• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PROSIDING

SEMINAR NASIONAL

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

“Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Kewirausahaan

Dan Karsacipta Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat”

31 Maret 2016

Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan

Fakultas Seni Rupa dan Desain

Universitas Trisakti

Jakarta

(3)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

“Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Kewirausahaan Dan Karsacipta

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat”

Editor dan Reviewer : Dr. Ganal Rudiyanto, M.Hum Dr. Krishna Hutama, M.Hum Dr. Diah Asmarandani, M.Hum

Dr. Sangayu Ketut Laksemi Nilotama, M.Ds Drs. Sumartono, MA, Ph.D

Dra. Tetty Sekaryati, M.Sn

Drs. Agus Nugroho U., M.Hum, M.Ds ISBN : 978-602-70888-0-1

Desain Sampul Agus Nugroho U. Virginia S.S.

Penerbit :

PUSAT STUDI REKA RANCANG VISUAL DAN LINGKUNGAN Fakultas Seni Rupa dan Desain

Universitas Trisakti

Redaksi :

Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol Jakarta Barat 11440 Telp: 021-5663232 ext 850 Cetakan pertama, Maret 2016 Hak Cipta dilindungi undang-undang

Dilarang memperbanyak karya ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa seijin penerbit dan penulis

(4)

KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan seminar nasional ‘PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN KEWIRAUSAHAAN DAN KARSACIPTA MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT’ dapat terwujud dengan lancar. Seminar ini tergagas ketika Fakultas Seni Rupa dan Desain mencanangkan Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan sebagai unit yang terkait dengan Dewan Riset dan Jurnal Dimensi FSRD Usakti.

Seminar ini merupakan upaya menyebarluaskan hasil Program Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Penelitian, Kewirausahaan, Karsacipta, dan Artikel Ilmiah, sehingga mulitidisiplin bidang ilmu dapat berbagi temuan yang terkait dalam kegiatan seminar ini yang besar harapan akan memunculkan konsep-konsep kekinian yang dapat dikembangkan oleh unit Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan FSRD Usakti.

Tujuan dari kegiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dalam rangka mensosialisasikan, mendiskusikan, merumuskan berbagai pemikiran-gagasan/ide serta kerja nyata dalam eningkatkan kualitas hidup, dan pemberdayaan masyarakat dari para akademisi, mahasiswa, instansi, para pemilik kebijakan maupun masyarakat umum dalam bentuk Call For

Paper yang dipresentasikan dan dalam bentuk pameran hasil karya PKM.

Peserta pada seminar ini berasal dari berbagai perguruan tinggi dan bidang ilmu, sehingga sudut pandang keilmuannya menjadi sangat lengkap, yang semoga dapat membuka wacana keilmuan serta upaya untuk kerjasama dalam bidang Program Kepada Pengabdian Masyarakat. Semoga kegiatan ini akan berlanjut kepada program-program terkait antar perguruan tinggi maupun unit-unit usaha sejenis.

Terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penerbitan prosiding dan pelaksanaan Seminar “Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Kewirausahaan dan Karsacipta Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat” : Dra Euis Saedah MA Dirjen IKM (Industri Kecil Menengah) Kementrian Perindustrian RI sebagai keynote speaker, Dr Ganal Rudiyanto M.Hum selaku Dekan FSRD dan Pelindung dalam kegiatan seminar, Dr Sangayu Ketut Laksemi Nilotama MDs selaku Penanggung Jawab, juga para staf akademik dan administrasi FSRD Usakti, para pemakalah dan peserta seminar, panitia pelaksana seminar, para sponsor dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, Semoga inisiatif ini bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 22 Februari 2016 Panitia

(5)

SAMBUTAN

Sebagaimana telah diketahui, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis di tengah tengah masyarakatnya. Peran strategis tersebut sering dirumuskan kedalam tiga pilar besar, yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Secara tradisional ketiga peran tersebut tersirat dalam semangat Tridharma Perguruan Tinggi di Indonesia. Tiga pilar ini sangat penting dalam upaya memajukan peradaban bangsa. Kehadiran perguruan tinggi bukan hanya sebagai menara gading tapi harus menjadi menara air yang bisa memberikan kesejukan dan pencerahan bagi masyarakat sekitar, bangsa dan Negara”,

Penelitian hasil PKM di lingkungan perguruan tinggi mempunyai peran strategis dalam upaya pembangunan bangsa sehingga diharapkan memiliki manfaat yang luas kepada masyarakat. Tiap tahun terdapat ratusan bahkan ribuan penelitian dan program pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan. Namun demikian tidak sedikit penelitian tersebut masih berupa laporan hasil kegiatan yang tersimpan di Fakultas. Permasalahannya, sejauh mana hasil penelitian tersebut berdampak kepada masyarakat luas.

Berdasarkan pemikiran tersebut FSRD Universitas Trisakti melalui Pusat Studi Reka Rancang Visual sebagai ujung tombak program program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menggelar diseminasi hasil penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat yang disampaikan dalam bentuk Seminar Nasional pada 31 Maret 2016 sekaligus mengadakan pameran hasil hasil pelaksanaan Pengabdian pada Masyarakat.

Sesuai dengan topik yang diangkat tentang peranan perguruan tinggi khususnya FSRD dalam meningkatkan kewirausahawan dan karsa cipta (mewujudkan hasil karya yang berdaya guna) bagi masyarakat, topik ini merupakan program pengembangan ketrampilan bagi masyarakat dalam berwirausaha yang berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang dan jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar masyarakat berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwiraswasta dalam hal ini adalah masyarakat yang dituju. Tujuannya menghasilkan: ide, jiwa intrepreneur, karya kreatif-inovatif dalam membuka peluang usaha bagi masyarakat. Masyarakat diharapkan mampu menyerap dan menghasilkan karya maupun jasa hasil penyuluhan melalui kegiatan workshop yang dilakukan oleh perguruan tinggi.

Diharapkan seminar nasional ini dapat digunakan sebagai media sharing ilmu dan agar hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat lebih berkualitas sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas. Kami juga berharap seminar ini dapat memberikan kontribusi penelitian dan PKM untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, memiliki semangat jiwa maju, sejahtera, adil dan makmur. Jika dikaitkan dengan kebijakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) Kemenristek Dikti, maka seminar ini sangat relevan, yaitu hilirisasi penelitian dan pengabdian untuk kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Akhirul kata kami sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan pihak-pihak terkait sehingga seminar ini dapat terlaksana sesuai dengan apa yang kita harapkan. Selamat malaksanakan seminar PKM, semoga sukses.

Dekan

(6)

SUSUNAN DEWAN REDAKSI

Pelindung dan Penasehat : Dr. Ganal Rudiyanto, M.Hum (Dekan) Dra. Tetty Sekaryati, M.Sn (Wadek I) Penanggung Jawab : Dr. Sangayu Ketut Laksemi Nilotama, M.Ds

Ketua Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan

Koordinator Pelaksanaan : Dr. Diah Asmarandani, M.Hum Komite Pelaksana : Drs. Awang Eka Novi R., M.Ds

Elda Franzia J., S.Sn, M.Ds Menul Teguh Riyanti, S.Sn, M.Pd Dra. Hj. Eveline CS., M.Si

Pongky Adhi Purnama, BFA, M.Sn Dra. F. Melani Yofatma, MM Ariani, S.Sn, M.Ds

Susy Irma Adisurya, S.Sn, M.Ds Dra. Hj. Woro Asty Werdina, M.Ds Dra. Hj. Sri Anggarini, MA

Dra. Atridia W. M.Ds Resky Annisa, S.Ds, M.Ds Virginia Setiadi, S.Sn, M.Ds Silviana Amanda AT, S.Sn, M.Sn Erlina Novianti, S.Sn, M.Ds Maria Lasakajaya, S.Sn, M.Ds Dra. Rosalinda Wiemar, MT Gihon Nugrahadi, S.Sn, MA Dody Setianto, S.Sn, M.Ds Tata letak : Dr. Krishna Hutama, M.Hum

Ariani, S.Sn, M.Ds Jhon Paredes M. Anjar

(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR iii

SAMBUTAN iv

SUSUNAN DEWAN REDAKSI v

DAFTAR ISI vi

NO JUDUL NAMA HAL

1 Artefak Terakota Majapahit Sebagai Sumber

Ide Pengembangan Desain Batik Majapahit Setyawan 1 - 11

2

Diversifikasi Produk Olahan Kupang Sebagai Rintisan Usaha Ibu PKK Desa Bluru Kidul Sidoarjo

1. Mochammad Farid 2. Putri Wulanditya

3. Titis Puspitaningrum D.K

12 - 20

3 Eksperimen Teknik Dan Media

Konvensional Untuk Para Illustrator Amatir D. Adikara Rahman 21 - 39

4

Fotografi Produk Sebagai Sarana Promosi Produk Lampu Untuk Perajin Lampu Di Nitiprayan, Yogyakarta

Silviana Amanda T. 40 - 49

5 Gerabah Melikan: Finishing Dan Pengembangan Ornamen

1. Novita Wahyuningsih

2. Joko Lulut Amboro 50 - 62

6 Ipteks Bagi Masyarakat Bintaro Melalui Integrasi Multi Channel Selling

1. Hartini 2.Teddy Siswanto 3. Agung Sediyono

63 - 68

7 Keindustrian Dalam Seni Kriya Yusuf Affendi Djalari 69 - 76

8

Kelompok Perajin Sangkar Burung Di Kadipiro Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif

1. Agus Nur Setyawan 2. Yayan Suherlan 3. Desy Nurcahyanti

77 - 94

9 Kemasan Budaya Lokal Sebagai Inovasi

Ekonomi Kreatif Asih Retno Dewanti 95 - 100 10 Menggambar Dan Mewarnai Gerabah Pada

Anak Sekolah Dasar Di Depok Tunjung Atmadi SP 101 - 109

11

Menggubah Kreativitas Anak Melalui Pelatihan Pembentukan Produk Dekoratif Dengan Bahan Kertas Bekas

1. Tetty Sekaryati 2. Cama Yuli Rianingrum 3. Asih Retno Dewanti 4. Susy Irma Adisurya

110 - 121

12

Menumbuhkan Niat Berwirausaha Bagi Mahasiswa Melalui Metode Pembelajaran Berbasis Kewirausahaan

1. Yohana F. Cahya Palupi Meilani

(8)

NO JUDUL NAMA HAL

13

Mewujudkan Kemandirian Pemuda Melalui Pelatihan Multimedia Dan Komputer

Akuntansi (IbM Karang Taruna Bina Mandiri Kelurahan Pasir Panjang)

1. Raden Setyo Budi Suharto 2. Folkes E. Laumal

3. Yohanis Suban Peli

132 - 137

14 Pelatihan Fotografi Dasar Untuk Siswa Dan

Siswi SMU 6, Jakarta Erlina Novianti 138 - 148

15 Pelatihan Kain Perca/Patchwork Untuk

Elemen Interior Berdaya Jual Tinggi Florence Melani Jofatma 149 - 160

16

Pelatihan Kemandirian Usaha Kerajinan Daur Ulang Bagi Wanita Di Dusun Serut, Palbapang, Bantul, Yogyakarta

Bertha Bintari Wahyujati 161 - 168

17

Pelatihan Menggambar Dan Membuat Kartu Ucapan Selamat Dengan Memanfaatkan Majalah Lama Di TPA Yayasan Fadlulatul Ichlas Jakarta Barat

Ati Waliati 169 - 179

18

Pelatihan Menggambar Untuk Anak Usia SD Putra-Putri Karyawan & Dosen FSRD Universitas Trisakti Jakarta

Ratih Candrastuti 180 - 189

19 Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kain Sebagai

Aksesoris Rosalinda Wiemar 190 - 200 20 Pelatihan Pemanfaatan Limbah Keyboard

Komputer Untuk Produk Rumah Tangga Awang E.N. Rizali 201 - 210

21 Pelatihan Pembuatan Lilin Hias Sebagai Elemen Dekoratif Interior

1. Sangayu Ketut Laksemi Nilotama

2. Rezilia Noviyanda 211 - 225 22 Pelestarian Badak Bercula Satu Di Ujung

Kulon

1. Usman Lubis

2. Eveline C.S 226 - 236 23 Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Untuk

Produk Rumah Tangga Elda Franzia 237 - 246 24 Pemanfaatan Limbah Kain Perca Untuk

Industri Rumah Tangga Hj. Sri Anggarini 247 - 252 25 Pemanfaatan Limbah Kaleng Bekas Berdaya

Jual Tinggi Bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga Menul Teguh Riyanti 253 - 265 26 Pemanfaatan Limbah Kayu Untuk Dijadikan

Lampu Woro Asty Werdina 266 - 275

27

Pemanfaatan Limbah Kulit Kerang Hijau Menjadi Lampu Dekoratif Dengan Pendekatan Green Design

1. Devanny Gumulya

2. Sophia Budiman 276 - 288

28

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Kardus, Kaleng, Koran Dan Majalah) Menjadi Elemen Dekoratif Dengan Teknik Melukis Cat Air Di Atas Koran Bekas

Susy Irma Adisurya 289 - 298

29

PKM Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tutup Botol Plastik Agar Dapat Berdaya Jual

Di TK RA An-Nur, Durikepa, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta

(9)

NO JUDUL NAMA HAL

30

Pendampingan Usaha Bagi Ibu-Ibu Petani Tambak Di Kecamatan Candi Sebagai Bentuk Kontribusi Mewujudkan Kawasan Minapolitan 1. Supriyati 2. Meliza 3. Aniek 4. Nuhman 305 - 312

31 Pengaplikasian Motif Tenun Baduy Luar Pada Batik Colet Untuk Kalangan Pelajar

1. Nina Maftukha

2. Praqasta Kusuma 313 - 322

32

Peningkatan Mutu Gambar Dengan Memanfaatkan Peralatan Sederhana Pada

On-Line Shop Makanan Produksi Rumah

Tangga 1. Bambang M. Soewito 2. Hertina Susandari 3. Kartika K. Wardani 323 - 335 33

Peran Desainer Tekstil Dalam Revitalitasi Budaya Melalui Pengembangan Desain Batik Bekasi

Waridah Muthi’ah 336 - 344

34

Peran Perguruan Tinggi Dalam Memberikan Pelatihan Ketrampilan Dari Bahan Flanel- Untuk Menambah Penghasilan Masyarakat Kampung Kobakan, Kragilan, Serang, Banten

Aprilia Kartini Streit 345 - 353

35

Potensi Kayu Mahoni Sebagai Material Mebel Berbahan Kayu Dengan Finishing Batik Dalam Industri Kreatif Bagi Masyarakat

1. Andereas Pandu Setiawan

2. Samuel Hartono 354 - 364

36

Program Pendampingan Desainer

Dalam Pengembangan Desain Tas Wanita UKM JF Bags Dan CV Palupi Craft Sebagai Produk Ekspor

Gihon Nugrahadi 365 - 372

37 Sampah Plastik Sebagai Media Pelatihan

Ekspresi Estetis Dalam Karya Produk Guna Diah Asmarandani 373 - 382

38 Sendok Plastik Bekas Pakai Sebagai Elemen

Estetis Pada Produk Ariani 383 - 394

39

Workshop Dan Sosialisasi Pengembangan

Desain Batik Berbasis Potensi Unggulan Sukoharjo Sebagai Upaya Perlindungan Aset Budaya

Desy Nurcahyanti 395 - 404

40

Krupuk Ikan Gabus Sebagai Bisnis Unggulan Masyarakat Desa Kedung Peluk Candi Sidoarjo

1.Supriyati

2.Diyah Pujiati 405 - 411

41

Pameran Dan Workshop Desain Interior Bagi Siswa SMA/SMK Sekitaran Tangerang Di lingkungan Universitas Mercubuana

Rr. Chandrarezky Permatasari 412 - 421

42

Pengembangan Desain Decorative Lighting Dengan Memanfaatkan Limbah Metal Pada Sentra Industri Kerajinan Tembaga/Kuningan Di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali

1.Anung B Studyanto

2.Rahmanu Widayat 422 - 429

43 Boneka Jari Sebagai Sarana Komunikasi Dan

(10)

NO JUDUL NAMA HAL

44

Pengolahan Limbah Ampas Tebu Menjadi Surfaktan Lignosulfonat Sebagai Bahan Baku Injeksi Surfaktan Dalam Industri Perminyakan 1.Rini Setiati 2.Deana Wahyuningrum 3.Septoratno Siregar 4.Taufan Marhaendrajana 436 - 451

(11)

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK

DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI

MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

Supriyati, Meliza, Aniek, Nuhman

STIE Perbanas Surabaya, Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya Telp. 08884842386, e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Kecamatan Candi merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Sidoarjo yang sebagian besar wilayahnya adalah pertambakkan dan telah dicanangkan menjadi kawasan minapolitan. Adanya bencana lumpur lapindo menyebabkan pendapatan masyarakat semakin menurun. Kualitas air memburuk, panen semakin lama dan kualitas hasil tambak menurun, kemampuan masyarakat dalam pengolahan rendah. Kondisi ini memperlambat tercapainya kawasan minapolitan. Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat ini diarahkan pada peningkatan jiwa kewirausahaan khususnya bagi ibu-ibu petani tambak yang selama ini hanyalah ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan usaha sampai mereka memiliki usaha yang bersifat berkesinambungan. Ibu-ibu yang menjadi target pelatihan dan pendampingan ini adalah ibu-ibu petani tambak yang tergabung dalam kelompok pengolah bandeng badjuri. Pendampingan usaha mulai dari pelatihan pengolahan hasil tambak, pengurusan perijinan, penyusunan laporan keuangan dan pemasaran produk hasil olahan. Peran serta bappeda dan dinas terkait di kabupaten Sidoarjo juga turut memberikan kontribusi besar dalam mendorong wirausaha di kecamatan Candi ini. Adanya jejaring usaha yang tergabung dalam KOPPIS (Kelompok Pengolah Perikanan Sidoarjo) sangat membantu tumbuh kembangnya wirausaha di kecamatan Candi. Semakin besar keterlibatan akademisi, instansi terkait dan masyarakat itu sendiri tentunya akan mempercepat terwujudnya kawasan minapolitan di kabupaten Sidoarjo.

Kata kunci : diversifikasi produk, pendampingan usaha, minapolitan

ABSTRACT

Kecamatan Candi is one of the district in Sidoarjo, that mostly fishpond area. This place was very near from Lapindo mud disaster. There were causing people's revenue reduction. Beside that this also impact water quality, harvest long period and quality of life decreasing. These causes achieve the conditions Minapolitan become slowly. One of the activities of social responsibility is directed to the improvement of life entrepreneurship in particular for women's farmers pond during this is just housewife. Execution method is used to give business training and assistance to have their business is sustainable. The target of this training was Women’s farmer. Beside that this program was assistance for this group to processing milkfish. Business assistance from training processing of pond, handling licensing, compilation of financial statements and marketing of products processed. Local Government (BAPPEDA) participation and related service in Sidoarjo also contributed in promoting entrepreneurial in Kecamatan Candi. The Business network was incorporated in KOPPIS (processing fishery group in Sidoarjo) very helpful growth merchandise in Kecamatan Candi. More of engagement academics related agencies and community itself surely will accelerate actualizing minapolitan areas in Sidoarjo.

Keywords: diversified products, business assistance, minapolitan

A.

PENDAHULUAN

UMKM sebagaimana tertuang dalam No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM mendefinisikan adalah sebagai berikut: a) Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan

(12)

306

SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

Undang-Undang ini, b) Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagimana dimaksud dalam Undang-Undang ini, c) Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tak langsung dari usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

Kriteria Usaha menurut UU UMKM Mikro Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 terbagi menjadi usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, terutama ketika terjadi krisis ekonomi secara global yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan besar mengalami kebangkrutan sehingga tidak sedikit tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan. Namun, krisis tersebut sedikit berdampak pada kinerja UKM bahkan mereka semakin terus berkembang. Salah satunya disebabkan UKM tidak terpengaruh oleh adanya inflasi atau penurunan nilai tukar mata uang asing (Wulanditya, 2011). Hadiyah Fitriyah (2006) menemukan bahwa pendidikan manajer, skala usaha, masa memimpin dan umur perusahaan berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha kecil. Supriyati dan Putri Wulanditya (2012) menyatakan bahwa faktor personal seperti pendidikan, jenis usaha, jumlah SDM memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman SAK-ETAP. Regulasi pemberlakuan SAK-ETAP masih belum mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha karena sebagian besar berpendidikan menengah, jumlah tenaga akuntansi tidak banyak, pelatihan SAK-ETAP belum banyak dilakukan. Konsekuensinya masih banyak Usaha Kecil Menengah dan Koperasi belum mampu menyusun laporan keuangan.

Badan Pusat Statistik tahun 2009 menyebutkan bahwa jumlah UKM tercatat 42,3 juta atau 99,90 persen dari total jumlah unit usaha. UKM menyerap tenaga kerja sebanyak 79 juta atau 99,40 persen dari total angkatan kerja. Kontribusi UKM dalam pembentukan Product Domestic

Bruto (PDB) sebesar 56,70 persen, kemudian sumbangan terhadap penerimaan devisa negara

melalui kegiatan ekspor sebesar Rp 75,80 triliun atau 19,90 persen dari total nilai ekspor. Dari data tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengusaha UKM di Indonesia sangat signifikan, terutama besar pengaruhnya terhadap keterserapan tenaga kerja serta peningkatan sumber penerimaan negara.

Kabupaten Sidoarjo terletak pada daerah Delta Brantas Jawa Timur. Kabupaten ini identik dengan tambak yang luasnya mencapai 15.530 hektar (5,28 Km2) milik sekitar 3.300 petambak. Daerah di Kabupaten Sidoarjo yang banyak memiliki lahan tambak antara lain kecamatan Sidoarjo, Jabon, Buduran, Candi, Tanggulangin, dan Sedati. Secara keseluruhan ekspor terutama udang dan bandeng, baik dari hasil tambak atau tangkapan laut telah memberikan konstribusi terbesar dalam ekspor non migas di Jawa Timur. Subsektor perikanan di Kabupaten Sidoarjo telah menyumbang kontribusi sebesar 49,7% terhadap PDRB Sektor pertanian. Penelitian ini juga menyampaikan bahwa komoditas perikanan tambak memiliki nilai produksi dan menyumbang kontribusi terbesar sepanjang tahun 2003-2008. Komoditi udang dan bandeng memiliki nilai produksi terbesar sehingga dijadikan logo icon Kabupatan Sidoarjo. Nilai kontribusi pada tahun 2008 mencapai 401.301.378,4.

(13)

307

SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

Bencana Lumpur Lapindo yang telah Kabupaten Sidoarjo khususnya yang melanda Kecamatan Porong menyebabkan penurunan penghasilan petani tambak di diwilayah sekitarnya termasuk Kecamatan Candi. Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi adalah wilayah pertambakkan yang dekat dengan lumpur lapindo dan struktur tanah tambak mempunyai kesamaan. Hasil tambak saat itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Permalasahan yang terjadi adalah musim panen lebih lama, ukuran bandeng yang dipanen lebih kecil, tingkat kematian ikan tinggi, kuantitas ikan menurun, harga jual bandeng menjadi lebih murah. Kondisi ini juga tidak memperoleh dukungan pendanaan seperti industri perbankan dikarenakan usaha pertambakkan dinilai sebagai usaha yang memiliki risiko tinggi. Hal ini tentunya memperburuk perekonomian masyarakat sekitar. Pemetaan yang telah dilakukan oleh PUM Netherland pada tahun 2015 ini yang menyatakan sebagian besar petani tambak menggunakan metode pembudidayaan tradisional, kualitas air tidak mendukung perbaikan ekosistem pertambakkan, dan kemampuan SDM yang masih rendah. Kondisi menyebabkan hasil panen pertambakkan semakin menurun, nilai jual produk hasil tambak semakin murah sehingga perekonomian masyarakat semakin menurun.

Sebagaimana KEP.39/MEN/2011 tentang Perubahan Keputusan MKP No. KEP.32/MEN/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan telah ditetapkan 223 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai Kawasan Minapolitan, termasuk Kabupaten Sidoarjo. Kawasan Minapolitan adalah kota perikanan di daerah lahan perikanan atau perikanan di daerah perkotaan. Kabupaten Sidoarjo juga telah menetapkan tiga kecamatan yang akan dijadikan perintis, yaitu Jabon, Candi dan Sedati. Kawasan Minapolitan ini diharapkan adanya peningkatan produksi ikan, pendapatan masyarakat dan pusat pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu bentuk kegiatan yang diperlukan adalah pengolahan produk ikan bernilai tambah dengan adanya pengembangan sentra pengolahan.

Peningkatan perekonomian masyarakat ini tentunya harus didukung oleh peran serta masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambak. Sebagian besar ibu-ibu petambak di Kecamatan Candi selama ini sangat tergantung pada hasil tambak atau penghasilan suami. Setiap hari mereka membantu suaminya di tambak mulai pagi sampai sore. Ada juga yang hanya berdiam di rumah mengurus rumah tanpa ada kegiatan usaha. Hasil wawancara yang dilakukan sebagian besar ibu-ibu petambak memiliki pendidikan cukup tinggi dan ada juga yang sudah memiliki keahlian atau ketrampilan seperti menjahit, menyulam, menjahit kerudung. Selama ini mereka belum memperoleh pengetahuan maupun ketrampilan yang berkaitan dengan pengolahan hasil tambak. Artinya ibu-ibu petani tambak belum ada yang merintis menjadi wirausaha dan kalaupun ada yang berwirausaha masih bersifat musiman.

Guna mewujudkan Kawasan Minapolitan ini maka harus diciptakan kemampuan wirausaha khususnya bagi ibu-ibu petani tambak agar terwujud peningkatan nilai hasil pengelolaan ikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu ibu-ibu petani tambak meningkatkan pendapatan melalui pengolahan hasil tambak ikan. Adapun kegiatan pendampingan usaha yang telah dilakukan adalah pelatihan kewirausahaan, pendampingan manajemen usaha, pendampingan penyusunan laporan keuangan usaha. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mampu membantu mewujudkan ibu-ibu wirausaha. Sekarang di Desa Kedung Peluk sudah terbentuk Kelompok Pengolah yang disebut Kelompok Bandeng Badjuri dengan hasil olahan seperti krupuk ikan, otak-otak, presto, nugget, abon ikan dll. Usaha yang dijalankan telah dikelola dengan baik dan telah disusun pula laporan keuangan walaupun secara sederhana sehingga mereka mampu menunjukkan kinerja perusahaan. Usaha yang dijalankan ini juga telah berkesinambungan atau terus menerus walaupun pangsa pasarnya

(14)

308

SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

masih di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kondisi usaha ini mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga dan perekonomian wilayah sekitarnya.

B.

METODOLOGI

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada ibu-ibu petani tambak yang ada di Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan selama empat bulan yang berlokasi di Desa Kedung Keluk. Data yang diperlukan bersifat primer maupun sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui pengamatan lapangan, wawancara dan pendampingan. Data sekunder diperoleh langsung dari UKM seperti data kegiatan usahanya, data dan pemcatatan keuangannya.

Prosedur analisis yang dilakukan meliputi: 1) pelatihan kewirausahaan yang bertujuan meningkatkan minat berwirausaha, 2) pendampingan dan penerapan ipteks khususnya yang terkait dengan manajemen usaha dan penyusunan laporan keuangan UKM. Pelatihan

kewirausahaan dilakukan bagi ibu-ibu petani tambak baik yang tergabung dalam kelompok

bandeng Badjuri maupun tidak dan materi yang disampaikan berupa penyajian materi kewirausahaan dan pelatihan pembuatan produk-produk olahan berbahan ikan. Pendampingan

dan penerapan ipteks ini diberikan pada ibu-ibu petani tambak yang sudah memiliki usaha

atau memulai usaha yang bersifat berkesinambungan. Prosedur yang dilakukan meliputi pendampingan mengelola usaha, pengurusan perijinan usaha, pemberian bantuan alat produksi dan pendampingan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan prosedur analisis yang dijalankan akan dilakukan pemaparan dan analisis hasil terkait dengan pendampingan ini serta memberikan solusi bagi ibu-ibu petani tambak agar mereka memperoleh pandapatan di luar tambak.

C.

PEMBAHASAN

Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah di Kota Sidoarjo yang akan direncanakan sebagai wilayah Minapolitan (daerah perikanan di dalam perkotaan) di masa mendatang. Kecamatan Candi ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Minapolitan. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani tambak khususnya bandeng dan udang. Sedangkan, ibu-ibu petani tambak sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yang mengandalkan penghasilannya dari suami. Keahlian yang dimiliki berupa ketrampilan menjahit, menyulam, border dll namun hanya dipergunakan sendiri. Mereka belum memiliki keinginan berwirausaha dan kalaupun ada hanya bersifat musiman menjelang hari raya.

Pelatihan kewirausahaan telah dilakukan di Desa Kedung Peluk Candi Sidoarjo pada ibu-ibu

petani tambak. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu petani tambak yang berminat membuka usaha pengolahan hasil tambak yang dihadiri sebanyak 35 orang. Dua belas orang diantaranya sudah memiliki usaha walaupun bersifat musiman dan dua orang sudah memiliki usaha tetap namun belum memiliki omzet yang tinggi. Pelatihan kewirausahan yang dihadiri oleh ibu-ibu petani tambak yang belum maupun sudah memiliki usaha digunakan untuk mengembangkan dan membangkitkan jiwa kewirausahaan. Mereka harus diberikan wawasan bahwa jiwa kewirausahaan sangat diperlukan untuk membentuk sentra usaha di daerah tersebut.

Selain itu, untuk mendukung ketrampilannya diberikan pelatihan diversifikasi produk juga dilakukan di Desa Kedung Peluk pada kelompok masyarakat yang sama dengan memberikan alternatif pengolahan perikanan agar menjadi produk olahan hasil tambak yang siap saji. Pelatihan ini bekerjama dengan KOPPIS (Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan Sidoarjo)

(15)

309

SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

produk olahan yang kaya gizi dan menggunakan proses pengolahan yang sehat sehingga diharapkan mampu diminati oleh konsumen dengan harga yang terjangkau dan KOPPIS ini akan menampung produk olahan mereka. Adanya wadah ini akan terbangun jejaring pemasaran yang luas di Kabupaten Sidoarjo. Aneka produk olahan yang telah dihasilkan dan sampai sekarang dilanjutkan sebagai usaha yang berkesinambungan adalah krupuk ikan (ikan payus, ikan kutuk, udang, bandeng, mujair, lele), bandeng presto dan bakar, otak-otak bandeng, nugget bandeng, abon tulang bandeng, dll. Produk tersebut telah dipasarkan sampai luar pulau dan diikutkan dalam berbagai pameran baik ditingkat regional maupun nasional.

Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dan Pengolahan Hasil Tambak

Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pendampingan usaha. Jiwa kewirausahaan dan berbagai pelatihan pengolahan produk tidak akan berhasil dan bermanfaat guna mewujudkan Kawasan Minapolitan bila tidak dilakukan secara berkesinambungan. Pendampingan usaha ini berkaitan dengan pendampingan mengelola usaha, pengurusan perijinan usaha, pemberian bantuan alat produksi dan pendampingan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan. Pendampingan usaha yang dilakukan lebih difokuskan pada usaha apa yang akan dijalankan, berapa banyak produk olahan yang akan dihasilkan dan bagaimana cara memasarkan produk olahan tersebut. Pengurusan perijinan usaha menjadi penting bila produk olahan telah memiliki pangsa pasar yang luas dan sebagai media penjaminan bagi konsumen. Ada dua ibu petambak yang memiliki ijin usaha dan ijin halal sehingga produk olahan mereka direkomendasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo dalam pameran produk unggulan Kabupaten Sidoarjo baik di tingkat regional maupun nasional. Pemberian alat produksi seperti vacuum

plastic, sealer machine, hand sealer, mesin adonan telah diterima dari

tim hibah, Dinas

Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo, serta dari Bappeda Kabupaten Sidoarjo.

(16)

310

SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

Gambar 2. Mesin Adonan dari Bappeda yang bekerjasama

dengan PUM Nedherland

Kegiatan lain adalah pendampingan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan ini penting dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan usahanya. Kegiatan ini dilakukan mulai dari pendampingan proses pencatatan dalam buku kas, buku jurnal sampai menyusun Neraca dan Laporan Laba Rugi usaha. Selama ini semua kegiatan usaha belum memiliki pencatatan, hanya bon-bon pembelian dan penjualan. Adanya laporan keuangan ini diharapkan dapat digunakan untuk memperoleh sumber permodalan khususnya dari industri perbankan. Salah satu persyaratan pengajuan kredit UKM di perbankan adalah ketersediaan laporan keuangan usaha dan perijinan. Bila ada dukungan permodalan yang cukup diharapkan antinya usaha yang dijalankan berkembang setelah ada tambahan permodalan dari perbankan.

Gambar 3. Pendampingan penyusunan laporan keuangan di UD. Al-Barokah

Berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan tersebut mampu membantu ibu-ibu petani tambak khususnya dan masyarakat umumnya yang berada di Kecamatan Candi dalam meningkatkan pendapatannya. Mereka sekarang tidak lagi mengandalkan dari penghasilan suami yang berasal dari tambak saja. Usaha yang dijalankan tidak lagi sebagai usaha musiman, tapi sudah berkesinambungan dan memiliki pangsa yang lebih luas. Keunggulan kegiatan ini adalah terciptanya wirausaha baru, terciptanya produk-produk olahan ikan, tersusunnya laporan keuangan yang akuntabel. Sedangkan, kelemahan kegiatan ini adalah produk yang dihasilkan masih bersifat variatif sehingga belum menunjukkan produk unggulan yang bias diangkat sebagai icon, serta kegiatan ini belum mampu diikuti seluruh ibu-ibu petani tambak yang ada di Kecamatan Candi. Kondisi ini karena adanya kesulitan yang dihadapi oleh tim pelaksana, antara lain: 1) sulitnya mendapatkan bahan baku bila tidak musim, 2) rendahnya

(17)

311

SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

D.

SIMPULAN

Kawasan Minapolitan adalah kawasan kota di daerah pertambakkan. Kecamatan Candi merupakan kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Minapolitan. Adanya bencana Lumpur Lapindo yang melanda Kecamatan Porong berdampak penurunan penghasilan petani tambak di wilayah sekitarnya termasuk Kecamatan Candi. Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi adalah wilayah pertambakkan yang dekat dengan lumpur lapindo dan struktur tanah tambak mempunyai kesamaan. Permasalahan dihadapi saat ini adalah musim panen lebih lama, ukuran bandeng yang dipanen lebih kecil, tingkat kematian ikan tinggi, kuantitas ikan menurun, harga jual bandeng menjadi lebih murah. Kondisi ini juga tidak memperoleh dukungan pendanaan seperti industri perbankan dikarenakan usaha pertambakkan dinilai sebagai usaha yang memiliki risiko tinggi. Hal ini tentunya memperburuk perekonomian masyarakat sekitar.

Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah pengamatan, pelatihan dan pendampingan pada ibu-ibu petani tambak yang ada di Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi Sidoarjo. Metode pelaksanaan diawali dengan pengamatan kegiatan ekonomi yang ada di Desa Kedung Peluk Kecamatan Candi Sidoarjo, kemudian memberikan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan usaha yang telah terbentuk tersebut agar mampu menjadi sentra usaha yang dapat mendukung terwujudnya Kawasan Minapolitan. Pelatihan kewirausahaan dilakukan untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang memiliki usahan berkesinambungan dan bekerjasama dengan KOPPIS (Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan Sidoarjo) dan BAPPEDA Sidoarjo. Kegiatan kedua adalah pendampingan usaha yang meliputi manajemen usaha, pengurusan perijinan, pemberian alat produksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan usaha.

Implikasi yang terbentuk dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah terwujudnya wirausaha baru dengan usaha yang berkesinambungan, terwujudnya diversifiaksi produk olahan berbahan ikan, tersusunnya laporan keuangan usaha. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini telah mampu membantu ibu-ibu petani tambak khususnya dan masyarakat umumnya dalam meningkatkan pendapatan di luar tambak dan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun, kegiatan ini dan upaya yang dilakukan ibu-ibu petani tambak ini masih belum sempurna dan perlu pengembangan serta dukungan pihak lain agar benar-benar wilayah ini menjadi sentra pengolahan hasil tambak yang akan dibutuhkan guna mewujudkan kawasan minapolitan. Saran yang dapat disampaikan adalah 1) memperbaiki kualitas dan kuantitas pertambakkan agar mampu mensuplai bahan baku produk olahan, 2) mensosialisasikan kepada masyarakat luas terkait kegiatan ibu-ibu petambak dan KOPPIS agar kuantitas pengolah ikan semakin bertambah, 3) meningkatkan peran serta pihak terkait khususnya dalam dukungan sarana dan prasarana agar usaha ini dapat berkesinambungan, 4) meningkatkan kemampuan dan ketrampilan SDM agar mampu mengelola usaha lebih baik lagi, 5) memperluas jejaring guna memperkenalkan dan memasarkan produk olahan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan atas peran serta pihak lain. Ucapan terima kasih ini disampaikan secara khusus kepada 1) Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi atas dana hibah Ipteks bagi Wilayah (IbW) yang diberikan kepada tim pelaksana, 2) ibu-ibu petani tambak yang telah berperan aktif sebagai partisipan dan subyek pengamatan dalam kegiatan ini, 3) STIE Perbanas Surabaya yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, 4) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sidoarjo, 5) Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidoarjo, serta 6) BAPPEDA Kabupaten Sidoarjo.

(18)

312

SEMINAR NASIONAL – Pengabdian Kepada Masyarakat

PENDAMPINGAN USAHA BAGI IBU-IBU PETANI TAMBAK DI KECAMATAN CANDI SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI MEWUJUDKAN KAWASAN MINAPOLITAN

DAFTAR PUSTAKA

Hadiyah fitriyah. (2006). Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi Pada Usaha Kecil dan Menengah. Universitas Negeri Jakarta. Tesis Magister

dipublikasikan.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2009). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas

Publik. Jakarta: DSAK IAI.

Mohammad Jafar Hafsah. (2004). Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah. Infokop

No.25 Tahun XX. Hal 40-44.

Portal Pengembangan UKM Indonesia. (2008). Transformasi Manajemen UKM. artikel dari

sumber Permondalan Nasional Madani 2003 diakses tanggal 3 Maret 2011 dari

http://bumn.go.id

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Republik Indonesia. KEP.39/MEN/2011 tentang Perubahan Keputusan MKP No. KEP.32/MEN/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan telah ditetapkan 223 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai Kawasan Minapolitan.

Supriyati dan Putri Wulanditya. (2012). The SME Perception toward the Accounting Standard without Public Accountability (SAK-ETAP) and Self Assessment System for Increasing Voluntary Tax Compliance. International Journal of Business and Management ISSN

2244-1808 Vol.4 Oktober 2012

Taticchi, Paul, et.al. (2008). Performance Measurement Management for Small and Medium Enterprises: an Integral Approach, Journal of Management Accounting Research, (Jamar) Vol 6 No 2

Umi Barokah. (2008). Strategi Pengembangan Perikanan Tambak Sebagai Sub Sektor Unggilan di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian Tidak dipublikasikan.

Wulanditya, Putri. (2011). Kemudahan Penyajian Pajak Penghasilan (PPh) bagi Pengusaha UKM dengan SAK ETAP. Simposium Nasional Perpajakan (SNP) III. Madura, 13-14 Desember 2011

Gambar

Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dan Pengolahan Hasil Tambak
Gambar 3. Pendampingan penyusunan laporan keuangan di UD. Al-Barokah

Referensi

Dokumen terkait

Aspek utama dalam penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana hubungan sikap kemandirian belajar yang dimiliki siswa terhadap hasil belajar yang diperoleh

penelitian yang berjudul “Implementasi Sistem Gateway Discovery pada Wireless Sensor Network (WSN) Berbasis Modul Komunikasi LoRa” yang mengaplikasikan sistem dengan

Pada eksperimen ini perangkat yang digunakan antara lain rangkaian C-V converter Osiloskop, Signal Generator, Sensor kapasitansi dan komputer. Eksperimen ini

3 Ketentuan ini secara logis dapat kita pahami sebagai bentuk titah dari konstitusi kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama para pejabat di tataran

Residual semakin mendekati 0 maka model regresi semakin baik dalam melakukan prediksi, dan sebaliknya semakin menjauhi 0 atau lebih dari 1 atau -1 maka semakin tidak baik model

dengan menggunakan bahasa Jepang baik kosa kata maupun ungkapan-ungkapan bahasa Jepang yang digunakan dalam pelayanan di hotel. 2) Meningkatkan kualitas kinerja

Percobaan dirancang secara rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan teknik inokulasi Cms dan lima ulangan, yaitu inokulasi dengan (a) merendam ubi benih yang

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Kutowinangun Kota Salatiga sebagian besar sudah memiliki perilaku yang baik dalam