• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Esterifikasi Metil Benzoat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Praktikum Esterifikasi Metil Benzoat"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

I.

I. TUJUANTUJUAN

1.

1. Melaksanakan reaksi esterifikasi dengan hasil cairan (BJ>1)Melaksanakan reaksi esterifikasi dengan hasil cairan (BJ>1) 2.

2. Melaksanakan proses pendinginan balik (refleksi) dan destilasi sederhanaMelaksanakan proses pendinginan balik (refleksi) dan destilasi sederhana

II.

II. PRINSIPPRINSIP

1.Esterifikasi Fischer 1.Esterifikasi Fischer

Mereaksikan asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam membentuk Mereaksikan asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam membentuk senyawa ester (Fessenden, 1982).

senyawa ester (Fessenden, 1982). 2.Protonasi

2.Protonasi

Memprotonasi senyawa untuk meningkatkan elektrofilitas yang membuat suatu Memprotonasi senyawa untuk meningkatkan elektrofilitas yang membuat suatu senyawa lebih mudah mengikat atau memutus gugus atom (Silberberg, 2006). senyawa lebih mudah mengikat atau memutus gugus atom (Silberberg, 2006). 3.Reaksi endoterm

3.Reaksi endoterm

Memanaskan campuran senyawa untuk mempercepat reaksi (Chang, 2005). Memanaskan campuran senyawa untuk mempercepat reaksi (Chang, 2005). 4.Destilasi

4.Destilasi

Menggunakan perbedaan titik didih untuk memisahkan campuran senyawa. Menggunakan perbedaan titik didih untuk memisahkan campuran senyawa. (Rusli, 2013).

(Rusli, 2013).

5.Like dissolve like 5.Like dissolve like

Memisahkan senyawa nonpolar dengan polar. (Gillespie, 2001). Memisahkan senyawa nonpolar dengan polar. (Gillespie, 2001). 6.Distribusi kalor

6.Distribusi kalor

Menggunakan batu didih untuk mencegah overheating.(Chang, 2005). Menggunakan batu didih untuk mencegah overheating.(Chang, 2005). 7.Indeks bias

7.Indeks bias

Menggunakan perbandingan indeks bias untuk menguji kemurnian senyawa Menggunakan perbandingan indeks bias untuk menguji kemurnian senyawa (Lando, 1974).

(2)

III.

III. REAKSIREAKSI

IV.

IV. TEORI DASARTEORI DASAR

Penamaan ester hampir menyerupai dengan penamaan basa; walaupun tidak benar Penamaan ester hampir menyerupai dengan penamaan basa; walaupun tidak benar -- benar

 benar mempunyai mempunyai kation kation dan dan anion, anion, namun namun memiliki memiliki kemiripan kemiripan dalam dalam sifat sifat lebihlebih elektropositif dan keelektronegatifan. Suatu ester dapat dibuat sebagai produk dari elektropositif dan keelektronegatifan. Suatu ester dapat dibuat sebagai produk dari suatu reaksi pemadatan pada suatu asam (pada umumnya suatu asam organik) dan suatu suatu reaksi pemadatan pada suatu asam (pada umumnya suatu asam organik) dan suatu alkohol ( atau campuran zat asam karbol), walaupun ada cara-cara lain untuk alkohol ( atau campuran zat asam karbol), walaupun ada cara-cara lain untuk membentuk ester. Pemadatan adalah suatu jenis reaksi kimia di mana dua molekul membentuk ester. Pemadatan adalah suatu jenis reaksi kimia di mana dua molekul  bekerja

 bekerja sama sama dan dan menghapuskan menghapuskan suatu suatu molekul molekul yang kecyang kecil, il, dalam dalam hal ini hal ini dua dua gugusgugus OH yang merupakan hasil eliminasi suatu molekul air(Clark, 2002).

OH yang merupakan hasil eliminasi suatu molekul air(Clark, 2002).

Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung Reaksi esterifikasi merupakan reaksi pembentukan ester dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol (Fessenden, 1982).

antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol (Fessenden, 1982). Suatu ester asam karboksilat mengandung gugus

Suatu ester asam karboksilat mengandung gugus –  – CO2R dengan R dapat berbentukCO2R dengan R dapat berbentuk

alkil maupun anil (Poedjiadi, 1994). alkil maupun anil (Poedjiadi, 1994).

Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Suatu reaksi pemadatan untuk membentuk suatu ester disebut esterifikasi. Esterifikasi dapat dikatalis oleh kehadiran ion H+. Asam belerang sering digunakan Esterifikasi dapat dikatalis oleh kehadiran ion H+. Asam belerang sering digunakan

(3)

sebagai sebagai suatu katalisator untuk reaksi ini. Nama ester berasal dari Essig-Äther sebagai sebagai suatu katalisator untuk reaksi ini. Nama ester berasal dari Essig-Äther Jerman, sebuah nama kuno untuk menyebut etil asam cuka ester (asam cuka etil) Jerman, sebuah nama kuno untuk menyebut etil asam cuka ester (asam cuka etil) (Anshory, 2003).

(Anshory, 2003).

Ester dapat terhidrolisis dengan pengaruh asam membentuk alkohol danasam Ester dapat terhidrolisis dengan pengaruh asam membentuk alkohol danasam karboksilat. Reaksi hidrolisis tersebut merupakan kebalikan daripengesteran. Disini karboksilat. Reaksi hidrolisis tersebut merupakan kebalikan daripengesteran. Disini senyawa karbon mengikat gugus fungsi

senyawa karbon mengikat gugus fungsi –  – COOR adalah alkilalkanoat . Ester diturunkanCOOR adalah alkilalkanoat . Ester diturunkan

dari alkohol dan asam karboksilat. Untuk ester turunan dari asam karboksilat paling dari alkohol dan asam karboksilat. Untuk ester turunan dari asam karboksilat paling sederhana, nama-nama tradisional digunakan, sepertiformate, asetat,dan propionate. sederhana, nama-nama tradisional digunakan, sepertiformate, asetat,dan propionate. (Harold, 1983 ).

(Harold, 1983 ).

Ester yang terrdiri dari asam-asam yang berat molekul rendah dan alkohol Ester yang terrdiri dari asam-asam yang berat molekul rendah dan alkohol merupakan senyawa-senyawa cair yang tidak berwarna, sedikit larut dalam air dengan merupakan senyawa-senyawa cair yang tidak berwarna, sedikit larut dalam air dengan  bau

 bau semerbak, semerbak, dan dan mudah mudah menguap. menguap. Ester Ester dari dari beberapa beberapa asam asam karboksilat karboksilat dengandengan rantai panjang terdapat secara alamiah di dalam lemak

rantai panjang terdapat secara alamiah di dalam lemak,lilin, dan miny,lilin, dan minyak.(keenaak.(keenan, 1980)n, 1980) Esterifikasi Fischer yaitu jika asam karboksilat dan alkohol dan katalis asam (biasanya Esterifikasi Fischer yaitu jika asam karboksilat dan alkohol dan katalis asam (biasanya HCl atau H

HCl atau H22SOSO44) dipanaskan, terdapat kesetimbangan dengan ester da) dipanaskan, terdapat kesetimbangan dengan ester dan air. Esterifikasin air. Esterifikasi

Fischer berdasarkan nama Emil Fischer, kimiawan organik abad 19 yang Fischer berdasarkan nama Emil Fischer, kimiawan organik abad 19 yang mengembangkan metode ini. Walaupun reaksi ini adalah reaksi kesetimbangan, dapat mengembangkan metode ini. Walaupun reaksi ini adalah reaksi kesetimbangan, dapat  juga

 juga digunakan digunakan untuk untuk membuat membuat ester ester dengan dengan hasil hasil yang yang tinggi tinggi dengan dengan menggesermenggeser kesetimbangan ke kanan. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa teknik. Jika harga kesetimbangan ke kanan. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa teknik. Jika harga alkohol atau asam, murah, dapat digunakan jumlah berlebihan. Cara lain ialah dengan alkohol atau asam, murah, dapat digunakan jumlah berlebihan. Cara lain ialah dengan memisahkan ester dan/atau air yang terbentuk (dengan penyulingan), sehingga memisahkan ester dan/atau air yang terbentuk (dengan penyulingan), sehingga menggeser reaksi ke kanan. (Sastrohamidjojo, 2011).

menggeser reaksi ke kanan. (Sastrohamidjojo, 2011).

Mekanisme reaksi esterifikasi merupakan reaksi substitusi asil nukleofil dengan Mekanisme reaksi esterifikasi merupakan reaksi substitusi asil nukleofil dengan katalisator asam. Gugus karbonil dari asam kaboksilat tidak cukup kuat sebagai katalisator asam. Gugus karbonil dari asam kaboksilat tidak cukup kuat sebagai elektrofil untuk diserang olah alkohol. Katalisator asam akan memprotonasi gugus elektrofil untuk diserang olah alkohol. Katalisator asam akan memprotonasi gugus karbonil dan mengaktivasinya ke arah penyerangan nukleofil. Pelepasan proton akan karbonil dan mengaktivasinya ke arah penyerangan nukleofil. Pelepasan proton akan menghasilkan hidrat dari ester, kemudian terjadi transfer proton. (Hart, 1983).

menghasilkan hidrat dari ester, kemudian terjadi transfer proton. (Hart, 1983).

Dalam reaksi esterifikasi maupun tranesterifikasi dibutuhkan suatu katalis untuk Dalam reaksi esterifikasi maupun tranesterifikasi dibutuhkan suatu katalis untuk mempercepat reaksi. Tanpa adanya katalis, konversi produk yang dihasilkan bisa mempercepat reaksi. Tanpa adanya katalis, konversi produk yang dihasilkan bisa mencapai maksimum tetapi reaksi berjalan lambat. (Arfah,dkk,2015).

(4)

V.

V. ALAT DAN BAHANALAT DAN BAHAN

5.1. Alat 5.1. Alat a.

a. Beaker Beaker glassglass  b.

 b. Corong pisahCorong pisah c.

c. Corong Corong tangkai tangkai panjangpanjang d. Erlenmeyer

d. Erlenmeyer e.

e. Kertas Kertas saringsaring

f.

f. Labu Labu alas alas bundarbundar g.

g. Labu Labu destilasi destilasi leher leher panjangpanjang h.

h. Penangas Penangas minyakminyak i.

i. Pendingin Pendingin balikbalik  j.

 j. Refraktometer abbeRefraktometer abbe 5.2. Bahan

5.2. Bahan a. Aquadest a. Aquadest  b.

 b. Asam benzoatAsam benzoat c.

c. Batu Batu didihdidih d.

d. H2SO4 H2SO4 pekatpekat

e. Kloroform e. Kloroform f. Methanol f. Methanol g. MgSO4 g. MgSO4 h. NaHCO3 h. NaHCO3 5.3. Gambar 5.3. Gambar a.

a. Beaker Beaker glassglass

 b.

 b. Corong pisahCorong pisah

c.

c. Corong Corong tangkai tangkai panjangpanjang

d. Erlenmeyer d. Erlenmeyer

e.

e. Kertas Kertas saringsaring

f.

(5)

g.

g. Labu Labu destilasi destilasi leher leher panjangpanjang

h.

h. Penangas Penangas minyakminyak

i.i. Pendingin balikPendingin balik

 j.

 j. Refraktometer abbeRefraktometer abbe

VI.

VI. PROSEDURPROSEDUR

Ke dalam labu alas bundar 250 ml masukkan campuran 15 g asam Ke dalam labu alas bundar 250 ml masukkan campuran 15 g asam  benzoate, 40 g

 benzoate, 40 g (50,5ml) methanol (50,5ml) methanol absolut dan 2,5 absolut dan 2,5 g (1,35 g (1,35 ml) asam ml) asam sulfat pekat.sulfat pekat. Tambahkan sejumlah batu didih, pasang pendingin balik dan didihkan selama Tambahkan sejumlah batu didih, pasang pendingin balik dan didihkan selama 3 jam.Lakukan destilasi untuk menghilangkan sisa methanol, kemudian biarkan 3 jam.Lakukan destilasi untuk menghilangkan sisa methanol, kemudian biarkan mendingin. Tuang residu ke dalam gelas beker yang berisi 62,5 ml air, mendingin. Tuang residu ke dalam gelas beker yang berisi 62,5 ml air, masukkan campuran ke dalam corong pisah. Bila tidak ada batas yang jelas masukkan campuran ke dalam corong pisah. Bila tidak ada batas yang jelas antara ester dengan air, tambahkan 15 ml CCl4, kemudian dikocok.Diamkan antara ester dengan air, tambahkan 15 ml CCl4, kemudian dikocok.Diamkan sampai kedua lapisan terpisah jelas.Keluarkan lapisan bawah (metil benzoate sampai kedua lapisan terpisah jelas.Keluarkan lapisan bawah (metil benzoate yang bercampur dengan CCl4), tamping dalam labu Erlenmeyer.Buang lapisan yang bercampur dengan CCl4), tamping dalam labu Erlenmeyer.Buang lapisan air (atas).Masukkan kembali campuran ke dalam corong pisah, tambahkan air (atas).Masukkan kembali campuran ke dalam corong pisah, tambahkan natrium bikarbonat, kocok sampai netral (tidak terlihat adanya gelembung gas natrium bikarbonat, kocok sampai netral (tidak terlihat adanya gelembung gas CO2).Pisahkan darilapisan air.Masukkan kembali ke dalam corong pisah, cuci CO2).Pisahkan darilapisan air.Masukkan kembali ke dalam corong pisah, cuci sekali lagi dengan menambahkan air, diamkan kemudian pisahkan.Tamping sekali lagi dengan menambahkan air, diamkan kemudian pisahkan.Tamping dalam labu Erlenmeyer 100 ml yang telah dikeringkan. Tambahkan MgSO4 dalam labu Erlenmeyer 100 ml yang telah dikeringkan. Tambahkan MgSO4 anhidrat secukupnya, kocok selama 3-5 menit, diamkan selama 30 menit anhidrat secukupnya, kocok selama 3-5 menit, diamkan selama 30 menit dengan sekali-kali dikocok. Saring cairan metil benzoat dengan corong tangkai dengan sekali-kali dikocok. Saring cairan metil benzoat dengan corong tangkai  panjang melalui kertas saring ke dalam labu

(6)

 batu didih, hubungkan dengan pendingin udar

 batu didih, hubungkan dengan pendingin udara, pasang thermometer. Destilasia, pasang thermometer. Destilasi dengan penangas minyak. Panaskan pelan

dengan penangas minyak. Panaskan pelan-pelan sampai CCl4 habis terdestilasi,-pelan sampai CCl4 habis terdestilasi, kemudian panaskan sampai temperature mencapai 2000 C. Tampung destilat kemudian panaskan sampai temperature mencapai 2000 C. Tampung destilat metil benzoat pada temperature 198-2000 C, tentukan indeks biasnya.

metil benzoat pada temperature 198-2000 C, tentukan indeks biasnya.

VII.

VII. DATA PENGAMATANDATA PENGAMATAN

 No.

 No. Perlakuan Perlakuan Hasil Hasil GambarGambar 1. 15 gram asam 1. 15 gram asam  benzoat,  benzoat, 50,5 50,5 mlml methanol dan 13,5 methanol dan 13,5 asam sulfat asam sulfat dimasukkan kedalam dimasukkan kedalam labu alas bundar dan labu alas bundar dan ditambah batu didih ditambah batu didih

Larutan berisi Larutan berisi asam benzoate, asam benzoate, methanol methanol

asam sulfat, batu asam sulfat, batu didih

didih

2.

2. Merangkai Merangkai alat alat untukuntuk  proses refluks  proses refluks Alat refluks Alat refluks terpasang pada terpasang pada statif statif 3.

3. Pasang Pasang labu labu alasalas  bundar

 bundar pada pada alatalat refluks. Dipanaskan refluks. Dipanaskan selama 45 menit dan selama 45 menit dan didiamkan selama 15 didiamkan selama 15 menit

menit

Larutan bebas dari Larutan bebas dari asam sulfat

(7)

4.

4. Menambah Menambah aquadestaquadest 62,5 ml ke dalam labu 62,5 ml ke dalam labu alas bundar

alas bundar

Terbentuk dua fase Terbentuk dua fase dalam larutan dalam larutan  bewarna putih  bewarna putih

keruh dan berbau keruh dan berbau wangi

wangi 5.

5. Menambah Menambah CClCCl44 1515

ml dan kocok selama ml dan kocok selama 5 menit dalam corong 5 menit dalam corong  pisah

 pisah

Larutan terbisah Larutan terbisah menjadi dua fase menjadi dua fase

6.

6. Memisahkan Memisahkan keduakedua fase dengan fase dengan menampung residu ke menampung residu ke dalam Erlenmeyer, dalam Erlenmeyer, dan air ke dalam dan air ke dalam Erlenmeyer lain. Erlenmeyer lain. Kedua larutan Kedua larutan terpisah terpisah 7. Memasukkan 7. Memasukkan kembali residu ke kembali residu ke corong pemisah, corong pemisah, tambah natrium tambah natrium  bikarbonat lalu kocok  bikarbonat lalu kocok

Terbentuk dua fase Terbentuk dua fase

(8)

8.

8. Memisahkan Memisahkan larutan larutan Didapatkan Didapatkan larutanlarutan ester

ester

9.

9. Menambahkan Menambahkan air air keke corong pemisah yang corong pemisah yang  berisi

 berisi air air dan dan kocok,kocok, lalu diamkan

lalu diamkan

Terbentuk dua fase Terbentuk dua fase

10.

10. Fasea Fasea air air dipisahkan dipisahkan Terdapat Terdapat fasefase  bawah saja  bawah saja

(9)

11.

11. Ditambah Ditambah MgSOMgSO44

lalu dikocok dan lalu dikocok dan didiamkan 30 menit didiamkan 30 menit lalu disaring lalu disaring Larutan terpisah Larutan terpisah dari endapan dari endapan 12.

12. Larutan Larutan di di destilasi destilasi CClCCl44 dalam dalam

larutann habis dan larutann habis dan dihasilkan metil dihasilkan metil  benzoat

 benzoat 13.

13. Hasil Hasil dari dari esterifikasiesterifikasi dimasukkan ke dalam dimasukkan ke dalam vial vial Endapan atau Endapan atau gumpalan bewarna gumpalan bewarna  putih berada di  putih berada di dalam vial dalam vial VIII.

VIII. PEMBAHASANPEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini yang bertujuan untuk Melaksanakan proses Pada praktikum kali ini yang bertujuan untuk Melaksanakan proses  pendinginan

 pendinginan balik balik (refleksi) (refleksi) dan dan destilasi destilasi sederhana. sederhana. . . Esterifikasi Esterifikasi adalah adalah suatusuatu reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol membentuk senyawa ester. Reaksi reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol membentuk senyawa ester. Reaksi ini bersifat bolak balik (reversibel) dan umumnya sangat lambat sehingga ini bersifat bolak balik (reversibel) dan umumnya sangat lambat sehingga memerlukan katalis agar diperoleh ester. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses memerlukan katalis agar diperoleh ester. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses esterifikasi salah satunya adalah suhu.

esterifikasi salah satunya adalah suhu. R-COOH +

HO-R-COOH + HO-R* ↔ RR* ↔ R -COOR* + H-COOR* + H22OO

Ester merupakan salah satu dari derivat asam karboksilat. Maksud dari Ester merupakan salah satu dari derivat asam karboksilat. Maksud dari derivat asam karboksilat ialah bila direaksikan dengan air akan menghasilkan asam derivat asam karboksilat ialah bila direaksikan dengan air akan menghasilkan asam karboksilat. Pada derivat Asam karboksilat terdapat karbonil pada gugus asil yang karboksilat. Pada derivat Asam karboksilat terdapat karbonil pada gugus asil yang menyebabkan ada beberapa sifat kimia yang serupa. Juga mengandung gugus pergi menyebabkan ada beberapa sifat kimia yang serupa. Juga mengandung gugus pergi yang terikat pada karbon asil. Biasanya akan terjadi adisi pada gugus karbonil dari yang terikat pada karbon asil. Biasanya akan terjadi adisi pada gugus karbonil dari

(10)

keton atau aldehid. Ester dapat dibuat dengan mereaksikan asam karboksilat dan keton atau aldehid. Ester dapat dibuat dengan mereaksikan asam karboksilat dan alkohol yang dipanaskan dengan katalis asam (HCl atau H2SO4) dan pada alkohol yang dipanaskan dengan katalis asam (HCl atau H2SO4) dan pada  percobaan kali ini digunakan asam sulfa

 percobaan kali ini digunakan asam sulfat pekat. Reaksi keseimbangan yang terjadit pekat. Reaksi keseimbangan yang terjadi dapat digeser kekanan dengan beberapa cara yaitu penambahan alkohol atau asam dapat digeser kekanan dengan beberapa cara yaitu penambahan alkohol atau asam karboksilatnya dan ester atau air yang terbentuk dipindahkan segera melalui karboksilatnya dan ester atau air yang terbentuk dipindahkan segera melalui  penyulingan.

 penyulingan. Cara Cara lain lain dengan dengan mempertinggi mempertinggi suhu suhu dan dan katalisator katalisator ( ( HCl HCl atauatau H2SO4 ) untuk mempercepat terjadinya keseimbangan.

H2SO4 ) untuk mempercepat terjadinya keseimbangan.

Pertama siapkan alat yang akan digunakan, pastikan alat dalam keadaan Pertama siapkan alat yang akan digunakan, pastikan alat dalam keadaan  bersih dan kering, lebih

 bersih dan kering, lebih baik dibersihkan kbaik dibersihkan kembali untuk membali untuk mencegah adanya zat yencegah adanya zat yangang tertinggal dari praktikum yang sebelumnya. Bahan yang dibutuhkan dalam tertinggal dari praktikum yang sebelumnya. Bahan yang dibutuhkan dalam  praktikum

 praktikum ini ini yaitu yaitu Aquadest, Aquadest, Asam Asam benzoate, benzoate, Batu Batu didih, didih, H2SO4 H2SO4 pekat,pekat, kloroform, methanol, NaHCO3, MgSO4. Digunakannya asam sulfat sebagai kloroform, methanol, NaHCO3, MgSO4. Digunakannya asam sulfat sebagai katalis, asam benzoate sebagai asam karboksilat dan methanol sebagai alcohol, katalis, asam benzoate sebagai asam karboksilat dan methanol sebagai alcohol, karena dalam pembuatan ester direaksikan antara asam karboksilat dan alcohol karena dalam pembuatan ester direaksikan antara asam karboksilat dan alcohol dengan katalis asam yang akhirnya akan membentuk senyawa ester. Pada saat akan dengan katalis asam yang akhirnya akan membentuk senyawa ester. Pada saat akan di refluks dimasukkan beberapa batu didih yang berfungsi sebagai distribusi kalor, di refluks dimasukkan beberapa batu didih yang berfungsi sebagai distribusi kalor, yang berfungsi untuk mencegah overheating, karena bisa saja saat dipanaskan yang berfungsi untuk mencegah overheating, karena bisa saja saat dipanaskan terjadi pemanasan di suatu tempat dan membuat letupan atau membuat labu alas terjadi pemanasan di suatu tempat dan membuat letupan atau membuat labu alas  bundar

 bundar pecah, pecah, maka maka dengan dengan adanya adanya batu batu didih didih panas panas dapat dapat disebarkan disebarkan secarasecara merata. Mekanisme batu didih dapat menghindari letupan yaitu karena dalam batu merata. Mekanisme batu didih dapat menghindari letupan yaitu karena dalam batu didih terdapat pori

didih terdapat pori –  –  pori yang bekerja dengan menangkap udara pada larutan dan pori yang bekerja dengan menangkap udara pada larutan dan

melepaskannya ke permukaan larutan yaitu dengan mengeluarkan atau munculnya melepaskannya ke permukaan larutan yaitu dengan mengeluarkan atau munculnya gelembung

gelembung –  –  gelembung udara. gelembung udara.

Asam sulfat yang sebagai katalis mendonorkan H

Asam sulfat yang sebagai katalis mendonorkan H++  yang akan diikat oleh  yang akan diikat oleh

oksigen yang berikatan rangkap dengan karbon. Dalam reaksi esterifikasi oksigen yang berikatan rangkap dengan karbon. Dalam reaksi esterifikasi digunakan katalisator karena reaksi esterifikasi ini cenderung untuk bergeser ke digunakan katalisator karena reaksi esterifikasi ini cenderung untuk bergeser ke kiri. Prinsipnya, apabila dalam suatu reaksi pergerakan yang terjadi cenderung kiri. Prinsipnya, apabila dalam suatu reaksi pergerakan yang terjadi cenderung  bergerak ke kiri

 bergerak ke kiri maka akan sulmaka akan sulit untuk it untuk didapatkan atau terbentuknya didapatkan atau terbentuknya produk reaksi.produk reaksi. Maka dari itu ditambahkan katalis berupa H2SO4 (asam sulfat) dalam reaksi Maka dari itu ditambahkan katalis berupa H2SO4 (asam sulfat) dalam reaksi tersebut. Mekanisme dari penggunaan asam sulfat dalam reaksi antara asam tersebut. Mekanisme dari penggunaan asam sulfat dalam reaksi antara asam

(11)

 benzoat

 benzoat dengan dengan metanol metanol absolut absolut adalah adalah dengan dengan penggunaan penggunaan asam asam sulfat sulfat ini, ini, H+H+ yang berasal dari asam sulfat (H2SO4 ) dapat menyerang mekanisme reaksi yang berasal dari asam sulfat (H2SO4 ) dapat menyerang mekanisme reaksi sehingga reaksi dapat bergerak kekanan sehingga produk dapat dengan mudah sehingga reaksi dapat bergerak kekanan sehingga produk dapat dengan mudah terbentuk.

terbentuk.

Pada saat ditambahkan methanol, oksigen yang berikatan pada hydrogen akan Pada saat ditambahkan methanol, oksigen yang berikatan pada hydrogen akan  berikatan

 berikatan dengan dengan karbon karbon pada pada asam asam benzoate benzoate dan dan memutus memutus ikatan ikatan rangkapnyarangkapnya untuk berikatan dengan oksigen.

untuk berikatan dengan oksigen.

Setelah itu larutan dipanaskan utnuk mempercepat reaski, reaksi ini Setelah itu larutan dipanaskan utnuk mempercepat reaski, reaksi ini merupakan reaksi endoterm, karena reaksi ini membtuhkan energi agar reaksi cepat merupakan reaksi endoterm, karena reaksi ini membtuhkan energi agar reaksi cepat terjadi. Fungsi dari masing masing alat di refluks yaitu, labu alas bulat sebagai terjadi. Fungsi dari masing masing alat di refluks yaitu, labu alas bulat sebagai wadah penyimpanan sampel yang akan di destilasi. Kondensor atau pendingin yang wadah penyimpanan sampel yang akan di destilasi. Kondensor atau pendingin yang  berfungsi

 berfungsi untuk untuk mendinginkan mendinginkan uap uap destilasi destilasi yang yang melewati melewati kondensor kondensor sehinggasehingga menjadi cair. Kondensor atau pendingin yang digunakan menggunakan menjadi cair. Kondensor atau pendingin yang digunakan menggunakan  pendinginan

 pendinginan air air dimana dimana air air yang yang masuk masuk berasal berasal dari dari bawah bawah dan dan keluar keluar dari dari atas.atas. Karena jika airnya berasal masuk dari atas maka air dalam pendingin atau Karena jika airnya berasal masuk dari atas maka air dalam pendingin atau kondensor tidak akan memenuhi isi pendinginan sehingga tidak dapat digunakan kondensor tidak akan memenuhi isi pendinginan sehingga tidak dapat digunakan untuk mendinginkan uap yang mengalir lewat kondensor tersebut. Oleh karena itu, untuk mendinginkan uap yang mengalir lewat kondensor tersebut. Oleh karena itu,  pendingin

 pendingin atau atau kondensor kondensor air air masuknya masuknya harus harus dari dari bawah bawah sehingga sehingga pendinginanpendinginan atau kondensor akan terisi dengan air maka akan dapat digunakan untuk atau kondensor akan terisi dengan air maka akan dapat digunakan untuk mendinginkan komponen zat yang melewati kondensor tersebut dari wujud uap mendinginkan komponen zat yang melewati kondensor tersebut dari wujud uap menjadi wujud cair.

menjadi wujud cair.

Penambahan CCl4 jika tidak terlihat jelas antara fase air dan fase ester. Penambahan CCl4 jika tidak terlihat jelas antara fase air dan fase ester. Karena CCl4 merupakan senyawa non-polar dan air merupakan senyawa polar, Karena CCl4 merupakan senyawa non-polar dan air merupakan senyawa polar, makan akan terlihat air tidak akan larut dalam CCl4 dan akan terlihat dua fase yang makan akan terlihat air tidak akan larut dalam CCl4 dan akan terlihat dua fase yang lebih jelas. Mataetil benzoat sendiri tidak dapat larut da

lebih jelas. Mataetil benzoat sendiri tidak dapat larut dalam air, ia hanya dapat larutlam air, ia hanya dapat larut dalam pelarut organik.

dalam pelarut organik. Setelah itu

Setelah itu ditambah natrium ditambah natrium bikarbonat yang bikarbonat yang berfungsi untuk menghilangberfungsi untuk menghilang sisa-sisa asam pada larutan ester, dikocok hingga karbondioksida hilang dengan sisa-sisa asam pada larutan ester, dikocok hingga karbondioksida hilang dengan tanda sudah tidak ada lagi gelembung-gelembung dalam corong pemisah. Hasil tanda sudah tidak ada lagi gelembung-gelembung dalam corong pemisah. Hasil

(12)

 pengocokan yaitu air pada fase bagian bawah dan ester pada bagian bawah, bagian  pengocokan yaitu air pada fase bagian bawah dan ester pada bagian bawah, bagian  bawah, yaitu

 bawah, yaitu ester, ditambahkan ester, ditambahkan magnesium sullfat, magnesium sullfat, yang berfungsi yang berfungsi menghilangkanmenghilangkan zat pengotor dari ester, zat pengotor ini adalah air yang masih ada di dalam ester, zat pengotor dari ester, zat pengotor ini adalah air yang masih ada di dalam ester, karena magnesium sulfat dapat mengikat air yang masih ada di dalam ester.

karena magnesium sulfat dapat mengikat air yang masih ada di dalam ester. Selanjutnya, setelah menunggu 30 menit melakukan destilasi

Selanjutnya, setelah menunggu 30 menit melakukan destilasi kembali hinggakembali hingga suhu 60 derajat setelah memindahkan larutan yang berada di Erlenmeyer dengan suhu 60 derajat setelah memindahkan larutan yang berada di Erlenmeyer dengan labu alas bundar. Setelah selesai proses destilasi mengangkat labu alas bundar labu alas bundar. Setelah selesai proses destilasi mengangkat labu alas bundar tersebut dari rangkaian destilasi dan menunggu hingga larutan tersebut dingin. tersebut dari rangkaian destilasi dan menunggu hingga larutan tersebut dingin. Setelah dingin, masukkan kedalam botol kaca kecil untuk menampung larutan metil Setelah dingin, masukkan kedalam botol kaca kecil untuk menampung larutan metil  benzoat yang terbentuk.

 benzoat yang terbentuk.

IX.

IX. KESIMPULANKESIMPULAN

Dari praktikum ini didapatkan hasil esterifikasi metil benzoate melalui proses Dari praktikum ini didapatkan hasil esterifikasi metil benzoate melalui proses  pendingin balik (refluks) dan destilasi

 pendingin balik (refluks) dan destilasi sederhana berupa larutan bening dengan bsederhana berupa larutan bening dengan bauau yang sedikit menyengat.

(13)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Anna Poedjiadi, (1994), Dasar-dasar Biokimia, UI Press, Jakarta. Anna Poedjiadi, (1994), Dasar-dasar Biokimia, UI Press, Jakarta. Anshory, H. Irfan. 2003.

Anshory, H. Irfan. 2003. Acuan Pelajaran Kimia Acuan Pelajaran Kimia. Jakarta.: Erlangga.. Jakarta.: Erlangga.

Arfah, Muh. dkk. 2015. Optimasi Reaksi Esterifikasi Asam Laurat dengan Metanol Arfah, Muh. dkk. 2015. Optimasi Reaksi Esterifikasi Asam Laurat dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat. Online Jurnal of Natural Science Vol Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat. Online Jurnal of Natural Science Vol 4(1) :46-55

4(1) :46-55

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Erlangga Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Erlangga Clark, Jim, 2002 (modified 2004). The

Clark, Jim, 2002 (modified 2004). The  Mechanism  Mechanism for for the the EsterificationEsterification  Reaction

 Reaction.. http://www.chemguiede.co.us/organicprops/estermenu.html1#tophttp://www.chemguiede.co.us/organicprops/estermenu.html1#top (d(d

iakses pada 7 Juni 2013 pukul 19.43) iakses pada 7 Juni 2013 pukul 19.43)

Fessenden, Ralph J. 1982. Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga Fessenden, Ralph J. 1982. Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga

Gillespie, Ronald James. 2001. Chemical Bonding and Molecular Geometry. Gillespie, Ronald James. 2001. Chemical Bonding and Molecular Geometry.

 New York : Oxford University Press.  New York : Oxford University Press.

Hart,harold.1983.Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat edisi Keenam.Jakarta.Erlagga Hart,harold.1983.Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat edisi Keenam.Jakarta.Erlagga Keenan, C.W., Donal, C.K., dan Jaesse, H.W. (1980). Kimia Untuk Universitas. Edisi Keenan, C.W., Donal, C.K., dan Jaesse, H.W. (1980). Kimia Untuk Universitas. Edisi

keenam Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga. keenam Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Lando, J. B. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan Lando, J. B. 1974. Fundamentals of Physical Chemistry. New York: Macmillan

Publising Publising

Rusli, 2013. Pemisahan Kimia Untuk Universitas. Bandung : Erlangga. Rusli, 2013. Pemisahan Kimia Untuk Universitas. Bandung : Erlangga.

Sastrohamidjojo,hardjono.2011.Kimia Organik Dasar.Bulaksumur Sastrohamidjojo,hardjono.2011.Kimia Organik Dasar.Bulaksumur

Yogyakarta.Gadjah Mada University Press Yogyakarta.Gadjah Mada University Press

Silberberg, M. S. 2006. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change 4th Silberberg, M. S. 2006. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change 4th

Edition. New York: McGraw-Hill Edition. New York: McGraw-Hill

Referensi

Dokumen terkait

Cara lain yang dapat kita lakukan dengan menambahkan larutan asam sulfat sulfat pekat kedalam sampel, bila sampel ini larut dalam larutan asam sulfat dan

Dan percobaan terakhir yaitu proses esterifikasi dimana timbul aroma yang enak dari larutan asam asetat + alcohol + asam sulfat pekat dalam tabung reaksi

Lestari, F.F., 2007, Esterifikasi Sitronelol dengan Asam Formiat dan Asam Propionat Menggunakan Katalis Asam Sulfat Pekat dan Zeolit Teraktivasi Asam, Skripsi,

Pemilihan katalis Amberlyst yang padat ini bertujuan untuk memudahkan pemisahan antara produk dengan katalis pada proses akhirnya, selain itu Amberlys tidak

Sampel salep asam benzoat dilarutkan terlebih dahulu ke dalam kloroform, kemudian dimasukkan kedalam corong pisah dan ditambahkan larutan NaOH untuk memisahkan

2.Memanaskan filtrate dengan methanol dan 2 ml asam sulfat pekat tercium aroma bau metil salisilat (Depkes RI,1979) 3.Asam Benzoat H2SO4+Sublimasi 1.Senyawa benzoate

Esterifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan katalis enzim (lipase) dan asam anorganik (asam sulfat dan asam klorida), dengan berbagai variasi alkohol biasanya

Penurunan asam lemak bebas dengan reaksi esterifikasi menggunakan katalis lempung Maredan teraktivasi sulfat diperoleh pada kondisi reaksi berat katalis 1 g, suhu