PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR
PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA BIJIH EMAS
MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE
DI PT INDO MURO KECANA
Usulan Penelitian
Untuk Memenuhi Persyaratan Melakukan Penelitian Dalam Rangka Penyusunan Skripsi Program Sarjana Strata-1 Teknik Pertambangan
Diajukan Oleh :
Ziat Kurniawan NIM. H1C113202
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS TEKNIK
LEMBAR PERSETUJUAN
PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR
PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA BIJIH EMAS
MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE
DI PT INDO MURO KECANA
Pengusul : Mahasiswa
Ziat Kurniawan NIM. H1C113202
Mengetahui :
Dosen Pembimbing I
Nurhakim, S.T.,M.T. NIP. 19730615 200003 1 002
Dosen Pembimbing II
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal penelitian tugas akhir ini sebagai mana mestinya.
Penyusunan proposal penelitian tugas akhir ini tidak dapat tersusun dengan baik apabila tidak didukung dan dibantu oleh banyak pihak yang telah mendorong, membimbing dan mengarahkan saya. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Romla Noor Hakim, S.T, M.T., selaku Ketua Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.
2. Bapak Nurhakim, S.T., M.T.., selaku dosen pembimbing 1 proposal penelitian tugas akhir Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.
3. Bapak Marselinus Untung Dwiatmoko, S.T., M.Eng. selaku dosen pembimbing 2 proposal penelitian tugas akhir Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.
4. Ibu Kartini, S.T., M.T. selaku koordinator tugas akhir Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.
5. Seluruh pihak yang telah membantu sehingga selesainya proposal penelitian tugas akhir mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.
Saya menyadari proposal penelitian tugas akhir yang saya susun ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat di harapkan. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.
Banjarbaru, Agustus 2017
DAFTAR ISI
I.5. Manfaat Penelitian...…….. 1-2 BAB II. DASAR TEORI
2.1. Definisi Eksplorasi ...…….. 2-1 2.1.1. Konsep Eksplorasi ...…….. 2-2 2.1.2. Tahapan Eksplorasi ...…….. 2-3
2.2. Definisi Pemodelan...…….. 2-6
2.2.1. Jenis-jenis Model Endapan ...…….. 2-6 BAB III. METODE PENELITIAN
3.1. Jadwal Kegiatan ...…….. 3-1 3.2. Tempat Kegiatan ...…….. 3-1 3.3. Diagram Alir Penelitian ... .…….. 3-2 3.4. Teknik Pengumpulan Data………. 3-3
3.5. Teknik Pengolahan Data……… 3-3
3.6. Teknik Analisis Data ...……... 3-3 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Sistematika Penulisan Laporan
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah Negara yang memiliki sumberdaya alam yang berlimpah, salah satunya adalah bijih emas. Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak Negara dan juga digunakan sebagai perhiasan dan alat elektronik.
Industri pertambangan bijih emas di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah berkembang dengan pesat seiring dengan banyaknya permintaan pasar, baik untuk konsumsi domestik maupun untuk non domestik. PT Indo Muro Kencana (IMK) merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang memanfaatkan sumberdaya alam tersebut.
Dalam industri pertambangan keberhasilan kegiatan eksplorasi sangatlah penting dan eksplorasi merupakan salah satu indikator dikatakan layak tidaknya suatu kegiatan untuk dilakukan penambangan. Evaluasi kegiatan eksplorasi diperlukan untuk mendapatkan data seakurat mungkin dan meminimalisir faktor-faktor kesalahan dalam penaksiran kuantitas sumberdaya dan cadangan mineral. Data-data eksplorasi ini nantinya akan digunakan untuk perencanaan penambangan.
Latar belakang dalam pemilihan judul Pemodelan dan Estimasi Sumberdaya Bijih Emas Menggunakan Metode Inverse Distance, adalah untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam lingkungan kerja dan mengetahui secara langsung proses kegiatan eksplorasi Bijih emas di PT Indo Muro Kencana (IMK).
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1. Bagaimana model bijih emas di daerah penelitian
2. Bagaimana mengestimasi kadar bijih menggunakan metode inverse distance
1.3. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah pada penelitian ini yaitu :
1. Penelitian dilakukan di IUP PT Indo Muro Kencana
2. Pemodelan bijih emas menggunakan metode komputerisasi (block model)
3. Estimasi sumberdaya bijih emas mengunakan perangkat lunak surpac 6.6.2.
1.4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Membuat simulasi model bijih emas
2. Mengestimasi kadar bijih menggunakan metode inverse distance
3. Menentukan nilai sumberdaya bijih emas di daerah penelitian
1.5. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu : 1. Mahasiswa
Mahasiswa mengetahui secara langsung bagaimana kegiatan eksplorasi bijih emas, pengambilan dan pengolahan data sehingga didapatkan sumberdaya mineral. Serta memberikan pengalaman kerja diruang lingkup daerah penelitian di PT IMK.
2. Perusahaan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi Eksplorasi
Secara umum pengertian eksplorasi adalah mengetahui, mencari dan menilai suatu endapan mineral. Menurut Dhadar (1980), eksplorasi bahan galian didefinisikan sebagai penyelidikan yang dilakukan untuk mendapatkan suatu keterangan mengenai letak, sifat-sifat, bentuk, cadangan, mutu serta nilai ekonomis dari endapan bahan galian.
Koesoemadinata (1995) berpendapat bahwa eksplorasi adalah suatu aktivitas untuk mencari tahu keadaan suatu daerah, ruang ataupun realm yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya, sedangkan istilah eksplorasi geologi adalah mencari tahu tentang keadaan suatu objek geologi yang umumnya berupa endapan mineral.
Koesoemadinata (1995) mengibaratkan eksplorasi dengan sebuah perburuan. Seorang ahli geologi atau seorang ahli eksplorasi dipersamakan dengan pemburu. Pemburu tersebut harus dapat memperhatikan model binatang yang diburu, habitat dimana buruan itu hidup, petunjuk-petunjuk atau jejak-jejak yang ditinggalkannya, kelemahan dan kekuatan dari binatang tersebut, senjata yang ampuh untuk merobohkannya, serta strategi untuk dapat sampai mendekati sasaran dalam jarak tembak. Tujuan dari eksplorasi adalah untuk menemukan serta mendapatkan sejumlah maksimum dari cebakan mineral ekonomis baru dengan biaya dan waktu seminimal mungkin.
2.1.1. Konsep Eksplorasi
Koesoemadinata (1995) menyebutkan bahwa untuk melakukan eksplorasi atau pencarian suatu endapan, seseorang yang bekerja di bidang eksplorasi ini harus mempunyai bayangan tentang apa yang akan dicari, di daerah mana akan dicari serta metoda dan sistem apa yang efektif digunakan, dengan kata lain harus memiliki konsep. Terakhir adalah menentukan metode untuk melacak, sehingga secara singkat konsep eksplorasi akan merumuskan strategi dan taktik serta program kegiatan eksplorasi.
Dalam melakukan eksplorasi ada 2 (dua) macam pendekatan, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan modern. Pendekatan tradisional meliputi prospeksi (pelacakan atau penyisiran langsung terhadap obyek yang dicari) dan eksplorasi (mencari tahu akan kelanjutan suatu singkapan dari obyek (endapan) yang dicari secara lateral maupun ke dalam). Pendekatan modern merupakan eksplorasi atau pencarian suatu objek geologi secara ilmiah dan berencana.
Metode atau teknik eksplorasi tidak dapat digunakan tanpa suatu konsep eksplorasi. Konsep eksplorasi menentukan sasaran eksplorasi sehingga pemakaian metode dan teknik ekplorasi dapat tepat guna, efektif dan efisien. Dari persamaan pengertian antara eksplorasi dengan perburuan tersebut, maka eksplorasi geologi (bahan galian) adalah pencarian secara ilmiah dan berencana yang mencakup :
a. Model geologi dari endapan yang dicari atau dari lingkungan geologinya dimana endapan bahan galian itu biasanya berada
b. Strategi untuk pencarian bahan galian c. Pemilihan metoda yang akan dipakai d. Pertimbangan ekonomis.
Sebagai suatu aktifitas ekonomi perencanaan suatu eksplorasi harus memenuhi tiga prinsip utama, yaitu :
a. Efektif yaitu penggunaan metoda atau peralatan harus sesuai dengan sasaran Eksplorasi.
b. Efisien yaitu dari sisi waktu dan biaya dapat dilakukan secara efisien.
2.1.2. Tahapan Eksplorasi
Pentahapan dalam eksplorasi mutlak dilakukan untuk meminimalkan kerugian atau resiko kegagalan karena eksplorasi merupakan aktivitas yang berisiko tinggi. Pentahapan dalam eksplorasi harus dilakukan sesuai dengan karakteristik tiap endapan mineral untuk mengurangi resiko kegagalan (kerugian) yang lebih besar dalam menemukan endapan mineral tersebut. Setelah suatu tahapan eksplorasi selesai dilakukan, perlu adanya evaluasi untuk pengambilan keputusan yang akan dilakukan selanjutnya.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu kegiatan eksplorasi adalah :
a. Efektifitas yaitu mengenai sasaran dengan metode dan strategi yang tepat
b. Efisiensi yaitu dengan usaha (biaya dan waktu) yang seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal
c. Unsur ekonomi yaitu biaya eksplorasi harus sesuai dengan hasil yang diharapkan dengan memperhitungkan resiko. Hal ini disebabkan karena lebih tinggi resiko maka keuntungan yang dicapai makin berlipat ganda.
Tahap eksplorasi merupakan urutan penyelidikan geologi yang umumnya dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu prospeksi, eksplorasi umum, dan eksplorasi rinci. Tujuan penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi pemineralan (mineralization), menentukan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas dari pada suatu cebakan mineral untuk kemudian dapat dilakukan analisa kemungkinan dilakukannya investasi.
a. Prospeksi (prospecting)
b.Eksplorasi umum (general exploration)
Tahap eksplorasi yang merupakan deliniasi awal dari suatu cebakan yang teridentifikasi. Selanjutnya metode yang digunakan termasuk pemetaan geologi, pemercontohan dengan jarak yang lebar, membuat paritan dan pengeboran untuk evaluasi pendahuluan kuantitas dan kualitas dari suatu cebakan. lnterpolasi bisa dilakukan secara terbatas berdasarkan metode penyelidikan tak langsung. Tujuannya adalah untuk menentukan gambaran geologi suatu cebakan mineral berdasarkan indikasi sebaran, perkiraan awal mengenai ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya.
c. Eksplorasi rinci (detailed exploration)
Tahap eksplorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam 3 dimensi terhadap cebakan mineral yang telah diketahui dari pemercontohan singkapan, paritan, lubang bor, shafts dan terowongan. Jarak pemercontohan sedemikian rapat sehingga ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas dan ciri-ciri yang lain dari cebakan mineral tersebut dapat ditentukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
d.studi kelayakan (feasibility study)
Tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan (penambangan, pengolahan/pemurnian, ekonomi, pemasaran, hukum, lingkungan, sosial, dan peraturan pemerintah), termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pascatambang.
Hasil dari kegiatan eksplorasi yaitu mendapatkan penaksiran nilai sumberdaya dan cadangan dari endapan mineral, yang terbagi menjadi 2 yaitu : a. sumberdaya mineral tereka (inferred mineral resource)
sumberdaya mineral yang tonase, kadar, dan kandungan mineral dapat diestimasi dengan tingkat keyakinan geologi (geological assurance) rendah
b. sumberdaya mineral tertunjuk (indicated mineral resource)
c. sumberdaya mineral terukur (measured mineral resource)
sumberdaya mineral yang tonase, densitas, bentuk, dimensi, kimia, kadar dan kandungan mineral dapat diestimasi dengan tingkat keyakinan geologi (geological assurance) tinggi.
d. cadangan bijih terkira (probable ore reserve)
bagian sumberdaya mineral tertunjuk yang ekonomis untuk ditambang, dan dalam beberapa kondisi, juga merupakan bagian dari sumberdaya mineral terukur.
e. cadangan bijih terbukti (proved ore reserve)
Bagian dari sumberdaya mineral terukur telah diketahui tonase, densitas, bentuk, dimensi, kadar mineral yang dapat diestimasi dengan tingkat keyakinan geologi tinggi serta memiliki nilai ekonomis jika ditambang.
Klasifikasi sumberdaya dan cadangan mineral dikelompokkan berdasarkan dua kriteria yang menjadi dasar klasifikasi, yaitu keyakinan geologi dan kelayakan tambang. Hubungan antara hasil eksplorasi, sumberdaya mineral dan cadangan mineral tertera dalam Gambar 2.1.
2.2. Definisi Pemodelan adalah penggambaran informasi yang diatur secara sistematik tentang sifat-sifat penting suatu kelompok endapan mineral.
2.2.1. Jenis-jenis Model Endapan
Berikut penjelasan lebih lanjut dari model geologi, model empiris, model genetic (konseptual), model eksplorasi dan model cadangan dari endapan mineral, yaitu :
a. Model Geologi Regional
Model geologi regional adalah lingkungan geologi dimana proses-proses geologi yang membentuk obyek geologi berlangsung serta faktor-faktor pengendalinya yang menyebabkan obyek geologi tersebut terbentuk pada tempat dan waktu tertentu (skala regional).
Unsur-unsur model geologi regional :
1) Batuan sumber atau asosiasi batuan yang berhubungan erat dengan obyek geologi yang dimaksud (endapan mineral)
2) Proses geologi yang membentuk obyek geologi 3) Waktu pembentukan obyek geologi
b. Model Geologi Lokal
Model geologi lokal merupakan lingkungan geologi lokal dimana proses-proses geologi yang membentuk obyek geologi (endapan mineral) berlangsung serta factor-faktor pengendalinya yang menyebabkan obyek geologi tersebut di tempat dan pada waktu tertentu (berskala lokal). Meliputi :
1) Bentuk tubuh dan dimensi endapan mineral (obyek geologi)
2) Posisi obyek geologi terhadap struktur geologi batuan induknya (host rock) 3) Sifat geologi dan mineralogi obyek geologi (endapan)
c. Model Empiris
Model empiris adalah model geologi yang berdasarkan karakteristik endapan-endapan mineral yang diketahui, mengandung data, tapi tidak diinterpretasi. Jenis endapan tertentu terdapat pada tatanan geologi tertentu, yang seharusnya dijumpai pada tatanan geologi yang sama di tempat lain (Walshe, 1984). Model empiris endapan, dikarakterisasi oleh :
1) Lingkungan tektonik 2) Batuan induk (host rock) 3) Mineralisasi
4) Tipe dan zonasi alterasi hidrotermal 5) Penyebaran dalam waktu dan ruang 6) Ukuran dan kadar endapan
Model empiris dapat dijadikan model pembanding dalam menjalaskan model genetik endapan suatu daerah. Contoh model endapan empiris dapat dilihat pada Gambar 2.2. Model empiris endapan Au-Ag epitermal.
d. Model Genetik (Model Konseptual)
Model genetik adalah model konseptual analisis komponen-komponen utama endapan bijih, dan menjelaskan hubungan komponen-komponen tersebut. Model genetik ini dikembangkan dari model empiris (model geologi) yang berdasarkan pada proses pembentuk endapan mineral tersebut.
Komponen-komponen genetik utama, antara lain : 1) Batuan induk (host rock) dan umurnya
2) Mineralisasi dan alterasi hidrotermal
3) Sifat fisika-kimia dan komposisi fluida pembawa bijih 4) Sekuen paragenesa
5) Geometri endapan (bentuk dan dimensi) 6) Kontrol struktur
e. Model Cadangan
Model cadangan adalah cara dan sistematika estimasi cadangan suatu endapan mineral berdasarkan metoda penaksiran yang sesuai, tergantung pada kompleksitas geometri dan penyebaran kadar. Output-nya adalah cadangan endapan (probable atau proven reserve). Model cadangan ini dapat dilakukan secara komputerisasi (model komputer) :
1) Model Blok Teratur (Regular Block Model); cebakan dibagi dalam blok-blok dengan dimensi tertentu. Tiap blok memiliki atribut jenis batuan, alterasi, mineralisasi, kadar, kode topografi (lihat Gambar 2.3).
2) Gridded Seam Model; pemodelan untuk batubara atau cebakan yang berlapis, yang dibagi dalam sel-sel yang teratur (dimensi tertentu).
Metoda-metoda penaksiran : 1) Penaksiran manual (cross section) 2) Metoda Isoline
3) Metoda polygon 4) Metoda segitiga
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jadwal Kegiatan
Penelitian Tugas Akhir ini diharapkan dapat dilaksanakan selama 2 bulan, sejak Agustus 2017 hingga september 2017. Rencana jadwal kegiatan dijelaskan pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1.
Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian Tugas Akhir
No URAIAN KEGIATAN Bulan ke- 1 Bulan ke-2
I II III IV I II III IV 1 Orientasi Lapangan
2 Pengambilan Data Lapangan 3 Pengolahan Data 4 Pembuatan Laporan 5 Konsultasi Laporan 6 Presentasi
3.2. Tempat Kegiatan
3.3. Diagram Alir Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Rancangan kegiatan penelitian ini terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan laporan akhir. 1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan penyusunan usulan tugas akhir. Sasaran utama studi pendahuluan ini adalah gambaran umum daerah penelitian. Studi literatur dilakukan dengan mencari bahan-bahan pustaka yang menunjang kegiatan penelitian, yang diperoleh dari :
a. Instansi terkait pengamatan kegiatan pemboran eksplorasi dan pengumpulan data sekunder. 3. Pengolahan Data
Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan perhitungan berdasarkan teori. Dari rumusan-rumusan yang telah didapat kemudian dilakukan analisa untuk menemukan jawaban atas pertanyaan rumusan dalam penelitian. 4. Penyusunan laporan akhir
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi:
1. Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data-data dari literatur-literatur dan internet tentang perhitungan sumberdaya mineral
2. Observasi lapangan, yaitu pengamatan di lapangan meliputi kegiatan drilling
3. Observasi laboratorium, yaitu pengamatan di laboratorium meliputi kadar bijih.
4. Wawancara dengan instruktur lapangan serta orang-orang yang ahli dibidangnya.
3.5. Teknik Pengolahan Data
Adapun pengolahan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu : 1. Evaluasi data sebelum melakukan pemodelan dan perhitungan sumberdaya
mineral.
2. Pemodelan dan perhitungan sumberdaya mineral dengan cara komputerisasi dengan menggunakan metode block model.
3.6. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah: 1. Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan data
dengan cara mengamati langsung di lapangan.
2. Menganalisa estimasi kadar bijih emas di daerah penelitian
Gambar 3.1. Diagram Alir Peneltian
Rumusan Masalah Bagaimana model bijih emas di daerah penelitian
Bagaimana mengestimasi kadar bijih menggunakan metode inverse distance Bagaimana penentuan sumberdaya bijih emas di daerah penelitian
Studi Literatur
Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Menggunakan perangkat lunak surpac 6.6.2.
Data Sekunder Sejarah dan struktur organisasi Perusahaan Peta batas IUP dan rencana pemboran Geologi regional daerah penelitian Peta topografi
Data bor (collar, lithology, survey, assay) Data Primer
Lokasi dan kesampaian daerah Daily Drilling Report
Rangkuman Simulasi model endapan bijih emas
Jumlah sumberdaya bijih emas di daerah penelitian
Kesimpulan dan Saran
Fakta
Model dan estimasi kadar bijih sangat penting untuk dilanjutkan ke perencanaan penambagan yang
.
DAFTAR PUSTAKA
Dhadar, J.R. (1980). Eksplorasi Bahan Galian. Bandung: Penerbit G.S.B.
Evans, A.M. (1993). Ore Geologi And Industrial Minerals: An Intoduction. 3rd Edition. Oxford: Blackwell Scientific Publications.
Koesoemadinata, R. (1995). Kuliah Tamu Jurusan Geologi. Bandung: Fakultas Teknologi Mineral, ITB.
SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN
2.3. Lokasi dan Kesampaian Daerah
2.4. Geologi Regional Daerah Penelitian BAB III DASAR TEORI
3.1. Definisi Eksplorasi 3.1.1. Tahapan Eksplorasi 3.1.2. Metode Eksplorasi
3.2. Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Mineral 3.2.1. Klasifikasi Sumberdaya Mineral
3.2.2. Klasifikasi Cadangan Mineral
3.3. Metode Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Mineral BAB IV METODE PENELITIAN
4.1. Diagram Alir
4.2. Teknik Pengumpulan Data
4.3. Teknik Pengolahan Data 4.4. Teknik Analisis Data
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian 5.2. Pembahasan
6.1. Kesimpulan
RENCANA JADWAL PENYUSUNAN ISI LAPORAN
KEGIATAN AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JANUARI PENELITIAN
CURRICULUM VITAE
A
.
IdentitasNama : Ziat Kurniawan Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/Tanggal Lahir : Mangkahui, 3 Mei 1995
Alamat : JL. Pembangunan, No. 123 Desa Mangkahui RT VIII, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Propinsi Kalimantan Tengah
Telepon : 085246864193 / 085751765794 Email : [email protected]
- Perguruan tinggi : S1 Teknik Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat
C. Seminar & Kursus
- Program Persiapan Belajar Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (2013)
- Peserta Sosialisasi Kebijakan Energi oleh Dewan Energi Nasional (2013) - Peserta Basic Islamic Leadership Training (2013)
- Pengenalan Lingkungan Tambang (PELITA) ke-7 (2014)
- Kuliah Umum Pengenalan Batumulia oleh Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Batumulia (2014)
- Peserta Seminar Nasional Energi dan Teknologi Terapan (2014)
- Peserta Pelatihan SIG Tingkat Dasar oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (2014)
- Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Pertambangan Untuk Negeri (2015) - Peserta Praktek Kerja Lapangan oleh PT Senamas Energindo Mineral (2016) - Peserta Stadium General Prospek Tambang Bawah Tanah di Kalimantan (2017) - Delegasi Universitas Lambung Mangkurat pada Kalimantan Student Mining