• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

14

KONSEP PERANCANGAN

3.1 Target Market dan Strategi Komunikasi 3.1.1 Target Market

Dewasa muda usia 35 hingga 45 tahun yang sudah berkeluarga dan memiliki anak yang berusia kanak-kanak hingga dewasa. Pada taraf kelas ekonomi menengah ke bawah, disertai dengan kepribadian audiens yang memiliki sifat kekeluargaan, sosialita, kumpul, gemar jajan atau penyuka aneka kuliner.

3.1.1.1 Demografis

Audiens telah dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, pria (bapak) dan wanita (ibu) usia 35 hingga 45 tahun yang memiliki anak yang berusia kanak-kanak hingga dewasa.

3.1.1.2 Geografis

Audiens telah dikategorikan berdasarkan tempat tinggal, di sekitar kota Bandung yang dekat dengan jalan raya. Contoh:

Jalan Cikutra - Jalan Ahmad Yani - Jalan Jakarta - Jalan Kiaracondong.

3.1.1.3 Psikografis

Audiens telah dikategorikan berdasarkan perilaku psikis, menyukai suatu hal yang mudah terjangkau, murah, jumlah yang besar, tapi sesuai/setimpal dengan apa yang sangat diinginkan/diharapkan/dibutuhkan saat itu juga dengan intensitas yang tinggi akan hasratnya untuk memperoleh dan mencoba sesuatu.

(2)

3.1.1.4 Behaviour

Audiens telah dikategorikan berdasarkan minat menyukai makanan/kuliner, harga terjangkau, acara sinetron televisi, acara olahraga televisi, penikmat musik dangdut/lawas di radio.

3.1.2 Strategi Komunikasi

Upaya dalam strategi komunikasi dengan pendekatan secara non-verbal yang sudah diterapkan dengan sistem identitas visual yang terintegrasi dengan media-media pendukung. Dengan gaya bahasa yang formal untuk mengacu pada target audiens yang termasuk kategori usia dewasa muda. Selain itu, menguji efek pesan yang ingin disampaikan sehingga target audiens bisa mempertimbangkan tindakan pengambilan keputusan dalam memilih guna menangkap kepekaan target audiens pada tampilan warna dan bentuk khas identitas visual yang mudah diingat.

3.2 Konsep Komunikasi

Upaya dalam konsep komunikasi dengan membangun komunikasi persuasif. Merancang tagline didukung dengan tema kehangatan atau membangun kesan akrab dalam penyampaian pesan, melihat keadaan dan perilaku audiens yang memiliki kecenderungan selektif antara apa yang sedang dibutuhkannya dan apa yang sedang dinginkannya. Komunikasi persuasif ini melibatkan antara kedua belah pihak yaitu, komunikator (Cari Rasa) dan komunikan (Target Audiens).

3.3 Konsep Visual

3.3.1 Gaya Visual

Upaya dalam gaya visual akan lebih menampilkan tema

“Vintage” dengan membangun kesan yang dituju yaitu kehangatan dan akrab. Representasi dari kehangatan itu sendiri akan disajikan dalam bentuk identitas visual Cari Rasa yang dikombinasikan

(3)

dengan sosok penemu sekaligus pemilik perusahaan Cari Rasa yaitu almarhum Haji Katmajaya (Haji Ama) guna memperkuat keaslian yang selalu ditampilkan di berbagai media.

Berikut adalah contoh referensi sebagai acuan dalam proses perancangan identitas visual Cari Rasa:

(Gambar 3.1) Vintage di negara Indonesia – Contoh 1 Sumber: pinterest.com

(Gambar 3.2) Vintage di negara Indonesia – Contoh 2 Sumber: pinterest.com

(4)

3.3.2 Tipografi

Sebagai pemilihan jenis huruf pada perancangan ini, pertama yang akan digunakan adalah jenis huruf script dengan font “Altobello DEMO Regular” memiliki karakteristik yang klasik dan tebal guna mendukung konsep yang telah penulis gunakan pada sebelumnya.

Kedua, untuk bagian body text yang akan digunakan adalah font “D- Din Condensed Regular & Bold” guna mempermudah dalam hal keterbacaan dan kemudahan bagi pembaca yang bersangkutan.

(Gambar 3.3) Font Altobello DEMO Regular

(Gambar 3.4) Font D-Din Condensed Regular & Bold

(5)

3.3.3 Skema Warna

Sebagai pemilihan warna pada perancangan ini, menggunakan warna yang cukup cerah. Untuk pemilihan warna utama yang selalu akan ditampilkan adalah warna kuning karena berfokus pada kesan kehangatan yang dikombinasikan dengan nuansa Vintage. Selain itu, warna turunan lainnya yang berasal dari warna cokelat muda sebagai kesan tradisi, warna merah sebagai kesan kegigihan. Semua perpaduan warna ini guna mendukung aspek dalam pesan yang akan disampaikan ke dalam bentuk visual.

(Gambar 3.5) Skema Warna

(6)

3.4 Konsep Media

Upaya dalam konsep media dengan menggunakan media cetak sebagai pendukung dalam merealisasikan desain yang masih berupa softcopy menjadi hardcopy yang dikemas menjadi replika atau model peraga dengan ukuran yang akan disesuaikan, dengan catatan seperti hal yang bersifat ukuran besar atau kecil akan penulis pertimbangkan untuk tidak mencetak semua media ke ukuran aslinya yang disebut dengan miniatur. Bentuk dalam media akan berupa vector design guna mempermudah dalam melihat secara kesuluruhan yang akan ditampilkan, yang menjadi tolak ukur dalam kesinambungan sistem identitas dari satu media ke media lainnya.

(Gambar 3.6) Contoh Komposisi Miniatur – Outlet Cari Rasa Sumber: dokumentasi pribadi

(7)

3.5 Karya Perancangan 3.5.1 Logo

Identitas dengan menampilkan sebuah objek yang diwakili oleh pelopor atau penemu Cari Rasa pertama kalinya didukung oleh gaya visual Vintage menjadi wujud yang mendasari logo yang telah dirancang. Komposisi dan warna yang melengkapi kesan dan cara menyampaikan pesan yang ingin dicapai adalah homemade dengan adanya kesan kehangatan, kegigihan dan tradisi.

Keterlibatan antara tokoh pelopor atau penemu yang menjadi ciri khas dalam logo sebagai identitas Cari Rasa yang baru guna membangun citra perusahaan yang lebih mempunyai kesan dan anggapan yang sesuai dengan makna filosofis dan historis dari brand Cari Rasa itu sendiri.

(Gambar 3.7) Logo Baru – Cari Rasa

(8)

3.5.2 Panduan Penerapan Sistem Identitas Visual

Cara untuk mengetahui seberapa pentingnya dalam mengetahui upaya dalam menerapkan identitas seperti logo ke berbagai media yang akan dijadikan sebagai wadah untuk menampilkan citra perusahaan yang konsisten, perlu adanya panduan untuk dapat memahami esensi yang telah dibangun oleh perusahaan.

Mengenai hal yang bersifat teknis akan dijelaskan secara terperinci dalam satu panduan yang disebut dengan Panduan Penerapan Sistem Identitas Visual. Dengan hal seperti yang telah dibahas sebelumnya, sistem pada identitas memiliki peran penting dalam memperkuat keaslian dari identitas Cari Rasa, maka dari itu panduan ini bertujuan menjadi tolak ukur kesinambungan antara satu media ke media lainnya dapat terwujud dengan baik.

(Gambar 3.8) Panduan Penerapan Sistem Identitas Visual – Cari Rasa

(9)

3.5.3 Kartu Nama

Salah satu media untuk memperlihatkan identitas pada kebutuhan personal, biasanya melibatkan seseorang memiliki jabatan atau status tertentu pada perusahaan. Melihat situasi di perusahaan Cari Rasa yang masih menggunakan cara konvensional dalam mengakses informasi seputar identitas dan media pendukung lainnya.

Dengan ini, kartu nama telah dilengkapi konten seperti nama, jabatan dan informasi seputar kontak yang biasa diakses secara umum.

Didukung oleh identitas Cari Rasa yang paling dominan dan warna khas dominan berwarna kuning sebagai skema warna yang selalu diterapkan.

(Gambar 3.9) Kartu Nama – Cari Rasa

(10)

3.5.4 Kop Surat

Salah satu media berikut ini masih dalam ruang lingkup dari perlengkapan perusahaan yang bersifat formal. Biasanya kebutuhan untuk memenuhi seperti surat perjanjian, surat keterangan dan lain- lain yang menyangkut dengan beberapa pihak ketiga untuk menjalin kerjasama antar intitusi lainnya maupun kepentingan-kepentingan bersifat operasional maupun non operasional.

Untuk itu dalam penerapan ke media kop surat ini disisipkan beberapa elemen visual yang menjadi ciri khas Cari Rasa, mulai dari skema warna, pola bergaris-garis dan logo yang berada tepat di posisi kanan atas pada bagian permukaan kertas kop surat sehingga mendominasi identitas yang telah disesuaikan dengan media yang bersangkutan.

(Gambar 3.10) Kop Surat – Cari Rasa

(11)

3.5.5 Amplop

Salah satu media untuk melengkapi antara perlengkapan surat yang bersifat formal pada fungsinya melindungi kertas kop surat agar kualitas di dalamnya tetap terjaga dan aman dari kemungkinan adanya upaya perusakan yang disengaja maupun tidak disengaja oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Maka dari itu, amplop ini dirancang dengan menonjolkan identitas dan ciri khas Cari Rasa dengan komposisi yang telah disesuaikan guna mendukung aspek kepekaan dalam melihat secara kesuluruhan.

(Gambar 3.11) Amplop – Cari Rasa

(12)

3.5.6 Cap/Stempel

Salah satu media berupa alat pengesahan yang memiliki simbol tertentu, biasanya selalu menggunakan logo perusahaan yang bertujuan sebagai identitas untuk dikenali oleh audiens maupun institusi yang terlibat di dalamnya.

Karena penggunaannya bersifat keabsahan dalam suatu keperluan penting atau disebut dengan legalitas, maka dari itu cap atau stempel ini dirancang menggunakan identitas Cari Rasa.

(Gambar 3.12) Cap/Stempel – Cari Rasa

(13)

3.5.7 Seragam

Salah satu media dalam bentuk pakaian dan aksesoris tambahan lainnya untuk mendukung penggunaannya dalam menampilkan citra perusahaan yang berwujud pada seragam. Sebagai media yang memiliki unsur keseragaman khususnya anggapan audiens terhadap apa yang dilihatnya terlebih dahulu dari seorang karyawan perusahaan dari pakaian yang dikenakan, untuk menampilkan suatu individu atau kelompok merupakan bagian dari identitas Cari Rasa.

(Gambar 3.13) Seragam – Cari Rasa

(14)

3.5.8 Transportasi

Salah satu media dalam bentuk transportasi pada perusahaan yang biasanya aktif pada aktifitas logistik. Kaitannya dalam media masih menampilkan identitas Cari Rasa untuk mudah dikenali oleh audiens, sehubungan dengan adanya tagline menjadi penyampaian pesan yang menjembatani dari identitas Cari Rasa.

Pada sisi komposisi lebih dominan pada tagline daripada logo yang ditampilkan, karena pertimbangan untuk menarik perhatian audiens yang secara tidak sengaja membaca dan mulai menimbulkan persepsi dalam pribadi masing-masing.

(Gambar 3.14) Transportasi – Cari Rasa

(15)

3.5.9 Paperwrap

Salah satu media berupa bahan dasar kertas khusus pembungkus makanan, dengan ketebalan hampir menyerupai kertas pada umumnya namun memiliki karakteristik lebih kesat. Penerapan pada media satu ini berperan sebagai pendukung pada kemasan utama, biasanya berada di dalam kemasan yang tertutup di dalamnya sekaligus membungkus makanan tersebut.

Untuk meninjau lebih lanjut pada konteks identitas masih didominasi oleh tagline dengan ukuran yang relatif kecil dan jumlah yang relatif penuh di bagian permukaan kertas pembungkus serta warna sebagai pendukung pada aspek visual.

(Gambar 3.15) Paperwrap – Cari Rasa

(16)

3.5.10 Banner

Salah satu media berukuran sangat besar yang biasanya dipakai sebagai penanda atau sign board untuk menampilkan identitas dengan dominasi logo yang selalu ditampilkan serta informasi seputar produk yang tersedia di toko pusat Cari Rasa.

Pada penerapannya masih menggunakan elemen-elemen yang berkaitan satu sama lain atau sistem yang diterapkan ke satu media ke media lainnya. Dengan tampilan yang kontras menjadi upaya dalam meningkatkan kepekaan dalam melihat secara keseluruhan aspek visual.

(Gambar 3.16) Banner – Cari Rasa

(17)

3.5.11 Menu

Salah satu media berupa informasi seputar produk yang tersedia di toko pusat Cari Rasa, biasanya berupa spesifikasi mengenai jenis produk, jenis bahan pendukung, jenis pengolahan dan harga. Untuk lebih mendapatkan kesinambungan antara media lainnya tentu didukung oleh identitas Cari Rasa dan warna yang selalu ditampilkan secara konsisten.

Aspek visual dikemas dengan komposisi yang ditata dengan mendahulukan headline kemudian dilanjutkan dengan informasi jenis foto produk, berupa penekanan ukuran huruf yang tebal serta 2 (dua) warna yaitu, hitam dan merah.

(Gambar 3.17) Menu – Cari Rasa

(18)

3.5.12 Gerobak

Salah satu media yang berperan sebagai alat penggerak dilengkapi rod, digunakan pada kegiatan jual-beli yang dilaksanakan ke berbagai kawasan Kosambi dan sekitarnya. Dari ukuran yang hampir setara dengan tinggi badan orang Asia pada umumnya, menjadikannya sebagai media yang fleksibel dalam penggunaannya sehari-hari.

Untuk keseluruhan, komposisi berupa identitas Cari Rasa dan warna selalu ditampilkan hampir di beberapa bagian jendela kaca kecil di bagian samping gerobak. Tampilan visual yang selalu menggunakan ciri khas logo, tagline dan warna menjadi salah satu upaya yang selalu diterapkan ke media satu ini.

(Gambar 3.18) Gerobak – Cari Rasa

(19)

3.5.13 Kemasan Kecil & Besar

Salah satu media yang menjadi pembungkus utama atau wadah yang melindungi makanan dari kerusakan. Serta pola lipatan yang disesuaikan guna mempermudah untuk merakit kemasan kecil dan besar menjadi dus persegi panjang. Dengan ketebalan pada bahan yang digunakan relatif kuat untuk menahan makanan dari kontaminasi maupun potensi kerusakan pada kemasan.

Komposisi pada media kemasan kecil dan besar selalu menggunakan identitas Cari Rasa dan warna yang kontras. Dengan demikian kemasan tersebut dapat menampilkan identitas yang dilihat secara keseluruhan.

(Gambar 3.19) Kemasan Kecil & Besar – Cari Rasa

(20)

3.5.14 Nota Kecil & Besar

Salah satu media berupa buku catatan yang berisi tentang spesifikasi produk dan harga yang dikemas dengan metode catatan secara manual atau tulis tangan editable guna mempermudah rincian transaksi sebagai bukti yang sah dari pihak penjual dan pembeli.

Untuk konten di dalamnya berupa jumlah, nama produk, harga produk dan total harga sebagai informasi yang dapat dicatat oleh tulisan tangan maupun alat tulis.

Komposisi yang diterapkan pada media satu ini juga didominasi oleh identitas Cari Rasa dan warna yang selalu ditampilkan pada media-media sebelumnya dengan tercapainya kesinambungan yang konsisten pada aspek visual.

(Gambar 3.20) Nota Kecil & Besar – Cari Rasa

(21)

3.5.15 Neon Box

Salah satu media berupa tiang yang didukung oleh simbol dari identitas Cari Rasa dengan ukuran yang menjulang tinggi sebagai tanda penunjuk keberadaan toko pusat Cari Rasa. Dengan spesifikasi yang tinggi dan lebar yang disesuaikan dengan jangkauan jarak pandang audiens. Biasanya menggunakan penopang tambahan sebagai penguat neon box yang menggantung pada tiang yang tinggi.

Komposisi pada media satu ini menjadi yang lebih besar daripada media lainnya, diantaranya adalah identitas Cari Rasa serta warna yang juga ikut membesar pada skala ukuran, namun segi penerapannya masih sama dengan satu media ke media lainnya.

(Gambar 3.21) Neon Box – Cari Rasa

Referensi

Dokumen terkait

“Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo

mazhab telah bersepakat kata bahawa hukumnya adalah sunnat bagi jiran tetangga dan kaum kerabat yang jauh membuat makanan kepada mereka, bukan mereka membuat makanan dan

Hubungan Antara Jumlah Jam Kerja Sehari Dengan Keracunan Merkuri Hasil analisis bivariat antara lama jam kerja penambang dengan kejadian keracunan diperoleh hasil dari 23

Kelompok yang diberi minum air kelapa genjah salak (Cocos nucifera L) memiliki perbedaan peningkatan kadar glukosa darah yang lebih tinggi secara signifikan pada menit ke

Kepercayaan tinggi akan suatu agen hayati apabila organisme hanya menyerang target gulma atau sedikit tanaman yang masih satu genus. • Agen hayati yang di lepaskan harusdi monitor

Individu-individu yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda saling berhubungan dan berinteraksi dari melakukan komunikasi antar pribadi sampai dengan melakukan

Adapun usaha dan solusi yang dilakukan mahasiswa praktikan untuk mengatasi hambatan PPL antara lain meminjam laptop mahasiswa yang lain ketika

Hasil ini menunjukkan pula bahwa pewarna sintetis yang terdapat pada sebagian besar sampel yang dijual di lokasi sampling merupakan pewarna yang diizinkan penggunaannya untuk