DAFTAR PUSTAKA
Anggorodi, R., 1985. Kemajuan Mutakhir Ilmu Makanan Ternak Unggas. Cetakan Pertama. Penerbit Universitas Indonedia. Jakarta.
Anggarodi, R.1990.Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia, Jakarta.
Amirroenas D. E. 1990. Mutu ransum berbentuk pellet dengan bahan serat biomasa pod kakao (Theobroma cacao L.) untuk pertumbuhan sapi perah jantan. Tesis Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Aregheore, E.M. 2000. Crop residues and agroindustrial byproduct in four Pacific Island countries: availability, utilization and potential value in ruminant nutrition. Asian – Aust. J. of Anim. Sci. 13 (Supplement B): 266-269.
Donald, Mc. P.,Edward, A. R.,Green Halg,J, F, D. And Morgan,A.C.1995.Animal Nutrition Fifth Editing, Ohn Wiley & Sons Inc, New York.Feed. Procedings of the MASP Ann. Conf. Kuala Rengganu pp.56-61.
Fadilah, R. 2000. Ayam Broiler Komersial. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Fardiaz,S. 1992. Analisa Mikrobiologi Pangan.PT. Raja Grafindo Persada, Kerja sama dengan PAU antar Universitas Pangan dan Gizi. IPB Bogor. Gandjar, Indrawati,et al ., 2006.Mikologi Dasar dan Terapan. Jakarta :
YayasanObor Indonesia.
Kartadisastra, H.R.,1994. Pengelolaan Pakan Ayam. Konsius. Yogyakarta.
Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Ternak, 2010. Hasil Analisis Kulit Kakao Fermentasi. Program Studi Perternakan FP USU, Medan.
Laconi, E.B. 1998. Peningkatan mutu pod cacao melalui amoniasi urea dan biofermentasi dengan Panecrochaete chrysosporium serta penjabarannya ke dalam formulasi ransum ruminansia. Disertasi. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
Loka Penelitian Kambing Potong, 2011. Analisis Laboratorium “Kulit Kakao Fermentasi”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perternakan, Sei Putih.
Media Komunikasi Permi Cabang Malang, 2007. Kecil Itu Indah (Aspergillus
niger
Murtidjo, B. A. 1987. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius. Yogyakarta.
Nasrullah dan A. Ella, 1993. Limbah Pertanian dan Prospeknya sebagai Sumber Pakan Ternak di sulawesi Selatan. Makalah. Ujung Padan.
National research council. 1994. Nutrient requirement of poultry. 9th revised edition. National academyof science. Washington D. C. USA.
Parakkasi, A. 1995. Ilmu Makanan Ternak dan Ternak Ruminansia. Universitas Indonesia-Press, Jakarta.
Paraksasi, A. 1990. Ilmu Giji dan Makanan Ternak Monogastrik. Angkasa, Bandung.
Poedjiwidodo, Y., 1996. Sambung Samping Kakao. Unggaran. Trubus Agriwidaya
Rasyaf, M. 1995. Pengelolaan Usaha Peternakan Ayam Pedaging. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Rasyaf, M. 1997. Pengelolaan Peternakan Unggas Pedaging. Kanisius.Yogyakarta
Saono, S. 1976. Pemamfaatan Jasad Remik dalam Pengolahan Hasil Sampingan atau Sisa-sisa Produk Pertanian.Berita LIPI 18(40:1-11).
Sarwono, B., 1996. Berternak Ayam Buras. Penebar Swadaya. Jakarta.
Siregar, Z., 2009. Pemanfaatan Hasil Samping Perkebunan dengan Penambahan Mineral dan Hidrolisat Bulu Ayam. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Smith, D. H. and A. A. Adegbola. 1982. Studies on the feeding value of agro-industrial by-product and the feeding value of cocoa pods for cattle. Tropical Anim. Prod. 7:290-295.
Sudaryani. T., dan Santoso, 1995. Pembibitan Ayam Ras. Penebar Swadaya, Jakarta.
Suprijatna, E., U. Atmomarsono, & R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.
Tillman. A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo, S.Lepdosoekojo. 1986. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fakultas Peternakan, UGM-Press, Yogyakarta.
Wahyu, J., 1985, Ilmu Nutrisi Unggas, Universitas Gajah Mada Press, Yogyakarta.
Wahyu, J. 1992. Ilmu Nutrisi Unggas. UGM Press, Yogyakarta.
Winarno, F.S., 1996. Enzim Pangan. PT. Gramedia, Jakarta.