4. PEMBAHASAN
Gambaran Singkat Obyek Penelitian 4.1.
4.1.1. Sejarah Bank Danamon (www.danamon.co.id)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. didirikan pada 1956. Nama Bank Danamon berasal dari kata “dana moneter” dan pertama kali digunakan pada 1976, ketika perusahaan berubah nama dari Bank Kopra. Pada 1988, Bank Indonesia meluncurkan paket reformasi perbankan yang dikenal dengan “Paket Oktober 1988” atau PAKTO 88. Tujuan utama PAKTO 88 adalah untuk membangun kompetisi dalam sektor perbankan dengan memberikan kemudahan persyaratan, termasuk liberalisasi peraturan tentang pendirian bank swasta domestik baru dan bank joint-venture. Sebagai hasil dari reformasi ini, Bank Danamon menjadi salah satu bank valuta asing pertama di Indonesia, dan menjadi perusahan publik yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
Saat ini, “Danamon” adalah salah satu institusi keuangan terbesar di Indonesia dari jumlah pegawai – sekitar 72,000 (termasuk karyawan anak perusahaan) pada Desember 2012 - yang berfokus untuk merealisasikan visinya: “Kita peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan.” Dalam mewujudkan visi ini, Danamon telah bertekad untuk menjadi “Lembaga Keuangan Terkemuka di Indonesia” yang keberadaanya diperhitungkan. Danamon bertujuan mencapai posisi ini dengan menjadi organisasi yang berpusat pada nasabah; yang melayani semua segmen, dengan menawarkan nilai yang unik untuk masing-masing segmen; berdasarkan keunggulan penjualan dan pelayanan, dengan didukung oleh teknologi kelas dunia. Sejalan dengan upaya ini, Danamon beraspirasi menjadi perusahaan pilihan untuk berkarya dan dihormati oleh semua pihak pemangku kepentingan, sementara memegang teguh kelima nilai perusahaan yaitu: peduli, jujur, mengupayakan yang terbaik, kerjasama, dan profesionalisme yang disiplin.
Tumpuan Danamon untuk memenuhi semua kebutuhan nasabahnya tercermin dari pendekatan bisnis. Fokus perbankan yang universal, diimplementasikan pada tahun 2003 menentukan arah ekspansi bisnis Danamon ke depan. Pada akhir 2004, Danamon telah melengkapi rangkaian segmen usahanya, mulai dari mass market, perbankan komersial dan UKM, perbankan ritel, bisnis kartu kredit, perbankan syariah, perbankan korporasi, tresuri, pasar modal dan lembaga keuangan, serta Adira Finance. Pada 2004 Danamon juga membangun bisnis asuransi dan bisnis keuangan rumah tangga lewat Adira Insurance dan Adira Kredit (dulunya Adira Quantum). Pembelian bisnis kartu American Express di Indonesia pada 2006 memposisikan Danamon sebagai salah satu penerbit kartu terbesar di Indonesia.
Sebagai surviving entity dari peleburan 9 Bank Taken Over (BTO) pada masa krisis keuangan Asia di akhir 1990-an, Danamon telah bangkit menjadi salah satu bank swasta terbesar dan terkuat di Asia. Didukung oleh lebih dari 50 tahun pengalaman, Danamon terus berupaya untuk memenuhi brand promise-nya untuk menjadi bank yang “bisa mewujudkan setiap keinginan nasabah”. Saat ini Danamon adalah bank ke-enam terbesar di Indonesia berdasarkan aset, dengan jaringan sejumlah sekitar 3.350, terdiri dari antara lain kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya. Danamon juga didukung oleh serangkaian fasilitas perbankan elektronik yang komprehensif.
4.1.2. Visi, Misi dan Values
1) Visi dan Misi
Visi: Bank Danamon peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan, Danamon bertujuan menjadi lembaga keuangan Terkemuka di Indonesia yang keberadaannya diperhitungkan. Misi Bank Danamon adalah menjadi organisasi yang berorientasi ke nasabah, yang melayani semua segmen, dengan menawarkan nilai yang unik untuk masing-masing segmen, berdasarkan keunggulan penjualan dan pelayanan, dengan didukung oleh teknologi kelas dunia. Aspirasi Bank Danamon adalah menjadi perusahaan pilihan untuk berkarya
dan yang dihormati oleh nasabah, karyawan, pemegang saham, regulator dan komunitas di mana Bank Danamon berada.
2) Nilai
Keberhasilan Bank Danamon sekarang dan di masa datang berlandaskan akan layanan dan produk kami yang berkualitas tinggi dan yang dapat dipercaya nasabah. Untuk bisa menjaga kualitas ini kami meyakini nilai-nilai “Peduli, Jujur, Mengupayakan yang terbaik, Kerjasama dan Professionalisme yang disiplin”.Nilai-nilai yang tertanam ini memungkinkan Bank Danamon untuk beradaptasi dan berkreasi untuk memberi lebih banyak pada para nasabah dan untuk menghadapi kompetisi.
4.1.3. Kantor Cabang dan Jumlah ATM
Sampai tahun 2013, Bank Danamon memiliki 23 kantor cabang yang tersebar di Surabaya. Sedangkan jumlah measin ATM (Anjungan tunai mandiri) sebanyak 79 ATM yang tersebar di Surabaya. Kantor cabang dan banyaknya jumlah ATM memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan pihak Bank Danamon (www.danamon.go.id).
4.1.4. Produk Tabungan Bank Danamon
Untuk menarik minat calon nasabah menabung di Bank Danamon, bank ini memiliki sejumlah produk tabungan sebagai berikut:
Tabel 4.1. Produk Tabungan Bank Danamon
No Tabungan Deskripsi
1 Si Pinter
Rekening tabungan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan termasuk bebas biaya administrasi bulanan dan gratis asuransi jiwa.
2 TabunganKU
Tabungan dengan kemudahan termasuk bebas biaya administrasi dan setoran pembukaan awal pembukaan seringan Rp 20.000.
3 Danamon One Rekening rupiah dengan layanan terlengkap, termasuk auto debet untuk tagihan bulanan dan ponsel banking
tanpa biaya transaksi. 4 Danamon
Lebih
Tabungan bebas biaya bulanan seumur hidup, cash back, gratis tarik ATM Bersama dan transaksi internet banking.
5 FlexiMax
Tabungan premium, termasuk RTGS, transfer bebas biaya harian, suku bunga bersaing, bebas penarikan tunai di mesin ATM Bersama.
6 Danamon Syariah iB
Produk tabungan syariah dalam skema Mudharabhah (bagi hasil) atau Wadiah (tabungan aman).
7
Tabungan Pendidikan Danamon
Tabungan untuk pendidikan anak yang menggabungkan tabungan dan asuransi jiwa ini.
8 Primadolar
Tabungan dalam dollar Amerika dan mata uang lainnya yang menggabungkan kenyamanan bertransaksi dan potensi keuntungan.
Sumber: www.danamon.co.id
Deskripsi Data 4.2.
4.2.1. Profil Responden
Profil responden penelitian ini menjelaskan karakteristik responden penelitian dilihat dari: usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Selengkapnya profil responden penelitian sebagaimana ditunjukkan Tabel 4.2. s/d Tabel 4.5.
Tabel 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Kategori Usia Kategori Usia Jumlah Responden Persentase (%) 17 - 22 tahun 6 6 23 - 28 tahun 16 16 29 - 34 tahun 17 17 35 - 40 tahun 44 44 Di atas 40 tahun 17 17 Jumlah 100 100
Sumber: lampiran 2.
Jumlah terbanyak responden penelitian ini adalah responden usia antara 35 s/d 40 tahun yaitu sebesar 44% Jumlah terbanyak kedua adalah responden usia antara 29 s/d 34 tahun dan usia di atas 40 tahun yaitu masing-masing sebesar 17%. Untuk responden usia antara 23 s/d 28 tahun sebesar 16%. Jumlah terbanyak adalah responden usia antara 35 s/d 40 tahun disebabkan karena responden usia tersebut dinilai aktif untuk selalu membandingkan antara bunga tabungan sehingga bisa meningkatkan pendapatan bunga. Sedangkan tingkat bunga tabungan Bank Danamon cukup tinggi dan dinilai bersaing dengan bank lainnya sehingga lebih banyak diminati oleh nasabah usia 35 s/d 45 tahun.
Tabel 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis kelamin Responden Jumlah Responden Persentase (%) Pria 58 58 Wanita 42 42 Jumlah 100 100 Sumber: lampiran 2.
Responden pria ternyata lebih banyak dibandingkan responden wanita responden pria adalah sebesar 58% sedangkan persentase responden pria sebesar 42%. Jumlah nasabah pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah nasabah wanita karena kaum pria memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memenuhi keuangan keluarga sehingga lebih aktif dalam mencari tambahan penghasilan keuangan termasuk dari bunga tabungan bank.
Tabel 4.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir Jumlah
Responden Persentase (%) SLTP 14 14 SMU 35 35 Perguruan Tinggi 50 50 Lainnya 1 1 Jumlah 100 100 Sumber: lampiran 2.
Berdasarkan pada pendidikan terakhir yang berhasil diselesaikan oleh responden, sebesar 50% responden menyatakan berpendidikan perguruan tinggi. Sebesar 35% responden menyatakan berpendidikan SMU dan masih terdapat 14% responden dengan pendidikan SLTP. Jumlah terbanyak nasabah tabungan Bank Danamon dengan pendidikan perguruan tinggi karena berbagai program tabungan Bank Danamon menarik dan realistis sehingga memberikan daya tarik nasabah dengan pendidikan perguruan tinggi mengingat nasabah dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi memiliki logika berpikir yang lebih baik dalam menilai sebuah informasi atau kebijakan perbankan termasuk program tabungan.
Tabel 4.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah Responden Persentase (%) Pelajar/mahasiswa 6 6 Karyawan 39 39 Wirausaha 45 45 Lainnya 10 10 Jumlah 100 100 Sumber: lampiran 2.
Berdasarkan pada pekerjaan responden, sebesar 45% responden adalah wirausaha. Terdapat 39% responden dengan pekerjaan karyawan, dan terdapat 10% responden dengan pekerjaan lainnya (umumnya menyatakan sebagai ibu rumah tangga). Jumlah terbanyak nasabah tabungan Bank Danamon dengan pekerjaan wirausaha mengingat seorang wirausaha lebih sensitif terhadap untung dan rugi dalm mengambil kebijakan termasuk memilih program tabungan. Dengan program tabungan yang menarik dari Bank Danamon maka lebih cepat direspon oleh nasabah dengan latar belakang pekerjaan wirausaha karena dinilai lebih menguntungkan.
Pengujian Validitas Alat Ukur Penelitian 4.3.
Pengujian validitas yaitu untuk memastikan bahwa pernyataan-pernyataan dalam kuesioner bisa dipahami oleh keseluruhan responden. Pengjian didasarkan pada tingkat signifikansi korelasi setiap item pernyataan dengan jumlah totalnya. Hasil pengujian validitas variabel kepercayaan, jaminan rasa aman, aksesbilitas, dan minat menabung adalah sebagai berikut:
4.3.1. Kepercayaan
Pengujian validitas untuk variabel kepercayaan didasarkan pada evaluasi sembilan indikator diketahui yang digunakan, dengan hasil pengujian sebagaimana ditunjukkan Tabel 4.6.
Tabel 4.6. Uji Validitas Variabel Kepercayaan
Kode Pernyataan Validitas kepercayaan
Korelasi Sig. Simpulan
X1.1
Bank Danamon memiliki kemampuan menyediakan produk yang memiliki nilai guna lebih bagi nasabah
0,871 0,000 Valid
X1.2
Bank Danamon memiliki pengalaman sehingga mampu memberikan layanan dengan tepat
0,895 0,000 Valid
X1.3
Bank Danamon memiliki pengetahuan sehingga bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh nasabah dengan benar
0,935 0,000 Valid
X1.4 Bank Danamon telah diakui
reputasinya oleh pihak-pihak lain 0,893 0,000 Valid
X1.5
Bank Danamon memiliki perhatian memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah
0,929 0,000 Valid
X1.6 Tabungan Bank Danamon
memberikan keuntungan 0,754 0,000 Valid
memberikan kepuasan kepada nasabah.
X1.8 Bank Danamon akan memenuhi apa
yang diharapkan nasabah. 0,825 0,000 Valid
X1.9
Bank Danamon tidak akan menyembunyikan informasi yang penting untuk nasabah.
0,761 0,000 Valid
X1.10 Bank Danamon bisa memberikan
layanan yang terstandarisasi. 0,834 0,000 Valid Sumber: Lampiran 3
Pengujian terhadap variabel kepercayaan melibatkan 10 pernyataan dengan nilai korelasi berada antara 0,754 – 0,935, nilai korelasi tertinggi adalah pernyataan bahwa nasabah merasa bahwa Bank Danamon memiliki pengetahuan yang baik sehingga bisa memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh Anda dengan benar. Untuk itu, pengetahuan Bank Danamon dinilai paling mampu mempresentasikan variabel kepercayaan. Tingkat signifikansi korelasi pada level 0,000 sehingga bisa dijelaskan bahwa keseluruhan pernyataan variabel kepercayaan dinyatakan valid karena tingkat sig. < α: 5% (0,05).
4.3.2. Jaminan Rasa Aman
Pengujian validitas untuk variabel jaminan rasa aman didasarkan pada evaluasi 8 indikator diketahui yang digunakan, dengan hasil pengujian sebagaimana ditunjukkan Tabel 4.7.
Tabel 4.7. Uji Validitas Variabel Jaminan Rasa Aman
Kode Pernyataan Validitas Jaminan rasa aman
Korelasi Sig. Simpulan
X2.1
Karyawan Bank Danamon mampu memberikan pengarahan kepada karyawannya sesuai dengan job
description
0,919 0,000
Valid
Valid
X2.3
Karyawan Bank Danamon memiliki perhatian tinggi kepada nasabah
0,944 0,000
Valid
X2.4
Karyawan Bank Danamon bersikap profesional dalam menangani nasabah
0,897 0,000
Valid
X2.5
Bank Danamon sering
mendapatkan penghargaan (awards) atas berbagai prestasinya
0,883 0,000
Valid
X2.6 Bank danamon memiliki nama
baik 0,869 0,000 Valid
X2.7
Bank Danamon telah mampu mengatur perputaran dana perusahaan
0,802 0,000
Valid
X2.8
Karyawan Bank Danamon mampu meyakinkan nasabah bahwa menabung di bank danamon aman
0,869 0,000
Valid Sumber: Lampiran 3.
Pengujian terhadap variabel jaminan rasa aman melibatkan 8 pernyataan dengan nilai korelasi berkisar antara 0,802 – 0,944, nilai korelasi tertinggi adalah pernyataan nasabah merasa bahwa karyawan Bank Danamon memiliki perhatian tinggi kepada nasabah. Untuk itu, perhatian tinggi kepada nasabah yang paling mampu menjelaskan variabel jaminan rasa aman. Tingkat signifikansi korelasi pada level 0,000, sehingga bisa dijelaskan bahwa keseluruhan pernyataan variabel jaminan rasa aman dinyatakan valid karena tingkat sig. < α : 5% (0,05).
4.3.3. Aksesbilitas
Pengujian validitas untuk variabel aksesbilitas didasarkan pada evaluasi 3 indikator diketahui yang digunakan, dengan hasil pengujian sebagaimana ditunjukkan Tabel 4.8.
Tabel 4.8. Uji Validitas Variabel Aksesbilitas
Kode Pernyataan Validitas Aksesbilitas
Korelasi Sig. Simpulan
X3.1 Kemudahan menemukan kantor
cabang bank Danamon 0,836 0,000 Valid X3.2 Kemudahan menemukan ATM
bank Danamon 0,934 0,000 Valid
X3.3 Bank danamon memiliki akses
internet banking yang mudah 0,936 0,000 Valid X3.4 Akses telepon ke bank danamon
bisa dilakukan dengan mudah 0,813 0,000 Valid X3.5 Akses e-mail ke bank danamon bisa
dilakukan dengan mudah 0,889 0,000 Valid Sumber: Lampiran 3.
Pengujian terhadap variabel aksesbilitas melibatkan 5 pernyataan dengan nilai korelasi berkisar antara 0,813 – 0,936, nilai korelasi tertinggi adalah pernyataan Bank danamon memiliki akses internet banking yang mudah di akses nasabah. Untuk itu, yang paling mampu menjelaskan aksesbilitas adalah ketersediaan internet banking. Tingkat signifikansi korelasi pada level 0,000, sehingga bisa dijelaskan bahwa keseluruhan pernyataan variabel aksesbilitas value dinyatakan valid karena tingkat sig. < α : 5% (0,05).
4.3.4. Minat menabung
Pengujian validitas untuk variabel minat menabung didasarkan pada evaluasi 3 diketahui yang digunakan, dengan hasil pengujian sebagaimana ditunjukkan Tabel 4.9.
Tabel 4.9. Uji Validitas Variabel Minat menabung
Kode Pernyataan Validitas Minat menabung
Korelasi Sig. Simpulan
Y1.1 Sikap nasabah positif terhadap
Y1.2
Nasabah memiliki keinginan kuat untuk menabung di bank danamon
0,937 0,000 Valid
Sumber: Lampiran 3
Pengujian terhadap variabel minat menabung melibatkan 3 pernyataan dengan nilai korelasi berkisar antara 0,819 – 0,937, nilai korelasi tertinggi adalah kinginan kuat menabung di Bank Danamon. Untuk itu, tingkat keinginan kuat menabung di Bank Danamon dinilai paling mampu mempresentasikan variabel minat menabung. Tingkat signifikansi korelasi pada level 0,000, sehingga bisa dijelaskan bahwa keseluruhan pernyataan variabel minat menabung dinyatakan valid karena tingkat sig. > α: 5% (0,05).
Pengujian Reliabilitas 4.4.
Untuk mengukur konsistensi jawaban responden atas pernyataan kuesioner, maka diidentifikasikan dari nilai cronbach alpha. Jawaban responden dianggap reliable jika nilai cronbach alpha > 0,60 dan cronbach alpha >
cronbach alpha if item deleted.
4.4.1. Kepercayaan
Terdapat 10 indikator dalam variabel kepercayaan, dan hasil pengujian reliabilitas variabel ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10. Uji Reliabilitas Variabel Kepercayaan
Kode Pernyataan Reliabilitas Cronbach alpha Cronbach alpha if item deleted Simpulan X1.1
Bank Danamon memiliki kemampuan menyediakan produk yang memiliki nilai guna lebih
0,955 0,949 Reliabel
pengalaman sehingga mampu memberikan layanan dengan tepat
X1.3
Bank Danamon memiliki pengetahuan sehingga bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh nasabah
0,947 Reliabel
X1.4
Bank Danamon telah diakui reputasinya oleh pihak-pihak lain
0,947 Reliabel
X1.5
Bank Danamon memiliki
perhatian memberikan
pelayanan terbaik
0,945 Reliabel
X1.6 Tabungan Bank Danamon
memberikan keuntungan 0,954 Reliabel
X1.7
Bank Danamon memiliki itikad baik memberikan kepuasan kepada nasabah.
0,950 Reliabel
X1.8 Bank Danamon akan memenuhi
apa yang diharapkan nasabah. 0,952 Reliabel
X1.9
Bank Danamon tidak akan menyembunyikan informasi yang penting untuk nasabah.
0,954 Reliabel
X1.10
Bank Danamon bisa
memberikan layanan yang terstandarisasi.
0,951 Reliabel
Sumber: Lampiran 4
Tabel 4.10. menunjukkan nilai cronbach alpha sebesar 0,955 sedangkan nilai cronbach alpha if item deleted dengan nilai antara 0,945 s/d 0,954. Nilai
item deleted, sehingga bisa dinyatakan bahwa keseluruhan indikator dari variabel
kepercayaan dinyatakan reliabel. 4.4.2. Jaminan rasa aman
Terdapat 8 indikator dalam variabel jaminan rasa aman, dan hasil pengujian reliabilitas variabel ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.11. Uji Reliabilitas Variabel Jaminan rasa aman
Kode Pernyataan
Reliabilitas Jaminan rasa aman
Cronbach alpha Cronbach alpha if item deleted Simpulan X2.1
Karyawan Bank Danamon mampu memberikan pengarahan kepada karyawannya sesuai dengan job description
0,959
0,950
Reliabel
X2.2 Karyawan Bank Danamon ramah 0,950
Reliabel
X2.3
Karyawan Bank Danamon memiliki perhatian tinggi kepada nasabah
0,949
Reliabel
X2.4
Karyawan Bank Danamon bersikap profesional dalam menangani nasabah
0,952
Reliabel
X2.5
Bank Danamon sering
mendapatkan penghargaan (awards) atas berbagai prestasinya
0,954
Reliabel
X2.6 Bank danamon memiliki nama
baik 0,954 Reliabel
X2.7 Bank Danamon telah mampu
perusahaan
X2.8
Karyawan Bank Danamon mampu meyakinkan nasabah bahwa menabung di bank danamon aman
0,954
Reliabel
Sumber: Lampiran 4.
Tabel 4.11. menunjukkan nilai cronbach alpha sebesar 0,959 sedangkan nilai cronbach alpha if item deleted dengan nilai antara 0,949 s/d 0,959. Nilai
cronbach alpha di atas 0,60 dan lebih besar dibandingkan nilai cronbach alpha if item deleted, sehingga bisa dinyatakan bahwa keseluruhan indikator dari variabel
4.4.3. Aksesbilitas
Terdapat 5 indikator dalam variabel aksesbilitas, dan hasil pengujian reliabilitas variabel ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.12. Uji Reliabilitas Variabel Aksesbilitas
Kode Pernyataan
Reliabilitas Jaminan rasa aman
Cronbach alpha Cronbach alpha if item deleted Simpulan
X31 Kemudahan menemukan kantor cabang bank Danamon
0,928
0,921
Reliabel X32 Kemudahan menemukan ATM
bank Danamon 0,895 Reliabel
X33 Bank danamon memiliki akses
internet banking yang mudah 0,894 Reliabel
X34
Akses telepon ke bank danamon bisa dilakukan dengan mudah
0,927
Reliabel
X35 Akses e-mail ke bank danamon
bisa dilakukan dengan mudah 0,912 Reliabel Sumber: Lampiran 4.
Tabel 4.12. menunjukkan nilai cronbach alpha sebesar 0,928 sedangkan nilai cronbach alpha if item deleted dengan nilai antara 0,894 s/d 0,927. Nilai
cronbach alpha di atas 0,60 dan lebih besar dibandingkan nilai cronbach alpha if item deleted, sehingga bisa dinyatakan bahwa keseluruhan indikator dari variabel
4.4.4. Minat menabung
Terdapat 2 indikator dalam variabel minat menabung, dan hasil pengujian reliabilitas variabel ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.13. Uji Reliabilitas Variabel Minat Menabung
Kode Pernyataan
Reliabilitas Jaminan rasa aman
Cronbach alpha Cronbach alpha if item deleted Simpulan
Y11 Sikap nasabah positif terhadap layanan bank danamon
0,670
a
Reliabel
Y12
Nasabah memiliki keinginan kuat untuk menabung di bank danamon
a
Reliabel Sumber: Lampiran 4
a = tidak teridentifikasi (karena hanya 2 indikator)
Tabel 4.13 menunjukkan nilai cronbach alpha sebesar 0,670 dan dinyatakan reliabel karena di atas 0,60.
Statistik Deskriptif 4.5.
Untuk bisa menjelaskan tanggapan responden pada setiap pernyataan kuesioner, maka nilai rata-rata jawaban responden dikelompokkan dengan penentuan range sebagai berikut:
Nilai tertinggi – Nilai terendah 5 - 1
= = = 0,80 Jumlah kelas 5
Berdasarkan pada nilai range di atas, maka nilai rata-rata setiap skor pernyataan dalam kuesioner bisa dikategorikan sebagai berikut:
Tabel 4.14. Klasifikasi Variabel Penelitian Skala Penilaian Klasifikasi
1,00 – 1,80 Sangat tidak setuju 1,81 – 2,60 Tidak setuju 2,61 – 3,40 Netral 3,41 – 4,20 Setuju 4,21 – 5,00 Sangat setuju
Berdasarkan pada pengelompokkan kategori setiap variabel di atas, deskripsi variabel penelitian ini mengidentifikasikan terhadap deskripsi nilai rata-rata dan deviasi standar dari setiap indikator dari tiga variabel penelitian yaitu: kepercayaan, jaminan rasa aman, aksesbilitas, dan intensitas pembelian.
Tabel 4.15. Nilai mean dan Devisi Standar Kepercayaan
No Pernyataan Mean Deviasi
Standar
X1.1
Bank Danamon memiliki kemampuan menyediakan produk yang memiliki nilai guna lebih bagi nasabah
3,770 1,162
X1.2
Bank Danamon memiliki pengalaman sehingga mampu memberikan layanan dengan tepat
3,800 1,318
X1.3
Bank Danamon memiliki pengetahuan sehingga bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh nasabah dengan benar
3,750 1,359
X1.4 Bank Danamon telah diakui reputasinya
oleh pihak-pihak lain 3,480 1,039
X1.5
Bank Danamon memiliki perhatian memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah
3,380 1,042
X1.6 Tabungan Bank Danamon memberikan
keuntungan 3,710 0,701
X1.7 Bank Danamon memiliki itikad baik
X1.8 Bank Danamon akan memenuhi apa yang
diharapkan nasabah. 4,050 0,757
X1.9
Bank Danamon tidak akan
menyembunyikan informasi yang penting untuk nasabah.
3,740 0,733
X1.10 Bank Danamon bisa memberikan layanan
yang terstandarisasi. 4,060 0,789
Total 3,774 0,977
Sumber: Lampiran 8
Nilai rata-rata menjelaskan tinggi rendahnya jawaban responden atas tingkat kepercayaan. Semakin tinggi berarti tingkat kepercayaan nasabah semakin tinggi. Sedangkan deviasi standar menjual keragaman jawaban responden dan semakin tinggi nilai deviasi standar berarti jawaban nasabah semakin beragam (berbeda-beda). Nilai rata-rata keseluruhan dari 10 indikator kepercayaan, didapatkan nilai rata-rata sebesar 3,774. Nilai ini menunjukkan konsumen menilai setuju untuk tingkat kepercayaan. Mengingat tingkat persaingan antar bank yang ketat, maka nilai 3,774 menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah cukup baik pada layanan Bank Danamon.
Berdasarkan nilai rata-rata di atas, diketahui bahwa penilaian tertinggi untuk kepercayaan adalah nasabah merasa bahwa Bank Danamon bisa memberikan layanan yang tersatandarisasi dengan baik dengan nilai rata-rata sebesar 4,060. Sedangkan penilaian terendah adalah Anda merasa bahwa Bank Danamon memiliki perhatian untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dengan nilai rata-rata sebesar 3,380.
Tabel 4.16. Nilai Mean dan Devisi Standar Jaminan Rasa Aman
No Pernyataan Mean Deviasi
Standar
X2.1
Karyawan Bank Danamon mampu memberikan pengarahan kepada karyawannya sesuai dengan job description
X2.2 Karyawan Bank Danamon ramah 3,640 1,251 X2.3 Karyawan Bank Danamon memiliki
perhatian tinggi kepada nasabah 3,620 1,262 X2.4 Karyawan Bank Danamon bersikap
profesional dalam menangani nasabah 3,480 1,105
X2.5
Bank Danamon sering mendapatkan penghargaan (awards) atas berbagai prestasinya
3,990 0,810
X2.6 Bank danamon memiliki nama baik 4,020 0,841 X2.7 Bank Danamon telah mampu mengatur
perputaran dana perusahaan 3,810 0,761
X2.8
Karyawan Bank Danamon mampu meyakinkan nasabah bahwa menabung di bank danamon aman
4,020 0,841
Total 3,765 1,004
Sumber: Lampiran 8
Nilai rata-rata jaminan rasa aman berdasarkan penilaian nasabah sebesar 3,765. Berdasarkan nilai rata-rata tersebut bisa dijelaskan bahwa nasabah menilai jaminan rasa aman di Bank Danamon cukup tinggi karena nilai tengah jawaban responden adalah tiga berdasarkan data pilihan jawaban dalam kuesioner. Mengingat banyaknya program promosi yang dilakukan oleh bank-bank di Indonesia yang menyatakan bahwa bank bersangkutan adalah bank yang paling aman dalam menyimpan dana nasabah, maka penilaian atas jaminan rasa aman di bank Danamon sebesar 3,765 adalah setuju.
Untuk variabel jaminan rasa aman, diketahui bahwa nilai mean tertinggi untuk jaminan rasa aman adalah nasabah merasa bank danamon memiliki nama baik dan karyawan Bank Danamon mampu meyakinkan nasabah bahwa menabung di bank danamon aman dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar 4,020. Sedangkan penilaian terendah adalah nasabah merasa bahwa karyawan Bank Danamon bersikap profesional dalam menangani nasabah dengan nilai rata-rata sebesar 3,480.
Tabel 4.17. Nilai mean dan Devisi Standar Aksesbilitas
No Pernyataan Mean Deviasi
Standar
X3.1 Kemudahan menemukan kantor cabang
bank Danamon 3,600 0,765
X3.2 Kemudahan menemukan ATM bank
Danamon 3,900 0,927
X3.3 Bank danamon memiliki akses internet
banking yang mudah 3,900 0,893 X3.4 Akses telepon ke bank danamon bisa
dilakukan dengan mudah 3,770 0,679 X3.5 Akses e-mail ke bank danamon bisa
dilakukan dengan mudah 4,150 0,947
Total 3,864 0,842
Sumber: Lampiran 8
Nilai rata-rata aksesbilitas berdasarkan penilaian nasabah sebesar 3,864. Berdasarkan nilai rata-rata tersebut bisa dijelaskan bahwa nasabah setuju terhadap aksesbilitas Bank Danamon. Berbagai program penambahan jumlah Anjungan Tunai mandiri (ATM) Bank Danamon direspon positif oleh nasabah sehingga penilaian nasabah atas aksesbilitas cukup baik. Sedangkan nilai deviasi standar sebesar 0,842 menunjukkan jawaban nasabah cukup beragam dan hal ini bisa dimaklumi mengingat karakteristik nasabah juga berbeda-beda dalam menilai aksesbilitas Bank Danamon.
Untuk variabel aksesbilitas, diketahui bahwa nilai mean tertinggi untuk aksesbilitas adalah Akses e-mail ke bank danamon bisa dilakukan dengan mudah dengan nilai rata-rata sebesar 4,150. Sedangkan penilaian terendah adalah nasabah menilai bahwa mudah untuk menemukan kantor cabang bank Danamon dengan nilai rata-rata sebesar 3,600.
Tabel 4.18. Nilai Mean dan Devisi Standar Minat Menabung
No Pernyataan Mean Deviasi
Standar
Y1.1 Sikap nasabah positif terhadap layanan
bank danamon 3,610 0,490
Y1.2 Nasabah memiliki keinginan kuat untuk
menabung di bank danamon 3,770 0,802
Total 3,690 0,646
Sumber: Lampiran 2
Nilai rata-rata minat menabung nasabah adalah sebesar 3,690 dan nilai rata-rata ini menunjukkan bahwa terdapat nasabah menyatakan setuju untuk minat menabung di Bank Danamon. Nilai rata-rata sebesar 3,690 ini dinilai cukup tinggi mengingat banyaknya jumlah bank di Surabaya yang bisa dipilih nasabah untuk menabung sehingga ketika menilai minat menabung di Bank Danamon dengan nilai rata-rata sebesar 3,690 termasuk kategori cukup tinggi.
Untuk variabel minat menabung, diketahui bahwa nilai mean tertinggi untuk minat menabung adalah pernyataan bahwa nasabah memiliki keinginan kuat untuk menabung di bank danamon dengan nilai rata-rata sebesar 3,770. Sedangkan penilaian terendah adalah penilaian nasabah memiliki sikap yang positif terhadap layanan bank danamon dengan nilai rata-rata sebesar 3,610.
Hasil Analisis Data 4.6.
4.6.1. Output Regresi Linier berganda
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linear berganda, analisis korelasi berganda (R), dan analisis korelasi parsial (r).
Ouput dari perhitungan SPSS, diperoleh nilai-nilai koefisien variabel sebagaimana
disajikan berikut:
Tabel 4.19. Output Statistik Regresi Linear Berganda
Variabel Taksiran
Constant 1,282 X kepercayaan (X1) 0,203 2,801 0.000 0,275 jaminan rasa aman (X2) 0,318 5,364 0.018 0,480 Aksesbilitas 0,115 2,028 0,000 0,203 Y = m ina t m ena bung Fhitung 108,738 Y = 1,282 + 0,203 X1 + 0,318 X2+ 0,115 X3 Ftabel 2,71 R Square 0,773 R 0,879 Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan pada output regresi linier berganda di atas, maka bisa ditetapkan persamaan regresi linier berganda yaitu:
(4.1) Pada persamaan di atas, dapat diketahui bahwa koefisien regresi pada persamaan regresi tersebut menunjukkan adanya pengaruh kepercayaan terhadap minat menabung di Bank Danamon dengan arah positif sebesar 0,203 dengan demikian, dapat dinyatakan kepercayaan berpengaruh terhadap minat menabung di Bank Danamon.
Berdasarkan persamaan juga bisa dijelaskan bahwa terdapat pengaruh jaminan rasa aman terhadap minat menabung di Bank Danamon dengan arah positif sebesar 0,318 dengan demikian, dapat dinyatakan jaminan rasa aman berpengaruh terhadap minat menabung di Bank Danamon.
Demikian halnya pengaruh aksesbilitas terhadap minat menabung di Bank Danamon juga dengan arah positif sebesar 0,115 dengan demikian, dapat dinyatakan aksesbilitas berpengaruh terhadap minat menabung di Bank Danamon.
Berdasarkan persamaan di atas juga dapat diketahui pula nilai a, yaitu konstanta menunjukkan nilai sebesar 1,282. Nilai tersebut berarti bahwa apabila
kepercayaan, jaminan rasa aman, dan aksesbilitas dipersepsikan konstan, maka nilai minat menabung sebesar nilai konstanta.
4.6.2. Analisis Determinasi (pengaruh) Simultan
Berdasarkan hasil perhitungan dengan program SPSS diketahui nilai koefisien determinan (R²) sebesar 0,773, berarti 77,3% variasi (kenaikan atau penurunan) tingkat minat menabung mampu dijelaskan oleh variabel kepercayaan, jaminan rasa aman, dan aksesbilitas sedangkan 32,7 dijelaskan oleh variabel-variabel lain selain ketiga variabel-variabel bebas penelitian di atas.
4.6.3. Analisis Korelasi Simultan
Korelasi simultan menjelaskan mengenai hubungan ketiga variabel penelitian yaitu: kepercayaan, jaminan rasa aman, dan aksesbilitas secara bersama-sama dengan minat menabung. Besarnya nilai hubungan tersebut adalah sebesar 0,879. Nilai ini menunjukkan adanya hubungan cukup kuat karena nilai terendah dari hubungan adalah nol dan nilai tertinggi adalah 1 (satu). Untuk itu, hubungan sebesar 0,879 dinyatakan cukup kuat.
4.6.4. Analisis Korelasi Parsial
Untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat digunakan koefisien korelasi parsial, sedangkan untuk mengetahui pengaruh yang dominan dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan koefisien determinan secara parsial (individu). Berdasarkan hasil regresi linier berganda diketahui besar koefisien korelasi secara parsial (r) adalah sebagai berikut:
a) Kepercayaan (X1) adalah 0,275
Berdasarkan data statistik tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan kepercayaan (X1) terhadap minat menabung adalah positif, yang berarti apabila kepercayaan yang semakin meningkat akan meningkatkan minat menabung.
Berdasarkan data statistik tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan jaminan rasa aman (X2) terhadap minat menabung adalah positif, yang berarti bahwa apabila jaminan rasa aman semakin meningkat akan meningkatkan minat menabung. Namun jika dibandingkan antara kepercayaan dan jaminan rasa aman, diketahui bahwa jaminan rasa aman lebih kuat dibandingkan jaminan rasa aman.
c) Variabel Aksesbilitas (X3) adalah 0,203
Berdasarkan data statistik tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan aksesbilitas (X3) terhadap minat menabung adalah positif, yang berarti bahwa apabila aksesbilitas semakin meningkat akan meningkatkan minat menabung. Namun jika dibandingkan antara kepercayaan, jaminan rasa aman, dan aksesbilitas diketahui bahwa jaminan rasa aman memiliki hubungan paling kuat dengan minat menabung.
Berdasarkan pada perbandingan hubungan diantara kepercayaan, jaminan rasa aman, dan aksesbilitas, ternyata jaminan rasa aman memiliki hubungan yang paling kuat terhadap minat menabung dibandingkan dengan kepercayaan dan aksesbilitas. Hal ini disebabkan karena banyak nasabah yang hanya memiliki satu rekening bank dan semua uang yang dimiliki ditabung pada satu rekening. Ketika tidak ada jaminan rasa aman, maka jumlah harta berupa uang tunai yang dimiliki nasabah bisa hilang dan nasabah bisa jatuh miskin. Untuk itu, jaminan rasa aman tetap memiliki hubungan paling kuat dengan minat menabung.
Sedangkan hubungan terendah diantara kepercayaan, jaminan rasa aman, dan aksesbilitas, dengan minat menabung adalah aksesbilitas. Hal ini disebabkan karena banyak nasabah yang memposisikan tabungan sebagai investasi untuk waktu yang akan datang dan bukan sebagai lalu lintas transaksi. Untuk itu, nasabah hanya sekali waktu saja mengunjungi ATM atau kantor cabang untuk melakukan transaksi dengan uang yang ada di tabungan. Untuk itu, aksesbilitas dinilai memiliki hubungan yang paling lemah diantara kepercayaan dan jaminan rasa aman.
Pengujian Hipotesis 4.7.
Setelah mendiskripsikan hasil pengolahan data atas tanggapan responden tersebut maka langkah berikut adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan untuk membuktikan signifikansi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
4.7.1. Pengujian terhadap Variabel Kepercayaan
Dalam melakukan uji ini kepercayaan akan diuji pengaruhnya secara individu terhadap variabel terikat dengan langkah-langkah sebagai berikut (Widarjono, 2010, p.26):
1) Hipotesis
H0 : b1 = 0, variabel kepercayaan tidak berpengaruh terhadap minat menabung.
H1 : b1 0, variabel kepercayaan berpengaruh terhadap minat menabung. 2) Menentukan nilai t tabel
Level of significance () = 5% = 0,05 Degrees of freedom = n - k -1 = 100-3-1 = 96 t tabel = 2,000 3) Menghitung thitung t hitung = 2,801 4) Kriteria pengujian:
Ho ditolak bila t hitung > ttabel Ho diterima bila thitung ttabel
Nilai thitung untuk variabel kepercayaan > nilai ttabel, hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung di Bank Danamon.
4.7.2. Pengujian terhadap Variabel Jaminan Rasa Aman
Dalam melakukan uji ini jaminan rasa aman akan diuji pengaruhnya secara individu terhadap variabel terikat dengan langkah- langkah sebagai berikut: 1) Hipotesis
H0 : b2 = 0, variabel jaminan rasa aman tidak berpengaruh terhadap minat menabung.
H1 : b2 0, variabel jaminan rasa aman berpengaruh terhadap minat menabung.
2) Menentukan nilai t tabel
Level of significance () = 5% = 0,05 Degrees of freedom = n - k -1 = 100-3-1 = 96 t tabel = 2,000 3) Menghitung thitung t hitung = 5,307 4) Kriteria pengujian:
Ho ditolak bila t hitung > ttabel Ho diterima bila thitung ttabel
Nilai thitung untuk variabel jaminan rasa aman > ttabel, hal ini menunjukkan bahwa jaminan rasa aman mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung di Bank Danamon.
4.7.3. Pengujian terhadap Variabel Aksesbilitas
Dalam melakukan uji ini jaminan rasa aman akan diuji pengaruhnya secara individu terhadap variabel terikat dengan langkah- langkah sebagai berikut: 1) Hipotesis
H0 : b2 = 0, variabel aksesbilitas tidak berpengaruh terhadap minat menabung. H1 : b2 0, variabel aksesbilitas berpengaruh terhadap minat menabung. 2) Menentukan nilai t tabel
Level of significance () = 5% = 0,05 Degrees of freedom = n - k -1 = 100-3-1 = 96 t tabel = 2,000 3) Menghitung thitung t hitung = 2,028 4) Kriteria pengujian:
Ho ditolak bila t hitung > ttabel Ho diterima bila thitung ttabel
Nilai thitung untuk variabel jaminan rasa aman > ttabel, hal ini menunjukkan bahwa aksesbilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung di Bank Danamon.
Pembahasan 4.8.
4.8.1. Pengaruh Kepercayaan terhadap Minat Menabung di Bank Danamon Kepercayaan konsumen terhadap Bank Danamon dengan nilai rata-rata sebesar 3,774. Nilai ini bisa dikatakan cukup tinggi karena nilai rata-rata di atas tiga (tiga adalah nilai tengah dari jawaban responden di kuesioner antara 1 s/d 5). Penilaian terendah adalah nasabah merasa bahwa Bank Danamon memiliki perhatian untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Untuk itu, indikator ini bisa menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan dibandingkan dengan indikator lainnya pada variabel kepercayaan.
Hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat menabung di Bank Danamon. Temuan ini bisa dijelaskan bahwa tinggi rendahnya kepercayaan nasabah mempengaruhi kuat lemahnya minat menabung di Bank Danamon. Pengaruh kepercayaan terhadap minat menabung adalah positif, artinya bahwa ketika kepercayaan semakin meningkat, maka minat menabung di Bank Danamon juga semakin kuat. Penurunan kepercayaan juga menyebabkan meleahnya minat menabung. Temuan dalam penelitian ini mendukung penelitian Wardani (2009, p.4) yang menyatakan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku menabung.
4.8.2. Pengaruh Jaminan Rasa Aman terhadap Minat Menabung di Bank Danamon
Penilaian nasabah terhadap jeminanan rasa aman layanan di Bank Danamon dengan nilai rata-rata sebesar 3,765. Nilai ini bisa dikatakan cukup tinggi karena nilai rata-rata di atas tiga (tiga adalah nilai tengah dari jawaban responden di kuesioner antara 1 s/d 5). Penilaian terendah adalah nasabah merasa bahwa karyawan Bank Danamon bersikap profesional dalam menangani nasabah.
Untuk itu, profesionalisme karyawan Bank Danamon bisa lebih ditingkatkan dibandingkan dengan indikator lainnya pada variabel jaminan rasa aman untuk meningkatkan minat menabung nasabah di Bank Danamon.
Hasil pengujian hipotesis penelitian juga menunjukkan bahwa jaminan rasa aman memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung di Bank Danamon. Artinya bahwa ketika nasabah merasa terdapat jaminan rasa aman yang semakin baik mempengaruhi minat menabungnya di Bank Danamon. Pengaruh jaminan rasa aman terhadap minat menabung di Bank Danamon adalah positif, artinya bahwa ketika jaminan rasa aman yang dirasakan nasabah semakin meningkat, maka minat menabung di Bank Danamon juga semakin kuat. Penurunan jaminan rasa aman juga menyebabkan meleahnya minat menabung. Temuan dalam penelitian ini mendukung penelitian Irviana, et al., (2008, p. 87) yang menjelaskan bahwa terdapat kecenderungan nasabah untuk menghindari risiko dalam pengamblan keputusan untuk menabung pada sebuah bank. Risiko tabungan diantaranya nasabah akan kehilangan dana yang disimpan di bank. Salah satu motif dari nasabah memilih aplikasi tabungan diantaranya adalah mendapatan manfaat yang lebih besar seperti halnya bisa mendapatkan bungan tabungan, sehingga ketika jaminan keamanan dana yang ditabungkan rendah maka nasabah cenderung menolak untuk menggunakan layanan tabungan bank.
4.8.3. Pengaruh Aksesbilitas terhadap Minat Menabung di Bank Danamon Penilaian nasabah terhadap aksesbilitas Bank Danamon dengan nilai rata-rata sebesar 3,864. Nilai ini bisa dikatakan cukup tinggi karena nilai rata-rata-rata-rata di atas tiga (tiga adalah nilai tengah dari jawaban responden di kuesioner antara 1 s/d 5). Penilaian terendah adalah nasabah menilai bahwa mudah untuk menemukan kantor cabang bank Danamon. Untuk itu aksesbilitas Bank Danamon ini bisa lebih diprioritaskan dibandingkan dengan indikator lainnya dari variabel aksesbilitas sehingga bisa meningkatkan minat menabung nasabah di Bank Danamon.
Hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa aksesbilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat menabung di Bank Danamon. Artinya bahwa ketika nasabah merasa menilai aksesbilitas Bank Danamon tinggi mempengaruhi minat menabungnya di Bank Danamon. Pengaruh aksesbilitas
terhadap minat menabung di Bank Danamon adalah positif, artinya bahwa ketika aksesbilitas semakin meningkat, maka minat menabung di Bank Danamon juga semakin kuat. Penurunan aksesbilitas juga menyebabkan meleahnya minat menabung. Temuan dalam penelitian ini mendukung penelitian Wang dan Wang (2005, p. 23) bahwa evaluasi terhadap aksesbilitas sebuah layanan adalah komponen yang dinilai penting. Aksesbilitas diidentifikasikan sebagai komponen dari kualitas sebuah layanan. Ketika aksesbilitas sebuah layanan tinggi maka layanan tersebut diketagorikan tinggi, dan ketika aksesibilitas sebuah layanan rendah maka kualitas layanan tersebut juga dinyatakan rendah.
Asumsi Klasik Regresi Linier Berganda 4.9.
Widarjono (2010, p.75) bahwa persyaratan untuk bisa menggunakan analisa regresi linier berganda adalah pengujian data yang meliputi: uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas. Adapun hasil pengujian ini adalah sebagai berikut:
4.9.1. Asumsi Normalitas
Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test. Jika nilai signifikansi dari uji Kolmogorov-Smirnov > 5%, residual berdistribusi normal. Jika nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov ≤ 5%, residual tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas data adalah sebagai berikut:
Tabel 4.20. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 100
Normal Parameters(a,b) Mean 0,000
Std. Deviation 0,275
Most Extreme Differences Absolute 0,096
Positive 0,084
Kolmogorov-Smirnov Z 0,957
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,319
a) Test distribution is normal b) Calculated from data
Sumber: lampiran 6.
Asymp. sig. (2-tailed) dari ustandardized residual uji one-sample kolmogorov-smirnov test adalah sebesar 0,319, dan sesuai dengan ketentuan pengujian, maka bisa dijelaskan bahwa data hasil kuesioner penelitian memenuhi ketentuan dari pengujian normalitas.
4.9.2. Asumsi Multikolinieritas
Uji multikolinieritas adalah pengujian untuk memastikan bahwa variabel independen harus terbebas dari korelasi antar variabel independen itu sendiri. Pengujian multikolinieritas didasarkan pada nilai varian inflation factor (VIF). Ketentuan dalam pengujian ini bahwa jika nilai VIF di bawah 10 (sepuluh), maka dinyatakan tidak ada gejala multikolnieritas.
Tabel 4.21. Asumsi Multikolinieritas
No Variabel Penelitian Reliabilitas VIF Nilai kritis Kriteria 1 Kepercayaan 4,782 < 10 Terpenuhi
2 Jaminan rasa aman 3,615 Terpenuhi
3 Aksesbilitas 2,296 Terpenuhi
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan nilai VIF adalah 4,789 (kepercayaan), 3,615 (jaminan rasa aman), dan 2,296 (aksesbilitas). Sesuai dengan ketentuan pengujian bahwa nilai VIF untuk variabel bebas penelitian < 10, sehingga bisa dinyatakan bahwa multikolinieritas diantara variabel bebas masih bisa ditoleransi (Widarjono, 2010, p.82).