Pusk
Puskesmesmas as BoyoBoyolali lali I I adaadalah lah UniUnit t PelaPelaksanksana a TekTeknis nis (UPT(UPTD) D) DinaDinas s KesKesehatehatan an KabKabupatupatenen Bo
Boyoyolallali i yayang ng bebertartangnggungung g jawjawab ab terterhahadap dap pempembanbangugunan nan kekesehsehataatan n padpada a wiwilaylayah ah kekerjarja s
seebbaannyyaak k 3 3 ddeessa a ddaarri i 9 9 ddeessa a ddi i KKeeccaammaattaan n BBooyyoollaallii.. Ad
Adapapun un azazas as pepenynyelelenenggggararaaaan n PuPuskskesesmamas s didilalaksksananakakan an sesecacara ra teterprpadadu, u, yayaititu u azazasas pertangg
pertanggungjawaungjawaban ban wilayahwilayah, , pemberdpemberdayaan masyarakat, ayaan masyarakat, keterpadketerpaduan, uan, dan dan rujukanrujukan.Agar .Agar upayaupaya kese
kesehatahatan n terterseleselengganggara ra secasecara ra optioptimalmal, , makmaka a PusPuskesmkesmas as haruharus s melmelaksaaksanakanakan n manmanajemajemenen dengan baik.Manajemen Puskesmas merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara dengan baik.Manajemen Puskesmas merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematik untuk menghasilkan luaran Puskesmas secara efektif dan efisien.Kegiatan tersebut sistematik untuk menghasilkan luaran Puskesmas secara efektif dan efisien.Kegiatan tersebut m melelipipuuti ti ppeerreencncaannaaaann, , pepellaakksasannaaaan n ddaan n ppeennggenenddalaliiaan, n, seserrtta a ppeennggaawwasasaan n ddaann pe pertrtananggggunungjgjawawababan an yayang ng memerurupapakakan n sasatu tu kekesasatutuan an kekegigiatatan an yayang ng sasaliling ng teterkrkaiait t dadann berkesinambungan. berkesinambungan.
Berikut uraian standar pelayanan
Berikut uraian standar pelayanan Laboratorium:Laboratorium: N
NO O KKOOMMPPOONNEEN N UURRAAIIAANN
1.
1. DDaassaar r HHuukkuumm 11. . KKeeppuuttuussaan n MMeenntteerri i KKeesseehhaattaan n RReeppuubblliik k
Indonesi
Indonesia a Nomor Nomor 128/Menk128/Menkes/SK/II/es/SK/II/20042004 tent
tentang ang kebikebijakajakan n dasdasar ar puspusat at kesekesehatahatann masyarakat.
masyarakat. 2.
2. PePeratraturauran n DaDaeraerah h KaKabupbupataten en BoBoyoyolallalii Nomor
Nomor 18 18 Tahun Tahun 2011 2011 tentang tentang RetribusiRetribusi Pelayanan Kesehatan.
Pelayanan Kesehatan. 3.
3. PePeraratuturaran n BuBupapati ti BoBoyoyolalali li NoNomomor r 4545 Tahun 2011
Tahun 2011
2.
2. PersyaraPersyaratan tan PelayanaPelayanann 1. 1. Pasien Pasien terdaftar terdaftar di di loket loket pendaftpendaftaranaran
2.
2. Rujukan Rujukan dokter dokter klinik klinik umumumum
3.
3. Sistem, mekanisme,Sistem, mekanisme,
dan prosedur dan prosedur
1. Pasien menyerahkan rujukan dokter klinik 1. Pasien menyerahkan rujukan dokter klinik
umum umum 2
2. . PPaassiieen n mmeennddaappaattkkaan n ppeellaayyaannaann pemeriksaan laboratorium sesuai rujukan pemeriksaan laboratorium sesuai rujukan dokter klinik umum
dokter klinik umum 3.
3. PaPasiesien n memenununggnggu u hahasil sil pepememerikriksaasaan n didi ruang tunggu
ruang tunggu 4.
pemeriksaan laboratorium ke klinik umum pemeriksaan laboratorium ke klinik umum 4.
4. Jangka waktuJangka waktu penyelesaian penyelesaian
5-30 menit (tergantung jenis pemeriksaan) 5-30 menit (tergantung jenis pemeriksaan)
5.
5. BBiiaayyaa/ / ttaarriiff SSeessuuaaii:: 1.
1. PePeratraturauran n DaDaeraerah h KaKabubupatpaten en BoyBoyololaliali Nomor
Nomor 18 18 Tahun Tahun 2011 2011 tentang tentang RetribusiRetribusi Pelayanan Kesehatan
Pelayanan Kesehatan
2. Peraturan Bupati Boyolali Nomor 45 Tahun 2. Peraturan Bupati Boyolali Nomor 45 Tahun
2011 2011 6.
6. PPrroodduuk k ppeellaayyaannaann PPeellaayyaannaan n ppeemmeerriikkssaaaan n llaabboorraattoorriiuumm sesuai rujukan dokter
sesuai rujukan dokter 7.
7. Sarana, prasaranaSarana, prasarana dan/atau fasilitas dan/atau fasilitas
Al
Alat at pepengngamambibil l spspesesimimenen,, Hematologi Hematologi Analyzer
Analyzer , , FFoottoommeetteerr, , RReeaaggeenn,, Mikroskop,
Mikroskop, Sentrifuge,Sentrifuge,Alat penunjangAlat penunjang 8.
8. KoKompmpetetenensi psi pelelakaksasanana AnAnalalis lis lababororatatororiuiumm 9.
9. PPeennggaawwaassaan n iinntteerrnnaall DDiillaakkuukkaan n sseeccaarra a rruuttiin n oolleeh h KKeeppaallaa Puskesm
Puskesmas dan as dan berkala oleh Kepala Dinasberkala oleh Kepala Dinas Kesehatan
Kesehatan 10.
10. PenangananPenanganan
pengaduan, saran, dan pengaduan, saran, dan masukan
masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau langsung kepada Kepala Puskesmas atau di
dimamasuksukkakan n di di kotkotak ak sasaranran, , kemkemudiudianan diproses untuk mendapat tanggapan
diproses untuk mendapat tanggapan 11.
11. JJuummllaah h ppeellaakkssaannaa 1 1 oorraanngg 12.
12. JJaammiinnaan n ppeellaayyaannaann BBPPJJSS, , JJaammkkeessddaa,, 13.
13. Jaminan keamanan danJaminan keamanan dan keselamatan pelayanan keselamatan pelayanan
Sesuai standar operasional prosedur Sesuai standar operasional prosedur
14.
14. Evaluasi kinerjaEvaluasi kinerja pelaksana
pelaksana
Dilakukan secara berkala melalui lokmin Dilakukan secara berkala melalui lokmin bula
bulanannan, , tribtribulanulanan, an, dan dan tahtahunan unan secasecarara inte
intern, rn, kemkemudiaudian n dievdievaluaaluasi si oleh oleh DinaDinass Ke
pemeriksaan laboratorium ke klinik umum pemeriksaan laboratorium ke klinik umum 4.
4. Jangka waktuJangka waktu penyelesaian penyelesaian
5-30 menit (tergantung jenis pemeriksaan) 5-30 menit (tergantung jenis pemeriksaan)
5.
5. BBiiaayyaa/ / ttaarriiff SSeessuuaaii:: 1.
1. PePeratraturauran n DaDaeraerah h KaKabubupatpaten en BoyBoyololaliali Nomor
Nomor 18 18 Tahun Tahun 2011 2011 tentang tentang RetribusiRetribusi Pelayanan Kesehatan
Pelayanan Kesehatan
2. Peraturan Bupati Boyolali Nomor 45 Tahun 2. Peraturan Bupati Boyolali Nomor 45 Tahun
2011 2011 6.
6. PPrroodduuk k ppeellaayyaannaann PPeellaayyaannaan n ppeemmeerriikkssaaaan n llaabboorraattoorriiuumm sesuai rujukan dokter
sesuai rujukan dokter 7.
7. Sarana, prasaranaSarana, prasarana dan/atau fasilitas dan/atau fasilitas
Al
Alat at pepengngamambibil l spspesesimimenen,, Hematologi Hematologi Analyzer
Analyzer , , FFoottoommeetteerr, , RReeaaggeenn,, Mikroskop,
Mikroskop, Sentrifuge,Sentrifuge,Alat penunjangAlat penunjang 8.
8. KoKompmpetetenensi psi pelelakaksasanana AnAnalalis lis lababororatatororiuiumm 9.
9. PPeennggaawwaassaan n iinntteerrnnaall DDiillaakkuukkaan n sseeccaarra a rruuttiin n oolleeh h KKeeppaallaa Puskesm
Puskesmas dan as dan berkala oleh Kepala Dinasberkala oleh Kepala Dinas Kesehatan
Kesehatan 10.
10. PenangananPenanganan
pengaduan, saran, dan pengaduan, saran, dan masukan
masukan
Pengaduan dan saran dapat disampaikan Pengaduan dan saran dapat disampaikan langsung kepada Kepala Puskesmas atau langsung kepada Kepala Puskesmas atau di
dimamasuksukkakan n di di kotkotak ak sasaranran, , kemkemudiudianan diproses untuk mendapat tanggapan
diproses untuk mendapat tanggapan 11.
11. JJuummllaah h ppeellaakkssaannaa 1 1 oorraanngg 12.
12. JJaammiinnaan n ppeellaayyaannaann BBPPJJSS, , JJaammkkeessddaa,, 13.
13. Jaminan keamanan danJaminan keamanan dan keselamatan pelayanan keselamatan pelayanan
Sesuai standar operasional prosedur Sesuai standar operasional prosedur
14.
14. Evaluasi kinerjaEvaluasi kinerja pelaksana
pelaksana
Dilakukan secara berkala melalui lokmin Dilakukan secara berkala melalui lokmin bula
bulanannan, , tribtribulanulanan, an, dan dan tahtahunan unan secasecarara inte
intern, rn, kemkemudiaudian n dievdievaluaaluasi si oleh oleh DinaDinass Ke
kegiatan Bintek Tahunan. kegiatan Bintek Tahunan.
A. Ketenagaan Laboratorium UPTD Puskesmas Boyolali I: A. Ketenagaan Laboratorium UPTD Puskesmas Boyolali I:
==> Sri Partiningsih A.!"AK ==> Sri Partiningsih A.!"AK
B. Pelayanan yang "ise"iakan Laboratorium UPTD Puskesmas Boyolali I: B. Pelayanan yang "ise"iakan Laboratorium UPTD Puskesmas Boyolali I:
#.
#. PePememeririksaksaan "an "ararahah me melili$u$utiti::
%
% Darah Darah &utin&utin '
' (b Leukosit (itung )enis (b Leukosit (itung )enis Leukosit *umlah eritrosit L+D Leukosit *umlah eritrosit L+D (aematokrit *umlah trombosit,(aematokrit *umlah trombosit, %
% -olongan -olongan "arah"arah
.
. PemPemerieriksaaksaan n kimkimia ia "ar"arah ah melmeli$ui$uti:ti:
'
' -ula "arah /holesterol A-ula "arah /holesterol Asam urat Trigliseri"sam urat Trigliseri"
0.
0. PemPemerieriksaaksaan Imun Imunolnologi ogi SerSeroloologi gi melmeli$ui$uti:ti:
%
% Pemeriksaan Pemeriksaan 1i"al1i"al %
% Pemeriksaan Pemeriksaan (BsAg (BsAg 2(e$atitis 2(e$atitis B B sur3a4e sur3a4e antigen,antigen, %
% Pemeriksaan Pemeriksaan 5D&L 5D&L 25eneraal 25eneraal Disease Disease &esear4h &esear4h Laboratory,Laboratory, %
% Pemeriksaan Pemeriksaan TP(A2Tre$onema TP(A2Tre$onema $hali" $hali" hemaglutination,hemaglutination,
6.
6. PemPemerieriksaaksaan n !i!ikrobkrobioliologiogi melmeli$ui$uti:ti:
%
% Pemeriksaan Pemeriksaan BTA BTA 2Bakteri 2Bakteri TaTahan han Asam,Asam, %
% Pemeriksaan Pemeriksaan 7eisseria 7eisseria gonorrhoeaegonorrhoeae
8.
8. PemPemerieriksaaksaan 9aen 9ae4es 24es 2!ikr!ikroskosko$io$is !as !akroskrosko$ko$is,is,
;.
;. PePememeririksaksaan an UrUrinine e memelili$u$uti:ti:
%
% Pemeriksaan Pemeriksaan makrosko$is makrosko$is UrineUrine %
% Pemeriksaan Pemeriksaan !ikrosko$is !ikrosko$is UrineUrine %
% Pemeriksaan Pemeriksaan Kimia Kimia UrineUrine
%
% Pemeriksaan Pemeriksaan KehamilanKehamilan
/. !o"alitas<Inentaris yang "imiliki Laboratorium UPTD Puskesmas Boyolali I: /. !o"alitas<Inentaris yang "imiliki Laboratorium UPTD Puskesmas Boyolali I:
#
#.. 99oottoommeetteer r
.
. (e(emamatotolology gy AAnanalylyeer r
0
0.. UrUriinne Ae Annaalylyeer r
6.
6. !i!ikrkrososkoko$ $ BiBinonokukuleler r
8
;
;.. &&oottaattoor r
D. ?aktu Pelayanan Laboratorium UPTD Puskesmas
D. ?aktu Pelayanan Laboratorium UPTD Puskesmas Boyolali I:Boyolali I:
•
• Senin Senin s." s." Kamis Kamis : : *am *am @.0@ @.0@ #8.@@ #8.@@ ?IB?IB •
• *umCat *umCat : : *am *am @.0@ @.0@ ##.0@ ##.0@ ?IB?IB
SO
SO
P
P
L
L
A
A
BO
BO
R
R
AT
AT
O
O
R
R
I
I
U
U
M
M
–
–
PEN
PEN
YER
YER
A
A
H
H
A
A
N
N
H
H
A
A
SI
SI
L
L
L
L
A
A
B
B
O
O
R
R
AT
AT
O
O
R
R
I
I
U
U
M
M
Posted on
Posted on November 20, 2015November 20, 2015byby adminadmin
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini !
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Baca & Dengarkan!Baca & Dengarkan! PENGERTIAN :
PENGERTIAN : Penyera
Penyerahan hasil laboratorium adalah tata cara han hasil laboratorium adalah tata cara penyerahan hasil pemeriksaanpenyerahan hasil pemeriksaan laboratorium kepada petugas rawat inap / perawat.
laboratorium kepada petugas rawat inap / perawat.
TUJUAN : TUJUAN :
gar hasil laboratorium dapat diserahkan kepad
gar hasil laboratorium dapat diserahkan kepada petugas / a petugas / perawat dengan cepat,perawat dengan cepat, cermat dan benar.
cermat dan benar.
KEBIJAKAN : KEBIJAKAN : Berdasarkan K
Berdasarkan Kebijakan Direktur ebijakan Direktur ". ". tentang #tentang # •
• Pelayanan $aboratoriumPelayanan $aboratorium •
• Keselamatan pasienKeselamatan pasien PROSEUR:
PROSEUR: %.
%. ulis data pasulis data pasien yang hasien yang hasil pemeriksaan il pemeriksaan laboratoriumnlaboratoriumnya akan diserahkya akan diserahkanan kepada perawat / bagian terkait di buku e'pedisi penyerahan hasil.
kepada perawat / bagian terkait di buku e'pedisi penyerahan hasil. (.
(. )ek lembaran apakah tanda tangan analis dan / dokter sudah ada. )ek lembaran apakah tanda tangan analis dan / dokter sudah ada. Bila belumBila belum ada mintakan tanda tangan analis yang mengerjakan dan atau dokter.
ada mintakan tanda tangan analis yang mengerjakan dan atau dokter. *.
*. Bawa lembaran hasil ke ruangan / bagian terkait.Bawa lembaran hasil ke ruangan / bagian terkait. +.
+. "erahkan kepada perawat di bagian terkait."erahkan kepada perawat di bagian terkait. .
. Perawat bagian terkait harus menulis jam hasil diterima dan membubuhkanPerawat bagian terkait harus menulis jam hasil diterima dan membubuhkan tanda tangan di buku ekspedisi.
UNIT TERKAIT : UNIT TERKAIT :
•
• -nstalasi awat -nap,-nstalasi awat -nap, •
• -nstalasi awat Darurat-nstalasi awat Darurat •
• -nstalasi awat alan.-nstalasi awat alan.
SO
SO
P
P
L
L
A
A
BO
BO
R
R
AT
AT
O
O
R
R
I
I
U
U
M
M
–
–
PEN
PEN
YER
YER
A
A
H
H
A
A
N
N
H
H
A
A
SI
SI
L
L
L
L
A
A
B
B
O
O
R
R
AT
AT
O
O
R
R
I
I
U
U
M
M
Posted onPosted on November 20, 2015November 20, 2015byby adminadmin
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini !
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Baca & Dengarkan!Baca & Dengarkan!
PENGERTIAN : PENGERTIAN : Penyera
Penyerahan hasil laboratorium adalah tata cara han hasil laboratorium adalah tata cara penyerahan hasil pemeriksaanpenyerahan hasil pemeriksaan laboratorium kepada petugas rawat inap / perawat.
laboratorium kepada petugas rawat inap / perawat.
TUJUAN : TUJUAN :
gar hasil laboratorium dapat diserahkan kepad
gar hasil laboratorium dapat diserahkan kepada petugas / a petugas / perawat dengan cepat,perawat dengan cepat, cermat dan benar.
cermat dan benar.
KEBIJAKAN : KEBIJAKAN : Berdasarkan K
Berdasarkan Kebijakan Direktur ebijakan Direktur ". ". tentang #tentang #
•
• Pelayanan $aboratoriumPelayanan $aboratorium •
• Keselamatan pasienKeselamatan pasien PROSEUR:
PROSEUR: %.
%. ulis data pasulis data pasien yang hasien yang hasil pemeriksaan il pemeriksaan laboratoriumnlaboratoriumnya akan diserahkya akan diserahkanan kepada perawat / bagian terkait di buku e'pedisi penyerahan hasil.
kepada perawat / bagian terkait di buku e'pedisi penyerahan hasil. (.
(. )ek lembaran apakah tanda tangan analis dan / dokter sudah ada. )ek lembaran apakah tanda tangan analis dan / dokter sudah ada. Bila belumBila belum ada mintakan tanda tangan analis yang mengerjakan dan atau dokter.
ada mintakan tanda tangan analis yang mengerjakan dan atau dokter. *.
*. Bawa lembaran hasil ke ruangan / bagian terkait.Bawa lembaran hasil ke ruangan / bagian terkait. +.
. Perawat bagian terkait harus menulis jam hasil diterima dan membubuhkan tanda tangan di buku ekspedisi.
UNIT TERKAIT :
• -nstalasi awat -nap, • -nstalasi awat Darurat • -nstalasi awat alan.
KEBI
JAKAN
PELAYANAN
LABORATORI
UM
RUMAH
SAKI
T
Posted on !ar"# $, 201% by admin Baca & Dengarkan!
Kebi&a'an Um(m :
%. Pelayanan di $aboratorium harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan pasien.
(. "emua petugas unit lab wajib memiliki i0in sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
*. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K* 1Keselamatan dan Kesehatan Kerja2.
+. "etiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar pro3esi, standar
prosedur operasional yang berlaku, etika pro3esi, etikket, dan menghormati hak pasien.
. Pelayanan -nstalasi $aboratorium dilaksanakan (+ jam sehari, 4 hari dalam seminggu.
5. 67aluasi 8utu $aboratorium mengacu kepada "tandar Pelayanan 8inimal $aboratorium.
4. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
9. :ntuk melaksanakan koordinasi dan e7aluasi wajib dilaksanakan rapat rutin bulanan minimal satu bulan sekali.
Kebi&a'an K#()() :
%. Peralatan laboratorium harus selalu dilakukan dan kalibrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(. "etiap parameter laboratorium kontrol kualitasnya sebelum diberlakukan kepada specimen pasien.
*. 8engikuti kegiatan pemantapan mutu eksternal.
+. "etiap pemeriksaan laboratorium harus berdasarkan atas permintaan dokter atau bila atas permintaan sendiri harus ada konsultasi dengan dokter "pesialis Patologi Klinik.
. "etiap spesimen harus memenuhi syarat / memenuhi kualitas.
5. <asil pemeriksaan laboratorium untuk kasus biasa akan selesai dalam waktu maksimal ( jam, dan untuk kasus cito dan kasus dari -nstalasi awat Darurat dalam waktu maksimal % jam, kecuali pemeriksaan laboratorium tersebut di kirim ke laboratorium rujukan.
4. Pasien harus diberitahu bila pemeriksaan laboratorium di kirim ke laboratorium rujukan.
9. <asil pemeriksaan laboratorium harus diekspertisi oleh dokter spesialis Patologi Klinik atau petugas yang diberikan kewenangan.
;. :ntuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas wajib mengikuti pelatihan yang diselenggarakan.
BAB III STANDAR FASILITAS
3.1. DENAH RUANG (Ada Pada Lampiran)
3.2. STANDAR FASILITAS
%. Ged(n* dan Pra)aranaNO JENIS KE+ENGKAPAN JU!+A - KETERANGAN
( =entilasi %/* luas lantai
* Penerangan lampu
+ ir mengalir , bersih da
Daya $istrik 5 ata uang # a2 uang tunggu b2 uang ganti c2 uang Pengambilan spesimen d2 uang administrasi e2 uang pemeriksaan 32 uang sterilisasi g2 uang makan / minum h2 >) pasien i2 >) pegawai
idak ada da da da
4
empat
penampungan /pengelolaan
sederhana limbah cair da
9 empat
penampungan
/pengelolaan
sederhana limbah padat
%. Pera.a/an +abora/ori(m NO JENIS KE+ENGKAPAN STANAR +AB !AA JU!+A -KETERANGAN % Blood cell counter % %
( Bunsen Burner % % * Di?erensial cell % % NO JENIS KE+ENGKAPAN STANAR +AB !AA JU!+A -KETERANGAN counter + E.e"/ro./e Ana.i3er @ ( elas pengaduk "esuai kebutuhan (
5 -ncubator % % 4 Kaca objek "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan 9 Kaca penutup "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan ; Kapiler <ematokrit "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan %@ Koa*(.ome/er @ %
%% $ancet / klik pen
"esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan %( $oop ose ( ( %* 8ikroskope binokuler ( * %+ 8ikropipet + %@ % Peralatan gelas "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan %5 ak pengecatan % % A 6A-" K6$6AKPA "AD $B 8DC :8$< / K66AA
%4 ak tabung reaksi % 5
%9 e3rigerator % (
(@ "entri3use 6lektrik % * (% "entri3use <ematokrit % % (( "emprit jarum "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan (* "pekrto3otometer % % (+ "terilisator % % ( "topwatch % % (5 abung reaksi "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan (4 abung sentri3us "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan (9 empat tidur pasien % % (; ermometer %@ E %@@@ ) % % *@ imer % * *% ips Pipet "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan *( orniFuet % da sesuai kebutuhan
** =otre' mi'er % % *+ >aterbath % % N O JENIS KE+ENGKAPAN STANA R +AB !AA JU!+A -KETERANGA N * >estergreen % set da sesuai kebutuhan 1 disposable 2 *5 Kimia '.ini' A(/oAna.3er E % *4 ema/o.o*iA(/oAna.3er E % *9 Urina.)i) Ana.3er E %
*; B.ood *a) Ana.3er E %
%. Per.en*'a4an Ke)e.ama/an dan Keamanan +abora/ori(m
NO JENIS KE+ENGKAPAN STANAR +AB !AA JU!+A -KETERANGAN % lat Pemadam pi ingan 1P2 "esuai kebutuhan
kebutuhan kebutuhan * >adah sampah jarum "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan + Pemancur air @ @ Perlengkapan PPPK % @ 5 "arung tangan "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan 4 8asker "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan 9
as lab kancing belakang , lengan panjang dengan karet pada lengan
"esuai jumlah petugas lab da sesuai jumlah petugas lab
; las kaki tertutup
"esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan %@ >asta3el
dengan sabun cair % 5
%% <andrub @
da sesuai kebutuhan
Pedoman
Pel
ay
anan
Labor
at
or
i
um –
Bab
8
–
Pengendal
i
an
Mut
u
Posted on !a 1, 201%byadmin
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Baca & Dengarkan! BB =--- P6A6AD$-A 8::
9.%. P A$--K.
Pra analitik adalah suatu rangkaian kegiatan sebelum specimen siap diperiksa. )akupan kegiatan pranalitik adalah persiapan pasien, penulisan pesanan
laboratorium 1order test2 , identitas pasien, persiapan pengambilan specimen, metode pengambilan specimen, waktu pengambilan specimen, pemilihan tabung / wadah specimen, transportasi specimen, penempelan identitas pada tabung
specimen , preparasi specimen 1sentrigugasi, pipetisasi , dll2 sebelum dilakukan tes pada alat analitik. Kegiatankegiatan pra analitik diatas sangat mempengaruhi hasil akhir suatu tes laboratorium.
Pengendalian mutu pre analitik harus dimulai dari sejak persiapan pasien sampai sentri3ugasi specimen. <alhal yang diukur untuk melihat mutu preanalitik adalah # %. pakah persiapan pasien sudah benar G
(. Puasa G
*. pakah 3orm permintaan berisi identitas pasien G +. pakah pesanan tes sudah benar G
. Berapa tusukan yang dilakukan saat pengambilan darah G
5. pakah jumlah specimen dan tabung / tempat specimen sudah benar G 4. pakah sampel hemolitik G
9.(.A$--K.
Kegiatan analitik dimulai dengan memastikan reagen dan alat yang dipakai dalam kondisi baik sebelum pemeriksaan dilakukan.)ara memastikan alat dan reagen dalam kondisi baik adalah dengan cara melakukan control kualitas dengan langkah sebagai berikut #
%. Ayalakan alat sesuai standar prosedur operasional (. $akukan pemeriksaan bahan kontrol
sesuai ,
+. $ihat graIk control harian , apakah sesuai dengan Jrule yang ditetapkan , bila sesuai alat dan reagen siap untuk dipakai
. Bila hasil tidak sesuai dengan jarak nilai yang ditetapkan , cek bahan control, cek reagen, cek panjang gelombang pada alat, pada cek cu7et baca pada alat, cek lampu ada alatH perbaiki semua hal ini bila dianggap ada masalah.
5. $akukan kalibrasi, cocokan nilai kalibrasi 4. $akukan langkah ( E +
9.*. P") A$--K.
Kegiatan mutu paska analitik adalah kegiatan untuk memastikan hasil laboratorium tertera dengan benar pada 3ormulir hasil dan diterima oleh pasien yang benar
dalam waktu yang tepat. Kegiatan mutu paska analitik termasuk didalamnya adalah #
%. =alidasi hasil pemeriksaan laboratorium (. =alidasi pengetikan hasil laboratorium *. 6kpertisi dokter
+. =alidasi Penyerahan hasil laboratorium 9.+. P68APA 8:: 6K"6A$ 1P862.
Kegiatan mutu eksternal adalah kegiatan 8utu yang dikerjakan dengan 1minimal 2 menjadi peserta Program Aasional Pemantapan 8utu 6ksternal 1PAP862, dan dapat diperluas dengan mengikuti Pemantapan 8utu $aboratorium secara -nternasional 16L"2.
PAP86 dikerjakan %' dalam setahun dengan cara melakukan pemeriksaan sampel yang diberikan oleh lembaga penyelenggara dan menerima hasil control kualitas tersebuat dalam bentuk sertiIkat.
BB -M P6A::P
Demikianlah Pedoman Pelayanan ini dibuat, supaya menjadi pedoman dalam semua kegiatan pelayanan laboratorium. Bila ada perubahan yang harus dilakukan untuk tujuan Keselamatan pasien dan peningkatan mutu, maka Pedoman ini dapat
Pedoman
Pel
ayanan
Labor
at
or
i
um –
Bab
4-
5
–
Kesel
amat
an
Pasi
en
dan
St
af
Posted on !a 1, 201%byadmin
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Baca & Dengarkan!
BB =- K6"6$8A P"-6A
%1 PENGERTIAN
Keselamatan Pasien / Patient Safety adalah keadaan dimana pasien bebas
dari harm atau cedera, yang dapat meliputi penyakit, cedera Isik, psikologis, sosial, penderitaan, cacat, kematian dan lainnya, yang seharusnya tidak terjadi.
Di $aboratorium , Keselamatan Pasien bertarti semua standar prosedur operasional yang sudah dibuat untuk kegiatan pelayanan laboratorium harus ditaati, tidak ada kesalahan sampling / specimen, tidak ada kesalahan analisa, tidak ada kesalahan pencetakan hasil dan penyerahan hasil , serta tidak ada kesalahan ekspertisi hasil. 8elaporkan segera nilai kritis kepada dokter pengirim merupakan salah satu
tindakan untuk keselamatan pasien.
Keselamatan pasien di laboratorium, berarti juga semua 3asilitas yang dipakai adalah 3asilitas yang aman untuk pasien. Dimulai dari standar bangunan, mebeler, peralatan pengambilan specimen sampai alatalat analiser yang dipilih adalah alat yang menunjang mutu dan keselamatan pasien.
Keselamatan pasien di laboratorium juga meliputi pencegahan in3eksio nosokomial yang berhubungan dengan tindakan laboratorium dengan cara mengikuti standar pengendalian in3eksi mulai dari cuci tangan dan penggunaan alat pengaman diri 1 PD 2.
%2 TUJUAN
%21 TUJUAN U!U! :
8emenuhi standar keselamatan pasien di laboratorium "
%22 TUJUAN KUSUS :
%. 8enurunkan angka Kejadian idak Diharapkan di $aboratorium "
(. 8engumpulkan , menganalisa , menge7aluasi data dan mengusulkan jalan keluar pemecahan KA), KD dan "entinel 67ent yang terjadi yang berhubungan dengan laboratorium
*. 8enganalisa resiko klinis dari suatu sistem yang diterapkan di $aboratorium
%6 TATA +AKSANA KESE+A!ATAN PASIEN
ata laksana keselamtan pasien di laboratorium adalah sebagai berikut# %. 8ulai dengan membuat standar prosedur operasional 1"P2
(. 8elakukan "P di semua segi pelayanan laboratorium
*. 8encatat dan menuliskan laporan kejadian bila terjadi kejadian yang tidak diharapkan 1KD2
+. Kepala -nstalasi bersama pihak yang terkait melakukan penyelidikan
terhadap KD, mencari jalan keluar bila perlu merubah system sehingga lebih baik dan lebih aman untuk pasien, membuat tindak lanjut dan
mensosialisasikan tindak lanjut untuk dilakukan bersama dan menge7aluasi system yang baru tersebut
. 8elaporkan -ndikator keselamatan pasien setiap bulan dalam rapat kerja bulanan dengan direksi yaitu #
. Kejadian yang berhubungan dengan ketidakcocokan -ndentitas pasien
B. Kejadian yang berhubungan dengan komunikasi yang e3ekti3 ). Kejadian pasien jatuh
D. Kejadian yang berhubungan denga trans3usi darah
6. Kejadian yang berhubungan dengan satndar pengendalian in3eksi 1 cuci tangan 2
N. 8elakukan semua standar pengendalian in3eksi
BAB 7II KESE+A!ATAN KERJA
1PENGERTIAN
Peraturan 8enteri Kesehatan epublik -ndonesia nomer +* tahun (@%* Bab
=---menyatakan bahwa Kesehatan dan Keselamatan kerja 1K*2 laboratorium merupakan bagian dari pengelolaan laboratorium secara keseluruhan.$aboratorium melakukan berbagai tindakan dan kegiatan terutama berhubungan dengan specimen yang berasal dari manusia maupun bukan manusia. Bagi petugas laboratorium yang selalu kontak dengan specimen, maka berpotensi terin3eksi kuman pathogen. Potensi in3eksi juga terjadi dari petugas ke petugas lainnya, atau keluarganya dan ke masyarakat. :ntuk mengurangi bahaya yang terjadi, perlu adanya kebijakan yang ketat.Petugas harus memahami keamanan laboratorium, mempunyai sikap dan kemampuan untuk melakukan pengamanan sehubungan dengan pekerjaannya sesuai "P,serta mengontrol bahan/specimen secara baik menurut praktik
laboratorium yang benar.
:ndangundang no % tahun %;4@ tentang Keselamatan Kerja dimaksudkan untuk menjamin #
• "etiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan
• gar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu berada dalam keadaan sehat dan
• gar 3akto3aktor produksi dapat dipakai dan dijalankan secara
2 TUJUAN
ujuan dari Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah supaya setiap pekerja laboratorium aman dari kecelakaan akibat kerja, termasuk aman dari paparan cairan tubuh yang in3eksius dan 0atsat kimia lainnya.
6 TATA +AKSANA
%.
. Design laboratorium harus memiliki system 7entilasi yang memadai dengan sirkulasi udara yang
B. Design laboratorium harus mempunyai alat pemadam api yang tepat bahan kimia berbahaya
• Design laboratorium harus dibuat sedemikian rupa agar dapat menghindari panas sejauh mungkin, dengan memakai alat pembakar gas yang terbuka untuk menghindari bahaya kebakaran
%. Dua pintu / jalan harus disediakan untuk keluar dari kebakaran dan terpisah sejauh mungkin
(. empat penyimpanan reagen didesign untuk mengurangi resiko sampai sekecil mungkin
*. <arus tersedia alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 1 P*K 2 • "istem pembuangan limbah yang aman
%. Pera.a/an
. "emua alat di laboraotirum memiliki kemanan sedemikian rupa sehingga pekerja tidak terpapar aliran listrik
B. 8emiliki safety cabinet untuk bekerja saat pengecatan
%. A.a/ Pen*aman
enis alat pelindung yang digunakan petugas laboratorium meliputi # sarung tangan, baju kerja, masker, sepatu. "arung tangan harus selalu dipakai pada saat
melakukan tindakan diperkirakan akan terjadi kontak dengan darah, cairan tubuh, secret, dan benda yang terkontaminasi. )uci tangan harus selalu dilakukan pada saat sebelum memakai dan melepas sarung tangan. "arung tangan harus berbeda untuk setiap pasien.
Baju kerja berupa gaun pelindung merupakan salah satu jenis pakaian kerja wajib digunakan selama di laboratorium. ujuan pemakaian gaun pelindung untuk melindungi petugas dari kemungkinan genangan atau percikan darah atau
cairan tubuh yang lain yang dapat mencemari baju atau seragam. Baju kerja harus segera diganti bila terkena kotoran,darah atau cairan tubuh yang lain.
"epatu kerja digunakan di area pemeriksaan laboratorium sehingga dapat
mencegah terperciknya sampel ke kaki petugas dan mencegah terlukanya kaki petugas karena terkena tusukan benda tajam yang terjatuh.
• !oni/orin* Ke)e#a/an
Keadaaan kesehatan petugas laboratorium harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditentukan di laboratorium. :ntuk menjamin kesehatan para petugas laboratorium dilakukan halhal sebagai berikut #
%. Pemeriksaan 3oto toraks bagi pegawai yang bekerja dengan bahan yang diduga mengandung bakteri
(. Pemberian imunisasi
*. Pemantauan kesehatan pegawai dilakukan setiap 5 bulan sekali secara rutin. • Pe/(n&(' Pen"e*a#an In8e')i Un/(' Pe/(*a) Ke)e#a/an
%. 8encegah penyebaran bahan in3eksi #
• 8elakukan dekontaminasi permukaan meja kerja dengan desin3ektan yang sesuai setiap habis
(. 8encegah bahan in3eksi tertelan atau terkena kulit serta mata selama bekerja #
• 8encuci tangan dengan sabun/desin3ektan sebelum dan sesudah
• 8enggunakan alat pelindung mata/muka jika terjadi resiko percikan bahan
in3eksi saat
*. 8encegah in3eksi melalui
• Bila terjadi luka tusukan maka setiap pekerja wajib melakukan pemeriksaan/
Pedoman
Pel
ayanan
Labor
at
–
Bab
I
V
–
Pendaf
t
ar
an
dan
Pencat
at
an
Posted on !a 1, 201%byadmin
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Baca & Dengarkan!
BAB I7 9 TATA +AKSANA PE+AANAN $1PENATARAN AN PEN;ATATAN
Pasien yang datang kelaboratorium terdiri dari beberapa jenis berdasarkan permintaan pemeriksaan laboratorium , sebagai berikut #
%. Pasien dari dokter rawat jalan " (. Pasien dari dokter -D "
*. Pasien dari dokter rawat inap "
+. Pasien dari dokter luar rumah sakit 1 dokter skes dan Aon skes 2 . Pasien Medical Check-Up 18):2
Penda3taran untuk pasien umah "akit dilakukan di bagian masingmasing asal pasien, tapi 3ormulir permintaan dari bagian asal pasien disimpan dilaboratorium sebagai arsip dan hasil laboratorium dicatat dalam bentuk softcopy 1 program computer 2 maupun hardcopy di buku pencatatan hasil kegiatan laboratorium. Penda3taran untuk pasien yang membawa 3ormulir permintaan pemeriksaan laboratorium dari dokter luar , langsung dilakukan di laboratorium dan hasil laboratorium dicatat dalam bentuk softcopy1 program computer 2
maupun hardcopy di buku pencatatan hasil kegiatan laboratorium.
:ntuk pasienpasien 8):, penda3taran dilakukan melalui im 8):, arsip permintaan dan hasil laboraotium akan dicatat dan disimpan di laboratorium
bentuk softcopy1 program computer 2 maupun hardcopy di buku pencatatan hasil kegiatan laboratorium.
$2 PENGE+O+AAN SPESI!EN
%. "pesimen in3eksius (. "pesimen tidak in3eksi
"emua bahan pemeriksaan/sampel dianggap in3eksius karena berasal dari manusia yang tidak diketahui apakah in3eksius atau tidak."emua bahan pemeriksaan
1sampel2 diberikan identitas pasien. -dentitas pasien ini menurut nama, alamat, 8,umur.
• anggal permintaan
• am pengambilan sampel
• -dentitas pasien yang meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat,8, ruangan tempat
• -dentitas dokter
• Diagnosis dan keterangan
• Pemeriksaan laboratorium yang • Aama pengambil
Pen*e.o.aan Ser(m
%. Darah dibiarkan membeku terlebih dahulu pada suhu kamar selama %@ E (@ menit, kemudian dicentri3uge pada *@@@rpm selam E %
(. "erum dipisahkan dari komponen darah yang lain. "erum yang memenuhi syarat apabila tidak lisis 1kelihatan merah2 atau keruh 1lipemik2.
Pen*e.o.aan dara# ETA
%. "ampel darah yang telah diambil dan mengalir ke dalam tabung yang telah berisi 6D dicampurkan dengan cara membolakbalikkan tabung dengan hati hati sebanyak 9
(. Pada saat hendak dilakukan pemeriksaan dilakukan pencampuran kembali dengan cara dibolakbalikkan sebanyak E %@
Pen*e.o.aan P.a)ma
%. "ampel darah yang telah diambil dan mengalir ke dalam tabung yang telah berisi natrium citrate @,*9O dicampurkan dengan cara membolakbalikkan tabung dengan hatihati sebanyak +
(. Plasma dipisahkan tidak boleh lebih dari ( jam setelah pengambilan sampel. *. Plasma yang memenuhi syarat tidak kelihatan merah 1lisis2 atau keruh
1 lipemik2.
Pen*e.o.aan Urine
:ntuk uji carik celup, urine tidak memerlukan perlakuan khusus, kecuali pemeriksaan harus segera dilakukan dalam waktu % jam, sedangkan untuk
pemeriksaan sedimen harus dilakukan pengeloaan terlebih dahulu dengan cara # %. :rine sebanyak %@ ml dimasukkan ke dalam tabung
(. :rine dicentri3uge selama menit *@@@rpm
*. "upernatan urine dibuang dengan menyisakan % ml, kemudiaan dikocok untuk meresuspensikan
"erum yang akan dikirim ke laboratorium lain sebaiknya dalam bentuk yang relati7e stabil. :ntuk itu persyaratan yang dipenuhi untuk pengiriman sampel #
• "tabilitas serum tidak melampaui batas waktu yang • idak terkena sinar matahari
• Dimasukkan ke dalam sumple cup yang tertutup
$6 PE!ERIKSAAN +ABORATORIU!
%. <ematologi
$aboratorium Klinik " memiliki ( alat hematologi analiser yang ber3ungsi sebagai alat utama dan alat Jbackup. lat utama adalah analiser dengan kemampuan di?erensiasi sel lekosit sedangkan alat Jbackup memiliki kemampuan *
di?erensiasi sel lekosit. Pemeriksaan laboratorium lain yang tercakup dalam
hematologi adalah $6D, pemeriksaan hapusan darah/ mor3ologi darah, pemeriksaan golongan darah.
%. Naal <emostasis
Naal hemostasis adalah pemeriksaan untuk 3ungsi koagulasi darah. Cang dapat dilakukan di laborarotium adalah pemeriksaan Plasma Protrombin ime 1 PP 2 dan kti7ated Partial hromboplastin ime 1 P 2, )loting ime , Bleeding ime dan etraksi bekuan. :ntuk pemeriksaan 3aktor3aktor pembekuan akan di rujuk ke laboratorium rujukan.
%. Kimia Klinik
Parameter Kimia klinik dilaboratorium " yang tersedia adalah parameter untuk pemeriksaan 3ungsi hati, 3ungsi ginjal, proIl lemak, petanda penyakit
jantung/cardio7askuler, diabetes dan monitoringnya. %. 6lektrolit dan nalisa as Darah
Pemeriksaan elektrolit menggunakan metode -"6 untuk Aatrium, Kalium, )hlorida dan Kalsium. "ementara Nos3or dan 8agnesium digunakan metode Kimiawi. :ntuk pemeriksaan nlisa as Darah dipakai catridge 1 reagen kering 2.
%. :rinalisa
:rinalisa memakai %@ parameter dalam % strip urin. 8etode semiautomatic, karena tes kimiawi dibaca hasilnya dengan alat sedangkan mikroskopis sel masih manual , yaitu pembacaan dengan mikroskop.
Beberapa tes imunoserologi yang ada merupakan rapid tes, dan sebagian merupakan tes aglutinasi manual . idak ada autoanaly0er untuk pemeriksaan imunoserologi.
%. 8ikrobiologi dan
Parameter mikrobiologi yang dilakukan hanya pengecatan ram dan Qiel Aielsen. %. Patologi natomi 1 P 2.
:ntuk pemeriksaan Pattologi anatomi laboratorium " merujuk ke laboratorium P yang bekerjasama dengan umah "akit.
:ntuk pemeriksaan )- / -D hasil dapat diketahui #
%. % menit untuk pemeriksaan darah lengkap tanpa ada (. % am untuk pemeriksaan kimia
:ntuk pemeriksaan regular / biasa dapat diketahui #
%. Pasien awat alan #
"emua pemeriksaan dilakukan tidak lebih dari ( jam 1 standart waktu tunggu G %(@ menit2.
%. Pasien awat -nap #
Dalam waktu ( jam setelah pengambilan sampel untuk semua jenis pemeriksaan. :ntuk pemeriksaan rujukan hasil dapat diketahui #
E Dalam waktu % minggu setelah pengiriman sampel.
Bila ditemukan hasil yang kritis dari pemeriksaan diagnostic dilaporkan dengan system pelaporan yang 3ormal 1yang benar2.
%. $aboratorium rumah sakit menetapkan nilai ambang kritis bagi setiap jenis pemeriksaan, bila ada hasil yang kritis segera dilaporkan oleh petugas laborat ke perawat ruangan / dokter yang meminta pemeriksaan melalui 7ia telepon, sebelum hasil dikeluarkan dan didokumentasikan di buku laporan.
(. <asil pemeriksaan dicatat di blanko permintaan pemeriksan
*. <asil pemeriksaan tersebut diketik di computer rangkap dua untuk pasien umum, copi pertama untuk arsip di rekam medis dan ditempel, copi kedua diberikan kepada
angkap tiga untuk pasien askes dan asuransi, copi pertama untuk arsip di rekam medis, copi kedua untuk klaim asuransi / askes, copi ketiga untuk diberikan kepada pasien.
+. <asil pemeriksaan untuk pasien rawat inap diantar oleh petugas laboratorium ke masingmasing ruangan, dengan membawa buku
ekspedisis laboratorium , untuk ditandatangani perawat yang bersangkutan.
$$ a8/ar Ni.ai Norma. dan Ni.ai Kri/i)
%. Ailai Aormal Ao es Ailai Aormal Pri a Ailai Aormal >ani ta "atuan %. <aemoglobin %*,( E %4,* %%,4 E g/dl(. <ematokrit +@ E ( * E +4 O *. 8)= 9@ %@@ 9@ %@@ R +. 8)< (5 E *+ (5 E *+ pg . 8)<) *( E *5 *( E *5 g/dl 5. B) +,+ E ,; *,9 E ,( %@S5/ul 4. D> %%, E %+, %%, E %+, O
9. umlah lekosit *,9 E %@,5 *,5 E %% %@S*/ul
;. <itung jenis di? E $im3osit ( E +@ ( E +@ O E 8onosit ( E 9 ( E 9 O E ranulosit @ E 4@ @ E 4@ O E 6osinoIl ( E + ( E + O E BasoIl @ E % @ E % O %@. rombosit %@ E ++@ %@ E ++@ %@S*/ul %%. 8P= 5,9 E %@ 5,9 E %@ R %(. $6D @ E %@ @ E (@ mm/jam %*. PP %(,* %(,* detik %+. P (+,+ (+,+ detik %. >aktu perdarahan % E 9 % E 9 menit %5. >aktu pembekuan 9 E %9 9 E %9 menit %4. etikulosit
%9. )ooms test Aegati7e Aegati7e %;. 8alaria Aegati7e Aegati7e (@. etraksi bekuan G G
(%. ula darah puasa 4+ E %@5 4+ E %@5 mg/dl ((. ula darh ( j PP T %(@ T %(@ mg/dl (*. ula darah sesaat T (@@ T (@@ mg/dl (+. <bi) TU 5, TU 5, O (. Kolesterol otal %@@ E (@@ %@@ E (@@ mg/dl (5. <D$ kolesterol V+ V+ mg/dl (4. $D$ kolesterol T%@@ T%@@ mg/dl (9. rigliserid T%@ T%@ mg/dl (;. " 9 E ** 9 E ** :/$ *@ "P + E *5 + E *5 :/$ *%. amma @ E *@ @ E *@ :/$ *(. lkaline phosphatase *@ E %(@ *@ E %(@ :/$ **. Bilirubin otal @,% E %,@ @,% E %,@ mg/dl *+. Bilirubin direct @ E @,( @ E @,( mg/dl *. Bilirubin indirect *5. otal protein 5 E 9 5 E 9 g/dl *4. lbumin *,+ E +,9 *,+ E +,9 g/dl *9. lobulin g/dl *;. :reum (+ E @ (+ E @ mg/dl +@. B:A +%. Kreatinin @,9 E %,* @,5 E %,@ mg/dl +(. sam :rat +,* E 4,5 (,; E 5, mg/dl
+*. )K8B 8ass T+ T+ ng/ml ++. Kreatinin klearens +. Aatrium %* E %+4 %* E %+4 mmol/$ +5. Kalium *, E *, E mmol/$ +4. )hlorida ; E %@ ; E %@ mmol/$ +9. )alsium ion %,%5 E %,*( %,%5 E %,*( mmol/$ +;. )alsium total 9,9 E %@,@ 9,9 E %@,@ mg/dl @. Nos3or %. Pemeriksaan B# E P< 4,*@ 4,+@ 4,*@ 4,+@ G E P( 9*,@ E %@9,@ 9*,@ E %@9,@ mm<g E P)( *,@ E +9,@ *,@ E +9,@ mm<g E ( saturasi ;+ E ;9 ;+ E ;9 O E B6 12( E 1W2* 12( E 1W2* mmol E <)* (* E (4 (* E (4 mmol/$ (. >idal #
E yphi Aegati7e Aegati7e E E yphi < Aegati7e Aegati7e E E Paratyphi Aegati7e Aegati7e E E Paratyphi B Aegati7e Aegati7e E *. -g8 "almonella Aegati7e Aegati7e E
+.
nti dengue -g
-g8 Aegati7e Aegati7e E
5. nti <bs Aegati7e 1T%@,@2 Aegati7e 1T%@,@2 ml:/ml 4. roponin T@ T@ ng/$ 9. B/-) Aegati7e Aegati7e G
;. Dengue A"% Aegati7e Aegati7e G 5@. :rine lengkap #
E >arna G G G E Kekeruhan G G G
E P< G G G E Berat jenis G G G E Protein Aegati7e Aegati7e mg/dl
E lukosa Aegati7e Aegati7e mg/dl
E Keton Aegati7e Aegati7e mg/dl E Bilirubin Aegati7e Aegati7e E
E :robilinogen TU@,( TU@,( 6.:/dl E 6ritrosit Aegati7e Aegati7e G E $ekosit Aegati7e Aegati7e G E Aitrit Aegati7e Aegati7e G
"edimen urine #
E >B) @ E @ E /lpb E B) @ E % @ E % /lpb
E "ilinder Aegati7e Aegati7e G E 6pitel G G G E Kristal Aegati7e Aegati7e G
E Bakteri Aegati7e Aegati7e G 5%. 6sbach 5(. Pemeriksaan Neses # E >arna G G G E Konsistensi G G G E Bau G G G
E $ender Aegati7e Aegati7e
E Darah Aegati7e Aegati7e
E Parasit Aegati7e Aegati7e E "el 6pitel Aegati7e Aegati7e
E >B) 3eses @ E % @ E % /lpb E B) 3eses @ E % @ E % /lpb
E elur Aegati7e Aegati7e
E Kista Aegati7e Aegati7e
E Ben0idine Aegati7e Aegati7e E Karbohidrat Aegati7e Aegati7e
E $emak Aegati7e Aegati7e
E "isa makanan E E E
E Darah samar E E
Ao es Ailai kritis "atuan %. Darah lengkap E <ct T(@ atau V5@ O E <b T4 atau V(@ g/dl E ombosit dewasa T@.@@@ atau V%.@@@.@@@ /ul E rombosit anak T(@.@@@ atau V%.@@@.@@@ /ul
E $ekosit T(@@@ atau V*@.@@@ /ul
E P V%@@ detik E PP V*@ atau *' nilai kontrol detik E Penemuan sel Jblast
dihapusan darah tepi E Penemuan Jsel asingdisumsum tula ng (. Kimia Klinik E roponin V%@@ ng/l E )K8B mass E lucosa T+ atau V@@ mg/dl E lukosa neonatus T*@ atau V*@@ mg/dl E Kreatinin V 1kecuali pasien dialis2 mg/dl
*. 6lektrolit dan nalisa as
Darah E P< T4,%@ atau V4,; E P)( T(@ atau V4 mm<g E P( 1dewasa2 T+@ mm<g E P( 1neonatus2 T*4 mm<g E <)*/bicarbonat T%@ atau V+@ m6g/$ E Aatrium T%(@ atau V%5@ m6g/$ E Kalium T(,9 atau V5,( m6g/$
E Kalium neonatus T(, atau 9,@ m6g/$
+.
)airan tubuh 1pleura, serebrosinal,asites2 E lukosa T9@ kadar glukosa darahnya O E otal protein V+ mg/dl E $ekosit V%@ /ul E Pengecatan bakteri 1W2 E Ditemukan sel asing . :rinalisa E lukosuria V(W E Keton V(W E Ditemukan Kristal patologis s.urat,sistein,leusin,ti rosin E lbuminuria V(W E 6ritrosit V(W E $ekosit V(W
$5 PARA!ETER ANG I RUJUK
Beberapa parameter yang tidak dapat dikerjakan dilaboratorium akan di rujuk ke laboratorium rujukan yaitu Prodia 8alang ,Kedungdoro "urabaya dan $ab " Kediri. Parameter yang cukup banyak dirujuk akan diusahakan untuk diadakan . Keputusan pengadaan parameter baru berdasarkan e7aluasi, eIsiensi dan e3ektiItas.
$% PENGE+O+AAN +I!BA
%. "ampah 8edis berupa peralatan Rebotomi, tabung specimen akan dibuang di tempat sampah dengan plastiK kuning dan diteruskan masuk ke insenerator (. "ampah 8edis berupa sisa specimen / cairan tubuh akan dibuang ke bak
pencucian dimana salurannya akan diteruskan ke bak pengolahan limbah cair *. "ampah bukan medis , seperti kertas, tissue, plastic dan lainlain akan
dibuang ke tempat sampah dengan plastic hitam dan akan dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir
$ +APORAN ASI+ AN ARSIP
$aporan hasil laboratorium akan dibuat arsip dalam bentuk hardcopy dan softcopy . ekapitulasi hasil laboratorium juga dibuat dalam bentuk Buku $aporan Kinerja $aboratorium dan dalam bentuk $aporan Bulanan.
$< PE!E+IARAAN AN KA+IBRASI A+AT
Pemeliharaan alatalat laboratorium dilakukan oleh prinsipal alat dengan jadwal %'/ bulan. Perawatan harian dan mingguan dilakukan oleh analis pekerja laboratorium. Kalibrasi alat dikerjakan sesuai dengan kebutuhan. :ntuk alat elektrolit , kalibrasi otomatis dilakukan oleh alat beberapa kali sehari. :ntuk alat kimia klinik kalibrasi akan dilakukan bila kontrol kualitas tidak baik 1 tidak masuk dalan batas kontrol / tidak terkontrol 2. "ementara itu beberapa mikropipet akan dikalibrasi % E (' / tahun dengan mengirimnya ke Badan Kalibrasi tersertiIkasi.
• TROUBLE SHOOTING
Pemecahan masalah dalam laboraotrium terutama masalah dengan pemeriksaan diatur dalam panduan trouble shooting.
Pedoman
Pel
a
y
anan
Labor
at
or
i
um
–
St
andar
Fas
i
l
i
t
as
Posted on !a 5, 201% byadmin
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Tspan styleUcolor# X@@@@@@HV
BAB III STANDAR FASILITAS
3.1. DENAH RUANG (Ada Pada Lampiran)
3.2. STANDAR FASILITAS
%. Ged(n* dan Pra)arana
NO JENIS KE+ENGKAPAN JU!+A - KETERANGAN
% edung Permanen
( =entilasi %/* luas lantai * Penerangan lampu
+ ir mengalir , bersih da Daya $istrik 5 ata uang # a2 uang tunggu b2 uang ganti c2 uang Pengambilan spesimen d2 uang administrasi e2 uang pemeriksaan 32 uang sterilisasi g2 uang makan /
idak ada da da da
minum h2 >) pasien i2 >) pegawai 4 empat penampungan /pengelolaan
sederhana limbah cair da
9
empat
penampungan /pengelolaan
sederhana limbah padat da
%. Pera.a/an +abora/ori(m NO JENIS KE+ENGKAPAN STANAR +AB !AA JU!+A -KETERANGAN
% Blood cell counter % %
( Bunsen Burner % %
*
Di?erensial
NO JENIS KE+ENGKAPAN STANAR +AB !AA JU!+A -KETERANGAN counter + E.e"/ro./e Ana.i3er @ ( elas pengaduk "esuai kebutuhan ( 5 -ncubator % % 4 Kaca objek "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan 9 Kaca penutup "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan ; Kapiler <ematokrit "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan %@ Koa*(.ome/er @ %
%% $ancet / klik pen
"esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan %( $oop ose ( ( %* 8ikroskope binokuler ( * %+ 8ikropipet + %@
% Peralatan gelas "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan %5 ak pengecatan % % A 6A-" K6$6AKPA "AD $B 8DC :8$< / K66AA
%4 ak tabung reaksi % 5
%9 e3rigerator % ( %; otator @ % (@ "entri3use 6lektrik % * (% "entri3use <ematokrit % % (( "emprit jarum "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan (* "pekrto3otometer % % (+ "terilisator % % ( "topwatch % % (5 abung reaksi "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan (4 abung sentri3us "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan (9 empat tidur % %
pasien (; ermometer %@ E %@@@ ) % % *@ imer % * *% ips Pipet "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan *( orniFuet % da sesuai kebutuhan ** =otre' mi'er % % *+ >aterbath % % N O JENIS KE+ENGKAPAN STANA R +AB !AA JU!+A -KETERANGA N * >estergreen % set da sesuai kebutuhan 1 disposable 2 *5 Kimia '.ini' A(/oAna.3er E % *4 ema/o.o*iA(/oAna.3er E % *9 Urina.)i) Ana.3er E %
*; B.ood *a) Ana.3er E %
%. Per.en*'a4an Ke)e.ama/an dan Keamanan +abora/ori(m
NO JENIS KE+ENGKAPAN STANAR +AB !AA JU!+A -KETERANGAN % lat Pemadam pi ingan 1P2 "esuai kebutuhan ( Desin3ektan "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan * >adah sampah jarum "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan + Pemancur air @ @ Perlengkapan PPPK % @ 5 "arung tangan "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan 4 8asker "esuai kebutuhan da sesuai kebutuhan 9
as lab kancing belakang , lengan panjang dengan karet pada lengan
"esuai jumlah petugas lab da sesuai jumlah petugas lab
; las kaki tertutup
"esuai kebutuhan
da sesuai kebutuhan
%@
>asta3el
dengan sabun cair % 5
%% <andrub @
da sesuai kebutuhan
Pedoman
Pel
ayanan
Labor
at
or
i
um RS
–
STANDAR
KETENAGAAN
Posted on !a 5, 201% byadmin
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Baca &H Dengarkan!
BAB II STANAR KETENAGAAN
21 KUA+IIKASI SU!BER AA !ANUSIA
$aboratorium " yang merupakan merupakan laboratorium klinik umum madya yang memiliki sorang dokter patologi klinik sebagai penanggung jawab teknis sekaligus kepala -nstalasi $aboratorium, yang bekerja sepenuh waktu. $aboratorium memiliki + tenaga analis kesehatan, % perawat kesehatan dan ( tenaga administrasi.
KualiIkasi sumber daya manusia laboratorium adalah sebagai berikut #
a. Penanggung jawab teknis / kepala -nstalasi # dokter spesialis patologi klinik b. nalis Kesehatan # lulusan D* analis kesehatan 1 bergelar md 2
c. Perawat # lulusan "PK
22 ISTRIBUSI KETENAGAAN
"umber daya manusia laboratorium dibagi dalam tugas dan tanggungjawab sebagai berikut #
a2 Penanggungjawab teknis merangkap Kepala -nstalasi # dr Y, "pPK b2 nalis Kesehatan #
E a. hli 8adya Kes. # Kepala nalis
E b. Y md.Kes # Penanggung jawab pengadaan reagen E c. Y, md.Kes # Penanggungjawab kontrol kualitas
E d. Y md.Kes # Penanggungjawab pemeliharaan dan kalibrasi alat. c2 Perawat Kesehatan yang bekerja sebagai tenaga sampling H
e2. dministrator H
26 PENGATURAN JAGA
Dengan 9 tenaga sumber daya manusia laboratorium membagi pengaturan jadwal dinas sebagai berikut #
a. Dinas pagi jam @4.@@ E %+.@@ # %. ( analis kesehatan
(. % perawat
*. % tenaga administrasi b. Dinas pagi jam @4.@@ E %+.*@ #
%. Dokter "pPK
(. % tenaga administrasi
c. Dinas "iang %+.@@ E (%.@@ # % tenaga analis kesehatan d. Dinas 8alam (%.@@ E @4.@@ # % tenaga analis kesehatan
KEBIJKAN PELAYANAN
Kebi&a'an Um(m :
%. Pelayanan di $aboratorium harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan pasien.
(. "emua petugas unit lab wajib memiliki i0in sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
*. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K* 1Keselamatan dan Kesehatan Kerja2.
+. "etiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar pro3esi, standar
prosedur operasional yang berlaku, etika pro3esi, etikket, dan menghormati hak pasien.
. Pelayanan -nstalasi $aboratorium dilaksanakan (+ jam sehari, 4 hari dalam seminggu.
5. 67aluasi 8utu $aboratorium mengacu kepada "tandar Pelayanan 8inimal $aboratorium.
9. :ntuk melaksanakan koordinasi dan e7aluasi wajib dilaksanakan rapat rutin bulanan minimal satu bulan sekali.
;. "etiap bulan wajib membuat laporan.
Kebi&a'an K#()() :
%. Peralatan laboratorium harus selalu dilakukan dan kalibrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(. "etiap parameter laboratorium kontrol kualitasnya sebelum diberlakukan kepada specimen pasien.
*. 8engikuti kegiatan pemantapan mutu eksternal.
+. "etiap pemeriksaan laboratorium harus berdasarkan atas permintaan dokter atau bila atas permintaan sendiri harus ada konsultasi dengan dokter "pesialis Patologi Klinik.
. "etiap spesimen harus memenuhi syarat / memenuhi kualitas.
5. <asil pemeriksaan laboratorium untuk kasus biasa akan selesai dalam waktu maksimal ( jam, dan untuk kasus cito dan kasus dari -nstalasi awat Darurat dalam waktu maksimal % jam, kecuali pemeriksaan laboratorium tersebut di kirim ke laboratorium rujukan.
4. Pasien harus diberitahu bila pemeriksaan laboratorium di kirim ke laboratorium rujukan.
9. <asil pemeriksaan laboratorium harus diekspertisi oleh dokter spesialis Patologi Klinik atau petugas yang diberikan kewenangan.
;. :ntuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas wajib mengikuti pelatihan yang diselenggarakan.
SOP
LABORATORI
UM
–
PENYERAHAN
HASI
L
LABORATORI
UM
Belum kesempatan Baca , Klik aja disini ! Baca & Dengarkan! PENGERTIAN :
Penyerahan hasil laboratorium adalah tata cara penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium kepada petugas rawat inap / perawat.
TUJUAN :
gar hasil laboratorium dapat diserahkan kepada petugas / perawat dengan cepat, cermat dan benar.
KEBIJAKAN :
Berdasarkan Kebijakan Direktur ". tentang #
• Pelayanan $aboratorium
• Keselamatan pasien
PROSEUR:
%. ulis data pasien yang hasil pemeriksaan laboratoriumnya akan diserahkan kepada perawat / bagian terkait di buku e'pedisi penyerahan hasil.
(. )ek lembaran apakah tanda tangan analis dan / dokter sudah ada. Bila belum ada mintakan tanda tangan analis yang mengerjakan dan atau dokter.
*. Bawa lembaran hasil ke ruangan / bagian terkait. +. "erahkan kepada perawat di bagian terkait.
. Perawat bagian terkait harus menulis jam hasil diterima dan membubuhkan tanda tangan di buku ekspedisi.
UNIT TERKAIT :
• -nstalasi awat -nap,
• -nstalasi awat Darurat
• -nstalasi awat alan.
SPO
LABORATORI
UM
–
PENYI
MPANAN
SPECI
MEN
Posted on November 20, 2015by adminPen*er/ian :
"uatu tata cara pengawetan spesimen setelah dilakukan pemeriksaan dengan cara yang benar dan sesuai ketentuan.
T(&(an :
:ntuk persiapan apabila sewaktuwaktu dibutuhkan untuk pemeriksaaan lebih lanjut.
Kebi&a'an :
Penyimpanan specimen untuk tes yang ditunda harus sesuai standar prosedur operasional yang berlaku 1sesuai dengan tentang Kebijakan -nstalasi
$aboratorium.2
PROSEUR :
$akukan penyimpanan specimen sebagai berikut #
A Un/(' )am4e. 'imia r(/in, Im(no.o*i )ero.o*i, )am4e. an* dir(&(' : %. Pisahkan sampel darah dengan serum .
(. 8asukkan serum ke dalam sumple cup. *. empelkan label identitas pasien.
+. "impanlah/awetkan sampel pada suhu (G) E 9G) selama * hari.
B Un/(' )am4e. (rine :
%. $akukan penyimpanan urine selama ( jam. (. Buang urine setelah ( jam.
; Un/(' )am4e. dara# .en*'a4 :
E $akukan penyimpanan sampel darah % ' (+ jam pada suhu kamar.
Uni/ Ter'ai/ :
SOP PEM LAB YG BERESIKO TINGGI
Berikutdisarikanbeberapastandaroperasionalprosedur(SOP)PemeriksaanMikroskopikTuberculosisParu (TB Paru)
Tujuan dan Ruang Lingkup SOP ditujukan untuk menjadi pedoman baku dalam pelayanan pemeriksaan mikroskopisTB.SedangkanRuanglingkupdibatasipadapelayananpemeriksaanMikroskopisTBparudi fasilitaspelayanankesehatan,dilaksanakanolehTim DOTSyang terdiridari:PoliklinikDOTS,untukdokter danperawatdanLaboratorium,untukpetugaslaboratorium
SedangkanrangkaiankegiatanpelayananpemeriksaanMikroskopisTBdimulaidaripenjaringansuspek, pencatatandalam bukuregisterTB06,permintaanpemeriksaanlaboratorium (formulirTB05),pelaksanaan pemeriksaanlaboratorium (bukuregisterTB04danformulirTB05)sampaiPME(formulirTB12)
SOPinimenggunakanbeberaparujukan,antaralain:
Pedoman Aasional Pengendalian uberkulosis tahun (@%% 8odul Pelatihan 8ikroskopis B yahun (@%%
Pedoman ejaring $aboratoriu B dan Pemantapan 8utu 1Lu ality ssurance2 Pemeriksaan 8ikroskopis B
Beberapa dokumen yang dibutuhkan, diantaranya:
B.@5 E egister "uspek B B.@
B @ E Normulir permintaan pemeriksaan dahak mikroskopis B.@+ E egister $aboratorium
B %( E Normulir untuk mengirimkan sediaan untuk keperluan uji silang Sementara4ro)ed(r SOP secaragarisbesarsebagaiberikut:
Pen&arin*an )()4e': PenemuankasusTBdilakukanmelaluiserangkaiankegiatanmulaidaripenjaringan terhadapsuspekTB,pemeriksaanfisikdanlaboratorium,menegakkandiagnosisdanpenatalaksanaannya. Penemuan pasien TB, secara umum dilakukan secara pasif dengan promosi aktif kecuali pada kelompok khususyangberesikotinggisakitTBsepertipadapasiendenganHIV,kelompokyangrentantertularTB sepertidirutan,LP;yanghiduppadadaerahkumuh,kontakdenganpasienTBBTApositifterutamaanakdi bawah 5 tahun dan kontak dengan pasien TB resistan obat . Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahakselama2-3mingguataulebih.Batukdapatdiikutidengangejalatambahanyaitudahakbercampur darah,batukdarah,sesaknafas,badanlemas,nafsumakanmenurun,beratbadanmenurun,malaise, berkeringatmalam haritanpakegiatanfisik,demam merianglebihdarisatubulan.
Pen"a/a/an da.am re*i)/er TB 0%:Semuasuspekdicatatdalam bukuregisterTB06dandiberinomor identitasyangkemudiandigunakansebagainomoridentitassediaan.
Permin/aan Pemeri')aan +abora/ori(m =TB 05>: Berdasarkan buku register TB 06, semua suspek dirujukkelaboratorium.PetugaspoliDOTSmengisiformulirTB05denganlengkapsebagaipengantar
pemeriksaanmikroskopisdahak.
Pe.a')anaan 4emeri')aan .abora/ori(m =TB 0$ dan TB 05>: Petugas poli DOTS segera mencatathasilpemeriksaanlaboratorium dalam bukuregisterTB06
Kualitaspelayananpemeriksaanlaboratorium mikroskopisTBdipantaumelaluikegiatanPemantapanMutu InternaldanPemantapanMutuEksternal. PemantapanMutuEksternaldilaksanakanmelaluikegiatanuji
silang,supervisi/bimbinganteknisdantespanel.Sediaanujisilangdikirimkankelaboratorium rujukanuji silangmenggunakanformulirTB12yangdiisiolehpengelolaprogram TBKabupaten/Kota. Sedangkaninstruksikerjadalam SOPPelayananPemeriksaanMikroskopikTB,antaralainmemuatinstruksi kerjatentangPengumpulandahak,PemberianIdentitas,PembuatanSediaan,PemeriksaanMikroskopis,PMI, PencatatanPelaporanterkaitlaboratorium TB,PengelolaanLimbahLaboratorium TB,penggunaan dan pemeliharaan mikroskop UntukmenegakkandiagnosisTBsecaramikrosko¬pisdibutuhkantigacontohujidahak.Pengumpulan spesimen dahak dilakukan dalam waktu 2 hari yaitu Sewaktu – Pagi – Sewaktu (SPS). Dahak adalah bahan yanginfeksius,padasaatberdahakaerosol/percikandapatmenulariorangyangadadisekitarnya,karenaitu tempatberdahakharusberadaditempatyangjauhdarikerumunanorang,misalnyadidepanruang
pendaftaran,ruangpemeriksaan,ruangobatdanlain-lain.Harusdiperhatikanpulaarahanginpadasaat berdahak,agardropletataupercikandahaktidakmengenaipetugas.
Pengumpulandahakdilakukandiruangterbukadanmendapatsinarmataharilangsungataudiruangan denganventilasiyangbaik,untukmengurangikemungkinanpenularanakibatpercikandahakyanginfeksius. Tempat pengumpulan dahak dilengkapi dengan prosedur mengeluarkan dahak, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
BAB V.
MA!A"#M#! P#!U!"A!$ %A&A!A! '%!S
9.%.%.% "K tentang jenisjenis pemeriksaan laboratorium yang tersedia, "P
pemeriksaan laboratorium, brosur pelayanan laboratorium
9.%.%.( Pola ketenagaan, persyaratan kompetensi, ketentuan jam buka pelayanan
9.%.%.* Persyaratan kompetensi analis/petugas laboratorium
9.%.%.+ Persyaratan kompetensi petugas yang melakukan interpretasi hasil
pemeriksaan laboratorium
9.%.(.% Kebijakan dan "P permintaan pemeriksaan, penerimaan spesimen,
pengambilan dan penyimpanan spesimen
9.%.(.( "P pemeriksaan laboratorium
9.%.(.* "P pemantauan pelaksanaan prosedur pemeriksaan laboratorium, hasil
pemantauan, tindak lanjut pemantauan
9.%.(.+ "P penilaian ketepatan waktu penyerahan hasil, hasil e7aluasi dan tindak
lanjut hasil e7aluasi
9.%.(. "K dan "P pelayanan di luar jam kerja 9.%.(.5 "P pemeriksaan laboratorium yang berisiko tinggi 9.%.(.4 "P kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas 9.%.(.9 "P penggunaan alat pelindung diri, "P pemantauan terhadap
penggunaan alat pelindung diri
9.%.(.; "P pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, "P pengelolaan limbah
hasil pemeriksaan laboratorium
9.%.(.%@ "P pengelolaan reagen
9.%.(.%% "P pengelolaan limbah
9.%.*.% "K tentang waktu penyampaian laporan hasil pemeriksaan laboratorium, "K tentang waktu penyampaian laporan hasil pemeriksaan laboratorium untuk
pasien urgen 1cito2
9.%.*.( "P pemantauan waktu penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium
untuk pasien urgen/gawat darurat. <asil pemantauan.
9.%.*.* <asil pemantauan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium 9.%.+.% "P pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium yang kritis, rekam medis 9.%.+.( "P pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium yang kritis# penetapan nilai
9.%.+.* "P pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium yang kritis, rekam medis 9.%.+. "P monitoring, hasil montiroing, tindak lanjut monitoring, rapatrapat mengenai monitoring pelaksanaan pelayanan laboratorium 9.%..% "K tentang jenis reagensia esensial dan bahan lain yang harus tersedia 9.%..( "K tentang menyatakan kapan reagensia tidak tersedia 1batas bu?er stock
untuk melakukan order2
9.%..* "P penyimpanan dan distribusi reagensia 9.%..+ Panduan tertulis untuk e7aluasi reagensi, bukti e7aluasi dan tindak lanjut
9.%.. "P pelabelan
9.%.5.% "K rentang nilai yang menjadi rujukan hasil pemeriksaan laboratorium
9.%.5.( Norm laporan hasil pemeriksaan laboratorium
9.%.5.* Norm laporan hasil pemeriksaan laboratorium
9.%.5.+ "P e7aluasi terhadap rentang nilai, hasil e7aluasi dan tindak lanjut 9.%.4.% "K dan "P pengendalian mutu laboratorium
9.%.4.( "P kalibrasi dan 7alidasi instrumen
9.%.4.* Buktibukti pelaksanaan kalibrasi atau 7alidasi 9.%.4.+ "P perbaikan, bukti pelaksanaan perbaikan
9.%.4. "K tentang P86, <asil P86.
9.%.4.5 "P rujukan laboratorium
9.%.4.4 "P P8- dan P86, bukti pelaksanaan P8- dan P86 9.%.9.% Kerangka acuan program keselamatan/keamanan laboratorium, bukti
pelaksanaan program
9.%.9.( Kerangka acuan program keselamatan/keamanan laboratorium, dan
Panduan Program Keselamatan Pasien di Puskesmas
9.%.9.* "P pelaporan program keselamatan dan pelaporan insiden, bukti laporan. 9.%.9.+ "K dan "P tentang penanganan dan pembuangan bahan berbahaya 9.%.9. "P penerapan manajemen risiko laboratorium, bukti pelaksanaan manajemen risiko# identiIkasi risiko, analisis, dan tindak lanjut risiko 9.%.9.5 "P orientasi prosedur dan praktik keselamatan/keamanan kerja, bukti
pelaksanaan program orientasi
9.%.9.4 "P pelatihan dan pendidikan untuk prosedur baru, bahan berbahaya, peralatan baru, bukti pelaksanaan pendidikan dan pelatihan 9.(.%.% "P penilaian, pengendalian, penyediaan dan penggunaan obat
9.(.%.( "P penyediaan dan penggunaan obat
9.(.%.* "K Penanggung jawab pelayanan obat
9.(.%.+ "K dan "P tentang penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat
9.(.%. "K tentang pelayanan obat (+ jam
9.(.%.5 Normularium obat
9.(.%.4 "P e7aluasi ketersediaan obat terhadap 3ormularium, hasil e7aluasi dan
tindak lanjut
9.(.%.9 "P e7aluasi kesesuaian peresepan dengan 3ormularium, hasil e7aluasi
dan tindak lanjut
9.(.(.% "K tentang persyaratan petugas yang berhak memberi resep 9.(.(.( "K tentang persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat