• Tidak ada hasil yang ditemukan

seorang wanita boleh membaca alquran dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "seorang wanita boleh membaca alquran dan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Mengalami haid bagi bagi wanita merupakan buah simalakama. Banyak aktifitas peribadatan yang terhenti saat masuk siklus menstruasi. Bukan hanya tak bisa sholat dan puasa, kaum ibu yang biasanya rajin mengikuti taklim majelis ilmu di mesjid pun terhalang. Meraka takut berdosa jika memasuki mesjid. Dalam hal ini mereka sedikit keliru dalam menginterprestasikan ayat yang terkandung dalam:(Q.S. An-Nisa: 43)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun

ولنسسس

ب تس تس ى

ى سستلحس ل

ل يببس

س يرببباع

س للإب اببننجن لسوس

ااا

عغ

(

jangan pula hampiri mesjid) sedang

kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi). Dalam tafsir Ath-Thabari, ayat ini tidak di jelaskan tentang tidak bolehnya wanita haid memasuki mesjid. Akan tetapi kebanyakan dijelaskan hanya orang yang junub(hadas besar), junub dalam arti hubungan kelamin atau bermimpi dalam hal ini tidak boleh memasuki mesjid sampai ia mandi.1

Dalam hal ini juga di dukung oleh tafsir Al-Mishbah, bahwa orang yang junub itu akibat hubungan kelamin, maupun keluar mani dengan sebab lainnya, hingga ia mandi. Dan tidak disebutkan wanita haid.2

ولنس

ب تس تس ى

ى تلحس ل

ل يببس

س يرببباع

س للإب اببننجن لسوس

ااا

عغ

, (jangan pula hampiri mesjid) sedang

kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi). Ayat ini terkadang selalu dijadikan acuan terhadap wanita yang sedang haid, sekalipun menghadiri pengajian di mesjid tetap dikatagorikan haram. Pengkiasan wanita haid kepada orang junub dipandang tidaklah tepat. Karena Orang junub bisa segara mandi dan langsung suci, sedangkan perempuan haid tidak bisa langsung suci karena haidnya adalah ke adaan alamiah dan ia tidak dapat langsung suci. Hal ini berdasarkan hadis Nabi:

1 Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, Terj. Akhmal Affandi, Jilid VII,

(Jakarta: Pustaka Azzam, 2008), hlm. 71-75.

(2)

“... Hendaklah perempuan-perempuan yang sedang haid keluar untuk menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. perempuan-perempuan yang sedang haid hendaklah jauh dari tempat sholat”.(H.R. Ibn Majah dan Muttafaq’alaih)3.

Maksud jauh dari tempat sholat ialah seorang wanita dilarang melaksanakan sholat ketika haid, karena apabila hadis tersebut di indikasikan “jauh dari tempat sholat” justru itu tidak logis, karena tempat sholat bukan hanya di mesjid saja, tapi juga bisa di rumah dan di tampat lain sebagainya.

Bahkan menurut Ibrahim dan Ibnu Abbas, wanita yang sedang haid boleh membaca Al-Qur’an.4 Artinya: Dari Aisyah r.a, dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, Ambillah tikar kecil dari masjid. Aisyah berkata “Aku sedang haid”. Rasul SAW bersabda: “Haidmu tidak ditanganmu”.(H.R. Ibn Majah dan Muslim)5

Nabi SAW menyuruh Aisyah ketika haid pada musim haji supaya melakukan semua manasik haji yang dilakukan oleh orang yang sedang haji kecuali satu, yaitu tawaf.6 Logikanya, orang yang sedang haji tentu keluar masuk mesjid maka Aisyah yang haid juga boleh keluar masuk mesjid. Yang tidak boleh dilakukan adalah tawaf, karena tawaf dalam hadis dikatakan sama dengan shalat dan wanita haid dilarang mengerjakan sholat.

Adapun historis wanita mengalami haid:

Muhammad Shahrur mengatakan bahwa, di dalam Tarikh Thabari menguraikan tentang kisah dosa pertama dalam kitab tafsir dan kitab sejarahnya. Ia menyatakan: Menceritakan kepadaku Yunus ibn ‘Abd Al-A’la. Ia berkata: telah menyampaikan kabar kepada kami ‘Abd Allah ibn Wahb dari ‘Abd Ar-Rahman ibn Zayd ibn Aslam, dia berkata:

Ketika iblis membujuk hawa untuk makan buah dari pohon terlarang. Kemudian Hawa membujuk Adam memakan buah tersebut dan akhirnya keduanya memakan, lalu Allah SWT berkata: “Sesungguhnya Hawa akan mengeluarkan darah sebulan sekali sebagai mana pohon

3 Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Shahih Sunan Nasa’i, Terj. Ahmad Yuswaji, Jilid I, ( Jakarta:

Pustaka Azzam, 2013), hlm. 171-172.

4 Al-Imam Al-Hafizh Abu abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Bukhari, Terj, Muhammad Iqbal, Cet. I, jilid I, (Jakarta: Pustaka As-Sunnah, 2010), hlm. 272.

5 Ibid, hlm. 199.

(3)

itu(buah kuldi) mengelurkan getahnya. Aku menjadikannya bodoh meskipun sebelumnya aku menjadikan makhluk yang bijak. Aku akan menjadikan mereka hamil dalam kesulitan, bahkan lebih pahid dari kematian. 7

7 Muhammad Shahrur, Metodologi Fiqih Islam Kontemporer, Terj, Sahiron Syamsuddin, Cet ke-VI,

Referensi

Dokumen terkait

Dari perbedaan hasil penelitian sekaligus data mengenai tempat di atas, maka penulis tertarik untuk membuktikan perbedaan tingkat depresi pada wanita usia 45 – 60

Fungsi pengangkutan ialah memindahkan barang atau orang dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan maksud untuk meningkatkan daya guna dan nilai. Di sini

D alil pendukung dari pendapat Imam Syafi’i tersebut adalah riwayat hadis, dimana Abu Hurairah yang berselisih pendapat dengan Ibnu Abbas mengenai seorang wanita

Dari hasil yang peneliti peroleh dari narasumber Nur Aeni (NA), Awaliyah (AW), Sumarni (SM), Risawati (RW), Siti Rokhimah (SH) dan Siti Rinawati (SR), adalah wanita

Ciri dari seorang wanita yang salehah itu harus sesuai dengan beberapa Hadis yang telah diriwayatkan oleh para Muhaddissin yang menyatakan bahwa ciri-ciri dari

Berdasarkan masalah yang ada, tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, tempat tinggal wanita kawin

Pengertian hadits mursal secara terminologi ialah hadis yang di- marfu’-kan baik berupa sabda, perbuatan maupun taqrir, baik pada tabi‟in kecil maupun besar. 61 Maksud

Pusat Kebugaran dan Kecantikan Wanita di Yogyakarta merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan, mulai dari perawatan tubuh, olah fisik serta mental