• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah fiqih tentang QISASatau pembunuh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah fiqih tentang QISASatau pembunuh"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: universitas
  • Mata Pelajaran: fiqih
  • Topik: makalah fiqih tentang qisas atau pembunuh
  • Tipe: makalah

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pembahasan mengenai Qisas, Diyat, dan Kafarat dalam konteks hukum Islam. Dalam Islam, pembunuhan sangat dilarang dan memiliki konsekuensi hukum yang berat. Terdapat tiga jenis pembunuhan yang diatur dalam hukum Islam, yaitu pembunuhan sengaja, tidak sengaja, dan tersalah. Setiap jenis pembunuhan memiliki sanksi yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami ketentuan hukuman yang berlaku untuk pelaku pembunuhan agar dapat memberikan pelajaran moral dan hukum bagi masyarakat.

1.1 Latar Belakang

Dalam konteks pendidikan, makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai hukum Islam terkait pembunuhan. Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Islam. Pembelajaran ini diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa agar lebih menghargai nyawa dan memahami konsekuensi dari tindakan kejam.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini mencakup definisi Qisas, Diyat, dan Kafarat, serta hukuman yang berlaku untuk setiap jenis pembunuhan. Ini menjadi penting dalam konteks pendidikan hukum Islam, agar mahasiswa dapat mengidentifikasi dan memahami perbedaan antara jenis-jenis pembunuhan dan sanksi yang sesuai, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

II. PEMBAHASAN

Bagian ini membahas secara mendalam tentang Qisas, Diyat, dan Kafarat. Qisas adalah hukuman balasan yang seimbang terhadap pelaku kejahatan, sedangkan Diyat adalah denda yang harus dibayar sebagai pengganti jiwa. Kafarat merupakan tebusan yang harus dibayar oleh pembunuh sebagai bentuk pertobatan. Pemahaman yang baik tentang ketiga konsep ini sangat penting dalam konteks pendidikan agama, terutama untuk membangun kesadaran moral dan etika di kalangan mahasiswa.

2.1 Pengertian Qisas

Qisas adalah hukum balasan yang seimbang bagi pelaku pembunuhan atau pengrusakan anggota tubuh. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang Qisas dapat membantu mahasiswa memahami pentingnya keadilan dan konsekuensi dari tindakan kriminal. Ini juga memberikan pelajaran moral tentang tanggung jawab individu terhadap tindakan mereka.

2.2 Syarat-syarat Qisas

Syarat pelaksanaan Qisas mencakup bahwa pelaku harus baligh dan berakal, serta jenis pembunuhan harus disengaja. Dalam pendidikan, pengetahuan ini penting untuk mengajarkan mahasiswa tentang prinsip-prinsip keadilan dan perlindungan terhadap nyawa dalam hukum Islam.

2.3 Diyat (Denda)

Diyat merupakan denda yang harus dibayar sebagai pengganti jiwa. Terdapat dua jenis Diyat, yaitu Diyat Mughallazhah (denda berat) dan Diyat Mukhafafah (denda ringan). Memahami Diyat dalam konteks pendidikan hukum Islam membantu mahasiswa mengerti tentang mekanisme penyelesaian konflik dan pentingnya ganti rugi dalam masyarakat.

2.4 Kafarat

Kafarat adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaku pembunuhan sebagai bentuk pertobatan. Dalam pendidikan, konsep Kafarat mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya penyesalan dan perbaikan diri setelah melakukan kesalahan, serta nilai-nilai tobat dalam Islam.

III. PENUTUP

Bagian ini menyimpulkan pembahasan mengenai Qisas, Diyat, dan Kafarat, serta menekankan pentingnya pemahaman hukum Islam dalam konteks pendidikan. Kesimpulan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi mahasiswa untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai keadilan dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari.

3.1 Kesimpulan

Qisas, Diyat, dan Kafarat merupakan konsep penting dalam hukum Islam yang memberikan panduan bagi masyarakat dalam menghadapi kasus pembunuhan. Pemahaman yang baik tentang ketiga konsep ini dapat membantu mahasiswa untuk lebih menghargai kehidupan dan memahami tanggung jawab moral mereka.

3.2 Saran

Penulis berharap makalah ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam memahami hukum Islam terkait pembunuhan. Diharapkan mahasiswa dapat menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih adil dan beradab.

Referensi Dokumen

  • Al-Qur'an ( Allah Subhanahu Wa Ta'ala )
  • Kitab I’anah Al-Thalibin ( Tidak disebut )
  • Kitab Kifayatul Ahyar ( Tidak disebut )
  • Kitab Mathla’al Badraian ( Syeikh Muhammad Daud Al-Fathani )

Referensi

Dokumen terkait

Konsep adaptasi berpangkal pada suatu keadaan lingkungan hidup yang merupakan sebuah masalah untuk organisme dan penyesuaian tersebut merupakan penyelesaian dari masalah

Selain itu,dapat dipetik dari sanksi hukum pidana pembunuhan adalah pihak keluarga korban diberikan hak otonomi sepenuhnya untuk memilih hukuman yang bakal dikenakan

Tahapan ini kepribadian seseorang telah bersih dari sifat-sifat tercela dan maksiat lalu berusaha secara sungguh-sungguh untuk mengisi diri dengan tingkah laku yang baik yang

Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual ) dipengaruhi oleh sifat keluwesan yang tinggi dari komputer, yaitu jika informasi berbentuk digital, maka seseorang mudah

Akan tetapi dari sisi hukum, tindak pidana atas janin dipisahkan dari tindak pidana atas jiwa (pembunuhan), karena janin belum bisa hidup mandiri, ia masih

Secara hakikat sifat kikir ini berbeda dengan sifat boros dan hidup mewah, akan tetapi ia termasuk sifat yang tercela dalam Islam, karena seseorang tidak menggunakan

Yang dimaksud dengan “hak asal usul” adalah hak yang merupakan warisan yang masih hidup dan prakarsa Desa atau prakarsa masyarakat Desa sesuai dengan

Psikologi pendidikan sebagai ilmu yang meneliti masalah jiwa dan aktivitas psikologis seseorang dalam kaitannya dengan pendidikan sebagai interaksi adalah disiplin yang cukup penting