• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Alam Hutan .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sumber Daya Alam Hutan ."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH (Analisa SDA Hutan)

Untuk Memenuhi Tugas Dari Mata Kuliah MANAJEMEN SDA dan LINGKUNGAN

Dosen Pengampu : Ir. H. Saparto, M.Si

Disusun Oleh :

Amalia Nurlaili Sukma Wardani (132001616)

D

SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN FARMING SEMARANG

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pada kesempatan kali ini, saya mendapatkan tugas makalah yang bersangkutan dengan Sumber Daya Alam (SDA) Hutan. Sebelum untuk pembahasan lebih lanjut, sebaiknya kita perlu mengetahui apa itu Sumber Daya Alam (nature resource), sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya merupakan unsur lingkungan hidup yang memberikan daya dukung terhadap kelangsungan kehidupan di muka bumi. Untuk mengetahui sumber daya alam yang bermanfaat dan memberikan daya dukung terhadap kehidupan manusia, dapat dilihat upaya manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Sumber daya alam sangat ditentukan berdasarkan kegunaan bagi manusia, sehingga nilai sumber daya alam sangat ditentukan dari kemanfaatan bagi manusia. Manusia atau penduduk termasuk sumber daya bagi negara, sebagai tenaga kerja melalui ekonomi negara dengan ilmu pengetahuan yang dikuasainya.

Sumber daya alam merupakan sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera. Sumber daya ala bisa terdapat didalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dll.

Dalam hal lain ada yang menulis bahwa, sumber daya alam adalah seluruh potensi yang dimiliki alam dan dapat dikembangkan dalam prosesnproduksi sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya selalu berusaha memperoleh sumber daya alam tersebut. Oleh karena itu, manusia berusaha mengolah berbagai sumber daya alam sehingga dapat dimanfaatkan.

(3)

daya alam tersebut akan berdampak terhadap kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, yang menjadi persoalan mendasar sehubungan dnegan pengelolaan sumber daya adalah bagaimana mengelola sumber daya alam tersebut agar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi manusiia tanpa mengorbankan kelestarian sumber daya alam itu sendiri. Pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkkungan dan berkelanjutan telah dilakukan sejak lama. Namun, pertumbuhan prnduduk yang tinggi serta diiringi dengan semakin bertambahnya kebutuhan manusia menyebabkan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Akibatnya, timbul dampak negative, seperti kepunahan flora dan fauna, longsor, banjir dan pencemaran lingkungan. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, generasi yang akan datang tidak lagi dapat menikmati sumber daya alam yang ada pada saat ini.

Dalam bab-bab selanjutnya akan di bahas secara rinci mengenai topik utama dalam makalah ini yaitu Analisa Sumber Daya Alam Hutan.

B. Tujuan

Dalam pembuatan makalah kali ini selain untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Manajemen SDA dan Lingkungan, juga untuk mengetahui apa itu SDA, terutama yang berhubungan dengan SDA Hutan, manfaat dari hutan, kerusakan apa yang terdapat di hutan dan bagaimana cara penanggulangan dan cara pelestarian hutan.

(4)

PEMBAHASAN A. SDA Hutan

Sumber daya hutan merupakan berkah yang tidak ternilali harganya bagi semua aktor biologis disekitarnya. Salah satu sumber daya alam yang begitu potensial dan merupakan tumpuan bagi keberlangsungan hidup suatu insan biologis adalah hutan. Hutan merupakan rumah dan sekaligus bank yang mensupaly kebutuhan hidup mendasar dari aktor biologis yang ada didalamnya termasuk manusia.

Selama ini perhatian khusus terhadap nilai pentingnya keberadan hutan bagi masyarakat sangat kurang. Hutan selalu identik dnegan bank hidup yang mampu memberikan keuntungan dan kepuasan ekonomi diantaranya dalam bentuk uang tunai. Hal ini sangat mencolok dalam pola kehidupan masyarakat sekitar hutan. Hutan memberikan kontribusi besar baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari rumah tangga atau sumber penghasilan salam bentuk uang tunai. Masyarakat secara teknis sudah mampu untuk memanfatakan hasil hutan baik hasil hutan kkayu maupun hasil hutan bukan kayu.

Kondisi ekonomi yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu mendorong laju peubahan pola hidup masyarakat yang semakin cepat pula. Kebutuhan akan uang menjadi faktor pendorong krusial dalam pemanfaatan sumber daya hutan. Namun sangat disayangkan bahwa perubahan-perubahan diatas tidak diseimbangkan dengan kemampuan manajemen hasil dan manajemen usaha rumah tangga yang baik.

(5)

Hutan juga dapat disebut sebagai kawasan yang dirumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat diwilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampungan karbondioksida, habitat hewan, modulator arus hidroogika, serta pelestarian tanah. Setelah mengetahui apa itu sumber daya alam dan hutan secara terpisah, dapat diketahui apa itu sumber daya alam hutan. Sumber daya alam hutan adalah sesuatu yang dapat dimamnfaatkan untuk kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada disekitar alam lingkungan hidup kita.

PENGGOLONGAN SDA

Sumber daya alam cukup banyak jenisnya. Sumber daya alam tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan, antara lain :

1. Sumber daya alam berdasarkan pembentuknya dibedakan menjadi : a. Sumber daya alam hayati/biotik, adalah sumber daya alam

yang berasal dari makhluk hidup. Contohnya tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.

b. Sumber daya alam nonhayati/abiotik, adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. Contohnya bahan tambang, air, udara dan batuan.

2. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya dibedakan menjadi :

a. Sumber daya alam penghasil bahan baku, adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain, sehingga nilai gunanya menjadi lebih tinggi. Contohnya hasil hutan, barang tambang, dan hasil pertanian. b. Sumber daya alam penghasil energi, adalah sumber daya alam

yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. Misalnya ombak, pannas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak dan gas bumi.

(6)

a. Sumber daya alam materi, yang dimanfaatkan materinya, seperti limonit, hematite, dan pasir kuarsa.

b. Sumber daya alam hayati, yang dimanfaatkan berbentuk makhluk hidup berupa tumbuhan dan hewan.

c. Sumber daya alam energi, yang dimanfaatkan barang dan menghasilkan energi, seperti bensin, minyak dan kayu bakar. d. Sumber daya alam ruang, berupa tempat yang dimanfaatkan

dan diperlukan manusia dalam hidupnya.

e. Sumber daya alam waktu, pemanfaatannya tidak berdiri sendiri melainkan terikat dengan pemanfaatn sumber daya alam lainnya.

4. Menurut sifat kelestariannya dibedakan menjadi :

a. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) , yaitu sumber daya alam yang tidak habis jika dimanfaatkan karena tidak dapat diperbaharui melalui siklus dan reproduksi.

b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources), yaitu sumber daya alam yang cepat habis karena tidak dapat diperbaharui.

Hutan cukup banyak jenisnya. Hutan dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain :

1) Berdasarkan tumbuhannya, hutan dibedakan menjadi :

a. Hutan heterogen, hutan yang tumbuh-tumbuhannya bermacam-macam, pohonnya tinggi, rendah, besar, dan kecil.

b. Hutan homogen, hutan yang tumbuh-tumbuhannya satu jenis pohon, tidak begitu lebat, mudah dimasuki dan diusahakan. 2) Berdasarkan fungsinya, hutan dibedakan menjadi :

a. Hutan lindung, merupakan hutan yang dilindungi, dan tidak boleh ditebang. Hutan ini berfungsi sebagai pelindung terhadap tanah dan erosi, sebagai tata air untuk menghindari banjir, melindungi iklim dan lingkungannya.

(7)

c. Hutan suaka alam, merupakan hutan yang berfungsi emberikan perlindungan terhadap jenis tumbuh-tumbuhan dari kepunahan, d. Hutan suaka marga satwa, merupakan hutan yang berefungsi

memberikan perlindungan terhadap binatang di dalam hutan dari kepunahan.

e. Hutan wisata, merupakan hutan yang berefungsi untuk wisatawan, terutama karena keindahan alamnya.

3) Berdasarkan cara terjadinya, hutan dibedakan menjadi :

a. Hutan alam, hutan yang terjadi secara alami. Hutan ini terbagi menjadi :

1. Hutan primer, adalah hutan yang masih utuh belum ditebang.

2. Hutan sekunder, adalah hutan primer yang sudah ditebang dan dala waktu tertentu.

b. Hutan budidaya, merupakan hutan yang ditanami oleh manusia dengan tujuan memberikan hasil.

Faktor yang mempengaruhi persebaran hutan : 1. Keadaan tanah

2. Tinggi rendah permukaan tanah 3. Makhluk hidup

4. Iklim

Macam-macam jenis hutan di Indonesia

Berikut ini adalah pembagian jenis hutan yang berada di Indonesia :

1. Hutan bakau, adalah hutan yanng tumbuh didaerah pantai berlumpur. Contoh : pantai timur Kalimantan, pantai selatan Cilacap.

(8)

3. Hutan rawa, meliputi daerah yanng cukup luas di Indonesia. Hutan rawa air tawar tidak menghasilkan kayu yang baik, namun tanah hutan ini dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

4. Hutan hujan tropis, adalah hutan lebat/hutan rimba belantara yang tumbuh disekitar garis katulistiwa/ekuator yang memilliki curah hujan yang snagat tinggi. Hutan jenis ini memiliki tingkat kelembapan yanng sangat tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta sulit untuk dimasuki oleh manusia. Hutan ini sangat disukai pembalak hutan liar dan juga pembalak legal jahat yang senang merusak hutan dan merugikan negara. Contoh : Kalimantan,Sumatera.

5. Hutan musim, adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau panjang yang menggugurkan daun dikala kemarau menyelimuti hutan.

6. Hutan lumut, terdapat di daerah pegunungan tinggi. Pegunungan ini sering diselimuti kabut, karena letaknya sangat tinggi dari permukaan laut. Hal ini mengakibatkan udara dipegunungan tersebut sangat lembab dan suhunya rendah.

7. Hutan gugur, didominasi padanng rumput, juga mempunyai tumbuhan yang daunnya gugur pada musim gugur.

8. Hutan basah, terdapat didaerah tropis dan subtropis. Hutan ini sepanjang tahun selalu mendapatkan air dan mempunyai spesies pepohonan yang beragam.

B. Manfaat dan Fungsi Hutan

(9)

pemukkiman penduduk. Sementara itu, alih fungsi hutan menjadi pertanian dan perkebunan banyak dijumpai di Sumatera dan Kalimantan.

Selain hutannya yang luas, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan flora dan fauna atau keanekaragaman hayati yang snagat besar. Bahkan banyak diantaranya merupakan spesies endemik atau hanya ditemukan di Indonesia, tidak ditemukan di tempat lainnya seperti anoa, burung maloe, dan komodo. Hasil hutan sebenarnya tidak hanya sekedar kayu. Hutan tropis yang dimiliki Indonesia juga menghasilkan buah-buahan dan obat-obatan. Namun demikian, hasil hutan yang banyak dikenal penduduk adalah sebagai sumber kayu.

Setidaknya ada sekitar 4.000 jenis kayu yanng 267 jenis diantaranya merupakan kayu yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Secara umum jenis-jenis kayu dan sebarannya adalah sebagai berikut :

1. Kayu keruing, meranti, agathis dihasilkan terutama di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.

2. Kayu jati banyak dihasilkan di Jawa Tengah.

3. Rotan banyak dihasilkan di Kalimantan, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

4. Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur 5. Kayu rasamala dan akasia banyak dihasilkan di Jawa Barat.

Hutan memiliki banyak sekali manfaat ataupun fungsi, manfaat yang dimiliki hutan, antara lain :

 Tempat menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai-sungai dan danau sehingga pada musim kemarau tidak mengalami kekeringan.

 Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini maupun pada masa yang akan datanng.  Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak

(10)

 Menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida sehingga suhu bumi terkendali.

 Sumber kehidupan bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar hutan dari produk yang dihasilkannya.

Selain manfaat secara umum diatas, manfaat hutan juga dapat dibagi menjadi beberapa bagian, namun isinya hampir sama dengan manfaat-manfaat hutan lainnya, antara lain :

1. Manfaat ekonomi :

 Hasil hutan dapat dijual atau diolah menjadi berbagai baranng yang bernilai tinggi.

 Membuka lapangan pekerja bagi pembalak hutan legal.

 Menyumbang devisa negara dari hasil penjualan produk hasil hutan ke luar negeri.

2. Manfaat klimatologis

 Hutan dapat mengatur iklim.

 Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan.

3. Manfaat hidrologis

 Dapat menampung air hujan didalam tanah.  Mencegah intrusi air laut yanng asin.  Menjadi pengatur tata air tanah. 4. Manfaat ekologis

 Mencegah erosi dan banjir.

 Menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah.

(11)

 Hutan konservasi : kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

 Hutan lindung : hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

 Hutan produksi : kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Hutan produksi terdiri dari hutan produksi tetap (HP), hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi yang dapat dikonversi.

 Hutan wisata : hutan yang dijadikan suaka alam yang ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan langka agar tidak musnah atau punah dimasa depan. Hutan suaka alam dilarang untuk menebang dan mengganggu alih fungsi sebagai pembukaan hutan. Biasanya hutan wisata menjadi tempat rekreasi dan tempat penelitian.  Hutan cadangan : merupakan hutan yang dijadikan lahan pertanian

dan pemukiman penduduk, di Jawa ada sekitar 20 juta ha hutan cadangan.

KEGUNAAN HUTAN :

1. Sebagai sumber makanan, penduduk disekitar hutan menjadi pemburu atau mengambil tumbuhan yang dapat digunakan sebagai makanan. 2. Kepentinan komersial, manusia mengambil banyak manfaat dari

ekosisitem hutan. Banyak obat-obatan dan farmasi telah ditemukan di hutan. Masyarakat lokal bertahan hidup pada tanaman dan hewan yang diambil dari hutan. Produk yang tergantung pada masyarakat modern seperti kayu, kertas dan bambu semua berasal dari ekosistem hutan. 3. Obat herbal dari hutan, banyak tanaman hutan dan hewan

(12)

a. Kina dari pohon kina spp, untuk mengobati kanker;

b. Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus) untuk pengobatan kelenjat prpostat membesar;

4. Menyediakan oksigen (O2), dengan jumlah pepohonan yang banyak, tentunya hutan akan memberikan suplay kebutuhan oksigen yang cukup besar bagi kehidupan dimuka bumi ini.

5. Menyerap karbondioksida (CO2), karbondioksida adlah gas yang berbahaya apabila dihirup secara berlebihan oleh manusia. Namun disisi lain tumbuhan memerlukan gas tersebut untuk menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Keberadaan hutan yang luas dimuka bumi akan memberikan peluang penyerapan karbondioksida yang lebih besar.

6. Mencegah erosi, keberadaan kawasan hutan yang luas juga dapat membantu mencegah erosi atau pengikisan tanah. Pengikisan tanah dapat disebabkan oleh air.

7. Pelestarian plasma nutfah, plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan dimasa depan, terutama dibidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri.

8. Mengatasi penggenangan, daerah rendah yang sering digenangi air perlu ditanami dnegan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evaporasi yang tinggi.

9. Pelestarian air tanah, jika hujan llebat, maka air hujan akan turun masuk meresap kelapisan tanah yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah, hanya sedikit yang menjadi air limpasan.

(13)

C. Kerusakan Hutan

Penebangan hutan di Indonesia saat ini meningkat tajam, sehingga mengakibatkan berbagai kerusakan bagi lingkungan. Penebangan hutan secara liar (illegal logging) memperburuk kerusakan hutan di Indonesia. Pemanfaatan hutan harus dilakukan secara bijak sehingga memenuhi prinsip ekoefisien. Penebangan hutan dapat dilakukan, namun harus mempertimbangkan kelestarian hutan. Misalnya, penebangan dilakukan secara tebang pilih dan diikuti dengan pembibitn dan penanaman kembali.

Pemanfaatan hutan berprinsip reboisasi dan efisiensi dapat dilakukan dengan menjaga keseimbangan ekosistem serta efisiensi. Berlandaskan prinsip etrsebut, maka praktik-praktik ekspor kayu gelondongan seharusnya tidak dilakukan, bahkan harus dilarang. Hal ini dikarenakan ekspor kayu gelondongan mempercepat penggundulan hutan yang akhirnya merusak lingkungan. Berikut beberapa penyebab kerusakan hutan :

1. Kebakaran hutan

(14)

utama kebakaran hutan adalah faktor manusia yang berawal dari kegiatan atau permasalahan sebagai berikut :

a. Sistem perladangan tradisional dari penduduk setempat yang berpindah-pindah;

b. Pembukaan hutan oleh para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk industri kayu maupun perkebunan kelapa sawit; c. Penyebabb struktural, yaitu kombinasi antara kemiskinan,

kebijakan pembangunan dan tata pemerintahan, sehingga menimbulkan konflik antar hukum adat dan hukum positif negara.

Perladangan berpindah merupakan upaya pertanian tradisional dikawasan hutan, dimana pembukaan lahannya selalu dilakukan dengan cara pembakaran karena cepat, murah dna praktis. Namun pembukaan lahan untuk perladangan tersebut umumnya sangat terbatas dan terkendali karena telah mengikuti aturan turun temurun (Dove,1988). Kebakaran liar mungkin terjadi karena kegiatan perladanngan hanya sebagai kamuflasi dari penebangan liar yanng memanfaatkan jalan HPH dan berada di kawasan HPH.

Pembukaan hutan oleh pemegang HPH dan perusahaan perkebunan untuk pengembangan tanaman industri dan perkebunan umumnya mencakup areal yang cukup luas.

2. Penebangan hutan secara sembarangan

Menebang hutan sembarangan akan menyebabkan hutan menjadi gundul. Ditambah lagi akhir-akhir ini penebangan hutan liar semakin marak terjadi.

3. Penegakan hukum yang lemah

Para penegak hukum masih lemah untuk membrikan sanksi kepada para pelaku. Maka dari itu masih saja banyak oknum yang tidak mau bertanggung jawab. Kejahatan seperti ini sering juga melibatkan aparat pemerintah yang berwenang dan seharusnya menjadi benteng pertahanan untuk menjaga kelestarian hutan.

(15)

Manusia sering memprioritaskan dirinya sebagai pihak yang memiliki otonomi untuk menyusun blue print dalam perencanaan dan pengelolaan hutan, baik untuk kepentingan generasi sekarang mamupun untuk anak cucunya. Hal ini kemungkinan disebabkan karena manusia sering manganggap dirinya sebagai ciptaan yanng lebih sempurna dari yang lainnya. Karena manusia memposisikan dirinya sebagai pihak yang dominanm maka keputusan dan tindakan yang dilaksanakan sering mementingkan untuk saat ini daripada masa yang akan datang.

AKIBAT KERUSAKAN HUTAN

Kerusakan hutan akan menimbulkan beberapa dampak negatif yang besar bagi bumi :

1. Efek rumamh kaca (green house effect)

Hutan merupakan paru-paru bumi yanng mempunyai fungsi mengabsorsi Co2. Berkurangnya hutan dan meningkatnya pemkaian energi fosil akan menyebabkan kenaikan gas Co2 di atmosfir yang menyelubungi bumi. Gas ini makin lama akan semakin banyak, yang akhirnya membentuk satu lapisan yanng mempunyai sifat seperti kaca yang mampu meneruskan pancaran sinar matahari yang berupa energi cahaya ke permukaan bumi, tetapi tidak dapat dilewati oleh pancaran energi panas dari permukaan bumi.

2. Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon (O3) yang menyelimutu bumi berfungsi menahan radiasi sinar iltraviolet yanng berbahaya bagi kehidupan dibumi. Ditengah kerusakan hutan, meningkatnya zat-zat kimia di bumi akan dapat menimbulkan ruskanya lapisan ozon. Kerusakan ini akan manimbulkan lubang-lubang pada lapisan ozon yanng semakin lama semakin besar.

(16)

Hutan di Indonesia dikenal dengan keanekaragaman hayati didalamnya. Dengan rusaknya hutan sudah pasti keanekaragaman ini tidak dapat dipertahankan bahwa akan mengalami kepunahan.

4. Merugikan keuangan negara

Sebenarnya jika pemerintan mau mengelola hutan dnegan lebih baik, jujur dan adil, pendapatan dari sektor kehutanan sangat besar. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya.

5. Banjir

(17)

D. Pelestarian dan Penanggulangan Hutan

Keberadaan hutan merupakan tempat hidup berbagai jeni tumbuhan dan hewan. Hutan juga merupakan penyeimbang alam dan paru-paru dunia. Saat ini jumlah hutan didunia semakin berkurang. Manusia terus mengambil sumber daya yang ada didalam hutan. Bila dibiarkan secara terus menerus bumi akan menjadi semakin panas dan tidak akan seimbang lagi. Cara untuk melestarikan hutan adalah sebagai berikut :

1. Reboisasi, adalah salah satu alternatif untuk melestarikan hutan. Kita dapat menanam kembali pohon yanng sudah rusak, sehinga hutan akan tetap terjaga keberadaannya. Karena reboisasi ini sangat penting untuk mencegah kerusakan hutan yang akan mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

2. Menerapkan sistem tebang pilih, pemerintah harus menerapkan sistem ini. Karena sistem ini dapat mengurangi penebnagan hutan secara liar dan dalam jumlah besar-besaran. Selain iti sistem ini juga berguna untuk masyarakat agar tidak sembarangan dalam melakukan penebangan hutan.

3. Menerapkan sistem tebang tanam, sistem ini sangat berguna bagi pelestarian hutan, sistem penebangan hutan yang kemudian diganti dengan menanam pohon yang telah ditebang aggar hutan tetap terjaga. 4. Melakukan penebangan secara konservasi, maksudnya adalah

penebangan dengan cara menebang pohon yang sudah tidak produktif lagi. Jangan sampai pohon yang masih muda dan produktif ditebang. 5. Menerapkan larangan penebanga liar, selain masyarakat yang harus

menjaga hutan, pemerintah juga harus ikut terllibat dalam pelestarian hutan. Pemerintah harus ikut turun tangan dalam pelestarian hutan ini. Sebaiknya, pemerintah juga memberikan sanksi yang berat bagi para pelakunya, yang bisa membuat mereke jera dan tidak melakukan kesalahan lagi.

(18)

harus ingat, bahwa hutan yang kita miliki adalah warisan dari leluhur kita dan itu kita wariskan untuk anak cucu kita kelak.

Memang ada banyak faktor pendorong yang mempercepat kerusakan hutan di Indonesia. Misalnya saja pengusaha hutan yang dilakukan secara tidak berkelanjutan (unsustainable). Kemudian juga tidak adanya kesadaran untuk menanam kembali hutan yang sudah diusahakan atau dikelola. Belum lagi adanya inefisiensi yang sering kali terjadi mulai dari penebangan sampai kepada pemakaiannya.

(19)

Hutan merupakan paru-paru bagi kehidupan, terutama tumbuhan dan hewan, karena disana mereka dapat tumbuh dengan baik. Hutan juga merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan bagi manusia. Akan tetapi hutan juga dapat rusak akibah ulah dan perilaku manusia yang tidak mau bertanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hasil hutan yang dapat memenuhi kehidupan mereka tanpa peduli dengan apa yang akan terjadi kepada hutan jika mereka melakukan kesalahan, dan dengan sengaja merusak hutan.

Jika manusia tak mau menyadari kesalahan mereka, maka hutan akan habis dan mereka tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dari hutan tersebut. Maka manusia perlu diberi pembelajaran mengenai bagaimana merawat dan mengambil hasil dari hutan dengan catatan tidak merusak ekosistem yang ada disana.

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan didalam makalah ini, saya mohon maaf bila ada kesalahn dan kekurangan daam materi kalli ini. Tapi saya berharap makalah ini dapat memberikan pengetahuan bagi para pembacanya.

(20)

http://www.plengdut.com/2014/11/potensi-sumber-daya-hutan.html

http://hutantanamanindonesia.blogspot.com/2014/11/i.html

http://www.academia.edu/6194324/MAKALAH_PENGELOLAAN_SUMBER_D AYA_ALAM

BERDASARKAN_PRINSIP_BERWAWASAN_LINGKUNGAN_BERKELANJ UTAN

http://laporanlengkappraktikumkimia.blogspot.com/2012/11/makalah-sda-hutan.html

https://www.facebook.com/permalink.php?

story_fbid=223640491109300&id=207479006058782

http://indonesiaindonesia.com/f/90161-hutan-manfaatnya/

http://sadar-hutanku.blogspot.com/p/manfaat-hutan-bagi-manusia.html

https://www.facebook.com/BatunyanaKU/posts/137575579737330

http://miraclekidx.blogspot.com/2012/09/5-upaya-melestarikan-hutan.html

http://dillarahmat.blogspot.com/2013/04/penyebab-akibat-dan-cara-penanggulangan.html

http://organisasi.org/macam-jenis-hutan-di-indonesia-dan-fungsi-hutan-untuk-kehidupan-di-muka-bumi-ipa-geografi

Dewan Redaksi. Geografi 2A. Sukoharjo: CV Willian. Mulyadi. Geografi. Surakarta: PT Pratama Mitra Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

Sumber daya alam yang ada dimuka bumi merupakan sumber daya esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Hilang atau berkurangnya ketersediaan sumber daya alam tersebut akan

Pada dasarnya sumber daya alam merupakan asset yang dimiliki suatu Negara yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim atau cuaca, hasil hutan,

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial.

2. Pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka

Akibat dari kerusakan terhadap hutan dan lahan, maka akan banyak berdampak bagi kehidupan di muka bumi maupun dampak secara langsung bagi manusia, diantaranya misalnya

P.3/IV-SET/2011 tentang Pedoman Penyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata

Kawasan hutan suaka alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya

Potensi sumber daya alam di Indonesia Sumber daya alam hutan Sumber daya alam kemarit iman Sumber daya alam tamban g... Sumber daya alam hutan Hutan