• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

45 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Profil Desa 1. Kondisi Desa

a. Sejarah Desa/ Legenda Desa (Sasakala)

Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur secara administrasi merupakan salah satu desa dari 13 desa yang ada di wilayah Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. Desa Karanganyar terletak 2 km di sebelah timur dari pusat pemerintahan Kecamatan Kandangahur, memiliki luas wilayah sekitar 8,16 km2 dan berada pada ketinggian 1-2 m dpl (dari permukaan laut) dengan kepadatan penduduk sebesar 13.467 jiwa. Desa Karanganyar merupakan wilayah dataran rendah non pantai dengan suhu rata-rata berkisar antara 280 – 300 C.

Dari total luas wilayah Desa Karanganyar, sekitar 596 Hektar (ha) dimanfaatkan sebagai lahan persawahan. Hal ini berpengaruh pada mata pencaharian masyarakatnya yang sebagian besar menjadi petani.

b. Terbentuknya Desa Karanganyar

Menurut cerita para sesepuh, Desa Karanganyar berdiri sekitar tahun 1900an dengan nama Desa Karangsinom. Dahulu Karangsinom dipimpin oleh putra daerah yang bernama Ki Bagus Patusukra. Pusat pemerintahannya terletak dilokasi yang sekarang menjadi tempat pemakaman umum/kuburan, namun berkisar tahun 1920 telah berpindah tempat karena pada masa penjajahan telah dibuka jalan raya. Nama Sinom diambil dari daun muda pohon asem, kata Sinom itu sendiri artinya daun muda. Desa Karangsinom saat itu memiliki luas wilayah sekitarr 1201, 20 yang meliputi Desa Karanganyar dan Karyamulya.

Desa Karanganyar merupakan desa induk, pada tanggal 28 Oktober 1982 Desa Karanganyar dimekarkan menjadi 2 Desa yaitu Desa Karanganyar dan Desa Karangmulya.1

1 Data Profil Desa Karanganyar Tahun 2014

(2)

46

Adapun nama-nama Kuwu atau Kepala Desa diantaranya : 1) Abdurrohman (1978 s/d 1986 )

2) Edy S. (Pjs) (1986 s/d 1988 ) 3) Saluki (1988 s/d 1996 ) 4) Suroso (1996 s/d 2008 ) 5) Subita (2008 s/d 2014 )

6) Kusuma Wijaya (September s/d Desember 2014 ) 7) Warnoto (2015 masih aktif)

c. Sejarah Pembangunan Desa

Adapun kejadian atau peristiwa yang pernah dialami baik dalam keberhasilan ataupun dalam kegagalan pembangunan desa dapat diuraikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.1

Sejarah Pembangunan Desa TAHUN KEJADIAN BAIK/

KEBERHASILAN

KEJADIAN BURUK / KEGAGALAN

1 2 3

1988 Terjadi banjir besar dengan

ketinggian 1,5 m yang menggenangi sebagian besar daerah pemukiman dan seluruh areal persawahan yang mengakibatkan gagal panen.

1989 Banjir terulang kembali di Desa

Karanganyar.

1990 Kantor Desa

Karanganyar di Bangun.

1991 Pembangunan Masjid Nurul Jihad.

1993 Pembangunan Masjid LDII

2007 Banjir terulang kembali di Desa

Karanganyar kali ini mengakibatkan satu korban jiwa akibat terbawa arus.

2008 Pembangunan gedung BKB Kemas di Blok Cilet yang di danai oleh

PNPM Mandiri

Perdesaan dan Swadaya Masyarakat.

(3)

47 2009 Perkerasan jalan Rabat

Beton di blok II sepanjang 645 m yang di danai oleh PNPM Mandiri Perdesaan dan Swadaya Masyarakat.

2010 Pembangunan jalan Beton di 2 lokasi yaitu di Blok II sepanjang 600 m dan Blok Cilet Lor sepanjang 265 m yang didanai oleh

PNPM Mandiri

Perdesaan dan Swadaya Masyarakat.

2011 PerkerasanJalan Telford sepanjang 300m yang didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan dan Swadaya Masyarakat.

2014 Pembangunan

Madrasah terletak di Blok Anjunyang didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan dan Swadaya Masyarakat.

Banjir terulang kembali di Desa Karanganyar kali ini mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat Karanganyar.

Sumber : Data Profil Desa Karanganyar Tahun 2014

d. Demografi

1) Letak Geografis

Desa Karanganyar terletak di daerah kawasan Indramayu, dengan luas wilayah 8.162 m2 hektar yang terdiri dari 100 dusun dengan 10 Rukun Warga (RW) dan 30 Rukun Tetangga (RT) yang merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Dengan batas wilayah sbb:

(4)

48 Tabel 4.2 Letak geografis

Batas Desa/kelurahan Kecamatan Sebelah utara Desa Parean Girang Kandanghaur Sebelah selatan Desa Wirakanan Kandanghaur Sebelah timur Desa Santing Losarang Sebelah barat Desa Wirapanjunan Kandanghaur

Sumber : Data Profil Desa Karanganyar Tahun 2014

2) Topografi

Desa Karanganyar merupakan desa yang berada di daerah dataran rendah dengan ketinggian 1-3 dpl (di atas permukaan laut), dimana berbatasan langsung dengan desa di luar Kecamatan Kandanghaur diantaranya sebelah timur berbatasan dengan Desa Santing Kecamatan Losarang, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Wirakanan Kecamatan Kandanghaur, sebelah barat berbatasan dengan Desa Wirapanjunan Kecamatan Kandanghaur dan serta sebelah utaranya berbatas dengan Desa Parean Girang Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.

3) Hidrologi dan Klimatologi

Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa, berdasarkan hidrologinya, aliran-aliran sungai di wilayah Desa Karanganyar merupakan aliran-aliran sungai / selokan dengan debit yang sedang dan kecil seperti :

 Selokan Apul

 Kalen Wates

 Kalen Demang

 Kalen Putet

 Kalen Gandur

 Kalen Cikuwali

 Kalen Buntu

(5)

49

 Kalen Rawa

 Kalen Wirya

 Langen Terisi

 Kalen Malang

 Kali Cilet

 Kalen Watem

 Kali Apur

 Kali Bojong

Disamping itu ada pula beberapa mata air yang bisa digunakan sebagai sumber mata air bersih, maupun sumber air untuk pertanian, tapi ada pula petani yang bertani hanya mengandalkan tadah hujan atau bertani bila musim hujan tiba.

Secara umum akhir-akhir ini terjadi penaikan curah tercatat dalam suatu tahun ini saja hampir tiap hari terjadi turun hujan sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani yang hanya mengandalkan tadah hujan.

4) Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan

Pada umumnya lahan yang berada atau terdapat di Desa Karanganyar digunakan secara produktif, karena merupakan lahan yang subur terutama untuk lahan pertanian, jadi hanya sebagian kecil saja yang tidak dimanfaatkan oleh warga, hal ini pula menunjukan bahwa kawasan Desa Karanganyar adalah daerah yang memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan wilayah untuk penggunaan sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini :

(6)

50 Tabel 4.3

Luas Wilayah Menurut Penggunaannya

Sawah (Ha) Darat (Ha)

½ Tek

nis

Tadah Hujan

Pasang

Surut Pemukiman Pertanian Perkantoran Perkebunan Lainnya

100 - - 160 496 - - 60

Sumber : Data Profil Desa Karanganyar Tahun 2014

Dari tabel dapat diterangkan bahwa penggunaan wilayah untuk persawahan adalah 100 hektar digunakan untuk ½ Teknis, sedangkan penggunaan wilayah untuk tadah hujan dan pasang surut tidak ada.

Sedangkan dalam penggunaan wilayah Darat adalah 160 hektar digunakan untuk pemukiman, 496 hektar digunakan untuk pertanian, sedangkan untuk perkantoran dan perkebunan tidak ada, dan 60 hektar digunakan untuk lainnya.

2. Keadaan Sosial a. Kependudukan

Penduduk Desa Karanganyar berdasarkan data terakhir hasil sensus penduduk tahun 2014 tercatat sebanyak 13.467 jiwa, tahun 2013 sebanyak 12.944 jiwa, sehingga mengenai penduduk Desa Karanganyar mengalami kenaikan untuk setiap tahunnya, untuk lebih jelasnya sebagaimana kita lihat dalam tabel ini :

Tabel 4.4 kependudukan

No Tahun Jumlah Penduduk

Jumlah KK Lk Pr Jumlah

1 2013 6.524 6.420 12.944 4620

2 2014 6.825 6.642 13.467 6430

Sumber: Data Desa Karanganyar Tahun 2014

(7)

51

Tabel: 4.5

JumlahRumah Tangga dan Penduduk Tiap RW DesaKaranganyarTahun 2014

No RW / Dusun Penduduk

Laki-laki Perempuan Jumlah

1 01 568 550 1118

2 02 645 627 1272

3 03 578 558 1136

4 04 598 579 1177

5 05 658 640 1298

6 06 690 672 1362

7 07 709 691 1400

8 08 734 716 1450

9 09 780 762 1542

10 10 865 847 1712

Jumlah 6.825 6.642 13.467

Sumber : Data Penduduk Desa Karanganyar Tahun 2014

b. Kesehatan

Tenaga kesehatan di Desa Karanganyar pada tahun 2014 terdiri dari medis/dokter 2 orang, perawat 15 orang, bidan Desa 6 orang, dukun beranak 4 orang, sedangkan partisipasi masyarakat untuk bidang kesehatan terdapat lebih dari 12 orang, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut ini

Tabel 4.6

Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat di Desa Karanganyar Tahun 2014

No Tenaga Kesehatan Jumlah Ket

1 Medis Doktor Umum 9

Dokter Spesialis -

2 Perawat Bidan 11

Perawat 16

3 Partisipasi Masyarakat

Dukun Bayi 4

Posyandu 12

Polindes -

POD -

Desa Siaga -

Kader -

PSM -

Jumlah 52

Sumber : Data Desa,Posyandu dan Desa Siaga Desa Karanganyar

(8)

52 c. Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan, sehingga pendidikan adalah sebuah investasi (modal) di masa yang akan datang. Di Desa Karanganyar jumlah guru untuk tahun 2014 berjumlah 115 orang. Adapun rincian mengenai jumlah murid dan guru tersebar sebagaimana bisa kita lihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.7

Data Pendidikan/Sekolah Formal dan Non Formal di Desa Karanganyar Tahun 2014

No Nama Sekolah Jumlah

Lokasi Guru Murid

1 PAUD HARAPAN BUNDA

8 68 Karanganyar Blok Cilet

2 TK BHAYANGKARI 6 65 KaranganyarBlok

I

3 TK NURUL ZIHAD 4 42 KaranganyarBlok

I

4 TK AL ZANAH 8 78 KaranganyarBlok

I 5 SDN

KARANGANYAR I

9 356 KaranganyarBlok I

6 SDN

KARANGANYAR II

8 372 KaranganyarBlok II

7 SDN

KARANGANYAR III

10 485 KaranganyarBlok Cilet

8 SDN

KARANGANYAR IV

8 127 KaranganyarBlok III

9 SMP

MUHAMMADIYAH

17 342 KaranganyarBlok I

10 STM

MUHAMMADIYAH

37 638 KaranganyarBlok I

11 MI AL- MAARIF 8 124 Karanganyar

BlokAnjun

Sumber : Data DesaKaranganyardan Dinas P &KecamatanKandanghaur

Jumlah sarana sekolah tersebut di atas belum termasuk guru yang berdomisili di Desa Karanganyar, ada pula jumlah guru yang mengajar di luar Desa Karanganyar diantaranya : 12 Dosen, 30 Guru SLTA, 42 Guru SLTP, 57 Guru SD.

(9)

53 d. Kesejahteraan Sosial (Masyarakat)

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta kritis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di bawah ini :

Tabel 4.8

Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Di Desa Karanganyar Tahun 2014

No Masalah Kesejahteraan Sosial Jumlah Ket

1 Anak Terlantar 34 Orang

2 Anak Nakal 40 Orang

3 Anak Balita Terlantar - Orang

4 Anak Jalanan 6 Orang

5 Lansia Terlantar 3 Orang

6 Pengemis - Orang

7 Gelandangan - Orang

8 Korban NAPZA - Orang

9 PSK 17 Orang

10 Eks Narapidana 47 Orang

11 Penyandang Cacat 10 Orang

12 Penyandang Cacat Eks Krisis 20 Orang

13 Keluarga Miskin Sosial 1.696 Orang

14 Keluarga Bermasalah Sosial Psikologi

9 Orang

15 Keluarga Rumah Tak Layak Huni 267 Orang 16 Wanita Rawan Sosial Ekonomi 374 Orang

17 Pemulung 50 Orang

18 Janda Pensiunan 37 Orang

19 Korban Bencana 3 Orang

20 Masyarakat Tinggal di Rawan Bencana

- Orang

21 Komunitas Adat Terpencil - Orang

22 Lain-lain 19 Orang

Sumber : Data Desa Karanganyar

(10)

54 e. Ketenagakerjaan

Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Karanganyar sampai akhir 2014, masih menunjukan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan ini semakin sulit dikendalikan sebagai akibat krisis ekonomi dan kenaikan harga BBM dan banyaknya pencari kerja di Desa Karanganyar adalah sebagai akibat penambahan angkatan kerja baru dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kondisi ini terus berlangsung di berbagai lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang tidak terproyeksikan sebeluumnya.

Jumlah angkatan kerja pada tahun 2014 sebanyak 8.795 orang, jumlah pencari kerja yang dapat tersalurkan dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak 1.450 orang, sedangkan sisanya sebesar 7.345 orang belum mendapatkan pekerjaan.

Untuk tahun 2014 jumlah pencari kerja laki-laki sebesar 1.102 orang sedangkan pencari kerja perempuan 348 orang, sedangkan pencari kerja perempuan lebih banyak tersalurkan karena dari perusahaan-perusahyaan terutama pabrik-pabrik memprioritaskan tenaga kerja perempuan.

Dari segi pendidikan, lulusan SLTA menempati urutan tertinggi dari jumlah prosentase pencari kerja yang berhasil ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 76%.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

(11)

55

Tabel 4.9

JumlahTenaga Kerja, Pencari Kerja, dan Lowongan Kerja Di DesaKaranganyarTahun 2014

No Yang Terdaftar Jumlah Ket

1 Pencari Kerja 1.450

2 Yang Ditempatkan 176

3 Lowongan Kerja 32

4 Sisa Pencari Kerja 7.345

Jumlah 9.003

Sumber : Data Desa Karanganyar

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2014 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan kerja. Akan tetapi masih terdapat ketiimpangan antara pencari kerja dengan lowongan pekerjaan itu sendiri, sehingga jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit dari pada pencari kerja.

Faktor lain yang menjadi pengaruh adalah tingkat skill dan pendidikan yang ada di Desa Karanganyar masih kalah dengan Desa lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Kandanghaur, sedangkan para perusahaan lebih memprioritaskan yang bersekolah tinggi (sarjana) meskipun sedikit demi sedikit di Desa Karanganyar sudah bermunculan para Sarjana-sarjana muda yang berpotensi.

f. Pemuda dan Olahraga

Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2014 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi karang taruna, baiik level Desa maupun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level Desa meskipun telah dibentuk sampai saat ini belum memperlihatkan eksistensinya, jadi hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif di kepengurusan tingkat RW, baik pengurus aktif maupun yang tidak aktif.

(12)

56

Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di Desa Karanganyar, cukup variatif. Semua olahraga tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.10

Data Klub / Perkumpulan Olahraga Di DesaKaranganyarTahun 2014

No Klub Olahraga yang Terdaftar Jumlah Ket

1 Klub Sepakbola 5

2 Klub Bola Volley 2

3 Klub Bulu Tangkis 2

4 Klub Tenis Meja 1

5 Klub Senam Sehat 1

6 Klub Jantung Sehat -

7 Klub Pencak Silat 1

8 Klub Futsal 4

Sumber : Data Desa Karanganyar

Dari Klub olahraga di atas, telah banyak melahirkan atlet-altet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa untuk kontingen tingkat Kecamatan, bahkan untuk tingkat Kabupaten Indramayu, sedangkan dalam ajang kegiatan kompetisi atlet-atlet tersebut kebanyakan hanya mengikuti kegiatan ditingkat lokal saja, hnaya olah raga Bola Volly pernah menjadi Tuan Rumah Kejuaran Bola Volly tingkat Kabupaten Indramayu.

g. Kebudayaan

Kebudayaan yang ada di Desa Karanganyar merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluruhan nilai Agama Islam.

Pemerintahan terus membina kelompok dan organisasi kesenian yang ada, walaupun dengan keterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di Desa Karanganyar Kecamatann Kandanghaur Kabupaten Indramayu, terus merawat dan

(13)

57

melestarikannya dengan akhir-akhir ini membentuk ikatan olahraga dan seni formi mulai dari tingkat Desa sampai ke tingkat Kabupaten Indramayu. Dengan memeliharanya agar kelompok-kelompok kesenian tersebut terus terpelihara.

Beberapa kelompok kesenian yang ada di Desa Karanganyar yang masih eksis dan terawat walaupun kondisinya sangat memperihatinkan diantaranya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.11

Data Kelompok Budaya dan Kesenian di Desa Karanganyar Tahun 2014 No Jenis Kelompok Kesenian

Yang Ada

Jumlah

Grup Status

1 Seni Calung - Pasif

2 Organ Tunggal 2 Aktif

3 Singa Depok - -

4 Jaipongan - -

5 Pencak Silat 1 Aktif

6 Kliningan / Reban 1 Aktif

7 Qasidah 1 Aktif

8 Upacara Adat 4 Aktif

Sumber : Data Desa Karanganyar

Di bidang pariwisata, Desa Karanganyar sangat memperihatinkan karena Desa Karanganyar tidak mempunyai tempat wisata yang bisa diandalkan, namun dengan demikian tidak putus asa pemerintah Desa Karanganyar bersama masyarakatnya terus melestarikan dan berencana membangun sarana wisata yang bisa diandalkan di Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, disamping itu pula, masih banyak budaya-budaya yang ada di Desa Karanganyar yang dulu sempat ada dan tenggelam untuk dikembalikan lagi atau eksis lagi, sehingga nantinya anak cucu di Desa Karanganyar akan teringat kembali akan semua hal-hal yang pernah ada pada leluhur di desanya.

(14)

58 h. Tempat Peribadatan

Tempat peribadatan yang ada di Desa Karanganyar dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.12 Tempat Peribadatan

Di Desa Karanganyar Tahun 2014

No Jenis Jumlah Ket

I Masjid 5

2 Mushola 10

3 Langgar

4 Madrasah 3

Sumber : Data Desa Karanganyar

Tabel 4.13

Data NamaMasjid dan DKM Di Desa Karanganyar Tahun 2014

No Nama Masjid Alamat Nama DKM

1 NURUL JIHAD Karangsinom H. WARSAEN

2 AL MUHAJIRIN Karangsinom Blok 3 SARIM

3 AT TAUBAH Blok Cilet HAMZAH NUR

4 NURUL HIKMAH Blok Anjun H. KARJA

Sumber : Data Desa Karanganyar

i. Keadaan Ekonomi

Pajak dan Retribusi Desa di Desa Karanganyar tahun 2014 mengalami penaikan dari tahun 2012 akan tetapi mengalami penurunan apabila dibandingkan denagn tahun sebelum 2011, Adapun pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB) Desa Karanganyar mengalami fluktuasi yang sangat signifikan menganai kenaikan dan penurunannya, ini dikarenakan adanya kenaikan NJOP Tanah yang tidak sesuai denagn lokasi tanah tersebut sehingga ada keengganan dari masyarakat iru sendiri untuk sadar membayar PBB karena kenaikan tersebut dan imbasnya ada penurunan realisasi untuk PBB itu tersebut.

(15)

59 j. Alokasi Dana Desa

Alokasi Dana Desa ( ADD) pada dasarnya adalah merupakan dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat yang penyalurannya melalui Pemerintahan Kabupaten Indramayu, dan merupakan Dana Hak bagi setiap Desa yang berada di bumi nusantara ini, adapun besarannya bervariasi disesuaikan denagn situasi dan kondisi desa tersebut, karena merupakan konsekensi pembagian tugas anatar Pemerintah daerah dan Pemerintah Desa yang dimaksudkan untuk membiayai program Pemerintahan Desa dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, sebagimana diatru dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Alokasi dana Desa tersebut merupakan sumber pendapatan Desa dan ada juga sumber pendapatan Desa lainnya, diantaranya :

 Pendapatan Asli Desa, terdiri dari hasil usaha desa, hasil kekayaan Desa,hasil swadaya dan partisipasi,hasil gotong royong dan lain-lain pendapatan asli Desa yang sah.

 Bagi hasil pajak daerah Kabupaten minimal 10 % (sepuluh persen) untuk Desa dan dari retribusi Kabupaten sebagian diperuntukan bagi Desa;

 Bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten untuk Desa minimal 10% (sepuluh persen), yang pembagiannya untuk setiap Desa secara proporsional

 Bantuan keuangan dari pemerintah, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan;

 Hibah dan Sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.

ADD minimal adalah dana minimal yang diterima oleh masing- masing desa dan dibagikan dengan jumlah yang sama menurut asas mereka, dimana besaran ADD minimal (ADDM) sebagaimana dimaksud sebesar 60 % (enam puluh persen) dari besaran Total

(16)

60

Alokasi Dana Desa dan besaran ADD Proporsional adalah 40 % (empat puluh persen ) dari besaran Alokasi Dana Desa, dimana ADD proporsional diterima suatu desa ditentukan berdasarkan perkalian total dana variable yang ditetapkan dalam APBD dengan porsi desa yang bersangkutan menurut asas keadilan, porsi Desa sebagaimana dimaksud merupakan bobot Desa yang bersangkutan terhadap jumlah bobot semua Desa di Kabupaten Indramayu.

k. Prasana dan Sarana Sosial Ekonomi

Pada umunya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Karanganyar berupa usaha perdagangan , terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil sekali., disamping itu pula sarana ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu adalah perusahaan-perusahaan yang ada diluar Desa Karanganyar seperti di Desa Wirapanjunan, Desa Wirakanan, dan Desa-desa yang lainnya.

Adapun yang manjadi primadona atau usaha prioritas di Desa Karanganyar adalah dari sektor pertanian dan Peternakan yang menjadi sector ekonomi andalan bagi masyarakat Desa Karanganyar, dimana jumlah Petani dan Peternak hampir 75% dari Jumlah penduduk yang ada di Desa Karanganyar yang berpenghasilan dari sector pertanian dan peternakan.

Mengenai sektor yang lainnya seperti

pedagang,warung,toko,waserda yang merupakan sektor lain bagi masyarakat Desa Karanganyar yang jumlahnya hanya sebagian kecil dari jumlah penduduk yang ada di Desa Karanganyar.

(17)

61 l. Transportasi dan Perhubungan

Panjang jalan Desa Karanganyar pada tahun 2014 ini untuk jalan Desanya kira-kira 15Km (15.000 M ) yang terdiri dari Jln.

Kabupaten 4 KM, Jln. Desa 6 KM serta Jln. Lingkungan 5 Km.

Sejak Tahun 1980-an Desa Karanganyar sudah dilalui oleh angkutan Pedesaan dan perkotaan meskipun hanya dengan menggunakan mobil Bak Terbuka ( Dolak) , karena disesuaikam dengan medan jalan yang masih jalan tanah dan batu. Mulai tahun 1990-an sampai sekarang sudah beralih menjadi angkutan bak tertutup atau angkutan kota (Angkot) ditambah dengan transportasi ojeg.

B. Karakteristik Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini dapat dilihat secara berurutan sebagai berikut :

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.14

Banyaknya Responden Menurut Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

1 Laki-laki 24 29%

2 Perempuan 58 71%

Jumlah 82 100%

Dengan melihat tabel, kita dapat mengetahui responden yang mempunyai kredit rentenir adalah 71% atau 58 orang adalah perempuan dan 29% atau 24 orang adalah laki-laki. Banyaknya kaum perempuan yang mempunyai kredit rentenir dikarenakan para peminjam ini sebagian besar merupakan pedagang kecil dan petani di Desanya. Besarnya angka persentase yang hampir seimbang antara peminjam perempuan dan peminjam laki-laki menunjukan bahwa kaum perempuan sudah bangkit dari dapur dan berusaha untuk menambah penghasilan rumah tangga.

(18)

62

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan

Adapun karakteristik responden berdasarkan status perkawinan dapat dilihat pada tabel :

Tabel 4.15

Banyaknya Responden Berdasarkan Status Perkawinan No Status Perkawinan Frekuensi Persentase

1 Belum Kawin 4 5%

2 Kawin 72 88%

3 Cerai 6 7%

Jumlah 82 100%

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa responden yang berstatus belum kawin sebanyak 5% atau 4 orang, berstatus kawin sebanyak 88% atau 72 orang, dan yang berstatus cerai sebanyak 6% atau 6 orang.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel

Tabel 4.16

Banyaknya Responden Berdasarkan Usia

No Usia (Tahun) Frekuensi Persentase

1 < 20 - -

2 20 – 30 16 19%

3 31 – 40 48 59%

4 > 40 18 22%

Jumlah 82 100%

Karakteristik responden berdasarkan usianya dapat dilihat pada tabel diatas, diketahui kebanyakan responden berusia antara 31-40 tahun yaitu mencapai 59% atau 48 orang, responden yang berusia lebih dari 40 tahun sebanyak 22% atau 18 orang, dan responden berusia antara 20 – 30 tahun mencapai 19% atau 16 orang sementara responden yang berusia kurang dari 20 tahun tidak ada.

(19)

63

Peminjam kredit dengan usia kurang dari 20 tahun boleh dikatakan tidak ada, hal ini dikarenakan penduduk yang berusia kurang dari 20 tahun masih tergolong usia sekolah dan aktif dalam kegiatan sekolah sehingga mayoritas peminjam adalah berusia di atas 20 tahun.

4. Karakteristik Berdasarkan Pendidikan

Untuk data responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel :

Tabel 4.17

Banyaknya Responden Berdasarkan Status Pendidikan

No Pendidikan Frekuensi Persentase

1 Lulus SD 48 59%

2 Lulus SMP 23 28%

3 Lulus SMA 9 11%

4 D3 - -

5 S1 2 2%

Jumlah 82 100%

Dari tabel diatas dapat diketahui, dari 82 responden yang diteliti sebagian besar berpendidikan lulus SD yaitu 59% atau 48 orang, disusul responden yang berpendidikan lulus SMP sebanyak 28% atau 23 orang, selanjutnya lulusan SMA sebanyak 11% atau 9 orang, lulus S1 sebanyak 2% atau 2 orang, dan lulus D3 tidak ada.

Tingginya angka lulusan SD yang mempunyai kredit rentenir sangat nyata menggambarkan para pelaku ekonomi kecil masih berpendiidkan rendah, hal ini terkait dengan terbatasnya wawasan dan resiko usaha yang tidak begitu berat sehingga latar belakang pendidikan kurang mempunyai porsi.

(20)

64

5. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan

Karakteristik responden berdasarkan pendapatan disajikan pada tabel :

Tabel 4.18

Banyaknya Responden Berdasarkan Pendapatan

No Pendapatan Frekuensi Persentase

1 < 250.000 4 5%

2 250.000 – 500.000 14 17%

3 500.000 – 750.000 29 35%

4 750.000 – 1.000.000 26 32%

5 > 1.000.000 9 11%

Jumlah 82 100%

Berdasarkan tabel diatas, diketahui responden sebanyak 82 terdapat 5% atau 4 orang yang berpendapatan kurang dari Rp 250.000,- kemudian sebanyak 14 orang atau 17% berpendapatan antara Rp 250.000,- sampai Rp 500.000,- yang berpendapatan sekitar Rp 500.000,- sampai Rp 750.000,- sebanyak 29 orang atau 35%, sedangkan yang berpendapatan antara Rp 750.000,- sampai Rp 1.000.000,- sebanyak 32% atau 26 orang, dan yang berpendapatan lebih dari Rp 1.000.000,- sebanyak 9 orang atau sekitar 11%.

Berdasarakan struktur pendapatan para nasabah tersebut menggambarkan tingkat ekonomi rumah tangga yang lemah harus didukung bantuan dana dalam menjalankan usahanya. Dengan demikian program pemberian bantuan modal atau dana yang telah digulirkan sampai pada sasaran, yakni kelompok usaha kecil dan industri rumah tangga.

(21)

65

6. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan disajikan pada tabel berikut :

Tabel 4.19

Banyaknya Responden Berdasarkan Pekerjaan

No Pendapatan Frekuensi Persentase

1 Petani 29 35%

2 Pedagang 18 22%

3 Pengusaha 4 5%

4 Pegawai 2 2%

5 Jasa 3 4%

6 lainnya 26 32%

Jumlah 82 100%

Dari data tabel diatas, diketahui sebanyak 82 responden, terdapat 35% atau 29 orang yang bekerja sebagai petani, 22% atau 18 orang bekerja sebagai pedagang, 5% atau 4 orang bekerja sebagai pengusaha, 2%

atau 2 orang bekerja sebagai pegawai, 4% atau 3 orang sebagai jasa, dan yang bekerja disektor lainnya mencapai 32% atau 26 orang. Melihat komposisi pekerjaan yang ada pada masyarakat Karanganyar menggambarkan bantuan dana yang telah digulirkan kepada masyarakat digunakan untuk menunjang kegiatan perekonomian seperti industri, jasa, perdagangan dan sektor lainnya.

(22)

66 C. Deskriptif Data Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Karanganyar Kecamatahn Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Sehingga data yang diperoleh dari penelitian ini secara keseluruhan diambil dari responden Desa Karanganyar.

Sedangkan untuk data mengenai Desa Karanganyar sendiri diperoleh dari kepala Desa dan staf yang ada di Balai Desa Karanganyar.

Dalam penelitian ini pengambilan sampelnya menggunakan teknik random sampling. Random sampling adalah cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan). Dalam penelitian ini yang dijadikan sampelnya yaitu berjumlah 82 responden.

1. Deskripsi Hasil Variabel Jasa Kredit Rentenir (X)

Variabel kredit rentenir pada penelitian ini di ukur melalui 10 buah pernyataan yang mempersentasikan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap kredit rentenir dapat dijelaskan pada tabel berikut :

Tabel 4.20

Tanggapan Responden tentang Jasa Kredit Rentenir

No Pernyataan Kategori

STS TS KS S SS

F % F % F % F % F %

1 P1 0 0% 2 2% 16 16% 69 69% 13 13%

2 P2 0 0% 2 2% 26 26% 67 67% 5 5%

3 P3 0 0% 1 1% 14 14% 81 81% 4 4%

4 P4 0 0% 1 1% 13 13% 73 73% 13 13%

5 P5 0 0% 1 1% 18 18% 72 72% 9 9%

6 P6 0 0% 3 3% 18 18% 70 70% 9 9%

7 P7 0 0% 5 5% 17 17% 69 69% 8 8%

8 P8 0 0% 9 9% 39 39% 50 50% 10 10%

9 P9 0 0% 3 3% 15 15% 56 56% 23 23%

10 P10 0 0% 12 12% 47 47% 38 38% 3 3%

11 P11 0 0% 6 6% 37 37% 49 49% 8 8%

(23)

67

12 P12 0 0% 1 1% 12 12% 66 66% 21 21%

13 P13 0 0% 3 3% 25 25% 63 63% 9 9%

14 P14 0 0% 1 1% 20 20% 72 72% 7 7%

15 P15 0 0% 1 1% 9 9% 78 78% 12 12%

16 P16 2 2% 8 8% 43 43% 45 45% 2 2%

Sumber : Hasil Olah Data SPSS v. 16 for Windows

Keterangan:

P1 :Proses mendapatkan dana dari rentenir mudah P2 :Proses pencairan dana cepat sesuai kebutuhan P3 :Permintaan uang bisa dilayani setiap saat

P4 :Dana yang diberikan rentenir mudah diperoleh kapan saja dan dimana saja

P5 :Besar kecilnya pinjaman tergantung kebutuhan peminjam P6 :Kredit yang diberikan rentenir tanpa jaminan

P7 :Angsuran pinjaman relatif lama sehingga meringkan pembayaran cicilan

P8 :Jangka waktu pinjaman yang diberikan relatif lama P9 :Ketepatan pembayaran sangat di utamakan

P10 :Kredit yang diberikan rentenir sangat bermanfaat untuk menambah kegairahan usaha

P11 :Penggunaan kredit bisa untuk konsumtif

P12 :Penggunaan kredit tidak terbatas untuk produksi

P13 :Kredit yang diberikan oleh jasa rentenir tidak hanya berupa uang P14 :Permintaan uang bisa dilayani setiap saat

P15 :Tujuan peminjaman untuk menutupi kebutuhan sehari-hari

P16 :Bapak/Ibu/ Saudara memerlukan pinjaman dalam waktu cepat untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak

SS = Sangat setuju

S = Setuju

KS = Kurang setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat tidak setuju

(24)

68

a. Tabel 4.9 menunjukkan bahwa responden sebanyak 2% menjawab tidak setuju, 16% menjawab kurang setuju, 69% menjawab setuju, dan 5% menjawab sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden menjawab setuju dengan proses mendapatkan dana dari rentenir mudah.

b. Sebanyak 2% menjawab tidak setuju, 26% menjawab kurang setuju, 67% responden menjawab setuju, dan sebanyak 5%

menjawab sangat setuju. Dengan demikian sebagian responden mengatakan setuju jika Proses pencairan dana cepat sesuai kebutuhan.

c. Sebanyak 1% menjawab tidak setuju, 14% responden menyatakan kurang setuju, sebanyak 81% responden juga setuju, dan sebanyak 4% responden menjawab sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden menjawab setuju jika permintaan uang bisa dilayani setiap saat.

d. sebanyak 1% menjawab tidak setuju, 13% responden mengatakan kurang setuju, sebanyak 73% responden menjawab setuju,dan Sebanyak 13% responden menjawab sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden menjawab setuju jika Dana yang diberikan rentenir mudah diperoleh kapan saja dan dimana saja.

e. Sebanyak 13% responden menjawab sangat setuju, sebanyak 72%

responden setuju, 18% responden kurang setuju, dan 1% responden mengatakan tidak setuju. Dengan demikian sebagian besar responden menjawab setuju jika besar kecilnya pinjaman tergantung kebutuhan peminjam.

f. Sebanyak 3% mengatakan tidak setuju, 18% responden menjawab kurang setuju, sebanyak 70% responden setuju, dan 9% responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden mengatakan setuju jika Kredit yang diberikan rentenir tanpa jaminan.

(25)

69

g. Sebanyak 5% responden menjawab tidak setuju, 17% responden mengatakan kurang setuju, 69% responden setuju, dan 8%

responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden mengatakan setuju jika angsuran pinjaman relatif lama sehingga meringkan pembayaran cicilan.

h. Sebanyak 9% responden mengatakan tidak setuju, 39% responden mengatakan kurang setuju, 50% responden juga setuju, dan 10%

responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikiansebagian responden menjawab setuju bahwa jangka waktu pinjaman yang diberikan relatif lama.

i. Sebanyak 3% responden menjawab tidak setuju, 15% responden mengatakan kurang setuju, sebanyak 56% responden juga setuju, 23% responden mengatakan sanga setuju. Dengan demikiansebagian besar responden mengatakan setuju jika Ketepatan pembayaran sangat di utamakan.

j. Sebanyak 12% responden menjawab tidak setuju, 47% responden mengatakan kurang setuju, 38% responden menjawab setuju, dan 3% responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikiansebagian responden mengatakan kurang setuju jika kredit yang diberikan rentenir sangat bermanfaat untuk menambah kegairahan usaha.

k. Sebanyak 6% responden menjawab tidak setuju, 37% responden menjawab kurang setuju, 49% responden menjawab setuju, dan 8%

mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian responden mengatakan setuju jika penggunaan kredit bisa untuk konsumtif.

l. Sebanyak 1% responden menjawab tidak setuju, 12% responden mengatakan kurang setuju, sebanyak 66% responden menjwab setuju, dan 21% responden menjawab sangat setuju. Dengan demikian sebagian responden mengatakan setuju jika penggunaan kredit tidak terbatas untuk produksi.

m. Sebanyak 3% responden menjawab tidak setuju, 25% mengatakan kurang setuju, sebanyak 63% responden mengatakan setuju, dan

(26)

70

7% responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden mengatakan setuju jika kredit yang diberikan bisa berupa barang.

n. Sebanyak 1% responden mengatakan tidak setuju, 9% responden mengatakan kurang setuju, sebanyak 72% responden menjawab setuju, dan 7% responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian responden mengatakan setuju jika kredit yang diberikan bisa berupa barang.

o. Sebanyak 1% responden mengatakan tidak setuju, 9% responden mengatakan kurang setuju, sebanyak 78% responden menjawab setuju, dan 12% responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden mengatakan setuju jika tujuan peminjaman untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

p. Sebanyak 2% responden mengatakan sangat tidak setuju, 8%

responden mengatakan tidak setuju, 43% responden mengatakan kurang setuju, sebanyak 45% responden mengatakan setuju, dan 2% mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian responden mengatakan setuju dan sebagian laginya mengatakan kurang setuju jika Bapak/Ibu/ Saudara memerlukan pinjaman dalam waktu cepat untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak.

2. Deskripsi Hasil Variabel Tingkat Kesejahteraan Masyarakat (Y)

Variabel kredit rentenir pada penelitian ini di ukur melalui 4 buah pernyataan yang mempersentasikan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap tingkat kesejahteraan dapat dijelaskan pada tabel berikut :

(27)

71 Tabel 4.21

Tanggapan Responden tentang Tingkat Kesejahteraan Masyarakat

No Pernyataan Jawaban Responden

STS TS KS S SS

F % F % F % F % F %

1 P1 0 0% 7 7% 39 39% 48 48% 6 6%

2 P2 0 0% 5 5% 43 43% 46 46% 6 6%

3 P3 0 0% 4 4% 30 30% 54 54% 12 12%

4 P4 0 0% 3 3% 17 17% 71 71% 9 9%

Sumber : Hasil Olah Data SPSS v. 16 for Windows

Keterangan :

P1 =Pelayanan jasa rentenir hanya membantu mempertahankan hidup

P2 =Jasa rentenir tidak mampu meningkatkan standar kehidupan dan kesejahteraan secara nyata

P3 = Bapak/Ibu/Saudara merasa tertekan dengan bunga yang diberikan jasa rentenir

P4 =Pinjaman dari rentenir memberikan rasa nyaman.

SS = Sangat setuju

S = Setuju

KS = Kurang setuju TS = Tidak setuju STS = Sangat tidak setuju

a. Pada tabel 4.10 7% responden menjawabtidak setuju, 39%

mengatakan kurang setuju, 48% menjawab setuju, dan 6%

menjawab sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden mengatakan setuju jika Pelayanan jasa rentenir hanya membantu mempertahankan hidup.

b. Sebanyak 5% responden menjawab tidak setuju, 43% menyatakan kurang setuju, 46% responden juga setuju, dan 6% responden menjawab sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar

(28)

72

responden mengatakan setuju jika Jasa rentenir tidak mampu meningkatkan standar kehidupan dan kesejahteraan secara nyata c. Sebanyak 4% responden menjawab tidak setuju, 30% responden

menjawab kurang setuju, 54% responden juga setuju, dan 12%

responden mengatakan sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden menjawab setuju jika Bapak/Ibu/Saudara merasa tertekan dengan bunga yang diberikan jasa rentenir

d. Sebanyak 3% responden menjawab tidak setuju, 17% responden mengatakan kurang setuju, 71% responden mengatakan setuju, dan sebanyak 9% responden juga sangat setuju. Dengan demikian sebagian besar responden menjawab setuju jika Pinjaman dari rentenir memberikan rasa nyaman.

3. Pengujian Instrumen Data a. Uji Validitas

Uji validitas di lakukan untuk mengetahui apakah alat ukur di susun dapat di gunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Uji validitas setiap item pernyataan yang terdapat dalam angket dilakukan dengan jalan mengkorelasikan setiap variabel yang diuji validitasnya. Instrumen yang akan di uji pada penelitian ini adalah jasa kredit rentenirdan tingkat kesejahteraan. Suatu item di katakan valid apabila rhitung > rtabel dengan N = 82 dan nilai alpha 0,05 maka di peroleh rtabel = 0,220

Tabel 4.22 Uji Validitas

Variabel No N rhitung rtabel Keterangan Kredit

Rentenir (X)

1 82 0,567 0,220 Valid

2 82 0,308 0,220 Valid

3 82 0,490 0,220 Valid

4 82 0,332 0,220 Valid

5 82 0,553 0,220 Valid

6 82 0,585 0,220 Valid

7 82 0,520 0,220 Valid

(29)

73

8 82 0,458 0,220 Valid

9 82 0,361 0,220 Valid

10 82 0,429 0,220 Valid

11 82 0,338 0,220 Valid

12 82 0,381 0,220 Valid

13 82 0,455 0,220 Valid

14 82 0,449 0,220 Valid

15 82 0,392 0,220 Valid

16 82 0,458 0,220 Valid

Tingkat Kesejahteraan

(Y)

1 82 0,688 0,220 Valid

2 82 0,567 0,220 Valid

3 82 0,494 0,220 Valid

4 82 0,612 0,220 Valid

Sumber : Hasil Olah Data SPSS v. 16 for Windows

Berdasarkan hasil pengelolaan SPSS 16 diatas, maka dapat dinyatakan bahwa secara kesulurahan setiap item pernyataan yang diajukan dinyatakan valid, karena rhitung > rtabel. Oleh karena itu 20 item yang sudah ada dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya. Dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsistensi apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. Berikut ini disajikan dalam tabel hasil uji reliabilitas angket pengaruh jasa kredit rentenir terhadap kesejahteraan masyarakat.

Untuk menguji reliabilitas digunakan rumus Cronbach’s Alpha.

Suatu pengukuran dikatakan reliabel apabila koefisien Alpha > 0,600. Dari perhitungan melalui SPSS diperoleh nilai alpha sebagai berikut.

(30)

74 Tabel 4.23 Uji Reliabilitas

Pernyataan No Cronbach’s Alpha Keterangan Jasa Kredit

Rentenir (X)

1 0,691 Reliabel

2 0,620 Reliabel

3 0,626 Reliabel

4 0,630 Reliabel

5 0,623 Reliabel

6 0,692 Reliabel

7 0,624 Reliabel

8 0,616 Reliabel

9 0,627 Reliabel

10 0,642 Reliabel

11 0,622 Reliabel

12 0,615 Reliabel

13 0,698 Reliabel

14 0,624 Reliabel

15 0,691 Reliabel

16 0,627 Reliabel

Tingkat Kesejahteraan

(Y)

17 0,653 Reliabel

18 0,695 Reliabel

19 0,721 Reliabel

20 0,681 Reliabel

Sumber : Hasil Olah Data SPSS v. 16 for Windows

Berdasarkan apa yang di tampilkan pada tabel 4.12 dapat di simpulkan bahwa setiap variabel dapat di nyatakan reliabel karena memiliki Chronbach’s Alpha> 0,600 sehingga setiap variabel (jasa kredit rentenir dan tingkat kesejahteraan layak di gunakan untuk menjadi alat ukur instrumen kuesioner dalam penelitian ini.

(31)

75 4. Uji Koefisien Korelasi

Analisis korelasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh antara variabel X dan variabel Y, dalam hal ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kredit rentenir dengan penurunan kesejahteraan masyarakat. Berikut ini disajikan dalam tabel:

Tabel 4.24

Korelasi antara Variabel X dan Y

Correlations

Kredit Rentenir (X)

Kesejahteraan Masyarakat (Y) Jasa kredit rentenir Pearson

Correlation 1 .439**

Sig. (2-tailed) .001

N 82 82

Tingkat kesejahteraan masyarakat

Pearson

Correlation .439** 1

Sig. (2-tailed) .001

N 82 82

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Hasil olah data SPSS v. 16 for windows

Berdasarkan output diatas dapat diketahui bahwa korelasi antara variabel X terhadap Y adalah sebesar 0,578, dengan taraf signifikansi α = 0,005 diperoleh (sig. 2-tailed) sebesar 0,001. Karena nilai sig 0,001 ≤ 0,005 berarti korelasi antara kedua item tersebut bersifat signifikan dengan taraf korelasi 0,40 – 0,599 atau pada rentang korelasi sedang. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kredit rentenir dengan kesejahteraan masyarakat yang berkategori pengaruh sedang.

D. Transformasi Data Ordinal ke Internal

Tranformasi data ordinal ke interval berguna untuk memenuhi sebagian dari syarat statistik parametik yang mana data setidak-tidaknya berskala interval.

Teknik transformasi yang paling sederhana menggunakan MSI (Method of Sucessive Interval). Langkah-langkah transformasi data ordinal ke interval sebagai berikut :

(32)

76

1. Perhatikan setiap bulir jawaban responden dari angket yang di sebarkan

2. Pada setiap bulir di tentukan berapa banyak yang mendapat skor 1,2,3,4, dan 5 yang di sebut frekuensi

3. Setiap frekuensi di bagi dengan banyaknya responden dari hasilnya di sebut proporsi

4. Tentukan nilai proporsi kumulatif dengan menjumlahkan nilai proporsi secara berurutan per kolom skor

5. Gunakan tabel distribusi normal, hitung z untuk setiap proporsi kumulatif yang di peroleh

6. Tentukan nilai tertinggi densitas untuk setiap proporsi kumulatif yang di peroleh

7. Tentukan nilai skala ( Scale Value ) dengan menggunakan rumus : Scale Value = ( Density at Lower Limit ) – ( Density at Upper Limit)

(Area Below Upper Limit ) – ( Area Below Lower Limit)

8. Sesuai dengan skala ordinalke interval, yakni skala terkecil (harga negatif yang terbesar) di ubah menjadi sama dengan satu melalui transformasi sebagai berikut :

Transformasi Scale Value = Scale Value + ( 1+(Scale Value Minimum)

E. Hasil Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi data mengikuti atau mendektai distribusi normal. Uji normalitas di lakukan dengan menggunakan pendekatan Komlogorov Smirnov.

Jika signifikansi data > 0,05 maka dinyatakan normal, tetapi jika signifikansi data < 0,05 maka dinyatakan tidak normal.

(33)

77 Tabel 4.25 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

VX XY

N 82 82

Normal Parametersa Mean 52.18 11.07

Std. Deviation 4.576 2.165

Most Extreme Differences

Absolute .114 .196

Positive .114 .196

Negative -.097 -.133

Kolmogorov-Smirnov Z 1.028 1.779

Asymp. Sig. (2-tailed) .241 .114

a. Test Distribution is Normal

Sumber : Hasil olah data SPSS v. 16 for windows

Kriteria Pengambilan Keputusan :

Jika nilai Signifikansi / P-value/ Sig. < 0,05 artinya data tidak normal Jika nilai Signifikansi / P-value/ Sig. > 0,05 artinya data normal

Berdasarkan hasil analisis diatas, uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov memberikan hasil Kolmogorov – Smirnov Z pada variabel Kredit Rentenir (X) sebesar 1,028 dan Asymp.

Sig. sebesar 0,241, pada variabel Penurunan Kesejahteraan Masyarakat (Y) Kolmogorov – Smirnov Z memberikan hasil sebesar 1,779 dan Asymp. Sig. sebesar 0,114, yang berarti nilai tersebut > 0,05. oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

b. Pengujian Hipotesis

1) Uji Regresi Linier Sederhana

Kegunaan regresi dalam penelitian salah satunya adalah untuk meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) diketahui”. Berikut ini merupakan hasil perhitungan regresi dengan bantuan Software SPSS v. 16 for Windows, yaitu sebagai berikut:

(34)

78

Tabel 4.26

Uji Regresi Linier Sederhana

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1.247 2.490 .099 .021

Kredit Rentenir .207 .048 .439 4.365 .001

a. Dependent Variable:

Tingkat Kesejahteraan

Berdasarkan tabel diatas menunjukan regresi yang dicari. Nilai Sig. Untuk variabel pengaruh kredit rentenir (X) adalah 0,001 < 0,005 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai pada kolom B adalah signifikan artinya persamaan yang paling tepat untuk kedua variabel tersebut adalah:

Y = 1,247 + 0,207X Keterangan :

Y : Tingkat Kesejahteraan Masyarakat X : Jasa Kredit Rentenir

2) Uji Koefisien Determinasi

Koefisiendeterminasi digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh Kredit Rentenir (X) terhadap Penurunan Kesejahteraan Masyarakat (Y). Adapun hasil perhitungan koefisien determinasi dengan bantuan Software SPSS v. 16 for Windows, yaitu sebagai berikut:

(35)

79 Tabel 4.27

Uji Koefisien Determinasi

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .439a .192 .182 1.958

a. Predictors: (Constant): Jasa Kredit rentenir (X) b. Dependent variable: Tingkat Kesejahteraan (Y)

Sumber : Hasil olah data SPSS v. 16 for Windows

Rumus yang digunakan untuk menentukan determinasi ini adalah 𝑟2x 100%. Nilai regresi (r) dari tabel diatas yaitu 0.578, maka nilai koefisien determinasinya adalah:

𝑅2 = 𝑟2x 100%

𝑅2 = 0,4392 x 100%

𝑅2 = 0,192 x 100%

𝑅2 = 19,2 % = 19%

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,192. Hal ini berarti jasa kredit rentenir (X) memberikan pengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat (Y) sebesar 19%. Sedangkan sisanya (100% - 19% = 81%) yaitu sebesar 81% dipengaruhi oleh faktor lain.

3) Uji t

Berdasarkan perhitungan diatas ternyata nilai koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y sebesar 0,578 yang berada antara 0,40 – 0,599 maka mempunyai pengaruh taksiran yang sedang.

Selanjutnya untuk mengetahui apakah pengaruh variabel X dan variabel Y itu signifikan atau tidak, maka diperlukan suatu pengujian hipotesis. Untuk itu uji hipotesis dapat dinyatakan dengan rumus thitung dan membandingkan dengan ttabel yang terdapat dalam tabel distribusi (t).

(36)

80

Adapun hasil perhitungan uji hipotesis (uji t) dengan bantuan Software SPSS v. 16 for Windows, yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.28 Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

(Constant) 1.247 2.490 0.99 .021

Kredit Rentenir

(X) .207 .048 .439 4.365 .001

a. Dependent Variable: Kesejahteraan Masyarakat(Y) Sumber : Hasil olah data SPSS v. 16 for Windows

Berdasarkan perhitungan diatas ternyata nilai koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y sebesar 0,578 yang berada antara 0,40 – 0,599 maka mempunyai pengaruh taksiran yang sedang. Selanjutnya untuk mengetahui apakah pengaruh variabel X dan variabel Y itu signifikan atau tidak, maka diperlukan suatu pengujian hipotesis. Untuk itu uji hipotesis dapat dinyatakan dengan rumus thitung dan membandingkan dengan ttabel

yang terdapat dalam tabel distribusi (t).

Adapun hasil perhitungan uji hipotesis (uji t) dengan bantuan Software SPSS v. 16 for Windows, yaitu sebagai berikut:

Dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Jika nilai thitung ≥ ttabel, maka Ho ditolak artinya koefisien regresi signifikan (Ho ditolak dan Ha diterima).

Jika nilai thitung ≤ ttabel, maka Ha ditolak artinya koefisien regresi tidak signifikan (Ho diterima dan Ha ditolak).

Berdasarkan koefisien regresi X diperoleh nilai thitung sebesar 4,365.

Dengan tingkat signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebasan dk (n-2) = 82 – 2 = 80, sehingga diperoleh nilai ttabel adalah 2,220. Karena nilai thitung ≥ ttabel 4,365 ≥ 2,220 maka Ha diterima, artinya koefisien regresi signifikan

(37)

81

atau dengan kata lain jasa kredit rentenir memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

F. Analisis Ekonomi

Rentenir adalah seseorang yang melakukan kegiatan peminjaman uang atau modal. Kegiatan renten merupakan suatu aktifitas dimana seseorang meminjamkan uang dengan bunga yang berlipat-lipat yang memungkinkan bunga tersebut melebihi utang pokoknya jika cicilan terlambat.

Dari berbagai sisi dan keterangan masyarakat yang saya terima, rentenir juga memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Sisi positifnya adalah masyarakat menyadari lebih mudahnya dan lebih efisiennya meminjam uang dari rentenir dari pada meminjam uang dri bank atau lembaga peminjaman lainnya. Karena apabila masyarakat meminjam uang dari rentenir tidak membutuhkan kelengkapan surat-surat identitas dan keterangan jenis usahanya lainnya, selain prosesnya juga cepat masyarakat juga diberi kemudahan untuk mencicil atau mengangsur uang peminjaman tersebut perhari, perminggu, bahkan perbulan. Sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan yang telah disepakati antara peminjam dan si rentenir.

Penagihan peminjaman dilakukan secara sewenang-wenang kepada warga yang mulai terlambat membayar cicilan. Karena tidak ada jaminan atau agunannya, banyak warga yang akhirnya melarikan diri karena tidak sanggup membayar. Biasanya rentenir mengejar nasabah yang melarikan diri dari tanggung jawabnya. Dari sebab itu kebanyakan masyarakat yang meminjam uang dari rentenir dan apabila tidak sanggup membayar angsuran, mereka melarikan diri dan meninggalkan usaha yang mereka jalani.

Karena di dalam kegiatan rentenir terdapat norma dan nilai tertentu yang berbeda dengan situasi umum, segala pikiran dan perbuatan yang menyimpang dibenarkan oleh semua anggota kelompok. Rentenir mempunyai tujuan membantu orang yang kurang mampu. Tapi di dalam prakteknya, rentenir membungakan jumlah uang yang di pinjam sehingga menyimpang dari nilai kebaikan. Walaupun kegiatan rentenir ini menyimpang tapi para

(38)

82

rentenir selalu membenarkan kegiatan ini karena mereka ingin mengembangkan modal yang ada dan mendapatkan keuntungan yang lebih dari bunga yang di hibakannya.

Kebanyakan dari rentenir yang meminjamkan uang ke masyarakat biasanya juga bisa mengalami kerugian, seperti halnya masyarakat tersebut tidak bisa membayar atau masyarakat tersebut sudah melarikan diri dari tanggung jawabnya dan pihak rentenir harus terpaksa mengikhlaskan dan merelakan uangnya hangus begitu saja, karena masyarakat yang meminjam uang tersebut tidak diketahui dimana keberadaannya. Dalam arti bahwa Jasa kredit informal rentenir tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena tidak mampu meningkatkan kapitalisasi usaha kecil. Jasa kredit informal ini umumnya hanya bersifat jangka pendek, akibatnya tidak mampu menciptakan akumulasi permodalan. Pelayanan kredit tersebut hanya sekedar untuk membantu mempertahankan kehidupan, tetapi tidak mampu meningkatkan standar kehidupan dan kesejahteraan penerima kredit secara nyata, bahkan tidak sedikit yang mengalami kemiskinan, atau dengan kata lain, jasa kredit informal ini dapat berdampak sebagai pola kemiskinan yang baru.

Referensi

Dokumen terkait

keuangan antar daerah Sesuai dengan hasil penelitian diatas, maka semakin tinggi Dana Alokasi Umum yang diperoleh Pemerintah Daerah dari Pemerintah Pusat, maka

Alokasi Dana Desa selanjutnya disebut ADD adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun untuk desa/kelurahan di Kabupaten Madiun, yang bersumber dari bagian

Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh pemerintah kabupaten/Kota untuk Desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah

Alokasi Dana Desa selanjutnya disebut ADD adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun untuk desa/kelurahan di Kabupaten Madiun, yang bersumber dari

Alokasi Dana Desa yang selanjutnya disingkat ADD adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten untuk Desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan

Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten untuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima

Dana Desa merupakan Dana Alokasi dari APBN yang diperuntukkan untuk pembangunan Desa, Alokasi Dana Desa (ADD) adalah merupakan dana yang dialikasikan pemerintah kabupaten

Implementasi Alokasi Dana Desa Kabupaten Jeneponto Alokasi Dana Desa adalah merupakan dana perimbangan pemerintah pusat dan daerah yang dimaksudkan untuk membiayai program