• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAMIKA PENALARAN MORAL AYAM KAMPUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAMIKA PENALARAN MORAL AYAM KAMPUS"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

i

DINAMIKA PENALARAN MORAL AYAM KAMPUS

SKRIPSI

Oleh :

Noor Said Setiawan 2009-60-022

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

(2)

ii

DINAMIKA PENALARAN MORAL AYAM KAMPUS

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus Untuk memenuhi sebagai persyaratan

Dalam mencapai derajat S-1

Oleh :

Noor Said Setiawan 2009-60-022

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

(3)

iii

HALAMAN PERSETUJUAN

DINAMIKA PENALARAN MORAL AYAM KAMPUS

Yang diajukan oleh: Noor Said Setiawan

2009-60-022

Telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji

Telah disetujui oleh:

Pembimbing Utama

Drs M. Suharsono, M.Si tanggal ………

Pembimbing Pendamping

(4)

iv

HALAMAN PENGESAHAN

Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus dan Diterima untuk Memenuhi Sebagian

Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajat Sarjana Psikologi Pada Tanggal 7 september 2013

Dewan Penguji Tanda tangan

1. Drs M. Suharsono, M.Si _____________

2. M. Widjanarko. S.Psi, M.Si _____________

(5)

v

Kupersembahkan karya ini pada : Cahaya bulan Ku

(6)

vi MOTTO

IDE penciptaan selaput dara sungguh luar biasa.

Tuhan Maha kreatif Ia mampu menyimpan konsep Agung dibalik wujud yang bagitu sepele dan berbau tak harum.

Manusia melangkah kedepan dengan tidak bisa menggantungi masa silam. Ketika suatu malam selaput dara anak gadis pecah oleh sesuatu yang memang

berfungsi untuk memecahkannya maka selaput itu tak pernah terganti. Selaput dara bukan serpihan plastic, melainkan batas nilai dan tonggak. Begitu

bersahaya, tapi mengisyaratkan kemutlakan penciptaNya

Hati dan pikiran selalu menyodorkan kenangan yang jujur, tanpa bisa ditindas penipuan.

Bursa seks pelajar itu kisah lama.Video pasti dengan mudah berwarna biru. Masinis seks punya peran besar,

Kamuflase selaput dara itu mungkin merefleksikan kejiwaan kita. Ada sesuatu yang lain, yang bijak dan nyata, toh belum jelas juga mana telur

mana ayamnya.

(7)

vii

UCAPAN TERIMA KASIH

Pertama-tama penulis mengucapkan Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya skripsi ini setelah melewati berbagai hambatan serta kesulitan.

Pada kesempatan ini selain rasa syukur maka dengan segala kerendahan hati juga ingin menghaturkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Trubus Rahardjo, S.Psi. M.Si selaku Dekan Fkultas Psikologi

Universitas Muria Kudus

2. Bapak Drs M. Suharsono M.Si selaku pembimbing utama yang telah meluangkan waktu dan tenaga dengan sabar memberikan bimbingan, nasehat, petunjuk dan dorongan dalam suasana kekeluargaan (penuh kekancan) untuk penyusunan skripsi ini.(moment yang tidak terlupakan, terimakasih pak Soni) 3. Ibu Dhini Rama Dhania S.Psi. M.Si selaku pembimbing kedua yang telah

meluangkan waktu dan tenaga dengan sabar memberikan bimbingan, nasehat, dan petunjuk dalam menyusunan skripsi ini.

4. Bapak M. Widjarnarko S.Psi. M.Si yang selalu mengikuti perkembangan selama penulisan skripsi dan tidak pernah lelah memberi motivasi dan membimbing penulis selama menempuh studi di fakultas psikologi Universitas Muria Kudus.

5. Seluruh Dosen Fakultas Psikologi yang telah turut membimbing dan mengarahkan penulis selama menuntut Ilmu di Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus

(8)

viii

6. Para karyawan Fakultas Psikologi UMK yang telah banyak membantu penulis selama menempuh studi di fakultas Psikologi UMK

7. Bapak Prawoto yang telah banyak membantu penulis dalam menempuh studi di Fakultas Psikologi.Tawa dan canda terukir didada.

8. Kepada keluarga besarku, lbu terkasih Ayah tercintaku, kakak dan adik-adikku serta teman seperjuangan dalam pencarian makna hidup, yang selalu memberi semangat dan dukungan dalam menyelesaikan studi.

9. Untuk CAHAYA BULANKU. Rengkuh hasrat di singgasana malam.

10. Buat diek Mukhamad Budi Saputra, selama 4 tahun bersama kita lewat idengan kekonyolan-kekonyolan, banyak yang mencibir, meragukan, bahkan tidak percaya dengan cita-cita kita, tapi kita bisa buktikan pada mereka, kita bisa lulus tepat pada waktunya.

11. Untuk teman-teman angkatan 2009 tiada kata yang paling indah, Dengan kebersamaan kita warnai indahnya dunia.

12. Untuk selir-selirku, cintaKU takkan pernah terbagi, hanya dengan hati seluas samudra yang tak bertepi, agar tak ada yang tersakiti.

13. Serta beberapa pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang juga membantu penulis dalam penulisan skripsi ini.

Akhir kata semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kemajuan pengetahuan psikologi khususnya dan kepentingan masyarakat pada umumnya.

Kudus,……….. 2013 Penulis

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

HALAMAN MOTTO ... vi

UCAPAN TERIMA KASIH ... vii

DAFTAR ISI ... ix

ABSTRAKSI ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Tujuan Penelitian ... 10

C. Manfaat Penelitian ... 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penalaran Moral ... 11

1. Pengertian Penalaran Moral ... 11

2. Tahap-tahap penalaran moral ... 13

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penalaran Moral ... 19

B. Ayam kampus ... 21

C. Dinamika Penalaran Moral Ayam kampus ... 27

1. Tingkatan Pra-Konvensional ... 27

2. Tingkat konvensional ... 29

3. Tingkat pasca- konvensional ... 29

D. Skema Alur Pikir Ayam kampus ... 30

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Kualitatif ... 31

B. Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif ... 33

(10)

x

D. Metode Pengumpulan Data ... 38

1. Observasi ... 38

2. Metode Wawancara ... 39

E. Metode Analisis Data ... 41

1. Koding ... 41

2. Analisis Data ... 41

F. Kredibiltas Penelitian ... 42

BAB IVPELAKSANAAN DAN HASIL PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian ... 44 B. Pelaksanaan Penelitian ... 45 C. Hasil Penelitian ... 46 1. Identitas Subjek ... 46 2. Hasil Observasi ... 47 3. Hasil Wawancara ... 49 D. Kredibilits Penelitian ... 51 E. Pembahasan ... 51 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 56 B. Saran ... 58 DAFTAR PUSTAKA ... 59 LAMPIRAN

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

1. Transkip Wawancara 2. Koding Analis

3. DIT/Defining Issues Test 4. Surat Pernyataan

(12)

xii ABSTRAKSI

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dinamika penalaran moral Ayam kampus.

Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Desain kualitatif didefinisikan sebagai pendekatan atau metode yang memiliki tujuan menghasilkan data yang bersifat diskriptif, yakni berupa kata-kata tertulis atau lisan yang berasal dari orang-orang atau tindakan yang diamati. Karakteristik penelitian kualitatif dalam hal ini Studi kasus instrisink yaitu penelitian studi kasus yang dilakukan karena peneliti ingin mendapatkan pemahaman yang lebih suatu kasus yang khusus. Jadi alas an pemilihan kasus ini bukan ia mewakili kasus-kasus lain, atau ia menggambarkan suatu sifat atau masalah khusus. Melainkan dengan segala kekhususan dan kebersahajaannya dalam dirinya memang menarik

Hasil Dinamika penalaran moral ayam kampus dalam tingkatan perkembangan tahap moral, berada ditingkat pra-kovensional dan kovensional. Dimana pada tingkat pra-kovensional yang merupakan tingkat paling rendah dalam perkembangan moral Kholberg, seseorang yang berada pada tingkat pra-kovensional menilai moralitas berdasarkan pada konsekuensi (pujian dari orang lain, hokum dan ganjaran) langsung dari tindakan. Nilai-nilai diletakan terhadap perbuatan-perbuatan dan kebutuhan dari pribadi dan standart sosial. Dan pada tingkat konvesional, dimana individu sudah berfikir bahwa tindakan yang dianggap benar karena adanya motivasi, dan diharapkan masyarakat, tidak hanya mau menyesuaikan diri tetapi juga sikap ingin loyal. Perasaan bersalah terhadap orang lain bila tidak mengikuti tuntutan lahiriah. Nilai-nilai terletak pada prinsip-prinsip dan standart-standart yang dipilih sendiri. Artinya dalam mencari persetujuan untuk melakukan sebuah tindakan dengan berperilaku baik sebagai anak manis, dan mematuhi peraturan demi kewajiban, peraturan ditaati demi memelihara ketertiban sosial dan hokum bersifat kaku. Dan Tingkat pasca- konvensional, pada tahap ini perkembangan moral yang bisa muncul pada usia akhir baliq (kedewasaan). Dimana pada tahap yang merupakan cosmic perspektive yang ditandai dengan kesadaran bahwa hidup adalah fana, terbatas dan harus dinilai dari perspektif seluas mungkin. Terkait dengan hal tersebut subjek tidak menunjukkan motif dan perilaku.Yang muncul masih berupa sebuah impian atau cita-cita belum memunculkan motif dan perilaku.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penalaran moral pada remaja merupakan kemampuan kognitif yang berpindah dari tingkat konvensional ke tingkat paska konvensional

Hal ini berarti tidak ada perbedaan tingkat perkembangan penalaran moral ditinjau dari status identitas pada mahasiswa Fakultas Hukum UNS angkatan 2012.. Hal-hal

Secara terintegrasi aspek-aspek tersebut akan mendorong terjadinya tindakan (perilaku moral). Tingkat IQ yang berhubungan erat dengan perkembangan kognitif individu,

Yoga, Okta, (2016), Perbedaan Tingkat Moral Siswa Antara Sekolah Berbasis Islam dengan Sekolah Umum. Naskah Publikasi

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara peran orangtua terhadap perkembangan moral remaja, namun belum banyak yang melakukan studi

Awal sebelum dilakukan tindakan, penalaran moral siswa berada pada tahap 2 (hasil pembulatan), kemudian diberikan materi cerita dilema moral pada siklus I hasil

Berdasarkan hasil tugas tertulis ke-1 dan ke-2 dari kedelapan siswa yang berada pada tahap perkembangan moral yang berbeda-beda, berikut adalah perbandingan tahapan perkembangan moral

Oleh karenanya, auditor pada level perkembangan moral yang lebih rendah akan lebih rentan atas obedience dan conformity pressure dibanding auditor pada tahap perkembangan moral yang