• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ferianto Raharjo FT UAJY 1 PROGRAM STU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ferianto Raharjo FT UAJY 1 PROGRAM STU"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM STUDI TEKNI K SI PI L FAKULTAS TEKNI K

UNI VERSI TAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

Nilai Eigen suatu Matriks

Beberapa himpunan persamaan simultan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks:

A.X = λ.X

Persamaan tersebut dapat ditulis ulang sebagai suatu persamaan homogen:

(2)

Jika persamaan ditulis dalam bentuk lengkap: (A11–λ) .X1 + A12.X2 + … + A1n.Xn = B1

A21.X1 + (A22–λ).X2 + … + A2n.Xn = B2

.... … … … …

An1.X1 + An2.X2 + … + (Ann–λ).Xn = B3

Persamaan tersebut mempunyai solusi non trivial hanya jika determinan dari matriks koefisiennya sama dengan nol.

0 A

A A

A A

A

A A

A I . A

nn 1

n 1

n

n 2 22

21

n 1 12

11

= λ − λ

− λ

− =

λ −

L M O M

M

L L

Persamaan ini disebut persamaan karakteristik.

Nilai λ agar terdapat solusi non trivial, disebut nilai eigen.

Contoh

Hitung nilai eigen dari matriks berikut: ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣

⎡ −

− =

16 45

6 17 A

0 16

45

6 17

= λ − −

− λ −

Jika determinan dijabarkan, persamaan karakteristik akan berbentuk:

λ2λ– 2 = 0 atau

(λ – 2)(λ + 1) = 0

Sehingga nilai eigen dari matriks A, merupakan akar dari persamaan karakteristik, yaitu:

(3)

Contoh

Hitung nilai eigen dari matriks berikut:

⎥ ⎥ ⎥ ⎦ ⎤

⎢ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡

− −

− − =

26 12 60

20 8 40

8 4

20 B

0 26

12 60

20 8

40

8 4

20

= λ − − −

− λ

− −

− λ −

Persamaan karakteristiknya akan berbentuk:

–λ3+2.λ2+ 8.λ= 0 atau

(λ – 4)(λ– 0)(λ + 2) = 0

Sehingga nilai eigen dari matriks B, merupakan akar dari persamaan karakteristik, yaitu:

λ1 = 4 λ2 = 0 λ3 = – 2

Vektor Eigen suatu Matriks

(4)

Contoh

Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan: 15.X1 – 6.X2 = 0

45.X1 – 18.X2 = 0 Dari persamaan ini diperoleh:

⎥⎦

Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan: 18.X1 – 6.X2 = 0

45.X1 – 15.X2 = 0 Dari persamaan ini diperoleh:

(5)

“n” buah vektor eigen dapat disusun sebagai kolom-kolom dari suatu matriks bujursangkar yang dinamakan matriks modal, sebagai berikut:

M = [ X1 X2 … Xn]

Cara umum untuk memilih vektor eigen adalah

menormalkan vektor tersebut dengan membuat besar vektor berharga satu, yang disebut vektor eigen ternormalkan, sebagai berikut:

N = [ x1 x2 … xn]

Contoh

Matriks modal dari matriks A, adalah: ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ =

3 5

1 2 M

Jika vektor eigen diskalakan dengan unsur pertamanya bernilai satu, maka matriks modalnya menjadi:

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣

⎡ =

3 5 , 2

1 1 M

Jika vektor eigen dinormalkan, maka menjadi:

⎥ ⎥ ⎥

⎦ ⎤

⎢ ⎢ ⎢

⎣ ⎡

(6)

Suatu matriks diagonal yang sepanjang diagonal utama mempunyai nilai sama dengan nilai eigen, disebut dengan matriks spektral.

0 0

0 0

0 0

S

n 2

1

λ λ

λ =

L M O M M

L L

Contoh

Nilai eigen pertama, λ1 = 2 Nilai eigen kedua, λ2 = –1

Sehingga matriks spektralnya adalah:

1 0

0 2 S

(7)

Contoh

Contoh kedua dengan matriks B. Nilai eigen pertama, λ1 = 4

Dari persamaan ini diperoleh:

Dari persamaan ini diperoleh:

(8)

Nilai eigen ketiga, λ3 = –2

Dari persamaan ini diperoleh:

Matriks modal dari matriks B, adalah:

Matriks spektral dari matriks B, adalah:

Matriks dari vektor eigen ternormalkan, adalah:

(9)

Contoh

Carilah nilai eigen dan himpunan vektor eigen yang berpadanan dengan nilai eigen dari matriks Z berikut:

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣

⎡ − − =

3 10

5 12 Z

0 3

10

5 12

= λ − −

− λ −

Jika determinan dijabarkan, persamaan karakteristik akan berbentuk:

λ2– 9.λ+ 14 = 0 atau

(λ – 7)(λ– 2) = 0

Sehingga nilai eigen dari matriks Z, merupakan akar dari persamaan karakteristik, yaitu:

λ1 = 7 λ2 = 2

Contoh

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ = ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣

− −

− −

= λ

0 0 X

X 7 3 10

5 7

12 X

) I . A (

2 1 1

1

Nilai eigen pertama λ1 = 7

Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan: 5.X1 – 5.X2 = 0

10.X1 – 10.X2 = 0 Dari persamaan ini diperoleh:

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ β =

(10)

Contoh

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ = ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣

− −

− −

= λ

0 0 X

X 2 3 10

5 2

12 X

) I . A (

2 1 1

1

Nilai eigen pertama λ2 = 2

Sehingga persamaan homogen yang akan diselesaikan: 10.X1 – 5.X2 = 0

10.X1 – 5.X2 = 0 Dari persamaan ini diperoleh:

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ β =

2 1 X2 2

Matriks modal dari matriks Z, adalah:

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ =

2 1

1 1 M

Matriks spektral dari matriks Z, adalah:

Matriks dari vektor eigen ternormalkan, adalah:

⎥ ⎥ ⎥

⎦ ⎤

⎢ ⎢ ⎢

⎣ ⎡ =

5 2 2 1

5 1 2 1 N

⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ =

2 0

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini, hasil uji statistik menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat perbedaan pengetahuan siswa tentang buah dan sayur pada kelompok media video

( 1 cm) untuk β -karoten yaitu 2600. Setelah pengukuran absorbansi dilakukan, larutan dievaporasi kembali sampai kering untuk digunakan pada analisis kandungan β

Perlindungan terhadap penduduk sipil yang diatur dalam Konvensi Jenewa IV adalah tidak sama dengan “orang yang dilindungi” yang diatur dalam Konvensi Jenewa I, II, dan III

Sifat fisik bahan hasil pertanian merupakan faktor yang sangat penting dalam menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan merancang suatu alat khusus untuk suatu

Praktik Pengalaman Lapangan meliputi semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sabagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri kelas XI tentang fibroadenoma mammae di SMA Masehi Kudus.. Metode Penelitian yang

Proses pembuatan resin novolak dari bahan baku phenol dan formaldehid.. dapat dibagi dalam 3 tahap,

Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Kompute r akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang