Info Artikel: Diterima 01/06/2016 Direvisi 24/06/2016 Dipublikasikan 30/06/2016
Volume 4 No
KONDISI SELF DISC
Gusmawati1, Taufik2, Ifdil3 *) Jurusan Bimbingan dan Konse
Abstrak
Penelitian ini bertujuan Bimbingan dan Konseling adalah penelitian deskript Inventori Pengukuran Self
orang mahasiswa mengg mengungkapkan bahwa, memiliki kondisi keluasan
person menunjukkan bahw responden penelitian (72,1 memiliki kondisi kedala merekomendasikan mahas memperdalam kemampuan Konseling untuk mempe
disclosure.
Keyword:Self disclosure, Mahas
Copyright © 2016 IICET (Padang - Indones Indonesian Institute for Counseling, Educatio
PENDAHULUAN
Hubungan antar pribadi ya yang tepat. Self disclosure yaitu perasaaan yang tidak diketahui ba orang dan/ atau pesan-pesan mer Mahasiswa Bimbingan dan Kon dilakukannya. Wisnuwardhani, D
disclosure bersifat saling berbalas S. F, 2012: 50) bila konselor terb tersebut maka permasalahan yang Selain itu Wrightsman (da
disclosure) adalah proses meng informasi dengan orang lain. D dilakukan oleh seseorang kepada bentuk komunikasi.
Berdasarkan penelitian Sa didapatkan hasil pengungkapan d sedang dan pengungkapan diri penelitian yang dilakukan oleh Ifd tingkat self disclosure sedang dan
Hasil observasi yang pene Konseling cenderung kesulitan da dan kehidupan mereka sendiri k
4 Nomor 2, Juni 2016, Hlm 92-97
SCLOSURE MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONS
seling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padan
n untuk mengidentifikasikan kondisi self disclosure m g berdasarkan dimensi keluasan dan kedalaman. Jenis pen ptif dengan metode kuantitatif. Instrumen yang digunaka
elf Disclosure Mahasiswa (IPSDM), dengan Sampel seb ggunakan teknik Simple Random Sampling. Temuan
, 1) Sebanyak 55,29% mahasiswa Bimbingan dan K an self disclosure pada kategori tidak luas dan dilihat pa hwa ibu merupakan target person pertama dan paling bany ,16%), 2) Sebanyak 38,82% mahasiswa Bimbingan dan K alaman self disclosure pada kategori sedang. Penel
asiswa Bimbingan dan Konseling, agar dapat memper an melakukan self disclosure dan perlu pelayanan Bimbi perluas dan memperdalam kemampuan dalam melaku
asiswa
Indonesia) - All Rights Reserved Education and Theraphy (IICET)
yang sehat ditandai oleh keseimbangan pengungkapan diri u saling memberikan data biografis, gagasan-gagasan prib bagi orang lain, dan umpan balik berupa verbal dan
respon-ereka di dalam suatu hubungan (Budyatna, M & Ganiem onseling sangat memerlukan self disclosure dalam pros D & Mashoedi, S. F (2012: 50) menyatakan bahwa p las (reciprocal) dan menurut Dindia (dalam Wisnuwardha rbuka maka akan menstimulasi klien untuk juga terbuka. D ng dikemukakan dalam konseling dapat teratasi.
(dalam Hidayat, D, 2012: 106) menjelaskan bahwa peng nghadirkan diri yang diwujudkan dalam kegiatan mem Dapat disimpulkan bahwa self disclosure merupakan pr da orang lain tentang berbagai hal dan informasi yang ter Sari, R. P, dkk (2010: 21) terhadap 346 orang mahasis
diri (self disclosure) mahasiswa hanya berada pada kateg ri mahasiswa pria lebih rendah dari mahasiswa wanita Ifdil, dkk (2013) diperoleh hasil bahwa 29% mahasiswa ber an 36,2% mahasiswa berada dalam kategori tingkat self disc
neliti lakukan selama perkuliahan, didapati bahwa mahasis dalam membuka diri. Diantaranya ada yang tidak mau be kepada teman sesama mahasiswa, ada diantara mereka
SELING
ang
mahasiswa enelitian ini akan adalah ebanyak 85 penelitian Konseling pada target nyak dipilih Konseling nelitian ini perluas dan bingan dan kukan self
ri atau self disclosure
ribadi, dan perasaan--respon fisik kepada em, L. M, 2011: 40). oses konseling yang pada umumnya self
hani, D & Mashoedi, . Dengan keterbukaan ngungkapan diri (self
mbagi perasaan dan proses berbagi yang terkait dirinya dalam iswa tahun pertama, tegori rendah sampai ita. Selanjutnya dari erada dalam kategori
isclosure rendah. siswa Bimbingan dan
Selanjutnya dari hasil stud tersebut kesulitan dalam melaku diantaranya ada yang takut berk proses perkuliahan, ada yang tak sebenarnya dan berbagai alasan la METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunak adalah seluruh mahasiswa Bimbi perolehan sampel sebanyak 85 ora
sampling. Data dianalisis dengan penetapan masing-masing data ya HASIL DAN PEMBAHASAN P Berdasarkan pengolahan data mak 1. Keluasan self disclosure ma
Gambaran keluasan se
1 berikut,
Ko
No 1 2 3 Data pada tabel 1 m Konseling secara umum. Seb kategori tidak luas, sebanyak sedang, dan sebanyak 7,06% ini menunjukkan bahwa kon umumnya berada pada ketego Selanjutnya keluasan berikut,
Gambar 1. Target p
Data pada gambar 1 Bimbingan dan Konseling da
person Ibu yang menunjukka mahasiswa Bimbingan dan K sebanyak 55,49% mahasiswa mahasiswa memilih target per
tudi awal, didapatkan hasil bahwa delapan dari dua belas kukan pengungkapan diri (self disclosure) dengan berba rkonsultasi dengan dosen pembimbing terkait masalah y takut dicemoohkan teman, takut teman tidak dapat mene lainnya.
N
akan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. P bingan dan Konseling yang terdaftar pada tahun ajaran orang dengan penarikan sampel dalam penelitian mengguna an menggunakan teknik analisis deskriptif dan kemudian yang diperoleh dengan menggunakan mean hypothetic.
PENELITIAN
aka dikemukakan hasil penelitian sebagai berikut, ahasiswa Bimbingan dan Konseling
self disclosure mahasiswa Bimbingan dan Konseling dapa Tabel 1
KondisiKeluasan Self Disclosure Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Secara Umum
n = 85
o Kategori Interval Skor f %
Luas ≥ 26 6 7,06
Sedang ≥ 16 s/d < 26 32 37,65 Tidak Luas <16 47 55,29
menampilkan kondisi keluasan self disclosure mahasisw ebanyak 55,29% mahasiswa memiliki kondisi keluasan s
ak 37,65% mahasiswa memiliki kondisi keluasan self disclo
mahasiswa memiliki kondisi keluasan self disclosure pad ondisi keluasan self disclosure mahasiswa Bimbingan da gori tidak luas.
n self disclosure yang dilihat dari target person terpap
person self Disclosure Mahasiswa Bimbingan dan Kon
1 menunjukkan secara keseluruhan perolehan dari target dalam melakukan self disclosure. Sebanyak 72,16% mahasi kan bahwa ibu merupakan target person pertama dan terb Konseling dalam melakukan self disclosure, selanjutny wa memilih Sahabat sebagai target person, yang ketiga
erson Bapak.
las orang mahasiswa rbagai pertimbangan, yang dialami dalam nerima kondisi yang
. Populasi penelitian n 2015/2016 dengan nakan simple random
an ditetapkan kriteria
pat dilihat pada tabel
iswa Bimbingan dan
self disclosure pada
closure pada kategori ada kategori luas. Hal dan Konseling pada apar pada gambar 1
onseling
Hasil penelitian menu Konseling pada umumnya be paling banyak dipilih oleh mahasiswa Bimbingan dan K lebih terbuka kepada Ibu, ka Sesuai dengan yang dikemuk kepada orang-orang yang me 337) menyatakan, orang cend
Keluasan self disclos
topik (a) Sikap dan opini, Keuangan, (e) Kepribadian, d untuk topik sikap dan opini dibandingkan dengan topik-to Hasil tersebut menunj tergantung dari topik yang seseorang dalam mengungk disampaikan. Selanjutnya, Ifd mengungkapkan dirinya (targ dan teman dekat.
Sementara untuk targ Sahabat sebagai target perso
sebagai target person dalam m dalam melakukan self disclos disclosure. (e) Kepribadian, m Fisik, memilih Ibu sebagai tar
Hal tersebut menunju mahasiswa Bimbingan dan
disclosure. Sedangkan untu mahasiswa Bimbingan dan Tergambar di sini, berbeda to Hasil tersebut diduku khususnya individu menginf Selanjutnya Wisnuwardhani, akrabnya sebuah hubungan, m yang menandai kedekatan ata 2. Kedalaman self disclosure m
Berdasarkan kriteria
self disclosure mahasiswa Bim
Ko Konseling secara umum. Seb sedang, 23,53% mahasiswa m memiliki kedalaman self disc disclosure pada kategori sang
nunjukkan bahwa kondisi keluasan self disclosure mahasis berada pada ketegori tidak luas dan ibu merupakan target p
h mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Hal tersebut m Konseling belum mampu membuka diri kepada berbaga karena Ibu merupakan sosok yang paling dekat dan palin ukakan oleh Gainau, M. B (2009: 6), self disclosure yang
emiliki kedekatan hubungan (intimacy). Selanjutnya, Taylo nderung membuka informasi personal kepada orang yang d
osure mahasiswa Bimbingan dan Konseling jika dilihat d i, berada pada kategori sedang. (b) Selera dan Minat, ( , dan (f) Fisik, berada pada kategori tidak luas. Hal ini m ni mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki self di
topik yang lain.
njukkan bahwa keluasan self disclosure mahasiswa Bimbin g dikemukakan. Jourard (dalam Ifdil, 2013: 113) men gkapkan diri perlu mengetahui isu/topik dari self disc
Ifdil (2013: 112) mengemukakan keluasan berkaitan deng arget person) seperti orang yang baru dikenal, teman biasa arget person pada masing-masing topik yaitu, (a) Sikap d
rson dalam melakukan self disclosure. (b) Selera dan M melakukan self disclosure. (c) Pendidikan, memilih Ibu se
osure. (d) Keuangan, memilih Ibu sebagai target person da , memilih Sahabat sebagai target person dalam melakukan target person dalam melakukan self disclosure.
jukkan bahwa untuk masalah dalam hal sikap dan opini, da n Konseling memilih Sahabat sebagai target person dala
tuk masalah terkait selera dan minat, pendidikan, keu n Konseling Ibu sebagai taget person dalam melakuka topik permasalahan berbeda juga target person-nya.
kung oleh pendapat Gainau, M. B (2009: 2) yang meny informasikan dirinya tergantung kepada siapa yang hen i, D & Mashoedi, S. F (2012: 50) menyatakan bahwa seiri , maka pengungkapan diri (self disclosure) akan semakin se
tau keintiman hubungan yang ada. mahasiswa Bimbingan dan Konseling
a pengolahan data yang telah dibuat, dapat digambarkan imbingan dan Konseling pada tabel 2 berikut,
Tabel 2
ondisiKedalaman Self disclosure Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Secara Umum
n = 85
menampilkan kedalaman kondisi self disclosure mahasisw ebanyak 38,82% mahasiswa memiliki kedalaman self disclo
memiliki kedalaman self disclosure pada kategori dalam,
isclosure pada kategori rendah, 10,59% mahasiswa memi ngat dalam, dan 8,24% mahasiswa memiliki kedalaman s
siswa Bimbingan dan
person pertama dan menunjukkan bahwa gai target person dan ling dapat dipercaya. ng dalam, diceritakan ylor, S. E, dkk (2012: dipercayainya. t dari masing-masing
(c) Pendidikan, (d) menunjukkan bahwa
disclosure lebih luas bingan dan Konseling engemukakan bahwa
isclosure yang akan ngan siapa seseorang asa, orangtua/saudara p dan opini, memilih Minat, memilih Ibu sebagai target person
dalam melakukan self
an self disclosure. (f) dan juga kepribadian, alam melakukan self
keuangan, dan fisik, kan self disclosure. nyatakan, umum dan endak diajak bicara. iring dengan semakin sering dan mendalam
n kondisi kedalaman
iswa Bimbingan dan
kategori sangat rendah. Hal Bimbingan dan Konseling pad
Hasil penelitian menu Konseling memiliki kedalama bahwa kemampuan mahasisw kategori sedang.
Untuk melihat lebih r berikut akan dideskripsikan s yaitu,
a. Untuk self disclosure sik b. Untuk self disclosure sele c. Untuk self disclosure pen d. Untuk self disclosure keu e. Untuk self disclosure kep f. Untuk self disclosure fisi Pemaparan tersebut
disclosure selera dan minat, dalam. Untuk self disclosure
mahasiswa Bimbingan dan K pendidikan, kebanyakan maha
Terlihat bahwa, kond inikator atau topik permasala
disclosure nya. Sehingga ada
self disclosure yang dalam, memiliki self disclosure yang Hal tersebut Menuru membuka diri (melakukan sel
melakukan self disclosure m sehingga terdapat perbedaan topik permasalahan yang akan
Mahasiswa Bimbinga Konselor, perlu untuk menin Devito, J. A, 2011: 67) me penting dalam konseling d membutuhkan bantuan kons melakukan self disclosure (m
Kemampuan self di
mempengaruhi proses konsel memiliki self disclosure yang proses konseling ada hubung pada umumnya self disclosu menstimuasi yang lainnya u memiliki self disclosure yan
disclosure dalam proses kons LIMITASI PENELITIAN
Pada prinsipnya, penelitian Namun, penelitian ini memiliki be 1. Penelitian ini tidak dapat dig
karena keterbatasan. Namun sampel.
2. Sampel dalam penelitian ini ti yang dimiliki mahasiswa Bimb 3. Fokus penelitian ini hanyalah
enam topik dalam indikator pe diteliti. Perlu penelitian lebih perbedaannya, maupun meliha
al ini menunjukkan bahwa kedalaman kondisi self disc
pada umumnya berada pada kategori sedang.
nunjukkan bahwa secara keseluruhan kebanyakan mahasis man kondisi self disclosure dalam kategori sedang. Hal ters iswa Bimbingan dan Konseling untuk melakukan self disc
h rinci mengenai kondisi self disclosure mahasiswa Bimbin sesuai dengan enam topik yang telah diteliti dan ditetapka ikap dan opini, kebanyakan mahasiswa berada pada kategor elera dan minat, pada umumnya berada pada kategori dalam endidikan, kebanyakan mahasiswa berada pada kategori ren euangan, kebanyakan mahasiswa berada pada kategori seda epribadian, kebanyakan mahasiswa berada pada kategori se isik, kebanyakan mahasiswa berada pada kategori sedang.
t membukti-kan bahwa untuk self disclosure sikap da at, kebanyakan mahasiswa Bimbingan dan Konseling be
keuangan, self disclosure kepribadian, dan self disclosure
n Konseling berada pada kategori sedang. Sedangkan un ahasiswa Bimbingan dan Konseling berada pada kategori re ndisi self disclosure mahasiswa Bimbingan dan Konselin lahan yang diceritakan. Berbeda topik permasalahan berbe da kalanya pada topik tertentu mahasiswa Bimbingan dan K
, ada kalanya memiliki self disclosure yang sedang dan ng rendah.
rut Devito, J. A (2011: 67) terjadi karena, seseorang aka
self disclosure) tentang topik tertentu dari pada topik yang mahasiswa Bimbingan dan Konseling juga memperha an dari kondisi self disclosure yang dilakukan sesuai den kan diungkapkan.
gan dan Konseling yang nantinya akan menjadi seorang ingkatkan kemam-puannya dalam melakukan self disclosu
mengemukakan bahwa self disclosure (pengungkapan diri) dan psikoterapi. Jourard juga mengatakan bahwa s
nseling dan psikoterapi karena orang tersebut tidak p membuka diri kepada orang lain) secara memadai.
disclosure mahasiswa Bimbingan dan Konseling nant seling yang akan dilakukan-nya. Mahasiswa Bimbingan d ng dalam, akan mampu menjalankan sesi konseling dengan ngan timbal balik. Menurut Wisnuwardhani, D & Mashoed sure bersifat saling berbalas (reciprocal), bila yang satu t
untuk terbuka juga. Artinya jika mahasiswa Bimbing yang dalam maka akan mampu menstimulasi klien unt nseling nantinya.
ian ini telah dilaksanakan dengan mengacu pada metode da beberapa keterbatasan seperti berikut ini:
igeneralkan kepada seluruh angkatan mahasiswa Bimbing n secara khusus jumlah sampel sudah sesuai dengan p tidak dibedakan berdasarkan tahun masuk, jenis kelamin m mbingan dan Konseling.
h pada dua dimensi dari self disclosure, yaitu keluasan dan penelitian, hal ini berarti belum semua aspek self disclosu
h lanjut untuk mengungkap aspek-aspek lain dari self discl
hat hubungannya dengan variabel lain.
isclosure mahasiswa siswa Bimbingan dan ersebut membuktikan
sclosure berada pada ingan dan Konseling, kan sebagai indikator
ori dalam.
berada pada kategori
ure fisik, kebanyakan untuk self disclosure
rendah.
ling dipengaruhi oleh beda pula kondisi self
n Konseling memiliki an ada kalanya juga kan lebih cenderung g lain. Artinya dalam hatikan berbagai hal engan indikator atau ng guru BK ataupun
sure. Jourard (dalam iri) merupakan faktor seseorang mungkin pernah sebelumnya antinya akan sangat dan Konseling yang an baik, karena dalam oedi, S. F (2012: 50), terbuka, maka akan ngan dan Konseling ntuk melakukan self
dan prosedur ilmiah. ingan dan Konseling, prosedur penarikan maupun kompetensi an kedalaman terkait
sure mahasiswa yang
KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilak 1. Keluasan self disclosure ma
tidak luas dan pada target banyak dipilih mahasiswa, t Jika dilihat dari segi topik ya Konseling terkait masalah s lainnya yaitu, selera dan m berada pada kategori tidak lu 2. Kedalaman self disclosure
sedang. Kedalaman self discl
a.Self disclosure terkait den artinya terkait masalah sik
disclosure secara mendala b.Self disclosure terkait den artinya terkait masalah sel
disclosure secara mendala c.Self disclosure terkait d
artinya terkait masalah pe
self disclosure secara men d.Self disclosure terkait den terkait masalah keuanga
disclosure secara mendala e.Self disclosure terkait de artinya terkait masalah ke
self disclosure secara men f. Self disclosure terkait de terkait masalah fisik mah secara mendalam.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian maka 1. Ketua Jurusan Bimbingan da Bimbingan dan Konseling u mahasiswa Bimbingan dan K 2. Mahasiswa Bimbingan dan K melakukan self disclosure y Konselor dimasa yang akan d DAFTAR PUSTAKA
Budyatna, M & Ganiem, L. M. ( Group.
Devito, J. A. (2011). Komunikas
Tanggerang: Karisma Publ Gainau, M. B. (2009). Keterbuka dalam konseling. Jurnal Ilm
Hidayat, D. (2012). Komunikasi A
Ifdil., Ardi, Z., Bariyyah, K., Hari dan Konseling. Prosiding
Profesi Konseling Bermart Ifdil, I. (2013). Konsep Dasar Se
Pedagogi, 13(1), 110-117.
akukan maka dapat disimpulkan, sebagai berikut.
mahasiswa Bimbingan dan Konseling pada umumnya be et person menunjukkan bahwa Ibu merupakan target per
, target person kedua adalah Sahabat dan target person ke yang disampaikan kondisi keluasan self disclosure mahasis sikap dan opini berada pada kategori sedang, sementar minat, pendidikan, keuangan, kepribadian dan fisik kon luas.
mahasiswa Bimbingan dan Konseling keba-nyakan be
sclosure mahasiswa Bimbingan dan Konseling berdasar-kan dengan sikap dan opini, kebanyakan mahasiswa berada pa sikap dan opini mahasiswa Bimbingan dan Konseling mam alam.
engan selera dan minat, kebanyakan mahasiswa berada pa selera dan minat mahasiswa Bimbingan dan Konseling mam alam.
dengan pendidikan, kebanyakan mahasiswa berada pad pendidikan mahasiswa Bimbingan dan Konseling kurang
endalam.
engan keuangan, kebanyakan mahasiswa berada pada kateg gan mahasiswa Bimbingan dan Konseling cukup mamp alam.
dengan kepribadian, kebanyakan maha-siswa berada pad kepribadian mahasiswa Bimbingan dan Konseling cukup m endalam.
dengan fisik, kebanyakan mahasiswa berada pada kateg ahasiswa Bimbingan dan Konseling cukup mampu melaku
ka peneliti mengemukakan beberapa saran, sebagai berikut dan Konseling, disarankan agar dapat menyelenggarakan untuk dapat memperluas dan memperdalam kemampu Konseling.
Konseling, disarankan agar dapat memperluas dan memper yang nantinya akan sangat berguna dalam profesi seba datang.
(2011). Teori Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta: Kenca
asi Antar Manusia Edisi Kelima. Alih Bahasa: Ir. Agus blishing Group.
kaan Diri (Self Disclosure) siswa dalam perspektif buday
Ilmiah Widya warta, 33(1), 95-12.
i Antar Pribadi dan Medianya. Yoyakarta: Graha Ilmu. ariko, R., & Solina, W. (2013). Tingkat Self Disclosure Ma
g Konvensi Nasional BK XVIII. Denpasar Bali, 14 s.d 1 artabat dalam Masyarakat Multikultural dan Modern.
Self Disclosure dan Pentingnya Bagi Mahasiswa Bimbing
berada pada kategori
person pertama yang ketiga adalah Bapak. siswa Bimbingan dan ara untuk lima topik ondisi self disclosure
berada pada kategori an indikator yaitu, pada kategori dalam, ampu melakukan self
pada kategori dalam, ampu melakukan self
ada kategori rendah, g mampu melakukan tegori sedang, artinya mpu melakukan self
ada kategori sedang, p mampu melaku-kan egori sedang, artinya kukan self disclosure
ut.
n kegiatan pelayanan uan self disclosure
erdalam kemampuan bagai guru BK atau
ncana Prenada Media us Maulana, M.S.M. aya dan implikasinya
Sari, R. P., Andayani, T. R., & universitas diponegoro dit Taylor, S. E., Peplau, L. A., dan Tri Wibowo B.S. Jakarta: Wisnuwardhani, D & Mashoedi, S
& Masykur, A. M. (2010). Pengungkapan diri mahasis ditinjau dari jenis kelamin dan harga diri. Jurnal Psikologi U
n Sears, D. O. (2012). Psikologi SosialEdisi Kedia Belas
a: Kencana Prenada Media Group.
i, S. F. (2012). Hubungan Interpersonal. Jakarta: Salemba H
siswa tahun pertama
i Undip, 3(2), 11-25.