• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agu 2010 8 Karakteristik Kualitas Air

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Agu 2010 8 Karakteristik Kualitas Air"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Aquacultura Indonesiana (2010) 11 (2) : 141 149 ISSN 0216 0749

Karakteristik Kualitas Air Laut Berdasarkan Musim Dalam Mendukung

Budidaya Rumput Laut di Gugus Pulau Salabangka Kabupaten Morowali

Marhawati Mappatoba, Eka Rosyida dan Alimudin Laapo

Staf Pengajar Tetap pada Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu [email protected], [email protected], [email protected]

Abstract

Marhawati Mappatoba, Eka Rosyida and Alimudin Laapo. 2010. Characteristic of marine water quality at different seasons to support seaweed aquaculture in Salabangka Islands, Morowali Regency. Aquacultura Indonesiana, 11 (2): 141 149. Salabangka Islands are the potential for seaweed aquaculture area. Increasing activity of people surrounding islands may contribute to declining water quality and seaweed production. The study described the marine water quality characteristic and the correlation among parameters to support the people activity in seaweed culture. The analysis method used was a descriptive analysis and Principal Component Analysis (PCA). Results showed that during August, salinity has higher correlation than other parameters. The correlation values among the six parameters increased during August compared to May and it was a component of the first major axis forming parameters in both seasons. Increasing concentrations of pH and turbidity, and also decreasing DO values were found in coastal areas (offshore). High nitrate content in this research strongly support the seaweed growth. However, the increased value of the pollution parameters in the region can still be compensated by the water washing process through the current speed so that the contamination at this time can still be overcome and feasible for seaweed culture area in the future.

Keywords: Marine water quality, Season, Seaweeds culture, Salabangka Islands

Abstrak

Gugus Pulau Salabangka memiliki potensi sumberdaya perairan yang dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya rumput laut. Peningkatan aktivitas di daratan dan wilayah perairan laut dapat berpengaruh terhadap penurunan kualitas perairan dan produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kualitas perairan laut dan keterkaitan antar parameter guna mendukung kegiatan budidaya rumput laut di gugus Pulau Salabangka. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif danPrincipal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama Agustus, parameter salinitas memiliki nilai korelasi yang tinggi terhadap parameter lainnya. Nilai korelasi keenam parameter tersebut meningkat selama Agustus dibanding Mei, dan merupakan komponen parameter pembentuk sumbu utama pertama di kedua musim. Peningkatan konsentrasi pH dan kekeruhan serta penurunan nilai DO ditemukan pada daerah pantai (offshore), demikian pula sebaliknya. Kandungan nitrat yang tinggi di gugus Pulau Salabangka sangat menunjang pertumbuhan rumput laut. Namun, meningkatnya nilai parameter pencemaran di kawasan ini masih dapat diimbangi oleh proses pencucian air melalui parameter kecepatan arus sehingga kemungkinan terjadinya pencemaran untuk saat ini masih dapat diatasi, dan masih layak untuk lokasi budidaya rumput laut.

Kata Kunci: Kualitas air laut, Musim, Rumput laut, Gugus Pulau Salabangka

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari analisis yang telah dilakukan untuk lokasi budidaya rumput laut di perairan Pulau Gili Genting menunjukkan bahwa pada lokasi ini sesuai untuk budidaya ruput laut

Konsentrasi fosfat di perairan zona rencana pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Pohuwato memperlihatkan kisaran yang masih mendukung kegiatan budidaya,

Kualitas air di Perairan Sedanau masih dalam kondisi baik bagi kelangsungan kegiatan budidaya perikanan laut, kecuali kandungan Pb dalam air laut di lokasi antara Pulau Sedanau

Data insitu yang diambil adalah parameter- parameter perairan yang berhubungan dengan kegiatan budidaya rumput laut, diantaranya adalah nitrat, fosfat, suhu permukaan,

Budidaya Rumput Laut Eucheuma sp dengan Sistem Rakit dan Lepas Dasar Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Balai Penelitian Perikanan Pantai.. Pengelolaan perairan pesisir

Penentuan lokasi budidaya rumput laut Grasilaria Sp setiap rumput memiliki berbagai macam parameter untuk melakukan pembudidayaan mulai dari kedalaman air laut, suhu perairan, kuat

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian wilayah perairan untuk KJA di zona budidaya laut di Perairan Perairan Pulau Kambuno Desa Pulau Harapan berdasarkan data

Studi ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut di Wilayah Teluk Parepare dengan menilai kelayakan pengembangan budidaya rumput laut; mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan budidaya rumput laut; Evaluasi kesesuaian yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan kesesuaian aktual atau kesesuaian lahan budidaya rumput laut, dimana kelas kesesuaian lahan yang dihasilkan hanya berdasarkan data yang ada, tidak mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, keuangan, dan