Impact to Quality & Quantity of Breast
Cancer Management in JKN Era in
Adam Malik Hospital
PRESENTED BY: DR. SUYATNO SPB(K)ONK
Tujuan JKN :
• Memulihkan penduduk
yang sakit agar kembali
sehat dan produktif
• Melindungi penduduk
dari kebangkrutan
ACTION STUDY-2016 GLOBOCAN 2012
Jenis Kanker Insidensi % Jenis Kanker Insidensi % Payudara
Serviks-uteri Mulut-faring Kolorektal Paru
Limfoma & Multiple myeloma Ovarium Leukemia Lambung Lain-lain 785 306 162 156 75 75 71 49 21 469 36.2 14,1 7,5 7,2 3,5 3,5 3,3 2,3 1,0 21,4 Payudara Paru Kolorektal Serviks-uteri Liver Prostat
Limfoma Noo Hodgkin Nasofaring Ovarium Lain-lain 48.998 34.696 27.772 20.928 18.121 13.663 13.327 13.084 10.238 98.846 16,4 11,6 9,3 7,0 6,0 4,6 4,4 4,4 3,4 33,0 Total 2.169 100,0 Total 299.673 100,0
Kanker Terpenting di Indonesia:
ACTION STUDY Vs GLOBOCAN 2012
Source: Action Study Report, Thabrany H etc
Centre of Surgical Oncology Number of cases
Total New Old NA
1 RSUP H. Adam Malik, Medan 187 110 77
-2 RSUP M.Djamil, Padang 115 17 85 13
3 RS Kanker Dharmais, Jakarta 650 325 128 197 4 RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta (Manual)
(Rekapitulasi Poliklkinik: 874) 155 (eks 4) 852 (eks 23) 147 191 6 5 2 656
5 RSUP Hasan Sadikin, Bandung 131 (eks 1) 32 76 22 6 RSUP Dr. Kariadi, Semarang 360 (eks 4) 128 232
-7 RSUP Dr.Soetomo, Surabaya 151 54 18 79
8 RSUP Saiful Anwar, Malang 531 20 233 278
9 RSUP Sanglah Denpasar 46 39 4 3
Totality 2326 883 849 594
Prevalence of Breast Cancer in Each Centre of Surgical Oncology, 2014.
Source: IIBC. Surabaya. 2015.
DATA FROM 9 CENTRES OF SURGICAL
ONCOLOGY, BREAST CANCER, 2014
◦ AGE GROUB, MOST : 50-64 (39%, N: 2037) ◦ STAGE , MOST : STD IV (52%, N: 1576)
◦ ONSET OF SYMPTOM, MOST : 1- 6 bulan (40%, N: 1568) ◦ MARRIAGE STATE, MOST : MENIKAH (87%, N: 1968)
◦ MAIN COMPLAIN, MOST : BENJOLAN (80%, N: 1581) ◦ TUMOR LOCATION, MOST : CENTRAL (24%, N: 1270)
◦ DISTANT METASTASES, MOST : PARU (46%, N: 256)
Quantity, in
Adam Malik Hospital PRA-BPJS ERA BPJS Pasien 2012 2013 2014 2015 Baru 156 (55%) 144 (64%) 110 (59%) 306(60%) Lama 128 (45%) 81 (36%) 77 (41%) 204(40%) Total 284 225 187 510Total: 509 pasien Total: 697 pasien
128 81 77 204 156 144 110 306 284 225 187 510 2012 2013 2014 2015 Jumlah Pasien di RS HAM
lama baru total
Source data: Registration of Surgical Oncology Division, Adam Malik Hospital
Quantity, in Adam Malik Hospital
PRA-BPJS ERA BPJS
Stadium 2012 2013 2014 2015
Dini (I-II) 9 (3%) 8 (3%) 42 (22%) 10(2%) Lokal lanjut (III) 125(44%) 106(47%) 70( 37%) 245(48%) Lanjut (IV) 150(53%) 111(50%) 75(40%) 255(50%) Total 284 225 187 510 9 8 42 10 125 106 70 245 150 111 75 255 0 50 100 150 200 250 300 2012 2013 2014 2015
Distribution According Stage
Dini Lokal lanjut lanjut
Source data: Registration of Surgical Oncology Division, Adam Malik Hospital
• 3 weeks post operation (2016, may)
• History hospital, 2 hours from Medan
• Recidu breast/ tumor
• In complete Staging: USG liver (-) • Operated again → cost & risk ↗
Aksilary
Dissection ? Recidu breast tissue/ tumor
Quality, in Adam Malik Hospital
Kuisioner, 234 responden KPD Poliklinik Bedah Onkologi dan Ruang Rawat. Juni-juli 2016 Puas 84% Ragu 12% Tidak Puas 4%PELAYANAN RAWAT JALAN, 234 RESPONDEN
Kepuasan Pasien Terhadap:
Puas 81% Ragu-ragu 14% Tidak Puas 5%Pelayanan Rawat Inap, 232 Responden
Puas Ragu-ragu Tidak Puas
Lama Keluhan Saat Datang ke RS. HAM
97
86
51
1-6 BULAN 6-12 BULAN > 12 BULAN 234 Responden
Jumlah (%)
1-6 bulan 97 (41%) 6-12 bulan 86 (37%) >12 bulan 51 (22%)
Durasi Rujukan, dari Pelayan Primer sampai ke RS.HAM 61(26%) 130 (56%) 34 (14%) 9 (4%) 0 20 40 60 80 100 120 140
< 2 minggu 2-4 minggu 1-2 bulan > 2 bulan
Durasi, Pertama Kali Datang sampai Mendapat Terapi Definitif (Operasi, Kemoterapi, Radioterapi)
< 1 minggu 15% 2-4 minggu 61% 1-2 bulan 19% > 2 bulan 5% 220 RESPONDEN
Perawatan Luka Operasi di Poliklinik <3 kali 30% 3-5 kali 37% > 5 kali 33% 220 RESPONDEN
Lama Rawatan
0 20 40 60 80 100 120 140OPERASI, N 200 KEMOTERAPI, N 193 PERB. KU, N 189 118 (59%) 140(73%) 76(40%) 72 (36%) 46(24%) 96(51%) 10(5%) 7 (4%) 17(9%)
NB: Kemoterapi rawat jalan, dikelompokan pd < 3 hari < 3 Hari 3 - 7 Hari > 7 Hari
Masalah yang Sering
1.
Rujukan berjenjang & berdasarkan rayon
Bertentangan, UU RS No. 44 /2009 pasal 32.g memberi
hak memilih Dokter dan kelas perawatan (Pasien memiliki hak memilih Dokter Primer atau Spesialis)
Bertentangan, UU Praktik Kedokteran No.29/2004 pasal
51. b; mewajibkan Dokter merujuk ke Dokter yang memiliki kemampuan lebih baik
Disamping itu, harus ada hasil pemeriksaan
tertentu (PA, Radiologi, Lab dsb) atau alasan
tertentu
Mempersulit dan memperlama tiba di pusat
rujukan → Stadium naik → MAYORITAS, sampai
ke Pusat Rujukan sudah std IV/ III
• 2 weeks post operation (2016, april)
• Hospital 2 hours from Medan • In complete STAGING
• There were cercical lymphnode before operation
• Actually, did not performed like
this operation → seeding tumor ↗
Cercical lymphnode level II, III, IV dan V
• 27 yo, 2016 july
• History op. 8 monhs ago
• Another hospital in Medan • In complete Staging
• Recently, infiltration to chest wall + skin
• M1 (liver)
POST operation
2
. Fasilitas pelayanan kesehatan pada stadium dini
tidak selengkap stadium lanjut:
◦Trastuzumab, Capecitabine : hanya disetujui std IV
◦Mamografi skrining, tidak di akomodir
◦Mastektomi profilaksis, tidak di akomodir
◦Operasi pada stadium dini, tidak di akomodir
3. Pembiayaan berdasarkan paket (CBG): Operasi multiple tidak diakomodir → operasi lagi
contoh KPD bilateral 2x mastektomi
SSM+ rekonstruksi juga 2x operasi
Mastektomi + skin graft juga 2x operasi
Operasi dengan alat canggih/ minimal invasif tidak diakomodir Core biopsy, Mammotome, Harmonic device
Sentinel lymph node dissection
→ Menghambat perkembangan teknologi medis
AKAR MASALAH DALAM BPJS
1. Besaran iuran yang tidak memadai, tidak sesuai dengan prinsip Adekuasi (Kecukupan)
◦ Pemerintah membayar iuran PBI hanya Rp.19.225, sementara belanja kesehatan rata-rata per orang adalah Rp. 96.000/ bulan (National Health Account Indonesia 2012)
2. Besaran kapitasi dan CBG tidak memadai untuk hampir semua klinik dan RS Swasta
◦ Menurut kajian, Dokter dan Klinik Swata Rp 12-15 ribu tp dibayar Rp 8 000
◦ Pembayaran CBG, RS Pemerintah dan RS Swasta disamakan
o Per. Presiden 111/2013: tidak mengharuskan RS. Swasta kontrak dengan BPJS
3. Akibat iuran tidak memadai maka Likuiditas BPJS menjadi terbatas
◦ 2014 penerimaan Rp. 41,9 trilyun, biaya kesehatan Rp. 42,7 trilyun.
Source : Social media
Kegelisahan Sebahagian Tenaga Kesehatan terhadap Kesenjangan Pendapatan Mereka Dibandingkan Pendapatan Tenaga BPJS Kesehatan
Kualitas JKN akan baik jika:
1.
Fasilitas Kehatan dibayar secara professional dan
tidak asal bayar
2.
Bahan medis dan obat mendapat porsi yg memadai
3.
Pegawai BPJS dibayar baik agar tidak korup dan bisa
mengutamakan kepentingan seluruh penduduk
26
Indikator Layanan BPJS Baik:
Pegawai BPJS Sendiri
Menggunakan Layanan BPJS (JKN)
Rekomendasi
1. Memdorong Pemerintah agar meningkatkan penggunaan
dana cukai rokok untuk sektor kesehatan:
2013 penerimaan cukai rokok 107 triliun tapi Pemerintah hanya mengeluarkan sekitar 20 trilun (20%) untuk subsidi orang tidak mampu dalam membayar iuaran JKN.
Taiwan 80% dari cukai rokok untuk menyehatkan warganya
2. Mendorong Pemerintah untuk mengalihkan sebagian
alokasi subsidi BBM dan pajak BBM untuk penguatan JKN dan SKN
Jika mampu mengalokasikan sekitar 300 trilun setahun untuk subsidi BBM dan energi yang dinikmati orang tidak miskin dan tidak sakit, mengapa tidak mampu menyehatkan warga yang tidak mampu dan sakit dengan anggaran hanya sekitar 50-150 triliun (2014 biaya kesehatan Rp 42,7 trilyun)
3. Rujukan Kasus Kanker sebaiknya tidak berjenjang dan tanpa harus ada pemeriksaan PA agar dapat didiagnosis dan diterapi pada stadium Dini
(keuntungan: kualitas hidup dan kuratifitas lebih baik, kekambuhan rendah dan lebih ekonomis)
4. BPJS sebaiknya juga memfasilitas Program Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Payudara ok KPD akan dapat
disembuhkan bila diberikan terapi adekuat pd std dini