4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskripsi Hasil Kuisioner
Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan profil dan jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner untuk masing-masing variabel. Variabel dalam penelitian ini antara lain Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), dan Kepuasan Pelanggan (Y)
4.1.1. Deskripsi Identitas Responden
Berikut ini adalah gambaran karakteristik responden :
1. Jenis Kelamin Responden
Jenis kelamin responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.1:
Tabel 4.1 Deskripsi Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah
Responden Persentase (%)
Laki-laki 110 45.3%
Perempuan 133 54.7%
Total 243 100%
Sumber: lampiran 3, diolah
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa mayoritas responden adalah berjenis kelamin perempuan sebesar 133 orang atau 54.7%. Sedangkan sisanya responden laki-laki berjumlah 110 orang atau 45.3%.
2. Umur
Umur Responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.3:
Tabel 4.3 Deskripsi Usia Responden Umur Responden Jumlah
Responden Persentase (%)
17 – 25 tahun 43 17.7%
26 – 35 tahun 68 28%
36 – 45 tahun 93 38.3%
> 46 tahun 39 16%
Total 243 100%
Sumber: lampiran 3, diolah
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa umur responden 36 - 45 tahun adalah berjumlah 93 orang atau 38.3%, untuk umur responden 26 - 35 tahun berjumlah 68 orang atau 28%, dan untuk umur responden 17 - 25 tahun berjumlah 43 orang atau 17.7%, sedangkan yang berusia diatas 46 tahun berjumlah 39 orang atau 16%.
3. Rata-Rata Frekuensi Pekerjaan
Rata-rata Frekuensi Pekerjaan responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4.3:
Tabel 4.4 Rata-Rata Frekuensi Pekerjaan
Jumlah
Responden Persentase (%)
Mahasiswa 55 22.6%
Pegawai 79 32.5%
Wiraswasta 62 25.5%
Lain-lain 47 19.3%
Total 243 100.0%
Sumber: lampiran 3, diolah
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa mayoritas Rata-Rata yang berprofesi sebagai pegawai berjumlah 79 orang atau 32.5%, untuk responden yang berprofesi sebagai wiraswasta berjumlah 62 orang atau 25.5%, dan untuk
mahasiswa berjumlah 55 orang atau 22.6%, sedangkan untuk pekerja lain-lain 47 orang atau 19.3%.
4.1.2. Analisis Deskripsi Jawaban Responden Tabel Tingkat Kepuasan
Besarnya interval kelas mean setelah diketahui, kemudian dibuat rentang skala, sehingga dapaat diketahui di mana letak rata-rata penilaian responden terhadap setiap variabel yang dipertanyakan. Contoh rentang skala mean tersebut ditunjukkan sebagai berikut:
1,00 - < 1,80 = Sangat tidak puas (STP), 1,81 - < 2,60 = Tidak Puas (TP),
2,61 - < 3,40 = Netral / Ragu-ragu (N/R), 3,41 - < 4,20 = Puas (P),
4,21 - < 5,00 = Sangat Puas (SP),
Sedangkan interval kelas untuk mengukur variable Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) ditunjukkan sebagai berikut:
1,00 - < 1,80 = Sangat Buruk (SB), 1,81 - < 2,60 = Buruk (B),
2,61 - < 3,40 = Netral / Ragu-ragu (N/R), 3,41 - < 4,20 = Baik (B),
4,21 - < 5,00 = Sangat Baik (SB),
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi operasional variabel dalam penelitian ini antara lain Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), dan Kepuasan Pelanggan (Y) yang ditunjukkan sebagai berikut : 1. Analisis Deskripsi Variabel Information Quality (X1)
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Information Quality (X1) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.5 sebagai berikut :
Tabel 4.5 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel Information Quality (X1)
No. Pernyataan Rata-Rata
1. Kesesuaian isi / materi yang disajikan pada forum jual beli www.kaskus.us dengan keadaan yang
sebenarnya 3.48
2. Keterkinian informasi (informasi yang up to date), harga dan produk-produk yang ditawarkan sesuai
dengan perkembangan atau tren saai ini 3.93 3. Kejelasan informasi yang diberikan pada konsumen
khususnya tentang produk-produk yang dijual dipresentasikan dengan benar dan jelas
3.27 4. Kelengkapan isi yang disajikan pada forum jual
beli www.kaskus.us 3.27
Rata-Rata Variabel Information Quality (X1) 3.49 Sumber : Lampiran 3, diolah
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa variabel Information Quality (X1) mengatakan “Keterkinian informasi (informasi yang up to date), harga dan produk-produk yang ditawarkan sesuai dengan perkembangan atau tren saat ini”
memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 3.93, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. Sedangkan secara umum pernyataan variabel Information Quality (X1) mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.49, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan Information Quality menurut responden dipresepsikan baik.
2. Analisis Deskripsi Variabel System Quality (X2)
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi System Quality (X2) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.6 .
Tabel 4.6 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel System Quality (X2)
No. Pernyataan Rata-Rata
1. Jaminan atas kerahasiaan data-data dan informasi
pribadi yang dimiliki oleh konsumen 3.72 2. Kemudahan dalam memahami dan menelusuri
informasi yang ada pada forum jual beli 3.63 3. Konsistensi baik design, isi dan aturan-aturan yang
ada di forum jual beli www.kaskus.us 3.25 Rata-Rata Variabel System Quality (X2) 3.53
Sumber : Lampiran 3, diolah
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa variabel System Quality (X2) mengatakan
“Jaminan atas kerahasiaan data-data dan informasi pribadi yang dimiliki oleh konsumen” memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 3.72, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. sedangkan secara umum pernyataan variabel System Quality (X2) mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.53, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan System Quality menurut responden dipresepsikan cukup baik.
3. Analisis Deskripsi Variabel Service Quality (X3)
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Service Quality (X3) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.7 sebagai berikut :
Tabel 4.7 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel Service Quality (X3)
No. Pernyataan Rata-Rata
1. Kemudahan dalam sistem pembayaran dan
pengiriman barang 3.93
2. Ketepatan pengiriman barang yang dipesan 3.47 3. Kesesuaian barang yang dikirim dengan yang
ditampilkan di website 3.18
4. Kondisi barang yang diterima konsumen dalam
keadaan baik 3.31
5. Kecepatan respon yang diberikan terhadap 3.48
No. Pernyataan Rata-Rata kebutuhan konsumen
6. Kejelasan aturan yang dapat
dipertanggungjawabkan 3.65
7. Kritik dan saran terhadap konsumen 3.50 Rata-Rata Variabel Service Quality (X3) 3.50
Sumber : Lampiran 3, diolah
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel Service Quality mengatakan
“Kemudahan dalam sistem pembayaran dan pengiriman barang” memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 3.93, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. sedangkan secara umum pernyataan variabel Service Quality mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.50, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan Service Quality menurut responden dipresepsikan baik.
4. Analisis Deskripsi Variabel Kepuasan Pelanggan (Y)
Sebagaimana dijelaskan dalam definisi Kepuasan pelanggan (Y) yang merupakan salah satu variabel bebas dengan beberapa indikator yang ditunjukkan pada Tabel 4.12 sebagai berikut
Tabel 4.12 Hasil Penilaian Rata-rata Variabel Kepuasan Pelanggan (Y)
No. Pernyataan Rata-Rata
1. Kepuasan anda atas kualitas informasi yang dimiliki
oleh www.kaskus.us 3.72
2. Kepuasan anda atas kualitas sistem yang dimiliki 4.17 3. Kepuasan anda atas kualitas layanan dan pengelola
www.kaskus.us 3.86
Rata-Rata Variabel Kepuasan Pelanggan (Y) 3.92 Sumber : Lampiran 3, diolah
Tabel 4.12 menunjukkan bahwa variabel Kepuasan Pelanggan (Y) mengatakan “Kepuasan anda atas kualitas sistem yang dimiliki” memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu sebesar 4.17, yang berarti responden memberikan penilaian Sangat Setuju. sedangkan secara umum pernyataan variabel kepuasan pelanggan mendapat nilai rata-rata dari responden sebesar 3.92, yang berarti responden memberikan penilaian Setuju. Hal ini menunjukkan kepuasan pelanggan menurut responden dipresepsikan sangat baik.
4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas 4.2.1 Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuisioner.
Berikut hasil pengujian validitas dengan perhitungan koefisien korelasi Pearson Product Moment .
Tabel 4.13 Uji Validitas
Variabel Pernyataan Koefisien Korelasi Sig rtabel Kesimpulan
Information Quality (X1)
X1.1 0.809 0.000 0.0823 Valid
X1.2 0.833 0.000 0.0823 Valid X1.3 0.605 0.000 0.0823 Valid X1.4 0.653 0.000 0.0823 Valid
System Quality (X2)
X2.1 0.775 0.000 0.0823 Valid
X2.2 0.833 0.000 0.0823 Valid
X2.3 0.781 0.000 0.0823 Valid
Service Quality (X3)
X3.1 0.693 0.000 0.0823 Valid
X3.2 0.661 0.000 0.0823 Valid
X3.3 0.657 0.000 0.0823 Valid
X3.4 0.651 0.000 0.0823 Valid X3.5 0.711 0.000 0.0823 Valid X3.6 0.591 0.000 0.0823 Valid X3.7 0.458 0.000 0.0823 Valid Kepuasan
Pelanggan (Y)
Y3.1 0.842 0.000 0.0823 Valid
Y3.2 0.779 0.000 0.0823 Valid
Y3.3 0.717 0.000 0.0823 Valid
Sumber: Lampiran 4, data diolah
Berdasarkan Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa hasil pengujian validitas indikator dari semua variabel bebas maupun variabel terikat menunjukkan valid, karena nilai korelasi lebih besar dari rtabel sehingga dinyatakan bahwa semua variabel penelitian telah valid.
4.2.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah pertanyaan yang diajukan terhadap responden akan memberikan jawaban yang cenderung konsisten.
Uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan pada variabel kepuasan konsumen (fasilitas dan pelayanan) nilai koefisien korelasi product moment lebih besar daripada nilai r dalam tabel pada α = 5%. Hasil uji reliabilitas terhadap kedua variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 4.14 berikut :
Tabel 4.14 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Alpha Kesimpulan
Information Quality (X1) 0.677 Reliabel
System Quality (X2) 0.688 Reliabel
Service Quality (X3) 0.729 Reliabel
Kepuasan Pelanggan (Y) 0.668 Reliabel Sumber: Lampiran 5, diolah
Dari tabel 4.14 dapat dilihat bahwa variabel kepuasan konsumen (Information Quality, System Quality, Service Quality) mempunyai nilai koefisien korelasi product moment yang lebih besar dari r tabel, sehingga semua variabel tersebut dinyatakan reliabel.
4.3. Hasil Uji Asumsi Klasik 4.3.1. Uji Normalitas
Uji normalitas berujuan untuk menguji apakah model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak.
Berdasarkan hasil perhitungan uji kolmogorov smirnov terhadap residual regresi dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas Model
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
243 3,9162963 ,48165563 ,086 ,056 -,086 1,336 ,056 N
Mean
Std. Deviation Normal Parametersa,b
Absolute Positive Negative Most Extreme
Differences
Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)
Unstandardiz ed Predicted
Value
Test distribution is Normal.
a.
Calculated from data.
b.
Langkah-langkah pengujian : 1. Hipotesa :
H0 : Residual regresi berdistribusi normal H1 : Residual regresi tidak berdistribusi normal 2. Statistik uji : nilai Kolmogorov Smirnov
3. Kritera penerimaan dan penolakan hipotesis yaitu : a. Bila siginifikansi < α , maka H0 ditolak
b.Bila signifikansi > α, maka H0 diterima.
4. Tingkat kesalahan (α) yang digunakan adalah sebesar 5% atau 0,05 5. Besarnya signifikansi kolmogorov-smirnov untuk variabel bebas
yang terdiri dari Information Quality (X1) System Quality (X2) Service Quality (X3) dan Kepuasan Pelanggan (Y) adalah sebesar 0.056
6. Keputusan : karena signifikansi lebih besar dari α, maka H0
diterima, yang berarti residual regresi berdistribusi normal.
Karena nilai signifikansi lebih dari α maka disimpulkan bahwa residual berdistribusi normal. Maka asumsi normalitas terpenuhi.
4.3.2. Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Menguji adanya multikolinieritas dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Factor). Jika nilai VIF lebih besar dari 10, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinieritas dengan variabel bebas yang lainnya, sedangkan jika nilai VIF lebih kecil dari 10, maka variabel tersebut tidak memiliki persoalan dengan multikolinieritas. Hasil perhitungan nilai VIF (Variance Inflation Factor) dan matrik korelasi dari variabel independen dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.12 Nilai Variance Inflation Variabel Bebas
Variabel Nilai VIF
Information Quality (X1) 2.868
System Quality (X2) 1.751
Service Quality (X3) 3.605
Sumber: Lampiran 6, diolah
Dan hasil perhitungan multikolinearitas dengan melihat nilai VIF, dapat ketahui bahwa untuk semua variabel mempunyai nilai VIF di bawah angka 10.
Sehingga hasil uji multikolinearitas dengan menghitung matrik korelasi dan VIF menunjukkan tidak adanya multikolinearitas antar variabel bebas, karena nilai VIF dibawah angka 10.
4.3.3. Heterokedastisitas
Berikut adalah gambar terjadi tidaknya heterokedastisitas :
4 2
0 -2
-4
Regression Standardized Predicted Value
3
2
1
0
-1
-2
-3
Regression Studentized Residual
Dependent Variable: Kepuasan (Y) Scatterplot
Gambar 4.2 Uji Heterokedastisitas
Dari gambar 4.2 diketahui bahwa plot atau titik-titik tidak membentuk suatu pola tertentu sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.
4.3.4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah antara anggota pengamatan dalam variabel-variabel bebas yang sama memiliki keterkaitan satu sama lainnya.
Jika ada, maka model kurang akurat dalam memprediksi. Untuk mendeteksi terjadinya autokorelasi dilakukan dengan membandingkan antara nilai Durbin Watson hitung dengan nilai Durbin Watson tabel.
Tabel 4.13 Nilai Durbin Watson
Model Summaryb
1,770a Model
1
Durbin- Watson
Predictors: (Constant), Service Quality (X3), System Quality (X2), Information Quality (X1) a.
Dependent Variable: Kepuasan (Y) b.
Sumber: Lampiran 6, diolah
Berdasarkan hasil non autokorelasi atau uji Durbin-Watson diperoleh nilai D-W sebesar 1.770 (d = 1.770). Karena d = 1.770 > du = 1799 maka tidak terdapat autokorelasi.
4.4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Berdasarkan dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regresi linier berganda pada tabel 4.15.
Tabel 4.15 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Model
Unstandardized
Coefficients t hitung Sig B Std. Error
Constant 0.084 0.209 0.403 0.687
Information Quality (X1) 0.395 0.096 4.121 0.000 System Quality (X2) 0.411 0.050 8.253 0.000 Information Quality (X1) 0.286 0.107 2.667 0.008 R = 0.793 R Square = 0.628
F Hitung = 134.703 Sig. = 0.000
Ftabel = (df:3/239; α = 2%) = 2.64 ttabel = (df:242; α=5%/3) =1.97 Sumber: Lampiran 6, Data Diolah
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Interprestasi dari model regresi diatas adalah sebagai berikut :
1. Konstanta (a) yang dihasilkan sebesar 0.084 menunjukkan bahwa besarnya nilai Kepuasan Pelanggan (Y) sebesar 0.084 jika Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), adalah konstan.
2. Nilai koefisien Information Quality (β1) sebesar 0.395 menunjukkan bahwa jika variabel Information Quality (X1) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kepuasan Pelanggan dan sebaliknya apabila nilai
Y = 0.084 + 0.395X1 + 0.411X2 + 0.286X3
koefisien Information Quality (β1) lebih rendah maka akan mengakibatkan penurunan Kepuasan pelanggan.
3. Nilai koefisien System Quality (β2) sebesar 0.411 menunjukkan bahwa jika variabel System Quality (X2) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kepuasan Pelanggan dan sebaliknya apabila nilai koefisien System Quality (β2) lebih rendah maka akan mengakibatkan penurunan Kepuasan pelanggan.
4. Nilai koefisien Service Quality (β3) sebesar 0.286 menunjukkan bahwa jika variabel Service Quality (X3) ditingkatkan, maka akan mengakibatkan peningkatan Kepuasan Pelanggan dan sebaliknya apabila nilai koefisien Service Quality (β3) lebih rendah maka akan mengakibatkan penurunan Kepuasan pelanggan.
5. ei menunjukkan faktor pengganggu di luar model yang diteliti.
4.4.1 Analisis Koefisien Korelasi Koefisien Determinasi
Tabel 4.16 Koefisien Korelasi Dan Koefisien Determinasi
Model Summaryb
,793a ,628 ,624 ,37273
Model 1
R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Predictors: (Constant), Service Quality (X3), System Quality (X2), Information Quality (X1)
a.
Dependent Variable: Kepuasan (Y) b.
Sumber: Lampiran 6, Data Diolah
Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa erat hubungan antara variabel bebas (Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3)), dengan variabel tak bebas Kepuasan Pelanggan (Y), besarnya nilai koefisien korelasi adalah 0.793. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan variabel Strategi Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), dengan variabel Kepuasan Pelanggan (Y) adalah sangat erat atau sangat kuat karena nilai 0.793 hampir mendekati nilai 1.
Nilai koefisien determinasi atau R2 digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel tak bebas (Y) yaitu variabel Kepuasan Pelanggan. Hasil dari perhitungan SPSS diperoleh nilai R2 =
0.628 yang berarti bahwa sebesar 62.8% Kepuasan Pelanggan dapat dijelaskan oleh variabel Information Quality, System Quality, Service Quality. Sedangkan sisanya 37.2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diteliti.
4.4.2 Pengujian Hipotesis
Sehubungan dengan perumusan masalah dan hipotesis penelitian yang diajukan sebagaimana diuraikan pada bagian sebelumnya, maka dapat dijelaskan bahwa variabel-variabel yang mempunyai hubungan Kepuasan Pelanggan (Y) adalah Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3).
4.4.3 Koefisien Korelasi Parsial
Nilai korelasi parsial (r) menunjukkan berapa erat hubungan antara variabel bebas yang meliputi variabel Strategi Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3), parsial terhadap variabel terikat Kepuasan Pelanggan.
Tabel 4.17 Nilai Koefisien Korelasi Parsial
Variable r r2 %
Information Quality (X1) 0.258 0.07 6.7
System Quality (X2) 0.471 0.22 22.2
Service Quality (X3) 0.170 0.03 2.9
Sumber: Lampiran 7, Data Diolah
Berdasarkan data yang didapat dilihat pada Tabel 4.14 diatas, terlihat bahwa nilai koefisien determinasi (r) terbesar adalah untuk variabel System Quality (X2) sebesar 0.471 artinya secara parsial variabel System Quality (X2) memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai prosentase hubungan sebesar 0.471. Sedangkan yang memberikan pengaruh yang terkecil terhadap Kepuasan Pelanggan adalah variabel Service Quality (X3) yaitu sebesar 0.170.
4.5 Interpretasi
Berdasarkan hasil perhitungan dengan analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan regresi model di bawah ini:
Y = 0.084 + 0.395X1 + 0.411X2 + 0.286X3
Dari nilai perolehan persamaan regresi model diketahui bahwa variabel Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) menunjukkan nilai koefisien regresi positif, hal tersebut menunjukkan adanya arah positif atau hubungan searah dari variabel Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) terhadap Kepuasan Pelanggan. Hal ini dapat diartikan bahwa jika semakin meningkat Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) maka Kepuasan Pelanggan akan semakin meningkat, begitu pula sebaliknya jika semakin menurun Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) maka Kepuasan Pelanggan akan semakin menurun.
Seluruh variabel independen atau variabel bebas berpengaruh atau dapat menjelaskan variasi dari variabel terikat sebesar 62.8%. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.628 dari hasil analisis regresi linier berganda dalam lampiran, sedangkan sisanya yaitu 37.2% adalah dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model. Angka koefisien korelasi (R) menunjukkan hubungan keterikatan antara variabel bebas Information Quality (X1), System Quality (X2), Service Quality (X3) secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen membeli barang online melalui situs www.kaskus.us (Y) sangat kuat karena menunjukkan angka sebesar 0.793.
Variabel yang berpengaruh paling dominan parsial terhadap kepuasan konsumen membeli barang online melalui situs www.kaskus.us adalah variabel System Quality (X2), karena mempunyai nilai korelasi parsial yang terbesar daripada variabel yang lain. Dalam hal ini indikator System Quality (X2) yang paling dominan dengan presentase sebesar 22.2% adalah terbukti.