• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KERANGKA TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

9 BAB II

KERANGKA TEORI 2.1 Teori S-O-R

Teori SOR (Stimulus, Oganism, Response) merupakan proses dalam bidang komunikasi yang akan menimbulkan reaksi khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian dengan pesan dan reaksi komunikan. Dikutip dari Syahdi (2018) “Pengaruh Terpaan Mobile Advestising Berupa SMS (Short Message Service) Operator Kartu AS Terhadap Sikap Pengguna Telepon Seluler Di Lingkungan Mahasiswa Univeristas Baru” (2018) teori S-O-R dikemukakan oleh Hovland et al (1953) sebagai singkatan dari (Stimulus, Organism, Response) yang artinya adalah menusia yang memiliki jiwa meliputi komponen-komponen: sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi, dan koneksi.

Dalam teori ini, organism dapat menghasilkan perilaku tertentu jika ada kondisi atau perilaku stimulus tertentu pula.

Teori SOR merupakan teori yang cocok untuk digunakan dalam penelitian ini, dimana dalam komunikasi tidak hanya tentang mendengar namun juga bisa mentarnsfer keilmuan kepada anak didik, karena tujuan dalam komunikasi pendidik agar dapat menjadi ilmu (kognitif) juga dapat merubah sikap perilaku anak didik (affective). Dikutip dari jurnal Dani Kurniawan “ Komunikasi Model Laswell Dan Stimulus-Organism-Response Dalam Mewujudkan Pembelajaran Menyenangkan” (2018). Menurut Hovland, Janis dan Kelly komunikasi adalah suatu proses yang dilalui dimana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) yang bertujuan untuk mengubah, membentuk perilaku seseorang (komunikan).

Model organism menghasilkan perilaku tertentu yang diikondisikan oleh stimulus khusus, sehingga dapat dikatkan seseorang yang mengharapkan sesuatu dan memperkirakan dapat menyesuaikan antara pesan dan reaksi komunikan.

Asumsi dasar dari model ini adalah media massa dapat menimbulkan efek terarah,

(2)

10 segera dan langsung terhadap komunikan. Stumulus Respon Theory atau SR Theory.

Dikutip dari jurnal “Media Sosial Sebagai Media Alternatid Manfaat dan Pemuas Kebutuhan Informasi Masa Pademik Global Covid 19 (Kajian Analisis Teori Uses And Gratification)” (2020) Herta Herzog (1944) yang memulai kajiannya mengenai uses and gratifications dengan melakukan klasifikasi beberapa alasan mengapa masyarakat memilih media yang kgusus. ia melakukan wawancara terhadap penggemar opera sabun dan mengidentifikasi tiga macam gratifikasi, yang pertama ada emosi, pembelajaran dan wishful thinking.

Inti dari taori ini adalah bahwa setiap proses dari efek media terhadap individu, harus diawal melalui perhatian yang khusus atau terpaan oleh beberapa pesan media. Hasil dari teori ini untuk menjangkau waktu dan membuat suatu perbedaan, biasanya pada sebagian orang yang jumlahnya banyak. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat dan anak sekolah dasar mendapatkan stimulus yaitu terpaan pesan dari buku-buku perencanaan kewaspadaan bencana tsunami lalu kemudian pada jangka waktu tertentu menciptakan suatu perbedaan atau pengaruh terhadap mereka.

Adapun keterangan model SOR (Stumulus, Organism, Respon) dalam penelitian ini adalah

1) Stimulus yang di maksud adalah pesan yang telah disampaikan melalui buku cerita bergambar tentang perencanaan buku seri pengetahuan bencana tsunami untuk sekolah dasar.

2) Organisme yang di maksud adalah anak-anak Sekolah Dasar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

3) Respon yang di maksud adalah perubahan perilaku dan penambahan pemahaman di kalangan masyarkat khususnya pada anak Sekolah Dasar.

2.2 Kajian Literatur

(3)

11 2.2.1 Bencana Alam

Menurut Undang-undang tentang penanggulangan bencana no 24 tahun 2007 pasal 1 dalam penelitian Central-Local Government dalam Manajemen Bencana Pandemi COVID-19 di Indonesia (2021) menyatakan bahwa bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam antara lain, gempa bumi, tsunami, gunung Meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor atau faktor non-alam seperti banjir dan kebakaran akibat dari faktor manusia yang kurang menjaga lingkungan sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis, dalam Fadel Muhammad, Ahmaddul Hadi, Dedy Irfan (2018)1. Bencana alam adalah suatu peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kelangsungan hidup masyarakat , bencana alam rata-rata juga tidak dapat di prediksi oleh manusia di keranakan hal tersebut terjadi akibat aktivitas alam itu sendiri, dan hal tersebut bisa terjadi kapanpun dan di manapun. Indonesia merupakan salah satu wilayah rawan bencana, terbukti dengan adanya aktivitas- aktivitas bencana alam setiap tahunnya. Seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, erupsi, dan tsunami. Bencana alam kerap kali menyerang Indonesia.

Menurut data yang dihimpun dari Merdeka.com2, Dikutip dari Buletin Psikologi Universitas Gadjah Mada, menurut catatan The Global Seismic Hazard Assesment Program, disebutkan bahwa Indonesia rentan terjadi letusan gunung berapi, gempa bumi, retakan lapisan tanah dan semburan gas bumi.

2.2.2 Bencana Tsunami

Menurut Fauzi, Hunainah dan Humaedi (2020), Tsunami adalah ombak yang terbentuk diakibatkan oleh adanya gempa bumi, gempa laut, gunung Meletus, atau

1 http://tip.ppj.unp.ac.id/index.php/tip/article/view/93/59

2 https://www.merdeka.com/jatim/ketahui-pengertian-bencana-alam-beserta-jenis-dan-

mitigasinya-perlu-diketahui-kln.html

(4)

12 hantaman meteor di laut. Tsunami sering dianggap sebagai gelombang dari air pasang.

Hal ini terjadi karena pada saat pencapaian daratan gelombang tsunami lebih menyerupai air pasang yang tinggi dari pada menyerupai ombak biasa yang mencapai pantai secara alami oleh tiupan angin.3

Dari penjelasan tentang pengertian bencana tsunami diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tsunami merupakan serangkaian gelombang air laut yang menuju daratan dalam jumlah yang sangat banyak secara mendadak karena sebelumnya telah terjadi gempa atau guncangan yang sangat kuat dari dasar laut (Mussadun & Fauzi, 2021)

Dampak dari bencana tsunami secara fisik yaitu dapat menimbulkan kerusakan pada rumah tunggal, bangunan pantai, prasarana lalu lintas, listrik, alat komunikasi, dan suplai air. Pada akhirnya tsunami akan merusak sektor perikanan, pertanian, kehutanan, bahkan hingga peristiwa.

2.2.3 Buku

Rahman (2018) menyatakan bahwa buku adalah hasil pikiran berisi dengan ilmu pengetahuan dari hasil analisis terhadap kurikulum secara tertulis. Pembuatan buku sendiri disusun dengan bahasa yang simpel, menarik dan dilengkapi dengan daftar pustaka. Materi yang terdapat dalam buku berbasis cetakan yang paling dikenal adalah buku teks, majalah, jurnal, buku panutan, dan lembaran lepas. Pembelajaran berbasis teks yang interaktif mulai popular pada tahun 1960-an dengan istilah pembelajaran terprogram (programmed instruction) yang merupakan materi untuk belajar mandiri.

Buku cerita secara garis besar merupakan buku cerita bergambar yang ditulis dengan gaya Bahasa yang ringan dan dilengkapi dengan gambar yang menjadi satu kesatuan. Tema yang dibuat dalam cerita bergambar biasanya dibuat berkenaan dengan

3 https://repository.its.ac.id/71256/2/3612100014-undergraduate-theses.pdf

(5)

13 pribadi/ pengalaman pribadi sehinngga pembaca udah mengerti dan mendefinisikan dirinya ( Rahmawati, 2017, hal 89)

Menurut Rothlein dan Meinbach (1991:90) “a picture storybooks conveys its message through illustrations and written text; both elements are aqually important to the story”. dalam Hendra Adipta, Maryaeni, Muakibatul Hasanah (2016) ungkapan ini mengandung pengertian cerita bergambar merupakan buku yang memuat pesan melalui ilustrasi berupa gambar dan tulisan didalamnya.

Buku cerita bergambar adalah cerita berbentuk buku, yang didalamnya terdapat gambar sebagai perwakilan cerita yang saling berkaitan dan juga terdapat tulisan yang dapat mewakili isi cerita yang ditampilkan oleh gambarnya.4

Pendistribusian buku cerita bergambar nantinya akan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan di unggah melalui jaringan internet berupa pen dan juga dengan di cetak. Pada era kemajuan teknologi seperti ini penggunaan media buku digital akan sangat membantu dalam penyampaian informasi dikarenakan lebih efisien dalam waktu pembelajaran dan mengurangi beban para pendidik dalam menyajikan informasi yang ingin mereka sampaikan (Mentari, Sumpono, & Ruyani, 2018).

2.3 Penelitian Terdahulu

Dari penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa penelitian yang berjudul Analisis Buku Anak Seri Pengetahuan Bencana Alam “Yuk, Cegah Kebakaran” yaitu setiap orang tua perlu untuk mendampingi anak dalam belajar mengenai bencana alam dan cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana. Selain itu buku ini banyak menggunakan kata-kata yang baru dan kompleks maka dari itu perlu adanya pendampingan khusus dari orang tua untuk mempelajarinya. Judul kedua yaitu

“Pembuatan Buku Cerita Anak Bermuatan Penanggulangan Bencana di SDN Bangunrejo 1, SDN Bangunrejo 2, dan SDN Baluwarti Yogyakarta” penelitian ini

4 https://ejournal.uksw.edu/scholaria/article/download/1866/1275/

(6)

14 menjelaskan bahwa ada beberapa sekolah yang memiliki potensi untuk terjadinya bencana, dengan itu peneliti ingin mengedukasi setiap guru untuk membuat buku cerita bergambar yang baik dan mudah dipahami dengan tujuan agar setiap siswa dapat belajar mengenai tanggap bencana dengan baik. Judul ketiga Pengembangan Buku Cerita Bergambar Tentang Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Api Untuk Siswa SD dari judul ini, penulis ingin menguji kelayakan buku untuk digunakan. Dari ketiga penelitian ini, dapat dilihat ada beberapa kesamaan terhadap penelitian yang akan peneliti lakukan, dan perbandingan. Kesamaan yaitu dengan membuat pembelajaran mengenai bencana alam kepada anak-anak dan memberikan edukasi mengenai bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana alam, perbedaan dari penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu dengan menggunakan gambar yang mempermudah anak-anak mengerti dan memahami serta membuat suasana hati anak ketika membaca buku seri pengetauhan menjadi menyenangkan.

No JUDUL NAMA

PENELITIAN TAHUN JENIS HASIL

1

ANALISIS BUKU ANAK SERI PENGETAHUAN BENCANA ALAM

“YUK, CEGAH KEBAKARAN”

Windia Hafla

Dewi 2021 Skripsi

Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak perlu pendampingan

orangtua dan guru ketika ingin belajar dari buku mengenai bencana alam dan cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana, karena buku ini menggunakan banyak kosa kata baru dan

(7)

15

konsep yang

kompleks. Oleh karena itu sebagai orangtua dan guru harus menambah

pengetahuan mereka terkait bencana dan tindakan apa yang harus menambah pengetahuan mereka terkait bencana dan tindakan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Hal ini bertujuan untuk mereka dapat mengajar materi tersebut dengan lebih baik.

2

Pembuatan Buku Cerita Anak

Bermuatan Penanggulangan Bencana Di SDN Bangunrejo 1, SDN Bangunrejo 2, Dan

SDN Baluwarti Yogyakarta

Siti Anafiah,

Ardian Arief 2018 Jurnal

Di kota Yogyakarta memiliki beberapa

sekolah yang

berpotensi terkena

bencana. Dan

dicanangkan sebagai sekolah siaga kebencanaan (SSB).

Permasalahan yang sering muncul dan

(8)

16

dirasa menjadi kendala bagi sekolah siaga kebencanaan tersebut.

Sehingga perlu ada nya media yang dapat mengedukasi, salah satu media yang dapat digunakan adalah buku cerita anak, oleh karena itu, perlu adanya pelatihan penulisan buku cerita anak bagi guru untuk media yang dapat digunakan adalah buku kebencanaan.

3.

Pengembangan Buku Cerita Bergambar

Tentang Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Api Untuk

Siswa SD

Eni Suryaningsih, Laila Fatmawati

2017 Jurnal

Hasil dari penelitian ini untuk menguji kelayakan buku untuk digunakan.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu 2.4 Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir ini diambil dari konsep hubungan antara variabel satu dengan berbagai faktor lainnya. Dapat dilihat pada pulau jawa sendiri merupakan salah satu

(9)

17 Kawasan yang rawan akan bencana Tsunami, maka dari itu kerangka berpikir ini diambil berdasarkan garis besar yang akan dibahas dan dilakukan oleh peneliti.

Referensi

Dokumen terkait

Waktu pengukuran temperatur dilakukan setiap 5 menit pada evaporator, ruang palkah dan ikan laut di dalam palkah, jumlah waktu tersebut sebagai data saat ikan laut sudah

a. Manajemen harus bersedia secara sadar memberikan informasi kepada karyawannya. Setiap pelaksana harus memahami bahwa komunikasi merupakan tanggung jawab utama, dan dalam evaluasi

diibaratkan seperti teknologi penginderaan jarak jauh menggunakan citra satelit yang digunakan untuk mendeteksi potensi sumber daya alam di suatu titik lokasi,

6) Bila ada news besar, market akan buat Momentum. 7) Tunggu close candle tersebut, next candle terus entry – pastikan di time frame kecil juga memberi setup untuk mengikut arah

Bukan itu saja, kita akan memeriksa lebih lanjut lagi adakah virus jenis lain yang ditularkan kepada Adik yang dapat menyebabkan penyakit kanker rahim (carcinoma cervix).. P2

merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan selanjutnya pertanyaan tersebut diperdalam [8]. Melakukan observasi penelitian dilakukan secara langsung dengan

Isi modul ini : Ketakbebasan Linier Himpunan Fungsi, Determinan Wronski, Prinsip Superposisi, PD Linier Homogen Koefisien Konstanta, Persamaan Diferensial Linier Homogen

Fasilitas Pajak Penghasilan diberikan kepada Wajib Pajak badan dalam negeri berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan koperasi yang melakukan penanaman modal, baik