL) model pada piutang usaha.
The Company uses a provision matrix to determine impairment loss allowance on the portfolio of trade receivables. The provision matrix is based on its historically observed default rates over expected life of the trade receivable and is adjusted for forward looking estimates. At every reporting date, historical observed default rates are updated and changes in forward-looking estimates are analysed.
Perusahaan menggunakan matriks penyediaan untuk menentukan penyisihan kerugian penurunan nilai atas portofolio piutang dagang.
Matriks penyediaan didasarkan pada tingkat kegagalan yang diamati secara berkala atas perkiraan umur piutang dagang dan disesuaikan untuk perkiraan kedepan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat kegagalan yang diamati secara berkala diperbarui dan perubahan dalam perkiraan ke depan dianalisis.
This policy is in line with the Group’s policy on Impairment of financial assets.
Kebijakan ini sejalan dengan kebijakan grup tentang penurunan nilai asset keuangan.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
f. Inventories f. Persediaan
Inventories are recognized at the lower of cost or net realisable value. Net realizable value is the estimated sales price in the ordinary course of business, less estimated costs of completion and costs necessary to make the sale.
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Allowance for impairment losses of obsolete and slow moving inventory is determined on the basis of estimated future usage or sale of individual inventory items.
Cadangan kerugian penurunan nilai untuk persediaan usang dan yang perputarannya lambat ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau harga jual masing-masing persediaan dimaksud di masa yang akan datang.
g. Prepaid Expenses g. Beban Dibayar di Muka
Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method.
Beban dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.
h. Property and Equipment h. Aset Tetap
Property and equipment are stated at cost, excluding day-to-day servicing, less accumulated depreciation and any impairment value, if any.
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
The initial cost of property and equipment consists of its purchase price, including import duties and taxes and any directly attributable costs in bringing the property and equipment to its working condition and location for its intended use.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi biaya perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai tujuan penggunaan ditetapkan.
Expenditures incurred after the property and equipment have been put into operations, such as repairs and maintenance costs, are normally charged to the statements of comprehensive income such costs are incurred. In situations where it can be clearly demonstrated that the expenditures have resulted in an increase in the future economic benefits expected to be obtained from the use of the property and equipment beyond its originally assessed standard of performance, the expenditures are capitalized as additional costs of property and equipment.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Depreciation is computed on a straight-line basis over the property and equipment’s useful lives as follows:
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
Useful lives / Masa manfaat
Type of property and equipment Years / Tahun Jenis aset tetap
Office equipment 5 Peralatan kantor
Vehicles 5 Kendaraan
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(Lanjutan)
h. Property and Equipment (Continued) h. Aset Tetap (Lanjutan) When each major inspection is performed, its
cost is recognized in the carrying amount of the item of property and equipment as a replacement if the recognition criteria are satisfied. Such major inspection is capitalized and amortized over the next major inspection activity.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
An item of property and equipment is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. When assets are sold or retired, the cost and related accumulated depreciation and any impairment loss are removed from the accounts.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut.
The asset’s residual values, useful lives and depreciation method are reviewed and adjusted if appropriate, at each financial year end.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
i. Impairment of Property and Equipment and
Other Non-Current Assets i. Penurunan Nilai dari Aset Tetap dan Aset Tidak Lancar Lainnya
Property and equipment and other non-current assets, include intangible assets are reviewed for impairment losses whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable.
Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset tidak berwujud ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi kerugian akibat penurunan nilai atau apakah telah terjadi perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali.
An impairment loss is recognized for the amount by which the carrying amount of the asset exceeds its recoverable amount, which is the higher of an asset’s net selling price or value in use. For the purpose of assessing impairment, assets are the Company grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows.
Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut.
Nilai yang dapat diperoleh kembali adalah yang lebih tinggi di antara harga jual neto dan nilai pakai aset. Dalam rangka menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.
j. Financial Assets and Liabilities j. Aset dan Liabilitas Keuangan The Company has adopted and applied on PSAK
71 – “ Financial Instrument". Perusahaan telah mengadopsi dan melakukan penerapan atas PSAK 71 – “Instrumen Keuangan”.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
j. Financial Assets and Liabilities (Continued) j. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) Financial Assets
Financial assets are classified in categories of (i) fair value through profit or loss, (ii) amortised cost, and (iii) fair value through
other comprehensive income. At initial
measurement, financial assets determined based on fair value, added with transactions
cost attributable direct to financial assets.
Management determines the classification of its financial assets prior initial recognition based on assessment of businesss modei for
managing the financial assets or contractual cashflows give rise to solely payments of principal and interest.
Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan ke dalam kategori (i) diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) biaya perolehan diamortisasi, dan (iii) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar pendapatan komprehensif lain. Pada pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar, ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung untuk aset keuangan yang yang diukur pada biaya perolehan diamortiasi dan pendapatan komprehensif lain. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut setelah pengakuan awal aset keuangan berdasarkan model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan atau karakteristik arus kas kontraktual hanya dari pembayaran pokok dan bunga saja.
(i) Financial assets at fair value through profit or loss
Financial assets at fair value through profit or loss are financial assets classified as held
for trading. Entity may determine at initial classification of an uncancellable chosen cateogry of an financial asset on a certain equity instrument which commonly measured the fair value through profit and loss rise change in the fair value presented under fair value through other comprehensive income.
The Company has no financial assets at fair value through profit or loss.
(i) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang diperdagangkan. Entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat pengakuan awal atas investasi pada intrumen ekuitas tertentu yang pada umumnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sehingga perubahan nilai wajarnya disajikan dalam penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
(ii) mortised cost
Financial assets determined under amortised cost if met criteria as autlined below:
(ii) Biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. financial assets held within a business whose objective is to hold financial assets in order to collect contractual cashflows; and
b. determining contractual financial assets give rise to solely payments of principal and assets.
Financial instrument are initially recognised at fair value plus transaction costs and
subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method.
a. aset keuangn dikelola dalam bisnis yang bertujuan untuk memiliki arus kas keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
b. persyaratan kontraktual aset keuangan yang menimbulkan arus kas yang hanya dari pembayaran pokok dan bunga.
Pada saat pengakuan awal, instrumen keuangan diakui pada nilai wajarnya ditambah nilai transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
(Continued) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(Lanjutan)
j. Financial Assets and Liabilities (Continued) j. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) Financial Assets (Continued) Aset Keuangan (Lanjutan)
The Company loans and receivables include cash and cash equivalents and trade receivables.
Perusahaan memiliki pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi kas dan setara kas dan piutang usaha.
(iii) Fair value through other comprehensive income
Held-to-maturity financial assets are non- derivative financial assets with fixed or determined payments and fixed maturities that the management has positive intention and ability to hold to maturity, other than:
a. financial assets managed under business model which its objective is to both collect the contractual cash flows and sell the financial assets; and
b. Contractual cash flows characteristics test resulting rights on certain basic term of cashflows meets the solely payments of principal and interest.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar pendapatan komprehensif lain
Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya ditetapkan, serta manajemen mempunyai intensi dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh tempo, kecuali:
a. aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang hanya dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
The Company has no fair value through other comprehensive income.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain.
Impairment of financial assets
Financial assets are assessed for indicators of impairment at each reporting date. Financial assets are impaired use the basis for the accounting of expected credit loss (ECLs) on financial assets and contract assets, measuring uses of expected interest rate (EIR) of the loss allowance on impairment at a probabilited weighted amount that considers reasonable and supportable information about past events, current conditions, and forecasts of future economic conditions of the customers. The ECLs are updated at each reporting date to reflect changes in credit risk since initial recognition.
ECLs are calculated for all financial assets in scope, regardless of whether or not they are overdue or not.
Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan.
Aset keuangan diturunkan nilainya menggunakan basis akuntasi kerugian kredit ekpektasian (CKPN) pada aset keuangan dan kontraktual, yang bunga penurunannya dihitung menggunakan suku bunga efektif (EIR) pada cadangan penurunan nilai pada jumlah probabilita tertimbang yang mempertimbangkan kondisi yang terjadi pada masa lampau, saat sekarang, dan proyeksi atas kondisi ekonomi masa depan pelanggan. CKPN diperbarui pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan resiko sejak pengakuan awal. CKPN dhitung untuk semua aset keuangan, terlapas apakah telah jatuh tempo atau tidak.
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
j. Financial Assets and Liabilities (Continued) j. Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan) Financial Assets (Continued) Aset Keuangan (Lanjutan)
Determining the impairment could whreas basis recognition rely on the significant credit risk at initial recognition may include:
(i) Recognise impairment based on expected losses araising from default events that are expected to occur over the next 12 (twelve) month; or
(ii) Recognise impairment based on expected losses over the life of loan.
Pengukuran atas penurunan nilai dimana basis pengukuran bergantung pada resiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal adalah sebagai berikut:
(i) Penurunan nilai diakui berdasarkan pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari peristiwa default yang diperkirakan akan terjadi untuk 12 (dua belas) bulan mendatang; atau
(ii) kerugian kredit sepanjang umurnya.
Derecognition of financial assets
The Company derecognises a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or the Company transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity.
Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain.
If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Company recognises their retained interest in the asset and an associated liability for amounts they may have to pay. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Company continues to recognise the financial asset and also recognise a collateralised borrowing for the proceeds received.
Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.