• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karya Tulis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Karya Tulis"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Potensi Arus Lintas Indone

Analisis Potensi Arus Lintas Indonesia Sebagai Sumber E

sia Sebagai Sumber Energi Ter

nergi Terbarukan

barukan Di

Di

Wilayah

Wilayah Kabupa

Kabupaten

ten Halmah

Halmahera

era Timur

Timur

Noir P. Purba, Firman S, dan Rama Wijaya Noir P. Purba, Firman S, dan Rama Wijaya

Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Universitas Padjadjaran Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Universitas Padjadjaran Email :

Email : [email protected]@unpad.ac.id; Telp (022). 87701519; Fax. (022) 87701519; Telp (022). 87701519; Fax. (022) 87701519

Abstrak Abstrak

Pada saat ini ketergantungan manusia akan sumber energi dari fosil sangatlah besar sekitar 83 % dan Pada saat ini ketergantungan manusia akan sumber energi dari fosil sangatlah besar sekitar 83 % dan semak

semakin meningkin meningkat seirinat seiring pertambag pertambahan jumlah penhan jumlah pendudukduduk. Sementa. Sementara itu energira itu energi fosil senfosil sendiridiri mempunyai beberapa kendala dan menimbulkan polemik bagi lingkungan dan keterbatasan mempunyai beberapa kendala dan menimbulkan polemik bagi lingkungan dan keterbatasan sumberdaya. Saat ini banyak dilakukan studi mengenai eksplorasi sumber energi terbarukan yang dapat sumberdaya. Saat ini banyak dilakukan studi mengenai eksplorasi sumber energi terbarukan yang dapat menggantikan energi fosil

menggantikan energi fosil , yaitu salah satunya energi yang be, yaitu salah satunya energi yang bersal dari samudra yakni terutama dari arusrsal dari samudra yakni terutama dari arus laut.

laut. Tantangan yang dihadapi adTantangan yang dihadapi adalah wilayah-wilayah yang mealah wilayah-wilayah yang mempunyai arus dengan kempunyai arus dengan kecepatan tetapcepatan tetap dan juga alih teknologi yang sesuai dan murah. Namun, pengembangan energi yang berasal dari dan juga alih teknologi yang sesuai dan murah. Namun, pengembangan energi yang berasal dari samudra ini mutlak diperlu

samudra ini mutlak diperlukan untuk mendukung pkan untuk mendukung pengkayaan energi terbarukan.engkayaan energi terbarukan. Arus Lintas IndonesiaArus Lintas Indonesia sendiri merupakan massa air yang mengalir dari samudra Pasifik ke Samudra Hindia yang melalui sendiri merupakan massa air yang mengalir dari samudra Pasifik ke Samudra Hindia yang melalui Perair

Perairan Indonean Indonesia bagisia bagianan TengaTengah danh dan Timur InTimur Indonesdonesia. Bebia. Beberapa peerapa penelitnelitian meian menunjuknunjukkan bahwkan bahwaa transport massa air (ARLINDO) berkisar antara 2-15

transport massa air (ARLINDO) berkisar antara 2-15 Sverdrup (Sv). Penelitian di wilayah selat terutama diSverdrup (Sv). Penelitian di wilayah selat terutama di Ombai dan selat Timur menunjukkan 5.6-9 Sv. Dalam karya tulis ini di sertakan penelitian awal yang Ombai dan selat Timur menunjukkan 5.6-9 Sv. Dalam karya tulis ini di sertakan penelitian awal yang berada dalam tahapan pengidentifikasian wilayah-wilayah yang berpotensi mempunyai dinamika arus berada dalam tahapan pengidentifikasian wilayah-wilayah yang berpotensi mempunyai dinamika arus yang dapat menghasilkan

yang dapat menghasilkan energi terutama untuk wilayenergi terutama untuk wilayah Timur ah Timur tepatnya di Perairan tepatnya di Perairan Laut HalmaheraLaut Halmahera yang terletak di Kabupaten Halmahera T

yang terletak di Kabupaten Halmahera Timurimur yang potensinya masih beluyang potensinya masih belum diidentifikasi lebih lanjutm diidentifikasi lebih lanjut.. Kata Kunci :

Kata Kunci : Energi, Arus Lintas IndoneEnergi, Arus Lintas Indonesia, Indonesia bagian sia, Indonesia bagian TimurTimur

1

1.. PePenndadahuhululuanan

Pemenuhan kebutuhan e

Pemenuhan kebutuhan energinergi di Indonesia saat ini sedi Indonesia saat ini sebagian besar masih mengandalbagian besar masih mengandalkan darikan dari sumber energi

sumber energi yang berasal yang berasal dari bahan dari bahan bakar fosil bakar fosil dan sedikit dan sedikit sekali penggunaan sekali penggunaan sumber energisumber energi terbarukan sehingga tidak dapat dipungkiri lagi permasalahan yang timbul akibat penggunaan sumber terbarukan sehingga tidak dapat dipungkiri lagi permasalahan yang timbul akibat penggunaan sumber energi

energi tersetersebut masih dirasabut masih dirasakan masyarkan masyarakat Indoneakat Indonesia. Sebasia. Sebagai contoh, energigai contoh, energi listrilistrik yang dihasilkak yang dihasilkann tidak cukup tersedia dan belum bisa tersebar merata ke seluruh daerah sampai pelosok negeri, terbukti tidak cukup tersedia dan belum bisa tersebar merata ke seluruh daerah sampai pelosok negeri, terbukti dengan masih banyak masyarakat di daerah terpencil

dengan masih banyak masyarakat di daerah terpencil yang belum dapat menikmati energiyang belum dapat menikmati energi listrik akibatlistrik akibat sulitnya membangun jaringan listrik. Banyak masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah yang tidak sulitnya membangun jaringan listrik. Banyak masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah yang tidak mampu untuk membayar biaya pemasangan dan rekening listrik disebabkan mahalnya biaya mampu untuk membayar biaya pemasangan dan rekening listrik disebabkan mahalnya biaya ope

operasrasionional.al. EneEnergi tergi terbarbarukarukann menmenjadjadi altei alternarnatif setif seteltelah eneah energi dargi dari fosri fosil diail dianggnggap dapap dapatat membahayakan kelangsungan hidup manusia. Sebagai negara berkembang, pasokan energi untuk membahayakan kelangsungan hidup manusia. Sebagai negara berkembang, pasokan energi untuk pembangkit listrik cenderung meningkat. Berdasarkan data dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pembangkit listrik cenderung meningkat. Berdasarkan data dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) permintaan akan energi listrik pada tahun 2001 adalah 6,4 %, kemudian pada tahun 2002 menjadi 12,8 permintaan akan energi listrik pada tahun 2001 adalah 6,4 %, kemudian pada tahun 2002 menjadi 12,8

(2)

%. Pada tahun 2005 dilaporkan telah terjadi krisis energi yakni defisit listrik di Sumatera dan Jawa lebih dari 75 MW, Sulawesi sekitar 24 MW, wilayah lainnya dibawah 10 MW ( DESDMdalamYuningsih, 2010).

2. Potensi Sumber Energi Terbarukan Arus Lintas Indonesia

Permasalahan energi ini dapat diatasi mengembangkan energi yang tidak dapat habis dimana salah satunya adalah dengan mengembangkan potensi dari samudra Indonesia. Samudra sendiri mengandung banyak energi yang belum dimanfaatkan secara optimal seperti gelombang, Ocean Thermal Energy Conversion(OTEC), dan arus. Dalam kaitannya dengan arus, Indonesia dilalui salah satu arus yang sangat unik yang dikenal dengan ARLINDO. Arus Lintas Indonesia yang mempunyai nilai-nilai kekuatan arus ditiap lintasannya yang berpotensi untuk mencukupi kebutuhan listrik di Indonesia. Arlindo adalah suatu sistem di perairan Indonesia di mana terjadi lintasan arus yang membawa massa air dari Lautan Pasifik ke Lautan Hindia. Massa air Pasifik tersebut terdiri atas massa air Pasifik Utara dan Pasifik Selatan. Energi arus laut ini memiliki kelebihan tersendiri di bandingkan energi terbarukan yang lain. Dari intensitas energi kinetiknya lebih besar disebabkan densitas air laut 830 kali lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan lebih kecil dibandingkan turbin angin. Selain itu tidak perlu adanya perancangan struktur yang kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan memperhitungkan adanya topan karena kondisi fisik pada kedalaman tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan. Dari energi arus laut ini apabila bisa dikembangkan akan menjadi pasokan sumber listrik yang sangat optimal karena sifat dari arus laut yang renewable dan hasil yang didapatkan akan sangat besar serta bisa menjadi pasokan listrik di dunia. Selain itu energi arus laut tidak menimbulkan masalah lingkungan yang dapat menyebabkan perubahan iklim di dunia seperti halnya sumber-sumber energi yang berasal dari fosil.

Arlindo adalah suatu sistem arus di perairan Indonesia di mana terjadi lintasan arus yang membawa massa air dari Lautan Pasifik ke Lautan Hindia. Massa air Pasifik tersebut terdiri atas massa air Pasifik Utara dan Pasifik Selatan. Terjadinya arlindo terutama disebabkan oleh bertiupnya angin pasat tenggara di bagian selatan Pasifik dari wilayah Indonesia. Angin tersebut mengakibatkan permukaan bagian tropik Lautan Pasifik Barat lebih tinggi dari pada Lautan Hindia bagian timur. Hasilnya terjadinya gradien tekanan yang mengakibatkan mengalirnya arus dari Lautan Pasifik ke Lautan Hindia. Arus lintas Indonesia selama Muson Tenggara umumnya lebih kuat dari pada di Muson Barat Laut. Beberapa hasil model penelitian mengungkapkan ketergantungan suhu permukaan dan simpanan bahang permukaan samudra Pasifik dan Hindia terhadap arus lintas ini. Ketiadaan Arlindo akan meningkatkan permukaan laut di Pasifik dan menurunkannya di Hindia sebanyak 2-10 cm. Sumber air yang dibawa oleh Arlindo berasal dari Lautan Pasifik bagian utara dan selatan. Perairan Selat Makasar dan Laut Flores lebih banyak dipengaruhi oleh massa air laut Pasifik Utara sedangkan Laut Seram dan Halmahera lebih banyak dipengaruhi oleh massa air dari Pasifik Selatan. Gordonet all,1996 menyatakan bahwa massa air Pasifik masuk kepulauan Indonesia melalui 2 (dua) jalur utama, yaitu: (1) Jalur barat dimana massa air masuk melalui Laut Sulawesi dan Basin Makasar. Sebagian massa air akan mengalir melalui Selat Lombok dan berakhir di Lautan Hindia sedangkan sebagian lagi dibelokan ke arah timur terus ke Laut Flores hingga Laut Banda dan kemudian keluar ke Lautan Hindia melalui Laut Timor, (2) Jalur timur dimana massa air

(3)

Pulau Timor, masuk ke Laut Sawu Timor dan Selat Timor, antara Pula dkk., 1994 dalam Susanto (1999) di agustus 1989 (tahun La Niña kuat 1992 (tahun El Niño kuat). Hal i ARLINDO dengan fenomena ENS berkisar ±4 Sv (1 Sv = 106m3/s) de

Gam 3. Wilayah Kabupaten Halma

3.1 Letak Geografis Secara geografis wilayah Provinsi Maluku Utara. Kabupaten BT. Secara umum karakter benta pegunungan atau perbukitan. Seb lautan lepas (± 75% desa memiliki wilayah administrasi Kabupaten H Km2(650.619 Ha) daratan dan 7.69

dan Selat Rote, sedangkan rute selatan Pulau Ti Rote dan paparan benua Australia.Berdasarkan h peroleh nilai transpor arlindo terbesar adalah 18,6

dan nilai terendah sebesar 2,6  7 Sv pada bul ni mengindikasikan bahwa terdapat korelasi ant sedangkan Pandev, (2007) transpor massa air gan lama waktunya 8-9 bulan.

bar 1.Jalur Arlindo (Sumber: Gordon,2008) hera Timur

abupaten Halmahera Timur terletak di bagian t almahera Timur terletak pada 1° 4' - 0° 40' LS dan g alam didominasi oleh kawasan pesisir atau pa agian besar wilayah desa berhadapan langsung i garis pantai), sedangkan 25% lainnya di daerah almahera Timur adalah 14.202,01 Km2 yang terba 5,82 Km2lautan.

Gambar 2. Provinsi Maluku Utara

or melalui Basin sil penelitan Fleux  7 Sv pada bulan an Februari-Maret ara nilai transpor pada masa ENSO

imur dari wilayah 126° 45' - 130° 30' ntai dan kawasan engan teluk atau pegunungan. Luas gi atas ± 6.506,19

(4)

Berdasarkan interpretasi Citra Satelit Landsat Tahun 2004, menunjukkan bahwa 75% desa memiliki garis pantai dan luas lautan yang memiliki porsi sebesar 54% dari total luas wilayah Kabupaten Halmahera Timur. Kondisi ini menunjukkan bahwa lingkungan alami Kabupaten Halmahera Timur terbangun pada rona kawasan pantai atau pesisir. Perhatian juga perlu diarahkan pada fakta bila Kabupaten Halmahera Timur memiliki luas wilayah daratan yang relatif terbatas (650.619 Ha) dan karakter wilayah yang terdiri dari banyak pulau-pulau kecil. Wilayah perairan laut Kabupaten Halmahera Timur terdiri dari ± 27 buah pulau kecil. Sebagian besar pulau-pulau kecil tersebut tidak berpenghuni, beberapa di antaranya bahkan belum terpetakan. Kondisi ini merupakan potensi penghambat berupa limitasi fisik bagi pembangunan Kabupaten Halmahera Timur.Berikut ini adalah batas-batas wilayah Kabupaten Halmahera Timur :

a. Sebelah Utara : Teluk Kao (wilayah Kabupaten Halmahera Utara).

b. Sebelah Timur : Teluk Bull, Lautan Halmahera dan Samudra Pasifik.

c. Sebelah Selatan : Kecamatan Patani dan Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.

d. Sebelah Barat : Teluk Kao (wilayah Kabupaten Halmahera Utara) dan Kota Tidore Kepulauan.

Maka dari itu dilihat dari letak geografisnya, wilayah Kabupaten Halmahera Timur ini mempunyai potensi kelautan yang cukup besar, diantaranya menyangkut sumber energi terbarukan dari arus laut, tepatnya dari Arlindo. Kabupaten Halmahera Timur yang terdiri dari wilayah kepulauan dan berbatasan langsung dengan Laut Halmahera yang menjadi pintu masuk Arlindo dari Samudera Pasifik menuju samudera Hindia sangat memungkinkan untuk mengembangkan energi terbarukan dari Arlindo ini.

3.2 Karakteritik Perairan

Berdasarkan data letak geografis Kabupaten Halmahera Timur, dapat dianalisis luas wilayah perairan yang lebih luas dibandingkan dengan luas daratan. Selain itu batas wilayah sebelah timur yaitu berbatasan langsung dengan laut Halmahera yang merupakan salah satu pintu masuk jalur arus lintas Indonesia atau Arlindo dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia yang mempunyai potensi sebagai sumber energi terbarukan yang menjadi salah satu kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Halmahera Timur dari sumber daya kelautannya. Menurut info yang ada, intensitas energi rata-rata basis kelautan mencapai 2.000 hingga 3.000 Watt/meter persegi (W/m2), dibanding rata-rata energi angin 400-600 W/m2 dan energi solar photovoltaic 150-200 W/m2.Dan juga Informasi tentang prakiraan gelombang laut, pasang surut dan juga arus laut tersedia online di beberapa laman, seperti di BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) ataupun secara global oleh NOAA(National Oceanic and Atmospheric Administration) Amerika Serikat, sehingga potensi energi berbasiskan kelautan mudah di prediksi dan jumlahnya melimpah untuk negara maritim seperti Indonesia dan khususnya di Kabupaten Halmahera Timur.

3.3 Kondisi Sosial Ekonomi

(5)

menunjukkan bahwa kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Halmahera Timur (dari tingkat pendidikan) kurang memuaskan. Sebagian besar penduduk berpendidikan tingkat SD (lulus maupun tidak lulus). Ada juga warga atau kaum muda yang belajar atau sekolah di luar daerah, namun setelah berhasil meraih pendidikan dan gelar kesarjanaannya jarang yang kembali ke kampung halamannya sendiri. Diperkirakan juga sebagian besar angkatan kerja tidak memiliki keterampilan (skill), sehingga dengan kondisi seperti ini posisi tawar mereka menjadi rendah.

Wilayah Kabupaten Halmahera Timur kaya dengan beragam sumberdaya alam, namun sejauh ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyatnya. Maka dari itu dengan identifikasi sumber energi terbarukan dari Arlindo diharapkan nantinya akan dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, yang akan mensejahterakan Kabupaten Halmahera Timur. Aspek positif  dari karakter sosial masyarakat Kabupaten Halmahera Timur adalah semangat kerja dan optimisme yang tinggi, keterbukaannya terhadap masyarakat pendatang serta keinginan yang kuat untuk maju Karakter sosial yang positif ini dapat menjadi modal besar untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerahnya. Namun secara umum dapat dikatakan bila pergerakan pembangunan di Kabupaten Halmahera Timur berjalan lambat.

Untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku menggambarkan besarnya nilai PDRB per penduduk pada saat/Tahun yang bersangkutan, sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga konstan dapat menunjukkan besarnya PDRB riil per kapita/penduduk. Perlu diketahui bahwa PDRB per kapita tidak sepenuhnya menggambarkan peningkatan pendapatan per orang atau penduduk setempat, namun indikator ini antara lain dapat digunakan untuk menilai apakah upaya pembangunan ekonomi di suatu wilayah mampu meningkatkan pencapaian nilai tambah berdasarkan kemampuan dan kemauan masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya. Tingkat pendapatan per kapita diperoleh dengan cara nilai PDRB dikurangi penyusutan dan dikurangi pajak tak langsung netto dibagi jumlah penduduk

Sumber : BPS Pusat, PDRB Kabupaten Halmahera Timur, 2007 (dalam juta rupiah)

3.4 Prasarana Wilayah

Jumlah sarana perkantoran yang tersedia saat ini di Kabupaten Halmahera Timur menurut data statistik Tahun 2004 adalah terdiri dari kantor kecamatan berjumlah 4 (empat) unit yang tersebar di 4 (empat) wilayah kecamatan, 45 unit kantor Desa, 6 unit kantor KORAMIL/POLSEK, 4 unit kantor KUA, 1

(6)

unit kantor Pos dan Giro, 1 unit kantor DIKNAS, 2 unit kantor Kehutanan dan 3 unit PLN Sub Ranting Halmahera Timur serta 41 unit kantor KAMTIB. Industri di Kabupaten Halmahera Timur semakin banyak dari Tahun ke Tahun. Data statistik Tahun 2004 jumlah perusahan industri hasil industri pertanian dan kehutanan yang berhasil di data oleh DEPERINDAGKOP Kabupaten Halmahera Timur sebanyak 25 perusahaan dengan jumlah total tenaga kerja sebanyak 342 orang.

Sedangkan kebutuhan listrik rata-rata domestik di Kabupaten Halmahera Timur sampai akhir Tahun 2004 adalah sebesar 241.483 kWh/bulan Total daya terpasang sebesar 2100 kW, daya mampu sebesar 1.660 KW dan beban puncak 874 kW. Sumber pembangkit PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) terdiri dari 13 buah mesin yang terdapat di Kecamatan Wasile (Subaim dan Lolobata), Kecamatan Maba (Bull) dan Kecamatan Maba Selatan (Bicoli). Sebagian besar kecamatan belum terpasang saluran listrik secara merata dan memadai, artinya sumber energi listrik masih mengandalkan sumber energi dari fosil (BBM) dan juga masih cukup banyak Desa yang belum teraliri listrik PLN. Bahkan di Kecamatan Wasile Selatan, hanya Desa Nusa Ambo yang tidak memperoleh aliran listrik PLN.

Untuk itu makalah ini menyajikan beberapa kajian tentang kecepatan arus di wilayah Arus Lintas Indonesia yang telah diukur dan akan dikaji sebagai bagian identifikasi transpor massa air. Hal ini sangat penting mengingat biaya yang dibutuhkan untuk konversi energi dalam bentuk struktur bangunan harus sebanding dengan nilai yang didapatkan dari potensi tersebut, sehingga potensinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan diwilayah Kabupaten Halmahera Timur. Karya Tulis ini juga mengikutsertakan kajian awal di wilayah Halmahera sebagai bagian dari Indonesia Throughflow (ITF) atau Arlindo.

4. Metode Penelitian

Data yang dikumpulkan dalam makalah ini berupa data sekunder hasil penelitian dan pengukuran dari berbagai pihak yang dirangkum, kemudian penelitian awal di wilayah Laut Halmahera pada pelayaran INDOMIX 2010 (kolaborasi Indonesia-Prancis) dengan menggunakan Lower Acoustic Doppler Current Profiler (LADCP) yang terpasang pada Kapal Riset Marion Dufresne milik IPEV dan dilaksanakan pada bulan Juli 2010. Pada kesempatan ini juga dipasang mooring ADCP yang akan diangkat dalam 2 tahun kedepan sehingga profil arus dapat direkam. Data diolah dengan menggunakan MATLAB 7 sehingga menghasilkan komponen U dan V, dimana komponen ini sendiri tidak menghilangkan pengaruh pasang-surut sehingga didapat nilai total dari kecepatan arus yang mengalir di laut Halmahera.

5. Hasil Dan pembahasan

Beberapa penelitian yang telah dilakukan di jalur ITF menunjukkan transport massa air dari Arus Lintas Indonesia di beberapa wilayah seperti di selat Lifamatola dalam 3 tahun berkisar antara 2.9 ± 1.2 Sv yang diteliti pada keadalaman 1800 m (Aken, 2007). Wilayah lifamatola ini menjadi kompleks dalam arus karena adanya pembelokan arah arus dari laut Maluku. Pada penelitian lainnya berdasarkan hasil penelitan Fleux dkk., 1994 dalam Susanto (1999) dalam Ajeng (2007) diperoleh nilai transpor arlindo

(7)

2,6  7 Sv pada bulan Februari-M hingga Maret 1985, transpor mass Variabilitas transpor arlind dimana net transpor pada saat L Hindia sedangkan pada fasa El Ni menuju Samudera Hindia (Meyers nilai transpor rata-rata sebesar 11, terjadi pada bulan januari. Wilayah Selat ini menjadi penting karena ha di wilayah ini. Rata-rata arus selam (Gordon, 2007), sedangkan total I berkisar 1.8 to 2.3 Sv.

Gambar 3. Variasi arus di wilayah lain Sv. Data ini merupakan data hasil bulan November 1995 hingga N transpor 4 sampai 6 Sv (JADE; M transport berkisar 1.7 Sv yang diu 1988 dalam Gordon, 2007), sedan massa air yang mengalir di sela kedaaman 0 sampai 1250 m berkis

Wilayah yang masih dala Halmahera. Laut ini sendiri berad ARLINDO. Halmahera yang merup kajian dalam program pelayaran dimulai dari wilayah Halmahera hi adalah laut Banda, Seram, dan Om

ret 1992 (tahun El Niño kuat). Penelitian yang dilak air adalah 1.5 Sv (Van Aken et al. 1988 dalam Gord o pada kedalaman tertentu akan berkaitan denga

Niña pada periode 1988-1989 akan membesar ño periode 1986-1987 dan 1991-1994 net transp dalam Maharani, 2006). Hasil penelitiannya meny 6 Sv terjadi pada bulan agustus dan nilai minimum

lain yang dijadikan analisis untuk potensi arus adal mpir 80 % aliran massa air yang berasal dari semud a 3 tahun (2004-2006) di mana di Laut Makassar ra F dibawah kedalaman 680 meter yang mengalir k

rus Lintas Indonesia (sumber : Gordon, 2007) seperti Laut Lombok 2.6 Sv, , Laut Ombai 4.9 Sv penelitian yang bernama INSTANT. Pengukuran ya

vember 1996 in selat Ombai, sebelah utara Ti lcard et al 2001 dalam Gordon, 2007). Sedangka kur dari bulan Januari 1985 hingga Januari 1986 ( gkan pada bulan Maret 1992 hingga April 1993, t Timor selama program JADE French-Indonesi

r 3.4 sampai 5.3 Sv (Molcard et al. 1996 dalam Gor m kajian adalah transpor massa air Arlindo ya

a diantara Papua dan Maluku yang merupakan kan salah satu jalur ARLINDO (Primary ITF Portal) kerjasama INDOMIX 2010 antara Indonesia-Pra

gga laut Savu. Wilayah lain yang merupakan bagia ai.

ukan pada Januari on, 2007)

fenomena ENSO enuju Samudera or akan mengecil takan bahwa nilai sebesar 6 Sv yang ah selat Makassar. ra Pasifik mengalir ta-ratanya 11,6 Sv e samudra Hindia an Laut Timor 7.5 ng dilakukan pada or menghasilkan n di selat Lombok Murray and Arief, rata-rata transpor an program, dari don, 2007).

g berada di laut agian utama dari erupakan wilayah cis. Pelayaran ini n dari program ini

(8)

Gambar 4.Komponen U dan V untuk wilayah Halmahera (U arah vertikal, dan V horizontal)

Pada penurunanan LADCP yang dilakukan di 4 stasiun di Perairan Laut Halmahera pada bulan Juli 2010, kekuatan arus bervariasi tetapi tidak melebihi 2 m/s dimana nilai ini potensial untuk pembangkit energy listrik. Pengukuran arus yang dilakukan baik untuk komponen U maupun komponen V berkisar antara 0.2 m/s hingga 1 m/s. Hal ini sama dengan penelitian Hadi, dkk., 2001 dengan menggunakan model POM dimana kecepatan arus yang relatif kuat yakni yang berada di wilayah selat berkisar antara 0.5 – 5.0 m/s. Lebih lanjut, dimana kecepatan arus di Indonesia kurang dari 1.5 m/s tetapi akan lebih tinggi di wilayah selat. Besarnya nilai kecepatan arus paling tinggi dapat ditemukan di permukaan hingga kedalaman termoklin (0-200 m). Arus yang berada di permukaan ini lebih banyak disebabkan oleh angin yang bergerak diatasnya, sedangkan di lapisan dalam berkisar 0.4 m/s. Penelitian ini merupakan gambaran dari bulan Juli sehingga belum dapat menggambarkan nilai kecepatan dalam waktu satu tahun.

Gambar 5.Lokasi Stasiun

(9)

(sungai/arus geostropik) minimum 1.2-1.5 m/s. Kedalaman tidak kurang dari 15 meter dan tidak lebih dari 40 atau 50 meter. Relatif dekat dengan pantai agar energi dapat disalurkan dengan biaya relatif  rendah. Cukup luas sehingga dapat dipasang lebih dari satu turbin dan bukan daerah pelayaran atau penangkapan ikan.

6. Simpulan

Melihat kondisi dari Arus Lintas Indonesia yang sangat berpotensi dilihat dari nilai rata-rata arus di atas. Indonesia ini seharusnya lebih gencar mengembangkan energi terbarukan dari energi arus laut ini, tepatnya di jalur Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Karena dari perkiraan potensinya sekitar 5,6-9 terrawatt apabila di konversikan menjadi listrik arus lintas Indonesia (ARLINDO) bisa mencapai 30.000 hingga 50.000 kali lipat dari kapasitas PLTA Jatiluhur 187 MW. Beberapa wilayah yang dibidik dijadikan lokasi pengembangan energi arus laut yang dilalui oleh Arlindo diantaranya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara yang semua wilayah ini merupakan selat yang mempunyai kecepatan arus yang lebih tinggi dari wilayah lainnya. Arus yang berasal dari samudra Pasifik berkisar antara 2-15 Sv dimana arus ini mengalir ke wilayah-wilayah timur Indonesia. Penelitian lanjutan adalah mengidentifikasi nilai kecepatan arus secara time series untuk wilayah yang dilalui oleh ARLINDO.

Energi arus laut ini sangat berpotensi untuk dikembangkan apalagi Indonesia dilalui oleh lintasan Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) terutama di wilayah Kabupaten Halmahera Timur. Potensi yang ada dengan nilai kecepatan arus tiap lintasan dapat mencukupi kebutuhan listrik masyarakat. Hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana mengetahui potensi kekuatan arus di lintasan ARLINDO lebih dalam lagi, untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Buku dan Monograf lain 

1. Buku

Yuningsih, A., Sudjono, E. H., Rachmat, B., Lubis, S. 2010 .Prospek Energi Arus La ut di Perairan Indonesia. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. PPGL

Artikel dalam Jurnal 

1. Artikel Baku

Gordon, A.L.; R. A. Fine. 1996.Pathways of water between the Pacific and Indian Oceans in the Indonesian seas (1996). Nature Journal

(10)

Susanto, D.,1999,“El Nino Southern Oscillation signal in the Indonesian Throughflow : Preliminary Arlindo Results from Maka ssar Stra it Mooring”. Journal Oceanica Vol 05, 5th Year 1999.

Pandey, V.K., Bhatt, V., Pandey, A.C., Das, I.M.L., 2007.Impact of Indonesian throughflow

blockage on the Southern Indian Ocean.CURRENT SCIENCE, VOL. 93, NO. 3, 10 AUGUST 2007

Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Ilmiah

Hadi, S., Ningsih, N.S., Latief, H., Radjawane, I., F itrianto, M. (2001). Pelaksanaan Penelitian Pemetaan Sumberdaya Energi Non-Konvensional. Laporan Akhir.

Maharani, I.F., 2006, ” Karakteristik Massa Air di Laut Timur dan Perairan Sekitarnya”. Program Studi Oseanografi. Departemen Geofisika dan Metereologi : Institut Teknologi Bandung.

Oktaviani, A. P.P. 2007.Analisis Sinyal El Nino Southern Oscillation (Enso) Dan Hubungannya Dengan Karakteristik Massa Air Arus Lintas Indonesia Di Selat Lifamatola. ITB

R. Dwi Susanto,Guohong Fang,and Agus Supangat.Upper Layer Variability of Indonesian Throughflow.Agency for Marine and Fisheries Research, Jakarta, Indonesia

Susan L. Hautala, Janet Sprintall, James T. Potemra, Jackson C. Chong, Wahyu Pandoe, Nan Bray, and A. Gani Ilahude.Velocity structure and transport of the Indonesian throughflow in the major straits restricting flow into the Indian Ocean.Journal of Geophysical Research, April 2000

Makalah dan Kongres dalam Seminar 

Aken, H. M. V., 2007.INSTANT : Observation in Lifamatola Passage. Dipresentasikan dalam INSTANT Workshop, Bogor, November 2007,

Gordon A. L., 2007. INSTANT.,Diprentasikan dalam INSTANT Workshop, Bogor, November 2007, Blog dan websit e 

http://www.alpensteel.com//Renewable Energy. http://www.busranto.blogspot.com

Gambar

Gambar 2 . Provinsi Maluku  Utara
Gambar 4. Komponen U dan V untuk wilayah Halmahera (U arah vertikal, dan V horizontal)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk batas-batas wilayahnya, Kecamatan Suruh berbatasan dengan Kecamatan Tengaran di sebelah barat, berbatasan dengan Kecamatan Boyolali di sebelah Timur, dan di

Di Laut Ar1fura sebelah Timur dari Budjur Timur 133 23', batas antara daerah dasar laut jang berbatasan denga.n dan termasuk Commonwealth

Secara geografis, Benua Eropa berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Laut Tengah di selatan, Samudra Atlantik di barat, serta Benua Asia di timur.. Batas Benua Eropa dengan

Batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Hilir Sper, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Danau Sadar, sebelah timur berbatasan dengan Desa

Batas wilayah Provinsi Papua Barat, sebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda (Provinsi Maluku), sebelah Barat

Batas-batas yang melingkari desa gunungsari adalah sebagai berikut, Sebelah utara berbatasan dengan Desa Punten, Sebelah timur berbatasan dengan Desa Sidomulyo,

Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Prafi dan Distrik Manokwari Utara.. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Pacifik;

(~ Di Laut Ar1fura sebelah Timur dari Budjur Timur 133 23', batas antara daerah dasar laut jang berbatasan denga.n dan termasuk Commonwealth Australia~ dan