DAFTAR ISI 1. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

88 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

1. SURAT PERNYATAAN DIREKSI

i

2. LAPORAN KEUANGAN

1 - 5

1) Neraca

1 - 2

2) Laporan Laba Rugi

3

3) Laporan Ekuitas

4

4) Laporan Arus Kas

5

3. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

6 – 25

(4)

Catatan 2009 *) 2008

ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas 3 2,537,117,138 7,832,347,484

Piutang Usaha

Piutang kepada Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 2b,4 8,275,287,235 8,611,293,907 Pihak ketiga- setelah dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu

untuk tahun 2009 Rp 70.571.867,- dan 2008 Rp 165.777.861,- 2b,4 686,468,679 3,587,138,947 Piutang Lain-lain

Piutang kepada Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 5 9,837,460,401 1,229,053,607

Piutang Pihak Ketiga 958,546,123 1,145,379,868

Persediaan

Setelah dikurangi Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

Rp 1.728.803.152,- tahun 2009 dan Rp 609.588.049,- tahun 2008 2c,6 2,832,355,244 6,398,262,584

Pajak Dibayar dimuka 7 3,164,931,814 2,907,784,890

Biaya Dibayar dimuka 8 234,060,828 161,190,255

Uang Muka Pembelian 10,255,059,372 4,001,312,561

Jumlah Aset Lancar 38,781,286,834 35,873,764,104

ASET TIDAK LANCAR

Aset Pajak Tangguhan 2j & 7 417,073,713 544,575,964

Rp 2.127.131.242,- tahun 2009 dan Rp 2.681.848.442,- tahun 2008. 10 735,479,531 10,029,202,327 Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap 9 - 1,500,000,000

Jaminan 11 147,922,750 167,922,750

Hak Merek 12 100,000,000 100,000,000

1,400,475,994

12,341,701,041

JUMLAH ASET 40,181,762,828 48,215,465,144

*) Neraca per 30 Juni 2009 tidak dikonsolidasi. ASET

Aset Tetap - setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan sebesar

Jumlah Aset Tidak Lancar

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

(5)

Catatan 2009 *) 2008

Hutang Bank 13 - 960,000,000

Hutang Usaha : 14

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 38,526,085

Pihak Ketiga 299,287,500 2,535,866,253

Hutang Lain-lain

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa -

Pihak Ketiga 109,302,455 1,231,347,120

Hutang Pajak 2j & 7 611,163,770 1,495,629,767

Hutang Jaminan Pelanggan 8,635,995 8,635,995

Hutang Bank - jatuh tempo satu tahun 13 157,238,095

Hutang Pembiayaan Konsumen - jatuh tempo satu tahun 15 59,310,808 80,388,839

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 1,126,226,613 6,469,106,070

Hutang Bank 13 - 473,714,285

Hutang Pembiayaan Konsumen - jatuh tempo lebih dari satu tahun 15 102,890,300 221,511,916

Imbalan Pasti - Pasca Kerja 27 855,093,890 711,108,028

957,984,190

1,406,334,229 HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN - 43,867,020 YANG DI KONSOLIDASI

Modal saham - nilai nominal Rp 100,- per saham Modal dasar – 1000.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh - 404.537.500 saham 17 40,453,750,000 40,453,750,000

Tambahan Setoran Modal - Bersih 18 1,393,926,932 1,393,926,932

Cadangan Umum 19 152,263,910 78,465,940

Saldo laba (3,902,388,817) (1,629,985,046)

Jumlah Ekuitas 38,097,552,025 40,296,157,826

40,181,762,828

48,215,465,144

*) Neraca per 30 Juni 2009 tidak dikonsolidasi. KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

EKUITAS

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

(6)

Catatan 2009 2008

PENJUALAN 2i,20 1,938,510,711 32,894,135,399

BEBAN POKOK PENJUALAN 2i, 21 (1,338,785,096) (25,380,600,609)

LABA KOTOR 599,725,615 7,513,534,790

BEBAN USAHA 2i, 22 (1,400,922,505) (8,051,774,080)

(801,196,890)

(538,239,290)

23 (770,435,094) 3,299,782,419

LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN (1,571,631,984) 2,761,543,129

TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN 2j & 7

Pajak Kini - (679,685,300)

Pajak Tangguhan 130,321,676 (487,193,181)

LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS

LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN (1,441,310,308) 1,594,664,648

HAK MINORITAS ATAS (LABA) RUGI BERSIH

ANAK PERUSAHAAN - 6,856,411

LABA SETELAH PAJAK (1,441,310,308) 1,601,521,059

LABA USAHA PER SAHAM 28 (1.98) (1.33)

LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM 28 (3.56) 3.96

bagian integral dari laporan keuangan

UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

LABA(RUGI) USAHA

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan

(7)

Ekuitas Saldo 31 Desember 2007 40,453,750,000 1,393,926,932 78,465,940 61,858,291 41,988,001,163 Dividen (724,017,840) (724,017,840) Cadangan Umum - - 73,797,970 (73,797,970) -SKP Tahun 2003 - - - (1,285,478,830) (1,285,478,830) SKP Tahun 2005 - - - (398,684,295) (398,684,295) SKP Tahun 2006 - - - (210,362,096) (210,362,096) SPT Tahun 2007 - - - (1,613,821,206) (1,613,821,206) Laba bersih tahun berjalan - - - 1,783,225,437 1,783,225,437 Saldo 31 Desember 2008 40,453,750,000 1,393,926,932 152,263,910 (2,461,078,509) 39,538,862,333 Laba bersih tahun berjalan - - - (1,441,310,308) (1,441,310,308) Saldo 30 Juni 2009 40,453,750,000 1,393,926,932 152,263,910 (3,902,388,817) 38,097,552,025

Saldo, 31 Desember 2002 #REF!

Selisih setoran modal #REF!

Laba bersih tahun berjalan

Saldo, 31 Desember 2003

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

(8)

2009 2008 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan Kas dari Pemasok 6,352,696,896 32,346,540,109

Pembayaran Kas kepada Pemasok (3,049,919,138) (26,300,360,261)

Kas yang diperoleh dari Kegiatan Operasi 3,302,777,757 6,046,179,848

Pembayaran Beban - Beban (1,291,419,218) (7,520,021,740)

Penerimaan ( pembayaran ) lain - lain Bersih (5,126,634,285) -Penerimaan ( pembayaran ) PPh & PPN (1,343,502,109) 898,285,256 Penerimaan ( pelunasan ) Utang lain - lain 76,986,038 (1,425,645,071) Pembayaran ( peningkatan ) Piutang lain - lain - (175,735,293) Kas yang diperoleh dari ( Digunakan untuk ) Kegiatan Operasi (4,381,791,817) (2,176,937,000) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Hasil Penjualan Aset Tetap 168,000,000 13,367,811,712

Hasil Penjualan Penyertaan - (2,536,813,251) Pembelian Aset Tetap - -Pengembalian ( penempatan ) Jaminan Pelanggan 20,000,000 -Kas yang diperoleh dari ( Digunakan untuk ) Kegiatan Investasi 188,000,000 10,830,998,461 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Perolehan ( pelunasan ) Hutang Bank - (3,654,245,090) Perolehan ( pelunasan ) Hutang Kepada Pihak yang Mempunyai Hubungan Istemewa - -Pembayaran Hutang Pembiayaan Konsumen (57,454,330) (30,911,586) Penurunan ( peningkatan ) Piutang Kepada Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimew 1,307,514,570 206,439,448 Kas yang diperoleh dari ( Digunakan untuk ) Kegiatan Investasi 1,250,060,240 (3,478,717,228)

KENAIKAN (PENURURNAN) KAS - BERSIH (2,943,731,577) 5,175,344,233

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 5,480,848,715 2,657,003,251

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2,537,117,138 7,832,347,484

Selisih………

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

(9)

1. UMUM

a. Pendirian dan Kegiatan Usaha Perusahaan

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

c.

Direktur Marketing : Gatot Sanjoto Rahardjo

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan per 30 Juni 2009 dan 2008 :

Komisaris : Handojo Prawiro

Komisaris Independen : Lukman Kutomi

Direktur Utama : DR. Sugiapto Trisna MBA

Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir adalah dengan Akta Notaris Margaretha Cilik Dwiantini, SH., No. 78 tanggal 15 Agustus 2008, Notaris pengganti di Jakarta untuk menyesuaikan anggaran dasar terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan anggaran dasar tersebut belum memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Sesuai anggaran dasar pasal 3 bidang usaha perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan, bidang jasa, bidang industri.

Bidang usaha utama tahun buku 2009 adalah perdagangan suku cadang industri pertambangan minyak dan gas bumi. Perusahaan beroperasi komersial sejak Maret 1993. Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta, terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.352.188.5-054.000.

Perusahaan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sehubungan dengan penawaran umum 100.000.000 lembar saham yang disertai dengan penerbitan waran dalam jumlah yang sama kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100,- per saham. Jumlah waran yang telah dieksekusi pada tahun 2003 sebesar 4.537.500 lembar saham. Pernyataan ini telah menjadi efektif berdasarkan Surat Ketua Bapepam No.S/104/PM/2002 tanggal 29 Mei 2002. Pernyataan dan pencatatan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia ( dulu Bursa Efek Jakarta).

Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris

PT. Sugi Samapersada (d/h PT. Saranatama Unimada Gunabina Internasional) didirikan berdasarkan Akta Notaris Maria Kristiana Soeharyo, SH., No. 90 tanggal 26 Maret 1990. Akta Pendirian PT. Sugi Samapersada, Tbk (Perusahaan) telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-2758.HT.01.01.Th.90 tanggal 17 Mei 1990 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 24 Juli 1990 No. 59, Tambahan No. 2569/1990, dan tanggal 9 Agustus 1994 No. 63 Tambahan No. 5336/1994. Perubahan nama Perusahaan menjadi PT. Sugi Samapersada dilakukan dengan Akta Notaris Frans Elisius Muliawan, SH., No. 37 tanggal 9 September 1996 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-6167.HT.01.04. Th.97 tanggal 4 Juli 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 14 Nopember 1997 No. 91 Tambahan No. 5348/1997.

Perubahan status Perusahaan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka dan penawaran saham-saham kepada masyarakat melalui pasar modal sebanyak 100.000.000 lembar saham atau senilai Rp 10.000.000.000 dilakukan melalui Akta Notaris Hilda Sari Gunawan, SH., No. 102 tanggal 29 September 2001. Akta Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-12449 HT.01.04.Th.2001 tanggal 6 Nopember 2001.

(10)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

1. UMUM ( lanjutan )

: Abud Budiono

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUN TANSI

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam Laporan Keuangan adalah mata uang Rupiah

b. Piutang

c.

d. 1).

Biaya perolehan mencakup pengeluaran untuk perbaikan, penggantian, pemugaran dan peningkatan daya guna aset

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode Garis Lurus pada saat perusahaan beroperasi secara komersial dengan taksiran masa manfaat ekonomis masing-masing aset tetap sebagai berikut :

Laporan Keuangan tahun buku 2009 tidak dikonsolidasi dengan laporan keuangan anak ( PT. Distributor Komponen Utama ) karena pemilikan saham sudah dilepas (catatan 30 ). Laporan komparatif tahun buku 2008 adalah laporan konsolidasi.

Penyisihan piutang ragu-ragu kepada pihak ketiga ditetapkan sebesar 10% dari piutang usaha yang telah berumur lebih dari 120 hari untuk tahun 2009 dan 2008 atau disisihkan sebesar 100% sesuai dengan analisis manajemen mengenai kolektibilitas debitur.

Persediaan

Persediaan dibukukan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi(net realizable value). Biaya perolehan dinilai dengan menggunakan metode Rata-rata. Penyisihan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi nilai tercatat menjadi nilai realisasi bersih bila terjadi penurunan nilai yang signifikan.

Aset Tetap

Pemilikan Langsung

Anggota : A. Hardyatmaka

Susunan Komite Audit tidak mengalami perubahan pada tanggal 30 Juni 2009

Pada tahun 2009 rata-rata jumlah karyawan perusahaan adalah 17 karyawan tetap dan pada tahun 2008 sebanyak 17 orang.

Laporan Keuangan Perusahaan disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), dan peraturan Bapepam. Dasar penyusunan Laporan Keuangan, kecuali untuk Laporan Arus Kas adalah dasar akrual.

Laporan Keuangan Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan, kecuali beberapa akun sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi atas akun Laporan Keuangan. Laporan Arus Kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam kegiatan operasi, investasi dan pendanaan serta disusun berdasarkan metode langsung.

Susunan Komite Audit adalah sebagai berikut :

Ketua : Lukman Kutomi

Anggota

(11)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUN TANSI ( lanjutan )

Bangunan 20 tahun

Alat-alat Berat 8 tahun

Inventaris Kantor 4 dan 8 tahun

Kendaraan 4 dan 8 tahun

2).

-e.

Penyertaan dalam bentuk modal saham dengan kepemilikan 20 % atau lebih dinyatakan dengan Metode Kepemilikan ( Equity Method ) sebesar Biaya Perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi bersih setelah tanggal perolehan anak perusahaan sesuai dengan persentase pemilikannya. Bagian laba atau rugi bersih perusahaan tersebut disajikan dalam Laba Rugi tahun berjalan. Dividen kas yang diterima dibukukan sebagai pengurang dari nilai penyertaan. Sedangkan penyertaan dengan kepemilikan kurang dari 20 % dicatat berdasarkan biaya perolehan. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 42 mengenai Akuntansi Penggabungan Usaha yang berlaku secara efektif pada tanggal 01 Januari 1995, selisih lebih bagian nilai ekuitas anak perusahaan atas biaya perolehan(goodwill negatif) akan diakui sebagai penghasilan secara sistematis selama satu periode yang tidak kurang dari 20 tahun. Sedangkan selisih lebih biaya perolehan atas nilai ekuitas anak perusahaan(goodwill positif) diakui sebagai beban secara sistematis selama satu periode yang tidak boleh lebih dari 5 tahun.

Penyewa guna usaha(lease) memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama sejak dimulainya perjanjian sewa guna usaha

Seluruh pembayaran berkala ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha serta bunganya, sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha(full payout lease)

Masa sewa guna usaha minimal 2 (dua) tahun.

Jika salah satu kriteria tersebut di atas tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (Operating Lease).

Aset sewa guna usaha dengan hak opsi dinyatakan dalam Neraca sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (hak opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha.

Penyertaan Saham

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak diamortisasi

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada Laporan Laba Rugi pada saat terjadinya. Penambahan dan pemugaran dalam jumlah besar dikapitalisasi jika menambah umur ekonomis. Aset tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam Laporan Laba Rugi pada periode yang bersangkutan.

Sewa Guna Usaha

Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease) apabila memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30 tentang " Akuntansi Sewa Guna Usaha", adapun syarat-syarat tersebut sebagai berikut :

(12)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUN TANSI ( lanjutan ) f. 2009 2008 8,290.95 9,012.51 10,225.00 9,217.00 14,432.09 14,558.78 16,990.38 18,390.78 106.59 112.76 g. (i) (ii) (iii) (iv) (v) h.

Seluruh saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan.

Biaya Emisi Efek Ekuitas

Biaya yang terjadi dalam rangka penawaran umum dan penjualan sejumlah saham kepada masyarakat dibukukan sebagai biaya emisi saham ditangguhkan dan disajikan sebagai aset lain-lain. Pada saat penawaran umum dinyatakan efektif, maka biaya emisi saham ditangguhkan direklasifikasikan ke akun Ekuitas.

Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan PSAK No. 7 tentang " Pengungkapan Pihak -pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa ". Yang dimaksud dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :

Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries,dan fellow subsidiaries);

Perusahaan asosiasi (associated company);

Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksud dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor);

Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut ; dan

Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (iii) atau (iv), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.

AUD 1 USD 1 EUR 1 GBP 1 JPY 1

Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam tahun berjalan yang menyangkut mata uang asing dibukukan sesuai dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.

Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan kurs yang berlaku pada tanggal neraca. Selisih kurs akibat penjabaran tersebut dibukukan sebagai laba rugi tahun berjalan.

Kurs yang digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesis per 30 Juni sebagai berikut :

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUN TANSI ( lanjutan ) i. Penghasilan dan Beban

j. Taksiran Pajak Penghasilan

k. Penurunan Nilai Aset

l. Laba per Saham

m. Informasi Segmen

3. KAS DAN SETARA KAS 2009 2008

Kas 21,768,600 172,995,481

Bank

Rupiah

PT. Bank International Indonesia Tbk 71,180,303 81,239,904 PT. Bank Central Asia Tbk 80,012,744 128,632,612 The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited - 22,207,500

PT. Bank Mandiri Tbk 3,322,033 538,505,510

Bank DKI 4,600,000 6,680,000

U S D

PT. Bank International Indonesia Tbk ( USD 205.491.20 per 30 Juni 2009 dan

USD 441.004.59 per 30 Juni 2008 2,101,147,520 4,068,267,343 PT. Bank Mandiri Tbk

( USD 24.947.284 per 30 Juni 2009 dan

USD 230.331.68 per 30 Juni 2008 255,085,938 2,813,819,134

Jumlah Bank 2,515,348,538 7,659,352,003

Jumlah Kas dan Bank 2,537,117,138 7,832,347,484

Laba usaha dan laba bersih per saham dihitung berdasarkan laba usaha dan laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan (404.537.500 saham pada tahun 2008 dan 2007).

Informasi segmen Perusahaan disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan(distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda menurut pembagian industri atau sekelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda, terutama untuk para pelanggan di luar entitas perusahaan.

Penghasilan dari penjualan dan sewa diakui pada saat barang dan jasa diserahkan. Beban diakui atas dasar Akrual (accrual basis ).

Perusahaan menerapkan metode penangguhan pajak dalam menghitung taksiran pajak penghasilan. Penangguhan pajak penghasilan dilakukan untuk mencerminkan pengaruh pajak atas beda waktu antara pelaporan komersial dan fiskal, dan rugi fiskal yang diestimasikan dapat dimanfaatkan dalam periode fiskal. Kebijakan akuntansi ini sesuai dengan PSAK No. 46 mengenai " Akuntansi Pajak Penghasilan "

Perusahaan menerapkan PSAK No. 48 mengenai " Penurunan Nilai Aset " yang berlaku efektif pada atau setelah tanggal 01 Januari 2000. Berdasarkan Standar Akuntansi tersebut pada setiap tanggal neraca, perusahaan mereview ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset tetap. Perusahaan mengakui rugi penurunan nilai aset tetap apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali(recoverable amount) dari suatu aset tetap lebih rendah dari nilai tercatatnya.

(14)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

4. PIUTANG USAHA 2009 2008

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa

PT. Jaya Samapersada - 3,784,485,175 - Rupiah 2,348,901,307 -- USD 212,865 2,181,701,830 -- Rupiah 169,840,220 -- USD 440,132 504,230 3,574,843,878 4,826,808,732 Jumlah 947.555 542.025 8,275,287,235 8,611,293,907 Pihak Ketiga - 80,587 - 743,415,075 - 954 - 8,800,650 7,395 0 68,041,395 - - 296,918,587 296,918,586 - - 94,503,812 -4,962 130,086 51,321,878 1,200,044,273 2,799 0 33,453,081 - - - 46,124,733 - - 33,563,515 33,563,515 - - 32,134,040 83,741,710 2,040 1,855 20,641,660 17,112,375 - - - 20,119,000 1,724 1,724 17,452,306 14,455,575 - - - - 1,175 - -561 109,010,272 1,288,621,316 Sub Jumlah 757,040,545 3,752,916,808 (70,571,867) (165,777,861) Jumlah 686,468,679 3,587,138,947 Jumlah - Bersih 8,961,755,914 12,198,432,854

Jumlah piutang usaha per 30 Juni 2009 dan 2008 berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut : Pihak yang mempunyai hubungan istimewa :

Jatuh tempo 01 s/d 30 hari - 461,990,356 31 s/d 60 hari 1,074,160,670 62,776,245 61 s/d 90 hari 169,840,220 785,739,375 91 s/d 120 hari - > 120 hari 7,031,286,345 7,300,787,931 Sub Jumlah 8,275,287,235 8,611,293,907

Penyisihan Piutang Ragu-ragu PT. Sarku Engeneering Utama Sudan Battery Specialist PT. Vico Indonesia

Lain-lain ( < Rp 10.000.000,- ) Toko Aneka Motor

Sejati Motor ( Padang ) PT. Widji Trsno Makmur PT. Saipem Indonesia CV Kreativindo BUT Conoco Philips Ltd PT. Petrochina Int'l Jabung Ltd PT. Dwi Satria Mekasindo PT. General Motor Autoworld Indon CNOOC SES Ltd

Chevron Makassar Ltd

PT. Distributor Komponen Utama

PT. Indo Samapersada

Conoco Philips Ltd

(15)

4. PIUTANG USAHA (lanjutan) 2009 2008 Pihak Ketiga : Jatuh tempo - -01 s/d 30 hari 40,454,175 2,270,426,017 31 s/d 60 hari 7,094,712 -61 s/d 90 hari 3,772,991 -91 s/d 120 hari - > 120 hari 705,718,667 1,482,490,791 Sub Jumlah 757,040,545 3,752,916,808

Penyisihan Piutang Ragu-ragu (70,571,867) (165,777,861)

Sub Jumlah 686,468,678 3,587,138,947

Jumlah Piutang Usaha - Bersih 8,961,755,913 12,198,432,854

73,458,911 174,719,615 (2,887,045) (8,941,754) 70,571,867 165,777,861 5. PIUTANG LAIN-LAIN 2009 2008

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa

9,805,314,274 1,155,607,480 PT. Investama Samapersada - 50,000,000 -32,146,127 23,446,127 Jumlah 9,837,460,401 1,229,053,607 Pihak Ketiga 958,546,123 1,145,379,868 Jumlah 10,796,006,524 2,374,433,475 6. PERSEDIAAN 2009 2008

Suku Cadang Perusahaan Minyak dan Gas 4,532,500,034 6,152,246,632 Suku Cadang Otomotif - 812,541,212

Bahan Pembantu - 43,062,789

Sub Jumlah 4,532,500,034 7,007,850,633

Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan (1,700,144,790) (609,588,049)

Jumlah - Bersih 2,832,355,244 6,398,262,584

Mutasi penyisihan penurunan Nilai Persediaan

Saldo Awal 1,917,347,688 575,468,011

Penambahan (Pemulihan) (217,202,898) 34,120,038

Saldo Akhir 1,700,144,790 609,588,049

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan tersebut adalah cukup memadai. Suku cadang otomotif dengan nilai Rp 1.385.438.652 termasuk dalam kelompok suku cadang minyak dan gas dalam laporan tahun lalu. Persediaan suku cadang otomotif slow moving sejak tahun 2006.

PT. Distributor Komponen Utama PT. Indo Samapersada

PT. Jascot Karyawan

Lain-lain

Piutang kepada Distributor Komponen Utama tidak dibuat Perjanjian secara tertulis, tidak diatur jatuh tempo pembayaran dan tidak dikenakan beban bunga pinjaman. Manajemen berpendapat bahwa piutang lain-lain kepada PT. Distributor Komponen Utama dan piutang lain-lain kepada pihak ketiga dapat ditagih.

Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu sebagai berikut : Saldo Awal

Penambahan (Pemulihan) Saldo Akhir

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut dan tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

(16)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

7. 2009 2008

Pajak Dibayar Dimuka

Pajak Penghasilan Pasal 22 - 19,774,237 Pajak Penghasilan Pasal 23 5,625,927 201,626,459 Pajak Penghasilan Pasal 25 419,501,100 13,995,200 Pajak Pertambahan Nilai - SSP belum diterima 2,739,804,787 2,672,388,994

Sub Jumlah 3,164,931,814 2,907,784,890

Hutang Pajak

Pajak Pertambahan Nilai 567,846,269 1,270,547,589

Pajak Penghasilan Pasal 23 228,126 41,171,261 Pajak Penghasilan Pasal 21 11,875,875 75,290,717 Pajak Penghasilan Pasal 29 - -Pajak Penghasilan Pasal 25 31,213,500 108,620,200

Sub Jumlah 611,163,770 1,495,629,767 Pajak Kini - (679,685,000) Pajak Tangguhan 417,073,713 (487,193,181) Jumlah 417,073,713 (1,166,878,181) (1,571,631,984) 3,074,490,385 Rugi (Laba) Bersih Anak Perusahaan sebelum Taksiran Pajak - (991,731,998)

Laba (Rugi) Induk Perusahaan (1,571,631,984) 2,082,758,387

Penghasilan Beda Tetap :

Biaya Pajak 52,012,552 43,742,644

Representase dan Perjamuan 67,237,086 247,254,956

Sumbangan - 100,000

Denda Pajak - 28,157,944

Jasa Giro dan Bunga Deposito (32,447,654) (39,733,486)

Lain - lain 94,584,290 10,000,000

Jumlah Beda Tetap 181,386,274 289,522,058

Beda Waktu :

Penyisihan (Pemulihan) Piutang Ragu-ragu ( halaman 10 ) (2,887,045) (28,260,968) Penyisihan (Pemulihan) Nilai Persediaan (217,202,898) (20,068,201) Rugi (Laba) Penjualan Aset Tetap (168,000,000)

-Jumlah Beda Waktu (388,089,943) (48,329,169)

PERPAJAKAN

Penghasilan (Beban) Pajak Perusahaan terdiri dari :

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran pajak penghasilan menurut Laporan Laba Rugi dengan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 sebagai berikut :

Laba sebelum taksiran Pajak Penghasilan

(17)

7.

(1,778,335,653)

2,323,951,276 Akumulasi Kerugian Fiskal, Awal - -Rugi Fiskal yang sudah habis masa manfaatnya -

-Taksiran Pajak Penghasilan (PPh Pasal 17) - 679,685,300

Kredit Pajak - (766,747,708)

Hutang Pajak - (87,062,408)

Manajemen menyadari bahwa taksiran pajak penghasilan dapat berbeda dengan penetapan pajak oleh fiskus. Pajak Tangguhan

Pengaruh pajak atas beda waktu antara pelaporan komersial dan pajak adalah sebagai berikut : Aset (Kewajiban) Pajak Tangguhan :

Perusahaan

Pemulihan Piutang Usaha (866,114) 50,514,039 Penyisihan (Pemulihan) Nilai Persediaan (65,160,869) (147,369,655) Laba Penjualan Aset Tetap (50,400,000) (794,164,085) P e n y e r t a a n - 182,149,512

Rugi Fiskal 533,500,696 701,292,809

Kewajiban Imbalan Pasti Pasca Kerja - 186,098,359

Pajak Tangguhan Akhir Tahun 417,073,713 178,520,979

Pajak Tangguhan Awal Tahun 286,752,037 1,031,769,145

Dibebankan 130,321,676 (853,248,166)

Anak Perusahaan

Piutang Usaha - (4,215,172)

Aset Tetap - (6,444,970)

Kewajiban Imbalan Pasti Pasca Kerja - 51,642,050

Rugi Fiskal 307,404,202

Persediaan - 17,668,875

Sub Jumlah - 366,054,985

Jumlah 130,321,676 (487,193,181)

Taksiran Penghasilan Kena Pajak

Taksiran Penghasilan Kena Pajak dan Akumulasi Kerugian Fiskal,

Akhir (1,778,335,653) 2,323,951,276

Perhitungan taksiran pajak penghasilan tangguhan dengan menggunakan tarif pajak maksimum 30 % akibat beda waktu antara pelaporan komersial dan pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni adalah sebagai berikut :

Berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, laba atau kerugian Perusahaan serta rekonsiliasi perhitungan perpajakannya dilakukan sendiri oleh Wajib Pajak dalam SPT Tahunan(self assesment system). Pihak fiskus dapat memeriksa perhitungan perpajakan tersebut dalam jangka waktu 5 tahun. Apabila dalam jangka waktu tersebut terhadap perhitungan perpajakan di atas tidak dilakukan pemeriksaan maka SPT Tahunan perusahaan dianggap rampung. Kewajiban perpajakan lainnya, jika ada akan dipenuhi oleh perusahaan pada saat jatuh temponya.

(18)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

9. UANG MUKA PEMBELIAN ASET TETAP

10. ASET TETAP

TAHUN 2009

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Tanah - - - -Bangunan - - - -Alat-alat Berat 33,500,000 - - 33,500,000 Inventaris Kantor 1,684,703,073 - - 1,684,703,073 Kendaraan 1,390,247,700 - 245,840,000 1,144,407,700 Jumlah 3,108,450,773 - 245,840,000 2,862,610,773

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Bangunan - - - -Alat-alat Berat 33,500,000 - 33,500,000 Inventaris Kantor 1,458,263,161 32,334,496 - 1,490,597,657 Kendaraan 796,171,019 52,702,566 245,840,000 603,033,585 Jumlah 2,287,934,180 85,037,062 245,840,000 2,127,131,242 Nilai Buku 820,516,593 735,479,531 TAHUN 2008

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Tanah 8,914,724,200 1,190,000,000 7,674,724,200 2,430,000,000 Bangunan 1,731,848,000 - 1,257,528,000 474,320,000 Alat-alat Berat 33,500,000 - - 33,500,000 Inventaris Kantor 4,833,614,169 280,133,949 1,558,296,215 3,555,451,903 Kendaraan 2,474,879,780 505,000,000 808,075,698 2,171,804,082 Aset Tetap dalam Pembangunan 3,636,451,469 409,523,316 - 4,045,974,785 Inventaris Kantor - - - -Jumlah 21,625,017,618 2,384,657,265 11,298,624,113 12,711,050,770

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Bangunan 493,495,800 11,857,998 440,134,804 65,218,994 Alat-alat Berat 33,500,000 - - 33,500,000 Inventaris Kantor 2,937,203,523 306,344,178 1,549,138,530 1,694,409,171 Kendaraan 1,369,459,837 135,565,916 616,305,476 888,720,277 Jumlah 4,833,659,160 453,768,092 2,605,578,810 2,681,848,442 Nilai Buku 16,791,358,458 10,029,202,328 Harga Perolehan Pemilikan Langsung Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung

Akun tersebut adalah asuransi dibayar dimuka dan uang muka lain-lain masing-masing sebesar Rp 234.060.828 dan 161.190.255 pada 30 Juni 2009 dan 2008.

Akun tersebut merupakan Uang Muka Aset Tetap pada 30 Juni 2009 dan 2008 yang masing-masing jumlahnya Rp 0,- dan Rp 1.500.000.000,-. Harga Perolehan Pemilikan Langsung Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung 15

(19)

10. ASET TETAP ( lanjutan )

11. JAMINAN 2009 2008

Jaminan pada IRC 100,000,000 100,000,000

Jaminan pada Bando Indonesia - 20,000,000 Jaminan pada Astra Otoparts 10,000,000 10,000,000 Jaminan pada BII/Kunci SDB 40,000 40,000

Jaminan Lain-lain 37,882,750 37,882,750 Jumlah 147,922,750 167,922,750 12. HAK MERK 2009 2008 2009 2008 13. HUTANG BANK PT. Bank Mandiri Tbk - -PT. Bank Central Asia, Tbk - 960,000,000

Jumlah - 960,000,000

Jangka Panjang

PT. Bank Central Asia, Tbk - 630,952,380 Bagian Jatuh Tempo 1 Tahun - 157,238,095

Jumlah - 473,714,285

14. HUTANG USAHA 2009 2008

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa :

PT. Distributor Komponen Utama IDR 10,407,335 -USD 2.750 - 28,118,750 -SGD - - -PT. Indo Samarpersada USD - -

-Sub Jumlah 38,526,085

-Laba atas penjualan aset tetap sebesar Rp 2.697.189.970 disajikan sebagai pendapatan lain-lain (catatan 23).

Perusahaan memperoleh bunga atas jaminan tersebut.

Akun tersebut merupakan hak merk atas penjualan IRC nilainya sebesar Rp 100.000.000,- untuk tahun 2009 dan Rp. 100.000.000,- untuk tahun 2008.

Perusahaan memperoleh 2 fasilitas pinjaman modal kerja dari PT. Bank Mandiri Tbk, dengan maksimum kredit masing-masing sebesar Rp 3.650.000.000,- kemudian diturunkan menjadi Rp 1.650.000.000,- tahun 2008, dan Rp 4.000.000.000,- dengan bunga masing-masing sebesar 14,5 % tahun 2009 dan 13,5 % tahun 2008

Kedua pinjaman tersebut telah dilunasi pada bulan Januari 2008, yang dananya diambil dari hasil penjualan dari asset berupa tanah dan bangunan yang transaksinya terjadi bulan Januari 2008.

Beban Penyusutan untuk tahun yang berakhir tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 85.037.062-dan Rp

453.768.092,-Berdasarkan Akta Jual Beli No. 001/2008 tanggal 04 Januari 2008 yang dibuat di hadapan Hilda Sari Gunawan, Sarjana Hukum - Pejabat Pembuat Akta Tanah, Perusahaan telah menjual tanah No. HGB 1613/SEMPER BARAT seluas 4.575. meter persegi sesuai dengan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) 0905050307669 dan bangunan diatasnya , terletak di Jl. Cakung Cilincing No. 95 Rt. 0014/01 - Jakarta Utara dengan harga Rp

(20)

11.050.000.000,-UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 14. HUTANG USAHA ( lanjutan )

Pihak Ketiga :

Pall Filtration Indonesia USD 20,564 35,413 210,264,344 326,688,615 PT. Atlas Copco Indonesia USD 0 - 503,096,000

Alfa Laval Indonesia EUR 0 - 0,64

PT. Jepari Mitra Mandiri USD 7,690 - 70,936,560 Winstone Engrg Corn ( PTE ) SGD 13,431 - 91,055,530 Exheat GBP 4,810 - 88,487,598 PT.Usaha Bersama - - - 100,601,187 ABB Industry Pte - - - 98,021,680 Alpha Mega Logistic - - - 62,089,095 Pacific Petroleum Pte Ltd SGD 5.418 - 38,222,169

-LP Service SGD 2.110 14,885,396

Foxboror Perkind Indonesia ( APV) USD 80,661 - 744,099,847

PT. Leintec International USD - 0 -Lain- lain ( Saldo Dibawah Rp USD - - -10 juta atau ekuivalen)

Rupiah IDR - 35,315,798 260,806,880

Dollar Amerika Serikat USD 15,460 - 138,370,485 Dollar Singapura SGD 85 7,613 599,649 51,612,485 Poundsterling GBP 0 - -Euro EUR 0.01 0.03 144 291

Sub Jumlah 299,287,500 2,535,866,253

Jumlah 337,813,585 2,535,866,253

Jangka waktu kredit yang diberikan oleh para pemasok dari pembelian persediaan berkisar 30 sampai 60 hari. Rincian hutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut :

USD 23,314 139,224 238,383,094 1,280,095,507 Rupiah 0 45,723,133 1,024,614,842 SGD 7,613 21,044 53,707,214 142,668,015 EUR 0 0 144 291 GBP - 4,810 - 88,487,598 Jumlah 337,813,585 2,535,866,253

15. HUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 2009 2008

Rincian per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut :

100,266,660

175,466,666

PT. Oto Multiarta 61,934,448 114,142,410

PT. Tunas Financindo Sarana - 12,291,679

Jumlah 162,201,108 301,900,755

Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (59,310,808) (80,388,839) Bagian yang jatuh tempo lebih dari satu tahun 102,890,300 221,511,916

16. HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI

Beban bunga pembiayaan konsumen untuk tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 12.933.994,- dan Rp 27.119.893,-

Akun ini merupakan Hak Minoritas atas Aset Bersih anak perusahaan yang dikonsolidasi pada PT. Distributor Komponen Utama dengan persentase pemilikan sebesar 1 % atau sebesar 500 lembar saham dengan rincian per 30 Juni 2008 sebagai berikut :

Bank Jakarta

(21)

16. HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI ( lanjutan )

Biaya Perolehan 50,000,000

Hak Minoritas atas Laba Bersih Anak Perusahaan

Saldo Awal 723,431

Penambahan (6,856,411)

Saldo Akhir (6,132,980)

Jumlah Tercatat - Akhir Tahun 43,867,020

17 MODAL SAHAM

Persentase Lembar Saham Jumlah

68 % 275.000.000 27,500,000,000

PT. Indo Samapersada 6 % 25.000.000 2,500,000,000

PT. Suprasurya Danawan Sekuritas 10 % 41.995.500 4,199,550,000 16 % 62.542.000 6,254,200,000

Jumlah 100 % 404.537.500 40,453,750,000

18. TAMBAHAN MODAL DISETOR 2009 2008

Saldo Awal 2,000,000,000 2,000,000,000

Penambahan 226,875,000 226,875,000

Jumlah 2,226,875,000 2,226,875,000

Biaya Emisi Efek Ekuitas (832,948,068) (832,948,068)

Saldo Akhir 1,393,926,932 1,393,926,932

PT. Graha Samapersada

Masyarakat

Secara notaril yaitu dengan akta nomor 63 tanggal 12 April 2007 dari Hilda Sari Gunawan, SH., Notaris di Jakarta telah dilakukan jual beli saham yaitu saham PT. Indo Samapersada sebanyak 25.000.000, saham dijual ke PT. Graha Samapersada dan saham PT. Suprasurya Danawan Sekuritas sebanyak 41.995.500 saham dijual ke Masyarakat masing-masing sebesar nominal. Sampai saat ini pengesahan dari Menteri dan Hak Asasi Manusia belum diperoleh. Manajemen akan mencatat perubahan susunan pemegang saham setelah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Agio Saham

Agio Saham

Agio saham berasal dari penawaran perdana yang dilakukan pada tahun 2002 dan eksekusi waran pada tahun 2003 masing-masing sebesar Rp 2.000.000.000,- dan Rp

226.875.000,-Ditempatkan dan disetor Nama

Berdasarkan Akta Notaris Hilda Sari Gunawan, SH No. 102 tanggal 29 September 2001 terdapat peningkatan modal dasar saham yang semula 10.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- ditingkatkan menjadi 1.000.000.000 saham dengan nilai nominal per saham Rp 100,-.

Berdasarkan Akta Notaris Hilda Sari Gunawan, SH No. 68 tanggal 14 Maret 2002 perusahaan menawarkan dan menjual saham kepada masyarakat sebanyak 100.000.000 saham yang disertai dengan penerbitan waran dalam jumlah yang sama. Jangka waktu pelaksanaan waran seri I adalah 6 bulan sejak tanggal 29 Mei 2003 sampai dengan 1 hari kerja sebelum ulang tahun ke-I pencatatan waran seri I tersebut. Sampai dengan 30 Juni 2009 jumlah waran yang telah dieksekusi sebesar 404.537.500 lembar saham.

(22)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 18. TAMBAHAN MODAL DISETOR ( lanjutan )

19. CADANGAN UMUM

- Deklarasi dividen tunai kepada para pemegang saham - Pembentukan cadangan umum

Jumlah dividen yang diumumkan untuk masing-masing periode adalah sebagai berikut :

Jumlah Per Saham

Deklarasi pada tahun 2004 untuk Laba tahun 2003 259,347,661 0,64 Deklarasi pada tahun 2005 untuk Laba tahun 2004 404,537,500 1,00 Deklarasi pada tahun 2008 untuk Laba tahun 2007 737,979,702 1,82

Saldo Awal 78,465,940 78,465,940

Penambahan 73,797,970

-Saldo Akhir 152,263,910 78,465,940

20. PENJUALAN BERSIH 2009 2008

Pardagangan Suku Cadang Minyak dan Gas 1,938,510,711 32,894,135,399

20. PENJUALAN BERSIH ( lanjutan )

Rincian pembeli dengan nilai jual bersih melebihi 10 % dari penghasilan Perusahaan adalah sebagai berikut :

2009 2008 2009 2008

Conoco - 72.73 0 23,922,403,245 Chevron Makassar Ltd 17.26 - 334,530,810 -PT. Indo Samapersada 13.51 10.97 261,719,809 3,608,385,564 PT. Distributor Komponen Utama 59.18 - 1,147,180,800

-Cnooc Ses Ltd - - 0

-Jumlah Penjualan Bersih 89.95 83.70 1,743,431,419 27,530,788,809 Jumlah sebesar Rp 1.408.900.609,- dan Rp 3.608.385.564,- atau 72.67 % dan 10,97 % dari penghasilan bersih merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, masing-masing untuk tahun 2009 dan 2008 ( lihat catatan 24 )

Pembeli Persentase dari Penjualan Jumlah

Biaya Emisi Efek Ekuitas

Biaya emisi efek berasal dari penawaran perdana yang dilakukan pada 2002 sebesar Rp

832.948.068,-Berdasarkan Akta Notaris Hilda Sari Gunawan SH, No. 115 tanggal 25 Juni 2004 dan No. 115 tanggal 23 Juni 2005 dan No. 49 tanggal 09 Agustus 2008 dari Notaris Margaretha Cilik Dwiantini SH mengenai Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham, Perusahaan mengalokasikan laba bersih sebagai berikut :

Periode

Pembentukan cadangan umum dari saldo laba sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah Rp dan Rp

152.263.910,-Rincian penghasilan bersih Perusahaan berdasarkan kelompok produk utama adalah sebagai berikut :

(23)

21. BEBAN POKOK PENJUALAN 2009 2008

Persediaan Awal 5,319,090,357 8,474,183,026

Pembelian 552,194,774 23,914,268,216

Jumlah yang tersedia untuk dijual 5,871,285,131 32,388,451,242

Persediaan Akhir (4,532,500,035) (7,007,850,633)

Beban Pokok Penjualan 1,338,785,096 25,380,600,609

Rincian pembelian dengan melebihi 10 % dari jumlah pembelian adalah sebagai berikut :

Oceaneering International - 9.62 - 2,300,718,168 Leintec International 59.75 - 329,912,498 -PT. Distributor Komponen Utama 17.38 - 96,005,650 -TDW Offshore Service - 13.96 - 3,338,278,000 Jumlah - 48.05 425,918,148 5,638,996,168

22. BEBAN USAHA 2009 2008

Gaji dan Tunjangan 765,297,111 933,397,131

Insentif dan Bonus Marketing - 1,090,894,501

Biaya Pesangon 2,400,000 14,382,500

Penyusutan Aset Tetap 85,037,062 453,768,092

Perjalanan Dinas 5,584,500 189,555,020

Beban Bank 15,192,916 133,207,288

Telepon , Fax, dan Listrik 72,711,583 131,589,446

Pengangkutan 29,160,795 1,890,026,859

Transportasi 42,441,855 78,090,415

Promosi dan Reklame/ Iklan 14,620,000 30,816,840 Perbaikan dan Pemeliharaan 46,680,195 117,967,495

Jasa Profesional 49,250,000 1,345,768,784

Amortisasi 26,038,335

-Representasi dan Jamuan 67,237,086 247,254,956

Perijinan 4,908,000 185,757,662 Asuransi 24,466,225 33,842,704 Denda Pajak - 28,157,944 Sewa 3,300,000 16,066,664 Sumbangan - 100,000 Biaya Pajak 52,012,552 39,405,134 Lain-lain 94,584,290 1,091,724,646 Jumlah 1,400,922,505 8,051,774,080

(24)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

23. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap - Bersih 168,000,000 2,651,338,706 Pemulihan (Penurunan) Persediaan 217,202,898 (34,120,038)

Jasa Giro 15,995,788 39,733,486

Bunga Deposito 16,451,866

-Beban Bunga Pembiayaan Konsumen (12,933,993) (27,119,893) Beban Bunga Bank - (118,339,067) Pemulihan Cadangan Piutang Usaha 2,887,045 8,941,754

Lain-lain - Bersih (1,178,038,698) 779,347,471

Jumlah - Bersih (770,435,094) 3,299,782,419

24. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA

2009 2008 2009 2008

Piutang Usaha

PT. Jaya Samapersada - 7.74% - 3,784,485,175

PT. Indo Samapersada 11.74% 9.87% 3,744,684,098 4,826,808,732

PT. Distributor Komponen Utama 10.49% - 4,530,603,137

-Jumlah 22.23% 17.61% 8,275,287,235 8,611,293,907

Piutang Lain-lain

PT. Distributor Komponen Utama 25.02% - 9,805,314,274

-PT. Indo Samapersada - 2.36% - 1,155,607,480 PT. Investama Samapersada - 0.10% - 50,000,000 0.11% 0.05% - 23,446,127 Jumlah 19.19% 13.37% 9,805,314,274 1,229,053,607 Penjualan PT. Indo Samapersada 13.51% 10.97% 261,719,809 3,608,385,565 PT. Distributor Komponen Utama 59.18% - 1,147,180,800

-Jumlah 29.00% 31.45% 1,408,900,609 3,608,385,565

Persentase terhadap Total Aset / Kewajiban/ Pendapatan/ Beban yang Bersangkutan

Karyawan

Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut :

(25)

24. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA ( lanjutan ) Pihak Hubungan Istimewa

a. PT. Jaya Samapersada Memiliki sebagian Komisaris dan haan

b. PT. Indo Samapersada Memiliki sebagian Komisaris dan haan

c. PT. Distributor Komponen Utama Memiliki sebagian Komisaris dan haan

d. Sugiapto Trisna Direktur Utama Hutang lain-lain

e. Handojo Prawiro Komisaris Hutang lain-lain

25. INFORMASI SEGMEN USAHA

a. 2009 2008

Minyak dan Gas 100 1,938,510,711 100 32,894,135,399 b. Beban Pokok Penghasilan

Minyak dan Gas 100 1,338,785,096 100 25,380,600,609 26. ASET ATAU KEWAJIBAN MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING

2009 2008

Aset

Kas dan Bank

USD 230,438 809,454 2,356,233,458 7,467,211,305

Piutang Usaha

USD 531,880 719,279 6,031,578,675 6,635,347,945 Uang Muka Pembelian

USD 452,071 198,814 4,622,427,713 1,834,058,412 SGD 85 77,485 599,649 525,314,763 GBP - 5,493 - 101,117,452 CAD - - - -EURO 2,735 10,688 29,473,065 154,555,207 4,652,500,427 2,615,045,834 Jumlah 13,040,312,560 16,717,605,084

Mata Uang Asing

Sejak tahun 2006 perusahaan hanya beroperasi pada perdagangan Suku Cadang Perusahaan Minyak dan Gas sedangkan perdagangan suku cadang otomotif sudah tidak aktif.

Penghasilan Bersih Perdagangan suku Cadang

Perdagangan suku Cadang

Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, perusahaan memperoleh aset dan kewajiban yang signifikan dalam mata uang asing. Nilai aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal neraca dan tanggal laporan Auditor Independen disajikan sebagai berikut :

Direksi yang sama dengan

perusa-Piutang Usaha, Penjualan Direksi yang sama dengan

perusa-Piutang Usaha, Penjualan, Pembelian Direksi yang sama dengan

perusa-Transaksi dengan perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa tersebut dilaksanakan dengan harga dan persyaratan seperti dilakukan dengan pihak lain yang tidak mempunyai hubungan istimewa terutama menyangkut penjualan.

Sifat Hubungan Istimewa Transaksi

(26)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

26. ASET ATAU KEWAJIBAN MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING ( lanjutan ) Kewajiban Hutang Usaha USD 23,314 379,944 238,383,094 3,504,980,725 SGD 7,613 21,044 53,707,214 142,995,314 GBP 0 289 Jumlah 292,090,308 3,647,976,328

Aset (kewajiban) Bersih 12,748,222,252 13,069,628,756

27. IMBALAN PASTI - PASCA KERJA

Mutasi kewajiban Imbalan Pasti- Pasca Kerja adalah sebagai berikut :

Kewajiban Imbalan Pasti- Pasca Kerja, awal 620,327,863 651,154,841 Beban Imbalan Pasti - Pasca Kerja Tahun Berjalan 234,766,027 144,600,887 Pembayaran Imbalan - (84,647,700) Kewajiban Imbalan Pasti - Pasca Kerja, Akhir 855,093,890 711,108,028

Metode Perhitungan Projected Unit Credit Method Projected Unit Credit Method

Tingkat Diskonto 12% 11%

Tingkat Kenaikan Gaji 10% 5%

Usia Pensiun Normal 55 tahun 55 tahun

Tingkat Mortalita TMI-2 Male TMI-2 Male

Tingkat Cacat 5 % dari TMI-2 Male 5 % dari TMI-2 Male

Besarnya Imbalan Pasti Pasca Kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni KEP-150/MEN/2000 yang berlaku sejak tahun 2000 dan kemudian disesuaikan menjadi Undang-undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Perubahan mendasar pada Undang-undang baru tersebut terdapat pada penambahan jumlah pesangon dan uang penghargaan masa kerja untuk masa kerja tertentu. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan Imbalan Pasti - Pasca Kerja tersebut.

Jumlah karyawan Perusahaan yang berhak atas Imbalan Pasti - Pasca Kerja tersebut masing-masing sebanyak 47 karyawan dan 44 karyawan pada tahun 2008 dan 2007. Perhitungan Aktuaris terakhir atas kewajiban Imbalan Pasti-Pasca Kerja dilakukan oleh PT. Prima Bhaksana Lestari Aktuaria, aktuaris Independen, berdasarkan Laporan Aktuaris No.011/PBL/KE/I/2009 tanggal 12 Januari 2009 dan No. 47/PBL/KE/I/2008 tanggal 03 Januari 2008.

Asumsi - asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan Imbalan Pasti - Pasca Kerja untuk tahun yang berakhir 31 Desember adalah sebagai berikut :

2009 2008

(27)

28. LABA PER SAHAM 2009 2008

Laba(Rugi) Usaha (801,196,890) (611,746,377)

Laba(Rugi) Bersih (1,441,310,308) 1,601,521,059

Jumlah Rata-rata tertimbang saham yang beredar(lembar) 404,537,500 404,537,500 Laba Usaha per saham (1.98) (1.51) Laba Bersih per saham (3.56) 3.96 29. KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN

Conoco Philips Indonesia Inc Ltd.

1.

2.

3.

for Airdyne Filter International 30 Juni 2008 CM60-00179 Three (3) Years Price Agreement USD 1.119.103,34 15 Juli 2006 s/d for Siemens Parts 14 Juli 2008

CS-14130277 One (1) Years Call-off Order for USD 486.000 12 Nopember 2008 s/d Replacement of Ups Batteries 11 Nopember 2009

Laporan Keuangan terlampir disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Dalam memberikan tanggapan terhadap kondisi ekonomi, manejemen Perusahaan memiliki rencana sebagai berikut : 1. Memfokuskan usaha pada distribusi suku cadang oil dan gas yang dapat memberikan keuntungan yang lebih baik.

Pada saat ini Perusahaan telah berhasil memperoleh kontrak dengan rician sebagai berikut :

No. Kontrak Keterangan Nilai Jangka Waktu CM60-00159 Three (3) Years Price Agreement USD 1.284.458,13 01 Juli 2006 s/d

(28)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

30. PELEPASAN SAHAM

Saldo awal - Januari 2008 5,021,619,701

Dividen 71,619,701

Nilai Penyertaan 4,950,000,000

Dijual tanggal 29 Agustus 2008 4,950,000,000

Saldo Akhir - Desember 2008

-Latar Belakang Pelepasan Saham

Penjualan saham PT. Distributor Komponen Utama akan memperbaiki struktur keuangan perusahaan.

Hasil penjualan saham PT. Distributor Komponen Utama digunakan untuk menambah modal kerja.

30. PELEPASAN SAHAM ( lanjutan ) Transaksi Benturan Kepentingan

Laporan Penilai Independen

Perusahaan melakukan penjualan saham PT. Distributor Komponen Utama atas pertimbangan sebagai berikut :

Perkembangan penjualan PT. Distributor Komponen Utama periode 2005 - 2007 khususnya di bidang otomotif tidak menunjukkan peningkatan, sehingga kinerja keuangan PT. Distributor Komponen Utama terus menurun dan menghilangkan pendapatan dividen perusahaan. Hal ini berdampak negatif terhadap kinerja keuangan konsolidasi perusahaan.

Berdasarkan peraturan Bapepam No.XI.E.1, penjualan saham PT. Distributor Komponen Utama dikategorikan sebagai Transaksi Benturan Kepentingan karena mempunyai Direktur, Komisaris dan Pemegang Saham Utama yang terafiliasi dan mempunyai benturan kepentingan. Dengan demikian perusahaan wajib terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Independen sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan Bapepam tersebut. Transaksi penjualan saham PT. Distributor Komponen Utama senilai Rp 4.950.000.000,- hanya merupakan 09 % dari Penjualan dan 11 % dari Ekuitas per 31 Desember 2007(audited) sehingga bukan merupakan transaksi material.

Untuk menilai kewajaran nilai penjualan saham PT. Distributor Komponen Utama, perusahaan telah menunjuk Yanuar Bey & Rekan sebagai Penilai Independen yang telah menyampaikan hasil penilaiannya dengan nomor Y & R/BV/08/121 tertanggal 14 Mei 2008 yang menyatakan nilai pasar atas saham PT. Distributor Komponen Utama tersebut adalah sebesar Rp 3.841.933.000 (Tiga milyar delapan ratus emapt puluh satu juta sembilan ratus tiga puluh tiga ribu Rupiah). Untuk memperoleh nilai wajar saham PT. Distributor Komponen Utama, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Aset(Asset Based Approach) dengan metodeAdjusted Book Value (ABV). Dibandingkan dengan nilai transaksi yaitu sebesar Rp 4.950.000.000 ( Empat milyar sembilan ratus lima puluh juta Rupiah), maka transaksi yang dilakukan perusahaan berada 28,84 % di atas nilai pasar wajar PT. Distributor Komponen Utama pada tanggal 31 Desember 2007 (audited).

ooo00ooo

Manajemen optimis bahwa usaha di bidang industri pengolahan Minyak dan Gas bumi memiliki prospek yang menjajikan di masa mendatang

2. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya-biaya yang tidak terlalu penting seperti perjalanan dinas, telepon, listrik serta terus melakukan perbaikan sistem dan prosedur serta kebijakan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal.

Penyertaan saham pada PT. Distributor Komponen Utama (DKU) dengan nilai Rp 4.950.000.000,- dijual kepada PT Graha Samapersada sebagai berikut :

Pelepasan Investasi di PT. Distributor Komponen Utama yang merupakan anak perusahaan disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 20 Juni 2008. Akta jual beli saham dari perusahaan kepada PT. Graha Samapersada dibuat dengan akta nomor 175 tanggal 29 Agustus 2008 dari Margaretha Cilik Dwiantini SH., Notaris pengganti dari Hilda Sari Gunawan SH., Notaris di Jakarta.

(29)

1. UMUM

a. Pendirian dan Kegiatan Usaha Perusahaan

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

c.

Direktur Marketing : Gatot Sanjoto Rahardjo

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan per 30 Juni 2009 dan 2008 :

Komisaris : Handojo Prawiro

Komisaris Independen : Lukman Kutomi

Direktur Utama : DR. Sugiapto Trisna MBA

Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir adalah dengan Akta Notaris Margaretha Cilik Dwiantini, SH., No. 78 tanggal 15 Agustus 2008, Notaris pengganti di Jakarta untuk menyesuaikan anggaran dasar terhadap Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan anggaran dasar tersebut belum memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Sesuai anggaran dasar pasal 3 bidang usaha perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan, bidang jasa, bidang industri.

Bidang usaha utama tahun buku 2009 adalah perdagangan suku cadang industri pertambangan minyak dan gas bumi. Perusahaan beroperasi komersial sejak Maret 1993. Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta, terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.352.188.5-054.000.

Perusahaan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sehubungan dengan penawaran umum 100.000.000 lembar saham yang disertai dengan penerbitan waran dalam jumlah yang sama kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100,- per saham. Jumlah waran yang telah dieksekusi pada tahun 2003 sebesar 4.537.500 lembar saham. Pernyataan ini telah menjadi efektif berdasarkan Surat Ketua Bapepam No.S/104/PM/2002 tanggal 29 Mei 2002. Pernyataan dan pencatatan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia ( dulu Bursa Efek Jakarta).

Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris

PT. Sugi Samapersada (d/h PT. Saranatama Unimada Gunabina Internasional) didirikan berdasarkan Akta Notaris Maria Kristiana Soeharyo, SH., No. 90 tanggal 26 Maret 1990. Akta Pendirian PT. Sugi Samapersada, Tbk (Perusahaan) telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-2758.HT.01.01.Th.90 tanggal 17 Mei 1990 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 24 Juli 1990 No. 59, Tambahan No. 2569/1990, dan tanggal 9 Agustus 1994 No. 63 Tambahan No. 5336/1994. Perubahan nama Perusahaan menjadi PT. Sugi Samapersada dilakukan dengan Akta Notaris Frans Elisius Muliawan, SH., No. 37 tanggal 9 September 1996 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-6167.HT.01.04. Th.97 tanggal 4 Juli 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 14 Nopember 1997 No. 91 Tambahan No. 5348/1997.

Perubahan status Perusahaan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka dan penawaran saham-saham kepada masyarakat melalui pasar modal sebanyak 100.000.000 lembar saham atau senilai Rp 10.000.000.000 dilakukan melalui Akta Notaris Hilda Sari Gunawan, SH., No. 102 tanggal 29 September 2001. Akta Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-12449 HT.01.04.Th.2001 tanggal 6 Nopember 2001.

(30)

UNTUK TAHUN - TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008

1. UMUM ( lanjutan )

: Abud Budiono

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUN TANSI

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam Laporan Keuangan adalah mata uang Rupiah

b. Piutang

c.

d. 1).

Biaya perolehan mencakup pengeluaran untuk perbaikan, penggantian, pemugaran dan peningkatan daya guna aset

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode Garis Lurus pada saat perusahaan beroperasi secara komersial dengan taksiran masa manfaat ekonomis masing-masing aset tetap sebagai berikut :

Laporan Keuangan tahun buku 2009 tidak dikonsolidasi dengan laporan keuangan anak ( PT. Distributor Komponen Utama ) karena pemilikan saham sudah dilepas (catatan 30 ). Laporan komparatif tahun buku 2008 adalah laporan konsolidasi.

Penyisihan piutang ragu-ragu kepada pihak ketiga ditetapkan sebesar 10% dari piutang usaha yang telah berumur lebih dari 120 hari untuk tahun 2009 dan 2008 atau disisihkan sebesar 100% sesuai dengan analisis manajemen mengenai kolektibilitas debitur.

Persediaan

Persediaan dibukukan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi(net realizable value). Biaya perolehan dinilai dengan menggunakan metode Rata-rata. Penyisihan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi nilai tercatat menjadi nilai realisasi bersih bila terjadi penurunan nilai yang signifikan.

Aset Tetap

Pemilikan Langsung

Anggota : A. Hardyatmaka

Susunan Komite Audit tidak mengalami perubahan pada tanggal 30 Juni 2009

Pada tahun 2009 rata-rata jumlah karyawan perusahaan adalah 17 karyawan tetap dan pada tahun 2008 sebanyak 17 orang.

Laporan Keuangan Perusahaan disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), dan peraturan Bapepam. Dasar penyusunan Laporan Keuangan, kecuali untuk Laporan Arus Kas adalah dasar akrual.

Laporan Keuangan Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan, kecuali beberapa akun sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi atas akun Laporan Keuangan. Laporan Arus Kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam kegiatan operasi, investasi dan pendanaan serta disusun berdasarkan metode langsung.

Susunan Komite Audit adalah sebagai berikut :

Ketua : Lukman Kutomi

Anggota

(31)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUN TANSI ( lanjutan )

Bangunan 20 tahun

Alat-alat Berat 8 tahun

Inventaris Kantor 4 dan 8 tahun

Kendaraan 4 dan 8 tahun

2).

-e.

Penyertaan dalam bentuk modal saham dengan kepemilikan 20 % atau lebih dinyatakan dengan Metode Kepemilikan ( Equity Method ) sebesar Biaya Perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi bersih setelah tanggal perolehan anak perusahaan sesuai dengan persentase pemilikannya. Bagian laba atau rugi bersih perusahaan tersebut disajikan dalam Laba Rugi tahun berjalan. Dividen kas yang diterima dibukukan sebagai pengurang dari nilai penyertaan. Sedangkan penyertaan dengan kepemilikan kurang dari 20 % dicatat berdasarkan biaya perolehan. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 42 mengenai Akuntansi Penggabungan Usaha yang berlaku secara efektif pada tanggal 01 Januari 1995, selisih lebih bagian nilai ekuitas anak perusahaan atas biaya perolehan(goodwill negatif) akan diakui sebagai penghasilan secara sistematis selama satu periode yang tidak kurang dari 20 tahun. Sedangkan selisih lebih biaya perolehan atas nilai ekuitas anak perusahaan(goodwill positif) diakui sebagai beban secara sistematis selama satu periode yang tidak boleh lebih dari 5 tahun.

Penyewa guna usaha(lease) memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama sejak dimulainya perjanjian sewa guna usaha

Seluruh pembayaran berkala ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian biaya perolehan barang modal yang disewa guna usaha serta bunganya, sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha(full payout lease)

Masa sewa guna usaha minimal 2 (dua) tahun.

Jika salah satu kriteria tersebut di atas tidak terpenuhi, maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (Operating Lease).

Aset sewa guna usaha dengan hak opsi dinyatakan dalam Neraca sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa ditambah nilai sisa (hak opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha.

Penyertaan Saham

Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak diamortisasi

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada Laporan Laba Rugi pada saat terjadinya. Penambahan dan pemugaran dalam jumlah besar dikapitalisasi jika menambah umur ekonomis. Aset tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam Laporan Laba Rugi pada periode yang bersangkutan.

Sewa Guna Usaha

Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease) apabila memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30 tentang " Akuntansi Sewa Guna Usaha", adapun syarat-syarat tersebut sebagai berikut :

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :