• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosiologi Ekonomi Kuliah ke 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sosiologi Ekonomi Kuliah ke 4"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Menurut Granovetter : dalam konsep “keterlekatan” terdapat 2 kubu yang terus

berdebat, yaitu :

1. Kubu Oversocialized : tindakan ekonomi yang kultural dituntun oleh aturan berupa nilai dan norma yang diinternalisasi (dihayati).

Jadi kubu ini memandang bahwa semua perilaku ekonomi harus patuh terhadap segala sesuatu yang diinternalisasi dalam kehidupan sosial seperti nilai, norma, adat-kebiasaan dan tata kelakuan.

Perilaku ekonomi misalnya memilih pekerjaan, melaksanakan profesi, menjual, membeli, menabung, dsb

Contoh:

Seorang pedagang dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan,. Namun bagi

pedagang muslim tidak semua barang dan jasa bisa diperjual belikan, karena dia harus mempertimbangkan semua nilai dan norma agama (Islam) sebagai rujukan.

misalnya : tidak boleh menjual hewan yang diharamkan oleh norma agama Islam. - Perilaku pedagang muslim yang menjadikan Islam sebagai rujukan dalam berdagang

memperlihatkan adanya oversosialized terjadi dalam tindakan ekonomi.

Karena faktor adat (dilarang menebang pohon di hutan, menguasai tanah leluhur,

(2)

2.

Kubu

Undersosialized,

yaitu tindakan ekonomi yang rasional dan

berorientasi pada pencapaian keuntungan individual (

self-interest

)

dalam menentukan apa yang sebenarnya menuntun orang dalam

perilaku ekonomi.

Kubu undersosialized melihat bahwa kepentingan individu di atas

segala-segalanya. Kubu ini

tidak melihat ada ruang bagi pengaruh budaya,

agama, dan struktur sosial

terhadap tindakan ekonomi.

Kubu ini memandang bahwa setiap tindakan ekonomi merupakan

refleksi dari suatu pencapaian perolehan keuntungan pribadi.

Jadi jika keuntungan cukup besar maka seseorang akan meraihnya meski

nilai dan norma adat atau agama melarang tindakan ekonomi tersebut.

Sebaliknya jika kerugian akan diperoleh bila suatu tindakan dilakukan,

(3)

BENTUK-BENTUK KETERLEKATAN (Embededdness)

1. Keterlekatan Relasional

Adalah : merupakan tindakan ekonomi yang “disituasikan secara sosial” dan melekat (embedded) dalam jaringan sosial personal yang sedang berlangsung diantara para aktor.

-Disituasikan secara sosial, maksudnya : tindakan ekonomi/aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan orang lain atau dikaitkan dengan individu lain.

Misalnya : tindakan ekonomi dalam hubungan pelanggan antara penjual dan pembeli merupakan suatu bentuk keterlekatan relasional.

- Dalam hubungan antara pembeli dan penjual terjadi proses berbagi informasi sampai pada adanya kepastian dan kepercayaan dari kedua belah pihak sehingga sama-sama menguntungkan, maka sampailah pada tahap hubungan pelanggan.

-Hubungan antara pembeli dan penjual yang sampai pada hubungan pelanggan

(4)

2

. Keterlekatan Struktural

Adalah : keterlekatan yang terjadi dalam jaringan yang lebih luas, yaitu

bisa terjadai antara institusi atau struktur sosial.

- Struktur sosial ad: suatu pola hubungan/interaksi yang terorganisir

dalam ruang sosial , misalnya dalam organisasi.

Contoh :

-hubungan antara produsen (pabrik) dengan pemilik swalayan, dengan

karyawan, dengan kelompok pembeli.

-

Tradisi resiprositas pada beberapa daerah di Indonesia, karena tradisi

ini melibatkan jaringan yang lebih luas seperti komunitas atau

(5)

MANUSIA DAN PERILAKU EKONOMI

Ada beberapa uraian dari para pakar tentang motif yang mendorong

perilaku ekonomi pada diri manusia.

1. Vilfredo Pareto

:

Menggunakan istilah yang disebut

Ophelimity,

Artinya: mendapatkan suatu kenikmatan / kesenangan (secara kuantitas)

tertentu dapat diperoleh seseorang dengan harus membeli (pengorbanan)

Perbedaan dalam hal

Ophelimity

ditentukan oleh perbedaan selera,

Referensi

Dokumen terkait

Ketahanan sosial masyarakat merupakan kemampuan bertahan di tingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, budaya dan politik yang

Globalisasi adalah fenomena ekonomi, politik, budaya, yang bukan hanya menjadikan bentuk bisnis yang baru, tetapi juga menyusun tatanan hidup yang baru bagi manusia,

Hukum tertulis maupun tidak tertulis tersebut dibuat oleh pihak yang berwenang untuk mengatur kehidupan masyarakat di berbagai bidang, meliputi ekonomi,politik, sosial budaya

Sebagai sebuah tindakan sosial, maka tindakan ekonomi selalu melibatkan makna dan memperhatikan kekuasaan (sumbangan Weber), dan melekat dalam jaringan hubungan

manusia. Oleh karena itu pembangunan tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi tetapi juga memperhatikan aspek etika dan sosial yang berkaitan dengan kelestarian

Pancasila juga dijadikan pedoman berbagai kehidupan, baik itu yang berkaitan dengan sosial, budaya, ekonomi dan lainnya sehingga masyarakat dapat memiliki kepribadian yang berbudi luhur

Aspek penting dalam pemikiran sosiologi ekonomi islam adalah Konsep Keadilan dan Distribusi Kekayaan, Tanggung Jawab Sosial dan Etika Ekonomi, Praktik Ekonomi Berdasarkan Prinsip

Studi kelayakan bisnis ialah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu berasal aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar serta pemasaran, aspek teknis dan teknologi