Assalamu’al
Assalamu’alaikum, Wraikum, Wr, Wb…, Wb…
DRUG INDUCED
DRUG INDUCED
HEPATITIS
HEPATITIS
E
E
C TB PARU
C TB PARU
TB PARU
TB PARU
MENINGITIS TB GRADE I
MENINGITIS TB GRADE I
WIDIA TRISUSANTY
WIDIA TRISUSANTY
110.2005.290
110.2005.290
Pembimbing : dr. Yanti
IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
Nama
Nama
:
:
Jenis kelamin
Jenis kelamin
: : Laki-laki
Laki-laki
Tempat/tanggal
Tempat/tanggal lahir/umur
lahir/umur
::
Suku
Suku Bangsa
Bangsa
: : Sunda
Sunda
Status
Status perkawinan
perkawinan
: : Menikah
Menikah
Agama
Agama
: : Islam
Islam
Pekerjaan
Pekerjaan
: : Pedagang
Pedagang
Pendidikan
Pendidikan
: : SMP
SMP
Alamat
Alamat
: : Kp.
Kp. Cisurupan
Cisurupan
Masuk
Masuk RS
RS
: : 20
20 Maret
Maret 2011
2011 (23.25
(23.25 WIB)
WIB)
Tn Tn
34 tahun 34 tahun
ANAMNESIS
ANAMNESIS
Auto Auto
dan
dan
alloanamnesaalloanamnesa(istri pasien)
(istri pasien)
Senin, 28 Maret 2011, 15
Senin, 28 Maret 2011, 15
0000WIB
WIB
(Hari Perawatan ke-8)
(Hari Perawatan ke-8)
Keluhan Utama :
Keluhan Utama :
Badan terasa lemah sejak 2 hari smrs
Badan terasa lemah sejak 2 hari smrs
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien dibawa ke RSU dr.Slamet Garut karena kondisi pasien sangat lemah, tidak bisa makan, tidak nyambung jika diajak komunikasi, dan kulit, mata menjadi semakin
kuning
2 Hari SMRS
penderita merasa lemas badan yang semakin memberat sejak 1 hari SMRS
mudah lelah jika beraktivitas.
Saat tidur badan terasa pegal-pegal,
nyeri kepala yang hebat seperti tertusuk-tusuk, sehingga saat berdiri penderita merasa seperti ingin pingsan.
Sejak 4 hari SMRS
penderita merasakan panas badan yang
tidak terlalu tinggi, terus menerus.
mual dan muntah masih dirasakan
disertai nyeri perut kanan atas yang
kadang menjalar ke perut kiri atas, perut
seperti terasa kembung.
7 hari SMRS
penderita melihat kuning pada kedua mata, kuku dan kulitnya.
Air kencing menjadi seperti air teh dan sedikit berwarna kemerahan. BAB berwarna seperti dempul.
Penderita merasakan mual dan muntah. kadang disertai nyeri otot dan betis.
penderita mendapat pengobatan TBC dari poli DOTS RSU dr.Slamet Garut selama 1 bulan SMRS
Keluhan batuk masih ada, tidak berdarah dan kadang terasa sesak yang tidak berhubungan dengan aktivitas dan tidak berkurang dengan
Sejak 3 bulan SMRS
penderita mengeluh batuk berdahak dan berdarah.
Penderita sering mengeluh berkeringat pada malam hari
disertai berkurangnya nafsu makan,
penurunan berat badan dirasakan dengan agak melonggarnya
celana pasien
mengalami demam yang terus menerus dan demamnya hilang saat
diberi obat penurun panas dari warung.
Riwayat minum obat - obatan lama diakui (1 bulan OAT)
Riwayat penurunan berat badan yang nyata diakui
Riwayat sering nyeri ulu hati bila terlambat makan diakui
Riwayat kontak dengan penderita sakit kuning sebelumnya disangkal
Riwayat mendapat transfusi, suntikan, di cabut gigi atau di tatto disangkal
Riwayat sering lemah badan, mudah lelah, lesu,
pandangan mata berkunag
–
kunang, pusing, jantung berdebar–
debar disangkalSelama dirawat di RS obat TB tidak diberikan dan
gejala kuning berkurang.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat sakit DM, darah tinggi, sakit jantung,
trauma kepala, stroke, kejang disangkal
Riwayat Keluarga
Tidak ada anggota keluarga pasien yang
mempunyai keluhan yang sama
Penyakit Dahulu
Riwayat Keluarga
Istri pasien 30 tahun
pernah menderita sakit TB paru telah selesai
pengobatan dan dinyatakan sembuh oleh dokter
Adakah kerabat yang menderita
Kulit
kuning/ikterus, keringat malam
Kepala
sakit kepala
Mata
k u n i n g
Telinga
Tidak ada keluhan
Hidung
Tidak ada keluhan
Mulut
Tidak ada keluhan
Tenggorokan
Tidak ada keluhan
Leher
Tidak ada keluhan
Dada (jantung/paru)
sesak nafas ringan,
batuk darah, batuk
Saraf dan otot Tidak ada keluhan
Ekstremitas Tidak ada keluhan Abdomen (Lambung/Usus)
rasa kembung, mual, muntah, tinja warna dempul
Saluran Kemih/ Alat Kelamin
Berat badan rata-rata (Kg)
: 45 kg
Berat badan sekarang (Kg)
: tidak Diperiksa
Pasien merasakan berat badan menurun dari
ukuran celana pakaian yg dipakai
RIWAYAT HIDUP
Tempat lahir : dirumah ditolong oleh dukun
Riwayat Imunisasi : Pasi en lup a
Riwayat Makanan
Frekwensi / Hari : 2-3 x/hari Jumlah / Hari : cukup
Variasi /Hari : cukup Nafsu makan : biasa
Pendidikan : SMP
Kesulitan
Keuangan : Cukup
Pekerjaan : Pedagang Keluarga : Sederhana
PEMERIKSAAN JASMANI
Pemeriksaan Umum Tinggi badan : 155 cm
Berat badan : kg
Tekanan darah : 100/70 mmHg
Nadi = heart rate : 80 x/menit
Suhu : 36,4 0C
Pernapasan (Frekuensi dan tipe) : 28 x/menit - thorakoabdominal
Keadaan gizi : tidak diperiksa
Kesadaran : C o m p o s m e n t is , tampak sakit sedang
Sianosis :
- Edema umum :
- Habitus : asthenikus
Cara berjalan : normal
ASPEK KEJIWAAN
Tingkah laku
:
wajar
Alam perasaan
:
biasa
KULIT
Warna : sawo matang
Efloresensi : (-)
Jaringan parut : (-)
Pigmentasi : (-)
Pertumbuhan rambut : normal
Pembuluh darah : tidak melebar
Suhu raba : hangat
Keringat umum : (-) Setempat : (-)
Turgor : cukup
Ikterus : (+)
Lapisan lemak : cukup
Submandibula
Leher
Supraklavikula
Tidak teraba pembesaran
Ketiak
Lihat paha
KEPALA
Ekpresi wajah
: normal
Simetri muka
: simetris
Rambut
: tebal, hitam, tidak
mudah rontok
MATA
Exophthalmus : (-/-)
Enopthalmus : (-/-)
Kelopak : Normal
Lensa : Normal
Konjungtiva : Tidak anemis
Visus : Tidak diperiksa
Sklera : Ikter ik (+/+)
Gerakan mata : Normal
Lapangan Penglihatan : Normal
Tekanan bola mata : Tidak diperiksa
Deviatio konjungae : Tidak ada
TELINGA
Tuli
: (-/-)
Selaput pendengaran : tidak diperiksa
Lubang
: normal
Penyumbatan
: (-/-)
Serumen
: (-/-)
Pendarahan
: (-/-)
HIDUNG
Bentuk
: Normal
Penyumbatan
: (-/-)
Lubang
: (+/+)
Deviasi
: (-)
Sekret
: (-/-)
MULUT
Bibir
: lembab
Tonsil
: T1-T1 tenang
Langit-langit
: Normal
Bau pernafasan
: Biasa
Gigi geligi
: Caries (-)
Trismus
: (-)
Faring
: Tidak hiperemis
Selaput lendir
: (-)
Lidah
: Tidak deviasi
Tidak teraba pembesaran
LEHER
Tekanan Vena Jugularis (JVP) : normal (5-2 cmH2O)
Kelenjar Tiroid
DADA
Bentuk
: Simetris kanan = kiri
Pembuluh darah
: Tidak ada pelebaran
PARU-PARU
Inspeksi
:
Simetris hemitorak kanan-kiri,
depan-belakang saat statis dan dinamis
Palpasi
:
Simetris hemitorak kanan-kiri,
depan-belakang saat fremitus fokal dan taktil
Perkusi
:
Sonor pada seluruh lapang paru
Auskultasi
:
-/-JANTUNG
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi :
Ictus cordis teraba di ICS V linea midclavicula sinistra
Perkusi :
- Batas kanan ICS IV linea parasternal dekstra
- Batas jantung kiri ICS V linea midclavicula sinistra - Batas jantung atas ICS II linea sternalis dekstra
Auskultasi :
PEMBULUH DARAH
Arteri Temporalis
Arteri Karotis
Arteri Brakhialis
Arteri Radialis
Teraba
Arteri Femoralis
Arteri Poplitea
PERUT
Inspeksi :
Dinding perut datar, lembut, venektasi (-)
Palpasi :
Lembut, nyeri tekan perut kanan atas dan kiri atas (+) Hati : T er a b a m e m b e s ar, 1 c m d i ba w a h a rc u s costae,
2 c m d i b a w a h p r o c e s u s x y p h o i d e u s , p e r m u k a a n
rata, tepi tajam
Limpa : Tidak teraba membesar Ginjal : Tidak teraba
Perkusi : Timpani
Auskultasi :
Bising usus (+) normal
ANGGOTA GERAK
Lengan kanan/kiri Tonus otot : (+/+) Massa : (-/-) Sendi : (+/+) Gerakan : (+/+) Kekuatan : 5/5 Tungkai dan Kaki kanan/kiri Luka : (-/-) Varises : (-/-) Tonus otot : (+/+) Massa : (-/-) Sendi : (+/+) Gerakan : (+/+) Kekuatan : 5/5 Edema : (-/-)
Kesadaran : Compos mentis
Kuantitatif : GCS (E = 4, M = 6, V = 5) = 15
Kualitatif : baik
Orientasi : baik
Jalan pikiran : baik
Daya ingat : baik
Kemampuan bicara : baik
Sikap tubuh : setengah duduk
Cara berjalan : belum bisa dinilai (karena pasien sakit)
Gerakan Abnormal : tidak ada
Meningeal Sign : kaku kuduk (+)
Brudzinski I (-)
Brudzinski II (-)
Kernig (-)
20 MAR ET 2011 Haemoglobin : 12,8 gr/dl Hematokrit : 38 % LED : 130/136 mm/jam Leukosit : 19.400 /mm3 Trombosit : 261.000/mm3 Ureum : 53 mg/dl Creatinin : 1,36 mg/dl Bilirubin total : 10,44 mg /dl Bilirubin direk : 8,11 mg/dl SGOT : 1266 u/lt SGPT : 1088 u/lt GDS : 29 mg% Ureum : 14,9 mg% Kreatinin : 0,5 mg%
LABORATORIUM
Thorax PA Tgl 24 Maret 2011
Terdapat corakan bronkovaskuler
bertambah. Tampak
bercak-bercak kesuraman pada kedua
paru. Diafragma dbn.
Kesan :
cor
: tidak membesar
Pulmo : proses TB duplex
RINGKASAN
Pasien laki-laki 34 tahun, mengeluh lemas pada badan, disertai kuning/ikterik pada mata dan ujung kuku, Bak berwarna seperti the, BAB berwana seperti dempul, disertai nyeri perut kanan atas yang menjalar ke kiri dirasakan setelah 3 minggu minum OAT
Pasien sedang dalam pengobatan TB paru yang berlangsung 1 bulan
1minggu SMRS pasien demam, mual,muntah, lemas, tidak bisa makan, pusing dan bicara kacau.
Pemeriksaan fisik :
- tampak sakit sedang, gizi cukup, compos mentis - tanda
–
tanda vital dalam batas normal- sklera ikterik, frenulum lingua ikterik - hepatomegali
Pemeriksaan laboratorium :
Hematokrit : 38 % Bilirubin Total : 10,44 mg/dl LED : 130/136 mm/jam Bilirubin direk : 8,11 mg/dl Leukosit : 19.400 /mm3 SGOT : 1266 u/lt
Ureum : 14,9 mg/% SGPT : 1088 u/lt Creatinin : 1,36 mg/dl
DIAGNOSA KERJA
Dr ug I nduced H epatitis e.c OAT
TB Par u
PENGKAJIAN
DIAGNOSIS KERJA : d r u g i n d u c e d H e p a t i t i s e .c O A T
Yang mendukung :
1. Anamnesis : - ditemukan gejala – gejala umum hepatitis1,2,3,4,5 ;
Mata kuning, alaise umum, mialgia, atralgia, mudah lelah, gejala saluran napas atas, anoreksia, mual, muntah, diare maupun konstipasi
- pasien sedang dalam pengobatan TB 1 bulan
- gejala mata kuning pasien berkurang setelah obat TB dihentikan
Pasien juga merasakan lemah badan, mudah lelah, nyeri kepala, pegal – pegal, nafsu makan berkurang, mual dan
pernah muntah 2-3x/hari berisi cairan dan sisa
makanan.BAK berwarna seperti teh, BAB berwarna dempul ...pasien mengaku sedang minum obat TB; Pirazinamid, Rifampisin, INH dan vitamin B6, yang sudah berlangsung
selama 1 bulan dan tidak pernah berhenti minum obat,...
Pasien merasakan sedikit perubahan, mata pasien tetap berwarna kuning walaupun sudah sedikit berkurang
- kedua sklera ikterik - kedua sklera ikterik - frenulum lingua ikterik - frenulum lingua ikterik - hepatomegali - hepatomegali : : - hiperbilirubin - hiperbilirubin -
- SGOT SGOT tinggitinggi - - SGPT SGPT tinggitinggi 2. Pemeriksaan fisik 2. Pemeriksaan fisik:: 3 Pemeriksaan laboratorium 3 Pemeriksaan laboratorium
Yang tidak m
Yang tidak mendukung :
endukung :
Belum dilakukan pemeriksaan
Belum dilakukan pemeriksaan
HBsAg pada saat masuk RS
HBsAg pada saat masuk RS
Yang mendukung diagnosis Yang mendukung diagnosis
Pasien mempunyai riwayat TB dan dalam
Pasien mempunyai riwayat TB dan dalam
pengobatan TB
pengobatan TB
Pasien 4 hari demam SMRS, demam terus
Pasien 4 hari demam SMRS, demam terus
menerus
menerus
Mual,muntah, penurunan berat badan, malaise,
Mual,muntah, penurunan berat badan, malaise,
sakit kepala
sakit kepala
Tidak nyambung saat diajak komunikasi tetapi
Tidak nyambung saat diajak komunikasi tetapi
sampai terjadinya penurunan kesadaran
sampai terjadinya penurunan kesadaran
Pemeriksaan rangsang meningeal : kaku kuduk
Pemeriksaan rangsang meningeal : kaku kuduk
(+)
(+)
Grade I
Grade I
DAFTAR MASALAH
Drug Induced Hepatitis e.c OAT
TB Paru
RENCANA PENGELOLAAN
Pdx : pemeriksaan bilirubin total dan direk, SGOT,SGPT, HbsAg, USG hepatobilier Pth : Stop OAT Inf Rl 20-30 gtt/menit Pasang NGT Ciprofloxacin 2 x 500mg po Ceftriaxon 1x 2 gr iv Ranitidin 2 x 1 amp iv Curcuma 1 x 1 tab po Ped : Bed rest
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai penyakitnya Diet cair per NGT
RENCANA PENGELOLAAN
2. TB Paru
Pdx : pemeriksaan radiologi, laboratorium darah LED),
sputum SPS, uji serologi
Pth : O 2 lt/mnt
Dexamethason 3X1
Etambutol 1 x 75 mg po
Streptomisin 20mg/kgBB/hari im
Salbutamol 2 x 2mg po jika sesak)
Ped : tirah baring
Jika batuk tutup mulut dengan sapu tangan atau
tissue
RENCANA PENGELOLAAN
Pdx : pemeriksaan LCS, kultur LCS
Pth : 02 2-4 lt/menit (jika sesak)
Diet TKTP
Obat TB (RHZE) tetapi pada pasien ini disertai
dengan drug induced hepatitis maka RHZ dihentikan
diganti dengan sterptomisin 1x750 mg im
Ped : Istirahat
PROGNOSIS
Ad vitam : ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
PENDAHULUAN
Penyakit tuberkulosis paru merupakan masalah kesehatan
Pengobatan Tb paru biasanya dipakai obat - obat seperti: INH, Rifampisin, Pirazinamid, Streptomisin, Etambutol
Sering hepatotoksik adalah INH, Rifampisin dan Pirazinamid
Rifampisin etek toksis pada fungsi hati yang normal (reaksi hipersensitifitas)
Pirazinamid efek hepatotoksik 12% dan gejala ikterus 34%
Penanda dini dari hepatotoksik adalah :
peningkatan enzim - enzim transaminase dalam serum yang terdiri AST/GOT yang disekresikan dengan ALT/GPT
Drug induced hepatitis (DIH) akibat OAT menyebabkan peningkatan kadar AST & ALT serum
Proses peradangan difus pada jaringan hati
Gejala klinis yang khas, yaitu: lemah badan, kencing berwarna seperti air teh, mata bahkan seluruh badan menjadi kuning1,2,4.
Pada kasus ditemukan gejala umum hepatitis :
Perubahan warna pada mata, kuku dan kulit menjadi kuning 7 hari SMRS. Diikuti demam pada 4 hari SMRS. mual dan muntah. Muntah cairan sebanyak 4-5 kali
dalam sehari. perubahan pada air kencing menjadi berwana seperti the, BAB berubah menjadi warna kepucatan seperti dempul.
PEMBAHASAN
Pada kasus, pasien menyadari matanya menjadi
berwarna kuning setelah 3 minggu mengkonsumsi OAT
jadi hepatitis pada pasien ini karena obat OAT
Berdasarkan penyebabnya, hepatitis dapat dibagi atas1,4:
hepatitis oleh virus
hepatitis oleh bakteri
hepatitis oleh obat-obatan
Sedangkan berdasarkan perjalanan penyakitnya:
hepatitis akut
hepatitis kronik.
Pada drug induced hepatitis , peningkatan SGOT/SGPT bisa jauh
melebihi nilai normal
3,5.
Hb = 12,8 gr/dl
Bil. total = 10,44 mg/dl Bil. direk = 8,11 mg/dl
SGOT=1266 m/l
Pada drug induced hepatitis didapatkan bahwa
keluhan bisa berkurang bila faktor pencetusnya
turut dihilangkan.
... Selama perawatan di RS OAT dihentikan, pasien merasakan perubahan, mata pasien tetap berwarna kuning walaupun sudah
Bila klinik (+) (ikterik,gejala mual,muntah) OAT stop
Bila gejala klinis (-) laboratorium, terdapat kelainan :
Bilirubin > 2 : OAT Stop
SGOT,SGPT >5 kali : OAT stop
SGOT, SGPT >3 kali teruskan pengobatan, dengan pengawasan.
Terapi pada pasien ini sudah tepat dengan menghentikan OAT, hal ini disebabkan krn adanya gejala klinik pasien (+)
peningkatan kadar SGOT,SGPT > 5 kali
Disebabkan oleh kuman microbacterium Tuberculosis
TUBERKULOSIS PARU
Anamnesa Gejala :
1. Gejala Respiratorik : batuk, hemoptusis, sesak nafas 2. Gejala sistemik : demam, malaise, nafsu makan
menurun penurunan berat badan, keringat malam
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan laboratorium
PANDUAN OAT KLASIFIKASI & TIPE PENDERITA
FASE AWAL FASE LANJUTAN Kategori 1 - BTA (+) baru
- Sakit berat :
BTA (-) luar paru
2HRZS(E) 2HRZS(E)
4RH 4R3H3 Kategori 2 Pengobatan ulang :
- Kambih BTA (+) - Gagal 2RHZES/1RHZE 2RHZES/1RHZE 5RHE 5R3H3E3 Kategori 3 - TB paru BTA (-)
- TB luar paru 2RHZ 2RHZ/2R3H3Z3 4RH/7RH 4R3H3 Rencanakan bulan
Pengobatan tuberkulosis pada pasien termasuk kategori 3, TB tulang.
pasien mengaku baru pertama kali mengalami batuk-batuk, didiagnosis dokter sebagai TB paru, berobat kepoli DOTS dan mendapat terapi,
Jadi pasien mendapat terapi OAT kategori 1
OBAT DOSIS SETIAP HARI DUA KALI/
MINGGU TIGA KALI/ MINGGU ISONIAZID 5 mg/kgBB Maks.400 mg 15 mg/kgBB Maks.900 mg 15 mg/kgBB Maks.900 mg RIFAMPISIN 10 mg/kgBB Maks.600 mg 10 mg/kgBB Maks.600 mg 10 mg/kgBB Maks.600 mg PIRAZINAMID 15-30 mg/kgBB Maks.2 gram 50-70 mg/kgBB Maks.4 gram 50-70 mg/kgBB Maks.3 gram ETAMBUTOL 15-30 mg/kgBB Maks.2,5 gram 50 mg/kgBB 25-30 mg/kgBB STREPTOMISIN 15 mg/kgBB Maks.1 gram 25-30 mg/kgBB Maks.1,5 gram 25-30 mg/kgBB Maks.1 gram
Dosis OAT
4 5
..(pasien mengaku sedang minum obat TB; Pirazinamid, Rifampisin, INH dan vitamin B6 masing – masing 1x/har i),
yang sudah berlangsung selama 1 bulan dan tidak pernah berhenti minum obat..
Perhitungan pemberian dosisnya kemungkinan sebagai berikut (diketahui BB pasien rata-rata 45 kg, memakai dosis harian):
INH 45 kg x 5 mg/kgBB = 225 mg (sedian 300mg)
Rifampisin 45 kg x 10 mg/kgBB = 450 mg (sedian 450mg)
Nama obat BB < 50 kg BB > 50 Kg Sedian INH 300 mg 400 mg 300mg, 400mg, 600 mg Tab Rifampisin 450 mg 600 mg Cap 300 mg, 450 mg Pirazinamid 1000 mg 2000 mg Tab 500 mg Etambutol 750 mg 1000 mg Tab 250 mg, 500 mg Streptomisin 750 mg 1000 mg Inj 1gr, 5 gr
Pemberian obat TB
OBAT REAKSI
SERING KADANG JARANG ISONIAZID
Kelainan metabolik (hepatotoksik)
Hepatitis
Reaksi kulit (beri CTM) Neuropati perifer Kejang Neuritis optic Gejala mental Anemia hemolitik Anemia aplastik Agranulositosis Ginekomastia RIFAMPISIN
Harus pertama di stop bila d r u g i n d u c e d :
5x peningkatan SGOT/SGPT
Katalisator INH untuk kelainan metabolik Hepatitis/ikterus Reaksi kulit Gejala GIT Purpura (STOP!) Trombositopenia Febris Flu like syndrome
Syok Anemia hemolitik PIRAZINAMID Anoreksia Nausea Flushing Hepatitis Vomitting Atrhalgia Reaksi kulit Anemia sideroblastik Foto sensitivitas ETAMBUTOL (> 50 tahun) - Neuritis retrobulbar Athralgia Reaksi kulit Hepatitis Neuropati perifer STREPTOMISIN Reaksi kulit
Tinitus
Vertigo Ataksia
Keusakan ginjal Anemia aplastik
Manifestasi yang tampak dominan adalah efek
samping dari pemakaian obat rifampisin,
Isoniazid,pirazinamid
7 hari smrs, penderita mengeluh panas badan yang tidak terlalu tinggi, dirasakan terus menerus siang sama dengan malam. Keluhan panas badan dirasakan selama 2 hari kemudian mulai berangsur membaik.
Pasien juga merasakan lemah badan, mudah lelah, nyeri kepala, pegal
–
pegal, nafsu makan berkurang, mual dan pernah muntah 2- Usia lanjut
Penderita perempuan
Status nutrisi buruk
Konsumsi tinggi alkohol
Mempunyai dasar penyakit hati
Karier hepatitis B
Prevalensi hepatitis viral
Hipoalbumin
Tuberkulosis lanjut
Pemakaian obat yang tidak sesuai aturan
Efek hepatotoksik juga dipengaruhi :
Dosis yang digunakan
Proses metabolisme obat
dipengaruhi oleh faktor umur, jenis kelamin, lingkungan dalam
lambung dan penyakit hepar
(AST/GOT)
Penanda dini dari hepatotoksik
Peningkatan enzim-enzim
transaminase dalam serum1,3,5
1. aspartate amino transaminase/
glutamate oxaloacetate transaminase (AST/GOT)
2. alanine amino transferase/
glutamate pyruvate transaminase (ALT/GPT)
(ALT/GPT)
FAKTOR METABOLISME
DI DALAM TUBUH
SGOT
Enzim mitokondria dalam jantung, hati, otot
dan ginjal
SGPT
Kerusakan hati diduga karena hasil metabolit INH
berupa asetilhidrazin
Kenaikan konsentrasi aminotransferase serum
EFEK RIFAMPISIN
Peningkatan serum transaminase
Peningkatan bilirubin
Kombinasi INH dengan rifampisin ternyata
lebih toksik daripada kombinasi INH dengan
streptomisin karena pada kombinasi tersebut
dihasilkan lebih banyak metabolit toksik
5
Rifampisin bekerja sinergis dengan INH pada
hati, dapat menimbulkan ikterus dan
peningkatan asimptomatik kadar enzim
aspartat dan amino transaminase
3,5.
meningitis serosa yang disebabkan oleh infeksi kuman mikrobakterium tuberkulosa yang mengenai arachnoid atau selaput otak, piameter, cairan serebrospinal didalam system ventrikel akibat komplikasi TB primer
Sindrom meningitis yaitu berupa :
Demam
Nyeri kepala hebat
Gangguan kesadaran
Kejang
Adanya tanda rangsangan meningeal :
Kaku kuduk positif
Tes brudzinsky positif Tes kernig positif
Pembagian stadium meningitis tuberkulosa
menurut Medical Research Council Of Great
Britain (1948)
Stadium I
Penderita dengan sedikit atau tanpa gejala
klinis meningitis, tidak didapatkan kelumpuhan
dan sadar penuh. Penderita tampak tak sehat,
suhu subfebris, nyeri kepala
Stadium II
Kelainan gejala diatas bisa didapat gejala
deficit neurologi fokal
Dari anamnesa gejala didapatkan seminggu sebelum masuk RS pasien mengeluh demam tetapi tidak diukur suhu, Nyeri kepala, Mual dan muntah, Tidak ada nafsu makan, Penurunan berat badan, saat masuk rumah sakit pasien tidak bisa diajak komunikasi,dimana bicara nya kacau dan tidak nyambung saat diajak bicara, tetapi tidak sampai terjadinya
penurunan kesadaran dari anamnesa yang didapat
Dan diperjelas dengan pemeriksaan neurologis dimana kaku kuduk (+), foto thoraks terdapat corakan bronkovaskuler bertambah. Tampak bercak-bercak kesuraman pada kedua paru.
diagnosis Meningitis Grade I sudah tepat
Terapi meningitis TB sama seperti terapi pasien TB paru,
jika Bila terdapat drug induce hepatitis pemberian Rifampisin dan pirazinamid dihentikan diganti dengan streptomisin 1 gram.