1 ONS BUKAN 100 GRAM
himayana, Saturday 23 July 2005 - 12:47:34
PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.
Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah,
yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika
seorang
pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses
pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya
adalah,
takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan
pound
dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1
pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia
terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, teman saya diberi tenggang
waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang
menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya
bisa
menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons(bukan
ditulis
ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram! . Acuan lain termasuk
tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional
SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.
Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal
ini
kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan ukur
di
Indonesia, yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir. Metrologi
pun
telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram.
Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk
ukuran
berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan *Ons bukanlah
bagian
dari sistem metrik* ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan
ons
ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak
timbangan
(bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 onfiltered= 100 gram dan 1
pound =
500 gram, ternyata *tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal*
atau
pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100
gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional,
*tidak
pernah dikenal adanya satuan ONS khusus **Indonesia**.* Jadi, hal ini
adalah
suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau
BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ? Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku
sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan
salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan
menyesatkan.
Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana penyadaran
akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam
materi
pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita)
menerapkan
dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan. Semua sekolah
mengajarkan
bahwa 1 onfiltered= 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun
menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam
didalam otak anak kita sejak usia dini.
Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan
yang
diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan
seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan
koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk
resmi.
TANGGUNG JAWAB SIAPA ?
Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita
jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada
para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar
tidak
menjadi beban psikologis bagi mereka ;
diakui / diberlakukan
secara internasional , yang menyatakan bahwa : * *1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?* Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia berlaku konversi 1 onfiltered= 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?
Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ? Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan *ons yang keliru* ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian
satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya ialah harus
dibuat
sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas). Sistem baru inipun
harus
diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum diajarkan kepada
anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia yang konversinya
adalah 1 ons *(Depdiknas)* = 100 gram dan 1 pound *(Depdiknas)* = 500
gram.
? Bagaimana "Ons dan Pound *(Depdiknas)*" ini dimasukkan dalam sistem
metrik
yang sudah baku diseluruh dunia ? Siapa yang mau pakai ?.
HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.
Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih
banyak
kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu
kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari
buku
luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya.
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah
nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan.
Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai
hal
ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki
kesalahan.
Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal Takar-Timbang-Ukur,
Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi sedikitpun terhadap Direktorat
Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia. Mari kita
ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat Metrologi. Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu anak-anak
kita
harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti landasannya,
prosesnya,
materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar ketertinggalan dalam hal
kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan upaya yang sangat
berat.
Janganlah malah diperberat dengan *pelajaran sampah* yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti aturan
dan
standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional, bukan hanya
yang
rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat pendidikan yang
salah.
Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar negeri yang berarti
harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai
upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh
dengan tantangan berat.
ACUAN MANA YANG BENAR ?
Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan
juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. *(maaf, ini
bukan
promosi)* menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan
lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai
dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang biasanya diberikan
oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.
*Salah satu* konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onfiltered= 28,35 gram *(bukan 100 g.)* 1 pound = 453 gram *(bukan 500 g.)*
1 pound = 16 ounce *(bukan 5 ons)*
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram.
Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang mengajarkan. (*ini
hanya
gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa ditimbulkan, bukan
kejadian
sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali terjadi)*
*Ditengah orang-orang waras, dia yang lain sendiri dianggap gila.*
*Ditengah orang-orang gila, dia yang waras justru dianggap gila.*
* *
*Memang banyak orang yang benar, tetapi jangan diartikan bahwa yang
diikuti
banyak orang itulah yang pasti dan selalu benar.*
LEMBAR PELENGKAP
TAKAR - UKUR - TIMBANG MENGIKUTI
SISTEM METRIK YANG BERLAKU SEJAK THN *1799*. *Kuantitas*
*Satuan* *Simbol* *Keterangan* Panjang meter m bukan mtr. Luas meter persegi m2 Isi / volume meter kubik m3 Berat gram g bukan gr.
Takaran liter l 1 l = 1000 cm3 (cc) Suhu / temperatur derajat Celcius oC
BEBERAPA SEBUTAN / AWALAN UNTUK FAKTOR PENGALI DALAM SISTEM METRIK
AWALAN FAKTOR PENGALI SIMBOL / SINGKATAN CONTOH PEMAKAIAN giga 1.000.000.000 G GHz. mega 1.000.000 M MW kilo 1.000 k km hecto 100 h ha deka 10 da
dam deci 0,1 d dm centi 0,01 c cm milli 0,001 m ml micro 0,000.001 *m* mF dan seterusnya.
Dalam sistem metrik memang dikenal *1 are = 100 m2* khusus untuk ukuran
tanah yang diakui sah secara internasional.
*Untuk satuan ONS yang mengartikan kelipatan 100 g., apalagi POUND yang
mengartikan kelipatan 500 g., tidak pernah ada didalam sistem metrik
maupun
non-metrik / imperial yang pernah diberlakukan sah secara internasional.
*