• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

KOMUNIKASI LINTAS

BUDAYA

(2)

Komunikasi

 Menurut Myron W. Lustig dan Jolene Koester Komunikasi adalah proses simbolik yang memungkinkan orang- orang menciptakan makna bersama.

 Ronald B Adler dan George Rodman mengatakan komunikasi adalah proses manusia merespons perilaku simbolik orang lain.

(Mulyana, 2019)

(3)

Budaya

Trenholm dan Jensen mendefinisikan budaya sebagai seperangkat nilai, kepercayaan, norma, dan adat istiadat, aturan dan kode, yang secara sosial mendefinisikan sekelompok orang, mengikat mereka satu sama lain dan memberi mereka kesadaran bersama.

Geert Hofstede mendefinisikan budaya sebagai pemprograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori lainnya. Ia menyebutkan bahwa nilai-nilai adalah inti suatu budaya, sedangkan simbol-simbol merupakan menifestasi budaya paling dangkal, sementara pahlawan-pahlawan dan ritual-ritual berada di antara lapisan luar dan lapisan dalam model budaya tersebut. Unsur-unsur ini terlihat oleh pengamat luar, tetapi maknanya tersembunyi dan makna persisnya terdapat dalam penafsiran orang dalam

(Mulyana, 2019)

(4)

Komunikasi dan Budaya

Setiap praktik komunikasi pada dasarnya adalah suatu representasi budaya, atau tepatnya suatu peta atas suatu realita (budaya) yang sangat rumit.

Komunikasi dan budaya adalah dua entitas tak terpisahkan, sebagamana dikatakan Edward T.

Hall, bahwa budaya adalah komunikasi dan

komunikasi adalah budaya. Begitu kita mulai

berbicara tentang komunikasi, tak

terhindarkan, kita pun berbicara tentang

budaya.

(5)

Hofstede menyebutkan bahwa budaya terdiri dari berbagai tingkat yang masing-masing merepresentasikan lapisan pemprograman mental yang berlainan :

Tingkat nasional menurut negara seseorang (atau negara- negara bagi orang-orang yang bermigrasi selama hidup mereka.

Tingkat regional dan/atau etnik dan/atau agama dan/atau afiliasi kebahasaan, karena kebanyakan negara terdiri dari berbagai kawasan yang berbeda secara budaya atau berbagai etnik dan/atau agama dan/atau kelompok bahasa.

Tingkat gender, berdasarkan apakah seseorang lahir sebagai perempuan atau laki-laki.

(6)

Tingkat generasi, yang memisahkan kakek-nenek dari orang tua dari anak-anak

Tingkat kelas sosial, yang dikaitkan dengan peluang pendidikan dan dengan pekerjaan atau profesi seseorang.

Tingkat organisasi atau korporat bagi

mereka yang bekerja, berdasarkan cara

para pegawai tersosialisasikan dalam

organisasi kerja mereka.

(7)

Ciri-ciri Budaya

Budaya bukan bawaan, tetapi dipelajari

Budaya dapat disampaikan dari orang ke orang, dari kelompok ke kelompok, dan dari generasi ke generasi

Budaya berdasarkan simbol

Budaya bersifat dinamis, suatu sistem yang terus berubah sepanjang waktu

Budaya bersifat selektif, merepresentasikan pola-pola perilaku pengalaman manusia yang jumlahnya terbatas

Berbagai unsur budaya saling berkaitan

Etnosentrik (menganggap budaya sendiri sebagai yang terbaik atau standar untuk menilai budaya lain.

(8)

Model Komunikasi Lintas Budaya

(William B Gudykunst dan Young Yun Kim)

(9)

Pentingnya Kepekaan Lintas Budaya

Setiap aktivitas komunikasi yang kita lakukan dengan orang lain mengandung dimensi lintas budaya. Hal ini juga sekaligus mengandung pontensi konflik lintas budaya.

Aspek-aspek budaya yang harus dipertimbangkan bisa mencakup hal-hal yang tampak remeh, seperti penulisan suatu nama, misalnya kesalahan mahasiswa dalam menuliskan nama dosen atau penguji skripsinya.

Kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, khususnya

yang berbeda budaya, bukan saja merupakan kesulitan

memahami bahasa mereka yang tidak kita kuasai,

melainkan juga sistem nilai mereka dan bahasa

nonverbal mereka.

(10)

Komunikasi Lintas Budaya

Komunikasi lintas budaya merupakan istilah yang sering dipakai untuk menjelaskan makna dari komunikasi antar budaya, yang tidak terbatas oleh konteks geogafis, ras dan etnik. Komunikasi lintas budaya didefinisikan sebagai analisis perbandingan yang memprioritaskan relativitas kegiatan kebudayaan. Oleh karenanya, komunikasi lintas budaya lebih terfokus pada hubungan komunikasi antar bangsa dengan tidak memunculkan kultur baru sperti dalam kajian komunikasi antar budaya (Purwasito, 2003)

Samovar, dkk (2009) yang menyatakan definisi komunikasi antar budaya sebagai interaksi antar individu-individu yang memiliki pengetahuan budaya dan sistem simbol kebudayaan yang berbeda untuk mengubah kegiatan komunikasi.

(11)

Fungsi Komunikasi Lintas Budaya

Samovar, Porter, & McDaniel (2009)

menyatakan fungsi komunikasi dalam

komunikasi lintas ataupun antar budaya

sebagai berikut: (1) mendapat pengetahuan

yang luas mengenai komunikan, yang

mencakup dari keseluruhan latar belakang

sosial-budaya, (2) memenuhi kebutuhan

tiap individu, (3) membentuk identitas

pribadi, dan (4) mempengaruhi sikap dan

tindakan orang lain

(12)

GAYA KOMUNIKASI

(13)

Komunikasi Konteks- Tinggi

Komunikasi konteks-tinggi mengandung pesan yang kebanyakan ada dalam konteks fisik, sehingga makna pesan hanya dapat dipahami dalam konteks pesan tersebut.

Dalam budaya konteks-tinggi, makna terinternalisasikan pada orang yang bersangkutan, dan pesan nonverbal lebih ditekankan.

Hall berpendapat bahwa komunikasi konteks-tinggi merupakan kekuatan kohesif bersama yang memiliki sejarah yang panjang, lamban berubah dan berfungsi untuk menyatukan kelompok.

Orang-orang dalam budaya konteks-tinggi cenderung lebih curiga terhadap pendatang atau orang asing.

(14)

Orang budaya konteks-tinggi menekankan isyarat kontekstual.

Suatu pertanyaan atau suatu jawaban harus dimaknai berdasarkan konteksnya. Orang boleh jadi mengajukan pertanyaan atau memberikan jawaban, tetapi makna sebenarnya terdapat dalam konteks (budaya) orang-orang bersangkutan , bukan pada pesannya sendiri.

Maka dalam budaya konteks-tinggi ekspresi wajah, tensi, gerakan, kecepatan interaksi, dan lokasi interaksi lebih bermakna.

Orang dalam budaya konteks-tinggi mengharapkan orang lain memahami suasana hati yang tak terucapkan, isyarat halus dan isyarat lingkungan yang diabaikan orang berbudaya konteks-rendah.

(15)

Komunikasi Konteks- Rendah

Komunikasi konteks-rendah cepat dan mudah berubah, karenanya tidak mengikat kelompok.

Budaya konteks-rendah sarat dengan spesifikasi, rincian, dan jadwal waktu yang persis dengan mengabaikan konteks. Bahasa yang digunakan langsung dan lugas.

Para penganut budaya konteks-rendah senang berdebat.

Kemajuan (kebahagiaan, kekayaan, individualitas adalah tujuan masyarakat, individu yang bebas dan sederajat adalah basis masyarakat, manusia didefinisikan sebagai entitas yang rasional dan ekonomik

(16)

Teknologi dan invensi adalah sumber kekayaan masyarakat, individu yang kreatif dan invensif ( menghasilkan kekayaan) adalah yang paling berharga bagi masyarakat.

Ukuran kuantitatif seperti statistik adalah alat terbaik untuk menentukan nilai.

Orang berbudaya konteks-rendah dianggap berbicara berlebihan, mengulang-ulang apa yang sudah jelas, suka terang-terangan.

Orang berbudaya konteks-rendah cenderung mengabaikan suasana hati yang tak terucapkan, isyarat halus dan isyarat lingkungan.

(17)

Penyebab Terjadinya

Komunikasi Lintas Budaya.

Menurut Samovar dan Porter (2004)

Kemajuan teknologi yang berkembang amat pesat di era industri menyebabkan semakin mudahnya manusia untuk melakukan hubungan ke luar negaranya, berhubungan dengan orang yang berbeda kebangsaan.

Populasi dunia. Perkembangan jumlah manusia di dunia mengalami perkembangan yang amat luar biasa sejak awal abad ke-20 bahkan hingga saat ini yang sudah berada di abad 21. Jumlah kelahiran bertambah terus setiap menitnya yang berarti menambah populasi jumlah penduduk dunia

Dalam “Pengertian dan Ruang Lingkup Studi Komunikasi Antarbudaya” Dra.

Desideria, M.Si

(18)

konflik antar negara atau konflik antar penduduk. Konflik antar penduduk atau antar negara adalah salah satu penyebab yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara orang yang berbeda kebangsaan dan budaya.

Mengapa? Karena konflik selalu disebabkan

oleh adanya perbedaan kepentingan dan

perbedaan tujuan antara pihak-pihak yang

sedang berkonflik. Akibat perbedaan

kepentingan yang tidak dikomunikasikan

dengan baik dapat menyebabkan pertikaian

(19)

Ekonomi global. Era globalisasi saat ini

membawa dampak yang amat kuat pada dunia

bisnis dan politik. Di masa lalu produsen hanya

fokus memasarkan produknya ke penduduk

suatu daerah atau negara tertentu saja. Saat ini

hal seperti itu sudah tidak dapat dipertahankan

lagi. Para pelaku pasar harus meluaskan pasar

dan memasarkan produknya hingga ke negara-

negara lain supaya perusahaan bisa

mendapatkan keuntungan yang maksimal di

tengah kompetisi dunia usaha saat ini.

(20)

The Lewis Cross-Cultural

Communication Model

(21)

Sebagaimana diperlihatkan dalam gambar, orang-orang dengan tanda biru atau linearactive berada pada kecenderungan orang-orang yang faktual dan decisive planners, kemudian pada diagram yang ditandai dengan warna merah atau multi-active, emosional, suka berbicara dan impulsif sedangkan pada diagram dengan warna kuning atau reactive berada pada kecenderungan sopan, ramah, suka menolong, mudah berkompromi dan pendengar yang baik.

Sedangkan India berada di tengah-tengah

multiactive dan reactive.

(22)

Dalam era modern, Ada beberapa jenis komunikasi yang menjadi bagian dari komunikasi lintas budaya (Purwasito, 2003:122):

Komunikasi internasional (International Communications), yaitu proses komunikasi antara bangsa dan negara. Komunikasi ini tercermin dalam diplomasi dan propaganda, dan seringkali berhubungan dengan situasi intercultural (antarbudaya) dan interracial (antarras). Komunikasi internasional lebih menekankan kepada kebijakan dan kepentingan suatu negara dengan negara lain yang terkait dengan masalah ekonomi, politik, pertahanan, dan lain-lain. Menurut Maletzke, komunikasi antarbudaya lebih banyak menyoroti realitas sosiologis dan antropologis, sementara komunikasi antarbangsa lebih banyak mengkaji realitas politik.

Namun demikian, komunikasi internasional (antarbangsa) pun masih merupakan bagian dari komunikasi antarbudaya.

(23)

Komunikasi antarras (interracial communication), yaitu suatu komunikasi yang terjadi apabila sumber dan komunkan berbeda ras. Ciri penting dari komunikasi antarras ini adalah peserta komunikasi berbeda ras. Ras adalah sekelompok orang yang ditandai dengan ciri-ciri biologis yang sama.

Secara implisit komunikasi antarras ini termasuk ke

dalam komunikasi antarbudaya. Hambatan utama

dalam komunikasi antar-ras ini adalah sikap curiga

kepada ras lain. Misalnya orang Jepang

berkomunikasi dengan orang Amerika.

(24)

Komunikasi antaretnis (interethnic communication), yaitu berkaitan dengan keadaan sumber komunikannya, sama ras/suku bangsa tetapi berbeda asal etnis dan latar belakangnya. Kelompok etnik adalah kelompok orang yang ditandai dengan bahasa dan asal-usul yang sama. Oleh karena itu komunikasi antaretnik merupakan komunikasi antarbudaya.

Misalnya, komunikasi antara orang-orang Kanada Inggris dengan Kanada Prancis. Mereka samasama warga negara Kanada, sama rasnya tetapi mempunyai latar belakang, perspektif, pandangan hidup, cita-cita, dan bahasa yang berbeda.

(25)

Kemampuan antarbudaya untuk memahami kebudayaan lain, dengan beberapa hal (Liliweri, 2013: 246-249):

Menghargai martabat orang lain. Apabila suatu saat

anda menemukan diri anda tidak cocok dengan nilai

budaya orang lain, maka anda harus mengahargai

perbedaan tersebut. Berikanlah penghargaan dan

perhatian kepada orang lain sesuai dengan situasi

kebudayaan mereka. Usahakan untuk lebih

memahami daripada mengkritik. Cobalah untuk

menikmati dan merasakan orang lain sesuai dengan

kebudayaan mereka.

(26)

Jika anda dikritik oleh orang lain, hendaknya anda tidak tersinggung. Kalau kita mempelajari kebudayaan yang tidak kita kenal, maka biasanya kita akan dikritik oleh para anggota budaya itu. Oleh karena itu sebaiknya anda tidak tersinggung karena ritik merupakan pengetahuan tambahan agar kita bisa mawas diri dan memperbaiki hubungan dengan mereka

Dalam komunikasi antarbudaya, sebaiknya kita tidak perlu jatuh hati kepada siapapun atau di mana saja.

Kita tahu bahwa setiap orang berbeda dari suatu

tempat ke tempat yang lainnya. Kalau anda tahu orang

lain tidak suka kepada anda, maka seharusnya anda

tetap menjalin komunikasi dengan mereka

(27)

Hati-hati membicarakan sesuatu hal yang sensitif, misalnya masalah keuangan, kekayaan, material dan lainlain. Apabila anda berteman dengan orang dari budaya lain maka pelajari persepsi kebudayaan tersebut tentang uang, kekayaan, material dan lain-lainya itu.

Bekerja sesuai dengan kemampuan anda. Banyak penbelitian menunjukkan bahwa apabila seseorang bekerja sesuai dengan kemampuan dan profesinya atau keahliannya, maka orang tersebut tidak akan menemui masalah karena dia bekerja dengan profesional dalam kebudayaan baru yang berbeda sekalipun.

(28)

Bekerja dengan inisiatif. Anda hendaknya memiliki inisiatif dalam berkomunikasi antarbudaya, akrablah dan berani menanggung resiko sosial.

Jadikan diri anda sebagai seorang pengamat

yang baik. Ketika berhadapan dengan

kebudayaan teretentu diharapkan anda dapat

memperhatikan atau mendengarkan dengan

baik, mengamati, dan mencatat hal-hal yang

anda anggap penting dalam buku harian anda.

(29)

Berani menanggung resiko tertentu terhadap

privacy. Seringkali dalam suatu kelompok karena

anggotanya kurang memahami perbedaan

kebudayaan maka sangat mungkin terjadi

kesalahpahaman yang membuat salah satu

anggota tersinggung, apalagi kalau privasi kita

yang merasa terganggu. Anda bisa segera

melupakan hal itu dengan berfikir bahwa mereka

memang berasal dari kebudayaan lain yang kurang

mengetahui bahwa hal tersebut dapat

menimbulkan provokasi.

(30)

Jangan menganjurkan atau berbicara persoalan politik dengan sesorang yang memiliki kebudayaan lain. Hal ini perlu ditandaskan karena tema tersebut mungkin merupakan bagian dari norma suatu kehidupan sistem budaya yang tidak patut dibicarakan disembarang waktu dan tempat.

Akuilah peran wanita dalam kebudayaan orang lain.

Perlu diketahui bahwa setiap bangsa-bangsa yang berbeda memiliki penghormatan terhadap wanita.

Apabila anda berkomunikasi antarbudaya maka anda

ambil jalan tengah yaitu anda menghormati semua orang

yang anda jumpai dalam suatu pertemuan

(31)

Hormatilah tradisi orang lain. Karena bagi orang lain menganggap tradisi mereka masing-masing adalah merupakan tradisi yang sakral dan suci.

Perlu diketahui bahwa ada pula kebudayaan yang tidak mewariskan kepada para anggotanya tentang cara-cara menangani semua keputusan dengan efesien. Di sini terlihat bahwa setiap kebudayaan mempunyai standar tertentu terhadap efesiensi.

Belajarlah untuk memberikan diri anda dan menerima

orang lain apa adanya dan bukan sebagaimana yang

anda kehendaki (tidak harus sesuai dengan kehendak

anda).

(32)

MAULIATE GODANG

SEKIAN

Referensi

Dokumen terkait

Penulisan skripsi yang berjudul “Komunikasi Lintas Budaya dalam Program Televisi” ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ilmu

Komunikasi lintas budaya dalam perspektif budaya populer seperti K-pop ini lebih cendrung memiliki nilai negatif, sehingga komunikasi ini berefek pada pola hidup

Komunikasi Bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang di gunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun non verbal dengan memperhatikan faktor-faktor budaya suatu

Dalam buku Komunikasi Bisnis(2003), Djoko Purwanto mengungkapkan bahwa komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi

Ada asumsi yang menyatakan mempelajari Komunikasi Antar Budaya sama halnya dengan Komunikasi Lintas Budaya, dalam hal ini KLB dan KAB berbeda nyata namun dalam teori

Karena beda negara pasti beda kebudayaan Komunikasi antar pribadi yg dilakukan oleh pribadipribadi dalam suku bangsa yang sama 2 Menekankan perbandingan kebudayaan Menekankan