• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBUMIKAN HASIL PENELITIAN BIDANG ILMU KEBUMIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MEMBUMIKAN HASIL PENELITIAN BIDANG ILMU KEBUMIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012 303

MEMBUMIKAN HASIL PENELITIAN BIDANG ILMU KEBUMIAN

Munasri

1

1Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Kompleks LIPI, Gd 70, Jl Sangkuriang, Bandung 40135 Email: [email protected]

A

b

strak

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI adalah institusi riset di bidang ilmu kebumian. Hasil penelitian yang berupa model, konsep dan/atau rekomendasi dari institusi ini pada umumnya tidak secara langsung bisa dimanfaatkan, khususnya bagi masyarakat umum. Padahal banyak persoalan yang mengandung aspek ilmu kebumian yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari; diantaranya adalah bahaya geologi, kerusakan lingkungan, krisis air bersih dan informasi tentang sumber daya geologi lainnya. Dalam kajian ini diusulkan sebuah gagasan menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat umum. Produk yang esensinya berasal dari topik-topik ilmiah hasil penelitian ini bisa dituangkan menjadi materi informasi populer seperti buku cerita bergambar, komik, artikel ilmiah populer, brosur dan alat peraga. Keberhasilan dalam menyampaikan informasi populer kepada masyarakat merupakan bagian realisasi dari visi yang dicanangkan oleh Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.

Kata kunci : materi informasi popular, ilmu kebumian, masyarakat umum, visi lembaga.

Abstract

Research Center for Geotechnology LIPI is a research institute in the field of earth sciences. The scientific results in the form of models, concepts and/or recommendations generally were not applied directly, particularly toward public. Nonetheless, there are many aspects in earth science that public had encountered in everyday life; such as geological hazard, environmental degradation, water crisis, and information about other geological resources. This study proposed an idea to disseminate research results to the wider community. Products are essentially derived from topics of scientific researches and can be manifested in the form of popular information, such as picture books, comics, popular scientific writing, brochures, leaflets and props. Success in providing popular information to the public is a part of the way to realize the vision proposed by the Research Center for Geotechnology LIPI.

(2)

304 Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012

PENDAHULUAN

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI adalah institusi riset yang bergerak di bidang ilmu

pengetahuan kebumian. Pada awal berdirinya pada 1 Agustus 1963, institusi yang dibentuk dengan nama Lembaga Geologi dan Pertambangan Nasional ini ditujukan untuk mengembangkan ilmu-ilmu dasar dan terapan di bidang geologi, pertambangan dan perminyakan. Dalam perjalanannya, lembaga ini telah dua kali melakukan penataan, berganti nama menyesuaikan tugas dan fungsinya, menjadi lembaga dengan nama Pusat Penelitian dan Pengembangan Geoteknologi LIPI pada tahun 1987, dan berganti lagi menjadi Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI pada tahun 2002. Substansi topik penelitian lembaga saat ini bukan lagi sekadar murni ilmu dasar geologi, tetapi juga

mendekat kepada pencarian solusi persoalan bangsa yang berkaitan dengan aspek kebumian.Saat

ini terdapat 7 (tujuh) isu kegiatan penelitian yang telah dirumuskan di dalam Rencana Implementatif 2010 – 2014 Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI (Zulkarnain dkk, 2010) yaitu :

1. Bencana Kebumian 2. Pencemaran Lingkungan 3. Eksplorasi mineral dan energi 4. Rekayasa mineral dan bahan energi 5. Tata ruang dan wilayah

6. Sumberdaya air

7. Sistem Informasi Kebumian.

Walaupun isu kegiatan penelitian ini memiliki cakupan tentang persoalan dalam kehidupan masyarakat di bidang ilmu kebumian, namun hasil penelitiannya belum sepenuhnya dirasakan langsung di masyarakat, atau masih terbatas bermuara sebagai laporan penelitian dan karya tulis

ilmiah. Sementara itu, terdapat banyak persoalan dalam aspek kebumian yang dihadapi dan

dirasakan langsung oleh masyarakat, di antaranya adalah bencana kebumian (gempabumi, tsunami, letusan gunungapi, tanah longsor banjir), pencemaran lingkungan (pencemaran akibat limbah eksploitasi tambang atau limbah industri), krisis air bersih dan eksplorasi bahan galian.

Dalam kajian ini diusulkan sebuah gagasan menyebarluaskan hasil penelitian. Gagasan ini hendak mengubah pola pikir dari kebiasaan menuangkan hasil penelitian hanya ke dalam Laporan Penelitian atau berakhir menjadi Karya Tulis Ilmiah, menjadi kebiasaan menambahi laporan penelitian dengan penciptaan materi informasi populer yang mudah dipahami, dipraktekkan dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Jika visi Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI 2010 -

2014 yang menyebutkan, ”Menjadi institusi riset terkemuka yang ikut berperan dalam memberikan

solusi persoalan bangsa di bidang ilmu kebumian,” maka hal ini bisa diartikan tugas penting Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI adalah memberikan solusi atas persoalan masyarakat menghadapi fenomena alam dalam kehidupannya.

METODOLOGI

Usaha membumikan hasil penelitian bidang ilmu kebumian untuk meningkatkan

pengetahuan masyarakat dan meningkatkan pemanfaatan hasil penelitan bagi masyarakat, dapat dilakukan dalam tiga hal :

(3)

Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012 305

2. Menyebarluaskan materi informasi ilmiah poluler tersebut melalui sosialisasi, outreach,

kunjungan ke sekolah atau kegiatan talk show.

3. Melakukan kerjasama/sinergi dengan pihak-pihak/institusi lain baik dalam menciptakan

informasi ilmiah populer dalam skala yang lebih luas, maupun dalam menciptkan cara-cara penyebarluasan materi informasi ilmiah populer tersebut.

Dalam kajian ini, akan dikhususkan membahas penciptaan materi informasi ilmiah populer yang bisa dilakukan oleh peneliti dan perekayasa.

Informasi bernilai ilmiah populer yang dimaksudkan di dalam kegiatan ini adalah buku cerita bergambar, komik ilmu pengetahuan, artikel ilmiah populer, brosur, panduan praktis dan alat peraga. Langkah-langkah secara umum dalam menerjemahkan aspek ilmu kebumian ke dalam bentuk materi ilmiah populer, dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Mengamati persoalan kehidupan di masyarakat yang mempunyai kaitan dekat dengan bidang

ilmu kebumian. Pengamatan melalui survei, pencarian informasi di media masa atau pengalaman langsung.

2. Mempelajari referensi mengenai topik penelitian ilmu kebumian baik yang ada di Pusat

Penelitian Geoteknologi LIPI, dari institusi lain, dan bahan-bahan yang diperoleh dari internet.

3. Menganalisis bahan-bahan dan hasil penelitian ilmiah bidang ilmu kebumian tersebut dan

menerjemahkannya menjadi ‘story line’, draft narasi atau panduan bersifat populer.

4. Memanifestasikan substansi ilmiah populer itu ke dalam bentuk materi buku, artikel populer,

brosur, panduan praktis atau alat peraga untuk konsumsi masyarakat.

DISKUSI

Karya Tulis Ilmiah Pusat Penelitian Geoteknologi

Karya tulis ilmiah - sebagai luaran dari penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - pada umumnya dipublikasikan melalui prosiding internal, prosiding perkumpulan ilmiah, jurnal nasional dan prosiding atau jurnal internasional, serta dipresentasikan juga dalam berbagai forum

ilmiah. Sebagai tahap awal publikasi, semua peneliti mempublikasikan hasil penelitiannya pada

prosiding internal Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI. Dengan kata lain, karya tulis ilmiah dalam prosiding internal ini sebagai representasi dari produk kinerja Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI. Dalam kajian ini telah diamati karya tulis ilmiah yang dimuat pada prosiding hasil kegiatan Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI yang didasarkan atas Rencana Strategis 2003-2007, Rencana Strategis Transisi 2008-2009 dan Rencana Implementatif 2010-2014. (Nomenklatur Rencana Implementatif berubah dari Rencana Strsategis didasarkan pada perubahah dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, RPJMN 2010-2014). Pada rentang periode tersebut, prosiding mulai ditebitkan pada tahun 2006, yang berarti kegiatan pemaparan hasil penelitian baru dilaksanakan sejak tahun 2006. Pada Prosiding tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 ini terdapat 198 buah karya tulis ilmiah.

Bila karya tulis ilmiah pada Prosiding tahun 2006 – 2011 digolongkan ke dalam 4 (empat)

bidang penelitian: kebencanaan, perubahan iklim, mineral dan energi, dan sumberdaya air,

(4)

306 Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012

Tabel 1. Pengelompokan tema karya tulis ilmiah pada prosiding Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI antara tahun 2006 – 2011 (Sudaryanto dkk., 2006; Tohari dkk., 2007; Utomo dkk, 2008; Setiawan dkk, 2009; Zulkarnain dkk, 2010; Harjono dkk, 2011)

TAHUN

TEMA 2006 2007 2008 2009 2010 2011 JUMLAH

Kebencanaan 4 6 10 8 9 11 48

Sumberdaya Air 8 9 13 13 9 8 60

Mineral dan Energi 15 19 19 13 11 10 87

Perubahan Iklim 1 0 0 1 1 0 3

JUMLAH MAKALAH 28 34 42 35 30 29 198

Empat bidang ini adalah program unggulan penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI yang sedang dalam perencanaan untuk dituangkan ke dalam naskah akademik/buku putih sebagai landasan kegiatan penelitian periode 2015 – 2019 (komunikasi lisan dengan Dr. Eko Yulianto dan Dr. Haryadi Permana).

Dari pengelompokan karya tulis ilmiah menjadi 4 bidang ini terlihat Energi dan Mineral merupakan persoalan yang banyak dibahas dalam karya tulis ilmiah (87 makalah) dibandingkan dengan persoalan Sumberdaya air (60 makalah), Kebencanaan (48 makalah) dan Perubahan Iklim (3 makalah).

Materi Informasi Populer

Dalam kajian ini, diambil beberapa contoh substansi yang dapat dituangkan kedalam materi informasi populer. Materi ini digolongkan menjadi empat jenis:

1. Materi bernilai informasi ilmiah populer

Materi ini berisi pengetahuan ilmiah populer mengenai aspek ilmu kebumian yang dapat dituangkan kedalam bentuk buku cerita bergambar, komik atau dalam bentuk leaflet.

2. Panduan praktis

Materi ini adalah uraian singkat tentang pembuatan produk atau petunjuk praktis atas solusi berkaitan dengan aspek ilmu kebumian, yang dapat dibuat dalam bentuk leaflet atau brosur. 3. Kiat mengantisipasi bencana

Materi ini berisi pentunjuk atau langkah mengantisipasi bencana berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Materi ini dapat dibuat dalam bentuk leaflet, peta atau alat peraga.

4. Tips membaca fenomena alam

Materi ini berisi pengetahuan praktis berkaitan dengan ilmu kebumian dalam kehidupan sehari-hari, yang bisa dibuat dalam bentuk leaflet.

Contoh dari ke empat jenis materi informasi ilmiah populer yang diusulkan, seperti di bawah ini:

1. Informasi ilmiah populer:

 Bagaimana mineral terbentuk?

 Bagaimana membedakan emas dengan pirit?

(5)

Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012 307

 Lokasi patahan-patahan aktif.

 Apa, bagaimana dan dimana saja minyak bumi terbentuk?

 Apa pentingnya memahami horizon tanah?

 Bagaimana tanah lempung bisa mengadsorbsi natrium?

 Apa tanah longsor dan amblesan?

 Abu terbang sisa pembakaran batubara: bahaya dan kegunannya.

 Apa makna curah hujan?

 Mata air di lepas pantai: antara potensi air bersih dan potensi pencemar lingkungan

terumbu.

 Apakah setiap air tawar yang jernih sudah layak minum?

 Apa sistem informasi geografi?

2. Panduan praktis:

 Pembuatan bahan bangunan (paving block) yang ramah lingkungan dari bahan zeolit, abu

terbang dan sekam.

 Pembuatan paving block dari bahan limbah geothermal.

 Pembuatan sumur SIMBAT (Simpanan dan Imbuhan Buatan Air Tanah)

 Internal Geotek: Bagaimana mengorganisasi, mengembangkan dan mengakses data dan

hasil penelitian di puslit Geoteknologi LIPI.

 Bagaimana merehabilitasi lahan bekas tambang batugamping.

 Bagaimana menurunkan kadar besi dan mangan pada air sumur masyarakat.

 Bagaimana menjaga dan memelihara ketersediaan dan kualitas air.

 Pembuatan material penyerap racun dari bahan mineral zeolit.

 Pembuatan briket batubara dari bahan batubara peringkat rendah.

 Pengolahan limbah organik industri menggunakan tablet bakteri-bentonit.

3. Kiat mengantisipasi bencana:

 Membedakan intensitas dan magnitude untuk kesiapsiagaan menghadapi gempabumi.

 Membuat peta risiko bencana.

 Membuat sistem jaringan komunikasi dengan para pemangku kepentingan bidang

kebencanaan.

4. Tips membaca fenomena alam:

 Bagaimana menentukan tanah yang subur dan cocok untuk komoditas tanaman tertentu.

 Bagaimana mengetahui ciri tanah yang memiliki kembang-susut yang tinggi yang biasa

mempengaruhi struktur bangunan.

 Memahami terjadinya longsor: curah hujan yang tinggi, lereng terjal, lapisan tanah lunak,

terbentuk rekahan “mahkota.”

Sebagai ilustrasi, contoh materi informasi ilmiah yang sesuai untuk dipopulerkan diantaranya adalah tentang sumberdaya air, misalnya perihal terminologi “curah hujan” yang sering disebut dalam penelitian. Curah hujan adalah presipitasi air yang jatuh ke permukaan bumi yang dinyatakan dalam millimeter (mm). Bagaimana melebarkan makna curah hujan lebih dari sekadar besaran kuantitatif (angka dalam millimeter) atau sebatas pernyataan kualitatif (tinggi,

(6)

308 Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012

sedang atau rendah)? Makna curah hujan akan memberikan dampak yang lebih besar jika disertai dengan keterangan besaran volume airnya. Misalnya, curah hujan 100 mm itu artinya air hujan

sebanyak 100 liter yang jatuh dan tertampung di dalam bak seluas 1 x 1 m2, atau sama artinya

dengan air sebanyak lebih dari dua kolam renang di stadion renang Senayan yang ditumpahkan ke lapangan sepak bola Stadion sepak bola Senayan.

Aspek ilmu kebumian yang lain yang baik untuk disampaikan secara popular adalah tentang besaran kekuatan gempabumi. Sebuah peristiwa gempabumi dilaporkan menimbulkan guncangan yang kuat di satu tempat, tetapi dirasakan lemah di tempat lain dan sama sekali tidak terasa di tempat berbeda yang lainnya. Ini adalah persoalan antara magnituda (energi gempabumi) dengan intensitas (guncangan gempabumi) yang masyarakat tidak terbiasa untuk membedakannya. Keadaan ini dapat dianalogikan dengan energi (magnituda) sebuah lampu pijar dengan kecerahan cahaya (intensitas) yang diterima - tanpa penghalang - di tempat-tempat yang berbeda jaraknya dari lampu tersebut. Makin jauh tempat yang terkena sinar lampu, makin redup cahaya yang diterimanya, walaupun energi lampu pijar yang dipancarkan sama. Begitu pula dengan kekuatan dan guncangan gempabumi.

Beberapa contoh materi informasi popular yang telah dibuat (Gambar 1 dan Gambar 2) berasal dari hasil kegiatan Program Insentif Peneliti dan Perekayasa LIPI Tahun 2010, Kerjasama Penelitian Indonesia-Jepang pada Program “Multi-disciplinary Hazard Reduction from Earthquakes and Volcanoes in Indonesia” Tahun 2009-2011, Kegiatan PN9 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Tahun 2012, dan dari hasil pengamatan baik di lapangan maupun bersumber dari media internet. Contoh produk yang dimaksud adalah:

 Buku komik “Bumiku Seperti Kerupuk di Atas Bubur (Munasri dan Eko Yulianto, 2012).

 Buku panduan “Cara Menarik Mewaspadai dan Mengantisipasi Bencana” (Ogawa dkk,

2012).

 Buku cerita bergambar “Selamat dari Terjangan Tsunami – Pengalaman dari Aceh dan

Mentawai”, (Munasri dan Hayashi, 2012).

 Brosur pengetahuan gempabumi (Puslit Geoteknologi LIPI, 2005)

 Artikel ilmiah populer di media masa (Munasri, 2011a; Munasri, 2011b; Munasri, 2005;

Munasri, 2000a; Munasri, 2000b).

 Alat Peraga Guncangan Gempabumi (Munasri dkk, 2012).

(7)

Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012 309

Gambar 1. Contoh produk materi informasi populer: a. Buku cerita bergambar, b. Buku komik ilmu kebumian, c. Buku panduan, d. Brosur, dan e. Artikel populer ilmu kebumian

Gambar 2. Alat peraga guncangan gempabumi, untuk memahami perbedaan magnitude dan intensitas gempabumi

Semua produk informasi populer itu dapat dibuat dan menjadi satu kesatuan di dalam setiap proposal penelitian yang diusulkan. Bila materi informasi populer ini lebih banyak lagi diciptakan oleh para peneliti Puslit Geoteknologi LIPI dan berkesinambungan, maka hal ini menjadi salah satu cara nyata meningkatkan peran serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan kebumian, seperti tujuan yang disebut dalam rencana Implementatif 2010 - 2014 Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI. Dan bukan suatu yang mustahil bila visi yang selalu dicanangkan pada setiap periode Rencana Strategis akan lebih mudah didekati, bahkan untuk direalisasikan.

(8)

310 Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012

KESIMPULAN

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI adalah institusi yang mempunyai tugas utama di bidang ilmu pengetahuan kebumian. Untuk membumikan hasil penelitian, luaran dari penelitian selain dipublikasikan sebagai karya tulis ilmiah, tetapi juga disebar-luaskan di kalangan masyarakat dalam bentuk informasi populer yang mudah dipahami dan bahkan dipraktekkan dalam kehidupan. Kegiatan pembuatan materi ilmiah populer ini dapat menjadi satu kesatuan di dalam setiap usulan penelitian.

Semakin banyak dan menerus materi informasi populer ini diproduksi mendampingi karya tulis ilmiah, diharapkan akan semakin mempermudah merealisasikan visi Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.

Tingkat keberhasilan membumikan hasil penelitian bidang ilmu kebumian akan lebih besar lagi bila dilakukan melalui kerjasama/sinergi dengan pihak-pihak/institusi lain baik dalam menciptakan informasi ilmiah populer dalam skala yang lebih luas, maupun dalam menciptkan cara-cara penyebarluasan materi informasi ilmiah populer tersebut.

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Eko Yulianto, Dr. Haryadi Permana dan Dr. Heru Santoso atas masukan dan informasi tentang rencana perogram unggulan Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di masa depan. Terima kasih juga disampaikan kepada panitia pemaparan hasil penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI 2012 atas dimuatnya makalah ini dalam Prosiding Penelitian Geoteknologi LIPI Tahun 2012.

DAFTAR PUSTAKA

Harjono, H., Delinom, R., Utomo., E. P., Zulkarnain, I., Permana, H., Tohari, A., Santoso, H., Yulianto, E., Tri Mursito, A., Tri Sumarnadi, E., Handayani, L., dan Lubis, R. F., Eds., 2011. Memajukan Ilmu Pengetahuan Kebumian dalam Menghadapi Tantangan Global, Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Puslit Geoteknologi LIPI 2011, 217 hal., Bandung, 6 Desember 2011.

Munasri, Sekar Asih, D. dan Febriawati, L., 2012. Flipchart Indonesia Rawan Bencana, Ayo Kita Siaga, Puslit Oseanografi, ISBN:978-979-3378-59-6.

Munasri dan Yulianto, E., 2012. Bumiku Seperti Kerupuk Di Atas Bubur, Puslit Oseanografi, Cetakan ke-2, 2012, ISBN: 978-979-19345-4-1.

Munasri dan Hayashi, Y., 2012. Selamat dari Terjangan Tsunami – Pengalaman dari Aceh dan Mentawai, SATPRES, “Multy-disciplinary Hazard Reduction from Earthquakes and Volcanoes in Indonesia” Project, 2011, ISBN: 978-979-25-8224-6.

Munasri, 2011a. Opini: Gempa dan Tsunami Jepang: Menunggu Tokai (dan Mentawai) yang datang Sendai, Surat Kabar Suara Pembaruan, Selasa 15 Maret, 2011.

Munasri, 2011b. Cakrawala: Setahun Tsunami Aceh, Surat Kabar Pikiran Rakyat, Kamis 10 November, 2011.

Munasri, 2005. Menoreh: Menghidupkan Cerita Rakyat, Melesatarikan Alam, Surat Kabar Suara Merdeka, Rabu 1 Juni, 2005.

(9)

Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI - 2012 311 Munasri, 2000a. Perut Bumi Mengandung Bakteri, Surat Kabar Pikiran Rakyat, Kamis 13 Juli,

2000.

Munasri, 2000b. SEM Menguak Jagad Renik, Surat Kabar Pikiran Rakyat, Kamis 20 April, 2000. Setiawan, I., Lubis, R. F., Naily, W., Putra, P. S., dan Rusydi, A. F., 2009 Eds., Peran Pusat

Penelitian Geoteknologi LIPI dalam Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Alam dan Mitigasi Bencana di Indonesia, Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Puslit Geoteknologi LIPI 2009, 348 hal., Bandung, 3 Desember 2011.

Sudaryanto, Kartika, E., Galih, D. R., dan Putra, P. S., Eds., 2006, Peluang dan Peran Ilmu Kebumian Dalam Pembangunan Berkelanjutan, Prosiding Seminar Geoteknologi, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI 2006, 431 hal., Bandung, 11-12 Desember 2006.

Tohari, A., Mulyadi, D., Putra, P. S., dan Listiyani, F., Eds., 2007, Kontribusi Ilmu Pengetahuan

Dalam Pembangunan Berkelanjutan, Prosiding Seminar Geoteknologi, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI 2007, 256 hal., Bandung, 3 Desember 2007.

Utomo., E. P. dan Mulyadi, D., Eds., 2008, Peran Riset Geoteknologi dalam Mendukung

Pembangunan Berwawasan Lingkungan, Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Puslit Geoteknologi LIPI 2008, 351 hal., Bandung, 10 Desember 2008.

Ogawa, Y., Rudyanto B., Triyono, Kuboki I., Ridha, Rafliana, I. dan Munasri, 2012, Cara Menarik

Mewaspadai dan Mengantisipasi Bencana, SATPRES/ “Multy-disciplinary Hazard Reduction from Earthquakes and Volcanoes inIndonesia” Project, 2011, ISBN: 978-979-630-092-1

Zulkarnain, I., Sudaryanto. Santoso, H., 2010, Rencana Implementatif – Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI 2010 – 2014, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, 61 halaman.

Zulkarnain, I., Tri Sumarnadi, E., Hadi, I., Kumro, Y., Kamtono, Sudaryanto, Delinom, R., Anwar, H. Z., Subroto, E. A., Arsadi, E. M., Sumawidjaja, N., Santoso, H., Tohari, A., Yulianto, E.,

Suherman, D., Marganingrum, D., Tri Mursito, A., dan Lubis, R. F., Eds., 2010. Kontribusi

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI dalam Pengkajian serta Pendayagunaan Sumberdaya Mineral dan Energi, Aspek Lingkungan Hidup, Kebencanaan serta Serta Perubahan Iklim di Indonesia, Prosiding Pemaparan Hasil Penelitian Puslit Geoteknologi LIPI 2010, 312 hal., Bandung, 9 Desember 2010.

Gambar

Tabel 1.   Pengelompokan tema karya tulis ilmiah pada prosiding Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI antara  tahun 2006 – 2011 (Sudaryanto dkk., 2006; Tohari dkk., 2007; Utomo dkk, 2008; Setiawan dkk,  2009; Zulkarnain dkk, 2010; Harjono dkk, 2011)
Gambar  2.  Alat  peraga  guncangan  gempabumi,  untuk  memahami  perbedaan  magnitude  dan  intensitas  gempabumi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nastiti (2010) pada uji efektivitas daun biji alpukat terhadap pertumbuhan bakteri,

Menurut Maryono [2] dalam jurnalnya, identifikasi dengan frekuensi radio adalah teknologi untuk mengidentifikasi seseorang atau objek benda menggunakan transmisi

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif metode Make A Match berbasis visual dapat meningkatkan keaktifan dan

Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan

Untuk itu, didorong oleh permintaan dalam negeri akan produk-produk dengan harga terjangkau di tengah kondisi ekonomi Italia yang pertumbuhannya tergolong lambat, maka

Usul perubahan yang kedua ini diajukan oleh anggota atau anggota-anggota Kongres Amerika Serikat. Perlu dikemukakan, bahwa dalam mengajukan usul perubahan itu tidak

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka perumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana mengendalikan sistem pengadaan suku cadang yang lebih efisien dalam memenuhi

Deskripsi perbedaan bahasa yang terjadi di Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor berdasarkan korespondensi bunyi yang meliputi perbedaan fonologi, morfologi dan