• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN TRAKSI KATETER TERHADAP LAMANYA PERDARAHAN PASCA OPERASI TRANSVESICA PROSTATECTOMY (TVP) DI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "HUBUNGAN TRAKSI KATETER TERHADAP LAMANYA PERDARAHAN PASCA OPERASI TRANSVESICA PROSTATECTOMY (TVP) DI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN TRAKSI KATETER TERHADAP LAMANYA PERDARAHAN PASCA OPERASI

TRANSVESICA PROSTATECTOMY(TVP) DI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN

SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Keperawatan Minat Utama Program Studi Ilmu Keperawatan

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan ridhoNya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Hubungan Traksi

Kateter Terhadap Lamanya Perdarahan Pasca Operasi Transvesica Prostatectomy (TVP) Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen”. Pelaksanaan penelitian ini tidak lepas dari bantuan dan doa semua pihak yang telah ikhlas memberikannya. Oleh karena itu peneliti mengucapkan terimakasih kepada:

1. Kedua Orang Tuaku, Bapak Ali Munandar dan Ibu Maryatun yang telah memberikan dukungan dan doa serta menjadi penyemangat sehingga diberi kemudahan dalam menyelesaikan studi di program ilmu keperawatan program S1 keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong 2. Istriku Afifah Handayani dan Putraku M. Syafik Al Fatih yang telah memberikan dukungan dan doa serta menjadi penyemangat sehingga diberi kemudahan dalam menyelesaikan studi di program ilmu keperawatan program S1 keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong 3. Herniyatun, SKp, Sp. Kep Mat selaku Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong yang telah memberikan fasilitas, sarana, dan prasarana yang diberikan kepada peneliti sehingga mampu menyelesaikan skripsi ini. 4. Isma Yuniar, S.Kep.,Ns,M.Kep selaku Ketua Prodi S1 Keperawatan

STIKES Muhammadiyah Gombong yang telah memberikan dukungan, saran dan arahan sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. 5. Irmawan Andri, S.Kep.,Ns,M.Kep selaku Dewan Penguji yang telah

(8)
(9)

Program Studi S1 Keperawatan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong Skripsi, Maret 2018

Khamami1)Bambang Utoyo2), Fajar Nugroho3)

ABSTRAK

HUBUNGAN TRAKSI KATETER TERHADAP LAMANYA PERDARAHAN PASCA OPERASI

TRANSVESICA PROSTATECTOMY(TVP) DI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN

Latar belakang: Pembedahan transvesica prostatectomy (TVP) merupakan salah satu terapi dari BPH yang menimbulkan obstruksi uretra dengan komplikasi yang sering muncul pasca operasi TVP adalah terjadinya perdarahan. Perdarahan yang terjadi pada operasi dapat diatasi dengan cara traksi kateter. Teknik yang sangat berpengaruh dalam traksi kateter adalah posisi kaki. Posisi kaki yang dianjurkan adalah posisi lurus. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan traksi kateter terhadap lamanya perdarahan pasca operasi transvesica prostatectomy(TVP) di RSUD Dr. Soedirman Kebumen

Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode penelitian non-eksperimental dengan menggunakan cross sectional study. Desain penelitian ini adalah korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknikaksidental sampling

Hasil Penelitian:. Hasilnya terdapat hubungan yang signifikan antara traksi kateter dengan lamanya perdarahan pasca operasi transvesica prostatectomy (TVP) di RSUD Dr. Soedirman Kebumen dengan nilai p value= 0,005 dengan uji statistikchi-square.

(10)

Bachelour Program Muhammadiyah Health Sciences of Gombong Mini Thesis, Maret 2018

Khamami1)Bambang Utoyo2), Fajar Nugroho3)

ABSTRACT

THE RELATIONSHIP OF CATHETER TRACTION TO THE DURATION OF POSTOPERATIVE BLEEDING

TRANSVESICAL PROSTATECTOMY IN RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN

Background: Transvesical prostatectomy is one of the therapy to healing prostate hypotrophy that cause urethral obstruction with complications that is bleeding. Bleeding in this case can be overcome by catheter traction. The positive impact technique in catheter traction is the position of the patien”t foot. The recommended foot position is straight.

Purpose: The identify relationship of traction catheter on the duration of postoperative bleeding.

Method: This study used non-experimental method and cross-sectional study approach. Accidental sampling applied in this study.

Result:There are significant relationship between catheter traction wiyh bleeding long period post transvesica prostatectomy with chi-square test showed p value = 0.005

Conclusion: Most range age respondents 66-75 years old was as much 7 respondents (50%), as much 8 respondents used straight foot position (57%), bleeding time period in range 12-24 hours as much 6 respondents (43%).

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 : Traksi Kateter

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. : Definisi Operasional

Tabel 4.1. : Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Tabel 4.2. : Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Posisi Kaki

Tabel 4.3. : Frekuensi Terjadinya Perdarahan Pasca Operasi TVP Berdasarkan Lama Perdarahan dan Warna Urine Bag Tabel 4.4. : Hasil AnalisaChi-SquareAntara Posisi Kaki Dengan

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Lembar Permohonan Menjadi Responden Lampiran 2 : Lembar Persetujuan Menjadi Responden

Lampiran 3 : Lembar Persetujuan Menjadi Observer Penelitian Lampiran 4 : Lembar Observasi

Lampiran 5 : SOP Perawatan Traksi Kateter Lampiran 6 : Jadwal Penelitian

Lampiran 7 : Surat Ijin Penelitian Kesbangpol Lampiran 8 : Surat Ijin Penelitian Bappeda

Lampiran 9 : Surat Ijin Penelitian RSUD Dr. Soedirman Kebumen Lampiran 10 : Surat Keterangan Lolos Uji Etik

(14)

DAFTAR ISI A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori ... 7

B. Kerangka Teori... 30

C. Kerangka Konsep ... 31

D. Hipotesa... 31

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian... 32

B. Populasi dan Sampel ... 32

C. Tempat dan Waktu Penelitian ... 33

(15)

E. Definisi Operasional... 34

F. Instrumen Penelitian... 35

G. Teknik Pengumpulan Data ... 36

H. Teknik Analisa Data... 36

I. Validitas dan Reliabilitas ... 37

J. Teknik Pengolahan Data ... 38

K. Etika Penelitian ... 39

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisa Univariat... 42

B. Analisa Bivariat... 44

C. Pembahasan ... 44

BAB V PENUTUP A. Simpulan... 50

B. Saran... 51 DAFTAR PUSTAKA

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Benign Prostate Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak merupakan suatu keadaan terjadinya proliferasi sel stroma prostat yang akan menyebabkan pembesaran dari kelenjar prostat (Kapoor, 2012). Pada pembesaran prostat jinak terjadi hiperplasia kelenjar perineutral yang akan mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer (Sjamsuhidajat, 2007). Mediator utama dalam pertumbuhan kelenjar prostat yaitu dehidrotestosteron (DHT) yang merupakan metabolit testosteron yang dibentuk di dalam sel prostat oleh breakdown prostat (Kapoor, 2012). Pertumbuhan kelenjar prostat terjadi secara konstan selama dua puluh tahun pertama kehidupan lalu berhenti antara usia 20-40 tahun dan mulai kembali pada usia 50 tahun (Jiwanggana, 2016).

(17)

2

Prostat memiliki sel-sel kelenjar (glandular cells) yang memproduksi cairan yang juga merupakan sel-sel yang mengembangkan kanker prostat dan sel-sel jaringan ikat (stroma cells), yaitu sejenis sel-sel jaringan (tissue cells) yang mengisi ruang antar kelenjar. Kondisi BPH berarti meningkatnya glandula cells dan stromacells yang menyebabkan bertambahnya ukuran prostat yang kemudian menimbulkan hambatan buang air kecil atau gejala iritasi. Gejalanya sama dengan kanker prostat. BPH adalah pembesaran kelenjar yang bersifat menyebar dan menyeluruh dan itulah yang dialami oleh penderita dengan gejala aliran urin yang lemah dan terputus-putus (Waluyo, 2015).

(18)

3

abdomen. TVP dibagi menjadi tiga yaitu prostatectomy suprapubik prostatectomy perineal dan prostatectomy retropubik. Open prostatectomy dianjurkan untuk prostat dengan ukuran (>100 gram) (Purnomo, 2011).

Pembedahantransvesica prostatectomy merupakan salah satu terapi dari BPH yang menimbulkan obstruksi uretra. Komplikasi yang sering muncul pasca operasi TVP adalah terjadinya perdarahan di dalam kandung kemih, sehingga menyebabkan pembekuan darah yang disebutclots. Hal ini dapat menyebabkan tersumbatnya lumen atau lubang kateter, sehingga menimbulkan pembendungan air kemih/retensi urine. Bila terdapat perdarahan pasca transvesica prostatectomy, ahli urologi sering melakukan traksi kateter dan irigasi kandung kemih.

Perdarahan pascaoperasi transvesica prostatectomy secara langsung akan mempengaruhi lama kateter dipertahankan pasca operasi transvesica prostatectomy(Soemoharjo, 2008). Perdarahan adalah didapatkannya darah atau sel darah merah di dalam urine. Porsi perdarahan yang keluar perlu diperhatikan apakah terjadi pada saat miksi (perdarahan inisia), seluruh proses miksi (total perdarahan), atau akhir miksi (perdarahan terminal), dengan memperhatikan porsi perdarahan yang keluar dapat diperkirakan asal perdarahan (Purnomo, 2013).

(19)

4

(Hamed Akhavizadegan, 2016). Traksi tidak boleh lebih dari 24 jam karena dapat menimbulkan penekanan pada uretra bagian penoskrotal sehingga mengakibatkan stenosis buli – buli karena ischemi (Nursalam, 2013). Setelah traksi dilonggarkan fiksasi dipindahkan pada paha bagian proximal atau abdomen bawah. Antibiotika profilaksis dilanjutkan beberapa jam atau 24 – 48 jam pasca bedah. Setelah urin yang keluar jernih kateter dapat dilepas. Kateter biasanya dilepas pada hari ke 3–5 dan pada saat pelepasan kateter diberikan antibiotika 1 jam sebelumnya untuk mencegah urosepsis. Biasanya pasien boleh pulang setelah miksi baik, satu atau dua hari setelah kateter dilepas. Posisi kaki pada pasien yang terpasang traksi kateter harus dipertahankan tetap lurus/ekstensi untuk memaksimalkan penekanan balon kateter yang dapat mengurangi perdarahan. Angka kejadian perdarahan pasca operasi TVP di ruang bedah RSUD Dr. Soedirman Kebumen pada tahun 2017 dengan faktor kesalahan posisi kaki ditekuk sekitar 30 pasien atau 30 persen dari total pasien yang menjalani operasi TVP.

Penelitian yang dilakukan oleh Mochammad Sodiq (2012) menyebutkan bahwa terdapat pengaruh pemasangan traksi kateter pada pasien post op TURP terhadap timbulnya perdarahan dengan p 0,001, sebelum pemasangan traksi kateter terjadi perdarahan sebesar 48 % dan setelah pemasangan traksi kateter diobservasi 1-12 jam terjadi perdarahan sebesar 20 % dan diobservasi 12-24 jam terjadi perdarahan sebesar 8 %.

(20)

5

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah ada hubungan traksi kateter

terhadap lamanya perdarahan pasca operasi transvesica prostatectomy (TVP) di RSUD Dr.Soedirman Kebumen?”.

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum :

Mengidentifikasi hubungan traksi kateter terhadap lamanya perdarahan pasca operasi transvesica prostatectomy (TVP) di RSUD Dr. Soedirman Kebumen

2. Tujuan Khusus :

a. Untuk mengetahui kekuatan traksi kateter berdasarkan posisi kaki (fleksi/ditekuk dan ekstensi/lurus)

b. Untuk mengetahui frekuensi lamanya perdarahan berdasarkan posisi kaki (fleksi/ditekuk dan ekstensi/lurus)

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Pendidikan Keperawatan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan atau sumber informasi serta dasar pengetahuan bagi para mahasiswa keperawatan dan dapat dijadikan sebagai materi dalam melakukan traksi kateter sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

2. Bagi Institusi Rumah Sakit

(21)

6

3. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya dan menjadi referensi, khususnya yang mengangkat topik pengaruh traksi kateter terhadap lamanya perdarahan pasca operasi transvesica prostatectomy(TVP).

E. Keaslian Penelitian

1. Mochammad Sodiq (2012) yang berjudul pengaruh pemasangan traksi kateter pada pasien Post Op TURP terhadap timbulnya perdarahan. Jenis penelitian ini menggunakan desainpra experiment one-group pra test post test design. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Seruni RSUD

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta

Arthur, Beiser. (2007).Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga

Bennet, P. (2012).Diagnostic Imaging: Nuclear Medicine, 2nd edition. Elsevier : Canada Brunner & Suddarth. (2008). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah”, Edisi 8, Vol 2,

Jakarta: EGC

Creswell, John. (2015).Riset Pendidikan. Pustaka Pelajar : Yogyakarta

Dwindra,Israr (2008), Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)/ Pembesaran Prostat Jinak (PPJ).Diakses tanggal 02/11/2017

Elizabeth J, Corwin. (2010).Buku Saku Patofisiologiedisi III. EGC: Jakarta

Elizabeth J, Corwin. (2011). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta: Jakarta

Fadlol. (2009). Efektifitas Irigasi Kandung Kemih dengan Cairan NaCL 0,9% Dingin Terhadap Hematuria Pada Pasien Post Operasi TUR-Prostat di RSD Dr.Soebandi Jember

Grace.(2016). Karsinoma Prostat Dalam At A Glance Ilmu Bedah. Edisi 3. Erlangga: Jakarta

Guyton, Hall JE. (2013)Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Terjemahan). 11 ed. Rachman RY, Hartanto H, Novrianti A, Wulandari N, editors. EGC : Jakarta

Guyton,C Arthur dan Hall, Jhon E. (2007). Anatomi dan Fisiologi Ginjal. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi II. EGC: Jakarta

Hamed Akhavizadegan. (2016). A Novel Technique for Post Prostatectomy Chateter Traction: Medical Institute Monthly

Hastono & Sabri. (2010).Statistik Kesehatan. Rajawali Pers: Jakarta

Hidayat.(2007). Asuhan Keperawatan Klien dengan BPH,

http://hidayat2.wordpress.com/2007 retrieved 10 November 2017

(23)

Ikatan Ahli Urologi Indonesia. ( 2015). Panduan Penatalaksanaan Klinis Pembesaran Prostat Jinak

I Ketut. (2015). Buku Ajar Metodologi Penelitian. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana: Denpasar

Jiwanggana, P.(2016). Perbedaan Derajat Keasaman Urin Pada penderita pembesaran Prostat Jinak dengan Bakteriuria Rendah dan Tinggi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Skripsi

Kapoor, Anil. (2012).Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Management In The Primary Care Setting. Can J Urol

Kruger GO. (2014).Textbook of Oral Surgery. The CV Mosby: Saint Louis

Long Barbara.(2008). Perawatan Medikal Bedah, (volume 3). Penerjemah: Yayasan IAPK Padjajaran, Bandung

Majid. (2011). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 4. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam Fakultas kedokteran. Universitas Indonesia: Jakarta

Mansyur, A. (2010).Penuntun Praktikum Hematologi. Raja Grafindo: Makasar

Marlina, Samad AR. (2013). Hubungan Pemasangan Kateter dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUDZA Banda Aceh Tahun 2012. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 1(1), 35-47

Mitchell. (2009) :Buku Saku Dasar Patologis Penyakit. Edisi 7. EGC : Jakarta

Mochamad Sodiq. (2012). Pengaruh Pemasangan Traksi Kateter Pada Pasien Post Op TURP Terhadap Timbulnya Perdarahan: Kediri

Muruganandham K, Dubey D. (2007). Acute Urinary Retention In Benign Prostatic Hyperplasia: Risk Factor and Current management Indian Journal of Urologi

(24)

Nursalam. (2013). Konsep Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis dan Istrumen Penelitian, edisi Pertama, Salemba Medika : Jakarta.

Oesterling. (2008). Prostate Specific Antigen, A Crucial Assesment of The Most useful Tumor Markers For Adenocarcinoma Of The Prostate The Journal Of Urology Patel, P.R.(2014). Lectures Notes. Radiologi. Edisi 2. Erlangga: Jakarta

Peterson. (2008).Middle Range Theoris Application to Nursing Research Second Edition. Philadelphia: Lippincot William & Wilkins

Purnomo, Basuki B. (2011). Dasar-dasar Urologi, SMF / lab. Ilmu Bedah RSUD Saiful Anwar. FK Unibraw : Malang

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2015). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI Tahun 2015

Sjamsuhidajat,R. (2015).Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC: Jakarta

Soemohardjo. (2008). Sindroma TUR. Jurnal Online http://Biomedika

mataram.wordpress.com

Sugiyono. (2011).Statistika Untuk Penelitian. CV Alfa Beta : Surabaya.

Wray. (2013). Textbook of General and Oral Surgery. Philadelphia: Churchill Living Stone

Wilson. (2005).Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Edisi 6 Vol I. EGC: Jakarta

WHO. (2015).Technical Report Series: World Health Statistic

(25)
(26)
(27)
(28)
(29)

Lampiran 1

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada Yth. Calon Responden Penelitian di tempat Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Khamami

NIM : A21601449

Prodi : S1 Keperawatan Stikes Muhammadiyah Gombong

Pada saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang ” Hubungan Traksi Kateter Terhadap Lamanya Perdarahan Pasca Operasi Transvesica Prostatectomy (TVP) Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen”. Berkenaan dengan hal tersebut, saya bermaksud untuk meminta kesediaan saudara untuk menjadi responden guna penelitian yang dimaksud. Hasil lembar observasi bersifat rahasia dan tidak akan berpengaruh terhadap saudara maupun keluarga.

Atas kerjasama yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

(30)

Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Dengan menandatangani lembar ini, saya : Nama (initial) :

Umur :

No RM :

Alamat :

Memberikan persetujuan untuk dilakukan penelitian. Saya mengerti bahwa saya menjadi bagian dari penelitian yangbertujuan untuk mengetahui “Hubungan Traksi Kateter Terhadap Lamanya Perdarahan Pasca Operasi Transvesica Prostatectomy (TVP) Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen”. Saya telah diberi penjelasan oleh peneliti bahwa hasil dari observasi penelitian ini hanya digunakan untuk keperluan penelitian. Oleh karena itu, secara sukarela saya ikut berperan dalam penelitian ini.

Kebumen, Desember 2017

Saksi Responden

(31)
(32)

Lampiran 4

LEMBAR OBSERVASI PASIEN PASCA OPERASI TVP

Hari/Tanggal :

Nama :

No RM :

Umur :

WAKTU

INDIKATOR

Warna Drainase Warna Urine Bag

Posisi Kaki

Ditekuk Lurus

Keterangan :

1= 0-12 jam = warna kuning jernih (normal) 2= 12-24 jam = warna kuning kemerahan (tidak normal) 3= >24jam = warna merah pekat (bahaya) (Smeltzer & Bare, 2012)

(33)
(34)

Lampiran 5

NO DOKUMEN NO REVISI HALAMAN

½

Pengertian Pemberian beban pada kateter dengan menarik balon kateter ke arah bladerneck

Tujuan Mengurangi perdarahan dengan menarik balon kateter ke arah bladerneck dan menghalangi masuknya perdarahan prostat kedalam kandung kemih

a. Jelaskan tujuan pemasangan traksi kateter b. Pastikan posisi kaki tetap lurus/ekstensi c. Cek tipe kateter yang digunakan

1) 3 lubang (satu untuk balon, satu untuk cairan irigasi, satu untuk aliran urine)

2) 2 lubang ( satu untuk balon, satu untuk aliran urine) d. Cek selang irigasi untuk memastikan tidak ada

sumbatan

e. Pantau keluaran aliran urine kemungkinan terjadi perdarahan

f. Kaji warna urin dan adanya mukus atau endapan g. Cek kepatenan selang drainase

h. Kaji abdomen bagian bawah untuk mengetahui apakah terjadi distensi abdomen

i. Pastikan plester masih menempel kuat

(35)

Evaluasi

a. Jumlah cairan yang digunakan untuk irigasibladderkateter serta komposisi jumlah cairan drainase

b. Observasi kepatenan kateter

c. Observasi terjadinya rasa nyeri dan demam

d. Observasi urine untuk menentukan kekeruhan, konsentrasi dan bau

e. Peningkatan spasmebladder

Unit Instalasi Bedah Sentral

Referensi r Arthur, Beiser. (2007). Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga

Smith’s General Urology, Edisi 15, Tahun 2010, hal. 399 – 406

(36)

Lampiran 6

JADWAL PENELITIAN

N o

Kegiatan Bulan ke- ( 2017/2018)

1. Tahap persiapan penelitian Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb a. Penyusunan dan

pengajuan judul b. Pengajuan proposal c. Perijinan penelitian 2. Tahap Pelaksanaan

a. Pengumpulan data b. Analisis data

3. Tahap penyusunan proposal 4. Seminar Proposal

5. Pelaksanaan penelitian

6. Pengolahan Data, Analisis dan Penyusunan Laporan

Gambar

Gambar 4: Kerangka Konsep Penelitian
Tabel 3.1.: Definisi Operasional

Referensi

Dokumen terkait

Perawatan terapi berupa relaksasi nafas dalam dan psikoreligius (Dzikir) akan membantu pasien dalam mengatasi stressor yang muncul. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh