Sistem Informasi Manajemen Inventory Material Pada Ptpn Vii Unit Wayberulu

56  Download (0)

Teks penuh

(1)

Usulan Penelitian untuk Skripsi S-1 Usulan Penelitian untuk Skripsi S-1

Diusulkan oleh : Diusulkan oleh :

TIYAS RULLY FIRANTIKA TIYAS RULLY FIRANTIKA

12311321 12311321

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA

BANDAR LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

2017 2017

(2)
(3)

1.

1. PendahuluanPendahuluan 1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Saat ini komoditas perkebunan masih memegang peran penting dalam Saat ini komoditas perkebunan masih memegang peran penting dalam menghasilkan devisa. PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) adalah bekas menghasilkan devisa. PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) adalah bekas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di sektor  perkebunan dengan

 perkebunan dengan mengelola mengelola berbagai berbagai jenis jenis tanaman tanaman budidaya. budidaya. PTPN PTPN VII VII UnitUnit Way berulu merupakan salah satu unit yang berfungsi sebagai perkebunan dan Way berulu merupakan salah satu unit yang berfungsi sebagai perkebunan dan  pengolahan

 pengolahan hasil. hasil. Komoditas Komoditas hasil hasil PTPN PTPN VII VII antara antara lain lain seperti seperti kebun kebun karet,karet, kelapa sawit, tebu, dan teh. Perusahaan memiliki jaringan usaha yang luas dan kelapa sawit, tebu, dan teh. Perusahaan memiliki jaringan usaha yang luas dan tersebar di tiga provinsi yaitu Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. tersebar di tiga provinsi yaitu Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Perusahaan juga memiliki 5 kebun (unit usaha) di wilayah Lampung yang Perusahaan juga memiliki 5 kebun (unit usaha) di wilayah Lampung yang mengusahakan tanaman karet yaitu kebun Kedaton, Way Berulu, Way Lima, mengusahakan tanaman karet yaitu kebun Kedaton, Way Berulu, Way Lima, Bergen, dan Tulung Buyut.

Bergen, dan Tulung Buyut.

Areal yang luas dengan berbagai

Areal yang luas dengan berbagai jenis komoditi yang dihasilkan menyebabkanjenis komoditi yang dihasilkan menyebabkan  penanganan produksi

 penanganan produksi semakin semakin bervariasi bervariasi untuk setuntuk setiap iap komoditi. Peran komoditi. Peran komoditaskomoditas karet selain meningkatkan devisa negara juga sebagai bahan baku industri dalam karet selain meningkatkan devisa negara juga sebagai bahan baku industri dalam negeri seperti ban, alat-alat kedokteran, mainan anak-anak dan jenis industri negeri seperti ban, alat-alat kedokteran, mainan anak-anak dan jenis industri lainnya.

lainnya.

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi di kalangan masyarakat, Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi di kalangan masyarakat, maka semakin tidak asing pula dengan penggunaan program berbasis komputer maka semakin tidak asing pula dengan penggunaan program berbasis komputer yang berfungsi untuk mendukung kinerja suatu perusahaan agar dapat berjalan yang berfungsi untuk mendukung kinerja suatu perusahaan agar dapat berjalan sesuai dengan target yang diinginkan (Adji Kusuma Dinata ; 2009). sesuai dengan target yang diinginkan (Adji Kusuma Dinata ; 2009). Perkembangan teknologi yang didukung dengan perkembangan

Perkembangan teknologi yang didukung dengan perkembangan  software software maupun maupun hardware

hardware  yang semakin maju akan banyak membantu dalam memproses  yang semakin maju akan banyak membantu dalam memproses  persediaan

 persediaan data data barang, barang, sehingga sehingga efektifitas efektifitas dan dan efisisensi efisisensi kinerja kinerja perusahaanperusahaan dapat tercapai (Rocky Aji Wibowo ; 2009).

dapat tercapai (Rocky Aji Wibowo ; 2009).

Untuk mempermudah kegiatan operasional suatu perusahaan, dibutuhkan Untuk mempermudah kegiatan operasional suatu perusahaan, dibutuhkan suatu sistem yang memanfaatkan teknologi komputer untuk memproses, suatu sistem yang memanfaatkan teknologi komputer untuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas serta informasi yang strategis untuk menghasilkan informasi yang berkualitas serta informasi yang strategis

(4)

untuk pengambilan keputusan (Merlin Febryanna, Stephanie Angelina dan kawan untuk pengambilan keputusan (Merlin Febryanna, Stephanie Angelina dan kawan kawan ; 2014).

kawan ; 2014).

Banyaknya jumlah barang yang harus ditangani serta frekuensi keluar Banyaknya jumlah barang yang harus ditangani serta frekuensi keluar masuknya barang digudang semakin tinggi membutuhkan suatu sistem informasi masuknya barang digudang semakin tinggi membutuhkan suatu sistem informasi yang dapat mengolah data dengan cepat dan menghasilkan suatu informasi yang yang dapat mengolah data dengan cepat dan menghasilkan suatu informasi yang tepat. Saat ini sistem informasi persediaan yang ada di PT Perkebunan Nusantara tepat. Saat ini sistem informasi persediaan yang ada di PT Perkebunan Nusantara VII bersifat sederhana dan dilakukan dengan cara manual yaitu masih dicatat VII bersifat sederhana dan dilakukan dengan cara manual yaitu masih dicatat dalam buku besar dan

dalam buku besar dan  spredsheet  spredsheet . Hal ini menyebabkan lambat atau sulitnya. Hal ini menyebabkan lambat atau sulitnya mendapatkan informasi persediaan.

mendapatkan informasi persediaan.

Sistem lama yang digunakan oleh PTPN VII Wayberulu kurang dapat Sistem lama yang digunakan oleh PTPN VII Wayberulu kurang dapat mendukung kebutuhan perusahaan. Kesalahan dalam sistem persediaan barang mendukung kebutuhan perusahaan. Kesalahan dalam sistem persediaan barang yang lama yaitu sering kali mengalami kekeliruan seperti pendataan jumlah yang lama yaitu sering kali mengalami kekeliruan seperti pendataan jumlah  barang,

 barang, jenis jenis barang, barang, maupun maupun kuantitas kuantitas barang. barang. Solusi Solusi untuk untuk mengatasi mengatasi masalahmasalah tersebut yaitu dengan mengembangkan sebuah sistem untuk mengelola persediaan tersebut yaitu dengan mengembangkan sebuah sistem untuk mengelola persediaan secara terkomputerisasi dengan menerapkan metode

secara terkomputerisasi dengan menerapkan metode  EOQ EOQ (( Economical  Economical OrderOrder Quantity

Quantity) yang mampu mengolah data operasional dan laporan yang lengkap,) yang mampu mengolah data operasional dan laporan yang lengkap, untuk meminimalkan total biaya persediaan, pembelian yang optimal dan untuk meminimalkan total biaya persediaan, pembelian yang optimal dan menentukan kuantitas atau jumlah pemesanan pada periode tertentu. Sehingga menentukan kuantitas atau jumlah pemesanan pada periode tertentu. Sehingga informasi yang dihasilkan mengenai persediaan barang akan mendapatkan hasil informasi yang dihasilkan mengenai persediaan barang akan mendapatkan hasil yang akurat dan tidak terjadi lagi kekeliruan dalam pengolahan data.

yang akurat dan tidak terjadi lagi kekeliruan dalam pengolahan data.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengusulkan untuk mengembangkan Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengusulkan untuk mengembangkan

Sistem Informasi ManajemenSistem Informasi Manajemen

II nve

nvent

nto

orry 

  Material  Material pada PTPN VII Unitpada PTPN VII Unit

Wayb

(5)

1.2.

1.2. Rumusan MasalahRumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah maka di rumuskan Berdasarkan uraian latar belakang masalah maka di rumuskan  permasalahannya yaitu sebagai berikut :

 permasalahannya yaitu sebagai berikut : 1.

1. Bagaimana mengolah data persediaan barang agar tidak terjadi kesalahanBagaimana mengolah data persediaan barang agar tidak terjadi kesalahan dalam memproses data secara terkomputerisasi ?

dalam memproses data secara terkomputerisasi ? 2.

2. Bagaimana menerapkan metodeBagaimana menerapkan metode EOQ EOQ (Economical Order Quantity(Economical Order Quantity) dalam) dalam sistem informasi manajemen

sistem informasi manajemen inventory inventory ? ?

1.3.

1.3. Tujuan PenelitianTujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah: Tujuan penelitian ini adalah: 1.

1. Untuk mengolah data persediaan agar tidak terjadinya kesalahan dalamUntuk mengolah data persediaan agar tidak terjadinya kesalahan dalam memproses data secara terkomputerisasi.

memproses data secara terkomputerisasi. 2.

2. Untuk menerapkan metodeUntuk menerapkan metode  EOQ EOQ (( Economical  Economical Order Order Quantity)Quantity) dalamdalam sistem informasi manajemen inventory.

sistem informasi manajemen inventory.

1.4.

1.4. Batasan MasalahBatasan Masalah

Dalam penulisan Proposal ini ditentukan batasan masalah, yaitu: Dalam penulisan Proposal ini ditentukan batasan masalah, yaitu: 1.

1. Hanya membahas tentang pengolahan data persediaan bahan material.Hanya membahas tentang pengolahan data persediaan bahan material. 2.

2. Informasi yang dihasilkan hanya berupa pencatatan lInformasi yang dihasilkan hanya berupa pencatatan laporan jumlah barang,aporan jumlah barang,  jenis barang, persediaan material, dan kuantitas jumlah pemesanan.

 jenis barang, persediaan material, dan kuantitas jumlah pemesanan. 3.

3. Hanya menerapkan metodeHanya menerapkan metode  EOQ EOQ (( Economical  Economical Order Order Quantity)Quantity) untukuntuk  perhitungan jumlah pemesanan barang material.

 perhitungan jumlah pemesanan barang material.

1.5.

1.5. Manfaat PenelitianManfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini antara lain: Manfaat dari penelitian ini antara lain: 1.

1. Bagi PenulisBagi Penulis

menambah ilmu pengetahuan dan memberikan sumbangan pemikiran menambah ilmu pengetahuan dan memberikan sumbangan pemikiran tentang sistem informasi manajemen persediaan barang yang ada pada tentang sistem informasi manajemen persediaan barang yang ada pada  perusahaan.

(6)

2.

2. Bagi PerusahaanBagi Perusahaan

Diharapkan perusahaan dapat meningkatkan kinerja dengan adanya sistem Diharapkan perusahaan dapat meningkatkan kinerja dengan adanya sistem informasi manajemen persediaan barang, dapat meminimalkan total biaya informasi manajemen persediaan barang, dapat meminimalkan total biaya  persediaan

 persediaan serta serta mempermudah proses mempermudah proses dalam kinerja dalam kinerja serta serta mengendalikanmengendalikan kuantitas persediaan di masa

kuantitas persediaan di masa yang akan datang.yang akan datang.

1.6.

1.6. Penelitian TerdahuluPenelitian Terdahulu

Berdasarkan penelitian yang ada maka penulis menganalisis dari beberapa Berdasarkan penelitian yang ada maka penulis menganalisis dari beberapa  penelitian sebagai berikut:

 penelitian sebagai berikut:

Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu  No

 No Judul Judul Penulis Penulis Permasalahan Permasalahan HasilHasil 1. Rancang 1. Rancang Bangun Sitem Bangun Sitem Informasi Informasi Persediaan Persediaan (( Inventory Inventory)) dengan Model dengan Model Software As a Software As a Service Service Menggunakan Menggunakan Service Service Oriented Oriented  Architecture  Architecture Ahmad Ahmad Rifai, Rifai, Riyanarto Riyanarto Sarno, Sarno, Dwi Dwi Sunaryono Sunaryono (2010). (2010).  perusahaan

 perusahaan yangyang memiliki beberapa memiliki beberapa  perbedaan

 perbedaan transaksitransaksi dengan data yang dengan data yang hasil hasil  penyimpanannya  penyimpanannya menggunakan menggunakan aplikasi

aplikasi databasedatabase..

Dengan adanya Dengan adanya aplikasi yang aplikasi yang mampu dibangun mampu dibangun menggunakan fitur menggunakan fitur inventory

inventory   antaraantara  pembelian

 pembelian materialmaterial dan pengiriman dan pengiriman  barang

 barang sehinggasehingga dapat

dapat

memperkirakan memperkirakan  jumlah optimal  jumlah optimal suatusuatu  barang

 barang yangyang tersimpan di gudang tersimpan di gudang agar tidak terjadi agar tidak terjadi kelebihan atau kelebihan atau kekosongan stok. kekosongan stok.

(7)

Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu (lanjutan)

 No Judul Penulis Permasalahan Hasil

2. Sistem Informasi Persediaan Barang Pada Distro above Store Semarang Adji Kusuma Dinata (2009). Pada bagian  pengolahan data sering terjadi kesalahan, keterlambatan

dalam order barang

yang masih

dilakukan dengan cara manual serta  banyaknya item Hasil analisis mengenai  pengolahan data  persediaan barang ini menunjukan  bahwa sistem informasi ini mampu mengatasi kesalahan yang sering terjadi 3. Sistem informasi  persediaan keluar masuk  barang pada inside  distro  jakarta Rocky Aji Wibowo (2009). Untuk menghitung  persediaan keluar masuk barang masih menggunakan cara manual sehingga menghabiskan  banyak waktu dan

memakan banyak ruang penyimpanan data (melalui buku arsip). Dengan menggunakan  program visual basic  6.0 sebuah  perusahan dapat memberikan informasi yang lebih baik dan efisien serta dapat membantu  pengawasan keluar masuk barang. 4. Sistem Informasi Manajemen Persediaan Racun dan Kinerja Karyawan pada Merlin Febriyanna, Stephani Angelina, Mardiani, S.Si.,M.T.I , Sulit dalam mengambil keputusan mengenai  persediaan racun, kesulitan Hasil dari  penelitian ini adalah menggunakan aplikasi visual basic serta

(8)

Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu (lanjutan)

 No Judul Penulis Permasalahan Hasil

Pada PT Agrindo Raya Palembang Dewi, M.kom (2014). mengontrol karyawan yang sering tidak masuk kerja, tidak adanya  penilaian mengenai kinerja kerja karyawan, serta semua data yang  belum tersimpan dalam bentuk database.

 Microsoft SQL server yang akan memberikan informasi mengenai  persediaan racun dan kinerja karyawan serta adanya laporan dalam bentuk grafik, sehingga dapat membantu dalam mengambil keputusan melalui laporan yang tersedia. 5. Sistem Informasi manajemen  Inventory  Pada PT SOLO Sarana Network. Sahid Wahyu Prikusumo (2014). Penelitian pada sistem ini belum adanya aplikasi yang mampu mengatur stok barang yang ada sehingga

menimbulkan

kesulitan bagi keryawan untuk bisa

Dapat membantu

karyawan dalam hal persediaan  barang agar bisa selalu melihat stok dan barang yang telah menipis.

(9)

Tabel 1.1 Penelitian Terdahulu (lanjutan)

 No Judul Penulis Permasalahan Hasil

melihat transaksi-transaksi yang dilakukan. Selain itu karyawan dapat melihat transaksi dimanapun dengan sistem  berbasis website online.

Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dijelaskan pada tabel 1.1 maka dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. Dengan adanya sistem informasi manajemen inventory  maka pihak  perusahaan dapat lebih mudah menyajikan informasi tentang persediaan  barang.

2. Sistem informasi manajemen persediaan dapat mempermudah dalam mendapatkan informasi baik dalam pencarian data, proses persediaan  barang maupun dalam pembuatan laporan.

Perbedaan penelitian yang diusulkan dengan penelitian sebelumnya adalah : 1. Dapat memberikan hasil lebih dalam mendapatkan informasi dan kuantitas

 barang yang telah dibuat seperti laporan yang menerapkan metode  EOQ ( Economical Order Quantity) .

2. Dapat menyajikan data-data serta memperkirakan jumlah pemesanan  barang dengan menggunakan metode  EOQ ( Economical Order Quantity) yang lebih akurat dan efisien, agar perusahaan dapat meminimalkan biaya  persediaan tahunan.

(10)

2. Landasan Teori 2.1 Pengertian Sistem

Menurut Jogiyanto (2014:1) Sistem adalah:

“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur 

-prosedur yang saling

 berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan

atau

menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

Menurut Ladjamudin (2005) Sistem merupakan:

“S

uatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lainnya.karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang ada didalam sistem tersebut

”.

Dari pengertian sistem menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling terintegrasi satu sama lain dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu.

2.1.1. Karakteristik Sistem

Menurut Ladjamudin (2005) dalam buku yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi menjelaskan beberapa karakteristik sistem yaitu:

1. Komponen Sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batasan Sistem

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3. Lingkungan luar sistem

Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat

(11)

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dengan demikian harus dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu susbsistem dengan subsistem yang lainnya. Melaui penghubung ini kemungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

5. Masukan Sistem

Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat  berupa masukan perawatan (maintenance input ) dan masukan sinyal ( signal input ).  Maintenance input   adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat berjalan. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem.

6. Keluaran Sistem

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat berupa masukkan untuk subsistem yang lain.

7. Pengolah Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau si stem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran

8. Sasaran Sistem

Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran, Jika sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada fungsinya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

(12)

2.1.2.Klasifikasi Sistem

Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang adalah sebagai berikut :

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak ( Abstract System) dan sistem fisik ( Physical System).

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai alamiah ( Natural System) dan sistem buatan manusia ( Human Made System).

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia.

Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu ( Deterministic Sistem) dan sistem tak tentu ( Probabilistic System).

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.

Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depan nya tidak dapat diprediksi karena unsur probabilitas.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (Closed System) dan sistem terbuka (Open System).

Sistem tertutup adalah sisyem yang tidak berhubungan dan tidak  berpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Sistem terbuka adalah aiatem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukkan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem lainnya.

(13)

2.2 Pengertian Informasi

Menurut kadir (2005) informasi adalah :

Bentuk data yang telah diolah sehingga dapat menjadi bahan bahan yang

 berguna bagi pengambilan keputusan”.

Informasi yang berkualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 hal, yaitu: 1. Akurat

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.

2. Tepat pada waktunya

Informasi yang datang pada penerimanya tidak boleh terlambat. 3. Relevan

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.3 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Ladjamudin (2005) Sistem Informasi adalah :

“Suatu sistem yang dibuat ol

eh manusia yang terdiri dari

komponen-komponen dalam organisasi untuk mempercapai suatu tujuan yaitu

menyajikan informasi”.

2.4 Pengertian Manajemen

Menurut Gordon (1976) 2004:39 dalam bafadal manajemen adalah :

Menyatakan bahwa manajemen merupakan metode yang digunakan administrator untuk melakukan tugas-tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu.

Menurut G.R. Terry (2010:16) manajemen adalah :

“M

enjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan  pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan

(14)

Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan melalui  pemanfaatan sumber daya dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien

untuk mencapai tujuan tertentu (Athoillah, 2010).

Menurut G.R. Terry (2010:16) dan Suhardana (2008) proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

1. Perencanaan

Formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya,  perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk

mencapai tujuan tersebut. 2. Pengorganisasian

Proses pemberian tugas, pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana.

3. Pengendalian

Perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta  pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.

4. Pengambilan Keputusan

Proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses  pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara  perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat  berkenaan dengan fungsi pengendalian.

(15)

2.5 Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Menurut Bodnar dan Hopwood (1993) sistem informasi manajemen adalah:

“Suatu kumpulan perangkat keras serta juga perangkat lunak yang

dirancang untuk dapat mentransformasikan data di dalam bentuk informasi yang

 berguna”.

Menurut Haag (2000) sistem informasi manajemen memiliki karakterist ik, sebagai  berikut:

1. Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas: prosedur operasi, aturan pengambilan keputusan, dan arus informasi.

2. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.

3. Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk  pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer

menggunakan laporan dan informasi dan membuat kesimpulan-kesimpulan tersendiri untuk melakukan pengambilan keputusan).

Menurut Zwass (1998) tujuan Sistem informasi manajemen adalah sebagai  berikut:

1. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga  pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

2. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,  pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.

(16)

2.6 Pengertian Inventory

Menurut Soffian Assauri 2005:50 Inventory adalah :

Suatu aktiva lancar yang meliputi barang-barang yang merupakan milik  perusahaan dengan sebuah maksud supaya dijual dalam suatu periode usaha normal ataupun persediaan barang-barang yang masih dalam pekerjaan sebuah  proses produksi maupun persediaan bahan baku yang juga menunggu  penggunaannya di dalam suatu proses produksi

”.

Menurut Handoko (1999:334) inventory dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

1. Persediaan Bahan Baku ( Raw Material Inventory).

Persediaan barang berwujud seperti besi, kayu serta komponen-komponen lainnya yang digunakan dalam proses produksi.

2. Persediaan Bagian Produk atau Part yang dibeli ( Purchased )

Persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain secara langsung dapat dirakit menjadi suatu  produk.

3. Persediaan Bahan-baku Pembantu (Supplies Stock )

Persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi  bukan merupakan bagian atau komponen barang jadi.

4. Persediaan Bahan Setengah Jadi (Work In Process Inventory).

Persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi perlu diproses lebih lanjut hingga menjadi barangb jadi.

5. Persediaan Barang Jadi ( Finish Goods Inventory)

Persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam  pabrik dan siap dijual atau dikirim kepada pelanggan.

(17)

Menurut Herjanto (1997:168) inventory memiliki beberapa fungsi yaitu:

1. Menghilangkan resiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan perusahaan.

2. Menghilangkan resiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.

3. Menghilangkan resiko terhadap kenaikan harga barang atau inflasi.

4. Untuk menyimpan bahan baku yang dihasilkan secara musiman sehingga  perusahaan tidak akan sulit bila bahan tersebut tidak tersedia dipasar.

5. Mendapatkan keuntungan dari pembelian berdasarkan potongan kuantitas. 6. Memberikan pelayanan kepada langganan dengan tersedianya barang yang

diperlukan.

2.7 Pengertian Material

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2007) material adalah :

Suatu zat atau benda yang dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau  barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu

Menurut Gunawan Adisaputro (2007) Material atau Bahan baku dibagi menjadi 2  jenis yaitu:

1. Bahan baku langsung (direct material ):

Bahan baku yang merupakan bagian dari barang jadi yang telah dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku langsung ini terkait erat dan sebanding dengan barang jadi yang dihasilkan.

2. Bahan baku tidak langsung (indirect material )

Bahan baku yang memiliki peran dalam proses produksi tapi tidak langsung terlihat pada barang jadi yang dibuat.

(18)

Menurut Rudianto (2009) ada beberapa sub anggaran material atau bahan baku yaitu:

1. Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang diperlukan 2. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk

meleksanakan pembelian bahan baku langsung atau tidak langsung.

3. Sebagai penentuan dasar pokok produksi yakni memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku l angsung dalam proses  produksi.

2.8 Pengertian Metode

E OQ

 (

E conomical Order Quantity 

).

Menurut Gitusudarmo (2002:101) EOQ ( Economical Order Quantity) adalah:

Merupakan volume atau jumlah pembelian yang paling ekonomis untuk dilaksanakan pada setiap kali

 pembelian”.

Menurut Hansen dan Mowen (2005:473)  EOQ ( Economical Order Quantity) adalah:

 EOQ ( Economical Order Quantity) atau kuantitas pesanan ekonomis adalah sebuah contoh dari sistem persediaan yang bertujuan menentukan kuantitas  pesanan yang akan

meminimalkan total biaya”.

Jadi dari beberapa penjelasan mengenai pengertian EOQ ( Economical Order Quantity) dapat disimpulkan bahwa suatu metode pembelian bahan baku yang optimal yang dilakukan pada setiap kali pembelian dengan meminimalkan  biaya persediaan.

(19)

Untuk menghitung  EOQ  terlebih dahulu dihitung biaya pesan dan biaya simpan  per satuan bahan baku, (Heizer dan Render, 2011 : 323):

1. Biaya Pemesanan =     {Persamaan 1}

2. Biaya penyimpanan =  ℎ ℎ    {Persamaan 2}

Perhitungan EOQ menurut Handoko (1999 : 340) adalah sebagai berikut:

3.

 =

√ SDH {Persamaan 3}

Keterangan:

EOQ : Kuantitas pembelian optimal

S : Biaya pemesanan setiap kali pesan D : Penggunaan bahan baku per tahun H : Biaya penyimpanan per unit

Grafik model persediaan EOQ dapat ditunjukkan seperti pada gambar berikut :

Gambar 2.1 Grafik Tingkat Persediaan dan Waktu. Sumber : Heizer dan Render (2011).

(20)

Gambar diatas menunjukkan bahwa tingkat persediaan menentukan rata-rata dengan jumlah barang yang telah dipesan. Karena menyesuaikan dengan waktu dan tingkat penggunaanya.

Gambar 2.2 Grafik Biaya Total Kuantitas. Sumber : Heizer dan Render (2011).

Gambar diatas menunjukkan bahwa jika kuantitas pesanan bertambah maka biaya penyimpanan bertambah pula, tapi biaya pesanan berkurang. Sebaliknya bila jumlah pesanan berkurang maka biaya penyimpanan juga  berkurang, namun biaya pesanan ( set up) bertambah. kuantitas pesanan optimum terjadi pada saat titik dimana kurva biaya pemesanan dan kurva biaya  penyimpanan bersilangan.

(21)

Berikut ini adalah contoh soal metode EOQ:

1. PT ABC pada tahun yang akan datang membutuhkan bahan baku sebanyak 240.000 unit. Harga bahan baku per unit Rp.2000. biaya pesan untuk setiap kali melakukan pemesanan sebesar Rp.150.000. sedangkan  biaya penyimpanan sebesar 25% dari nilai rata-rata persediaan.

Diminta : a. Hitunglah jumlah biaya pemesanan  b. Hitunglah jumlah biaya penyimpanan Jawab: a. EOQ =

... EOQ =

55% =

√144000000

=

120000 

 b. TCC = (Q*/2)S = (150000/120000) = 1,25 kali penyimpanan

Ket : TCC (Total Biaya Simpan) : Q* (Jumlah Pesanan)

(22)

2.9 Alat Pengembangan Sistem

2.9.1 Bagan Alir Dokumen (

F lowchart).

Bagan alir dokumen adalah teknik analitis bergambar yang digunakan untuk menjelaskan berapa aspek dari sistem informasi secara jelas, ringkas, dan logis. Bagan alir dokumen mencatat cara proses bisnis yang dilakukan dan cara dokumen mengalir melalui organisasi. Bagan alir dokumen juga digunakan unutk menganalisis cara meningkatkan proses  bisnis dan alur dokumen. Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan:

Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen

Simbol Nama Penjelasan

Simbol

I nput/Output 

Dokumen Dokumen atau laporan

elektronik atau kertas.

Berbagai salinan dokumen kertas.

Simbol dokumen dan mencetak nomor dokumen pada muka dokumen di sudut kanan atas.

(23)

Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan)

Simbol Nama Penjelasan

Entri data elektronik Alat entri data elektronik seperti computer, terminal, tablet atau telepone. Simbol Pemrosesan

Operasi manual Operasi pemrosesan yang dilakukan secara manual.

Pemrosesan computer Fungsi pemrosesan yang dilakukan oleh komputer,biasanya menghasilkan

 perubahan dalam data atau informasi.

Simbol Penyimpanan

 Database Data yang disimpan

secara elektronik dalam database.

 File dokumen kertas Huruf mengidikasikan  file urutan pemesanan,  N= secara numeric, A= secara alphabet, D= secara tanggal.

(24)

Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan)

Simbol Nama Penjelasan

Jurnal atau buku  besar

Jurnal atau buku besar akuntansi berbasis kertas.

Simbol Arus dan lain-lain

Arus dokumen atau  pemrsesan

Mengarahkanarah

 pemrosesan atau dokumen, arus normal ke  bawah dan ke kanan. konektor dalam

halaman

Menghubungkan arus  pemrosesan pada halaman yang sama,  penggunaannya

menghindari garis yang melintasi halaman.

konektor luar halaman

Entri dari atau keluar ke halaman lain.

Terminal Awal, akhir, atau titik interupsi dalam proses,  juga digunakan

untukmengidentifikasi  pihak luar.

(25)

Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan)

Simbol Nama Keputusan

Keputusan Langkah pembuatan

keputusan.

Anotasi (catatan tambahan)

Penambahan komentar deskriptif atau catatan  penjelasan sebagai

klasifikasi. Sumber : Romney dan Steinbart (2014:68)

2.9.2

Data F low Diagr am

 (DFD)

Menurut Romney dan Stainbart (2014:68) DFD adalah:

“DFD (

 Data Flow Diagram) adalah menjelaskan arus data dalam organisasi

secara grafis

.

Simbol-simbol yang digunakan untuk pembuatan DFD adalah:

Tabel 2.2 Simbol Diagram Arus Data (

Data F low Diagr am

-DFD)

Simbol Keterangan

Sumber dan tujuan data, orang dan organisasi yang mengirim data ke dan meneria data dari sistem yang mewakili oleh kotak persegi. Tujuan data disebut sebagai penampung data.

Arus Data, arus data kedalam proses disajikan oleh garis lengkung atau garis lurus dengan  penuh.

(26)

Tabel 2.2 Simbol

Data F low Diagram

(Lanjutan)

Simbol Keterangan

Proses-proses Transformasi, proses

mentransformasi data dari input  ke output  diwakili oleh lingkaran. Sering disebut sebagai gelembung.

Penyimpanan Data, tempat penyimpanan data diwakili oleh dua garis horizontal.

Sumber : Romney dan Steinbeart (2014:61).

Tahapan-tahapan perancangan dengan menggunakan DFD : menurut A.S dan Shalahudin(2013:72):

1. Membuat DFD level 0 atau sering disebut Contexs Diagram. DFD level 0 menggambarkan sistem yang akan dibuat sebagai suatu entitas tunggal yang berinteraksi dengan orang atau sistem lain. DFD level 0 digunakan untuk menggambarkan interaksi antara sistem yang akan dokembangkan dengan entitas luar.

2. Membuat DFD level 1, DFD level 1 digunakan untuk menggambarkan modil-modul yang akan ada dalam sistem yang akan dikembangkan. DFD level 1 merupakan hasil breakdown DFD level 0 yang sebelumnya sudah dibuat.

3. Mrmbuat DFD level 2, modul-modul level 1 dapat di breakdown menjadi DFD level 2. Modul mana saja yang akan di breakdown  lebih detail tergantung pada tingkat kedetailan modul tersebut. Jumlah DFD level 2 sama dengan jumlah pada DFD level 1 yang di breakdown.

(27)

4. Membuat DFD level 3 dan seterusnya. DFD level 3,4,5 dan seterusnya merupakan breakdown  dari modul pada DFD level atasnya.  Breakdown  pada level 3,4,5 dan seterusnya aturanya sama persis dengan DFD level 1

atau level 2.

2.9.3

E ntity Relationship Diagram

(ERD)

Pemodelan awal basis data yang paling banyak digunakan adalah menggunakan  Entity Relationship Diagram  (ERD). Berikut simbol-simbol ERD yang digunakan:

Tabel 2.3 Simbol-simbol

E ntity Relationship Diagram

Simbol Keterangan

Entitas/ Entity, merupakan data inti yang akan disimpan pada basis data, benda yang memiliki data harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer, penanaman entitas  biasanya lebih ke kata benda.

Atribut, merupakan  file  atau kolom data yang  butuh disimpan dalam satu entitas.

Atribut kunci primer, merupakan  file  atau kolom data yang butuh disimpan dalam satu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record   yang diinginkan, biasanya berupa id, kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi tersebut dapat bersifat unik.

(28)

Tabel 2.3 Simbol-simbol

E ntity Relationship Diagr am

(Lanjutan)

Simbol Keterangan

Atribut Multinilai/ Multivalue, merupakan file atau kolom data yang butuh disimpan dalam satu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu.

Relasi, merupakan relasi yang menghubungkan antar entitas,biasanya diawali dengan kata kerja.

Asosiasi, merupakan penghubung antara relasi dan entitas dimana ke dua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakai.

Sumber : A.S dan Shalahudin (2013:50)

Kardinalitas relasi menunjukan jumlah maksimal entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Fathansyah (2012:78) terdapat 3 macam kardinalitas relasi, yaitu:

1. One to one relationship

Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu banding satu. Hubungan tersebut dapat digambarkan dengan tanda lingkaran untuk menunjukan table dan relasi antara keduanya, diwakili dengan panah tunggal.

2. One to many relationship

Hubungan antara  file  pertama dan  file  kedua adalah satu berbanding  banyak atau dapat pula sebaliknya. Hubungan tersebut dapat digambarkan dengan tanda lingkaran untuk menunjukan table dan relasi antar keduanya,

(29)

diwakili dengan panah tunggal untuk satu (one) dan panah ganda banyak (many).

3.  Many to many relationship

Hubungan antara file pertama dan file kedua banyak berbanding banyak. Model relasional, entitas akan diterjemahkan menjadi table. Table adalah koleksi rekaman yang merupakan daftar semua elemen atau field  yang diperoleh pada saat analisis dengan Diagram Alir Data. Penetuan kunci merupakan hal yang paling esensial pada basis data relasional. Kunci tidak sekedar sebagai metode untuk mengakses suatu baris tertentu, tetapi sekaligus juga menjadi pengenal unik terhadap tabel. Jenis kunci pada tabel adalah sebagai berikut:

1. Kunci kandidat

Kunci kandidat adalah satu  field   atau satu set minimal  field   yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik dari tabel.

2. Kunci Primer

Kunci primer adalah kunci kandidat yang dipilih sebagai kunci utama untuk mewakili atau mengidentifikasi baris dan tabel.

3. Kunci Tamu

Kunci tamu adalah field  yang menunjukan ke kunci primer pada tabel lain. Kunci tamu ditempatkan pada entity anak dan sama dengan primer induk.

2.10 Metode Pengembangan Sistem

Metode SDLC air terjun (waterfall ) sering juga disebut model sekuensial linier (Sequential Linier ) atau alur hidup klasik (Classic Life Cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuansial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (Support ).

(30)

Gambar 2.3 Model Waterfall

Sumber : A.S dan Shalahudin (2013:28) 1. Analisis

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dipahami  perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user . Spesifikasi

kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu didokumentasikan. 2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak seperti struktur data, arsitektur perangkat lunak, representatif antarmuka, dan prosedur  pengkodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplemetasikan menjadi program pada tahap selanjutnya.

3. Pengkodean Program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program computer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi logic dan  fungsional   dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (eror ) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

Menurut Pressman kelebihan dari menggunakan model waterfall :

1. Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan  pelaksanaannya secara bertahap sehingga tidak terfokus pada tahapan

tertentu.

(31)

2. Dokumen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase  berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen

tertentu.

3. Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno, daripada menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.

Menurut Pressman kelemahan dari menggunakan model waterfall :

1. Waterfall  model bersifat kaku sehingga penanganan perubahan pada saat  proses sedang berlangsung menjadi lebih sulit.

2. Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang tidak fleksibel, karena komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses.

3. Customer   harus sabar untuk menanti produk selesai, karena dikerjakan tahap per tahap,menyelesaikan tahap awal baru bisa ke t ahap selanjutnya. 2.11 Pengertian

Database

Menurut Marshall B. Romney (2011:95) Database adalah:

 Database  adalah suatu gabungan file yang saling berhubungan dan dikoordinasi secara terpusat. Sistem database dibangun untuk mengatasi

masalah yang berhubungan dengan pertumbuhan file utama”.

Menurut M. Shalahudin (2013 : 43), database adalah:

 Database adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan

mudah dan cepat”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa database  adalah suatu media untuk menyimpan gabungan file agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Manfaat penggunaan dari database:

1. Memudahkan dalam pembuatan aplikasi baru 2. Cepat dan mudah

3. kontrol dan terpusat 4. Keamanan akan data

(32)

Beberapa jenis-jenis dari database:

1.  Database Relasional ( Relational Database)

 Database relasional merupakan jenis database  untuk mengakses update, dan mencari informasi berdasarkan hubungan data yang disimpan dalam tabel yang berbeda.  Database relasional juga dapat menjalankan query yang melibatkan beberapa database.

2.  Database Analitik ( Analytical Database)

Merupakan database  penyimpanan arsip atau data history  yang hanya dapat dibaca dan digunakan untuk analisis.

3.  Database Operasional (Operational Database)

 Database Operasional pada umumnya digunakan untuk mengelola bit data yang lebih dinamis.

2.12.

 Structrured Query Language

(

 SQL

) Menurut Romney (2011 : 121) SQL adalah :

SQL

adalah bahasa permintaan yang luas tetapi mudah”.

Menurut M. Shalahuddin (2013:47) SQL adalah:

“bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS.

SQL

awalnya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa SQL  adalah bahasa permintaan yang luas yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS.

Menurut Destwentyo (2013) SQL memiliki beberapa jenis yaitu: 1.  DDL ( Data Definition Language)

 DDL  merupakan perintah SQL  yang berhubungan dengan pendefinisian struktur database. DDL  memiliki perintah seperti (Create, alter, rename, dan drop).

2.  DML ( Data Manipulation Language)

 DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau  pengolahan data atau record dalam table. DML memiliki perintah seperti

(33)

Menurut Arif Budiman (2015) SQL memilki kegunaan dan fungsi yaitu: 1. Dapat membuat tabel baru dalam sebuah database tertentu.

2. Mampu membuat prosedur sederhana yang bisa disimpan dalam database. 3. Mampu mengatur dan melaksanakan hak akses yang terdapat pada tabel. 4. Mampu mengambil data dengan mudah dari database.

5. Dapat dengan mudah mengeksekusi query yang terdapat pada databse. 6. Dapat mempermudah mengakses dan juga bisa memanipulasi database.

2.13.

Database Management System

 (DBMS / RDBMS) Menurut Marshall B. Romney (2011 : 125) DBMS adalah:

“DBMS adalah suatu sistem aplikasi yang digunakan untuk menyimpan,

mengelola, dan

menampilkan data”.

Berikut adalah contoh pengaksesan data pada DBMS dengan SQL  yang secara umum terdiri dari 4 hal:

1. Memasukkan data (insert ) 2. Mengubah data (update) 3. Menghapus data (delete) 4. Menampilkan data ( select )

2.14. Pengertian Analisis

P I E C E S

Untuk mengidentifikasi masalah, maka harus dilakukan analisis terhadap kinerja, ekonomi, pengendalian, efisiensi, dan pelayanan atau yang sering disebut dengan analisis  PIECES . Menurut Al Fatta (2007) mengatakan bahwa analisis PIECES yaitu :

1. Analisis Kinerja Sistem ( Performance)

Kinerja adalah suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah  produksi (throughput ) dan waktu yang digunakan untuk menyesuaikan  perpindahan pekerjaan (response time).

(34)

2. Analisis Informasi ( Information)

Information merupakan hal penting karena dengan informasi tersebut pihak manajemen (marketing ) dan user  dapat melakukan langkah selanjutnya. 3. Analisis Ekonomi ( Economy)

Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian  biaya dan peningkatan manfaat.

4. Analisis Pengendalian (Control )

Analisis ini digunakan untuk membandingkan sistem yang dianalisa  berdasarkan pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses, dan ketelitian

data yang diproses.

5. Analisis Efisiensi ( Efficiency)

Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber tersebut dapat digunakan secara optimal. Operasi pada suatu perusahaan dikatakan efisien atau tidak  biasanya didasarkan pada tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan

kegiatan.

6. Analisis Pelayanan (Service)

Peningkatan pelayanan memperlihatkan katagori yang beragam. Proyek yang dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen (marketing ), user   dan bagian lain yang merupakan symbol kualitas dari suatu sistem informasi.

2.15. Rancangan Pengujian

Metode pegujian yang digunakan dalam penelitian adalah  Black Box Testing . Pengujian  Black Box  memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua  persyaratan fungsional untuk semua program. Kebenaran perangkat lunak yang diuji hanya dilihat berdasarkan keluaran yang dihasilkan dari data atau kondisi masukkan yang diberikan untuk fungsi yang ada tanpa melihat bagaimana proses untuk mendapatkan keluaran tersebut. Dari keluaran yang dihasilkan kemampuan

(35)

 program dalam memenuhi kebutuhan pemakai dapat diukur sekaligus dan dapat diketahui kesalahan-kesalahannya.

Uji coba dengan  Black Box  pada sistem ini bertujuan untuk menentukan fungsi cara beroperasinya, apakah pemasukan data keluaran telah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Langkah pengujian ini menggunakan dua kasus uji yaitu apabila sistem berjalan sesuai dengan harapan dan apabila terjadi kesalahan input. (Tumimomor  dkk, 2013).

Uji coba black box  berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori diantaranya :

1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang 2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal  4. Kesalahan performa

5. kesalahan inisialisasi dan terminasi

Kelebihan menggunakan pengujian metode Black box:

1.  Black box testing dapat menguji keseluruhan fungsionalitas perangkat lunak.

2.  Black box testing dapat memilih subset test yang secara efektif. Dengan cara pengujian  Black box  juga dapat membantu memaksimalkan testing investment .

Kelemahan menggunakan pengujian metode Black box:

1. Ketika user menggunakan Black box testing, user tidak akan pernah yakin apakah perangkat lunak yang diuji telah benar-benar lolos diuji.

2. Tidak sampai level code, sehingga tester tidak mengetahui level security dari software tersebut.

(36)

3. Metodologi Penelitian 3.1 Objek Penelitian

Penulis melaksanakan penelitian pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha WayBerulu merupakan Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) sektor Perkebunan Indonesia salah satu Unit dari 28 Unit Usaha yang dikelola PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) dan berada dalam wilayah Distrik Way Sekampung yang mengolah bahan baku lateks menjadi karet remah  bermutu tinggi dan terletak didesa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan,

Kabupaten Pesawaran.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah: 1. Wawancara (Interview)

Pengumpulan data dengan metode interview yaitu metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab secara langsung.

2. Pengamatan (Observation)

Metode pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan secara langsung. Mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem yang akan dibangun.

3. Dokumentasi (Documment)

Merupakan metode pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat, mengutip dan mengumpulkan data data secara teoritis dari buku - buku dan internet sebagai landasan penyusunan penelitian.

3.3 Kerangka Pemecahan Masalah Menggunakan Analisis

P I E C E S

1.  Performance

Pengolahan data yang ditulis berpotensi menimbulkan kesalahan dalam  pemrosesan data serta dibackup kedalam Microsoft excel beban kerja lebih  berat karena pemrosesan yang berulang.

2.  Information

(37)

3.  Economics

Analisis ekonomi merupakan motivasi paling umum dari suatu proyek dan  persoalan ekonomi dan peluang berkaitan dengan masalah biaya. Karena  jumlah keuntungan yang ditentukan per produk biasanya hanya berupa  perkiraan kasar saja, sehingga belum pasti diketahui jumlah dalam

kuantitas biaya tersebut seberapa besar untung yang diperoleh. 4. Control

Pengendalian atau disebut juga dengan keamanan, tugas bisnis perlu dikontrol dan dibetulkan. Dokumen perhitungan kuantitas biaya dapat dengan mudah hilang dan diambil oleh orang-orang yang tidak berwenang. 5.  Efficiency

Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebanyak- banyaknya dengan input  yang sekecil mungkin. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pencatatan dan jumlah kuantitas biaya yang masih ditulis tangan ke dalam sebuah buku besar dan spredsheet .

6. Service

Peningkatan dalam hal pelayanan yang diberikan oleh sistem persediaan  jumlah barang yang hanya memperhitungkan kuantitas biaya total bahan  baku, biaya overhead dan biaya tenaga kerja. Proses perhitungan secara manual ini, dapat menyebabkan beberapa kendala yaitu presentase keuntungan yang tidak pasti.

Tabel 3.1 Tabel Analisis

Pieces

Analisis Sistem lama Sistem Baru

 Performance - Sistem lama masih menggunakan cara manual yaitu pencatatan dalam  buku besar dan spredsheet .

- Aplikasi sistem dapat menginputkan data  persediaan

(38)

Tabel 3.1 Tabel Analisis

Pieces

(Lanjutan)

Analisis Sistem lama Sistem Baru

- Tidak adanya sistem  pencatatan bukti laporan  persediaan. metode  EOQ ( Economical Order Quantity) sehingga dapat mempermudah dalam menentukan kuantitas biaya. - Karyawan dapat mencetak bukti laporan kuantitas biaya kapan saja.

 Information - Tidak adanya bukti  permintaan persediaan dan  jumlah barang. - Karyawan dapat mencetak dan mengetahui bukti  permintaan persediaan yang sesuai.

 Economy - Pemborosan dalam

 penyimpanan data sehingga mengakibatkan kesalahan dalam menentukan jumlah kuantitas biaya.

- Membutuhkan kuantitas  biaya dalam pembuatan

sistem persediaan.

Control - Tidak adanya bukti tentang  berapa banyak barang yang

tersedia.

- Adanya bukti

mengenai berapa banyak serta jumlah barang.  Effeciency - Dalam mencatat data

 barang dan jumlah barang

- Karyawan dapat menginputkan serta

(39)

Tabel 3.1 Tabel Analisis

Pieces

(Lanjutan)

Analisis Sistem lama Sistem Baru

sering terjadi kekeliruan karna masih dicatat dalam buku besar dan spredsheet .

menentukan jumlah barang menggunakan metode  EOQ ( Economical Order Quantity) sehingga dapat menghasilkan data yang sesuai.

Service - Pelayanan terhadap  penyajian data-data masih lambat dikarnakan oleh  penyimpanan yang masih kurang dan menggunakan  buku besar dan spredsheet .

- Penyajian data-data cepat, dikarenakan  penyimpanan sudah menggunakan metode  EOQ ( Economical Order Quantity) sehingga memudahkan dalam menentukan kuantitas biaya.

Kesimpulan dari analisis  PIECES   yaitu bahwa sistem lama dinilai kurang dapat mendukung kebutuhan perusahaan karena bersifat sederhana dan dilakukan dengan cara manual yaitu masih dicatat dalam buku besar dan  spredsheet . Hal ini menyebabkan lambat atau sulitnya mendapatkan informasi persediaan. Dan akan sangat menyulitkan untuk dapat menghasilkan laporan yang cukup detail dan akurat setiap harinya hal itu disebabkan karena data-data yang dimasukkan masih dapat menyebabkan kesalahan dan lain sebagainya.

(40)

3.4. Alat Yang Digunakan Dalam Penelitian

Dalam sistem informasi manajemen inventory material pada PTPN VII Unit Wayberulu diperlukan  software dan hardware sebagai penunjang kebutuhan  pembuatan sistem tersebut diantaranya:

3.4.1. Perangkat Keras

Spesifikasi minimal prangkat keras (hardware) yang digunakan dalam  pengembangan sistem persediaan ini yaitu terdiri dari:

1.  Processor Dual Core 2.6 Ghz 

2.  Random Accses Memory (RAM) 2 GB

3. Monitor LCD 15 Inch dengan resolusi 1280 x 800 pixel. 4.  Harrdisk 320 GB

5.  Keyboard, Keyboard, dan Mouse .

6. CPU , Motherboard dan Power Supply 12 Volt 35 Ampere

3.4.2. Perangkat Lunak

Spesifikasi perangkat lunak yang dibutuhkan dalam perancangan sistem informasi akuntansi persediaan bahan baku CV Aneka Printing adalah sebagai  berikut:

1. Sistem operasi Microsoft Windows 7  2. Database SQL Yog Enterprise 7.14 3. Program aplikasi NetBeans IDE 7.0.

(41)

3.5. Usulan Penelitian 3.5.1 Kerangka pemikiran

(42)

3.5.2 Tahapan Penelitian Kajian Literatur  - Jurnal - Skripsi - Buku Pengumpulan Data - Observasi - Wawancara - Dokumentasi Identifikasi - Definisi Masalah - Lingkup Penelitian

Tahap 1 : STUDI PUSTAKA DAN LITERATUR

Penelitian Terdahulu Wawancara Bagian Gudang

Tahap 2 : ANALISIS DATA

Desain Sistem

Desain Fisik

Tahap 3 :PEMODELAN DESAIN

Black Box  Tahap 4 : Pengujian Kesimpulan Saran Tahap 5 : PENUTUP TAHAPAN PENELITIAN    P    R    O    B    L    E    M    I    D    E    N    T    I    F    I    C    A    T    I    O    N    I    N    T    E    R    V    E    N    T    I    O    N    E    V    A    L    U    A    T    I    O    N    R    E    F    L    E    C    T    I    O    N    &    L    E    A    R    N    I    N    G User  Interface Desain Konsep

Desain Logik Diagram

Konteks & DFD Konseptual

(43)

1. Tahap 1 : Studi Literatur dan Identifikasi

Kajian literatur mengenai penelitian ini didapat dari jurnal, web, pages dan  buku. Studi literatur dilakukan untuk mendapatkan data yang valid. Setelah itu dilakukan identifikasi terhadap objek penelitian dengan definisi masalah dan lingkup penelitian.

2. Tahap 2 : Analisis Data

Analisis data berguna untuk mengetahui masalah-masalah dan bagaimana cara penyelesaiannya sehingga sistem yang akan kita buat bermanfaat. Data-data yang dibuat yaitu dari penelitian terdahulu.

3. Tahap 3 : Pemodelan Sistem

Tahapan ini melakukan pemodelan atau desain yang terdiri dari perancangan arsitektur sistem yaitu merancang sistem yang akan kita bangun.

4. Tahap 4 : Pengujian

Tahapan ini merupakan tahapan pengujian terhadap program yang sudah kita  buat apakah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Tahapan pengujian ini

menggunakan pengujian black box. 5. Tahap 5 : Penutup

Kemudian pada tahap ini memberikan isi dari kesimpulan dan saran terhadap  penelitian yang sudah dibuat.

(44)

3.6 Sistem Berjalan

3.6.1 Alur Sistem Berjalan

Berdasarkan dari data yang diperoleh alur kerja sistem informasi manajemen inventory pada PTPN VII Unit Wayberulu yang sedang berjalan dapat dilihat pada keterangan dibawah ini :

1. Dimulai dari barang masuk kegudang.

2. Admin gudang membuatkan LPB (Laporan Penerimaan Barang). 3. LPB (Laporan Penerimaan Barang) diperlihatkan ke bagian afdeling.

4. Afdeling membuat permintaan barang kegudang sesuai LPB (Laporan Penerimaan Barang).

5. Admin gudang membuat permintaan bon.

6. Permintaan bon dan LPB (Laporan Penerimaan Barang) diserahkan manajer, bon di acc manajer.

7. Permintaan bon di acc manajer, kemudian diserahkan ke afdeling untuk di tandatangani oleh admin gudang.

8. Setelah di tandatangani oleh afdeling, permintaan bon asli di simpan oleh admin gudang, sedangkan yang copy disimpan oleh afdeling.

(45)

Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang)

(46)

3.7 Desain Sistem

Desain sistem adalah proses pengembangan spesifikasi sistem baru  berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem. Desain sistem dilaksanakan

dalam 2 tahap yaitu tahap desain logic dan desain fisik. 1. Desain

Logic 

Desain logic  menggambarkan bagaimana diagram konteks dan data flow diagram untuk rancangan sistem yang diusulkan.

a. Desain

Logic 

 Diagram Konteks

Diagram konteks adalah gambaran umum yang menjelaskan kegiatan keseluruhan proses sistem secara garis besar berdasarkan prosedur persediaan  barang.

Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang)

(47)

b. Desain

Logic 

 Data Flow Diagram

 (DFD)

Level 0

Diagram ini untuk mengetahui bagaimana sistem informasi manajemen inventory pada PTPN VII Unit Wayberulu.

Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang)

(48)

c. Desain

Logic 

 Data Flow Diagram

 (DFD)

Level 1

Diagram ini merupakan penjabaran yang menggambarkan proses-proses yang terdapat dalam sistem.

Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang)

Gambar 3.6

Data F low Diagr am

 Level 1

3.8

E ntity Relationship Diagram

(ERD)

Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang)

(49)

3.9 Relasi Antar Tabel

Gambar 3.8 Relasi Antar Tabel Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang)

(50)

3.10

I nterface

 Form login  merupakan tampilan awal sistem informasi manajemen inventory ,  yang akan digunakan untuk masuk kedalam sistem ( login). Untuk masuk pengguna harus memasukkan username dan password .

Gambar 3.9 Tampilan Menu

Login

3.11 Menu Utama Gudang

Form menu utama gudang merupakan menu utama dalam aplikasi karena  berfungsi untuk mengakses menu-menu lainnya yang terdapat pada aplikasi.

Tampilan menu utama dapat dilihat pada gambar 3.10 sebagai berikut.

(51)

3.12 Menu

Form

 Admin

Form menu admin adalah untuk melakukan penginputan data diri admin sebelum melakukan penginputan data-data selanjutnya.

Gambar 3.11 Tampilan Menu

Form

 Admin

3.13 Menu

Form

 Afdelling

Form afdelling adalah untuk mengetahui apa saja barang yang akan diterima dari bagian gudang.

(52)

3.14 Menu

Form

 Data Pemesanan

Form data pemesanan adalah form untuk mengetahui data-data yang akan dipesan dan yang telah dipesan.

Gambar 3.13 Tampilan Menu

F orm

Data Pemesanan

3.15 Menu

Form

 Data Stok Barang

Form data stok barang adalah form untuk mengetahui apa saja nama dan  jenis barang yang ada di gudang.

(53)

3.16 Menu

Form

 Data LPB (Laporan Penerimaan Barang)

Form data LPB ( Laporan Penerimaan Barang) adalah form data-data dalam  penerimaan barang yang telah dipesan.

Gambar 3.15 Tampilan Menu

F orm

Data LPB (Laporan Penerimaan Barang)

3.17 Menu

Form

 Data Bon

Form data bon adalah form data yang diperoleh dari hasil catatan pemesanan  barang.

(54)

3.18

Form

 Menu Utama Afdelling

Form menu utama afdelling adalah form menu utama dalam bagian afdelling untuk mengakses menu-menu lainnya.

Gambar 3.17 Tampilan

F orm

Menu Utama Afdelling

3.19

Form

 Menu Data Permintaan

Form menu data permintaan adalah form untuk menerima data barang sebelum diterima oleh bagian afdelling.

(55)

3.20

Form

 Cetak Laporan Data Barang

Form cetak laporan data barang adalah form untuk mencetak laporan yang telah dibuat.

Gambar 3.19 Tampilan Menu

F orm

Cetak Laporan Data Barang

3.21

F orm

Hasil Cetak Laporan Data Barang

Form hasil cetak laporan data barang adalah form untuk melihat hasil laporan data barang yang telah dicetak.

(56)

3.22 Jadwal Penelitian

Dibawah ini adalah jadwal penelitian yang telah dilakukan.

No Nama Kegiatan Tahun 2017

Januari Febuari Maret April Mei Juni Juli 1 Wawancara 2 Pengamatan 3 Tinjauan Pustaka 4 Dokumentasi 6 Analisis Sistem 7 Desain Konseptual 8 Desain Fisik 10 Ujian Skripsi

Figur

Grafik model persediaan EOQ dapat ditunjukkan seperti pada gambar berikut :

Grafik model

persediaan EOQ dapat ditunjukkan seperti pada gambar berikut : p.19
Gambar diatas menunjukkan bahwa tingkat persediaan menentukan rata-rata dengan  jumlah  barang  yang  telah  dipesan

Gambar diatas

menunjukkan bahwa tingkat persediaan menentukan rata-rata dengan jumlah barang yang telah dipesan p.20
Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen

Tabel 2.1

Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen p.22
Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan)

Tabel 2.1

Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan) p.23
Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan)

Tabel 2.1

Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan) p.24
Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan)

Tabel 2.1

Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen (Lanjutan) p.25
Tabel 2.2 Simbol Data F low Diagram (Lanjutan)

Tabel 2.2

Simbol Data F low Diagram (Lanjutan) p.26
Tabel 2.3 Simbol-simbol E ntity Relationship Diagram

Tabel 2.3

Simbol-simbol E ntity Relationship Diagram p.27
Tabel 2.3 Simbol-simbol E ntity Relationship Diagr am (Lanjutan)

Tabel 2.3

Simbol-simbol E ntity Relationship Diagr am (Lanjutan) p.28
Tabel 3.1 Tabel Analisis Pieces (Lanjutan)

Tabel 3.1

Tabel Analisis Pieces (Lanjutan) p.39
Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran

Gambar 3.1

Kerangka Pemikiran p.41
Gambar 3.2  Tahapan Penelitian

Gambar 3.2

Tahapan Penelitian p.42
Gambar 3.3  Sistem Yang Berjalan

Gambar 3.3

Sistem Yang Berjalan p.45
Diagram  konteks  adalah  gambaran  umum  yang  menjelaskan  kegiatan keseluruhan  proses  sistem  secara  garis  besar  berdasarkan  prosedur  persediaan  barang.

Diagram konteks

adalah gambaran umum yang menjelaskan kegiatan keseluruhan proses sistem secara garis besar berdasarkan prosedur persediaan barang. p.46
Diagram  ini  untuk  mengetahui  bagaimana  sistem  informasi  manajemen inventory pada PTPN VII Unit Wayberulu.

Diagram ini

untuk mengetahui bagaimana sistem informasi manajemen inventory pada PTPN VII Unit Wayberulu. p.47
Diagram ini merupakan penjabaran yang menggambarkan proses-proses yang terdapat dalam sistem.

Diagram ini

merupakan penjabaran yang menggambarkan proses-proses yang terdapat dalam sistem. p.48
Gambar 3.6 Data F low Diagr am  Level 1

Gambar 3.6

Data F low Diagr am Level 1 p.48
Gambar 3.8 Relasi Antar Tabel Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang)

Gambar 3.8

Relasi Antar Tabel Ket : LPB (Laporan Penerimaan Barang) p.49
Gambar 3.10 Tampilan Menu Utama Gudang

Gambar 3.10

Tampilan Menu Utama Gudang p.50
Gambar 3.9 Tampilan Menu Login

Gambar 3.9

Tampilan Menu Login p.50
Gambar 3.11 Tampilan Menu Form  Admin

Gambar 3.11

Tampilan Menu Form Admin p.51
Gambar 3.12 Tampilan Menu F orm Afdelling

Gambar 3.12

Tampilan Menu F orm Afdelling p.51
Gambar 3.13 Tampilan Menu F orm Data Pemesanan

Gambar 3.13

Tampilan Menu F orm Data Pemesanan p.52
Gambar 3.14 Tampilan Menu F orm Data Stok Barang

Gambar 3.14

Tampilan Menu F orm Data Stok Barang p.52
Gambar 3.16 Tampilan Menu F orm Data Bon

Gambar 3.16

Tampilan Menu F orm Data Bon p.53
Gambar 3.15 Tampilan Menu F orm Data LPB (Laporan Penerimaan Barang)

Gambar 3.15

Tampilan Menu F orm Data LPB (Laporan Penerimaan Barang) p.53
Gambar 3.18 Tampilan Menu F orm Data Permintaan

Gambar 3.18

Tampilan Menu F orm Data Permintaan p.54
Gambar 3.17 Tampilan F orm Menu Utama Afdelling

Gambar 3.17

Tampilan F orm Menu Utama Afdelling p.54
Gambar 3.20 Tampilan F orm Hasil Cetak Laporan Data Barang

Gambar 3.20

Tampilan F orm Hasil Cetak Laporan Data Barang p.55
Gambar 3.19 Tampilan Menu F orm Cetak Laporan Data Barang

Gambar 3.19

Tampilan Menu F orm Cetak Laporan Data Barang p.55

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di