• Tidak ada hasil yang ditemukan

SMP Kelas VII Fase D BILANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SMP Kelas VII Fase D BILANGAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL AJAR MATEMATIKA SMP NUMBER

Semriana H.M, S.Pd 320 Menit SMP PANTI BUDAYA BBBUDAYABUDAYA

Tahun 2022 Bilangan, Operasional hitung, faktor, dan Kelipatan

SMP Kelas VII Fase D

BILANGAN Bilangan Bulat (Integer) dan

Operasinya 100 Siswa

Kompetensi Awal (Asesmen Diagnostik):

Operasi hitung pada bilangan Cacah

Tujuan Pembelajaran:

Mampu membaca, menuliskan, dan membandingkan bilangan bulat positif dan negatif serta menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan dalam konteks keseharian menggunakan operasional hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalilan dan pembagian)

Core Values Sekolah:

BERSATU

(Beriman, Bertanggungjawab, Tulus, Taat, dan Ulet)

Keutamaan Sekolah:

Bertanggung jawab: memberi diri, disiplin, mandiri

Kearifan Lokal:

Dalihan Natolu

• Somba Marhula-hula

• Manat Mardongan Tubu

• Elek Marboru

Capaian Nilai (CN):

Menunjukkan tanggungjawab (CV) melalui pembelajaran bilangan bulat (integer) dan operasinya (materi ajar) guna menyelaraskan tindakan diri sendiri dengan tindakan orang lain (Dimensi PPP, Gotong royong, elemen kerja sama, subelemen kolaborasi) yang akan ditampakkan dalam sikap saling menghormati teman sekelompok (Dalihan Natolu:

Elek)

Capaian Pembelajaran (CP):

Di akhir fase D, peserta didik dapat membaca, menuliskan, dan membandingkan bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat dan bilangan berpangkat tak sebenarnya, bilangan dengan menggunakan notasi ilmiah.

Mereka dapat melakukan operasi aritmetika pada ragam bilangan tersebut dengan beberapa cara dan

menggunakannya dalam

menyelesaikan masalah Mereka dapat mengklasifikasi himpunan bilangan real dengan menggunakan diagram Venn. Mereka dapat memberikan estimasi/perkiraan hasil operasi aritmetika pada bilangan real dengan mengajukan alasan yang masuk akal (argumentasi). Mereka dapat menggunakan faktorisasi prima dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah

Pemahaman Bermakna:

Peserta didik menyadari pentingnya memiliki kemampuan berhitung pada bilangan bulat yang sarat digunakan dalam pembelajaran selanjutnya serta

peserta didik mampu

mengendalikan diri dalam bersikap positif, negatif, ataupun netral dalam kehidupan sehari-hari.

Pengayaan:

Operasi Khusus

Asesmen:

Asesment Individu Assement Kelompok

Indikator CP:

• Dalam kelompok peserta didik membaca bilangan bulat

• Peserta didk secara bereklompok mengurutkan bilangan bulat (secara menurun dan secara menaik) dari kartu bilangan yang diberikan guru

• Pesera didik membandingkan bilangan bulat dengan tanda <, >, dan =

• Mengopersaikan bilangan bulat dengan +, - , x, dan :

• Menyelesaikan operasi hitung campuran pada bilangan bulat dan menyelesaikan masalah kontekstual

Indikator CN

• Siswa mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam pembelajaran Bilangan bulat dikelompoknya

• Siswa mampu berkolaborasi dengan temannya

• Siswa mampu menunjukkan sikap menghormati masing-masing anggota kelompok

• Siswa mampu mengendalikan dalam sikap postif, netral maupun negatif

Model Pembelajaran:

Pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka

Metode PBL

Pertanyaan Pemantik:

1. Ada berapa jenis bilangan yang kamu ketahui?

Sarana Prasarana:

• Laptop

• Infokus

• Printer

• Alat peraga (kartu bilangan)

• Bet soal

• Kartu soal

Kode Modul Ajar B1

Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis, Bergotong-

royong, dan Kreatif

Kata Kunci

Bilangan bulat, operasi, menaik, menurun, lebih besar, lebih kecil

(2)

Urutan Kegiatan Pembelajaran pada setiap pertemuan

Kegiatan pembelajaran diawali dengan (pendahuluan):

1. Berdoa yang dipimpin oleh peserta didik sesuai dengan giliran

2. Menyanyikan salah satu lagu nasional, profil pelajar pancasila, lagu Santo Yoseph 3. Menyanyikan yel-yel kelas

4. Memperhatikan kondisi kelas dan kehadiran peserta didik

5. Menyampaikan pertanyaan pemantik untuk masuk kepembelajaran 6. Membagi kelompok dan duduk berdasarkan kelompok

7. Menyampaikan judul ME yang akan didiskusikan siswa dalam kelompok

STUDENT CENTERED LEARNING

1

Pembelajaran Mandiri

Dengan dipandu guru, siswa membentuk kelompok dan duduk berdasarkan kelompok siswa. Guru meminta siswa untuk membuka website-website pembelajaran matematika seperti: defantri.com, mathcyber1997.com,

maretong.com, matematika

studycentre.com, youtube yang berisi konten matematika dan yang lainnya.

Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai Bilangan Bulat

2

Siswa dalam kelompok masing- masing mengumpulkan informasi informasi yang di dapat dari buku, situs, youtube, sumber buku lainnya maupun dari pemahaman yang sudah dimiliki peserta didik

Berdiskusi

3

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok terkait Judul Materi

Esensial yang disampaikan oleh guru. Menyamakan persepsi antar anggota dalam

kelompok.

4

Sajian Hasil

Setelah semua kegiatan yang diatas selesai, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menyajikan hasil

diskusi. Setelah semua kelompok selesai menyajikan hasil diskusi

guru dan siswa memberikan kesimpulan dan memberikan contoh-contoh masalah nyata

dalam kehidupan sehari-hari

Data Informasi

(3)

Pembelajaran Satu (80 menit 2JP)

Bilangan Bulat

Mari kita perhatikan ke suatu tempat yang tinggi di permukaan bumi. Kita mengenal tempat tersebut sebagai daerah pegunungan.

Bagaimanakah suhu udara di pegunungan?

Tentunya dingin, bukan? Suhu udara menjadi semakin dingin ketika kita berada di puncak gunung yang tinggi. Suhu udara di pegunungan tinggi dan bersalju dapat mencapai 20 derajat Celsius di bawah nol. Dalam matematika, kuantitas 20 derajat Celsius di bawah nol ditulis/dinyatakan -20ºC dan dibaca negatif 20ºC.

Dari pegunungan, lalu kita beralih ke laut.

Misalkan ada seorang penyelam yang sedang berada 15 meter di bawah permukaan laut. Dalam matematika, kuantitas 15 meter di bawah permukaan laut ditulis–15 meter dan dibaca negatif 15 meter.

Pembagian zona waktu dunia berdasarkan GMT (Greenwich Meredian Time) menjadi standar acuan waktu dunia. Jika sekarang di Greenwich pukul 00.00 pukul berapakah di Jakarta dan di Kalimantan?

Dengan penetapan kota Greenwich sebagai titik acuan atau titik nol waktu dunia dapat kita lihat pada pengelompokan daerah dan urutannya. Pandang urutan bilangan yang ada pada diatas.

Maka berdasarkan GMT diperoleh sebagai berikut:

• Untuk menetapkan waktu Jakarta tambahkan waktu Greenwich sebesar 7 satuan, maka diperoleh waktu Jakarta adalah pukul 07.00 GMT.

• Posisi Kalimantan berada pada +8 terhadap waktu Greenwich jadi diperoleh waktu di Kalimantan adalah pukul 08.00 GMT.

Di dalam matematika, bilangan 1, 2, 3, 4, 5, ... tergolong kelompok bilangan bulat positif. Sedangkan bilangan -1, -2, -3, -4, -5, ... tergolong kelompok bilangan bulat negatif. Di samping dua jenis bilangan bulat tersebut, terdapatsatu bilangan bulat yang bukan bilangan negatif dan positif.Bilangan itu adalah nol (0), sehingga himpunan bilanganbulat terdiri atas bilangan bulat positif, bilangan bulatnegatif, dan nol. Himpunan bilangan bulat dinotasikandengan B = {..., –5, –4, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, ...} dan dapat ditulis dalam garis bilangan seperti di bawah ini.

(4)

Contoh:

Jika permukaan air laut dinyatakan dengan 0 meter, tulislah letak suatu tempat yang ditentukan sebagai berikut:

a. 175 m di atas permukaan air laut b. 60 m di bawah permukaan air laut Penyelesaian :

a. 175 m di atas permukaan air laut = 0 + 175 = 175 m b. 60 m di bawah permukaan air laut = 0 – 60 = – 60 m

Membandingkan Dua Bilangan Bulat

Dengan menggunakan garis bilangankita dapat membandingkan dua bilangan bulat

Keterangan:

1. Bilangan bulat negatif merupakan kelompok bilangan yang terletak disebelah kiri nol.

2. Pada garis bilangan mendatar, jika bilangan a terletak disebelah kiri b maka a kurang dari b, ditulis a < b atau b > a (dibaca b lebih besar dari a)

3. Untuk a < b maka: perubahan dari a ke b disebut perubahan naik sedangkan perubahan dari b ke a disebut turun.

Untuk membandingkan bilangan bulat perhatikan kembali garis bilangan diatas terlihat bahwa semakin ke kanan bilangannya semakin besar.

Misalnya –1 dan 2. Bilangan 2 terletak di sebelah kanan bilangan –1 sehingga –1 kurang dari 2 atau ditulis –1 < 2. Sebaliknya, semakin ke kiri bilangannya semakin kecil. Misalnya –5 dan –2. Bilangan –5 terletak di sebelah kiri bilangan –2 sehingga 2 lebih dari –5 atau –2 > –5.

Contoh:

1) -1 dan 2 maka -1 < 2

2) -2 dan -5 maka –2 > –5

3) 6 dan - 6 maka 6 > -6

4) 1 dan 6 maka 1 < 6

(5)

Mengurutkan Bilangan Bulat

Mengurutkan bilangan pada bilangan bulat ada 2 cara, yaitu:

1. Menaik : Mengurutkan bilangan dari yang paling kecil ke yang paling besar 2. Menurun : Mengurutkan bilangan dari yang paling besar ke yang paling kecil

(6)

Pembelajaran Dua (160 menit 4 JP)

OPERASI PADA BILANGAN BULAT

Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Penerapan operasi tambah dan kurang banyak dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai masaalah dalam kehidupan sehari-hari.Pola bilangan sering memudahkan kita dalam menentukan hasil penjumlahan banyak bilangan, sebagai ilustrasi bagaimana Gauss menggunakan pola bilangan untuk mendapatkan jumlah 99 bilangan asli yang pertama.

Perhatikan pola berpikir Gauss

Tentukan nilai dari: 1+2+3+4+5+6+7+8+9+…+98+99 Penyelesaian:

Ketika Gauss mendapatkan masalah penjumlahan seperti di atas, sementara teman-temannya berpikir menjumlahkan berurutan dia menggunakan pola pikir menjumlahkan 1 dan 99 didapat nilai 100,menjumlahkan 2 dan 98 didapat nilai 100 dan seterusnya sehingga dia mendapatkan 49 pasang bilangan berjumlah 100 dan tersisa satu bilangan 50. Jadi 1+2+3+4+5+6+7+8+9+…+98+99 = 49 x 100 +50 = 4950

Penjumlahan dan sifat-sifatnya a. Beberapa cara menjumlahkan

1) Penjumlahan dengan mistar sederhana Misal :

Bagaiman mengurangkan 5 dengan 3 atau 5 – 3 = …?

Bagian atas digeser hingga angka 3 dibagian atas sejajar (berimpit) dengan angka 5 dibagian bawah (bagian diam). Angka dibagian bawah yang sejajar dengan nol di bagian atas merupakan hasilnya, yaitu 2

2) Dengan bola bermuatan

Bayangkan beberapa partikel listrik bermuatan positif dan negatif, positif merupakan lawan negatif, hal ini berarti satu muatan positif dan satu muatan negatif jika dicampur akan memperoleh bola tidak bermuatan atau nol (0)

Misal : Bagaimana menjumlahkan -2 dengan 1 atau -2 + 1= …?

1. Wadah berisi 2 buah bola bermuatan negatif 2. Masukkan 1 bola bermuatan positif

3. Bola tersebut bercampur dengan salah satu bola akan saling meniadakan (hilang tak bernilai) 4. Sisa 1 bola bermuatan negative, jadi -2 + 1 = -1

3) Penjumlahan dengan garis bilangan Jika menggunakan garis bilangan, maka:

1) Bilangan positif sebagai pergeseran ke kaanan

2) Bilangan negatif sebagai pergeseran ke kiri Misal : 3 + 6 = …?

4) Pendekatan Garis Bilangan Model 1 (maju-mundur) Pendekatan ini dipergunakan dengan terlebih dahulu menggunakan aturan kesepakatan sebagai berikut:

Karena menggunakan istilah maju, mundur, terus, dan berbalik arah,maka alat peraga yang sering digunakan dapat berupa boneka/wayang,orang sungguhan (siswa) atau peraga lainnya.

Contoh penggunaan dari pendekatan ini adalah sebagai berikut:Pada pendekatan ini menggunakan

(7)

kesepakatan bahwa suku pertamasebagai titik awal posisi peraga dan peraga yang digunakan menghadapke kanan.

Contoh:

1) −3 − (−5) = ....

Kesepakatan:

−3 − (−5) artinya:

(i) posisi awal di titik −3 , menghadap ke kanan (ii) − (dikurangi)  balik arah

(iii) −5  mundur lima langkah

Ilustrasi peragaan pertahap sebagai berikut:

(i) posisi awal di titik 3 , menghadap ke kanan

(ii) − (dikurangi)  balik arah

(iii) -5 → mundur lima langkah

Jadi, posisi akhir pelari ada pada bilangan 2. Jadi −3 − (−5) = 2.

Perkalian Dan Pembagian Bilangan Bulat 1. Perkalian dan sifat-sifatnya

Arti perkalian

3 x 6 = 6 + 6 + 6 = 18

5 x 7 = 7 + 7 + 7 + 7 + 7 = 35 3 x (-4) = (-4) + (-4) + (-4) = (-12) Bagaimana dengan -3 x - 4 = …?

Untuk bentuk perkalian di atas gunakan sifat-sifat berikut:

1) Positif x positif = + x + = + (positif) 2) Negatif x negatif = – x – = + (positif) 3) Positif x negatif = + x – = – (negatif) 4) Negatif x positif = – x + = – (negatif) 5) Bilangan bulat x 0 = 0

Sifat-sifat perkalian

1. Sifat tertutup Jika a dan b bilangan bulat, maka a x b = bilangan bulat juga 2. Jika a adalah bilangan cacah, maka a x 0 = 0

3. 1 meerupakan unsur identitas perkalian Jika a adalah bilangan cacah, maka a x 1 = a (bilangan itu sendiri)

(8)

4. Sifat komutatif (pertukaran)

Jika a dan b adalah bilangan cacah, maka a x b = b x a 5. Sifat asosiatif (pengelompokan)

Jika a, b, dan c adalah bilangan cacah, maka berlaku sifat: (a x b) x c = a x (b x c) 6. Sifat distributif (penyebaran)

a x (b ± c) = (a x b) ± (a x c) (a ± b) x c = (a x c) ± (b x c) 2. Pada Pembagian berlaku aturan:

1. + : + = positif : positif = + 2. + : - = positif : negative = - 3. - : + = negative : positif = - 4. - : - = negative : negative = +

Pembagian dengan nol

Untuk sembarng bilangan cacah a, selalu berlaku 1) a : 0 = ~ (tak terdefinisi)

2) 0 : a = 0, dengan a ≠ 0

(9)

an = a x a x a x ... x a sebanyak n faktor Pembelajaran Tiga (80 menit 2JP)

Bilangan Berpangkat Bilangan Bulat dan Sifat-sifatnya

1. Pangkat Bulat Positif

Seekor amuba membelah menjadi dua, kemudang masing-masing membelah menjadi dua, lalu masing-masing membelah lagi menjadi dua, maka berapakah jumlah amuba sekarang?

Penyelesaian :

Jumlah awal amuba adalah 1, dan masing-masing amuba membelah menjadi 2, maka amuba sekarang adalah 8, jika ditulis dalam bentuk matematika adalah sebagai berikut :

2 x 2 x 2 = 8 (karena mengalami tiga kali pembelahan) Dapat juga dituliskan

23 = 8

Pembelahan amuba

20 = 1 (jumlah amuba pada awalnya) 21 = 2 (amuba membelah pertama kalinya) 22 = 2 x 2 = 4 (amuba membelah kedua kalinya) 23 = 2 x 2 x 2 = 8 (amuba membelah ketiga kalinya)

Dari kasus di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa bilangan berpangkat adalah perkalian berulang sebanyak pangkatnya. Bagaimanakah pemahaman kalian? Apakah kalian belum begitu memahami dari permasalahan di atas, maka perhatikan pernyataan berikut ini.

Amatilah perkalian berikut ini : a. 2 x 2 x 2 = 23 = 8

b. 3 x 3 x 3 = 33 = 27 c. 4 x 4 x 4 = 43 = 64

Pernyataan di atas merupakan bilangan berpangkat bilangan bulat positif, bilangan berpangkat dapat dinotasikan sebagai berikut.

Ingatlah : bilangan berpangkat = perkalian berulang sebanyak pangkat seperti pada pernyataan di atas, karena pangkatnya 3, maka bilangan dikalikan ulang sebanyak 3kali.

2. Pangkat Bulat Negatif a-n = 𝟏

𝒂𝒏 ,untuk a > 0 3. Pangkat Nol

a0 = 1, untuk a > 0

(10)

Self Reflection (Refleksi)

Glosarium

Daftar Pustaka

1. Marsudi Raharjo. 2018. Buku Matemtika untuk SMP/MTS Kelas VII. Jakarta ; Penerbit Erlangga 2. Internet

Refleksi Guru:

1. Apakah tugas yang anda berikan dapat diselesaikan oleh siswa?

2. Perbaikan apa saja yang harus anda lakukan untuk pembelajaran kali ini?

3. Apakah kegiatan belajar berhasil?

4. Apa yang menurut kamu berhasil?

5. Kesulitan apa yang dialami?

6. Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

7. Apakah seluruh siswa mengikuti pelajaran dengan baik?

Refleksi Siswa:

1. Apakah kamu menikmati pembelajaran ini? Mengapa?

2. Bagian mana menurut kamu yang mudah dalam pembelajaran topik ini? Mengapa?

3. Bagian mana yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini? Mengapa?

4. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?

5. Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini? Mengapa?

6. Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang telah kamu lakukan?

• Bilangan Bulat : Bilangan yang terdiri dari bilangan negative, nol, dan bilangan positif

• GMT : Greenwich Meredian Time

• Titik Beku air : Air membeku pada titik 00C

• Menurun : Mengurutkan Bilangan dari yang paling besar ke paling kecil

• Menaik : Mengurutkan bilangan dari yang paling kecil ke yang paling besar

• Kekanan : pada garis bilangan bergerak ke kanan jika operasinya adalah jumlah

• Kekiri : Pada garis bilangan bergerak ke kiri jika operasinya adalah kurang

• Maju : Pada garis bilangan bergerak maju jika bilangan bernilai positif

• Mundur : Pada garis bilangan bergerak mundur jika bilangan bernilai negative

• Sifat komutatif : Sifat operasi hitung terhadap 2 bilangan yang memenuhi pertukaran letak antar bilangan sehingga menghasilkan hasil yang sama.

• Sifat asosiatif : Sifat operasi hitung terhadap 3 bilangan menggunakan bantuan pengelompokan 2 bilangan dengan tanda kurung dan apabila pengelompokan ditukarkan hasil tetap sama.

• Sifat distributif : Sifat operasi hitung dengan 2 operasi hitung yang berbeda, salah satu operasi hitung berfungsi sebagai operasi penyebaran dan operasi lainnya digunakan untuk

menyebarkan bilangan yang dikelompokkan dalam tanda kurung.

(11)

LAMPIRAN

Asesmen Formatif Pembelajaran Satu

PENILAIAN TES TERTULIS Nama Siswa : ………

Kelas : ………

Pertemuan Ke- : ………

Hari/Tanggal Pelaksanaan : ………

1. Jika menabung dinyatakan bilangan positif, maka mengambil tabungan dinyatakan bilangan negatif.

Rudi menebung uang sebasar Rp. 10.000,00, pada suatu hari Rudi ingin membeli buku tulis seharga Rp.3.000,00. Berapa sisa tabungan Rudi? Skor 20

2. Bagaimana menyatakan? Skor 20

a. Suhu 8˚C di atas 0˚C b. Suhu 2˚C di bawah 0˚C

3. Bagaimana menyatakan? Skor 20

a. Ketinggian 1500 m di atas permukan laut.

b. Kedalaman 750 m di bawah permukaan laut.

4. Urutkan bilangan-bilangan di bawah ini dari yang terkecil. Skor 20 a. -5, 4, -2, 1, 6

b. 20, -21, -41, 11, -15 c. 59, -72, -60, 85, 91 d. -103, 141, -111, 124, -132

5. Berilah tanda “” atau “=” dari bilangan berikut: Skor 20 a. -3 . . . .-2

b. -28 . . . .28 c. -4 . . . .0 d. -15 . . . .-19

Kunci Jawaban Asesment Formatif

1. Menabung Rp10.000,00 = 10.000 Mengambil Rp 3.000 = -3.000

Sisa tabungan Rudi = 10.000 – 3.000 = 7.000 Jadi sisa tabungan Rudi adalah Rp 7.000,00 2. a. Suhu 8˚C di atas 0˚C = 0 + 8 = 8˚C

b. Suhu 2˚C di bawah 0˚C = 0 – 2 = -2˚C

3. a. ketinggian 1500 m di atas permukaan air laut = 0 + 1500 = 1500 m b. kedalaman 750 m di bawah permukaan air laut = 0 – 750 = -750 m 7 4. Urutan Bilangan dari yang terkecil

a. -5, -2, 1, 4, 6 b. -41, -21,-15, 11, 20 c. -72, -60, 59, 85,91

d. -132, -111, -103, 124, 141 5. a. -3 < -2

b. -4 < 0 c. -28 < 28 d. -15 > -1

(12)

Asesmen Formatif Pembelajaran Dua

PENILAIAN TES TERTULIS Nama Siswa : ………

Kelas : ………

Pertemuan Ke- : ………

Hari/Tanggal Pelaksanaan : ………

1. Dalam sebuah permainan jika menang diberi nilai 3, jika kalah diberi nilai (-2) dan seri diberi nilai (-1).

Sebuah regu telah bermain 35 kali, dengan 27 kali menang, 5 kali seri. Tentukan jumlah nilai yang diperoleh regu tersebut.

2. Sebuah kereta api terdiri dari 10 gerbong untuk penumpang dan tiap gerbongnya berisi 50 kursi.

a. Berapa jumlah penumpang jika seluruh kursi terisi?

b. Berapa jumlah penumpang jika tiap gerbongnya hanya terisi 30 kursi?

c. Berapa jumlah penumpang jika yang terisi penuh 50 kursi hanya 9 gerbong dan yang satu gerbong kosong?

d. Berapa uang yang diperoleh tiap gerbong jika biaya pembelian karcis kereta untuk tiap orang sebesar Rp. 6.000,00?

3. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan rumah dan toko selama 20 hari dengan pekerja 9 orang. Agar pekerjaan itu selesai 15 hari, maka tambahan pekerja diperlukan sebanyak berapa orang?

4. Jumlah dua bilangan bulat adalah 7. Sedangkan hasil kalinya -44. Jika salah satu dari kedua bilangan itu dikalikan 3 dengan hasil -12, maka berapakah kedua bilangan yang dimaksud?

(13)

Asesment Formatif Pembelajaran tiga

PENILAIAN TES TERTULIS Nama Siswa : ………

Kelas : ………

Pertemuan Ke- : ………

Hari/Tanggal Pelaksanaan : ………

Ubah ke bentuk sederhana / bentuk perpangkatan:

1. 52 . 53= … skor 20 2. 𝟒𝟗

𝟕𝟐 = ⋯ skor 20 3. 20220= … skor 20 4. 2-10 = … skor 20 5. 2561/8 = … skor 20

Jawaban:

1. 55 2. 1 3. 1 4. 𝟏

𝟏𝟎𝟐𝟒 = ⋯ 5. 𝟐

(14)

ASESMEN AFEKTIF

Nama : ______________

Kelas : ______________

No Pertanyaan Tinggi Sedang Rendah

1 Bagaimana tanggung jawab kamu tunjukkan dalam mempelajari bilangan bulat

2 Bagaimana pemahaman kamu terhadap materi ajar bilangan bulat 3 Bagimana kerja sama yang kamu lakukan saat berada dalam kelompok 4 Kamu menghormati teman yang masih kurang paham atau kamu

menghormati teman yang paling aktif dalam kelompok kamu

5 Bagaimana kemampuan kamu dala menjaga sikap positif, netral, negtaif dalam mengatasi masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari

Referensi

Dokumen terkait

Melakukan diskusi cara menggunakan operasi hitung tambah, kurang, kali atau bagi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat. 

Melakukan diskusi cara menggunakan operasi hitung tambah, kurang, kali atau bagi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat.. 

Bahasan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat terhadap Hasil Belajar Siswa kelasVII A di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 adalah

4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif dalam kehidupan

4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif dalam

Bilangan bulat memiliki manfaat dalam kehidupan sehari- hari misalnya untuk mengukur suhu,dalam dunia keuangan,pada saat uang ditransfer kedalam rekening bank pastilah dalam

Melakukan diskusi cara menggunakan operasi hitung tambah, kurang, kali atau bagi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat dengan

Siswa mendiskusikan operasi hitung campuran penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat dari -10 sampai 10 dalam kehidupan sehari -hari dan