• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Hasil Kuisioner

Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan profil dan jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel. Variabel dalam penelitian ini antara lain Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), dan Kepuasan Pelanggan (Y)

4.1.1. Deskripsi Identitas Responden

Berikut ini adalah gambaran karakteristik responden :

1. Jenis Kelamin Responden

Jenis kelamin responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.1:

Tabel 4.1 Deskripsi Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah

Responden Persentase (%)

Laki-laki 110 45.3%

Perempuan 133 54.7%

Total 243 100%

Sumber: lampiran 3, diolah

Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah berjenis kelamin perempuan sebesar 133 orang atau 54.7%. Sedangkan sisanya responden laki-laki berjumlah 110 orang atau 45.3%.

(2)

2. Umur

Umur Responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.3:

Tabel 4.3 Deskripsi Usia Responden Umur Responden Jumlah

Responden Persentase (%)

17 – 25 tahun 43 17.7%

26 – 35 tahun 68 28%

36 – 45 tahun 93 38.3%

> 46 tahun 39 16%

Total 243 100%

Sumber: lampiran 3, diolah

Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa umur responden 36 - 45 tahun adalah berjumlah 93 orang atau 38.3%, untuk umur responden 26 - 35 tahun berjumlah 68 orang atau 28%, dan untuk umur responden 17 - 25 tahun berjumlah 43 orang atau 17.7%, sedangkan yang berusia diatas 46 tahun berjumlah 39 orang atau 16%.

3. Rata-Rata Frekuensi Pekerjaan

Rata-rata Frekuensi Pekerjaan responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.3:

Tabel 4.4 Rata-Rata Frekuensi Pekerjaan

Jumlah

Responden Persentase (%)

Mahasiswa 55 22.6%

Pegawai 79 32.5%

Wiraswasta 62 25.5%

Lain-lain 47 19.3%

Total 243 100.0%

Sumber: lampiran 3, diolah

Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa mayoritas Rata-Rata yang berprofesi sebagai pegawai berjumlah 79 orang atau 32.5%, untuk responden yang berprofesi sebagai wiraswasta berjumlah 62 orang atau 25.5%, dan untuk

(3)

mahasiswa berjumlah 55 orang atau 22.6%, sedangkan untuk pekerja lain-lain 47 orang atau 19.3%.

4.1.2. Analisis Deskripsi Jawaban Responden Tabel Tingkat Kepuasan

 

        

        

Besarnya interval kelas mean setelah diketahui, kemudian dibuat rentang skala, sehingga dapaat diketahui di mana letak rata-rata penilaian responden terhadap setiap variabel yang dipertanyakan. Contoh rentang skala mean tersebut ditunjukkan sebagai berikut:

1,00 - < 1,80 = Sangat tidak puas (STP), 1,81 - < 2,60 = Tidak Puas (TP),

2,61 - < 3,40 = Netral / Ragu-ragu (N/R), 3,41 - < 4,20 = Puas (P),

4,21 - < 5,00 = Sangat Puas (SP),

Sedangkan interval kelas untuk mengukur variable Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) ditunjukkan sebagai berikut:

1,00 - < 1,80 = Sangat Buruk (SB), 1,81 - < 2,60 = Buruk (B),

2,61 - < 3,40 = Netral / Ragu-ragu (N/R), 3,41 - < 4,20 = Baik (B),

4,21 - < 5,00 = Sangat Baik (SB),

(4)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi operasional variabel dalam penelitian ini antara lain Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), dan Kepuasan Pelanggan (Y) yang ditunjukkan sebagai berikut : 1. Analisis Deskripsi Variabel Information Quality (X1)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Information Quality (X1) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.5 sebagai berikut :

Tabel 4.5 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel Information Quality (X1)

No. Pernyataan Rata-Rata

1. Kesesuaian isi / materi yang disajikan pada forum jual beli www.kaskus.us dengan keadaan yang

sebenarnya 3.48

2. Keterkinian informasi (informasi yang up to date), harga dan produk-produk yang ditawarkan sesuai

dengan perkembangan atau tren saai ini 3.93 3. Kejelasan informasi yang diberikan pada konsumen

khususnya tentang produk-produk yang dijual dipresentasikan dengan benar dan jelas

3.27 4. Kelengkapan isi yang disajikan pada forum jual

beli www.kaskus.us 3.27

Rata-Rata Variabel Information Quality (X1) 3.49 Sumber : Lampiran 3, diolah

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa variabel Information Quality (X1) mengatakan “Keterkinian informasi (informasi yang up to date), harga dan produk-produk yang ditawarkan sesuai dengan perkembangan atau tren saat ini”

memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 3.93, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. Sedangkan secara umum pernyataan variabel Information Quality (X1) mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.49, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan Information Quality menurut responden dipresepsikan baik.

(5)

2. Analisis Deskripsi Variabel System Quality (X2)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi System Quality (X2) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.6 .

Tabel 4.6 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel System Quality (X2)

No. Pernyataan Rata-Rata

1. Jaminan atas kerahasiaan data-data dan informasi

pribadi yang dimiliki oleh konsumen 3.72 2. Kemudahan dalam memahami dan menelusuri

informasi yang ada pada forum jual beli 3.63 3. Konsistensi baik design, isi dan aturan-aturan yang

ada di forum jual beli www.kaskus.us 3.25 Rata-Rata Variabel System Quality (X2) 3.53

Sumber : Lampiran 3, diolah

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa variabel System Quality (X2) mengatakan

“Jaminan atas kerahasiaan data-data dan informasi pribadi yang dimiliki oleh konsumen” memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 3.72, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. sedangkan secara umum pernyataan variabel System Quality (X2) mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.53, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan System Quality menurut responden dipresepsikan cukup baik.

3. Analisis Deskripsi Variabel Service Quality (X3)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Service Quality (X3) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.7 sebagai berikut :

Tabel 4.7 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel Service Quality (X3)

No. Pernyataan Rata-Rata

1. Kemudahan dalam sistem pembayaran dan

pengiriman barang 3.93

2. Ketepatan pengiriman barang yang dipesan 3.47 3. Kesesuaian barang yang dikirim dengan yang

ditampilkan di website 3.18

4. Kondisi barang yang diterima konsumen dalam

keadaan baik 3.31

5. Kecepatan respon yang diberikan terhadap 3.48

(6)

No. Pernyataan Rata-Rata kebutuhan konsumen

6. Kejelasan aturan yang dapat

dipertanggungjawabkan 3.65

7. Kritik dan saran terhadap konsumen 3.50 Rata-Rata Variabel Service Quality (X3) 3.50

Sumber : Lampiran 3, diolah

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel Service Quality mengatakan

“Kemudahan dalam sistem pembayaran dan pengiriman barang” memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 3.93, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. sedangkan secara umum pernyataan variabel Service Quality mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.50, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan Service Quality menurut responden dipresepsikan baik.

4. Analisis Deskripsi Variabel Kepuasan Pelanggan (Y)

Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Kepuasan pelanggan (Y) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.12 sebagai berikut

Tabel 4.12 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel Kepuasan Pelanggan (Y)

No. Pernyataan Rata-Rata

1. Kepuasan anda atas kualitas informasi yang dimiliki

oleh www.kaskus.us 3.72

2. Kepuasan anda atas kualitas sistem yang dimiliki 4.17 3. Kepuasan anda atas kualitas layanan dan pengelola

www.kaskus.us 3.86

Rata-Rata Variabel Kepuasan Pelanggan (Y) 3.92 Sumber : Lampiran 3, diolah

Tabel 4.12 menunjukkan bahwa variabel Kepuasan Pelanggan (Y) mengatakan “Kepuasan anda atas kualitas sistem yang dimiliki” memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 4.17, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. sedangkan secara umum pernyataan variabel kepuasan pelanggan mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.92, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan kepuasan pelanggan menurut responden dipresepsikan sangat baik.

(7)

4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas 4.2.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuisioner.

Berikut hasil pengujian validitas dengan perhitungan koefisien korelasi Pearson Product Moment .

Tabel 4.13 Uji Validitas

Variabel Pernyataan Koefisien Korelasi Sig rtabel Kesimpulan

Information Quality (X1)

X1.1 0.809 0.000 0.0823 Valid

X1.2 0.833 0.000 0.0823  Valid X1.3 0.605 0.000 0.0823  Valid X1.4 0.653 0.000 0.0823  Valid

System Quality (X2)

X2.1 0.775 0.000 0.0823 Valid

X2.2 0.833 0.000 0.0823 Valid

X2.3 0.781 0.000 0.0823 Valid

Service Quality (X3)

X3.1 0.693 0.000 0.0823 Valid

X3.2 0.661 0.000 0.0823 Valid

X3.3 0.657 0.000 0.0823 Valid

X3.4  0.651 0.000 0.0823 Valid X3.5  0.711 0.000 0.0823 Valid X3.6  0.591 0.000 0.0823 Valid X3.7  0.458 0.000 0.0823 Valid Kepuasan

Pelanggan (Y)

Y3.1 0.842 0.000 0.0823 Valid

Y3.2 0.779 0.000 0.0823 Valid

Y3.3 0.717 0.000 0.0823 Valid

Sumber: Lampiran 4, data diolah

Berdasarkan Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian validitas indikator dari semua variabel bebas maupun variabel terikat menunjukkan valid, karena nilai korelasi lebih besar dari rtabel sehingga dinyatakan bahwa semua variabel penelitian telah valid.

(8)

4.2.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah pertanyaan yang diajukan terhadap responden akan memberikan jawaban yang cenderung konsisten.

Uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan pada variabel kepuasan konsumen (fasilitas dan pelayanan) nilai koefisien korelasi product moment lebih besar daripada nilai r dalam tabel pada α = 5%. Hasil uji reliabilitas terhadap kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 4.14 berikut :

Tabel 4.14 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Kesimpulan

Information Quality (X1) 0.677 Reliabel

System Quality (X2) 0.688 Reliabel

Service Quality (X3) 0.729 Reliabel

Kepuasan Pelanggan (Y) 0.668 Reliabel Sumber: Lampiran 5, diolah

Dari tabel 4.14 dapat dilihat bahwa variabel kepuasan konsumen (Information Quality, System Quality, Service Quality) mempunyai nilai koefisien korelasi product moment yang lebih besar dari r tabel, sehingga semua variabel tersebut dinyatakan reliabel.

4.3. Hasil Uji Asumsi Klasik 4.3.1. Uji Normalitas

Uji normalitas berujuan untuk menguji apakah model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak.

Berdasarkan hasil perhitungan uji kolmogorov smirnov terhadap residual regresi dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut :

(9)

Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas Model

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

243 3,9162963 ,48165563 ,086 ,056 -,086 1,336 ,056 N

Mean

Std. Deviation Normal Parametersa,b

Absolute Positive Negative Most Extreme

Differences

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

Unstandardiz ed Predicted

Value

Test distribution is Normal.

a.

Calculated from data.

b.

Langkah-langkah pengujian : 1. Hipotesa :

H0 : Residual regresi berdistribusi normal H1 : Residual regresi tidak berdistribusi normal 2. Statistik uji : nilai Kolmogorov Smirnov

3. Kritera penerimaan dan penolakan hipotesis yaitu : a. Bila siginifikansi < α , maka H0 ditolak

b.Bila signifikansi > α, maka H0 diterima.

4. Tingkat kesalahan (α) yang digunakan adalah sebesar 5% atau 0,05 5. Besarnya signifikansi kolmogorov-smirnov untuk variabel bebas

yang terdiri dari Information Quality (X1) System Quality (X2) Service Quality (X3) dan Kepuasan Pelanggan (Y) adalah sebesar 0.056

6. Keputusan : karena signifikansi lebih besar dari α, maka H0

diterima, yang berarti residual regresi berdistribusi normal.

Karena nilai signifikansi lebih dari α maka disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Maka asumsi normalitas terpenuhi.

(10)

4.3.2. Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Menguji adanya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Factor). Jika nilai VIF lebih besar dari 10, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinieritas dengan variabel bebas yang lainnya, sedangkan jika nilai VIF lebih kecil dari 10, maka variabel tersebut tidak memiliki persoalan dengan multikolinieritas. Hasil perhitungan nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan matrik korelasi dari variabel independen dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.12 Nilai Variance Inflation Variabel Bebas

Variabel Nilai VIF

Information Quality (X1) 2.868

System Quality (X2) 1.751

Service Quality (X3) 3.605

Sumber: Lampiran 6, diolah

Dan hasil perhitungan multikolinearitas dengan melihat nilai VIF, dapat ketahui bahwa untuk semua variabel mempunyai nilai VIF di bawah angka 10.

Sehingga hasil uji multikolinearitas dengan menghitung matrik korelasi dan VIF menunjukkan tidak adanya multikolinearitas antar variabel bebas, karena nilai VIF dibawah angka 10.

(11)

4.3.3. Heterokedastisitas

Berikut adalah gambar terjadi tidaknya heterokedastisitas :

4 2

0 -2

-4

Regression Standardized Predicted Value

3

2

1

0

-1

-2

-3

Regression Studentized Residual

Dependent Variable: Kepuasan (Y) Scatterplot

Gambar 4.2 Uji Heterokedastisitas

Dari gambar 4.2 diketahui bahwa plot atau titik-titik tidak membentuk suatu pola tertentu sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.

4.3.4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah antara anggota pengamatan dalam variabel-variabel bebas yang sama memiliki keterkaitan satu sama lainnya.

Jika ada, maka model kurang akurat dalam memprediksi. Untuk mendeteksi terjadinya autokorelasi dilakukan dengan membandingkan antara nilai Durbin Watson hitung dengan nilai Durbin Watson tabel.

Tabel 4.13 Nilai Durbin Watson

Model Summaryb

1,770a Model

1

Durbin- Watson

Predictors: (Constant), Service Quality (X3), System Quality (X2), Information Quality (X1) a.

Dependent Variable: Kepuasan (Y) b.

Sumber: Lampiran 6, diolah

(12)

Berdasarkan hasil non autokorelasi atau uji Durbin-Watson diperoleh nilai D-W sebesar 1.770 (d = 1.770). Karena d = 1.770 > du = 1799 maka tidak terdapat autokorelasi.

4.4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Berdasarkan dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regresi linier berganda pada tabel 4.15.

Tabel 4.15 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Model

Unstandardized

Coefficients t hitung Sig B Std. Error

Constant 0.084 0.209 0.403 0.687

Information Quality (X1) 0.395 0.096 4.121 0.000 System Quality (X2) 0.411 0.050 8.253 0.000 Information Quality (X1) 0.286 0.107 2.667 0.008 R = 0.793 R Square = 0.628

F Hitung = 134.703 Sig. = 0.000

Ftabel = (df:3/239; α = 2%) = 2.64 ttabel = (df:242; α=5%/3) =1.97 Sumber: Lampiran 6, Data Diolah

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :

Interprestasi dari model regresi diatas adalah sebagai berikut :

1. Konstanta (a) yang dihasilkan sebesar 0.084 menunjukkan bahwa besarnya nilai Kepuasan Pelanggan (Y) sebesar 0.084 jika Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), adalah konstan.

2. Nilai koefisien Information Quality (β1) sebesar 0.395 menunjukkan bahwa jika variabel Information Quality (X1) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kepuasan Pelanggan dan sebaliknya apabila nilai

Y = 0.084 + 0.395X1 + 0.411X2 + 0.286X3

(13)

koefisien Information Quality (β1) lebih rendah maka akan mengakibatkan penurunan Kepuasan pelanggan.

3. Nilai koefisien System Quality (β2) sebesar 0.411 menunjukkan bahwa jika variabel System Quality (X2) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kepuasan Pelanggan dan sebaliknya apabila nilai koefisien System Quality (β2) lebih rendah maka akan mengakibatkan penurunan Kepuasan pelanggan.

4. Nilai koefisien Service Quality (β3) sebesar 0.286 menunjukkan bahwa jika variabel Service Quality (X3) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kepuasan Pelanggan dan sebaliknya apabila nilai koefisien Service Quality (β3) lebih rendah maka akan mengakibatkan penurunan Kepuasan pelanggan.

5. ei menunjukkan faktor pengganggu di luar model yang diteliti.

4.4.1 Analisis Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi

Tabel 4.16 Koefisien Korelasi Dan Koefisien Determinasi

Model Summaryb

,793a ,628 ,624 ,37273

Model 1

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Predictors: (Constant), Service Quality (X3), System Quality (X2), Information Quality (X1)

a.

Dependent Variable: Kepuasan (Y) b.

Sumber: Lampiran 6, Data Diolah

Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa erat hubungan antara variabel bebas (Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3)), dengan variabel tak bebas Kepuasan Pelanggan (Y), besarnya nilai koefisien korelasi adalah 0.793. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan variabel Strategi Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), dengan variabel Kepuasan Pelanggan (Y) adalah sangat erat atau sangat kuat karena nilai 0.793 hampir mendekati nilai 1.

Nilai koefisien determinasi atau R2 digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel tak bebas (Y) yaitu variabel Kepuasan Pelanggan. Hasil dari perhitungan SPSS diperoleh nilai R2 =

(14)

0.628 yang berarti bahwa sebesar 62.8% Kepuasan Pelanggan dapat dijelaskan oleh variabel Information Quality, System Quality, Service Quality. Sedangkan sisanya 37.2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.

4.4.2 Pengujian Hipotesis

Sehubungan dengan perumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebagaimana diuraikan pada bagian sebelumnya, maka dapat dijelaskan bahwa variabel-variabel yang mempunyai hubungan Kepuasan Pelanggan (Y) adalah Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3).

4.4.3 Koefisien Korelasi Parsial

Nilai korelasi parsial (r) menunjukkan berapa erat hubungan antara variabel bebas yang meliputi variabel Strategi Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), parsial terhadap variabel terikat Kepuasan Pelanggan.

Tabel 4.17 Nilai Koefisien Korelasi Parsial

Variable r r2 %

Information Quality (X1) 0.258 0.07 6.7

System Quality (X2) 0.471 0.22 22.2

Service Quality (X3) 0.170 0.03 2.9

Sumber: Lampiran 7, Data Diolah

Berdasarkan data yang didapat dilihat pada Tabel 4.14 diatas, terlihat bahwa nilai koefisien determinasi (r) terbesar adalah untuk variabel System Quality (X2) sebesar 0.471 artinya secara parsial variabel System Quality (X2) memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai prosentase hubungan sebesar 0.471. Sedangkan yang memberikan pengaruh yang terkecil terhadap Kepuasan Pelanggan adalah variabel Service Quality (X3) yaitu sebesar 0.170.

(15)

4.5 Interpretasi

Berdasarkan hasil perhitungan dengan analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan regresi model di bawah ini:

Y = 0.084 + 0.395X1 + 0.411X2 + 0.286X3

Dari nilai perolehan persamaan regresi model diketahui bahwa variabel Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) menunjukkan nilai koefisien regresi positif, hal tersebut menunjukkan adanya arah positif atau hubungan searah dari variabel Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) terhadap Kepuasan Pelanggan. Hal ini dapat diartikan bahwa jika semakin meningkat Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) maka Kepuasan Pelanggan akan semakin meningkat, begitu pula sebaliknya jika semakin menurun Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) maka Kepuasan Pelanggan akan semakin menurun.

Seluruh variabel independen atau variabel bebas berpengaruh atau dapat menjelaskan variasi dari variabel terikat sebesar 62.8%. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.628 dari hasil analisis regresi linier berganda dalam lampiran, sedangkan sisanya yaitu 37.2% adalah dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model. Angka koefisien korelasi (R) menunjukkan hubungan keterikatan antara variabel bebas Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen membeli barang online melalui situs www.kaskus.us (Y) sangat kuat karena menunjukkan angka sebesar 0.793.

Variabel yang berpengaruh paling dominan parsial terhadap kepuasan konsumen membeli barang online melalui situs www.kaskus.us adalah variabel System Quality (X2), karena mempunyai nilai korelasi parsial yang terbesar daripada variabel yang lain. Dalam hal ini indikator System Quality (X2) yang paling dominan dengan presentase sebesar 22.2% adalah terbukti.

Referensi

Dokumen terkait

Tämä johtuu varmasti siitä, että Kontulankaaren talot ovat harmaita, näin ympäristö koetaan yksitoikkoiseksi ja värittömäksi, vaikka kasvillisuutta ja tilaa talojen välissä

Abstrak 1) Dibuat dalam bahasa Indonesia dan Inggris disertai kata kunci (keywords) yang memuat 3–5 kata (atau frasa). 2) Artikel asli / laporan hasil penelitian

Annisa Rizki, 2016, Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang yang Ditambal dengan UPR-based Patch Repair Mortar, Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas

Mekanisme hubungan dan kerjasama luar negeri atas prakarsa Pihak Indonesia yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah atau pihak- pihak lain (non state actors), adalah Pertama,

Fraktur Cruris merupakan suatu istilah untuk patah tulang tibia dan fibula yang biasanya terjadi pada bagian proksimal, diafisis, atau persendian pergelangan kaki.. Pada

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa populasi Obatanpa(Pro-A) BC2C1-F2 dan KUI Carotenoid.Syn mempu- nyai harapan untuk dilepas sebagai varietas unggulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Return On Assets (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan positif terhadap harga

Nama ………. Jawatan PENGAKUAN Tandatangan ……….. a) Perjalanan pada tarikh-tarikh tersebut adalah benar dan telah dibuat atas urusan rasmi; b) Tuntutan ini dibuat mengikut