STUDI KOMUNIKASI MANAGEMEN DAN BISNIS ANTAR BUDAYA
OLEH
WINDY JULLIAN FUNAY (1503050016)
BUDAYA DALAM KONTEKS BISNIS
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
KOMUNIKASI BISNIS LINTAS BUDAYA
Dalam buku Komunikasi Bisnis(2003), Djoko Purwanto mengungkapkan bahwa komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun nonverbal dengan memperhatikan faktor-faktor budaya di suatu daerah, wilayah, atau Negara. Pengertian lintas budaya dalam hal ini bukanlah semata-mata buday asing (internasional), tetapi juga budaya yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah dalam wilayah suatu Negara.
Apabila pelaku bisnis akan melakukan ekspansi bisnisnya ke daerah lain atau Negara lain, pemahaman budaya di suatu daerah atau Negara tersebut menjadi sangat penting artinya, termasuk bagaimana memahami produk-produk musiman di suatu Negara, agar tidak terjadi kesalahan fatal yang dapat mengakibatkan kegagalan bisnis.
Dengan melihat perkembangan atau tren yang ada saat ini, komunikasi bisnis lintas budaya sangat penting artinya nagi terjalinnya harmonisasi bisnis di antara mereka. Bagaimana diperlukan suatu pemahaman bersama antara dua orang atau lebih dalam melakukan kounikasi lintas budaya, baik melalui tulisan maupun lisan. Semakin banyaknya pola kerja sama maupun kesepakatan ekonomi di berbagai kawasan dunia saat ini akan menjadikan komunikasi bisnis lintas budaya semakin penting.
Dengan semakin terbukanya peluang perusahaan multinasional masuk ke wilayah suatu Negara dan didorong dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka pada saat itulah kebutuhan akan komunikasi bisnis lintas budaya semakin penting artinya.
Menurut Lehan, Himstreet dan Baty. Budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri, pengalaman hidup masyarakat tentu saja sangatlah banyak dan variatif, termasuk di dalamnya bagimana perilaku dan keyakinan atau keprcayaan masyarakat itu sendiri.
Konteks bisnis domestik
Konteks bisnis antar budaya berhubungan dengan:
Protokol bisnis yaitu sifat dasar, dasar yang membantu untuk memulai hubungan bisnis antar lain :
Appointmen seeking: atau hubungan dapat dilakukan dengan mengirimkan email, telepon, menulis suart formal, atau menggunakan seorang perantara
Greeting Behavior merupakan cara menyapa misalnya di Amerika dilakukan secara informal dan bersahabat, cina lebih senior terlebih dahulu, india dengan sapaan Namaste dan tangan diletakan di dada seperti orang berdoa, jepang diketahui tidak hanya pandangan lokal tentang pemberian hadiah, namun juga hadiah apa yang pantas dalam budaya dan dimana bisnis akan dilakukan dan kapan diberikan.
Manajemen konflik
Perspektif amerika
Menghindar, dikenal sebagai penyangkalan atau penarikan diri merupakan strategi yang berdasarkan asumsi bahwa konflik akan hilang jika diacuhkan. Akomodasi, merupakan slah satu bentuk mengatsi konflik yang erat hubungan
dengan menghindar.
Kolaborasi bahwa semua pihak bekerja sama untuk memecakan masalah, kolaborasi sebagai usaha untuk mempertahankan hubungan produktif yang akan mengatasi ketidaksetujuan ketika bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Perspektif internasional : budaya kolektif tidak suka akan konflik yang terbuka dan
langsung dianggap sebagai ancaman dalam keserasian dan stabilitas organisasi dalam hubungan antara anggota kelompok tersebut.
Cara mengatasi konflik antar budaya :
Jaga pikiran untuk tetap terbuka, ketika terlibat dalam sebuah konflik kita harus tetap berpikir secara terbuka karena dengan hal tersebut memudahkan kita dalam menghadapi konflik.
Jangan terburu-terburu dalam menyelesaikan masalah ketika beriteraksi dengan anggota dari budaya kolektif. Kita harus belajar untuk memperlambat seluruh proses negosiasi ketika timbulnya sebuah konflik.