• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian - 06-BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian - 06-BAB III"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Tempat yang digunakan penelitian mengenai Penerapan Model Pembelajaran ARIAS Terintegrasi pada Pembelajaran Problem Based Instruction Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika siswa di SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Peneliti mengadakan penelitian di sekolah ini dengan pertimbangan tempat mudah dijangkau oleh peneliti sehingga efisien dalam mendapatkan data.

2. Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini direncanakan sebagai berikut: Tabel 3.1

Rincian Waktu Pelaksanaan

Jadwal Kegiatan

Bulan Pelaksanaan Tahun Ajaran 2012/2013

Februari Maret April Mei

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Perencanaan    

Pelaksanaan    

Analisis Data    

Pelaporan   

(2)

B. Subyek Penelitian

Melalui penelitian ini, guru matematika dan peneliti bertindak sebagai subjek yang memberi tindakan, sedangkan objek penelitian yang menerima tindakan kelas adalah siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Selain sebagai observer, peneliti bertugas membuat konsep, dan rancangan. C. Rancangan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan belajar matematika siswa. Kepala Sekolah, guru kelas dan peneliti dilibatkan sejak : 1) dialog awal, 2) perencanaan tindakan. 3) pelaksanaan tindakan, 4) observasi, 5) refleksi, 6) evaluasi, dan 7) penyimpulan. Langkah- langkah penelitian dapat diilustrasikan dalam siklus berikut :

Gambar 3.1.

(Tjipto Subadi 2010. Lesson Studi Berbasis PTK) Refleksi

Siklus I

Siklus II

Dialog awal

Tindakan I

Observasi dan Monitoring Evaluasi

Refleksi

Siswa Mencapai Penguasaan Kompetensi

Perencanaan terevisi Tindakan II

Observasi dan Monitoring Evaluasi

Dan seterusnya

Siswa Mencapai Penguasaan Kompetensi Perencanaan

(3)

Penjelasan :

1. Dialog Awal

Suatu pertemuan antara peneliti, kepala sekolah dan guru matematika kelas XI bersama-sama melakukan perkenalan awal kemudian berdiskusi masalah-masalah serta cara-cara peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika yang berfokus pada interaksi guru dan siswa. Peserta dialog membicarakan pembelajaran yang akan dipraktekan dan kemudian dikembangkan sehingga diperoleh kesepakatan untuk menangani masalah peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Membuat kesepakatan untuk memecahkan masalah peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui Model Pembelajaran ARIAS Terintegrasi pada Pembelajaran Problem Based Instruction

2. Perencanaan Tindakan

Hasil dialog awal yang telah diputuskan dan disepakati bersama diharapkan membawa kesadaran pentingnya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di SMA Muhammadiyah 2 Gemolong, selanjutnya disusun langkah- langkah persiapan tindakan yang terdiri :

a. Memperbaiki kompetensi material guru dalam bidang matematika. b. Identifikasi masalah dan pennyebabnya.

(4)

3. Pelaksanaan Tindakan

Tindakan dilaksanakan berdasarkan perencanaan, namun tindakan tidak mutlak dikendalikan oleh rencana. Rencana tindakan harus bersifat sementar, fleksibel dan siap diubah sesuai dengan keadaan yang ada sebagai upaya perbaikan.

4. Observasi

Observasi dilakukan dengan mengamati hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan kepada siswa, apakah rencana yang telah dibuat berjalan dengan baik, tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dapat memberikan hasil yang kurang maksimal dalam perbaikan. Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti dan guru matematika yang dibekali dengan pedoman observasi.

5. Refleksi

Refleksi pada penelitian tindakan merupakan proses observasi. Proses observasi membuat abstraksi, proses perencanaan tindakan serta berproses cepat mengacu pada pola: a). mengerjakan secara rutin, b). memperbaiki secara rutin, c). meneliti secara rutin, dan d). mengevaluasi kegiatan.

(5)

memperhatikan masukan dari guru matematika kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Gemolong.

6. Evaluasi

Kegiatan ini sebagai proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian in formasi sehingga bermanfaat untuk pengambilan keputusan tindakan. Dialog perencanaan, pengambilan keputusan tindakan, melakukan tindakan pengamatan, refleksi, dan evaluasi merupakan proses yang terkait secara logis, sistematis, dan berkesinambungan. Evaluasi diarahkan pada penemuan bukti-bukti dari peningkatan aktivitas dan kreativitas siswa dalam belajar matematika yang terjadi setelah dilaksanakan suatu tindakan. (Rancangan PTK Tjipto Subadi, 2010: 85 dalam buku Kemmis & McTaggart)

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh peneliti secara sistematis dengan prosedur yang terstandar untuk memperoleh data-data dan keterangan yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Dalam mengumpulkan data diperlukan beberapa metode yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti, adapun metode pengumpulan data yang diperlukan antara lain :

1. Metode Wawancara

Menurut Arikunto (2006: 155), “Wawancara atau interview adalah “sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk

(6)

Pada penelitian ini wawancara dilakukan secara bebas tanpa terikat oleh pertanyaan tertulis agar dapat berlangsung dengan luwes dengan arah yang terbuka. Di dalam metode wawancara terjadi interaksi antara guru kelas dengan peneliti untuk membicarakan mengenai permasalahan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran.

2. Metode Observasi

Menurut Sudjana (2006: 84) menyatakan bahwa observasi adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tingkah laku individu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun buatan.

Metode observasi digunakan untuk mengamati sikap atau tingkah laku siswa dalam interaksi pembelajaran secara langsung tentang apa yang didengar, dilihat, dan dialami siswa dalam rangka pengumpulan data. Dengan observasi, dapat diketahui kegiatan siswa dalam mempersiapkan, memperhatikan dan menanggapi penjelasan dari guru selama proses pembelajaran berlangsung.

3. Metode Tes

Menurut Arikunto (2006: 150): “Tes adalah seretan pertanyaan atau

latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”.

(7)

Terintegrasi pada Pembelajaran Problem Based Instruction untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika

Teknik pengumpulan data ini dengan cara melakukan post test di akhir pembelajaran melalui tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dan essay. 4. Metode Dokumentasi

Menurut Arikunto (2006: 132): “Teknik dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya.”

Metode dokumentasi dalam penelitian dilakukan untuk memperoleh daftar nama siswa, jenis kelamin, nomor absen, hasil belajar, RPP, foto berlangsungnya proses pembelajaran Penerapan Model Pembelajaran ARIAS Terintegrasi pada Pembelajaran Problem Based Instruction untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika pada siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Gemolong Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2013/2014.

E. Instrumen Penelitian

1. Penyusunan Instrumen

(8)

Berdasarkan cara pelaksanaan dan tujuan, penelitian ini menggunakan observasi. Dalam melakukan observasi, menggunakan pedoman observasi yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

a) Observasi tindak mengajar.

b) Observasi tindak belajar yang berkaitan dengan mpotivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.

c) Keterangan tambahan yang berkaitan dengan tindak mengajar maupun tindak belajar yang belum tercapai.

2. Validitas Data

Validitas data bertujuan menjamin kemantapan dan keabsahan data yang telah digali, dikumpulkan, dan dicatat dalam kegiatan penelitian untuk kemudian dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Dalam penelitian ini akan digunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut (Moleong, 2008: 330). Dalam hal ini, peneliti memanfaatkan peneliti yang lain dan guru matematika agar dapat membantu mengurangi kesalahan dalam mengumpulkan data.

F. Teknik Analisis Data

(9)

pengajaran data dalam penelitian ini digunakan analisis interaktif. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dilakukan dalam bentuk interaktif dengan pengumpulan data sebagai suatu proses siklus. 1. Reduksi data

Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan

2. Penyajian data

Dalam penelitian ini data hasil temuan di lapangan disajikan dalam bentuk teks deskriptif naratif yang berupa uraian singkat, tabel, diagram atau bagan dan sebagainya sehingga memudahkan untuk memahami apa yang terjadi dalam penelitian.

3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

(10)

G. Indikator Keberhasilan

Indicator yang ingin dicapai dalam penelitian ini melalui penerapan model pembelajaran ARIAS terintegrasi pada pembelajaran Problem Based Instruction untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA 1 SMA Muhammadiyah 2 Gemolong. Dalam peningkatan ini motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika menetapkan beberapa indikator yang ingin dicapai, indicator tersebut antara lain”

1. Motivasi siswa dalam bertanya.

Sebelum dilakukan tindakan, motivasi siswa dalam bertanya hanya ada 3 siswa dengan prosentase (20%). Setelah dilakukan tindakan dengan penerapan model pembelajara ARIAS terintegrasi pada pembelajaran Problem Based Instruction diharapkan dapat meningkat sebanyak 6 siswa (40%).

2. Motivasi siswa mengerjakan soal didepan kelas.

Sebelum dilakukan tindakan, motivasi siswa mengerjakan soal didepan kelas ada 5 siswa dengan prosentase (33,333%). Setelah dilakukan tindakan dengan penerapan model pembelajara ARIAS terintegrasi pada pembelajaran Problem Based Instruction diharapkan dapat meningkat sebanyak 7 siswa (46,667%).

3. Motivasi siswa dalam berdiskusi.

(11)

Problem Based Instruction diharapkan dapat meningkat sebanyak 6 siswa (40%).

4. Hasil belajar matematika

Gambar

Tabel 3.1
Gambar 3.1.

Referensi

Dokumen terkait

Dari data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ARIAS dengan menggunakan metode Problem Based Intruction dapat meningkatkan motivasi dan

Penelitian “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis Kelas X

Uji coba terbatas dilakukan oleh 1 ahli media, 1 ahli materi, dan 1 praktisi pembelajaran. Uji coba terbatas dilakukan untuk mengetahui apakah media pembelajaran layak

Motivasi internal yang dimaksud adalah motivasi yang tumbuh dari dalam diri guru yang motifnya antara lain: tanggung jawab guru, memiliki tujuan yang jelas dan

a) Mencari tempat untuk melakukan pengukuran intensitas cahaya di sekitar tempat yang akan dilakukan penelitian untuk mendapatkan tempat dengan intensitas cahaya yang

Setelah uji coba instrumen pembelajaran selesai, mulai kegiatan penelitian yaitu dilakukan pretest dan kemudian pemberian treatment atau pembelajaran kepada kelas

: Pembelajaran dengan model Problem Based Learning tidak efektif ditinjau dari kemandirian belajar matematika siswa. : Pembelajaran dengan model Problem Based Learning efektif

Terdapat beberapa teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam penelitian. Salah satu teknik pengumpulan data yang sering digunakan adalah tes. Tes digunakan