• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Putusan Mahkamah Syari\u27ah Provinsi Aceh dalam Kasus Pembatalan Hibah ( Studi Putusan Mahkamah Syari\u27ah Provinsi Aceh Nomor 28/pdt-g/2015/ms-Aceh )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Putusan Mahkamah Syari\u27ah Provinsi Aceh dalam Kasus Pembatalan Hibah ( Studi Putusan Mahkamah Syari\u27ah Provinsi Aceh Nomor 28/pdt-g/2015/ms-Aceh )"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan akibat hukum terhadap harta bersama yang telah dihibahkan orang tua kepada anak dan menentukan keabsahan pembatalan akta hibah

Karena itu perlu dikaji mengenai hak ahli waris terhadap harta orang tua yang telah dihibahkan dan telah dibalik-namakan atas nama penerima hibah, akibat hukum pembatalan peralihan

Karena itu perlu dikaji mengenai hak ahli waris terhadap harta orang tua yang telah dihibahkan dan telah dibalik-namakan atas nama penerima hibah, akibat hukum pembatalan peralihan

Pembagian waris berkenaan dengan adanya legitime portie yang dilanggar dari anak-anak sah dari pewaris, maka KUH Perdata melindungi hak mereka terhadap hibah yang telah melanggar

Namun jika hibah tersebut telah didaftarkan maka menurut Pasal 211 KHI tidak bisa ditarik kembali kecuali hibah orang tua kepada anaknya dan menurut Kitab Undang-undang

Dasar hukum pembatalan Sertipikat Hak Pakai Nomor 765, sebagai berikut adalah alasan-alasan yang disampaikan oleh Pemko Medan dan BPN Kota Medan tidak dapat dibenarkan,

Oleh karena itu, walaupun pembatalan hibah sangat tidak diperbolehkan menurut Hukum Islam kecuali hibahnya orang tua kepada anak, tetapi dalam perkara ini hibah dilakukan suami

Dengan demikian berdasarkan Kompilasi Hukum Islam hibah diatur dalam Bab VI pasal 210 ayat (1) “Orang yang telah berumur sekurang-kurangnya 21 tahun berakal sehat tanpa