• Tidak ada hasil yang ditemukan

Format Proposal Depkeu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Format Proposal Depkeu"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Kode Kode Tema Tema Fokus Riset Fokus Riset

PROPOSAL RISET

PROPOSAL RISET

Program Bantuan Dana Riset Inovatif-Produktif Program Bantuan Dana Riset Inovatif-Produktif Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (RISPRO LPDP) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (RISPRO LPDP)

Transparansi Pengelolaan Aset

Transparansi Pengelolaan Aset

Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan

dan

Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB PP)

Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB PP)

Di Indonesia

Di Indonesia

Kelompok Periset: Kelompok Periset: Prof. Insukindro, MA., Ph.D Prof. Insukindro, MA., Ph.D Dr. Akhmad Makhfatih, MA Dr. Akhmad Makhfatih, MA  Artidiatu

 Artidiatun Adjie, M.En Adjie, M.Ec, MA, Ph.c, MA, Ph.D.D.

Robby Prijatno, ST., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) Robby Prijatno, ST., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)

 Ary Sety

 Ary Setyaningrum, Saningrum, SE., M.Ec.DE., M.Ec.Devev

Lembaga Riset/Perguruan Tinggi Lembaga Riset/Perguruan Tinggi

Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB)

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Sekretariat Jendral Sekretariat Jendral Kementrian Keuangan Kementrian Keuangan 2013 2013

(2)

1. Latar Belakang

Transparansi merupakan konsep dengan cakupan yang luas dan sejalan dengan perkembangan konsep good governance. Transparansi secara umum diartikan sebagai keterbukaan proses internal dan proses pengambilan keputusan organisasi kepada masyarakat (Finel dan Lord, 1999, dan Ball 2009). Transparansi memungkinkan pihak eksternal atau masyarakat mengamati berbagai proses pengambilan keputusan, program, dan aktivitas pemerintah, sehingga pemerintah perlu menyediakan informasi yang dapat diakses dan digunakan oleh masyarakat. Sayangnya, untuk memberikan informasi yang benar, pemerintah masih memiliki banyak kendala untuk berbagai hal tertentu, misalnya informasi tentang nilai sewa wajar barang milik daerah dan harga tanah untuk Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP).

Dalam rangkaian memperkuat transparansi pengelolaan keuangan, pemerintah Indonesia telah menerbitkan serangkaian perundang-undangan dan peraturan pemerintah untuk mendukungnya. Keberhasilan penerapan berbagai peraturan sangat ditentukan oleh penguatan kapasitas dan kemampuan daerah, termasuk peningkatan sumber daya aparat (lihat Ball dan Bird, 2008, ADB, 2012 dan World Bank, 2012b). Kebutuhan akan penguatan sumber daya aparat bagi daerah semakin mengemuka ketika Undang-undang nomer 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU 28/2009) yang mendaerahkan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB) diberlakukan. Pengelolaan aset milik daerah, BPHTB dan PBB PP membutuhkan sumber daya aparat yang mampu melakukan penilaian. Kapasitas tenaga kerja yang memadahi khususnya di bidang penilaian dan pengelolaan asset di daerah akan mempengaruhi kemampuan daerah dalam menentukan dan mengelola BPHTB dan PBB PP di daerah (lihat juga: ADB, 2012). Sayangnya sebagain besar pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki tenaga penilai dan secara nasionalpun  jumlah penilai di Indonesia masih sangat terbatas dan terkonsentrasi di Jakarta.

Secara umum masalah yang dihadapi daerah berkaitan dengan manajemen aset adalah sebagian aset milik pemerintah belum memiliki kekuatan hukum yang sah, tidak bebas atau dikuasai pihak ketiga, belum dinilai dengan harga wajar dan belum optimal pemanfaatannya. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (UU 6/2006) telah mengatur bagaimana aturan main pengelolaan aset milik daerah, namun dalam pelaksanaanya membutuhkan tenaga penilai.

Pendaerahan BPHTB, yang dilakukan sejak tahun 2011, masih tetap mewarisi permasalahan BPHTB seperti ketika dikelola oleh pemerintah pusat. Permasalahan tersebut adalah sebagai berikut. Petugas pajak tidak memiliki informasi harga pasar atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) yang sebenarnya, dan menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai referensi.

(3)

Kelemahan ini tetap muncul karena di setiap kabupaten/kota di Indonesia belum memilik tenaga penilai dan tidak adanya informasi nilai tanah dan/atau bangunan. Peluang ini banyak dimanfaatkan pembeli (juga penjual) tanah dan/atau bangunan untuk menghindarkan diri dari beban BPHTB melalui penggunaan referensi NJOP yang pada umumnya lebih rendah dari NPOP.

Kebijakan pendaerahan PBB PP sebenarnya dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki perbedaan yang besar antara NJOP dan NPOP dengan nilai pasar wajar, sehingga tujuan awal kebijakan pendaerahan PBB untuk lebih mengoptimalkan penerimaan BPHTB dapat tercapai. Kurangnya informasi mengenai harga dan tata guna lahan serta zona peruntukkan fungsi lahan yang terbuka dan dapat diakses publik juga menjadi faktor penunjang hilangnya potensi penerimaan BPHTB. Pemetaan Indikasi Nilai Tanah yang sesuai dengan tata guna lahan dan zona peruntukkan lahan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat merupakan sebuah perwujudan sistem informasi publik yang baik. Pemetaan Indikasi Nilai Tanah yang terbuka dan terus diperbaharukan dapat menjadi alat kontrol bersama bagi Pemerintah Daerah sebagai pemungut pajak dan masyarakat sebagai subjek pajak, sehingga manipulasi nilai transaksi tanah dan/atau bangunan dapat diminimalkan dan penerimaan BPHTB dapat dioptimalkan. Lebih lanjut, peta Indikasi Nilai Tanah akan menjaga amanah petugas verifikasi BPHTB dari penyalahgunaan kewenangan yang dimilikinya.

B. Tujuan Penelitian

1) Mengidentifikasi permasalahan daerah yang berkaitan dengan aset milik daerah, BPHTB, dan PBB PP, dan kebutuhan berbagai tingkatan tenaga penilai sesuai dengan kebutuhan daerah. 2) Mengembangkan buku ajar dan pelatihan berbagai tingkatan keahlian penilaian yang sesuai

dengan kemampuan aparat di daerah.

3) Memperbaiki tata kelola asset, BPHTB, dan PBB sesuai dengan kondisi daerah

C. Metode Penelitian

Penelitian menggabungkan metode kualitatif dan metode kuantitaatif untuk memperoleh data yang benar-benar lengkap dan komprehensif. penggabungan kedua metode ini diharapkan mendapatkan hasil penelitian yang lebih sahih. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam, observasi dan pembacaan dokumen terkait. Dari ketiga aktivitas ini dapat dikumpulkan berbagai informasi faktual yang menggambarkan praktek kerja dan permasalahan daerah sehingga peneliti dapat melakukan identifikasi permasalahan, evaluasi, dan pembangunan solusi. Dalam wawancara digunakan daftar tertulis yang terstruktur. Daftar tertulis merupakan daftar yang detail yang mengkaitkan antara praktek dengan kesesuaian dengan standar

(4)

dan/atau aturan yang berlaku. Penggunaan daftar tertulis ini akan mengurangi bias pewawancara dan menjamin kelengkapan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.

Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara  purposive sampling   yang berbasis pada ketersediaan Nota Kesepahaman dengan Universitas Gadjah Mada. Daerah sampel meliputi Kota Denpasar dan Kabupaten Karangasem Provinsi Bali, Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur, dan Kabupaten Raja Ampat Propensi Papua Barat.

D. Luaran

1) Kurikulum dan dan buku ajar berbagai tingkatan keahlian penilaian dan pengelolaan asset yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

2) Pelatihan berbagai tingkatan keahlian penilaian yang sesuai dengan kemampuan aparat di daerah yang mendukung kemampuan transparansi pengelolaan asset daerah, BPHTB dan PBB.

E. Anggaran

Rekapitulasi Anggaran

Honorarium + HR Pembicara Seminar 29.22% Rp. 404,000,000

Penelitian 25.68% Rp. 355,000,000

Seminar Nasional dan Sosialisasi Non HR 12.57% Rp. 173,750,000

Diseminasi Non HR 27.77% Rp. 384,000,000

Biaya operasional Lembaga 4.76% Rp. 65,837,500

Total Rencana Anggaran Sebelum Pajak Rp. 1,382,587,500

Pajak Rp. 152,084,625

Total Rencana Anggaran Setelah Pajak Rp. 1,534,672,125

Sumber Anggaran

Sumber anggaran RISPRO Rp. 1,234,672,125

(5)

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Riset : Transparansi Pengelolaan Aset Bea Perolahan Hak

atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB PP) Di Indonesia

2. Ketua Periset

a. Nama Lengkap : Prof. Insukindro, MA., Ph.D b. Jenis Kelamin : Laki-laki

c. NIP/NIK : 195011301980101001 d. Jabatan Struktural :

-e. Jabatan Fungsional : Guru Besar

f. Pusat Riset : P2EB FEB UGM Yogyakarta

g. Alamat : Jl. Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281 h. Telpon/Fax : 0274-548510 Ext. 202 / 0274 563212

i. Alamat Rumah : Taman Griya Indah IV/304, Yogyakarta

 j. Telpon/Fax/Email : (0274) 626535/(0274)626486 / [email protected]

3. Lembaga Mitra : Prodi Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) UGM Alamat :Jl. Teknika Utara, Barek-Yogyakarta 55281

4. Anggota Periset

No Nama Instansi

1 Dr. Akhmad Makhfatih, MA FEB UGM 2 Artidiatun Adjie, M.Ec., MA., Ph.D MEP UGM 3 Robby Prijatno, ST, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) MEP UGM 4 Ary Setyaningrum, SE, M.Ec.Dev. MEP UGM 5

5. Pembiayaan

LPDP Mitra Biaya yang dibutuhkan tahun I Rp.

526.339.800,-Biaya yang dibutuhkan tahun II Rp. 708.332.325,- Rp. 300.000.000,-Biaya yang dibutuhkan tahun III

Mengetahui, Yogyakarta, 22 Februari 2013. Pimpinan Lembaga Ketua Periset

Prof. Sri Adiningsih, M.Sc, Ph.D Prof. Insukindro, MA.,Ph.D

(6)

PERNYATAAN PERSETUJUAN TOPIK RISET

Direktur P2EB dengan ini menyetujui riset berjudul: “Transparansi Pengelolaan Aset Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB PP) Di Indonesia ”

Menyetujui

Lembaga Periset Utama Pimpinan Lembaga Mitra

Prof. Sri Adiningsih, M.Sc, Ph.D Artidiatun Adji, M.Ec., MA., Ph.D

(7)

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Prof. Insukindro, MA, Ph.D

NIP/NIK : 195011301980101001

Pangkat/Gol : Pembina Utama / IV E

 Alamat : FEB UGM, Jl. Humaniora No. I, Bulaksumur Yogyakarta 55281

Dengan ini menyatakan bahwa proposal riset saya yang berjudul “Transparansi Pengelolaan Aset Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB PP) Di Indonesia” yang diusulkan dalam Program Bantuan Dana RISPRO LPDP T.A 2013 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga/sumber dana lain.

Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut da diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh dana RISPRO LPDP yang sudah diterima kepada LPDP

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya

 Yogyakarta,……….

Mengeahui, Yang menyatakan,

Pimpinan Lembaga Ketua Periset

Prof. Sri Adiningsih, M.Sc, Ph.D Prof. Insukindro, MA.,Ph.D

(8)

IDENTITAS RISET

1. Judul Proposal : “Transparansi Pengelolaan Aset Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB PP) Di Indonesia”

2. Ketua Periset :

a. Nama Lengkap : Prof. Insukindro, MA, Ph.D

b. Bidang Keahlian : Ekonomi Publik dan Permodelan Makrokonomi

3. Anggota Periset

No Nama dan Gelar Keahlian Perguruan Tinggi  /Lembaga

Alokasi Waktu (jam/minggu)

1 Dr. Akhmad Makhfatih, MA Pajak Daerah / Properti

FEB UGM

2 Artidiatun Adji, M.Ec, MA, Ph.D Ekonomi Perpajakan dan Pembangunan MEP UGM 3 4

4. Anggota Periset dari Institusi MItra

No Nama dan Gelar Keahlian Perguruan Tinggi  /Lembaga

Alokasi Waktu (jam/minggu)

1 Robby Prijatno, ST.

M.Ec.Dev., MAPPI (Cert).

Teknik Bangunan –

Penilaian Properti

MEP UGM

2  Ary Setyaningrum, SE., M.Ec.Dev.

Ekonomi Publik –

Penilaian Properti

MEP UGM

5. Lokasi Riset : Indonesia

6. Temuan yang ditargetkan :

a. Kurikulum dan dan buku ajar berbagai tingkatan keahlian penilaian dan pengelolaan asset yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

b. Pelatihan berbagai tingkatan keahlian penilaian yang sesuai dengan kemampuan aparat di daerah yang mendukung kemampuan transparansi pengelolaan asset daerah, BPHTB dan PBB.

7. Institusi lain yang terlibat : MEP UGM

8. Sumber Biaya lain selain LPDP : Rp. 300.000.000,- (MEP UGM) 9. Keterangan lain :

(9)

-BIODATA PENGUSUL

BANTUAN DANA RISET RISPRO LPDP

I. IDENTITAS DIRI

1.1 Nama Lengkap (dengan Gelar) Prof. Insukindro, MA, Ph.D 1.2 Jabatan Fungsional Guru Besar

1.3 NIP/NIK/No. Identitas lainnya 19501130 198010 1 001 NIK: 3404023011500002

1.4 Tempat dan Tanggal Lahir Metro, Lampung, 30 November 1950 1.5 Alamat Rumah Taman Griya Indah IV/304,

 Yogyakarta 55182

1.6 Nomor Telpon/Fax (0274) 626535 / (0274) 626486 1.7 Nomor HP 0811258971

1.8 Alamat Kantor Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Jl. Humaniora No. 1, Bulaksumur  Yogyakarta 55281

1.9 Nomor Telpon/Fax (0274) 548510 (hunting), ext. 202 1.10 E-mail [email protected] ;

[email protected]

II. RIWAYAT PENDIDIKAN

2.1 Program S-1 S-2 S-3

2.2 Nama PT UGM Katholieke

Universiteit Leuven, Belgia

University of Essex,

Colchester, UK

2.3 Bidang Ilmu Ekonomi Ekonomi Ekonomi

2.4 Tahun masuk 1975 1982 1988

2.5 Tahun Lulus 1979 1984 1990

2.6 Judul Skripsi/ Tesis/ Disertasi Analisa Pengeluaran Pembangunan Selama Pelita I dan II A Money Supply Model for Indonesia: 1971-1982

The Short and Long-term Determinants of Money and Bank Credit Markets in Indonesia 2.7 Nama Pembimbing/ Promotor Dr. Soelistyo, MBA Prof. Dr. D. Hereman Prof. Dr. S.G. Price

III. PENGALAMAN RISET (20 tahun terakhir)

1. Pengembangan Kantor Cabang Perum Pegadaian di Kanda Yogyakarta, Purwokerto dan Surakarta, Kerjasama PPM FE UGM dan Perum Pegadaian Pusat, 1993 (Wakil Ketua Tim)

(10)

2. Penelitian Mengenai Manejemen Keuangan Daerah dalam Rangka Meningkatkan PAD, Kerjasama KKD FE UGM dan BAKM Depkeu, 1993/1994 (Ketua Tim)

3. Evaluasi Terhadap Penentuan Tarif, NJKP, NJOP-TKP, dan Peningkatan Efektivitas Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan, Kerjasama PAU Studi Ekonomi UGM dan Direktorat PBB Dirjen Pajak Depkeu, 1994/1995 (Ketua Tim)

4. Studi Pemasyarakatan IDT: Evaluasi Dampak Pelatihan, Kerjasama PPE FE UGM dan Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa, Departemen Dalam Negeri, 1995 (Ketua Tim)

5. Pengaruh Pajak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia: 1970-1994, Fakultas Ekonomi UGM, 1995 (Anggota Tim)

6. Survey Identifikasi Kebutuhan Pelatihan Manajemen Terapan Untuk Kepala Cabang Pegadaian di Luar Jawa, Kerjasama PPM FE UGM dan Perum Pegadaian Pusat, 1996 (Anggota Tim)

7. Studi Tentang Sistem Penentuan Harga Tanah, Kerjasama PPE FE UGM dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, 1996 (Ketua Tim)

8. Perilaku Masyarakat dan Petugas Pajak Dalam Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Perpajakan di Indonesia, Kerjasama PPE FE UGM dan Dirjen Pajak Depkeu, 1997 (Ketua Tim) 9. Studi Teknik Penentuan Harga Dasar Tanah di Perkotaan, Kerjasama PPE FE UGM dan BPN

Pusat, 1997 (Ketua Tim)

10. Pengukuran Kinerja Pelayanan Kantor Pelayanan Pajak dan Kantor Pelayanan PBB, Kerjasama Program Studi MEP UGM dan Dirjen Pajak Depkeu, 1998 (Ketua Tim)

11. Studi Kelayakan Pengenaan Pajak Sektor Informal di DIY , Program Studi MEP-UGM, 2000 (Anggota Tim)

12. Pengukuran Efisiensi Relatif Pelayanan Kantor Cabang Perum Pegadaian di Jawa Tengah dan DIY , Kerjasama PPM FE UGM dan Perum Pegadaian Pusat, 2000 (Ketua Tim).

13.  Assessment Pelimpahan PBB dan BPHTB ke Daerah ,  Kerjasama Direktorat PBB & BPHTB,

Dirjen Pajak Depkeu dan Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (PESKP) UGM, 2002 (Ketua Tim).

14. Penentuan Penilaian Metode Partisipatif  ,  Kerjasama PSEKP UGM dan Direktorat PBB &

BPHTB Dirjen Pajak, 2004 (Ketua Tim)

15. Estimasi Potensi Pajak Penghasilan Perorangan dengan Memanfaatkan NJOP dan Karakteristik Bangunan , Kerjasama Direktorat PBB & BPHTB Dirjen Pajak dan PSEKP UGM,

2005 (Ketua Tim)

16. Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Interaksi Pasar Barang dan Pasar Uang di Indonesia ,

Kerjasama Bank Indonesia dan PSEKP UGM, 2006 (Ketua Tim) 17. Inflasi Dinamik di Indonesia, FEB UGM, 2010

IV. PENGALAMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL & MAKALAH SEMINAR DALAM BAHASA INDONESIA (20 tahun terakhir)

1. Pengajaran Ekonomi Moneter di Indonesia: Aspek Teori dan Beberapa Isu Terkait,  Jurnal Ekonomi dan Industri , 1993, Vol 1, No.1.

(11)

2. Pendekatan Tradisional Mengenai Analisis Uang Beredar: Studi Kasus di Indonesia,  Jurnal Ekonomi dan Bisnis (JEBI), 1993, Vol. 8, No. 1

3. Pengaruh Pakto 23, 1993, Terhadap Perekonomian Nasional dan Daerah, Buletin Studi Indonesia, 1995, Vol 5, No. 1.

4. Tinjauan Teoritis Mengenai Model Pengembangan Likuiditas Perekonomian Daerah,  JEBI , 1995, Vol. 10, No. 1.

5. Pendekatan Masa Depan Dalam Penyusunan Model Ekonometrika: Forward Looking-Model dan Pendekatan Kointegrasi, Jurnal Ekonomi dan Industri , 1996, Vol. 2, No. 1

6. Sindrum R2 dalam Analisis Regresi Linier Runtun Waktu, JEBI , 1998, Vol. 13, No. 4.

7. Pendekatan Stok Penyangga Permintaan Uang: Tinjauan Teoritik dan Sebuah Studi Empirik di Indonesia, Ekonomi dan Keuangan Indonesia (EKI), 1998, Vol. 46, No 4.

8. Pemilihan Model Ekonomi Empirik dengan Pendekatan Koreksi Kesalahan, JEBI , 1999, Vol. 14, No. 1.

9. Pemilihan dan Bentuk Fungsi Model Empirik: Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia, JEBI , 1999, Vol. 14, No. 4 (Penulis Pertama)

10. Menaksir Hasrat Masyarakat Memegang Uang, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar UGM, 24 Juli 2000.

11. Kebijakan Moneter yang Tidak Diantisipasi dan Pengaruhnya Terhadap Komponen Pasar Uang di Indonesia, Makalah disampaikan dalam Kongres ISEI XV, Batu, Malang, 13-15 Juli 2003. 12. Kebijakan Pemberdayaan Subsidi dan Bantuan dalam Mendorong Pertumbuhan NTB,

Makalah disampaikan dalam acara Musrenbang Provinsi NTB, Mataram, 17 April 2007.

13. Penilaian Kekayaan Negara & Daerah: Pendekatan Triangulasi, Makalah, Seminar Nasional Penilaian, Kerjasama DJKN Depkeu dan MEP UGM, Yogyakarta, 9 Juni 2007.

14. Penilaian Tanah dan Aktiva Pertanahan, Makalah, Workshop Nasional Politik dan Kebijakan Penilaian Tanah dan Aset Pertanahan, Badan Pertanahan Nasional, Jakarta, 28-29 November 2007.

15. Penerapan Nilai Wajar untuk Penilaian Aktiva Tetap dan Pengaruhnya Terhadap Besaran Ekonomika, Makalah, Seminar Nasional Kerjasama MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia) dan MEP UGM, Yogyakarta, 9 Agustus 2008.

16. Mengenal Makroekonomika Sintesis Neoklasik Baru, Makalah disampaikan dalam cereamah di Program S3 FEB UGM, 13 Januari 2009.

17. Regresi Linier: Klasik vs Neoklasik, Makalah, Workshop Ekonometrika diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi, Universitas Atmajaya Yogyakarta, 19 Maret 2009.

18. Regresi Linier (OLS vs TSLS) dan VAR, Makalah, Workshop Ekonometrika, BI, Yogyakarta, 26 Mei 2009.

19. Bank Indonesia Masa Depan, Makalah, Kompas, 22 Juli 2009

20. Mengenal Makroekonomika Konsensus Baru, Makalah,  disampaikan dalam ceramah untuk dosen-dosen PTN dan PTS se Bali, diselenggarakan oleh KBI Denpasar, 13 Agustus 2009.

21. Regresi Linier Klasik vs Neoklasik dan Beberapa Kemungkinan Model Inflasi Daerah, Makalah, disampaikan dalam workshop di KBI Denpasar, 13 Agustus 2009.

22. Model Alternatif Perkiraan Inflasi Diterawang Ke Depan (Forward-looking Model), Makalah disampaikan dalam FGD Evaluasi Inplementasi Inflation Targeting Framework, DKM BI, 9 Desember 2009.

(12)

23. Dampak Implementasi UU No. 28/2009 Terhadap Penerimaan Pemerintah, Makalah , Seminar

Nasional Program MEP FEB UGM Yogyakarta, 6 Maret 2010.

24. Ekonomika dan Tinjauan Kebijakan Perpajakan Properti di Indonesia, Makalah, Workshop Teknik NJOP Berdasarkan UU No. 28/2009, PSEKP UGM, 27 Juli 2011.

25. Analisis Meta (Meta Analysis) untuk Ekonomika dan Bisnis, Makalah , Kuliah Umum, Program

Magister dan Doktor, FEB UGM, Yogyakarta, 30 Juli 2010.

26. Konsep dan Macam Indikator Ekonomi, Bahan Ajar, Pelatihan Kajian Perekonomian Regional, Kantor Bank Indonesia Makasar, 1-2 Agustus 2010

27. Indikator Ekonomi untuk Kepentingan PBB dan BPHTB, dan Evaluasi Kinerja Penilaian, Bahan  Ajar, Penataran Pegawai Kadispenda Kota Denpasar, 24-25 November 2010.

28. Permodelan Makroekonomi, Bahan Ajar , Pelatihan untuk Dosen, mahasasiswa S2 dan S3 diselenggarakan oleh FEB UGM, Yogyakarta, 29-30 September 2011.

29. Ekonometrika, Permodelan dan Analisis Runtun Waktu, Bahan Ajar,  Penataran untuk dosen, mahasiswa S2dan S3 diselenggarakan oleh FEB UGM, Yogyakarta, 10 -11 Oktober 2011.

30. Ekonometrika: Regresi Klasik vs Neoklasik dan Runtun Waktu, Bahan Ajar , Penataran untuk Peneliti diselenggarakan PKPMAK Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta, 28 Oktober 20 11.

31. Komponen Metodologi Riset dan Analisis Meta, Bahan Ajar , Pelatihan Metodologi Riset dan Ekonometrika Aplikatif, kerjasama BI dan P2EB FEB UGM, 31 Oktober dan 6 Desember 2011 .

32. Sumber dan Penggunaan Seigniorage: Kemungkinan Penerapannya dalam Sistem Akuntansi Bank Indonesia,Makalah, Pembahasan Hasil Penelitian PPSK Bank Indonesia, Jakarta, 15 November 2011.

33. Makroekonomika Baru: Pendekatan IS-MP-MNKPC, Makalah, Kuliah Umum untuk dosen, mahasiswa S2 dan S3 diselenggarakan oleh Program MEP FEB UGM, 7 Desember 2011.

34. Mengenal Ekonomika Penilaian Properti, Orasi Ilmiah, Dies ke 57 FEB UGM, 19 September 2012.

35. Pendidikan Profesi Penilai Masa Depan di Indonesia, Makalah, Sosialisasi Profesi Penilai Publik diselenggarakan oleh PPAJP Sekjen Kemenkeu, Yogyakarta, 9 November.

36. Perspektif Ekonomika: Tanah Sebagai Faktor Produksi dalam Konteks Pengembangan Kota, Makalah, Seminar Nasional Integrasi Manajemen Pertanahan dan Kebijakan Penataan Ruang untuk Optimalisasi Fungsi dan Nilai Tanah, diselenggarakan oleh MAPPI dan PS Perencanaan Wilayah dan Kota, Untar, Jakarta, 13 Desember 2012.

V. PENGALAMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DALAM JURNAL & MAKALAH SEMINAR DALAM BAHASA INGGRIS (20 tahun terakhir)

1. Dynamic Specification of Demand for Money: A Survey of Recent Developments, Indonesian Economic Journal , 1992, Vol. 1, No. 1

2. Trends and Cycles in Economic Time Series: The Case of the Demand for Money in Indonesia, EKI , 1992, Vol. 40, No.1

3. The Demand for Indonesian Narrow Money: Long-run Equilibrium, Error Correction and Forward-looking Behaviour , Journal of International Trade and Economic Development , 1994,

(13)

4. Currency Crisis in Indonesia and Its Linkages in Selected Asian Foreign Exchange Markets, Paper  presented in Asian Crisis: A Global Perspective Conference, Deakin University and the Editors of JITED, Melbourne, 6-8 October 1998.

5. Identifying Economy-Wide Variables for Deforestation Prevention in Indonesia: Application of Computable General Equilibrium Model INDORANI , URGE Project, IUC Economic Studies Gadjah Mada University, 1999 (Principal Investigator).

6. The Initial Social and Economic Conditions of Receiver of Certificate Through Land  Administration Project (LAP) and Non LAP , National Land Bureau (BPN) and Faculty of

Economics Gadjah Mada University, 1999 (Team Member / Statistician).

7. Convertibility Risk: The Precautionary Demand for Foreign Currency in a Crisis , Paper 

presented in the International Seminar organized by Bank Indonesia, Jakarta, May 21, 2001 (Discussant)

8. Surviving the Onslaught of Globalisation , Paper  presented in the 13

th Congress of the Asean

Valuers Association, Kuala Lumpur, September 13-15, 2004 (First Speaker).

9. Mass Appraisal in Indonesia: the Case of Yogyakarta, Paper  presented in the First Symposium of the World’s Best Pratices in Mass Appraisal for Asia, organized by Thai Appraisal Foundation, Bangkok, August 25-26, 2006 (First Authors/Speaker)

10. Exchange Rate Volatility and Indonesia-Japan Trade Balance Performance,  Journal of International Cooperation Studies , (GSICS Kobe University), Vol. 15, No. 2, 2007 (First Author)

11. Toward Mutual Recognation Through Continuing Professional Development, Paper  presented at the 15th AVA Congress, Denpasar, May 7-9, 2008 (Speaker)

12. Inflation Dynamics in Indonesia: Equilibrium Correction and Forward Looking Phillips Curve Approaches, Gadjah Mada International Journal of Business, 2010, vol. 12, No. 1 (First Author).

13. Bank Indonesia’s Monetary Policy Framework,Paper  presented at the Focus Group Discussion Forum on Bank Indonesia’s Operational and Monetary Policy Framework held in Yogyakarta, May 15, 2012.

14. Foreign Portfolio Inflows and Its Implications on the Effectiveness of Indonesian Monetary Policy, Paper presented at the ADBI’s Seminar organized by Asian Development Bank Institute, Tokyo, June 18, 2012 (Second Author) and at the GSICS Semi nar organized by Graduate School of International Cooperation Studies, Kobe University, Japan, June 22, 2012.

15. Indonesian Monetary Policy Framework: Inflation Targeting, Paper   presented at the MPED Special Workshop organized by Graduate School of Economics, Ritsumeikan University, Katsuka, Japan, June 28, 2012.

VI. PENGALAMAN MERUMUSKAN KEBIJAKAN PUBLIK/REKAYASA SOSIAL LAINNYA

Melakukan riset kebijakan dengan Direktorat PBB & BPHTB, Ditjen Pajak, Kemenkeu, Bank Indonesia dan Perum/PT Pegadaian seperti tersebut di atas.

(14)

VII. PENGALAMAN KERJA SAMA DENGAN MITRA DI UGM DAN DI LUAR UGM

1. P2EB FEB UGM, sejak menjadi dosen FEB UGM

 –

 kini 2. Program Studi MEP UGM.

Pengelola Prodi MEP UGM: 1995-2000

Dewan Pengembangan Prodi MEP UGM: 2005-2012 Dosen dan Peneliti Prodi MEP UGM: 1995-kini

3. Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan, Ditjen Pajak, Kemenkeu, 1991-2006 4. Ditjen Perimbangan Keuangan, Kemenkeu, 2010

5. PPAJP, Setjen Kemenkeu, 2008-kini 6. Bappenas, 2007-kini

7. BPS, 2007-kini

8. Bank Indonesia, 2000-kini

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kata lain, penelitian ini mencoba melakukan pembacaan kontemporer terhadap konsep kesetaraan gender dalam Islam, yang secara khusus mengacu pada pemikiran

Maka pada analisa antara Nc simulasi dengan Nc eksperimen diketahui semakin ketengah poros suatu massa maka nilai Nc simulasi semakin rendah, dikarenakan pada posisi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah di Dusun Serut, Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul;

Dari contoh di atas jelas terlihat bahwa kata yang terdapat dalam BSu tidak ada kaitannya dengan kata dalam BSa atau bisa disebut makna yang dihasilkan keluar

Dengan demikian, motivasi berprestasi siswa perlu diperhatikan dalam pembelajaran IPA mengingat pembelajaran IPA banyak melibatkan predisposisi untuk merespon

• Menganalisis kebijakan-kebijakan pemerintah yang masuk dalam scope fungsi pengawasan (oversight function) DPR RI untuk membantu DPR dalam mengawasi efisiensi dan

Hasil ini didapatkan dengan mewawancarai mereka dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti perusahaan apa yang pertama kali ada dalam benak mereka

Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan lebih banyak lokus dan ternak pada kromosom yang lain untuk mendeteksi adanya lokus yang dapat digunakan