• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anatomi dan Fisiologi pada wanita dan Pr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Anatomi dan Fisiologi pada wanita dan Pr"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Anatomi dan Fisiologi pada wanita dan Pria

Reproduksi Wanita

Organ reproduksi wanita terdiri dari dua bagian:

1.struktur lunak

2. struktur keras

1. Struktur lunak

Genetelia eksterna

- Mons pubis

(2)

berperan dalam sensualitas dan melindungi simfisis pubis selama koitus (hubungan seksual). Semakin bertambahnya usia, jumlah jaringan lemak di tubuh wanita berkurang dan rambut pubis menipis.

- Labia Mayora

Labia mayor adalah dua lipatan kulit panjang melengkung yang menutupi lemak dan jaringan ikat yang menyatu dengan mons pubis. Keduanya memanjang dari mons pubis ke arah bawah mengelilingi labia minor, berakhir di perineum pada garis tengah. Labia mayor memiliki panjang 7-8 cm, lebar 2-3 cm, dan tebal 1-1,5 cm dan agak meruncing pada ujung bawah. Labia mayor melindungi labia minor, meatus urinarius, dan introitus vagina (lubang vagina). Labia mayor sensitive terhadap nyeri, sentuhan, dan suhu tinggi. Hal ini diakibatkan adanya jaringan saraf yang menyebar luas, yang berfungsi sebagai rangsangan seksual.

- Labia Minora

Labia minor terletak di antara dua labia mayor dan merupakan lipatan kulit yang panjang, sempit, dan tidak berambut, yang memanjang ke arah bawah dari bawah klitoris dab menyatu dengan fourchette. Sementara bagian lateral dan anterior labia biasanya mengandung pigmen, permukaan medial labia minor sama dengan mukosa vagina merah muda dan basah. Pembuluh darah yang banyak membuat labia berwarna merah kemerahan dan memungkinkan labia minor membengkak, bila ada stimulus emosional dan stimulus fisik. Kelenjar di labia minor juga melumasi vulva. Suplai saraf yang banyak membuat labia minor menjadi sensitif.

- Klitoris

Klitoris adalah organ pendek berbentuk silinder dan erektil yang terletak di bawah arkus pubis. Dalam keadaan tidak terangsang, bagian yang terlihat sekitar 6×6 mm atau kurang. Ujung badan klitoris dinamakan glans dan lebih sensitive daripada badannya. Saat wanita secara seksual terangsang, glands dan badan klitoris membesar. Jumlah pembuluh darah dan persarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitive terhadap suhu, sentuhan, dan sensasi tekanan. Fungsi utama klitoris yaitu untuk menstimulasi dan meningkatkan ketegangan seksual.

- Vestibulum

(3)

- Meatus Uretra

Meatus uretra juga merupakan bagian dari reproduksi karena letaknya dekat dan menyatu dengan vulva. Meatus mempunyai muara dengan bentuk bervariasi dan berwarna merah muda atau kemerahan, dan sering disertai tepi yang agak berkerut. Meatus menandai bagian terminal atau distal uretra. Biasanya terletak sekitar 2,5 cm di bawah klitoris.

- Fourchette

Merupakan lipatan jaringan transversal yang pipih dan tipis, terletak pada

pertemuan ujung bawah labia mayor dan minor di garis tengah bawah orifisium

vagina. Suatu cekungan kecil dan fosa navikularis terletak di antara fourchette dan

hymen.

(4)

Terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastik, Pada wanita dewasa, ketebalan hymen sangat bervariasi dan individual, diameter pembukaannya juga bervariasi mulai dari yang sebesar ujung jarum hingga yang dapat dilewati dengan mudah oleh 2 jari orang dewasa. Bentuk hymen tidak dapat digunakan untuk menilai apakah wanita bersangkutan telah memulai aktivitas seksual atau tidak. Saat melakukan koitus pertama sekali, dapat terjadi robekan, biasanya pada bagian posterior.

- Vagina

Merupakan suatu struktur muskulomembranosa yang memanjang mulai dari vulva dan berakhir di uterus. Panjang dinding anterior vagina : 6 – 8 cm, panjang dinding posterior vagina : 7 – 10 cm. Pada wanita nullipara, dinding dalam vagina dipenuhi oleh rugae vagina, sementara pada wanita multipara atau yang sudah menopause, rugae menipis bahkan menghilang. Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).

- PERINEUM

Struktur yang membatasi antara vagina dan anus. Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus coccygeus. Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani. Penting diperhatikan ketika melakukan episiotomi

(5)

-

Ovarium (indung telur)

Sebuah ovarium terletak di setiap sisi uterus, di bawah dan di belakang tuba fallopi. Ovarium memiliki asal yang sama (homolog) dengan testis pria. Ukuran dan bentuk setiap ovarium menyerupai sebuah almon berukuran besar. Saat ovulasi, ukuran ovarium dapat menjadi dua kali lipat untuk sementara. Ovarium yang berbentuk oval ini memiliki konsistensi yang padat dan sedikit kenyal. Sebelum menarche, permukaan ovarium licin. Dua fungsi dari ovarium adalah untuk ovulasi dan mmemproduksi hormone. Saat lahir ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum primordial (primitif). Diantara interval selama masa usia subur (umumnya setiap bulan), satu atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi. Ovarium juga merupakan tempat utama produksi hormone seks steroid (estrogen, progesterone, dan adrogen) dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi wanita normal.

- Tuba fallopii (saluran telur)

Sepasang tuba fallopii melekat pada fundus uterus. tuba ini memanjang ke arah lateral, mencapai ujung bebas ligament lebar dan berlekuk-lekuk mengelilingi setiap ovarium.Tuba memiliki panjang sekitar 10 cm dengan diameter 0,6 cm. Setiap tuba mempunyai lapisan peritoneum bagian luar, lapisan otot tipis di bagian tengah, dan lapisan mukosa di bagian dalam. Lapisan mukosa terdiri dari sel-sel kolumnar, ebberapa diantaranya bersilia dan beberapa yang lain mengeluarkan secret. Lapisan mukosa paling tipis saat menstruasi. Setiap tuba dan lapisan mukosanya menyatu dengan mukosa uterus dan vagina. Tuba fallopii merupakan jalan bagi ovum. Tonjolan-tonjolan infundibulum yang menyerupai jari (fimbria) menarik ovum ke dalam tuba dengan gerakan seperti gelombang. Ovum didorong

(6)

Terdapat 4 segmen yang berubah di sepanjang struktur tuba fallopii, diantaranya : Infundibulum, Ampula, Istmus, Intersitital.

- Uterus (rahim)

Uterus merupakan organ brdinding tebal, muscular, pipih, cekung yang mirip buah pir terbalik yang terletak antara kandung kemih dan rectum pada pelvis wanita. Pada wanita yang belum melahirkan, berat uterus matang sekitar 30-40 gr sedangkan pada wanita yang pernah melahirkan, berat uterusnya adalah 75-100 gr. uterus normal memiliki bentuk simetris, nyeri bila ditekan, licin, dan teraba padat. Derajat kepadatan tergantung dari beberapa factor, diantaranya uterus lebih banyak mengandung rongga selama fase sekresi siklus menstruasi, lebih lunak selama masa hamil, dan lebih padat setelah menopause.

- Endometrium

Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat implantasi hasil konsepsi. Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan atau implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah atau jaringan haid. Jika ada pembuahan atau implantasi,

endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi.

Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.

- Serviks uteri

Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.

- Vagina

(7)

Vagina merupakan suatu tuba berdinding tipis yang dapat melipat dan mampu meregang secara luas. Karena tonjolan serviks ke bagian atas vagina, panjang dinding anterior vagina hanya sekitar 7,5 cm, sedangkan panjang dinding posterior sekitar 9 cm.

Reproduksi Pria

1. Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari :

- Penis, terdiri dari : Akar (menempel pada didnding perut), Badan (merupakan bagian tengah dari penis), Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut). Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis. Dasar glans penis disebut korona.

Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.

- skrotum (kantung zakar)

Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis. Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah

dibandingkan dengan suhu tubuh.

Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).

(8)

Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.

Testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama).

2. Struktur dalamnya terdiri dari :

- Epididimis

Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter. Epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma. Berfungsi sebagai tempat keluarnya sperma dari testis, sebagai tempat pematangan motilitas dan fertilitas sperma, dan juga berfungsi untuk memekatkan sperma dan menyimpan sperma.

- vas deferens

Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis. Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan

membentuk duktus ejakulatorius. Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.

- Uretra berfungsi 2 fungsi:

Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih dan bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

- kelenjar prostat

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra. Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia. Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis. Kelenjar prostat berfungsi berfungsi untuk mengeluarkan cairan basa yang menetralkan sekresi vagina yang asam dan berfungsi untuk memicu pembekuan semen untuk menjaga sperma tetap berada di dalam vagina pada saat penis dikeluarkan.

(9)

Menghasilkan fruktosa yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk sperma yang dikeluarkan. Mengeluarkan prostagladin yang merangsang motilitas saluran reproduksi pria dan wanita untuk membantu menyalurkan sperma. Menghasilkan sebagian besar cairan semen dan menyediakan prekursor untuk pembekuan semen.

o Fungsi utama alat reproduksi pria

Selama melakukan hubungan seksual, penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina). Ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf, pembuluh darah, hormon dan psikis.Rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak, yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis.Arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon, yaitu berdilatasi (melebar). Arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar.Otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal

mengalirkan darah dari penis, akan memperlambat aliran darahnya.Tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah.

Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan

rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.Saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens, vesikula seminalis dan prostat. Kontraksi ini

mendorong semen ke dalam uretra.Selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis.Leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih.

Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti), arteri mengencang dan vena mengendur. Akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak.

Hormon-hormon dalam reproduksi

-

GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)

Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi

hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon

gonadotropin (FSH / LH ).

-

FSH (Follicle Stimulating Hormone)

Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH.

Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di

ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).

(10)

-

LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)

Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi

memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga

mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal

siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi

dalam menghasilkan progesteron.Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya

dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar

1 jam). Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis.

-

Estrogen

Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di ovarium

secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal

melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.

Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.Berfungsi stimulasi pertumbuhan

dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.

Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.

Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.

Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.

Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.

Juga mengatur distribusi lemak tubuh.

Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan

atau regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang

keropos atau osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik)

pengganti.

-

Progesteron

Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian

diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di

plasenta.Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase

sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada

pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.

-

HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas

(plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu

(sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000

mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000

mU/ml).Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan

produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin

juga memiliki fungsi imunologik.Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan

sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).

-

LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin

(11)

mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.

Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental

Lactogen).Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa

laktasi / pascapersalinan.Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH

hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi

gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa

amenorhea.

Perkembangan seksual

-

Masa Bayi

Baik bayi perempuan maupun laki-laki dilahirkan dengan kapasitas untuk kesenangan

dan respon seksual. Genitalia bayi sensitif terhadap sentuhan sejak lahir. Dengan bayi

laki-laki berespon dengan ereksi penis dan bayi perempuan dengan lubrikasi vaginal.

Anak laki-laki juga mengalami ereksi noktural spontan tanpa stimulasi. Perilaku dan

respon ini tidak berhubungan dengan kontak psikologis erotik seperti pada masa

pubertas atau masa dewasa tetapi lebih pada perilaku pembelajaran normal dalam

membentuk rasa diri. Respon orang tua terhadap perilaku eksploratori ini dapat

membentuk arah dari perkembangan seksual, edukasi, dan kenyamanan dalam

menghadapi seksual dirumah.Orang tua harus mau menerima perilaku eksploitasi bayi

sebagai langkah perkembangan identitas diri yang positif.

-

Masa Usia Bermain dan Prasekolah

Anak dari usia 1 sampai 5 tahun menguatkan rasa identitas gender dan mulai

membedakan perilaku sesuai gender yang didefinisikan secara sosial. Proses

pembelajaran ini terjadi dalam perjalanan interaksi normal orang dewasa-anak dari

boneka yang diberikan kepada anak, pakaian yang dikenakan, permainan yang

dimainkan, dan respon yang dihargai. Anak juga mengamati perilaku orang dewasa,

mulai untuk menirukan tindakan orang tua yang berjenis kelamin sama, dan

mempertahankan atau memodifikasi perilaku yang didasrakan pada umpan balik

orang tua.

Eksploitasi tubuh terus berlanjut dalam kelompok usia ini. eksploitasi dapat mencakup

mengelus diri sendiri, manipulasi genital, memeluk boneka, hewan peliharaan, atau

orang disekitar mereka, dan percobaan seksual lainya. Sementara mempelajari bahwa

tubuh itu baik dan bahwa stimulasi tertentu itu menyenangkan, anak dapat juga

diajarkan tentang perbedaan perilaku yang bersifat pribadi versus publik. Permain

dengan pasangan jenis kelamin dapan di tangani dengan cara seperti apa adanya.

Orang tua dapat menginterpretasi rasa keingintahuan yang dinyatakan sebagai suatu

indikasi nenandakan bahwa anak telah siap untuk belajar tentang perbedaan dan

anama nama yan sesuai untuk genetaria perempuan dan laki laki.

-

Masa Usia Sekolah

(12)

kelompok teman sebayanya. Orang tua dan tenaga perawat kesehatan dapat

mendorong prilaku yang diterima secara sosial tanpa menerapkan label maskulin

dan peminim. Anak anak dalam kelompok usia ini akan terus mengajukan

pertanyaan tentang seks dan menunjukan kemandirian mereka dengan menguji

prilaku yang sesuai. Anak anak juga mempunyai keinginan dan kebutuhan prifasi.

Sampai usia 10 tahun, banyak anak gadis dan sebagian anak laki laki sudah mulai

mengalami sebagian dari perubahan pubertas. Mereka membutuhkan informasi

yang akurat dari rumah dan sekolah tentang perubahan tubuh selama periode ini.

Pengetahuan juga menurunkan ansietas tentang pubertas ketika seseorang anak

yang tidak diinformasikan mungkin takut tentang menstruasi atau emisi noktural

dan menganggap kejadian tersebut sebagai penyakit yang menakutkan. Anak

harus juga diberi informasi untuk berhati hati terhadap potensial penganiayaan

seksual. Orang tua harus didorong untuk menelaah materi ini untuk mendapatkan

kebenaranya dan memberikan tindakan lanjut.

-

Masa pubertas dan masa remaja

Awitan pubertas pada anak gadis biasanya ditandai dengan perkembangan

payudara. Proses ini yang sebagian dikontrol oleh hereditas, mulai pada paling

muda usia 8 Tahun dan mungkin tidak komplit sampai akhir usia 10 tahunan.

Kadar estrogen yang meningkat juga mulai mempengaruhi genital. Uterus mulai

membesar, dan terjadi peningkiatan lubrikasi vaginal, hal tersebut dapat terjadi

secara sepontan atau akibat perangsangan seksual. Vagina memanjang, dan rambut

pubis dan aksila mulai tumbuh. Menarke dapat terjadi secepatnya pada usia 8

tahun dan sampai usia 16 tahun atau lebih. Meskipun siklus menstruasi pada

awalnya tidak teratur dan ovulasi mungkin tidak terjadi saat mentruasi pertama,

fertilitas harus selalu diwaspadai kecuali dilakukan hal lain.

Kadar testoteron yang meningkat pada anak laki-laki selama pubertas ditandai

dengan peningkatan ukuran penis, testis, prostat, dan vesikula seminalis. Anak

laki-laki dan anak gadis mungkin mengalami orgasmus sebelum masa pubertas,

tetapi ejakulasi pada anak laki-laki tidak terjadi sampai organ seksnya matur yaitu

sekitar usia 12 sampai 14 tahun. Ejakulasi mungkin terjadi pertama kaliselama

tidur ( emisi nokturnal). Hal ini dapat di interpretasikan sebagai suatu episode

mimpi basah dan bahkan bagi anak laki-laki yang berpengetahuan mungkin sangat

memalukan. Anak laki-laki harus mengetahui bahwa, meski mereka tidak

menghasilkan sperma saat pertama ejakulasi, mereka segera akan menjadi subur.

Pada saatnya terjadi perkembangan genital, rambut pubis, wajah, dan tubuh mulai

tumbuh.

Perubahan emosi selam pebertas dan masa remaja sama dramatisnya seperti

perubahan fisik. Masa ini adalah periode yang ditandai oleh mulainya tanggung

jawab dan asimilasi pengharapan masyarakat.

-

Masa Dewasa

Dewasa telah mencapai maturasi tetapi terus untuk mengeksplorasi dan

menemukan maturasi emosional dalam hungbungan. Dewasa muda secara

tradisional dipandang sebagai berperan dalam melahirkan anak atau

(13)

Orang dewasa dapat didorong untuk mengungkapkan kepada pasangan mereka

tipe stimuli dan seksual atau kasih sayang yang dianggap memuaskan.

Penyuluhan keagamaan, nilai keluarga, dan sikap keluarga mempengaruhi

penerimaan terhadap sebagian bentuk stimulasi atau mungkin akan

mempunyai efek emosional residual seperti rasa bersalah atau ansietas dan

disfungsi seksual.

-

Masa Dewasa Tua ( Lansia)

Seksualitas dalam usia tua beralih dari penekanan pada prokreasi menjadi

penekanan dalam pertemanan. Tidak ada alasan bagi individu tidak dapat tetap

aktif secara seksual sepanjang mereka memilihnya. Hal ini dapat secara efektif

dipenuhi dengan mempertahankan aktifitas seksual secara teratur sepanjang

hidup. Terutama skali bagi wanita, hubungan senggama teratur membantu

mempertahankan elastisitas vagina, mencegah antropi, dan mempertahankan

kemampuan untuk lumbrikasi. Perubahan fisik yang terjadi bersama proses

penuaan harus dijelaskan dengan klien lansia. Lansia mungkain juga menghadapi

kekuatiran kesehatan yang membuat sulit bagi mereka untuk melanjutkan

aktifiras seksual.

Faktor yang mempengaruhi seksuallitas

1. Faktor Fisik

Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik.

Aktifitas seksual dapat menyebabkan nyeri dan ketidak nyamanan. Bahkan

hanya membayangkan bahwa seks dapat menyakitkan sudah menurunkan

keinginan seks. penyakit minor dan keletihan adalah alasan seseorang untuk

tidak merasakan seksual. Medikasi dapat mempengaruhi keinginan seksual.

Citra tubuh yang buruk, terutama ketika diperburuk oleh perasaan penolakan

atau pembedahan yang mengubah bentuk tubuh, dapat menyebabkan klien

kehilangan perasaan secara seksual.

2. Faktor Hubungan

Masalah dalam berhubungan dapat mengalihkan perhatian seseorang dari

keinginan seks. setelah kemesraan hubungan telah memudar, pasangan

mungkin mendapati bahwa mereka dihadapkan pada perbedaan yang sangat

besra dalam nilai atau gaya hidup mereka. Tingkat seberapa jauh mereka

masih merasa dekat satu sama lain dan berinteraksi pada tingkat intim

bergantung pada kemampuan mereka untung bernegosiasi dan berkompromi.

Ketrampilan seperti ini memainkan peran yang sangat penting ketika

menghadapi keinginan seksual dalam hubungan. Penurunan minat dalam

aktifitas seksual dapat mengakibatkan ansietas hanya karena harus

mengatakan kepada pasangan perilaku seksual apa yang diterima atau

menyenangkan.

(14)

Faktor gaya hidup, seperti penggunaan atau penyalahgunaan alkohol, atau tidak

punya waktu untuk mecurahkan perasaan dalam berhubungan, dapat

mempengaruhi keinginan seksual. Dahulu perilaku seksual yang dikiatkan dengan,

terutama dalam periklanan, alkohol dapat menyebebkan rasa sejahtera atau gairah

palsu dalam tahapan awal seks. namun demikian, banyak bukti sekarang ini

menunjukan bahwa efek negatif alkohol terhadap seksualitas jauh melebihi

euforia yang mingkin dihasilkan pada awalnya. Menemukan waktu yang tepat

untuk aktifitas seksual adalah faktor gaya hidup yang lain. Sebagai klien tidak

mengetahui bagaimana menetapakn waktu bekerja dan dirumah untuk

mencakupkan prilaku seksual. Pasangan yang bekerja, misalnya mungkin merasa

terlalu terbeban sehingga mereka merasa cumbuan seksual dari pasangannya

sebagai tuntutan tambahan bagi mereka. Klien seperti ini sering mengungkapkan

bahwa mereka perlu eaktu umtuk menyendiri untuk berpikir dan istirahat sebagai

hal yang lebih penting dari seks. individu yang lain mungkin tidak memeiliki

seksual.

4. Faktor harga diri

Tingkat harga diri klien juga dapat menyebabkan konflik yang menyebabkan

seksualitas. Jika harga diri seksual tidak pernah dipelihara dengan

(15)

.1 Pengertian

Etika berasal dari bahasa yunani, yaitu Ethos, yang menurut Araskar dan David (1978) berarti ” kebiasaaan ”. ”model prilaku” atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan. Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak diartikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi prilaku. (Dra. Hj. Mimin Emi Suhaemi. 2002. 7)

Etika adalah kode prilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu. Etika juga

merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan hal

yang tidak baik dan dengan kewajiban moral. Etika berhubungan dengan peraturan untuk perbuatan atau

tidakan yang mempunyai prinsip benar dan salah, serta prinsip moralitas karena etika mempunyai tanggung

jawab moral, menyimpang dari kode etik berarti tidak memiliki prilaku yang baik dan tidak memiliki moral yang

baik.

Etika bisa diartikan juga sebagai, yang berhubungan dengan pertimbangan keputusan, benar atau tidaknya

suatu perbuatan karena tidak ada undang-undang atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan.

Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia ( yang

memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. Profesi menyusun kode etik berdasarkan

penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani.

Kode etik disusun dan disahkan oleh organisasi atau waah yang membina profesi tertentu baik secara nasional

maupun internasional. Kode etik menerapkan konsep etis karena profesi bertanggung jawab pada manusia dan

menghargai kepercayaan serta nilai individu. Kata seperti etika, hak asasi, tanggung jawab, mudah

didefinisikan, tetapi kadang-kadang tidak jelas letak istilah tersebut diterapkan dalam suatu situasi. Contoh:

benarkah di[andang dari segi etis, hak asasi dan tanggung jawab bila profesional kesehatan menghentikan

upaya penyelamtan hidup pada pasien yang mengidap penyakit yang pasti mebawa kematian?.

Faktor teknologi yang meningkat, ilmu pengetahuan yang berkembang ( pemakaian mesin dan teknik

memperpanjang usia, legalisasi abortus, pencangkokan organ manusia, pengetahuan biologi dan genetika,

penelitian yang menggunakan subjek manusia) ini memerlukan pertimbangan yang menyangkut nilai, hak-hak

asasi dan tanggung jawab profesi. Organisasi profesi diharapkan mampu memelihara dan menghargai,

mengamalkan, mengembangkan nilai tersebut melalui kode etik yang disusunnya.

Kadang-kadang perawat dihadapkan pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan.

Perawat memberi asuhan kepada klien, keluarga dan masyarakat; menerima tanggung jawab untuk membuat

keadaan lingkungan fisik, sosia dan spiritual yang memungkinkan untuk penyembuhan dan menekankan

(16)

Pelayanan kepada umat manusia merupakan fungsi utama perawat dan dasar adanya profesi keperawatan.

Kebutuhan pelayanan keperawatan adalah universal. Pelayanan profesional berdasarkan kebutuhan manusia-

karena itu tidak membedakan kebangsaan, warna kulit, politik, status sosial dan lain-lain. Keperawatan adalah

pelayanan vital terhadap manusia yang menggunakan manusia juga, yaitu perawat. Pelayanan ini berdasarkan

kepercayaan bahwa perawat akan berbuat hal yang benar, hal yang diperlukan, dan hal yang mnguntungkan

pasien dan kesehatannya. Oleh karena manusia dalam interaksi bertingkah laku berbeda-beda maka diperlukan

pedoman untuk mengarahkan bagaimana harus bertindak,

Definisi

Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk dalam hubungan dengan orang lain.

Etik merupakan studi tentang perilaku, karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang.

Secara umum, terminologi etik dan moral adalah sama. Etik memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Moral mendeskripsikan perilaku aktual, kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu.

Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain.

TIPE-TIPE ETIK a. Bioetik

Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik, menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum, dan theology.

Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan kesehatan

Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan

b. Clinical ethics/Etik klinik

(17)

Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan, dan

Kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal yang tidak menyenangkan, nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat, tetapi pada dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya.

b. Deontologi

Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy, informed consent, alokasi sumber-sumber, dan euthanasia.

PRINSIP-PRINSIP ETIK a. Otonomi (Autonomy)

Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.

c. Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

d. Tidak merugikan (Nonmaleficience)

(18)

e. Kejujuran (Veracity)

Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian, terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan komitmennya terhadap orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.

g. Karahasiaan (Confidentiality)

Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.

(19)

a. Perawat dan Klien

1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. 2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa

memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien.

3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.

4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

b. Perawat dan praktek

1) Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus

2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.

3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain

4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.

c. Perawat dan masyarakat

Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.

d. Perawat dan teman sejawat

1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan ilegal.

e. Perawat dan Profesi

1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan

(20)

3)Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan

keperawatan yang bermutu tinggi.

ETIKA PROFESI KEPERAWATAN

Etika khusus yang mengatur tanggung jawab moral para perawat.

l Kesepakatan moralitas para perawat.

Disusun oleh Organisasi profesi, berdasarkan suatu sumber yang ada dilingkungan; baik lingkungan kesehatan, lingkungan konsumen dan lingkungan Komunitas Keperawatan. Sumber Etika Profesi keperawatan :

1. Etika Kesehatan.

2. Etika umum yang berlaku di masyarakat, 3. Etika Profesi keperawatan dunia -> ICN. Etika Kesehatan :

Menurut Leenen Gozondeid Sethick, adalah etika khusus dengan menerapkan nilai – nilai dalam bidang pemeliharaan / pelayanan kesehatan yang dilandasi oleh nilai – nilai individu dan masyarakat.

Menurut Soeyono Soekamto (1986), Etika kesehatan mencakup penilaian terhadap gejala kesehatan baik yang disetujui maupun tidak disetujui, serta mencakup rekomendasi bagaimana bersikap/ bertindak secara pantas dalam bidang kesehatan.

Etika Kesehatan mencakup ruang lingkup minimal al : 1. tritmen pada pasien yang menghadapi

ajal

2. Mengijinkan unsur mengakhiri penderitaan dan hidup pasien dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri,pembatasan perilaku, dan infomrmed consent.

3. Bioetika

4. Pengungkapan kebenaran dan kerahasiaan dalam bidang kedokteran.

Contoh penerapan :

ad.1 Tritmen pada pasien yang menghadapi ajal :

- Pemberian O2 -> diteruskan / di stop. - Program pengobatan diteruskan / tidak

(21)

Ad.2. Mengijinkan unsur mengakhiri

- pasien mendapat terapi diet

- pasien menghadapi tindakan medik -> operasi, pemakaian obat yang harganya mahal dll.

- permintaan informasi data pasien, - Catatan medik,

- Pembicaraan kasus pasien.

Etika umum yang berlaku di masyarakat : - Privasi pasien,

- Menghargai harkat martabat pasien - Sopan santun dalam pergaulan -> saling menghormati,

-> saling membantu.

-> peduli terhadap lingkungan

Etika Profesi keperawatan dunia -> ICN.

Etika Keperawatan terkandung adanya nilai – nilai dan prinsip – prinsip yang berfokus bagi praktik Perawat.

Praktik perawat bermuara pada interaksi profesional dengan pasien serta menunjukan kepedulian perawat terhadap hubungan yang telah dilakukannya.

Ada 8 prinsip utama dalam Etika Keperawatan ICN : 8 prinsip utama dalam Etika Keperawatan ICN : 1. Respek

2. Otonomi

3. Beneficence ( kemurahan hati) 4. Non-maleficence,

5. Veracity ( kejujuran )

6. Kridensialitas ( kerahasiaan ) 7. Fidelity ( kesetiaan )

8. Justice ( keadilan ) Ad.1 Respek :

(22)

/ menghargai pasien /klien. -> hak – hak pasien,

-> penerapan inforned consent = Perilaku perawat menghormati sejawat

=> Tindakan eksplisit maupun implisit -> simpatik, impati kepada orang lain. ad.2 Otonomi :

= hak untuk mengatur dan membuat keputusannya sendiri.

Tetapi tidak sebebas – bebasnya -> ada keterbatasan dalam hukum, kompetensi dan kewenangan.

-> perlu pemahaman tindakan kolaborasi. ad.3 Beneficence ( kemurahan hati) : = berkaitan dengan kewajiban untuk melakukan hal yang baik dan tidak membahayakan orang lain.

lanjutan :

Pada dasarnya seseorang diharapkan dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri , kecuali bagi mereka yang tidak dapat melakukannya.

-> bayi dan anak -> pasien koma

-> keterbelakangan mental / kelainan kejiwaan.

- jangan membuat orang lain tidak berdaya.

(23)

Ad.6 Kridensialitas ( kerahasiaan ) : Prinsip ini berkaitan dengan

kepercayaan pasien terhadap perawat. Perawat tidak akan menyampaikan informasi tentang kesehatan pasien kepada orang yang tidak berhak.

Prinsip -> Info diagnose medik diberikan oleh dokter.

Perawat memberi onfo kondisi kesehatan umum.

Ad.7 Fidelity ( kesetiaan ) : Ini berkaitan dengan kewajiban perawat untuk selalu setia pada kesepakatan dan tanggung jawab yang telah dibuat.

Tanggung jawab perawat dalam tim -> asuhan keperawatan kepada individu, pemberi kerja , pemerintah dan masyarakat.

Ad.8 Justice ( keadilan ) : Berkenaan dengan kewajiban perawat untuk adil kepada semua orang .

Adil -> tidak memihak salah satu orang. Semua pasien harus mendapatkan pelayanan yang sama sesuai dengan

kebutuhannya.

=> Kebutuhan pasien klas Utama berbeda dengan kebutuhan pasien klas III.

Etika Profesi keperawatan disususun oleh Oragnisasi secara tertulis -> “ KODE ETIK KEPERAWATAN “

Fungsi Kode Etik : Umum :

digunakan untuk mengontrol perilaku perawat dalam praktik dan dalam kehidupan berprofesi, sehingga konsumen mendapatkan kepercayaan dari pelayanan keperawatan

Fungsi khusus untuk :

1. Mengatur tanggung jawab moral perawat didalam praktik.

2. Pedoman perawat dalam berperilaku dalam praktik dan dalam kehidupan berprofesi.

(24)

dalam sengketa praktik, oleh

Oraganisasi profesi, termasuk dalam memberikan sanksinya.

“ KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA “

- disusun dan diputuskan dalam Munas I tahun 1976.

- Diadakan revisi dalam Munas PPNI VI di Bandung tahun 2000.

- Berisi tanggung jawab Perawat

terhadap ; Klien / pasien, perawat dan praktik, perawat dan masyarakat,Perawat dan teman sejawat dan perawat dengan profesi

Teks Kode Etik Keperawatan Indonesia tahu 2000. Bab I Perawat dan klien :

1. Perawat dalam memberikan klien, dan tidak terpengaruh

kedudukan sosia, on politik dan agama yang

dianut serta kedudukan sosial warna kulit.umur,jenis kelamin, alir .leh

pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit.umur,jenis kelamin, alir kesukuan,

warna kulit.umur,jenis kelamin, alir

Teks Kode Etik Keperawatan Indonesia tahu 2000. Bab I Perawat dan klien :

1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan terpengaruh on politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.leh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit.umur,jenis kelamin, alir

2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai – nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidupberagama dari klien.

3. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang memebutuhkan asuhan keperawatan.

4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas

yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

(25)

1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus menerus. 2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.

3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangakan

kemampuan serta kualifikasi seseorang dalam melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.

4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukan perilaku profesional.

Bab III Perawat dan masyarakat :

Perawat mengemban tugas tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan memdukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan

kesehatan masyarakat.

Bab IV Perawat dan Teman sejawat :

1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dalam memelihar keserasian suasana lingkungan kerja maupun tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

2. Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal. Bab V Perawat dan Profesi :

1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.

2. Perawat berperan aktif dalam berbagai pengembangan profesi keperawatan. 3. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujutnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

Justice

(26)

Definisi

Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk dalam hubungan dengan orang lain.

Etik merupakan studi tentang perilaku, karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang.

Secara umum, terminologi etik dan moral adalah sama. Etik memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Moral mendeskripsikan perilaku aktual, kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu.

Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain.

TIPE-TIPE ETIK a. Bioetik

Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik, menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetik difokuskan pada pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi, pengobatan, politik, hukum, dan theology.

Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan kesehatan

Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan kesehatan modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan kesehatan

b. Clinical ethics/Etik klinik

Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik selama pemberian pelayanan pada klien.

Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia).

c. Nursing ethics/Etik Perawatan

Bagian dari bioetik, yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik.

(27)

Kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal yang tidak menyenangkan, nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat, tetapi pada dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya.

b. Deontologi

Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy, informed consent, alokasi sumber-sumber, dan euthanasia.

PRINSIP-PRINSIP ETIK a. Otonomi (Autonomy)

Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.

b. Berbuat baik (Beneficience)

Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.

c. Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

d. Tidak merugikan (Nonmaleficience)

Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. e. Kejujuran (Veracity)

Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian, terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi, mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Kebenaran merupakan dasar dalam membangun hubungan saling percaya.

f. Menepati janji (Fidelity)

(28)

dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.

g. Karahasiaan (Confidentiality)

Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.

h. Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.

KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA

Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.

Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. Kode etik keperawtan Indonesia :

a. Perawat dan Klien

1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. 2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama klien.

3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.

4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

b. Perawat dan praktek

1) Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus

2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.

3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain

4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional.

(29)

Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.

d. Perawat dan teman sejawat

1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan ilegal.

e. Perawat dan Profesi

1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan 2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan

Referensi

Dokumen terkait

agama yang berbeda-beda, konflik antar umat beragama maupun intern umat beragama selalu dapat muncul. Manusia senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal balik dengan

e. Setelah dilakukan penilaian pada babak penyisihan, akan diambil 10 peserta dengan penampilan terbaik untuk tampil di babak final. Pada babak final, peserta hadir di

Bain & Engelhardt (1991:2) mendefinisikan ruang sampel sebagai berikut. “The set of all possible outcomes of an experiment is called sample space, denoted by S”.. 23 Maksud dari

mengembangkan dan melatih daya ingat peserta didik tentang suatu konsep dalam materi pembelajaran dan mengembangkan daya berfikir kritis sekaligus mengembangkan

Tujuan khusus dari kegiatan PTS ini adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran siswa Sekolah Dasar Negeri 162/VIII Sumber Agung , meningkatkan minat belajar siswa Sekolah Dasar

Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi ketika Praktisi mendapatkan suatu perikatan melalui iklan atau bentuk pemasaran lainnya..

Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ditemukan cukup bukti untuk ketiga variabel yang diuji, yaitu Pemasaran Melalui Media Social , Kesadaran Merek, dan Electronic

Analisis tindak tutur yang berwujud dialog tokoh pada novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari berdasarkan maksim-maksim prinsip kesantunan menurut Leech di atas menimbulkan nilai