• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR PEMODELA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR PEMODELA"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR

PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA BIJIH EMAS

MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE

DI PT INDO MURO KECANA

Usulan Penelitian

Untuk Memenuhi Persyaratan Melakukan Penelitian Dalam Rangka Penyusunan Skripsi Program Sarjana Strata-1 Teknik Pertambangan

Diajukan Oleh :

Ziat Kurniawan NIM. H1C113202

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)

LEMBAR PERSETUJUAN

PROPOSAL PENELITIAN TUGAS AKHIR

PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA BIJIH EMAS

MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE

DI PT INDO MURO KECANA

Pengusul : Mahasiswa

Ziat Kurniawan NIM. H1C113202

Mengetahui :

Dosen Pembimbing I

Nurhakim, S.T.,M.T. NIP. 19730615 200003 1 002

Dosen Pembimbing II

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal penelitian tugas akhir ini sebagai mana mestinya.

Penyusunan proposal penelitian tugas akhir ini tidak dapat tersusun dengan baik apabila tidak didukung dan dibantu oleh banyak pihak yang telah mendorong, membimbing dan mengarahkan saya. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Romla Noor Hakim, S.T, M.T., selaku Ketua Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

2. Bapak Nurhakim, S.T., M.T.., selaku dosen pembimbing 1 proposal penelitian tugas akhir Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

3. Bapak Marselinus Untung Dwiatmoko, S.T., M.Eng. selaku dosen pembimbing 2 proposal penelitian tugas akhir Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

4. Ibu Kartini, S.T., M.T. selaku koordinator tugas akhir Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

5. Seluruh pihak yang telah membantu sehingga selesainya proposal penelitian tugas akhir mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.

Saya menyadari proposal penelitian tugas akhir yang saya susun ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat di harapkan. Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.

Banjarbaru, Agustus 2017

(5)

DAFTAR ISI

I.5. Manfaat Penelitian...…….. 1-2 BAB II. DASAR TEORI

2.1. Definisi Eksplorasi ...…….. 2-1 2.1.1. Konsep Eksplorasi ...…….. 2-2 2.1.2. Tahapan Eksplorasi ...…….. 2-3

2.2. Definisi Pemodelan...…….. 2-6

2.2.1. Jenis-jenis Model Endapan ...…….. 2-6 BAB III. METODE PENELITIAN

3.1. Jadwal Kegiatan ...…….. 3-1 3.2. Tempat Kegiatan ...…….. 3-1 3.3. Diagram Alir Penelitian ... .…….. 3-2 3.4. Teknik Pengumpulan Data………. 3-3

3.5. Teknik Pengolahan Data……… 3-3

3.6. Teknik Analisis Data ...……... 3-3 DAFTAR PUSTAKA

(6)

DAFTAR GAMBAR

(7)

DAFTAR TABEL

(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Sistematika Penulisan Laporan

(9)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia adalah Negara yang memiliki sumberdaya alam yang berlimpah, salah satunya adalah bijih emas. Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak Negara dan juga digunakan sebagai perhiasan dan alat elektronik.

Industri pertambangan bijih emas di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah berkembang dengan pesat seiring dengan banyaknya permintaan pasar, baik untuk konsumsi domestik maupun untuk non domestik. PT Indo Muro Kencana (IMK) merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang memanfaatkan sumberdaya alam tersebut.

Dalam industri pertambangan keberhasilan kegiatan eksplorasi sangatlah penting dan eksplorasi merupakan salah satu indikator dikatakan layak tidaknya suatu kegiatan untuk dilakukan penambangan. Evaluasi kegiatan eksplorasi diperlukan untuk mendapatkan data seakurat mungkin dan meminimalisir faktor-faktor kesalahan dalam penaksiran kuantitas sumberdaya dan cadangan mineral. Data-data eksplorasi ini nantinya akan digunakan untuk perencanaan penambangan.

Latar belakang dalam pemilihan judul Pemodelan dan Estimasi Sumberdaya Bijih Emas Menggunakan Metode Inverse Distance, adalah untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam lingkungan kerja dan mengetahui secara langsung proses kegiatan eksplorasi Bijih emas di PT Indo Muro Kencana (IMK).

1.2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1. Bagaimana model bijih emas di daerah penelitian

2. Bagaimana mengestimasi kadar bijih menggunakan metode inverse distance

(10)

1.3. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah pada penelitian ini yaitu :

1. Penelitian dilakukan di IUP PT Indo Muro Kencana

2. Pemodelan bijih emas menggunakan metode komputerisasi (block model)

3. Estimasi sumberdaya bijih emas mengunakan perangkat lunak surpac 6.6.2.

1.4. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Membuat simulasi model bijih emas

2. Mengestimasi kadar bijih menggunakan metode inverse distance

3. Menentukan nilai sumberdaya bijih emas di daerah penelitian

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu : 1. Mahasiswa

Mahasiswa mengetahui secara langsung bagaimana kegiatan eksplorasi bijih emas, pengambilan dan pengolahan data sehingga didapatkan sumberdaya mineral. Serta memberikan pengalaman kerja diruang lingkup daerah penelitian di PT IMK.

2. Perusahaan

(11)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Eksplorasi

Secara umum pengertian eksplorasi adalah mengetahui, mencari dan menilai suatu endapan mineral. Menurut Dhadar (1980), eksplorasi bahan galian didefinisikan sebagai penyelidikan yang dilakukan untuk mendapatkan suatu keterangan mengenai letak, sifat-sifat, bentuk, cadangan, mutu serta nilai ekonomis dari endapan bahan galian.

Koesoemadinata (1995) berpendapat bahwa eksplorasi adalah suatu aktivitas untuk mencari tahu keadaan suatu daerah, ruang ataupun realm yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya, sedangkan istilah eksplorasi geologi adalah mencari tahu tentang keadaan suatu objek geologi yang umumnya berupa endapan mineral.

Koesoemadinata (1995) mengibaratkan eksplorasi dengan sebuah perburuan. Seorang ahli geologi atau seorang ahli eksplorasi dipersamakan dengan pemburu. Pemburu tersebut harus dapat memperhatikan model binatang yang diburu, habitat dimana buruan itu hidup, petunjuk-petunjuk atau jejak-jejak yang ditinggalkannya, kelemahan dan kekuatan dari binatang tersebut, senjata yang ampuh untuk merobohkannya, serta strategi untuk dapat sampai mendekati sasaran dalam jarak tembak. Tujuan dari eksplorasi adalah untuk menemukan serta mendapatkan sejumlah maksimum dari cebakan mineral ekonomis baru dengan biaya dan waktu seminimal mungkin.

(12)

2.1.1. Konsep Eksplorasi

Koesoemadinata (1995) menyebutkan bahwa untuk melakukan eksplorasi atau pencarian suatu endapan, seseorang yang bekerja di bidang eksplorasi ini harus mempunyai bayangan tentang apa yang akan dicari, di daerah mana akan dicari serta metoda dan sistem apa yang efektif digunakan, dengan kata lain harus memiliki konsep. Terakhir adalah menentukan metode untuk melacak, sehingga secara singkat konsep eksplorasi akan merumuskan strategi dan taktik serta program kegiatan eksplorasi.

Dalam melakukan eksplorasi ada 2 (dua) macam pendekatan, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan modern. Pendekatan tradisional meliputi prospeksi (pelacakan atau penyisiran langsung terhadap obyek yang dicari) dan eksplorasi (mencari tahu akan kelanjutan suatu singkapan dari obyek (endapan) yang dicari secara lateral maupun ke dalam). Pendekatan modern merupakan eksplorasi atau pencarian suatu objek geologi secara ilmiah dan berencana.

Metode atau teknik eksplorasi tidak dapat digunakan tanpa suatu konsep eksplorasi. Konsep eksplorasi menentukan sasaran eksplorasi sehingga pemakaian metode dan teknik ekplorasi dapat tepat guna, efektif dan efisien. Dari persamaan pengertian antara eksplorasi dengan perburuan tersebut, maka eksplorasi geologi (bahan galian) adalah pencarian secara ilmiah dan berencana yang mencakup :

a. Model geologi dari endapan yang dicari atau dari lingkungan geologinya dimana endapan bahan galian itu biasanya berada

b. Strategi untuk pencarian bahan galian c. Pemilihan metoda yang akan dipakai d. Pertimbangan ekonomis.

Sebagai suatu aktifitas ekonomi perencanaan suatu eksplorasi harus memenuhi tiga prinsip utama, yaitu :

a. Efektif yaitu penggunaan metoda atau peralatan harus sesuai dengan sasaran Eksplorasi.

b. Efisien yaitu dari sisi waktu dan biaya dapat dilakukan secara efisien.

(13)

2.1.2. Tahapan Eksplorasi

Pentahapan dalam eksplorasi mutlak dilakukan untuk meminimalkan kerugian atau resiko kegagalan karena eksplorasi merupakan aktivitas yang berisiko tinggi. Pentahapan dalam eksplorasi harus dilakukan sesuai dengan karakteristik tiap endapan mineral untuk mengurangi resiko kegagalan (kerugian) yang lebih besar dalam menemukan endapan mineral tersebut. Setelah suatu tahapan eksplorasi selesai dilakukan, perlu adanya evaluasi untuk pengambilan keputusan yang akan dilakukan selanjutnya.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu kegiatan eksplorasi adalah :

a. Efektifitas yaitu mengenai sasaran dengan metode dan strategi yang tepat

b. Efisiensi yaitu dengan usaha (biaya dan waktu) yang seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal

c. Unsur ekonomi yaitu biaya eksplorasi harus sesuai dengan hasil yang diharapkan dengan memperhitungkan resiko. Hal ini disebabkan karena lebih tinggi resiko maka keuntungan yang dicapai makin berlipat ganda.

Tahap eksplorasi merupakan urutan penyelidikan geologi yang umumnya dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu prospeksi, eksplorasi umum, dan eksplorasi rinci. Tujuan penyelidikan geologi ini adalah untuk mengidentifikasi pemineralan (mineralization), menentukan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas dari pada suatu cebakan mineral untuk kemudian dapat dilakukan analisa kemungkinan dilakukannya investasi.

a. Prospeksi (prospecting)

(14)

b.Eksplorasi umum (general exploration)

Tahap eksplorasi yang merupakan deliniasi awal dari suatu cebakan yang teridentifikasi. Selanjutnya metode yang digunakan termasuk pemetaan geologi, pemercontohan dengan jarak yang lebar, membuat paritan dan pengeboran untuk evaluasi pendahuluan kuantitas dan kualitas dari suatu cebakan. lnterpolasi bisa dilakukan secara terbatas berdasarkan metode penyelidikan tak langsung. Tujuannya adalah untuk menentukan gambaran geologi suatu cebakan mineral berdasarkan indikasi sebaran, perkiraan awal mengenai ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya.

c. Eksplorasi rinci (detailed exploration)

Tahap eksplorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam 3 dimensi terhadap cebakan mineral yang telah diketahui dari pemercontohan singkapan, paritan, lubang bor, shafts dan terowongan. Jarak pemercontohan sedemikian rapat sehingga ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas dan ciri-ciri yang lain dari cebakan mineral tersebut dapat ditentukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

d.studi kelayakan (feasibility study)

Tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan (penambangan, pengolahan/pemurnian, ekonomi, pemasaran, hukum, lingkungan, sosial, dan peraturan pemerintah), termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pascatambang.

Hasil dari kegiatan eksplorasi yaitu mendapatkan penaksiran nilai sumberdaya dan cadangan dari endapan mineral, yang terbagi menjadi 2 yaitu : a. sumberdaya mineral tereka (inferred mineral resource)

sumberdaya mineral yang tonase, kadar, dan kandungan mineral dapat diestimasi dengan tingkat keyakinan geologi (geological assurance) rendah

b. sumberdaya mineral tertunjuk (indicated mineral resource)

(15)

c. sumberdaya mineral terukur (measured mineral resource)

sumberdaya mineral yang tonase, densitas, bentuk, dimensi, kimia, kadar dan kandungan mineral dapat diestimasi dengan tingkat keyakinan geologi (geological assurance) tinggi.

d. cadangan bijih terkira (probable ore reserve)

bagian sumberdaya mineral tertunjuk yang ekonomis untuk ditambang, dan dalam beberapa kondisi, juga merupakan bagian dari sumberdaya mineral terukur.

e. cadangan bijih terbukti (proved ore reserve)

Bagian dari sumberdaya mineral terukur telah diketahui tonase, densitas, bentuk, dimensi, kadar mineral yang dapat diestimasi dengan tingkat keyakinan geologi tinggi serta memiliki nilai ekonomis jika ditambang.

Klasifikasi sumberdaya dan cadangan mineral dikelompokkan berdasarkan dua kriteria yang menjadi dasar klasifikasi, yaitu keyakinan geologi dan kelayakan tambang. Hubungan antara hasil eksplorasi, sumberdaya mineral dan cadangan mineral tertera dalam Gambar 2.1.

(16)

2.2. Definisi Pemodelan adalah penggambaran informasi yang diatur secara sistematik tentang sifat-sifat penting suatu kelompok endapan mineral.

2.2.1. Jenis-jenis Model Endapan

Berikut penjelasan lebih lanjut dari model geologi, model empiris, model genetic (konseptual), model eksplorasi dan model cadangan dari endapan mineral, yaitu :

a. Model Geologi Regional

Model geologi regional adalah lingkungan geologi dimana proses-proses geologi yang membentuk obyek geologi berlangsung serta faktor-faktor pengendalinya yang menyebabkan obyek geologi tersebut terbentuk pada tempat dan waktu tertentu (skala regional).

Unsur-unsur model geologi regional :

1) Batuan sumber atau asosiasi batuan yang berhubungan erat dengan obyek geologi yang dimaksud (endapan mineral)

2) Proses geologi yang membentuk obyek geologi 3) Waktu pembentukan obyek geologi

b. Model Geologi Lokal

Model geologi lokal merupakan lingkungan geologi lokal dimana proses-proses geologi yang membentuk obyek geologi (endapan mineral) berlangsung serta factor-faktor pengendalinya yang menyebabkan obyek geologi tersebut di tempat dan pada waktu tertentu (berskala lokal). Meliputi :

1) Bentuk tubuh dan dimensi endapan mineral (obyek geologi)

2) Posisi obyek geologi terhadap struktur geologi batuan induknya (host rock) 3) Sifat geologi dan mineralogi obyek geologi (endapan)

(17)

c. Model Empiris

Model empiris adalah model geologi yang berdasarkan karakteristik endapan-endapan mineral yang diketahui, mengandung data, tapi tidak diinterpretasi. Jenis endapan tertentu terdapat pada tatanan geologi tertentu, yang seharusnya dijumpai pada tatanan geologi yang sama di tempat lain (Walshe, 1984). Model empiris endapan, dikarakterisasi oleh :

1) Lingkungan tektonik 2) Batuan induk (host rock) 3) Mineralisasi

4) Tipe dan zonasi alterasi hidrotermal 5) Penyebaran dalam waktu dan ruang 6) Ukuran dan kadar endapan

Model empiris dapat dijadikan model pembanding dalam menjalaskan model genetik endapan suatu daerah. Contoh model endapan empiris dapat dilihat pada Gambar 2.2. Model empiris endapan Au-Ag epitermal.

(18)

d. Model Genetik (Model Konseptual)

Model genetik adalah model konseptual analisis komponen-komponen utama endapan bijih, dan menjelaskan hubungan komponen-komponen tersebut. Model genetik ini dikembangkan dari model empiris (model geologi) yang berdasarkan pada proses pembentuk endapan mineral tersebut.

Komponen-komponen genetik utama, antara lain : 1) Batuan induk (host rock) dan umurnya

2) Mineralisasi dan alterasi hidrotermal

3) Sifat fisika-kimia dan komposisi fluida pembawa bijih 4) Sekuen paragenesa

5) Geometri endapan (bentuk dan dimensi) 6) Kontrol struktur

e. Model Cadangan

Model cadangan adalah cara dan sistematika estimasi cadangan suatu endapan mineral berdasarkan metoda penaksiran yang sesuai, tergantung pada kompleksitas geometri dan penyebaran kadar. Output-nya adalah cadangan endapan (probable atau proven reserve). Model cadangan ini dapat dilakukan secara komputerisasi (model komputer) :

1) Model Blok Teratur (Regular Block Model); cebakan dibagi dalam blok-blok dengan dimensi tertentu. Tiap blok memiliki atribut jenis batuan, alterasi, mineralisasi, kadar, kode topografi (lihat Gambar 2.3).

2) Gridded Seam Model; pemodelan untuk batubara atau cebakan yang berlapis, yang dibagi dalam sel-sel yang teratur (dimensi tertentu).

Metoda-metoda penaksiran : 1) Penaksiran manual (cross section) 2) Metoda Isoline

3) Metoda polygon 4) Metoda segitiga

(19)
(20)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jadwal Kegiatan

Penelitian Tugas Akhir ini diharapkan dapat dilaksanakan selama 2 bulan, sejak Agustus 2017 hingga september 2017. Rencana jadwal kegiatan dijelaskan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1.

Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian Tugas Akhir

No URAIAN KEGIATAN Bulan ke- 1 Bulan ke-2

I II III IV I II III IV 1 Orientasi Lapangan

2 Pengambilan Data Lapangan 3 Pengolahan Data 4 Pembuatan Laporan 5 Konsultasi Laporan 6 Presentasi

3.2. Tempat Kegiatan

(21)

3.3. Diagram Alir Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Rancangan kegiatan penelitian ini terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan laporan akhir. 1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini dilakukan penyusunan usulan tugas akhir. Sasaran utama studi pendahuluan ini adalah gambaran umum daerah penelitian. Studi literatur dilakukan dengan mencari bahan-bahan pustaka yang menunjang kegiatan penelitian, yang diperoleh dari :

a. Instansi terkait pengamatan kegiatan pemboran eksplorasi dan pengumpulan data sekunder. 3. Pengolahan Data

Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan perhitungan berdasarkan teori. Dari rumusan-rumusan yang telah didapat kemudian dilakukan analisa untuk menemukan jawaban atas pertanyaan rumusan dalam penelitian. 4. Penyusunan laporan akhir

(22)

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Cara pengumpulan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi:

1. Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data-data dari literatur-literatur dan internet tentang perhitungan sumberdaya mineral

2. Observasi lapangan, yaitu pengamatan di lapangan meliputi kegiatan drilling

3. Observasi laboratorium, yaitu pengamatan di laboratorium meliputi kadar bijih.

4. Wawancara dengan instruktur lapangan serta orang-orang yang ahli dibidangnya.

3.5. Teknik Pengolahan Data

Adapun pengolahan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu : 1. Evaluasi data sebelum melakukan pemodelan dan perhitungan sumberdaya

mineral.

2. Pemodelan dan perhitungan sumberdaya mineral dengan cara komputerisasi dengan menggunakan metode block model.

3.6. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah: 1. Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan data

dengan cara mengamati langsung di lapangan.

2. Menganalisa estimasi kadar bijih emas di daerah penelitian

(23)

Gambar 3.1. Diagram Alir Peneltian

Rumusan Masalah Bagaimana model bijih emas di daerah penelitian

Bagaimana mengestimasi kadar bijih menggunakan metode inverse distance Bagaimana penentuan sumberdaya bijih emas di daerah penelitian

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Pengolahan Data

Menggunakan perangkat lunak surpac 6.6.2.

Data Sekunder Sejarah dan struktur organisasi Perusahaan Peta batas IUP dan rencana pemboran Geologi regional daerah penelitian Peta topografi

Data bor (collar, lithology, survey, assay) Data Primer

Lokasi dan kesampaian daerah Daily Drilling Report

Rangkuman Simulasi model endapan bijih emas

Jumlah sumberdaya bijih emas di daerah penelitian

Kesimpulan dan Saran

Fakta

Model dan estimasi kadar bijih sangat penting untuk dilanjutkan ke perencanaan penambagan yang

(24)

.

DAFTAR PUSTAKA

Dhadar, J.R. (1980). Eksplorasi Bahan Galian. Bandung: Penerbit G.S.B.

Evans, A.M. (1993). Ore Geologi And Industrial Minerals: An Intoduction. 3rd Edition. Oxford: Blackwell Scientific Publications.

Koesoemadinata, R. (1995). Kuliah Tamu Jurusan Geologi. Bandung: Fakultas Teknologi Mineral, ITB.

(25)

SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN

2.3. Lokasi dan Kesampaian Daerah

2.4. Geologi Regional Daerah Penelitian BAB III DASAR TEORI

3.1. Definisi Eksplorasi 3.1.1. Tahapan Eksplorasi 3.1.2. Metode Eksplorasi

3.2. Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Mineral 3.2.1. Klasifikasi Sumberdaya Mineral

3.2.2. Klasifikasi Cadangan Mineral

3.3. Metode Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Mineral BAB IV METODE PENELITIAN

4.1. Diagram Alir

4.2. Teknik Pengumpulan Data

4.3. Teknik Pengolahan Data 4.4. Teknik Analisis Data

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian 5.2. Pembahasan

(26)

6.1. Kesimpulan

(27)

RENCANA JADWAL PENYUSUNAN ISI LAPORAN

KEGIATAN AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JANUARI PENELITIAN

(28)

CURRICULUM VITAE

A

.

Identitas

Nama : Ziat Kurniawan Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat/Tanggal Lahir : Mangkahui, 3 Mei 1995

Alamat : JL. Pembangunan, No. 123 Desa Mangkahui RT VIII, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Propinsi Kalimantan Tengah

Telepon : 085246864193 / 085751765794 Email : [email protected]

- Perguruan tinggi : S1 Teknik Pertambangan Universitas Lambung Mangkurat

C. Seminar & Kursus

- Program Persiapan Belajar Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (2013)

- Peserta Sosialisasi Kebijakan Energi oleh Dewan Energi Nasional (2013) - Peserta Basic Islamic Leadership Training (2013)

- Pengenalan Lingkungan Tambang (PELITA) ke-7 (2014)

- Kuliah Umum Pengenalan Batumulia oleh Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Batumulia (2014)

- Peserta Seminar Nasional Energi dan Teknologi Terapan (2014)

(29)

- Peserta Pelatihan SIG Tingkat Dasar oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (2014)

- Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Pertambangan Untuk Negeri (2015) - Peserta Praktek Kerja Lapangan oleh PT Senamas Energindo Mineral (2016) - Peserta Stadium General Prospek Tambang Bawah Tanah di Kalimantan (2017) - Delegasi Universitas Lambung Mangkurat pada Kalimantan Student Mining

Gambar

Gambar 2.1. Hubungan Antara  Hasil  Eksplorasi,  Sumberdaya  dan  Cadangan
Gambar 2.2. Model Empiris Endapan Au-Ag Epitermal
Gambar 2.3. Model Endapan Block
Tabel 3.1.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan penelitian bahan galian lain/mineral lain dan mineral ikutan pada wilayah pertam- bangan Kabupaten Konawe, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana potensi

Pengalaman di bidang Operasi Penambangan bahan galian mineral dan atau batubara untuk D3 Tambang Umum/Tambang Eksplorasi/Geologi minimal 6 tahun, untuk S1 Tambang

Tujuan penelitan adalah pernyataan mengenai apa yang akan dilakukan dan apa yang hendak dicapai dalam tugas akhir tersebut. Oleh karena itu, tujuan dikemukakan

“METODLOGI PENELITIAN BERISIKAN PROSEDUR DALAM BENTUK BAGAN ALIR, PERALATAN, BAHAN, MAUPUN JENIS UJI STATISTIK YANG DIGUNAKAN DALAM PENGOLAHAN DATA TUGAS AKHIR”. JADWAL KEGIATAN

Penggunaan metode ini serta pemilihan parameter yang tepat diharapkan dapat memberikan prediksi yang lebih akurat dibandingkan dengan penelitian yang telah

Sumberdaya terukur (measured resource) adalah jumlah bahan galian di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang

Sebaran Bahan galian sirtu yang merupakan salah satu potensi sumberdaya mineral dan batubara di Kabupaten Kampar yang telah dimanfaatkan oleh pertambangan rakyat

PROSPEKSI:kegiatan penyelidikan dan pencarian untuk menentukan endapan bahan galian atau mineral berharga EKSPLORASI: kegiatan untuk mengetahui ukuran, posisi, kadar rata rata, dan