• Tidak ada hasil yang ditemukan

Apresiasi Dosen Terhadap Pemanfaatan Sumber-sumber Rujukan Ilmiah Berbasis Digital

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Apresiasi Dosen Terhadap Pemanfaatan Sumber-sumber Rujukan Ilmiah Berbasis Digital"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

71

APRESIASI DOSEN TERHADAP PEMANFAATAN

SUMBER-SUMBER RUJUKAN ILMIAH BERBASIS DIGITAL

7+( /(&785(¶6 $335(&,$7,21 2)

USAGE OF DIGITAL

SCIENTIFIC REFERENCE SOURCES

Femy F. Umboh

Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Manado Jalan Pumorouw No. 76 Manado, Indonesia

email : [email protected]

Muhammad Nadjib

Universitas Hasanuddin

Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 10 Tamalanrea, Makassar Sulawesi Selatan, Indonesia email : [email protected]

(Diterima: 28 Februari 2014; Direvisi: 17 Maret 2014; Disetujui terbit: 24 Maret 2014) Abstrak

Penelitian ini b e r t uj ua n untuk me n g u n g k a p ka n dan m e n g e va l u a s i seberapa jauh dosen mengenal, memahami, memanfaatkan, menilai secara kritis, dan menghargai sumber-sumber rujukan ilmiah berbasis digital dalam menjalankan tugas-tugas p e n ga j a r a n dan penelitian ilmiah. Penelitian ini merupakan p e ne l l i t i a n deskriptif kualitatif d e n ga n m e ma n fa a t ka n pertanyaan terstruktur dan wawancara untuk mendapatkan data primer. Selain itu penelitian ini juga menggunakan observasi data sekuder berupa sumber-sumber tercetak di perpustakaan dan sumber-sumber digital melalui internet atau rujukan elektronik lainnya untuk menggambarkan beberapa kriteria literacy informasi dalam mengenal sumber literatur dan me l a k u ka n p e ne l us ur a n literatur ilmiah. H a s i l penelitian ini me n u nj u k ka n tingkat pengenalan dan pemahaman dosen FISIP Unhas terhadap sumber-sumber literatur digital (resource literacy) yang tinggi, p e ma n f a a t a n sumber tersebut untuk penelusuran informasi dan penulisan karya ilmiah (research dan publishing literacy) masih sangat rendah, dan penghargaan mereka terhadap s u mb e r - s u mb e r rujukan berbasis digital tersebut yang bervariasi tergantung dari tingkat pengenalan dan pemahaman mereka.

Kata kunci : apresiasi dosen, rujukan ilmiah, sumber digital.

Abstract

The aim of the r e s e a r c h are to explain and evaluate how well the l e c t u r e r s recognize, understand, utilize, and critically appreciate Digital Scientific Reference Resources in conducting their jobs in lecturing and in scientific research. T h e method of the research is descriptive qualitative with stuructured questions and interviews for primary data. Besides that, this research also employs laboratory observation for secondary data and printed library resources as well as digital resouorces through internet and other electronic references to describe a number of informatio literacy criteria and to acknowledge literature resources and conducting scientific literature retrieval. The results of the research indicated that the level of recognition and understanding of the lecturers of FISIP Unhas on digital literature resources (r e s o u r c e l i t e r a c y ) which is high enough, The very low level of utilization of the resources for information and scientific writing, and the their appreciation on the digital scientific reference resources which is varied according to their level of recognition and understanding of the subject.

Keywords OHFWXUH¶V DSSUHFLDWLRQ VFLHQWLILF UHIHUHQFH GLJLWDOsources.

PENDAHULUAN

Nilai-nilai informasi yang terekam dalam media cetak bukan hanya mendapat tandingan dari media digital, tetapi juga

i k u t didukung, dikembangkan d a n disebarl uaskan melalui media di gital. Banyak dosen yang dulun ya rajin ke perpustakaan membaca buku rujukan,

(2)

72

sekarang jarang muncul karena memiliki alt ernat if l ain yang berbasis di git al . Teknologi memberi berbagai kemudahan dan kesempurnaan kepada penggunanya, seperti misalnya kecepatan akses informasi, ketepatan, pen yi mpanan ya ng efi sien, ekonomi s, kebaharuan , dan berbagai keuntungan, tetapi dosen juga mengalami berbagai kendala dan menemukan berbagai kelemahan dalam pemanfaatannya. Kenyataan ini menunjukkan tingkat pengenal an/ pemahaman, pem anfaatan, dan t ingkat penilaian serta apresiasi dosen yang tidak seragam terhadap sumber rujukan digital ini.

Pada awalnya media digital yang banyak disajikan melalui internet merupakan media tukar menukar informasi ilmiah untuk lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi di Amerika dan Eropa. Sejak tahun 1993 ketika internet ini telah berkembang menjadi WWW dan dikomersilkan, maka jaringan informasi ilmiah dan penelitian ini telah berkembang menjadi jaringan komersil, jaringan sosial, di samping tetap mempertahankan statusnya sebagai jaringan penelitian dan jaringan informasi ilmiah. Internet terutama di negara-negara berkembang mulai dikenal dan dim anfaatkan ket ika fungsi-fungsi komersil dan sosi al i ni lebih menonjol sehingga a p r e s i a s i pengguna termasuk dosen terhadap int ernet terbagi ke dalam fungsi-fungsi yang beragam tersebut.

Ban yak d o s e n p e r t a m a k a l i mengenal media ini melalui fungsi sosial d a n komersiln ya, s e h i n g g a m e r e k a mem anfaat kann ya sesuai dengan fungsi tersebut . Meski pun dosen juga p a d a akhirnya m em anfaatkan media ini untuk kepentingan penelitian dan penelusuran ilmiah, pengetahuan dan pengalaman khusus mereka dalam memanfaatkan media ini telah terbiasa dengan metodenya sendiri, sehingga tidak berupa ya mengetahui cara memanfaatkan

medi a digital ini yang lebih efektif dan lebih efisien untuk kepentingan penelitian dan penel usuran karya ilmiah menjadi sebuah permasalahan.

Berdasarkan kondisi t ersebut , di kalangan dosen terdapat ketidakseragaman akses kepada informasi yang disebabkan oleh perbedaan kesem pat an mengakses teknologi informasi moderen. Fenom ena

LQL GLNHQDO GHQJDQ LVWLODK ³digital divide´

(kesenjangan digital). Sejak tahun 2010 UPT Perpustakaan UNHAS telah melanggan e-book dan e-journal untuk semua bidang studi, tetapi han ya sedi kit dosen yang memanfaatkannya, dan yang lainnya adalah mahasi swa yang ditugaskan oleh dosen yang tahu memanfaatkan sarana ini.

Individu, institusi, bahkan negara, yang telah lebih dulu memanfaatkan TIK secara tepat guna ini telah mendapatkan berbagai keuntungan dan keunggulan dalam bidang informasi, khususn ya informasi pendidikan dan penelitian. Sebaliknya masih banyak individu, institusi yang masih sibuk mengeritik, mencari kelemahan, bahkan merasa keberatan dengan keberadaan t eknologi

(resistance to change ), dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Untuk melihat fenomena yang berkem bang dalam institusi kita, mensosialisasikan dampak positif teknologi ini dan mencari solusi terhadap ketidakfahaman dan pemanfaatan yang kurang tepat, dibutuhkan penelitian yang bertahap.

Tahap pertama akan meneliti seberapa jauh tingkat penilaian dan apresiasi dosen terhadap sum ber -sum ber rujukan digital u n t u k proses belaj ar mengajar d a n penelitian. Tingkat apresiasi dosen sangat terkait dengan tingkat pengenalan mereka terhadap sumber -sumber literatur digital dan perangkat teknologi pendukungn ya . Sel anjut n ya ti ngkat ap resi asi mereka terhadap teknologi dan sumber rujukan

(3)

73 tersebut akan menentukan motivasi mereka

mem anfaat kan sumber tersebut dal am penyelenggaraan pembelajaran dan penelitian. Tahap berikutn ya akan meneliti seberapa tepat sumber-sumber rujukan digital ini di telusuri, dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, khususn ya untuk kepentingan pembel aj aran dan penelit ian. Tujuan penelitian ini antara lain:

1. Mengetahui ti ngkat pengenal an dan pem aham an dosen terhadap teknologi informasi dan komunikasi dan sumber-sumber digital sebagai rujukan dalam pembelajaran dan penelitian.

2. Mengetahui tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk sumber-sumber referensi digital untuk pembelajaran dan penelitian.

3. Mengetahui tingkat apresiasi dosen terhadap keberadaan t eknologi d a n sumber-sumber rujukan digital dalam menunjang kegi at an belajar mengajar dan penelitian.

LANDASAN TEORI Tinjauan Pustaka

³Apresi asi D o s e n Terh adap Su mber Ru jukan I l miah B erb asis

'LJLWDO´merupakan kesatuan konsep yang meliputi tingkat apresiasi dosen, sumber rujukan, dan digital. Tingkat apresiasi dosen menggambarkan seberapa j auh dosen FISIP, Universitas Hasanuddin mengenal, pemahami, memanfaatkan serta menilai dan menghargai sumber-sumber rujukan ilmiah.

Rujukan ilmiah berbasis di git al adal ah bentuk t ulisan baik berupa buku maupun berupa artikel jurnal yang dapat diakses melalui komputer, khususnya secara

online. J a d i apresi asi dosen terhadap sumber rujukan ilmiah berbasis di git al menggambarkan kemampuan dosen unt uk

m e n g a m b i l manfaat , m e n i l a i , d a n memberikan penghargaan terhadap sumber rujukan berbasis di git al tersebut unt uk kepentingan pembelajaran dan penelitian.

Rujukan digital atau rujukan virtual adal ah bentuk layanan perpustakaan yang diakses online, sedangkan bentuk transaksinya melalui komunikasi komputer. Rujukan ini merupakan bentuk layanan informasi rujukan berbasis komputer jarak jauh. Bi asan ya merupakan perpanjangan layanan rujukan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pengguna untuk menemukan informasi, menj awab pert an yaan atau m em enuhi kebutuhan informasi pengguna. Istil ah rujukan virtual bi asa di gunakan dalam pengerti an yang sam a dengan rujukan digital.

Digital reference (or virtual reference) is a service by which a library r e f e r e n c e service i s c o n d u c t e d o n l i n e , a n d t h e r e f e r e n c e t r a n s a c t i o n is a c o m p u t e r mediated communication. It is the remote, computer-mediated delivery o f reference i n f o r m a t i o n p r o v i d e d b y l i b r a r y professionals to users who cannot access or do not want face-to-face communication. Virtual reference service is most often an extension of a library's existing reference service program. The word "reference" in this context refers to the task of providing assistance t o l i b r a r y u s e r s i n finding i n f o r m a t i o n , answering questions, and otherwise f u l f i l l i n g XVHUV¶ LQIRUPDWLRQ

needs.The terminology surrounding virtual reference services may involve multiple terms used for the same definition.

Information Literacy

Information lit er acy adal ah kem ampuan m e n g e n a l , menelusuri , mendapatkan, dan memanfaatkan sumber-sumber informasi secara t epat guna, memahami dampak sosial budaya sumber inform asi tersebut, dan mem anfaat kan teknologi untuk mem permudah segala aktifitas pengenalan, penelusuran, pemanfaatan, serta m engurangi dampak negatif dan

(4)

74

meni ngkatkan dam pak positi f d a r i pemanfaatan s u m b e r - s u m b e r informasi tersebut. Puncak dari seluruh aktifitas tersebut adalah meningkatnya kemampuan berpikir secara kritis (critical thinking) dari seseorang.

ALA menempatkan ³7HFKQRORJ\

/LWHUDF\´ sebagai centr al dalam literacy

lainnya, technological literacy ini menjadi pendukung dari seluruh kemampuan lainnya, untuk mencapai suatu tujuan final sebagai dosen dan mahasiswa yaitu ³Critical Literacy´ yakni kemampuan berpikir secara kritis. Digital Information Literacy

Digital Information Literacy (DIL) merupakan salah satu bagian dari konsep

information literacy. DIL (literasi informasi digital) adalah istilah yang sudah um um dikenal dal am dunia informasi dan komunikasi, d a n perpust akaan y a n g menurut Bronwyn Hegarty and Merrolee Penman (Otago Polytechnic)³LV WKH DELOLW\

to recognise the need for, to access, and to

HYDOXDWH HOHFWURQLF LQIRUPDWLRQ´

Orang yang t ergol ong digit al information literate dapat dengan mudah memanfaatkan, mengelola, dan menciptakan, serta merujuk dan menyampaikan sumber-sumber inform asi di gi tal secara efektif, (The digitally literate can confidently use, manage, create, quote and share sour ces of digital information in an effective way).

Pengenalan dan pemahaman tentang aspek-aspek budaya, eti ka, sosial, hukum dan ekonomi dari DIL ini dapat ditunjukkan mel alui cara bagaimana informasi it u dimanfaatkan, diciptakan, dan didistibusikan.

(The way in w hich inf ormation is used, cr eat ed and distributed demonstrates an understanding a n d acknowledgement o f the cultural, ethical, economic, legal and social aspects of information).

Orang orang yang memiliki literasi di git al akan menunjukkan ket erbukaan, kem ampuan pem ecahan masal ah, dan kem ampuan kritis yang tercermin dalam kemampuan memanfaatkan teknologi, dan kesediaan bekerj asam a dan selalu meng-uptodate-kan diri dalam konteks perubahan dan penggunaan informasi. (The digitally literate demonstrate openness, the abilit y to probl em sol ve, t o criti cally reflect, technical capability a n d a willingness to collaborate and keep up to date prompted by the changing contexts in which they use information) (Bronw yn Hegart y and Merrolee Penman (Otago Pol yt echni c ), Ori el Kel l y (Manukau Institut e of Technology), Lynn Jeffre y (Masse y University), Dawn Coburn and Jenn y McDonald (University of Otago) 2010)

Temuan Penelitian Terkait Sebelumnya

Lorenzen pernah meneliti seberapa jauh anak sekolah menengah mengenal dan mem anfaat kan sumber informasi digital melalui internet dalam proses menel usur dan memanfaatkan sumber informasi digital dengan sebaik-baiknya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa-siswa yang diteliti memiliki pengenalan, pemanfaatan, dan persepsi yang masih relatif t erbatas terhadap pemanfaatan teknologi int ernet. Perbedaan kemampuan berpengaruh terhadap persepsi mereka terhadap kegunaan dan pentingn ya rujukan digital dalam proses belajar mengajar.

It is believed by this author that students are weak at determining the validity of an information r e s o u r c e s a n d t h a t t h e students accept knowledge if it is on a neat looking and easy to access web page.

Pengenalan dan pengetahuan siswa terhadap sumber rujukan digital berpengaruh terhadap evaluasi tentang keabsahan sumber- sumber informasi berbasis digital dan oleh karenanya, mereka menerima pengetahuan

(5)

75 dari sumber-sumber tersebut jika sumber

itu tampak rapih dan mudah diakses di internet. T e m u a n peneiti an l a i n n ya mengungkapkan bahwa:

³t h e r e is little coherent strategy within F u r t h e r Education (F.E) regarding t h e d e v e l o p m e n t of information literacy b y s t u d e n t s . M a n y s t u d e n t s e x p e r i e n c e difficulties i n accessing, evaluating a n d u s i n g i n f o r m a t i o n e f f e c t i v e l y . Initial analysis of the data to date suggests that a variety of factors are involved.

Secara teoritis: Brey membenarkan McLuhan dkk. bahwa technology extends human facult y, dan bahwa penguasaan teknologi dan sumber-sumber infomasi di git al (DIL) akan berkont ribusi positif terhadap kemampuan individu dalam proses pembelajaran dan pengelolaan penelitian, dan bahwa digital divide menjadi ukuran untuk membedakan antara orang yang menguasai dan y a n g t idak m enguasai pemanfaatan teknologi dan sumber informasi digital.

Studi tentang ³Apresi asi Dosen Terhadap Sumber Rujukan Ilmiah Berbasis Digital bukan saja akan mengungkapkan s e b e r a p a j a u h t i n g k a t pengenal an , pem aham an, pemanfaatan dan pengusaan dosen terhadap t eknol ogi dan sumber-sumber informasi di git al tapi juga akan mengeval uasi seberapa jauh teori-teori yang telah ada, relevan atau tidak relevan dengan fakt a yang di temukan melalui penelitian ini. Selain itu penelitian ini juga memili ki dam pak praktis yang dapat memberikan masukan kepada pengelola perpustakaan untuk menilai seberapa jauh manfaat dari upaya pustakawan melegkapi sarana rujukan berbasi s digital terhadap penyediaan rujukan digital dalam menunjang proses pembelajaran dan penelitian.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni s/d Nopember 2013, dengan subjek penelitian yaitu dosen-dosen FISIP Universitas Hasanuddin, di Makassar. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggambarkan dan menjelaskan seberapa jauh tingkat pengenalan , pemahaman, pemanfaatan, dan penilaian/apresiasi dosen terhadap sumber-sumber rujukan berbasis digital.

Responden dipilih secara purposive random untuk mendapatkan data tentang tingkat pengenalan, pemahaman, pemanfaatan dan penilaian serta apresiasi mereka terhadap sumber-sumber rujukan berbasis digital.

Data dikumpulkan melalui observasi laboratorium, menyebar daftar pertanyaan, membaca literatur dan wawancara dosen, kemudian di analisis dengan pendekatan kualitatif, mulai dari pengumpulan, klasifikasi, reduksi dan penari kan kesimpulan secara induktif atau secara sintesis.

H A S I L P E N E L I T I A N D A N PEMBAHASAN

Tingkat Pengenalan

Pengenal an dosen terhadap TIK d a n sumber -sum ber rujukan berbasis digital dibedakan berdasarkan kemampuan menjelaskan konsep, dengan memberikan defini si secara sederhana. Hasil temuan menunjukkan bahwa tingkat pengenalan dosen FIS IP Unhas t erhadap konsep-konsep dasar yang bersifat umum tentang teknologi informasi dan komunikasi rata-rat a tinggi. Tidak ada responden yang sama sekali tidak mengenal atau kurang tahu konsep-konsep dasar yang bersi fat umum tentang teknologi i nformasi dan komunikasi, termasuk konsep-konsep rujukan digital yang meliputi e-book dan e-journal.

(6)

76

Ket ika ditanya tentang konsep-konsep yang lebih spesifik, seperti di gital literacy, sebagi an dosen FIS IP Unhas han ya sanggup mendefinisikannya sesuai interpretasi sendi ri -sendiri , misalnya kemampuan untuk menggunakan informasi yang diolah dengan komputer, kemampuan untuk memanfaatkan komput er, pengetahuan dan ket erampil an dalam memahami dan menerapkan sistem dan aplikasi teknologi, komunikasi dan inform asi yang berbasis di git al. Definisi tersebut di at as pada umumnya bersifat interpretasi parsial dan hanya m engemukakan sebagi an kecil contoh-contoh pemanfaatan teknologi digital, yang merupakan bentuk pemahaman yang sangat sederhana.

Hasil r e s p o n d o s e n t e r h a d a p pertanyaan yang lebih spesifik lagi seperti

digital divide menunjukkan jawaban yang sangat bervariasi. Hampir tidak ada dosen yang mampu mendefinisikan konsep ini dengan benar, kecuali hanya satu atau dua diantara 52 orang dosen yang mengenalnya

VHEDJDL ³NHVHQMDQJDQ GLJLWDO´ Konsep ini

PHUXSDNDQ DUWL NDPXV GDUL NRQVHS ³GLJLWDO GLYLGH´ tapi sesungguhn ya konsep ini mengandung makna yang lebih luas seperti pembagian kelompok masyarakat kedalam kelompok ka ya i nformasi dan miskin inform asi. Ti dak satupun dosen yang mendefini sikan konsep ini dengan tepat, bahkan sekitar 20 dari 52 dosen yang menyatakan sama sekali tidak tahu menahu tentang konsep digital divide ini.

Tingkat Pemahaman

Tingkat pem aham an diukur dari kemampuan memahami konsep-konsep terkait dengan rujukan digital secara operasional, seperti kemampuan membuka situs yang memuat e-book dan e-journal, kemampuan untuk memilih dan menelusur situs yang memuat e-book dan e-j our nal yang

dibut uhkan, kem ampuan mengunggah sebagi an atau seluruh dokumen/artikel e-journal/e-book, kemampuan menyalin atau memindahkan bagian/kalimat/paragraf dari e-book atau artikel e-journal sebagai rujukan ilmiah, kemampuan memanfaatkan situs atau dat abase e-book atau e-journal yang tersedia.

Kemapuan dosen membuka situs

e-book dan/atau e-journal bervariasi dari (66.6%) y a n g faham dengan baik cara membuka situs-situs yang disiapkan untuk penelusuran e-book dan e-journal, 22.2% y a n g tidak faham , dan 11.1% y a n g menyatakan tidak bisa karena tidak dapat password.

Kemampuan memilih situs yang tersedia di gambarkan dari 66.6% yan g faham kelebihan-kelebihan dokumen dari situs-situs yang dilanggan atau dibeli, baik dari segi relevansinya dengan bidang studi, kebaharuannya, serta ketersediaannya secara gratis (karena sudah dilanggan dan dibeli, kemudahan memanfaatkannya, serta reliabilitas dokumen ilmiahnya, seperti Proquest, Ebsco, Cengage, d a n E-brary. Sedangkan 29% lainn ya pada umumnya han ya secara kebetulan m enemukan dokumen melalui google, atau search engine lainnya yang tidak memiliki karakteristik seperti yang tersedia melalui cara berlangganan at au dibeli. Bahkan m asi h ada sekit ar 10% sampai 11% dari responden yang tidak memiliki pemahaman tentang pemanfaatan sarana ini.

Pemahaman ten tan g spesifikasi situs yang dimanfaatkan menelusur e-book dan e-journal tergambar dari pilihan dari separuh (50%) dosen paham betul tent ang situs-situs yang mampu memilih sumber rujukan yang relevan, khususnya yang tersedia di UPT Perpustakaan Unhas. Sekitar 39% lainnya tidak memilih provider e-book dan e-journal di perpustakaan Unhas,

(7)

77 tet api m ereka faham cara mencari dan

memilih sumber e-book dan e-journal yang tersedia secara b e b a s mel alui berbagai sumber internet. Namun demikian ada 11% yang men yat akan sama sekali tidak t ahu cara memanfaatkan e-book dan e-journal.

Kemampuan mengunggah sebagian atau seluruh dokumen/artikel e-journal/

e-book,tergambar melalui kem ampuan

memanfaatkan sarana tersebut hingga pada fitur-fitur apli kasi yang lebih rinci. Ada 44.4% d a r i m e r e k a y a n g mem iliki kem ampuan seperti ini. Kelompok yan g lebi h b a n ya k ( 4 5 . 6 % ) h a n ya bisa mem anfaat kan sarana ini menelusur, melihat d a n mem ba ca dokumen y a n g tersedia. Sekitar 10% lainnya sama sekali t i d a k faham c a r a m e n e l u s u r d a n mengunggah dokumen dari e-book dan e-journal.

Kemampu an m e n y a l i n dan memindahkan bagian/kalimat/paragraf dari e-book atau e-journal, tergam bar dari jawaban (44.4%) responden yang men yat akan mampu menyalin dan/at au memindahkan bagian/kalimat/paragraf yang bersumber dari dari e-book atau e-journal

k e dalam fil e lai n dengan bentuk d a n format yang berbeda. Lebih banyak dosen (45.6%) yang m en yat akan tidak pernah melakukannya. B a h k a n ada 10% yang m e n ya t a k a n sama sekali ti dak tahu menyalin dan/atau memindahkan bagi an dari e-book dan e-journal ke dalam fil e lain.

Pemahaman terhadap situs atau database e-book atau e-journal tertentu,

tergambar dari jawaban (55.6%) responden y a n g m en yat akan bahwa situs a t a u database e-book yang paling difahami dan paling sering dimanfaatkan adalah sit us Proquest, sedangkan (22.2%) lainnya lebih faham dan seri ng m amanfaat kan situs/ dat abase ebsco, untuk m enelusur dan

membuka e-book d a n at au e-journal.

Sel ebihn ya (10.2%) lainn ya m embuka cengage, dan (10%) lainnya membuka e-brary.

Tingkat Pemanfaatan Rujukan Berbasis Digital

Tingkat pemanfaatan e-book dan e-journal yang tersedia di UPT Perpustakaan Unhas ditinjau dari jawaban dosen masih sangat rendah. Hanya berkisar 5 sampai 7 dari 5 2 orang dosen yang menyatakan memanfaatkan e-book dan e-journal dari

provider Proquest, Ebsco, dan C enggage rata-rata 3 s/d 5 x perminggu, atau rata-rata 12 s/d 20 x perbulan, atau 144 s/d 240 x per tahun. Diantara ketiga provider tesebut Proquest yang paling sering dimanfaatkan oleh dosen fisip UNHAS.

E-brary masih kurang sekali diakses oleh dosen F I S I P Unhas , dibandingkan dengan ket i ga provi der yang disebut sebelumn ya . Disamping karena database dari provider ini baru dilanggan oleh UPT Perpustakaan pada bulan Januari 2013, juga karena sosi ali sasi database dari provider

ini menurut para dosen FISIP Unhas belum sampai kepada mereka. Nam un demikian database ini juga sudah mulai diakses oleh dosen Fisip Unhas. Meskipun tidak ada dosen yang mengaksesnya secara reguler perhari, namun dalam perhitungan rata-rata perminggu ada 5 orang dosen yang rata -rata mengakses situs ini sekali seminggu, atau 4 kali sebulan.

Sumber -sum ber e-book atau e-journal melal ui provider e-book dan e-journal lainnya seperti IEE, IET, SIAM, AMAC OM, Columbia University, Liverpool University, Pri ncet on Universit y, d a n California University, masing-masing han ya diakses sekali-sekali sebulan secara tidak ruti n (i n s i d e n t i l ). Tidak ada yang mengaksesnya rata-rata perhari, dan juga

(8)

78

han ya secara insedentil diakses dalam seminggu dan dalam setahun. Hal tersebut pada umumnya disebabkan karena e-book

dan e-journal dari provider tersebut lebih sedikit mengandung dokumen yang relevan dengan bidang-bidang sosi al polit ik, disamping dosen-dosen FISIP enggan mem anfaat kann ya bila sistemnya belum dikenal baik dan isinya, pada umumnya, lebih sedikit yang relevan dengan bidang sosial politik.

Penilaian dan Apresiasi Dosen

Tingkat penil ai an dan apresi asi dosen terhadap pem anfaatan rujukan berbasis di git al berupa e-book dan e-journal dikategorikan kedalam 18 kategori. Empat bel as kategori berupa dampak positif dan 4 kat egori lai nn ya adal ah dampak negatif.

Berdasarkan asumsi bahwa teknologi inform asi dan kom unikasi, khususnya sumber -sumber rujukan berbasis e-book

dan e-journal ini diciptakan untuk hal-hal yang bersifat positif, m emudahkan, dan menyenangkan d a n memberikan dampak positi f d a n bukan di cipt akan untuk mempersuli t dan memberikan dampak-dampak yang negatif. Dampak -dampak-dampak yang negati f, m em persuli t dan ti dak men yenangkan , pada umumn ya bukan disebabkan oleh teknologinya, akan tetapi o l e h k r i t e r i a i n d i v i d u y a n g mem anfaat kann ya , kemampuan untuk mengoperasikannya, dan tujuan yang ingin dicapainya. Berdasarkan asumsi tersebut maka 18 kriteria penilaian dan apresi asi dosen terhadap pemanfaatan e-book dan e-journal sebagai sumber rujukan berbasis di git al tersebut di kat egori kan kedalam kelompok dampak positif seban yak 14 kriteria, dan dampak negati f kedalam 4 kriteria.

Hasil anali sis t erhadap kedua kategori dam pak posi tif dan negati f tersebut berdasarkan hasil analisis skala Likert adal ah sebagai berikut: Respon dosen terhadap kriteria yang bersifat positif cenderung berpusat di tengah pada angka 3 (tiga) dan bergeser kearah kanan ke nilai 5 (lima). Hal tersebut menunjukkan bahwa dosen-dosen Fisip Unhas cenderung menilai dampak positif yang terdiri dari 14 kriteria yang di kemukakan pada kriteria positif sedang sampai kepada sangat ti nggi. Penil ai an i ni m eliput i kri teri a seperti b e r a g a m , up-to-date, rel evan d e n g a n bidang ilmu, banyak, mudah dimanfaatkan, berguna untuk rujukan ilmiah , irit biaya, waktu akses fleksibel, berbagai fitur, mudah dipelajari sendiri, membantu memecahkan masalah, menyenangkan, dan lebih menarik daripada dokumen tercetak.

Sebaliknya, respon dosen terhadap kriteria yang bersifat negatif menunjukkan penilai an yang cenderung berkonsentrasi pada nila 3 (tiga), dan bergeser kearah nilai 1 (satu). Hal ini menunjukkan bahwa rata-rat a dosen kurang atau sama sekali tidak setuju bila dampak teknologi informasi dan komunikasi , khususnya pemanfaatan e-book dan e-journal di UPT perpustakaan Universitas Hasanuddin diberikan nilai yang b e r s i f a t negatif seperti (menghabiskan waktu, butuh l atihan tert ent u, butuh keterampilan khusus, dan membosankan).

PENUTUP

Tingkat pengenalan dosen FISIP terhadap teknologi dan sumber -sumber rujukan berbasis di git al dalam pengertian kemampuan untuk mendefinisikan konsep-konsep yang b e r s i f a t u m u m sepert i teknologi informasi, teknologi komunikasi,

e-book, dan e-j our nal, pada umum n ya sangat tinggi. Tetapi pengenalan m ereka

(9)

79 terhadap konsep yang lebih spesifik seperti

digital literacy dan digital divide, tergolong rendah, bahkan banyak diantaranya yang sama sekali tidak mengenal istilah-istilah tersebut.

Tingkat kemampuan mengoperasikan konsep yang dikenal tersebut diatas lebi h rendah dari tingkat pengenalan mereka terhadap konsep-konsep dasar TIK. S ekit ar 60% dosen memiliki pemaham an yang sedang sampai tinggi terhadap konsep dan cara m engoperasikan fitur -fit ur yang terdapat dal am dat abase e-book dan e-journal baik yang ada di UPT Perpustakaan Unhas maupun di luar Unhas.

Tingkat pemanfaat an sumber-sumber rujukan berbasis di git al yang terdapat pada UPT Perpustakaan Unhas beragam berdasarkan tingkat pengenalan d a n pemaham an pengguna (dosen),

provider pen yedi a sit us e-book dan e-journal, dan tingkat sosialisasi situs-situs

e-book dan e-journal tersebut. Proquest merupakan situs yan g pali ng sering dimanfaatkan, menyusul ebsco, cenggage, dan e-brar y. Situs sit us lain seperti: AMACOM, Columbia University, Princeton University, d a n Californi a Universit y masi h sangat jarang dimanfaatkan ol eh dosen-dosen FISIP Unhas karena tingkat rel evansi bi dang st udi dan t ujuan kegunaannya yang tidak tepat.

Tingkat penilaian dan apresi asi dosen FISIP Unhas terhadap pemanfaatan sumber -sumber rujukan berbasis digital seperti e-book d a n e-journal terbagi kedalam kriteri positif dan kriteria negatif. Tingkat penil ai an dan apresi asi dosen terhadap kriteria positif tentang pemanfaatan Teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital berupa e-book dan e-journal cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan penilaian mereka t erhadap krit eri a yang bersifat negatif.

Asumsi bahwa teknologi informasi dan komunikasi diciptakan untuk memberikan dampak yang positif terhadap individu dan lembaga dapat dikonfirmasi melalui hasil penelit ian ini. Dampak sampingan dari teknologi informasi dan komunikasi berupa dampak yang negatif terkait dengan tingkat pengenalan dan pem aham an pengguna terhadap konsep-konsep dan fasilitas yang disediakan oleh teknologi, tingkat kesederhanaan dan kesulitan pemanfaatan perangkat teknologi yang tersedia, dan tuj uan yang hendak dicapai.

DAFTAR PUSTAKA

Brey, P. "Technol ogy as extension of human faculties." Metaphysics, Epistomology, and T e c h n o l o g y . R e s e a r c h in Philosophy and Technology. 19 (2000). Bronwyn Hegarty and Merrolee Penman

(Ot ago Pol yt echnic), Ori el Kell y (Manukau Institute of Technology), Lynn Jeffre y (Massey University), Dawn Coburn and Jenny McDonald (University of Otago). Digital information literacy: Support ed development of capability in tertiary envir onments .

2010.

http://www.educationcounts.govt.nz/pu blications/tertiary_education/80624. Cepulkauskaite, Leva. "Creating e-books

and e-journal." In Training of Trainers and Us ers in the fi eld of Cultural Educati on, by Vilnius Uni versit y, Lithuania, Unesco Information Society Study Group. 2000.

Jackson, M. "The impact of ICT on the development of information literacy by students in further education." Journal of eLiteracy 2, no. 1 (2005).

Jenkins, Henry. Confronting the challenges of partici pat or y culture: Media education f or the 21st centur y.

Cambridge: The MIT Press, 2009. Jump Up Pace, A. ""Vi rtual reference:

What's in a name?"." Computers in Libraries 23, no. 4 (April 2003): 55-56.

(10)

80

McLuhan, Marshal. Under standing the media: The extension of man. Sphere Books Edition, 1967.

Rogers, Everet M. "Communi cation technology." Series in Communication Technology and Society (Free Press) 1 (1986).

Referensi

Dokumen terkait

Inventory meliputi bahan mentah atau bahan baku, bahan pembantu dalam proses work in place , suku cadang dan barang jadi (finished good). Manajemen

menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan, peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan teknis yang berkaitan dengan manajemen rekayasa lalu lintas,

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kasa, Penulis ucapkan karena proyek akhir dengan judul “PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL SOSIALISASI PENTINGNYA PENDIDIKAN POLITIK KEPADA

Berdasarkan beberapa pengertian remaja yang telah dikemukakan para ahli, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa remaja adalah individu yang sedang berada pada masa

Carola Duran Tort, Recepció de Jacint Verdaguer a La Renaixensa Manuel Jorba i Ramon Pinyol, Contribució a l’epistolari de Jacint Verda- guer.. Joan Requesens i Piquer, Un

Faktor sosial, yaitu dapat berasal dari kelompok acuan merupakan semua kelompok yang mempengaruhi langsung (tatap muka) atau tidak terhadap sikap atau

Pemerintah telah menjalankan program kemitraan diantaranya adalah pelaksanaan kemitraan antara petani penangkar benih padi dan perusahaan mitra didasarkan pada

(ebagai penyakit berlangsung/ kelenjar getah bening dapat perdarahan dan menjadi bengkak dan nekr$tik. Pes dapat berkembang menjadi mematikan !abah septiemiadalam