• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PELAKSANAAN KONSTRUKSI Kompone Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN PELAKSANAAN KONSTRUKSI Kompone Indonesia"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

KOMPONEN ARSITEKTUR DAN METODA PELAKSANAAN

PEKERJAAN ARSITEKTUR PROYEK PARAHYANGAN

RESIDENCE CIUMBULEUIT APARTEMENT

Untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Metoda Pelaksanaan Konstruksi pada

semester VI Tahun ajaran 2016/2017

Oleh :

Deasy Monica Parhastuti 131111003

Hilwatunisa Yusliawati 131111010

M. Ginanjar 131111011

Nandi Rustandi 131111017

Taufan Hidayat 131111027

Yedie Chahyadie 131111031

KELAS KG-3A

PROGRAM STUDI TEKNIK KONSTRUKSI GEDUNG

JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

(2)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... i

KATA PENGANTAR

Puji syukur khadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat kepada kita

sekalian, khususnya kepada Penulis, sehingga laporan mata kuliah MPK dengan

judul ”Komponen Arsitektur dan Metoda Pelaksanaan Pekerjaan Arsitektur Proyek Parahyangan Residence Ciumbuleuit Apartement” dapat terselesaikan dengan baik. Didalam penyelesaiannya penulis banyak sekali dibantu oleh beberapa pihak,

oleh karenanya pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Orang tua dari penulis yang selalu ikhlas dan penuh dengan kesabaran

membesarkan dan mendidik penulis selama ini

2. Bapak Hilman Iskandar, sebagai dosen pengajar mata kuliah MPK

3. Seluruh dosen dan staff jurusan Teknik Sipil

4. Teman-teman kelas KG-3A

Penulis yakin masih banyak kesalahan dan kekurangan yang terdapat pada

laporan ini, baik dari segi penulisan maupun penyajiannya. Oleh karena itu, saran

dan kritik yang sifatnya membangun sangatlah penulis harapkan. Sehingga kesalahan

dan kekurangan tersebut dapat diperbaiki pada penyusunan berikutnya.

Akhirnya penulis berharap, semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak

khususnya penulis.

Bandung, 24 Mei 2016

(3)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

1.4 Sumber Pengumpulan Data ... 2

1.5 Sistematika Penulisan ... 2

BAB II. KOMPONEN ARSITEKTUR ... 3

2.1 Komponen Arsitektur ... 3

2.2 Komponen Arsitektur di Lapangan ... 13

2.3 Denah dan Potongan Ruang Studio ... 16

BAB III. BROSUR KOMPONEN ARISTEKTUR ... 19

(4)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

BAB IV. METODA PELAKSANAAN ... 33

4.1 Dinding 4.1.1 Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan ... 33

4.1.2 Pekerjaan Pemasangan Dinding Precast ... 36

4.1.3 Pekerjaan Acian ... 39

4.1.4 Pekerjaan Dinding Keramik ... 40

4.1.5 Pekerjaan Cat Dinding ... 40

4.2 Lantai 4.2.1 Pekerjaan Pemasangan Keramik Lantai ... 45

4.3 Plafond 4.3.1 Pekerjan Plafond Gypsum ... 49

4.4 Pintu dan Jendela 4.4.1 Pekerjaan Pemasangan Jendela Kaca Rangka Almunium ... 53

4.4.2 Pekerjaan Pemasangan Pintu PVC ... 56

4.4.3 Pekerjaan Doorglass Rangka Almunium ... 58

4.4.4 Pekerjaan Kusen Kayu ... 60

4.5 Skirting 4.5.1 Pekerjaan Skirting Kayu ... 62

4.5.2 Pekerjaan Pemasangan Skirting Keramik ... 65

4.6 Saniter 4.6.1 Pekerjaan Pemasangan Closet ... 67

4.6.2 Pekerjaan Pemasangan Floor Drain ... 69

4.6.3 Pekerjaan Pemasangan Kitchen Sink ... 70

(5)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... iv

4.6.5 Pekerjaan Pemasangan Shower ... 74

4.6.6 Pekerjaan Pemasangan Washtafel ... 75

4.7 Lainnya 4.7.1 Pekerjaan Pembuatan Meja Gantung ... 75

4.7.2 Pekerjaan Railing Pada Balkon ... 76

BAB V. PENUTUP ... 78

5.1 Kesimpulan ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... vii

(6)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... v

DAFTAR ISTILAH

A

Acian

: Acian adalah campuran antara semen PC dengan air saja

B

Balkon

:

Balkon adalah bagian depan dari sebuah hunian, tempat ini merupakan sudut pandang yang favorit dari sebuah rumah. Karena pertama kali orang melihat rumah pasti bagian yang akan menjadi perhatian adalah balkon ini.

C

Closet

:

Toilet, Kakus, Kloset atau WC (bahasa Inggris: water closet) adalah perlengkapan rumah yang kegunaan

utamanya sebagai tempat pembuangan kotoran , yaitu air seni dan feses.

D

Dinding precast

: Dinding beton pra - cetak yang di buat di lokasi

/workshop dengan ukuran yang sudah ditentukan atau disesuaikan dengan lokasi kerja sehingga bisa

menghemat biaya dan efisien waktu.

Doorglass

: Pintu yang terbuat dari kaca

F

Faucet

: Kran dalam kamar mandi

(7)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... vi

Floor drain

:

Floor Drain adalah saringan pada tempat

masuknya air bekas di kamar mandi / toilet ke

dalam pipa saluran pembuangan. Umumnya floor

drain terbuat dari bahan stainless steel tetapi ada

juga yang terbuat dari bahan cast iron / besi cor

dan bahan plastik / PVC.

K

Kitchen sink

: Tempat mencuci yang terdapat di dapur

P

Pantry

: Dapur bersih

Plafond

:

Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-langit bangunan.

Pada dasarnya plafon dibuat dengan maksud

untuk mencegah cuaca panas atau dingin agar

tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah

melewati atap.

R

Railing

: Railing adalah konstruksi besi yang dipadu

menjadi suatu pegangan sekaligus pagar lantai

bahkan hiasan pada dekorasi rumah bertingkat,

sedung, dan sebagainya.

S

(8)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Arsitektur merupakan ilmu dan seni perencanaan dan perancangan

seperti bangunan, interior, parabot dan produk. Dewasa ini, Arsitektur

merupakan salah satu bidang yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan

manusia.

Ada banyak manfaat yang didapat dari pengaplikasian arsitektur seperti

kenyamanan ruang, kenyamanan akustik, ekonomis, nilai budaya, ekslusif dsb.

Dari manfaat tersebut, penulis tertarik untuk mempelajari lebih dalam

tentang hal yang berkaitan dengan arsitektur, seperti komponen, brosur-brosur

yang digunakan dan metoda pekerjaan pelaksanaan arsitektur. Selain itu,

pembahasan arsitektur ini terdapat dalam mata kuliah Metoda Pelaksanaan

Konstruksi di semester VI.

Dengan adanya mata kuliah Metoda Pelaksanaan Konstruks ini, penulis

dapat mengetahui dan memahami tentang komponen, brosur-brosur yang

digunakan dan metoda pekerjaan pelaksanaan arsitektur untuk dijadikan bekal

di masa yang akan datang.

1.2 Tujuan

Tujuan dari laporan ini yaitu:

1. Mahasiswa dapat memahami pengertian dari arsitektur,

2. Mahasiswa dapat memahami dan memetakkan komponen arsitektur,

3. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami spesifikasi pada komponen

arsitektur,

4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami metoda pelaksanaan

(9)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 2 1.3 Ruang Lingkup

Pada proyek Parahyangan Residence Ciumbeleuit Apartement

dibangun 2 Tower dengan 27 lantai dan ruang lingkup pengamatan kami batasi

pada salah satu kamar dengan tipe Studio. Ruang lingkup pengamatan kami

batasi antara lain komponen arsitektur, spesifikasi komponen arsitektur dan

metoda pelaksanaan arsitektur.

1.4 Sumber Pengumpulan Data

Sumber pengumpulan data diambil dari dokumen, hasil diskusi dengan

pembimbing lapangan, literatur dan Internet.

1.5 Sistematika Penulisan

Laporan ini disajikan kedalam empat bab, yaitu:

1. BAB I yaitu Pendahuluan yang meliputi Latar Belakang, Tujuan, Ruang

Lingkup, Sumber Pengumpulan Data dan Sistematika Penulisan,

2. BAB II yaitu Komponen Arsitektur

3. BAB III yaitu Brosur Komponen Arsitektur yang meliputi Fitting, Pintu

dan Jendela, Plafond, Saniter dan Railing ,

4. BAB IV yaitu Metoda Pelaksanaan Pekerjaan Arsitektur,

(10)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Living Room WC/ Kamar Mandi Pantry Balkon

Lantai

Lantai

Jenis Homogenous tile Lokal Keramik Homogenous tile Lokal Keramik

Ukuran 400x400 mm 200x200 mm (Rustic) 400x400 mm 200x200 mm (Rustic)

(11)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 4

Finishing - - - Di cat

Merk - - -

Roman/

Mulia/

KIA/

Setara

Ukuran - - - 10 cm

Dinding Skriting

Jenis Kayu Kamper - Kayu Kamper Keramik

Finishing Cat duco - Cat duco Di cat

Merk - - -

Roman/

Mulia/

KIA/

(12)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Finishing di cat Acryliyc

Emultion Paint -

di cat Acryliyc

Emultion Paint Cat Exterior

Ukuran - 200x250 mm Setinggi

ceiling

10 cm

(13)
(14)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 7

Setara

Plafond

Gypsum

Jenis Plafond gypsum Plafond gypsum Plafond gypsum Plafond gypsum

Ukuran 9 mm 9 mm 9 mm 9 mm

Jenis Rangka metal furing Rangka metal furing Rangka metal furing Rangka metal furing

Finishing AEP AEP AEP AEP

Lis Shadow Line Shadow Line Shadow Line Shadow Line

(15)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Jenis Daun pintu solid

engineering Pintu PVC - Door Glass

Ukuran 10x50 mm (2 sisi) Lebar 70 cm - tebal kaca 6 mm

Finishing finishing duco - - finishing anodized

(16)
(17)
(18)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Fitting Jenis Fitting Fitting Fitting Lampu dinding

(19)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 12

Post

Jenis - - - Steel hollow

(20)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 13 2.2 Komponen Arsitektur di Studio

No Nama Komponen

Arsitektur Gambar

1 Sink dan Faucet

2 Door handle dan kunci

pintu utama

(21)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 14

4 Plafond

6 Faucet dan washtafel

(22)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 15

8 shower

(23)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 16 2.3 Denah dan Potongan ruang Studio

(24)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

(25)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 18

(26)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 19

BAB III

BROSUR KOMPONEN ARSITEKTUR

3.1Fitting

3.1.1 Pantry, Living Room dan WC

No Nama Brosur

1

Lampu

Merk

(27)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 20 3.1.2 Balkon

No Nama Brosur

1 Lampu Merk

(28)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 21 3.2 Pintu dan Jendela

3.2.1 Ruang Tamu

No Nama Brosur

1 Door

Vieweer

(29)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 22

3 Door Stopper

(30)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 23

5 Daun Pintu

3.2.2 WC

No Nama Brosur

1 Pintu Merk

(31)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 24 3.2.3 Balkon

No Nama Brosur

1 Kusen Pintu

Almunium

2

Kusen

Jendela

(32)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 25

3 Handle Pintu

Merk KEND

(33)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 26 3.3 Plafond

No Nama Brosur

1

Casting

Plaster

Merk

Elephant

2 Plafond Merk

(34)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 27

3 Cat Plafond

Merk Catylac

3.4 Saniter

3.4.1 WC

No Nama Brosur

1 Closet Merk

(35)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 28

2 Shower Merk

(36)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 29

3 Floor Drain

Merk TOTO

4 Wastafel

(37)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 30 3.4.2 Pantry

No Nama Brosur

1 Kran Merk

Wasser

2 Sink Merk

(38)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 31 3.4.3 Balkon

No Nama Brosur

1

Pipa

Merk CJS

TUBE

2

Floor Drain

Merk KMB

Steel

(39)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 32 3.5 Railing

No Nama Brosur

(40)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 33

BAB IV

METODA PELAKSANAAN PEKERJAAN ARISTEKTUR

4.1 Dinding

4.1.1 Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan

 Alat

3. Material untuk pengisi joint antar bata ringan dan acian

 Langkah Kerja

1. Siapkan gambar shopdrawing yang telah di approved untuk

digunakan sebagai acuan.

2. Cek/sortir bata ringan agar didapat ukuran yang sama sehingga

bilamana dipasang akan mendapatkan permukaan yang rata.

3. Siapkan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasang bata

ringan

4. Pasanglah petunjuk/alat bantu yang cukup untuk kerataan

(41)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 34 5. Pasang profil dengan memakai hollow besi

6. Pasang starterbar lantai atas dan bawah sesuai approval, termasuk

pasang besi kolom praktis sesuai approval.

7. Besihkan area kerja dari kotoran-kotoran yang ada.

8. Bersihkan bata ringan dari kotoran dan debu sebelum dipasang

agar perekat dapat bekerja dengan baik.

9. Siapkan campuran adukan tinbed/perekat bata ringan dan

masukkan kedalam bak adukan/ember.

10. Aduk campuran adukan hingga rata dan homogeny dengan

(42)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 35 11. Bila permukaan lantai yang akan dipasang bata ringan tidak ada,

maka dipakai adukan mortar terlebih dahulu pada bagian paling

besar agar didapatkan permukaan yang rata (leveling).

12. Lakukan pemasangan bata ringan secara manual sebagaimana

umumnya denga tebal spesi yang dianjurkan ±3mm dengan

roskam gerigi.

13. Pemasangan starterbar pada kolom praktis disesuaikan dengan

sfesifikasi yang telah disetujui.

14. Buatlah campuran beton 1pcs : 2ps : 3sp :1 lt dengan molen untuk

kolom praktis.

15. Pengecoran kolom praktis dilakukan pada tiap pasangan bata

(43)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 36 16. Setelah pekerjaan pasangan bata ringan selesai dan dipastiakn

telah mongering kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan

plesteran /acian.

4.1.2 Pekerjaan Pemasangan Dinding Precast

 Langkah Kerja

1. Sebelum precast panel dinaikan dengan menggunakan towercrane

ke lokasi pemasangan, alat bantu seperti chain block, adjustable

(44)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 37 2. Tekel digantung dengan menggunakan chain block dan dikaitkan

pada lift hook yang tertanam pada struktur.

3. Setelah semua peralatan dipersiapkan, dilakukan pemasangan

embedded untuk sambungan precast panel dengan lantai di lokasi

pemasangan.

4. Precast panel dinaikan dengan menggunakan towercrane.

5. Setelah sampai pada lokasi yang dimaksud, precast panel

(45)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 38 6. Precast panel kemudian disetel/disetting dengan menggunakan

tekel dan adjustable. Setelah didapat settingan precast panel yang

tepat, dipasang dynabolt pada embedded dengan cara pengelasan.

7. Apabila pengelasan telah selesai, maka dilakukan pengecekan

kembali apakah posisi panel precast tidak berubah setelah dilas

pada joint-jointconection.

8. Setelah semua pekerjaan selesai, tekel yang digunakan untuk

menggantung precast panel dilepas dan dipindahkan ke lokasi

(46)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

1. Syarat sebelum finshing acian adalah pekerjaan plesteran harus

memenuhi standar terlebih dahulu.

2. Basahi plesteran yang sudah kering menggunakan air sampai

benar-benar jenuh. Maksud dari pembasahan ini adalah agar

plesteran yang kering tidak menyerap banyak air pada saat acian

basah ditempel. Apabila plesteran menyerap air yang berlebih

maka acian menjadi tidak menempel sempurna yang akan

menyebabkan retak-retak.

3. Buat adukan menggunakan semen mortar dengan perbandingan

sesuai dengan merk semennya.

4. Tempelkan adukan basah ke dinding, kemudian ratakan dengan

jidar agar permukaan lebih rata.

5. Gosok dan ratakan sampai permukaan benar-benar rata.

6. Setelah kering bisa dicek dengan menggunakan jidar apakah

hasilnya sdah rata. Pengecekan bisa dilakukan menggunakan

sinar. Karena permukaan yang bergelombang akan kelihatan

(47)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 40 4.1.4 Pekerjaan Dinding Keramik

 Langkah Kerja

1. Sortir bahan Keramik / HT : Dimensi (2 sisi – panjang & lebar), Cacat / tidak danKeseragaman warna

2. Rendam Keramik / HT yang akan dipasang ke dalam bak air selama 1 jam

3. Keramik / HT dianginkan setelah proses perendaman

4. Basahi pasangan dinding yang akan dipasang Keramik / HT

5. Pasang benang / senar untuk kepalaan dan benang periodik baik kekencangan /elevasi

6. Pasang perekat (acian/air +semen) pada permukaan dinding 7. Beri acian pada seluruh permukaan sisi belakang Keramik / HT

8. Tempelkan Keramik / HT pada posisinya

9. Atur jarak nad dengan lebar sesuai gambar kerja, supaya ukuran nad bisa seragam dan rapi diharuskan menggunakan plastic cross

sebagai pengatur jarak nad (tanda “+”)

10. Cek kerataan pasangan Keramik / HT dengan waterpass

11. Bersihkan permukaan Keramik / HT yang telah terpasang dengan kain basah

12. Lakukan pengecoran nad dengan material grouting nad dengan alat Cape dan setelah mengering bersihkan sekitar pasangan Keramik / HT tersebut.

13. Hasil akhirnya perempatan Keramik /

(48)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 41

2. Plamur

 Langkah kerja

1. Lakukan pembersiahan pada dinding yang akan dilakukan

pengecatan menggunakan lap/ spons. Agar dinsding terhindar dari

debu dan kotoran sehingga hasil pengecatan akan maksimal.

2. Tutup bagian lain yang tidak di cat menggunakan lakban dan alas

(49)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 42 3. Lapisi cat dasar, lalu biarkan mengering

4. Tutup bagian yang berlubang menggunakan plamur.

(50)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 43 6. Siapkan cat yang akan diunakan. Larutkan dengan cairan pelarut

hingga komposisinya pas. Aduk rata hingga siap digunakan, dan

(51)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 44

7. Cat bagian sudut dinding menggunakan kuas. Dan untuk bagian

tengah gunakan roll yang di gunakan secara zig zag.

(52)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 45 4.2 Lantai

4.2.2 Pekerjaan Pemasangan Keramik Lantai

 Alat

1. Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan.

2. Pahami gambar kerja, pola pemasangan, dan lain-lain.

3. Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman

ukuran/dimensi, presisi dan warna

4. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air(ember)

selama 1 jam.

5. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat

(53)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 46 6. Tentukan garis dasar pasangan serta piel dari lantai. Penentuan

piel ini untuk seluruh kesatuan.

7. Pasang benang arah horizontal dan vertical pada lantai sesuai

elevasi pada shopdrawing. Kedudukan benang datar dan

kedudukan nad lantai harus disesuaikan dengan yang ada pada

dinding.

8. Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan sepanjang garis

(54)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 47 9. Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan keramik

dengan waterpass.

10. Isi bagian atau daerah Permukaan lantai yang lainnya dengan

adukan/spesi.

11. Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai dengan posisinya

sampai selesai.

12. Jika keramik sudah terpasang semua. Ketuk permukaan

keramik dengan palu karet untuk mendatarkan/meratakan

permukaan keramik supaya tidak rusak/cacat.

13. Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.

14. Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah terpasang

dengan kain/lap basah sampai bersih.

15. Untuk menghindari naiknya lantai(menggelembungnya lantai)

(55)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 48 16. Kemudian siapkan isian/bahan cor nad pada bak air(ember)

dan aduklah hingga rata.

17. Setelah adukan rata, isi sela-sela dengan bahan corn ad dengan

menggunakan sendok spesi (sekop). Pengisi nad dilakukan

apabila kedudukan keramik telah kuat atau spesi telah kering.

18. Kemudian rapihkan nad tersebut dengan cape.

(56)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 49 20. Setelah kering bersihkan permukaan pasangan keramik yang

sudah dipasang nad dari sisa-sisa bahan cor nad dengan

menggunakan kain/lap basah sampei bersih.

4.3 Plafond

3. Rod/penggantung rangka plafond (Hanger, Clip adjuster)

4. Steel hollow

5. Wall engle profil L

(57)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 50 7. Top cross rail/rangka utama

8. Furing chanel/rangka pembagi

9. Locking clip

10.Skrup ceiling

11.Paper tape

12.Compound

13.Cat

14.Plamur

 Langkah Kerja

1. Tentukan/ Marking elevasi plafond dan buat garis sipatan pada

dinding & as sumbu ruangan serta titik- titik paku kait pada

langit – langit dengan jarak sesuai shop drawing.

2. Pasang paku kait tembakan paku paku kait pada marking titik

titik yang telah ada.

3. Pasang penggantung rangka plafond (rod) yang terdiri dari

(58)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 51 4. Pasang rangka tepi (steel hollow) dan wall angle profil L atau

moulding profil W sebagai list tepi tepat pada sipatan marking

elevasi plafond.

5. Tentukan jarak penempatan kait penggantung.

6. Pasang tarikan benang sebagai pedoman penentu kelurusan dan

ketinggian rangka plafond.

7. Pasang rangka utama/ top cross rail dengan jarak 1200 mm.

8. Pasang rangka pembagi/ furring chanel dengan jarak 600 mm

menggunakan locking clip

9. Cek elevasi dan jarak rangka plafond

10.Cek sparing, ducting, dan perlengkapan mekanikal elektrikal

(59)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 52 11.Pasang dan kencangkan clip rod.

12.Pasang panel gypsum pada rangka dengan sekrup ceiling

menggunakan screw driver dengan jarak 60 cm dan setiap

sambungan harus tepat pada rangka.

13.Cek kerapihan dan kerataan bidang plafond dengan

menggunakan waterpass.

14.Perataan sambungan plafond dengan menggunakan ceiling net

lakban,

15.Kemudian ditutup dengan paper tape dan compound ceiling

Setelah itu di amplas

16.Finishing permukaan plafond tersebut dengan cat:

17.Ratakan permukaan plafond gypsum menggunakan plamur

sampai terlihat rata dan lurus.

18.Haluskan dengan amplas sampai rata dan benar- benar halus

19.Cat seluruh permukaan plafond secara merata dengan kuas untuk

bagian tepi dan sudut, serta rol cat untuk bidang luas. Setelah

(60)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 53 20.Untuk metode pelaksanaan compund, pertama-tama adalah

lakukan pelapisan pada pertemuan bidang panel dengan

compound.

21.Lanjutkan dengan penempelan paper tape pada lapisan

compound.

22.Lapiskan kembali compound menimpa paper tape.

23.Tunggu sampai kering.

24.Kemudian haluskan permukaan dengan hand sander dan grit

paper 150/120.

4.4 Pintu dan Jendela

4.4.1 Pekerjaan Pemasangan Jendela Kaca Rangka Almunium

 Alat

2. Daun jendela (setelah dipasang kaca)

3. Fischer

4. Skrup

5. Mortar/semen/sealant

6. Vaseline/isolasi kertas/plastic

 Langkah Kerja

1. Pasang kusen jendela alumunium pada lokasi yang ditentukan

(sesuai type yang ada), sesuaikan lubang kusen dengan ukuran

(61)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 54 2. Masukan kusen yang siap dipasang ke lubang tembok dengan

bantuan baji karet/kayu.

3. Atur kedudukan kusen dengan baji karet/kayu.

4. Stel kelurusan/kedudukan kusen terhadap tembok/dinding.

5. Lubangi tembok/dinding melalui lubang kusen dengan bor,

(62)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 55 6. Masukkan fischer ke dalam lubang bor.

7. Fischer dikencangkan dengan obeng.

(63)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 56 9. Aksesorisstel perlengkapan serta (roda/rel,engsel, kunci dll)

10.Finish tembok/dinding dengan mortar/semen/sealant (pengisian

pada celah antara kusen dengan tembok/dinding).

11.Untuk menghindari cacat pada profil-profil alumunium yang

telah terpasang, maka beri pelindung: sejenis Vaseline/isolasi

kertas/plastil pada tempat yang rawan goresan.

4.4.2 Pekerjaan Pemasangan Pintu PVC

 Langkah Kerja

1. Pekerjaan dapat dimulai ketika sponing keramik selesai dan

setelah daun pintu PVC tersedia, selanjutnya kita dapat

memasang pintu PVC kamar mandi

2. Cek dahulu apakah ukuran daun peintu PVC tersebut telah sesuai

ukurangnnya dengan keadaan sponning pintu keramik yang ada,

dengan cara meletakan daun pintu pada posisi yang akan

(64)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 57 memiliki space/ jarak yang cukup dengan sponning di

keramiknya. Jarak/ space ini sebaiknya pas (tidak terlalu besar

dan tidak terlalu kecil), agar daun pintu nantinya akan mudah

dibuka dan ditutup

3. Kalu space/ jaraknya terlalu sempit atau rapat dengan sponning

keramik (daun pintu PVC kebesaran), sebaiknya daun pintu

PVC tersebut kita peraiki dengan cara memperkecil ukurannya.

Untuk melakukan ini, kita butuh gergaji, cutter, dan lem PVC.

Setelah ukurannya menjadi pas, baru kita dapat melakukan

proses pemasangan.

4. Setelah ukuran daun pintu PVC pas/ ideal, kita dapat melakukan

proses pemasangan daun pintu

5. PVC dengan menggunakan engsel yang telah tersedia (catatan:

engsel daun pintu PVC biasanya cukup 2 buah saja untuk 1 daun

pintu).

6. Untuk pekerjaan pemasangan daun pintu PVC adalah pertama

yaitu Pasang kedua engsel pada daun pintu terlebih dahulu (ini

dapat dilakukan di tempat bebas).

7. Daun pintu PVC yang telah terpasang engsel 2 buah tadi

diletakan pada posisi sponning pintu keramik kamar mandi, di

pas kan keempar sisi nya. Lalu kita tandai posisi engsel di

sponning keramik tersebut, berikut dengan posisi lubang sekrup

(65)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 58

4.4.3 Pekerjaan Doorglass Rangka Almunium

(66)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 59 Fabrikasi

1. Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila ada perbaikan.

2. Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan

sekrup galvanis.

3. Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.

4. Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.

5. Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi

dan kesikuan kusen alumunium dengan alat bantu

waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.

6. Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium

dengan dinding di isi silicone sealant.

7. Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.

(67)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 60 Proteksi

1. Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak aluminium tersebut.

4.4.4.Pekerjaan Kusen Kayu

 Langkah Kerja

1. Pemasangan kusen terdiri dari dua macam, yaitu kusen pintu

dan kusen jendela. Secara teknis masing-masing memiliki cara

yang sama. Namun menurut saya hanya dari segi waktu

pemasangan saja yang berbeda.

2. Jika proses membuat rumah dimulai dari nol (membuat baru),

maka kusen pintu ditegakkan setelah pengecoran sloof pondasi

selesai dan telah kering, sehingga daya tekan beban kusen tidak

(68)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 61 3. Bowplank yang ada di sekeliling pondasi tidak dibongkar

terlebih dahulu, karena titik tengah pondasi dijadikan sebagai

pedoman pemasangan kusen dan dinding.

4. Pasang papan lurus sebagai profil dengan posisi tegak lurus,

menggunakan lot pada setiap titik yang akan dipasang dinding

dan kusen. Garis benang sebagai patokan sisi paling pinggir

kusen.

5. Siapkan dulu kaki kusen dengan cara memasang papan kecil

selebar kusen pada bagian bawah kusen. Jika kusen memiliki

tinggi 200 cm, sedangkan daun pintu tingginya 210 cm, maka

tinggi kaki harus 216 cm, ukuran 6 cm digunakan sebagai spasi

atau ruangan untuk memasang keramik.

6. Pasang angkur pada bagian bawah kusen, kanan dan kiri. Juga

pasang angkur (berupa paku 3 inchi) pada kedua sisi kusen yang

bersinggungan dengan batu bata. Pasang beberapa saja misalnya

4 paku di sisi kanan dan 4 paku di sisi kiri.

7. Cek kedua sudut kusen menggunakan penggaris siku, jika

sudutnya 90°, maka kondisi kusen adalah baik, jika tidak 90°

maka perbaiki dahulu sampai kedua sudut kusen 90°.

8. Tegakkan pada setiap lokasi yang akan dipasang kusen,

biasanya ruang tamu, kamar, dapur, dan ruangan belakang.

Posisikan sisi luar kusen dengan benang. Pasang lot untuk

mengecek kusen agar tegak lurus. Lakukan pengecekan ini pada

kedua kaki kusen.

9. Sebagai penyempurna, lakukan pengetesan menggunakan

selang kecil yang diisi air sebagai waterpas. Caranya, tarik

meteran ukur pada bagian atas kusen pada kedua sisi kaki kusen,

misalnya 1 meter, tandai dengan pensil. Jika posisi air yang ada

dalam selang sama tingginya dengan tanda garis pensil, maka

(69)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 62 10. Agar tidak bergerak, kedua sisi kusen harus disekur

menggunakan reng atau papan.

11. Lakukan langkah-langkah di atas pada kusen yang lain.

4.5 Skirting

4.5.3 Pekerjaan Skirting Kayu

 Alat

1. Gergaji

2. Palu

3. Rollmeter

4. Amplas

 Bahan

1. Kayu skirting

2. Paku

 Langkah kerja

1. Lakukan pengukuran terhadap panjang dinding yang akan diberikan skirting.

(70)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 63 3. Potong kayu sekirting sesuai dengan ukuran- ukuran yang

diperlukan.

4. Bersihkan area tembok yang akan dipasang skirting

(71)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 64 6. Pastikan posisi skirting pas pada tembok, dan tegak lurus dengan

lantai

7. Jika posisinya dirasa sudah pas, lalu paku skirting pada tembok

(72)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 65 9. Setelah semua skirting sudah terpasang rapi, gunakan amplas

untuk memperhalus/ merapihkan bagian yang kurang rapi. 10.Setelah itu dilakukan finishing sesuai dengan yang dikehendaki.

4.5.4 Pekerjaan Pemasangan Skirting Keramik

 Alat

(73)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 66 2. Pahami gambar kerja, pola pemasangan, dan lain-lain.

3. Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman:

Ukuran/dimensi/Presisi/ Warna

4. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air(ember)

selama 1 jam.

5. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat

dudukan/tatakan keramik, setelah proses perendaman

6. Lakukan pengukuran keramik yang akan dipakai sebagai acuan

pemasangan benang.

7. Pasang benang arah horizontal pada dinding sesuai elevasi pada

shopdrawing. Kedudukan benang datar dan kedudukan nad lantai

harus disesuaikan.

8. Isi bagian keramik dengan adukan/spesi.

9. Setelah itu pasang keramik sesuai dengan posisinya sampai

selesai.

10.Jika keramik sudah terpasang semua. Ketuk permukaan keramik

dengan palu karet untuk mendatarkan/meratakan permukaan

keramik supaya tidak rusak/cacat.

11.Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.

12.Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah terpasang

dengan kain/lap basah sampai bersih.

13.Kemudian siapkan isian/bahan cor nad pada bak air(ember) dan

aduklah hingga rata.

14.Setelah adukan rata, isi sela-sela dengan bahan cor nad dengan

menggunakan sendok spesi (sekop). Pengisi nad dilakukan

apabila kedudukan keramik telah kuat atau spesi telah kering.

15.Kemudian rapihkan nad tersebut dengan cape.

16.Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar-benar kering.

17.Setelah kering bersihkan permukaan pasangan keramik yang

sudah dipasang nad dari sisa-sisa bahan corn ad dengan

(74)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

4. Obeng plus dan obeng minus

5. Tang kakaktua

1. Buka cover toilet set dan baca petunjuknya, dengan begitu akan

diketahui jarak dari dinding belakang kloset ke bagian tengah

pipa.

2. Mempersiapkan lubang pembuangan dan pipa suplai air bersih

sebelum melakukan pemasangan kloset

3. Ukur lubang pengunci bowl, tandai jarak tersebut dengan

membagi dua titik tengan pipa. Kemudian masukkan dynabolt,

(75)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 68 4. Balik kloset dan pasang wax ring dengan cara menekannya pada

bagian sisi lubangnya dan pastikan lengket pada sisi lubang kloset.

5. Pasang stop kran, T, flexible hose dan jet shower yang berada pada

bagian belakang kloset. Gunakan kunci inggris untuk

mengencangkan drat-nya.

6. Jika kloset duduk menggunakan tempat duduk yang memiliki

bijet, maka T juga harus dipasang pada bagian belakang juga. Jika

kloset dipasang terlebih dahulu akan menyulitkan ketika

(76)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 69 7. Pasang kloset di atas lubang pipa yang telah dipasang dynabolt

pada kedua sisi kanan dan kiri. Masukkan lubang kaki kloset pas

pada dynabolt dan pasang ring dan mur. Kemudian kencangkan

dengan kunci 12.

8. Pasang alat-alat dalam tangki/tank trim dan memasangnya pada

kloset dengan memasang rubber tank terlebih dahulu sebagai

pencegah bocor dan dudukan tanki.

9. Sambungkan flexible hose pada T dan tank trim dan kencangkan

dengan memutar drat secukupnya.

10.Pengaturan ketinggian air dapat diatur sesuai selera.

11.Tahap berikutnya memasang tutup tangki dan tombol (push

buttom)

12.Kemudian memasang seat cover pada kloset.

13.Lakukan pengetesan jika kloset telah dipasang. Apakah terdapat

rembesan atau kebocoran pada tangki dan flexible hose.

4.6.2 Pekerjaan Pemasangan Floor Drain  Alat

1. Sendok spesi

2. Ember

3. Palu

(77)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

1. Buka sumbatan bagian atas saluran pembuangan.

2. Buat adukan semen-pasir secukupnya. Menggunakan sendok spesi,

tempelkan adukan ke seputar bibir lubang saluran pembuangan.

3. Ambil bagian mangkok floor drain dan masukkan bagian bawahnya ke lubang pembuangan. Tekan dan rekatkan ke adukan

semen.

4. Tutup bagian pinggir floor drain dengan adukan semen. Rapikan. Sewaktu semen setengah kering, taburkan semen kering ke

atasnya. Tunggu hingga semen betul-betul kering.

5. Terakhir, pasang bagian saringan

4.6.3 Pekerjaan Pemasangan Kitchen Sink

(78)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 71

 Langkah kerja

1. Letakakan kitchen sink pada lubang dudukan, kemudian

pastikan posisi kitchen sink sasuai dengan tempatnya. Jangan

sampai tinggi sebelah.

2. Setelah itu pada baian bawah, tutup semua celah yang ada di

sekeliling pantat kitchen sink. Lalu siapkan adukan semen pasir

secukupnya dengan perbandingan 1:1, jangan terlalu encer yang

penting dapat di tuang.

3. Isi semua celah di sekeliling bibir kitchen sink bagian

atas. Setelah semua lubang terisi bersihkan segera sisa semen

yang yang terdapat pada kitchen sink sekalian rapikan adukan

tersebut.

4. Diamkan selama lebih kurang satu hari.

5. Setelah adakan kering siapkan kunci pipa ( bila tidak ada dapat

menggunakan tang grip) dan material plumbing ( Kran leher

angsa, flexible hose ½ inchi, tabung strainer dan flexible untuk

pembuangan)

6. Pasanglah kran leher angsa terlebih dahulu pada kitchen sink.

Ikuti petunjuk cara pasang kran kitchen sink yang terdapat di

buku petunjuk. Setelah terpasang kini kita lanjut pada pasang

strainer ( saringan ) buang. ( beberapa type kitchen sink sudah

terpasang).

7. Lanjut pasang flexible hose pada kran kitchen sink dan

sambungkan pada instalasi pipa supply dengan menggunakan

combinations key 8”.

8. Beres. Kita lanjut pasang selang flexible buang. Yang ini cukup

di putar dengan tangan. Tetapi jangan lupa pasang karet seal nya

ya. Fungsi dari karet seal ini adalah untuk mencegah terjadinya

kebocoran.

(79)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 72 4.6.4 Pekerjaan Pemasangan Faucet

 Langkah Kerja

1 Siapkan satu set faucet yang akan dipasang.

2 Pasangkan faucet pada lubang yang sudah tersedia pada sink.

3 Kencangkan body faucet dengan kunci penahan pada bagian

(80)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 73

4 Pasang pemisah pada flexible

(81)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 74

4.6.5 Pekerjaan Pemasangan Shower

 Langkah Kerja

1. Siapkan kran khusus air panas dan kran lain untuk air dingin,

sehingga penggunaannya tetap terpisah. hal ini juga bermanfaat

jika salah satu kran rusak, kran yang lain masih tetap digunakan.

2. Pasang dua buah stop kran, untuk air panas harus gunakan yang

berbahan logam, sedangkan untuk air biasa dapat menggunakan

stop kran berbahan plastik.

3. Siapkan juga pipa fleksibel yang berukuran pendek sekitar 25

atau 30 cm.

Pipa besi T ukuran 12 inchi yang memiliki nipple pada ujungnya.

4. Seal tape dan kunci monyet atau kunci inggris dan kunci pas.

5. Sebelum melakukan pemasangan, matikan dulu sumber air dari

PAM atau daritedmond menggunakan stop kran.

6. Pada setiap ujung kran yang memiliki drat, pasang seal

tape terlebih dahulu dengan lapisan yang agak tebal.Pasang dua

buah stop kran (panas dan dingin) pada sock drat yang telah

disediakan di dinding kamar mandi.

7. Pasang pipa T logam tadi pada salah satu stop kran.

8. Sambungkan pipa fleksibel pada ujung kedua stop kran,putar

kencang nipple-nya menggunakan kunci inggris secara hati-hati

memutar searah jarum jam. Jangan sampai kendur agar air tidak

merembes.

9. Pasang selang shower beserta ujung showernya. Dan pasang

penggantung shower di dinding kamar mandi.

10. Shower siap digunakan dan Anda dapat menikmati air mandi

dengan air panas dan dingin sesuka Anda. Jangan lupa hidupkan

(82)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 75 4.6.6 Pekerjaan Pemasangan Washtafel

Langkah kerja

1. Periksa posisi air bersih dan pipa air bekas terhadap lantai.

2. Periksa posisi pipa air bersih dan pipa air bekas terhadap

washtafel sebelahnya (jika ada).

3. Pasang siku penyangga sesuai posisinya.

4. Pasang body washtafel.

5. Pasang gasket, stel pipa air bekas dan siphon.

6. Pasang keran air bersih.

4.7 Lainnya

4.7.1 Pekerjaan Pembuatan Meja Gantung

(83)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 76

 Langkah kerja

1. Pasang bata yang elevasinya disesuaikan dengan tinggi meja

dapur.

2. Pasang bekesting multiplek dan diberi perkuatan dengan kaso.

Beri lubang pada bekesting untuk sparing penempatan alat

sanitair.

3. Bekesting untuk plat untuk meja beton dibuat dengan ketebalan

10 cm.

4. Fabrikasi besi beton dengan perkuatan kawat beton.

5. Letakkan besi beton yang sudah difabrikasi diatas bekesting.

Apabila diperlukan, pasang stek besi pada bagian dinding.

6. Pasang beton decking sesuai dengan kebutuhan.

7. Cek elevasi dan kerataan meja beton sebelum di cor.

8. Setelah bekesting dan pembesian siap, tuang adukan beton cor

kedalam bekesting secara merata dan dipadatkan.

4.7.2 Pekerjaan Railing Pada Balkon

(84)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 77 2. Tentukan desain railing besi yang sesuai dengan selera kita.

Memilih Jenis besi yang anda inginkan sebagai bahan material

pembuatan pagar, beberapa jenis besi antara lain besi hollow,

besi stainless steel, atau besi tempa.

3. Menentukan elevasi dari garis finishing di lantai, dan

menentukan posisi center line.

4. Menentukan titik-titik dari posisi angkurnya.

5. Setelah difabrikasi dibengkel las, kemudian dipasang di balkon.

6. Dimana setiap tiang vertikal dan horizontal pada posisi angkur

di kuatkan menggunakan baut yang sebelumnya dibor terlebih

dahulu sedalam 20 mm di atas lantai maupun kolom praktis.

7. Kemudian lakukan pengelasan angkur frame pada posisi besi

tulangan di kolom praktis.

8. Selanjutnya lakukan grouting pada perkuatan frame horizontal

maupun vertikal.

9. Setelah melakukan grouting, plaster di sekeliling frame yang

memiliki umur minimal 1 hari sehingga mudah dipasang pada

(85)

D3 – TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Kelompok 1, Komponen Arsitektur dan ... 78

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Proyek tinjauan kami adalah Parahyangan Residence Ciumbeleuit

Apartement. Untuk kamar tipe studio terdiri dari beberapa komponen

arsitektur. Yaitu skirting, dinding precast, meja beton, saniter, gypsum, pintu,

jendela, fitting dsb.

Lalu, dalam brosur yang kami dapatkan mengenai produk dari

komponen arsitektur memiliki banyak pilihan mulai dari tipe, warna, harga dsb.

Sedangkan untuk metoda pelaksanaan pekerjaan arsitektur, diperlukan

kecermatan dalam setiap komponen pekerjaannya agar hasilnya sesuai dengan

Gambar

Nama Komponen Arsitektur Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Melalui kegiatan tanya jawab, peserta didik dapat menentukan 2 (dua) contoh penerapan hidup bersih dan sehat di sekolah dengan benar..

Melalui kegiatan mengamati, peserta didik dapat membuat bagan sederhana untuk menjelaskan siklus air dengan benar dan teliti.. Upaya pelestarian bersih bagi

1) Dalam pelaksanaan suatu proyek khususnya dalam industri EPC, setiap individu yang terlibat harus memahami ruang lingkup pekerjaan masing-masing khususnya

Melalui obesrvasi peserta didik dapat menunjukkan perilaku bersih sebagai implementasi dari pemahaman tata cara bersuci dari hadas kecil (tayamum) dengan baik dan

awal dari seluruh pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh Kontraktor dengan baik dan benar.  Pada umumnya dipersyaratkan bahwa

(buruh), dilakukan bertitik tolak pada suatu pelak- sanaan pekerjaan yang ideal selama jam kerja, yang diambil dari catatan pengalaman-pengalam- an

diarea kerja agar dapat memaksimalkan dalam pekerjaan operator juru las dari adanya angin, debu, kotoran dan terhindar dari temperatur lembab dan basah, dan Berapa

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dengan menggunakan Precedence Diagram Methode PDM maka dapat disarankan bagi pihak Kontraktor Pelakasana untuk dapat mengontrol