TUGAS MATA KULIAH PANCASILA
“Pentingnya Pendidikan Pancasila”
DOSEN PEMBIMBING Dr. Kurniaty SE M.SI DISUSUN OLEH:
Alycia Diandra Livyani Maskim – H051221070
UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
STATISTIKA
2022/2023
Pancasila memiliki berbagai peranan penting bagi negara Indonesia.
Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, ideologi negara, sumber dari segala sumber hukum, cita-cita dan tujuan bangsa ,kepribadian bangsa, maupun moral pembangunan bangsa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap warga Negara Indonesia perlu
mempelajari, menghayati, mendalami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek kehidupannya.
Namun, saat ini masih banyak terdapat perilaku-perilaku menyimpang yang lahir dari masyarakat. Masih terdapat orang-orang yang belum mengakui dan menghargai perbedaan yang ada, menganggap kelompoknya yang paling benar serta menjadikan ras dan agama sebagai suatu topik perdebatan dengan menjelek-jelekan kelompok lain yang berbeda dengannya. Selain itu, kesadaran akan adanya hak asasi manusia serta kepedulian untuk membantu sesama juga masih kurang. Masih terdapat tindakan kekerasan baik fisik maupun verbal yang kerap kali terjadi. Masih juga terdapat kesenjangan sosial dan ketidakmerataan pembangunan serta ketidakadilan lainnya. Kerap kali, mereka yang lebih berkuasa akan kebal terhadap hukum, dan orang-orang terpinggir akan semakin disudutkan.
Seiring berkembangnya zaman juga menjadikan teknologi informasi semakin maju dan membuat terjadinya globalisasi. Informasi dari berbagai sumber yang entah baik maupun tidak bisa menembus ke berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia. Budaya negatif dari luar yang tidak bersesuaian dengan budaya Indonesia bisa saja berkembang bebas di dalam negara ini. Karakter dan budaya Indonesia pun dapat menjadi luntur karena dampak negatif dari globalisasi. Ideologi-ideologi selain Pancasila juga bisa saja masuk
berkembang dan merenggut pola pikir masyarakat jika masyarakat tidak mampu menyaring informasi dengan bijak.
Nilai-nilai Pancasila pun jadi terkikis di negerinya sendiri karena kurangnya pengenalan akan nilai-nilai tersebut. Hal ini dapat kita lihat dengan
penurunan atau kemerosotan moral anak bangsa Indonesia terlebih lagi para generasi mudanya. Padahal, generasi muda merupakan ujung tombak
bangsa. Contoh kecil dari dampak negatif globalisasi yaitu perubahan gaya hidup generasi masa kini yang menjadi konsumtif dan memilki sikap
individualis. Selain itu, apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal juga semakin pudar, generasi masa kini kebanyakan lebih mengapresiasi dan tertarik mempelajari budaya luar dibandingkan budaya Indonesia sendiri. Hal ini dapat mengakibatkan kebudayaan asli Indonesia lama-lama menghilang karena kurangnya minat generasi masa kini untuk melestarikan budaya Indonesia. Contoh lainnya yaitu maraknya kalangan generasi muda yang menjadi pengguna narkoba bahkan sampai menjadi pengedar narkoba.
Bukan hanya itu saja, saat ini seks bebas seakan menjadi hal biasa di
kalangan anak muda sehinga hal ini menimbulkan banyaknya pernikahan di bawah umur dan mengakibatkan tindak aborsi yang tinggi.
Karena banyaknya dampak negatif yang mungkin terjadi,maka pengenalan akan Pancasila terhadap setiap masyarakat sangat diperlukan. Masyarakat perlu diberikan pengenalan akan Pancasila yang berupa Pendidikan pancasila di setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang
memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideologi dan dasar
Negara Republik Indonesia. Pendidikan Pancasila mampu membentuk moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu suatu perilaku yang diharapkan mampu membentuk iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat dimana di dalamnya terdiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan
beradab, perilaku kebudayaan, dan beraneka ragam serta mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan.
Dengan adanya pendidikan Pancasila, generasi muda tidak tercabut dari akar budayanya sendiri dan generasi muda memiliki pedoman atau kaidah
penuntun dalam berpikir serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan makna serta nilai-nilai Pancasila. Sebagai penerus bangsa diharapkan generasi muda mampu menanamkan makna serta nilai- nilai yang terkandung didalam Pancasila dan mampu untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pendidikan Pancasila ini,
generasi muda diharapkan menjadi perbaikan serta pembentukan karakter yang tidak hanya unggul melainkan juga mempunyai akhlak yang baik.
Bukan hanya untuk generasi muda tetapi Pancasila diharapkan mampu menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, baik dalam
bermasyarakat, bernegara maupun berbangsa. Sehingga dalam sosialisasi antar sesama manusia, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus dilandasi oleh Pancasila yang dijadikan landasan dalam berprilaku. Pancasila juga dijadikan pedoman berbagai kehidupan, baik itu yang berkaitan dengan sosial, budaya, ekonomi dan lainnya sehingga masyarakat dapat memiliki kepribadian yang berbudi luhur serta dapat melakukan segala sesuatu yang diharapkan tidak melenceng dari dari aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan Pancasila.
Daftar Pustaka
Putri Vanya Karunia Mulia, 2021 . Dampak Positif dan Negatif Globalisasi bagi Indonesia. Diakses pada 26 Agustus 2022, dari
https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/08/130000069/dampak- positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia
Hozairi, 2021. Matakuliah: Pendidikan Pancasila. Diakses pada 26 Agustus 2022, dari https://www.hozairi.com/2021/04/matakuliah-pendidikan- pancasila.html?m=1
Nafisah Sarah, 2021. 7 Fungsi dan Peranan Pancasila bagi Bangsa Indonesia . Diakses pada 27 Agustus 2022, dari
https://bobo.grid.id/amp/082803529/7-fungsi-dan-peranan-pancasila- bagi-bangsa-indonesia