commit to user 34
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Menyaji Hasil Analisis Ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang Mengatur tentang Wilayah Negara, Warga Negara dan Penduduk, Agama dan Kepercayaan, Pertahanan dan Keamanan” ini dilakukan di SMA Negeri Gondangrejo tahun pelajaran 2018/2019. Di sekolah tersebut terdapat beberapa masalah yang perlu dikaji sehingga membutuhkan beberapa solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Lokasi tempat penelitian di SMA Negeri Gondangrejo yang beralamat di Jalan Solo-Purwodadi KM 11, Gondangrejo, Karanganyar.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 di SMA Negeri Gondangrejo. Waktu penelitian direncanakan mulai bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Januari 2019, dari pengajuan judul sampai dengan penyusunan laporan penelitian.
Tabel 3.1: Kegiatan Pelaksanaan Penelitian
No. Kegiatan
2017 2018 2019
Des Jan Feb - Mei
Juni - Agust
Sept - Okt
Nov - Des
Jan
1. Pengajuan Judul 2. Penyusunan Proposal 3. Ijin Penelitian
4. Penyusunan Instrumen
5. Pengumpulan Data 6. Analisis Data
7. Penyusunan Laporan
commit to user B. Desain Penelitian
Dengan adanya penelitian ini, secara umum bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap kemampuan menyaji hasil analisis ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan di SMA Negeri Gondangrejo, Karanganyar. Sesuai dengan tujuannya, penelitian ini dirancang sebagai model penelitian eksperimen. “Metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan”
Sugiyono (2013: 107). Metode eksperimen pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan menyaji hasil analisis ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan.
Desain penelitian dalam eksperimen yang digunakan yaitu True Experimental Design dengan menggunakan bentuk posttest-only control design.
Menurut Sugiyono (2015: 112) dalam desain posttest-only control design ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok lain tidak. Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan (treatment) adalah (O1 : O2). Berikut ini adalah bentuk desain penelitian posttest-only control design:
(Sugiyono, 2011: 111)
Gambar 3.1: Rancangan/Desain Penelitian X1 O1
X2 O2
commit to user Keterangan:
X1: Dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning X2: Tanpa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning O1 : Hasil pengukuran kelompok Eksperimen
O2: Hasil pengukuran kelompok Kontrol
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Menurut Winarno Surakhamd (1994: 121) bahwa populasi ialah
“Sampel khusus mengenai penduduk yaitu jumlah tertentu dari manusia yang diselidiki secara nyata”. Menurut Sugiyono (2010: 117) Populasi adalah
“Wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Menurut Arikunto (2013:
173) secara singkat dapat dikatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian”. Margono mengungkapkan “Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan” (2004: 118). Menurut Nawawi (Margono, 2004: 118) menyebutkan bahwa populasi yaitu “Keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian”.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa populasi ialah keseluruhan dari subyek penelitian yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri Gondangrejo tahun 2018/2019 yang berjumlah 271 siswa.
commit to user
Tabel 3.2: Jumlah Siswa Setiap Kelas dari Populasi Penelitian
No Kelas Jumlah peserta didik
1. X MIA 1 34
2. X MIA 2 34
3. X MIA 3 35
4. X MIA 4 34
5. X IIS 1 32
6. X IIS 2 34
7. X IIS 3 34
8. X IIS 4 34
Jumlah 271
2. Sampel Penelitian
Menurut Mardalis (2004: 56) sampel sama artinya dengan contoh, yaitu
“Sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian”. Sedangkan Sugiyono (2015: 118) menyatakan bahwa “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel penelitian yang diambil dari populasi itu. Jadi sampel yang diambil harus benar-benar representatif (mewakili). “Apabila subyek penelitian kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semuanya, sehingga penelitiannya adalah populasi. Akan tetapi, bila subyeknya lebih dari 100 orang, maka diperbolehkan untuk mengambil sampel 10% - 15% dan 20% - 25% atau lebih” (Suharsimi Arikunto, 2006: 134).
Tujuan sampel yaitu untuk memperoleh mengenai keterangan objek penelitian dan memperoleh data yang akurat yang berkaitan dengan populasi yang akan diteliti. Tujuan yang lainnya yaitu untuk memperkirakan dan menguji hipotesa yang telah dirumuskan.
Dalam penelitian ini, peneliti menentukan sampel sebanyak 20-25% dari keseluruhan kelas X SMA Negeri Gondangrejo tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 271. Peneliti mengambil sampel kelas X IIS 3 sebagai kelompok
commit to user
eksperimen yang berjumlah 34 siswa dan kelas X IIS 4 sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 34 siswa.
D. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel menurut Margono, (2004: 125) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan teknik sampling adalah “Cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif”. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam dalam penelitian menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu pengambilan sampel penelitian secara undian dari populasi yang terdiri atas sejumlah kelas (cluster). Sampling random kluster adalah sampling random yang dikenakan berurut-turut terhadap unit-unit atau sub-sub populasi. Unit-unit atau sub-sub populasi ini disebut kluster.
Pada saat penentuan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Dari 8 kelas, setiap kelompok siswa memiliki kemampuan yang sama.
Karena faktor ini, sampel dari penelitian ini dipilih secara acak, dari hasil acak tersebut yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X IIS 3 sebagai kelas eksperimen dan X IIS 2 sebagai kelas kontrol di SMA Negeri Gondangrejo.
Satu kelas eksperimen kelas X IIS 3 yang nantinya akan diberikan treatmen dan kelas X IIS 2 tidak diberikan treatment. Sampel penelitian yaitu kelas X IIS 3 sebanyak 34 siswa dan kelas X IIS 2 sebanyak 34 siswa.
E. Pengumpulan Data 1. Variabel Penelitian
Variabel menurut Sugiyono (2015: 60) yaitu “Segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.
Dalam penelitian ini, penulis akan meneliti dua variabel, yaitu variabel terikat bebas dan variabel terikat, yaitu sebagai berikut:
commit to user a. Variabel Bebas (Independent Variabel)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Model Problem Based Learning
b. Variabel Terikat
Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan menyaji hasil analisis Ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan (Y)
2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen pengumpulan data dapat berupa observasi, analisis dokumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hingga kamera untuk foto.
a. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain (Sugiyono, 2010: 212).
Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2015: 203), “observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis”. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik observasi pada dasarnya digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat atau lokasi, dan benda serta rekaman gambar.
Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant
commit to user
observation (observasi yang tidak berperan serta). Selanjutnya dari segi instrumentasi yang digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan observasi tidak terstruktur. Pembagian tersebut sebagai berikut:
1) Observasi berperan serta adalah observasi ini melibatkan peneliti dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian
2) Observasi nonpartisipan adalah peneliti tidak terlibat secara langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpartisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen
3) Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya
4) Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Dalam melakukan penelitian tidak menggunakan instrument yang baku.
Dalam hal ini teknik observasi yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi partisipasi terstruktur, tujuan dari observasi ini untuk melengkapi data dari kuisioner atau angket, sehingga dapat lebih mengetahui hal-hal dan informan secara mendalam. Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan oleh dua observer untuk mendapatkan informasi mengenai penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan lembar observasi yang telah peneliti buat untuk mengetahui berlangsungnya proses pembelajaran. (Lembar observasi model pembelajaran Problem Based Learning dapat dilihat pada lampiran 5).
b. Analisis Dokumen
Analisis dokumen merupakan salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan melihat dokumen yang telah terkumpul,
commit to user
mempelajari kemudian menganalisisnya. Dokumen sebagai sumber data yang berbentuk tertulis atau gambar yang bisa merupakan keterangan tentang keadaan masa sekarang maupun keadaan di masa lampau yang sewaktu-waktu dapat dilihat kembali.
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu (Sugiyono 2015: 329). Data dokumen harus relevan dengan obyek penelitian. Dapat berupa laporan-laporan, artikel dan gambar di media massa, dokumen dan lain sebagainya yang mampu mendukung data yang diperlukan.
Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan analisis dokumentasi berupa lembar analisis dokumen RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran terhadap kelas eksperimen atau kelas yang diberi perlakuan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian RPP dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen.
F. Teknik Analisis Data
Teknik Analisis Data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan. Tujuan dari analisis data adalah untuk mendeskripsikan sebuah data sehingga bisa di pahami, dan juga untuk membuat kesimpulan atau menarik kesimpulan mengenai karakteristik populasi yang berdasarkan data yang diperoleh dari sampel, yang biasanya ini dibuat dengan dasar pendugaan dan pengujian hipotesis. Kegiatan analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan jenis variabel dan responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2010: 207).
commit to user
Teknik analisis data merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian. Ada dua teknik analisis data dalam suatu penelitian, yaitu teknik statistik dan non statistik. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik uji T.Test dengan alasan data variabel X dan Y adalah data interval dan akan mencari pengaruh. Menurut Suwartono (2014: 98) menjelaskan bahwa:
Yang memerlukan uji T.Test adalah penelitian-penelitian yang menguji pengaruh pemberlakuan suatu tindakan (eksperimental), dan dampak dari suatu sistem yang sudah berjalan (ex-post facto). Dalam penelitian eksperimental, ada atau tidaknya pengaruh dilihat dengan cara membandingkan kondisi sebelumnya (pre) dan sesudahnya (post) subjek penelitian diberi perlakuan yang ingin dilihat pengaruhnya, atau dengan cara membandingkan kondisi kelompok yang berlangsung sebagaimana biasanya (control) dengan kelompok lain yang diberi perlakuan sebagaimana dikehendaki (experiment).
Melalui penelitian ini, penulis akan mencari beda rerata dari dua variabel yang berupa data interval. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi adalah uji normalitas dan uji homogenitas. Data hasil Uji T.Test tersebut menunjukkan ada tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan menyaji hasil analisis ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan kelas X di SMA Negeri Gondangrejo Tahun Ajaran 2018/2019.
1. Teknik Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang diambil dari distribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini menggunakan uji Liliefors dengan cara menggunakan penafsir rata-rata (X) dan simpangan baku (S). Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Hitung rata-rata skor sampel
( − ) = ∑
commit to user 2) Hitung simpangan baku nilai skor sampel
Simpangan Baku (S) = (∑ ) (∑ )²
( )
3) Urutkan data sampel dari yang terkecil hingga yang terbesar (X1, X2, X3, …, Xn). nilai Xi dijadikan bilangan baku Z1, Z2, …, Zn. dimana nilai baku Ziditentukan dengan rumus Zi (nilai baku) = ̅
4) Tentukan besar peluang masing-masing nilai Z berdasarkan tabel Z (luas lengkung dibawah kurva normal standar dari 0 ke Z, dan disebut dengan F(Zi)
5) Hitung frekuensi kumulatif dari masing-masing nilai z, dan disebut dengan S(Zi) kemudian dibagi dengan jumlah number of chases (N) sampel
6) Tentukan nilai Lhitung = F(Zi) – S(Zi) dan bandingkan dengan Ltabel
(tabel nilai kritis untuk uji Liliefors) 7) Kesimpulannya:
a) Jika Lhitung≥ Ltabel, hipotesis statistik ditolak, data tidak normal b) Jika Lhitung< Ltabel, hipotesis statistik diterima, data normal (Hassan Suryono, 2014: 93-94)
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dalam penelitian ini adalah menggunakan varians terbesar dibandingkan varians terkecil dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Tulis Hadan Hodalam bentuk kalimat 2) Tulis Hadan Hodalam bentuk statistik 3) Cari Fhitungdengan rumus:
F =
4) Tetapkan tarif signifikansi α = 5%
5) Hitung Ftabel= F1/2α (dk varians terbesar – 1, dk varians terkecil – 1) Dengan menggunakan tabel F didapat Ftabel
commit to user 6) Bandingkan Fhitungdengan Ftabel
7) Kesimpulannya:
Fhitung≤ Ftabel, maka data homogen Fhitung> Ftabel, maka data tidak homogen
Menguji perbedaan dua rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional/ceramah. Uji perbedaan dua rata-rata menggunakan T.Test dengan syarat data berdistribusi normal dan homogen, dengan ketentuan sebagai berikut:
c. Uji Hipotesis
Setelah uji prasyarat dipenuhi maka dapat dilakukan pengujian hipotesis yang diajukan, untuk membuktikan hipotesis yang dikemukakan maka perlu adanya pengolahan data selama penelitian, dalam penelitian ini menggunakan uji T.Test. Uji T.Test digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan menyaji hasil analisis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan apakah terdapat pengaruh penggunaan model Problem Based Learning terhadap kemampuan menyaji hasil analisis ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan di kelas X SMA Negeri Gondangrejo tahun ajaran 2018/2019. Langkah-langkah penyusunannya sebagai berikut:
1) Menentukan hipotesis
Ho : jika μx ≠ μy tidak ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan menyaji hasil analisis ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara,
commit to user
warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan
Ha : jika μx = μy ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan menyaji hasil analisis ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan
2) Tingkat signifikasi: α = 0,005 3) Statistik Uji
S2= ( ) ( )
t =
Keterangan:
X1= Skor rata-rata kelas eksperimen X2= Skor rata-rata kelas kontrol 4) Daerah kritis
DK = n1+ n2- 2 5) Keputusan Uji
Jika thitung< ttabelmaka Hoditerima Haditolak Jika thitung> ttabelmaka Hoditolak Haditerima
G. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah penelitian dari awal sampai akhir. Kegiatan penelitian ini direncanakan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Tahap Pra Penelitian
Tahap ini meliputi menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perijinan, menjajaki dan menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan penelitian.
commit to user 2. Tahap Pekerjaan Lapangan
Tahap ini dimulai dengan kegiatan pengumpulan data di lokasi penelitian melalui observasi, penyebaran instrumen penelitian, penerapan model pembelajaran, dan pengumpulan dokumentasi.
3. Tahap Analisis Data
Tahap analisis data ini, kegiatan yang dilakukan adalah menyeleksi, mengurutkan, mengelompokkan data yang telah diperoleh melakukan analisis data dengan menggunakan uji hipotesis.
4. Tahap Penyusunan Laporan Penelitian.
Peneliti mulai menyusun laporan dengan melakukan pengambilan kesimpulan akhir dari permasalahan yang diteliti, kemudian hasil dari penelitian ditulis laporan dalam bentuk skripsi.